Separation Edisi 7
SEPARATION (Share Part of Chemical Engineering Information) majalah yang berisi info seputar keteknikkimiaan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Kimia UNNES. Tujuan majalah ini adalah mengembangkan minat dan bakat mahasiswa teknik kimia UNNES dalam bidang jurnalistik serta memberikan branding terhadap Program Studi Teknik Kimia UNNES. Separation Edisi 7 Bagian 2 kembali hadir dengan tema "Green Water Innovation: Advancing Sustainable Solutions for Water Resource Management "
SEPARATION (Share Part of Chemical Engineering Information) majalah yang berisi info seputar keteknikkimiaan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Kimia UNNES. Tujuan majalah ini adalah mengembangkan minat dan bakat mahasiswa teknik kimia UNNES dalam bidang jurnalistik serta memberikan branding terhadap Program Studi Teknik Kimia UNNES. Separation Edisi 7 Bagian 2 kembali hadir dengan tema "Green Water Innovation: Advancing Sustainable Solutions for Water Resource Management "
- TAGS
- water
- energy
- smart
- innovation
- adsorben
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
Edisi 7
SEPARATION
Share a Part of Chemical Engineering Information
SEPARATION
“Circular
Economy in
Water
Resource
Management:
Transforming
Waste into
Value”
Smart Water Management:
Integrating IoT and AI for
Sustainable Water Use
Revolusi Nanoteknologi:
Inovasi Membran Filtrasi Air
Berbasis Polimer-Komposit
untuk Masa Depan Bersih
Transformasi Limbah Biomassa
menjadi Adsorben Hijau: Solusi
Inovatif untuk Remediasi
Terkontaminasi Logam Berat
Value” Solar-Powered Desalination:
Turning Sunlight into
Freshwater
https://bit.ly/KuesionerSeparationEdisi7
sites.unnes.ac.id/hmptk
@hmptk_unnes hmptkunnes hmptkunnes HMPTK UNNES
Crew
Separation Penanggung Jawab
M.Choiril Muna
Writer
Reporter
Riska, Ocha, Nurul,
Zellika
Cahya, Safina, Kinanti,
Raihana
Designer
Editor
Rosha, Satria, Edrea,
Rayyan, Tri
Jenisha, Sasa, Rifat
SALAM
REDAKSI Separation - Edisi 7
Hai, Sobat Tekkim Unnes!
Salam hangat dari kami segenap tim redaksi Majalah
Separation edisi ke-7. Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga Majalah
Separation (Share a Part of Chemical Engineering Information)
edisi ke-7 dapat disusun dan diterbitkan dengan baik. Ucapan
terima kasih kami sampaikan kepada seluruh tim redaksi
Separation edisi ke-7 yang telah bekerja dengan penuh
dedikasi, serta kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi
dalam proses penyusunan majalah ini.
Majalah Separation edisi ke-7 terbit pada bulan Desember 2025
dengan tema besar "Green Water Innovation: Advancing
Sustainable Solutions for Water Resource Management.”
Dalam tema ini, kami akan membahas integrasi IoT dan AI
dalam smart water management, teknologi ramah lingkungan
untuk pemurnian dan daur ulang air, pemanfaatan
mikroorganisme dalam pengolahan limbah cair industri, dan
pemanfaatan energi surya untuk desalinasi, tren air minum
masa depan, inovasi drainase hijau, serta revolusi
nanoteknologi melalui pengembangan membran filtrasi
berbasis polimer-komposit. Selain itu, dalam edisi kali ini kami
juga menyajikan informasi-informasi menarik yang ada di
lingkungan Teknik Kimia UNNES, seperti ada peran perempuan
dalam inovasi teknik kimia, pengembangan karier, kesehatan
mental akademik, hingga pengaruh media sosial dan personal
branding di kalangan Gen Z, serta kreativitas mahasiswa
melalui ajang PIMNAS.
Besar harapan kami, dengan adanya Majalah Separation edisi
ke-7 dapat menjadi sumber informasi, inspirasi, serta wawasan
bagi seluruh Sobat Tekkim Unnes dan pembaca umum. Kami
menyadari bahwa majalah ini masih memiliki keterbatasan dan
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan demi penyempurnaan edisi-edisi
berikutnya. Selamat membaca dan salam redaksi!
Sambutan
Koordinator progam studi Teknik Kimia
UNNES
Pembaca Majalah Teknik Kimia Separation
(Share a Part of Chemical Engineering Information)
Edisi-7 yang saya hormati dan banggakan.
Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT karena pada
bulan Desember 2025 ini, Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia (HMPTK) Universitas
Negeri Semarang telah berhasil menerbitkan sebuah majalah sebagai wadah untuk komunikasi
dan informasi seputar bidang ilmu Teknik Kimia.
Penerbitan majalah ini pada tahun 2025 menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa Teknik
Kimia UNNES untuk bersatu tenaga guna mewujudkan Impian memiliki wadah untuk
menyampaikan aspirasi, inspirasi, dan informasi seputar bidang Teknik Kimia. Implementasi dari
tujuan tersebut perlu terinternalisasi dalam diri setiap mahasiswa Teknik Kimia UNNES pada
khususnya dan mahasiswa Teknik Kimia di seluruh Indonesia. Hal ini juga diharapkan, dapat
meningkatkan kredibilitas mahasiswa
Teknik Kimia UNNES dalam Pendidikan Teknik Kimia di Indonesia. Kredibilitas ini akan
terbentuk dari kualitas dan kemampuan mahasiswa Teknik Kimia UNNES dalam menyikapi
permasalahan, informasi, dan eksistensinya dalam dunia pendidikan Teknik Kimia.
Majalah ini diharapkan dapat melengkapi media publikasi yang telah ada di UNNES, sehingga
dapat memberikan informasi mengenai pendidikan dan kegiatan mahasiswa secara lebih
komprehensif. Selain itu, majalah ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi bagi
mahasiswa Teknik Kimia UNNES, khususnya, dan mahasiswa Teknik Kimia di Indonesia,
umumnya. Selamat atas terbitnya edisi ke-7 Majalah Teknik Kimia (Separation). Semoga
Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas
dan kewajiban sebagai insan cendekia, demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Koordinator Progam Studi Teknik Kimia UNNES
Prof. Dr. Dewi Selvia Fardhyanti, S.T., M.T.
DAFTAR ISI
Edisi 7 Bagian 1
01
04
06
09
12
15
17
19
21
Smart Water Management : Integrating IoT and AI For
Sustanable Water Use
Eco-Friendly Technologies For Water Purification and
Recycling
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan
Mikroorganisme sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk
Limbah Cair Industri
Revolusi Nanoteknologi : Inovasi Membran Filtrasi Air
Berbasis Polimer-Komposit untuk Masa Depan Bersih
Photocatalytic Water Treatment : Teknologi Ramah
Lingkungan untuk Limbah Cair Industri
Dirty Money in Fuel: The Chemistry and Corruption Behind
dulterated Fuels
Dari CV Kosong ke Kandidat Idaman: Cara Stand Out di
Dunia Teknik Kimia
PIMNAS : Wadah Kreativitas dan Kolaborasi Mahasiswa
Balancing Act : Tips untuk Mencapai Keseimbangan antara
Organisasi dan Akademik
Edisi 7 Bagian 2
23
25
28
30
32
34
36
Solar-Powered Desalination: Turning Sunlight into
Freshwater
Tren Air Minum Masa Depan: Air Alkaline, Hydrogen Water,
dan Filtrasi Air Hujan
Pengaplikasian Teknologi Inovasi Drainase Hijau untuk
Pengelolaan Air Berkelanjutan
Transformasi Limbah Biomassa menjadi Adsorben Hijau:
Solusi Inovatif untuk Remediasi Air Terkontaminasi Logam
Berat
Pemanfaatan Energi Limbah Panas (Waste Heat) dalam
Proses Pengolahan Air
Petrokimia dan Biokimia: Dua Jalur Energi Menuju Masa
Depan
Dampak AI terhadap Kesempatan Kerja dan Kesenjangan
Sosial
Separation - Edisi 7
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
SMART WATER
MANAGEMENT
SMART WATER
Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
MANAGEMENT
WRITER : NURUL
EDITOR : JENISHA
DESIGNER : EDREA
,Halo, sobat separation!
Tahukah kamu kebutuhan air
bersih dunia kini mencapai
4.000 km³ per tahun (United
Nations, 2023)? Wah, luar
biasa! Sayangnya, menurut
education.nationalgeographic.
org, hampir 99% air di bumi
tidak layak pakai. Lalu,
bagaimana cara menjaga
ketersediaannya? Salah satu
solusinya adalah melalui
manajemen air, dimana tidak
hanya menjamin kualitas,
tetapi juga menangani
masalah proses pengolahan.
Namun, manajemen air saja
belum tentu efektif 100%. Masih
sering terjadi kebocoran atau
kerusakan yang sulit terdeteksi
secara cepat, terutama
dengan metode konvensional.
Untuk
meningkatkan
efektivitas, teknologi IoT dan AI
dapat diintegrasikan ke dalam
smart water management
sehingga pemantauan
kerusakan dan deteksi limbah
bisa dilakukan lebih cepat dan
akurat.
APA ITU SMART WATER MANAGEMENT?
Smart water management
merupakan integrasi teknologi
inovatif dengan manajemen air
dengan tujuan untuk
meningkatkan jaminan kualitas
air, pengurangan kebocoran
bahkan
optimalisasi
operasional (Ramos et al., 2019).
Dalam implementasinya, smart
water management ini sering
menggabungkan IoT dengan AI
untuk menjalankan proses
maupun sistem.
Smart water management ini
sangat bermanfaat bila
terlaksana, terutama dalam
proses daur ulang penggunaan
air guna memenuhi
sustainable water use.
01
Separation Edisi 7: Bagian 1
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
PERANAN IOT DAN AI
IoT dan AI mengambil peran penting dalam sistem smart
water management, penggunaan IoT umumnya diterapkan
pada beberapa aspek berikut:
Sensor aliran, berfungsi untuk mendeteksi volume air yang
terdistribusi
Sensor kualitas air meliputi pH, suhu serta kandungan kimia,
jenis sensor ini akan sangat bermaanfaat dalam daur ulang
penggunaan air.
Penerapan IoT dan AI dalam platform data terpusat untuk
agregasi informasi
NEGARA MANA YANG SUDAH MENERAPKAN?
...Sekarang, mari kita lihat
negara-negara yang telah
menerapkan smart water
management. Singapura
bekerja sama dengan Public
Utilities Board (PUB) untuk
pemantauan real-time kondisi
utilitas, pemeliharaan
preventif, pemantauan
tekanan, dan kualitas air, serta
penyampaian
data
penggunaan
kepada
konsumen untuk mendorong
penghematan.
.....,Teknologi ini bahkan
dimanfaatkan dalam aspek
keselamatan dengan
penggunaan Augmented
Reality (AR) untuk
mengoperasikan unit
pemantauan (Lakshmikantha
et al., 2021).
, Sedangkan di Uni Emirat Arab,
Dubai Electricity and Water
Authority (DEWA) mengadopsi
teknologi seperti Supervisory
Control and Data Acquisition
(SCADA) untuk pemantauan,
pengelolaan sumber daya, dan
pelaporan kerusakan secara
cepat.
Smart grid juga digunakan
untuk otomatisasi pengambilan
keputusan dan integrasi
jaringan listrik-air guna
membangun infrastruktur
pengelolaan yang canggih.
Di beberapa negara Timur
Tengah lainnya, teknologi ini
telah diterapkan dalam proses
desalinasi air laut menjadi air
bersih.
Separation Edisi 7: Bagian 1
02
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
TANTANGAN SMART WATER MANAGEMENT DI INDONESIA
Wahhh, banyak sekali ya keunggulan smart water
management ini. Jika diterapkan di Indonesia tantangan apa
aja sih yang akan kita hadapi? Tidak dapat dipungkiri
bahwasannya penerapan smart water management ini
memerlukan dana awal yang cukup tinggi untuk pembelian
unit-unit operasional, biaya yang tinggi ini tentu menjadi
tantangan nyata bagi Indonesia, terutama di tengah krisis
ekonomi saat ini.
Selain itu, sistem pembangunan di Indonesia yang masih
belum merata ke daerah terpencil menjadi tantangan dalam
penerapan smart water management ini. Walaupun ada
beragam tantangan yang akan dihadapi, hal tersebut
seharusnya tidak menjadi penghalang untuk seluruh elemen
masyarakat mempelajari mengenai pengelolaan air ini, dengan
mempelajari sejak dini, di harapkan akan terbentuk SDM yang
siap terjun ke dalam smart water management nantinya.
REFERENCES
Dubai Electricity and Water Authority. (2024, April 21). DEWA’s
smart management of the water network saves AED 225 million
in 10 years.
Lakshmikantha, V., Sinha, S., & Kumar, R. (2021). IoT based smart
water quality monitoring system. Global Transitions Proceedings,
2(2), 181–186.
Ramos, H. M., Almeida, A. B., & Covas, D. I. C. (2019). Geleceğin
sürdürülebilir su ağlarına yönelik akıllı su yönetimi - Smart water
management towards future water sustainable networks. Water
(Switzerland), 12(1), 1–13.
03
Separation Edisi 7: Bagian 1
Eco-Friendly Technologies for Water Purification and Recycling
Eco-Friendly
Technologies for
Water Purification
and Recycling
Writer: Zellika Editor: Sasa Designer: Tri
Dalam dunia yang terus berubah,
air bersih kini menjadi "harta karun"
yang semakin langka. Kabar baiknya,
teknologi ramah lingkungan hadir
membawa harapan baru! Melalui
inovasi cerdas, kita bisa memurnikan
dan mendaur ulang air tanpa harus
merusak bumi yang kita cintai.
Salah satu solusi paling menarik
adalah Wetland buatan. Bayangkan
taman hijau penuh tanaman air
seperti eceng gondok dan
kangkung, yang tidak hanya hanya
mempercantik pemandangan, tetapi
juga bekerja keras menyaring
polutan dari air limbah. Teknologi ini
meniru fungsi rawa alami, yaitu
murah, mudah dirawat, dan sangat
efektif untuk skala pedesaan
maupun perkotaan kecil (Kadlec &
Wallace, 2009).
Ada juga teknologi filtrasi berbasis
alam, yang memanfaatkan kekuatan
pasir, kerikil, dan arang aktif. Air
mengalir melewati lapisan-lapisan ini
dan secara alami disaring dari
kotoran serta partikel berbahaya.
Hasilnya, air lebih bersih tanpa harus
mengandalkan mesin mahal atau
bahan kimia berat (UNEP, 2016).
Jangan lupa soal pemanfaatan air
hujan! Dengan sistem sederhana
seperti dengan talang air, filter, dan
tangki, air hujan bisa dimanfaatkan
untuk mencuci, menyiram tanaman,
bahkan diminum setelah pemurnian
tambahan. Ini cara cerdas untuk
menghemat air tanah dan
mengurangi beban pada sumber air
utama (UNICEF, 2021).
Separation Edisi 7: Bagian 1
04
Eco-Friendly Technologies for Water Purification and Recycling
yang nyata dan berkelanjutan kini
semakin nyata.
Let's make every drop count!
REFERENCES
Kadlec, R. H., & Wallace, S. D. (2009).
Treatment Wetlands (2nd ed.). CRC
Press.
Gambar 1. Purewater San Diego
Water Purification Process
Sumber: Toray Industries. (2023).
Lalu ada teknologi sederhana tapi
luar biasa, yaitu Solar Water
Disinfection (SODIS). Cukup
gunakan botol plastik bening, isi
dengan air, dan jemur di bawah sinar
matahari 6–8 jam. Sinar UV dari
matahari akan membunuh bakteri
jahat dalam air. Mudah, murah, dan
cocok untuk kondisi darurat atau
daerah terpencil (Sobsey, 2002).
Tidak ketinggalan, ada solusi Daur
ulang air abu-abu, yaitu air bekas
mandi, mencuci tangan, dan
mencuci pakaian. Dengan sedikit
penyaringan, air ini bisa digunakan
kembali untuk keperluan nonkonsumsi
seperti menyiram tanaman
atau toilet flushing. Bayangkan
betapa banyak air bersih yang bisa
kita hemat hanya dengan langkah
sederhana ini! (WHO, 2017).
Teknologi-teknologi ini membuktikan
bahwa kita bisa menjaga planet ini tetap
hijau sambil memenuhi kebutuhan air
sehari-hari. Berkat yang semakin mudah
diakses ditambah kolaborasi antara
pemerintah, dunia pendidikan, dan
komunitas lokal, masa depan air bersih
United Nations Environment
Programme (UNEP). (2016). A
Snapshot of the World's Water
Quality: Towards a Global
Assessment. Nairobi: UNEP.
United Nations Children’s Fund
(UNICEF). (2021). Water Security for
All: Solutions for Countries Facing
Water Stress. New York: UNICEF.
Sobsey, M. D. (2002). Managing
Water in the Home: Accelerated
Health Gains from Improved Water
Supply. Geneva:
World Health Organization (WHO).
(2017). Guidelines for Drinking-water
Quality: Fourth Edition Incorporating
the First Addendum. Geneva: World
Health Organization.
05
Separation Edisi 7: Bagian 1
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
INOVASI BIOTEKNOLOGI
BIOTEKNOLOGI
INOVASI
DALAM PENGOLAHAN AIR DENGAN
PENGOLAHAN AIR DENGAN
DALAM
Mikroorganisme sebagai Solusi Ramah
Lingkungan untuk Limbah Cair Industri
Writer: Riska
Editor: Rifat
Halo, Sobat Separation!
Pernah terbayang tidak sih, kalau
air limbah industri yang sering kita
jumpai ternyata bisa diolah bukan
hanya dengan mesin, tapi juga
dengan bantuan makhluk hidup
mikroskopis? Yap, mikroorganisme!
Ternyata dibalik ukurannya yang
mungil, mikroba ini punya
kemampuan yang luar biasa untuk
mengurai polutan dalam limbah
cair loh! Lalu, gimana ya caranya?
Yuk, kita simak sampai akhir!
Limbah cair industri merupakan
salah satu tantangan utama dalam
upaya menjaga keberlanjutan
sumber daya air global.
Dibandingkan dengan limbah jenis
lainnya, kuantitas dan kandungan
polutan limbah cair industri jauh
lebih besar dan beragam.
Menurut laporan UN Habitat &
WHO (2021), sebanyak 45.311 juta
m3 limbah cair industri dihasilkan
dari 32 negara pada tahun 2015.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar
4.296 juta m3 dari 15 negara yang
tercatat melakukan pengelolaan air
limbah dan hanya 30% diantaranya
Desainer: Rosha
yang dikategorikan berhasil diolah,
sementara sisanya masih beresiko
mencemari lingkungan.
Yang lebih mengkhawatirkannya
lagi, tren menunjukkan bahwa
produksi limbah cair akan
meningkat sekitar 24% pada tahun
2030 dan mencapai 51% pada
tahun 2050 (Qadir et al., 2020).
Dibalik urgensinya, pengelolaan
limbah cair industri masih
dihadapkan pada beberapa
kendala. Salah satunya adalah
keterbatasan data akibat
rendahnya tingkat pelaporan dan
monitoring limbah industri (UN
Habitat & WHO, 2021) Selain itu,
tingginya biaya operasional yang
diperlukan dan kurangnya
06
Separation Edisi 7: Bagian 1
06
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
dukungan bagi industri kecil
menyebabkan banyak limbah
industri dibuang secara
langsung tanpa adanya
pengolahan yang memadai. Oleh
karena itu, pendekatan alternatif
yang lebih ekonomis dan efektif
diperlukan.
Bioteknologi
berbasis
mikroorganisme muncul sebagai
solusi inovatif untuk
mengurangi polutan yang
terkandung dalam air limbah
industri. Mikroorganisme yang
digunakan biasanya berupa
bakteri aerob atau anaerob,
tergantung pada kebutuhan
spesifik proses pengolahan.
Secara umum, metode ini
terbagi menjadi dua sistem,
yaitu suspended growth system
dan fixed film system (Martini et
al., 2020).
Pada suspended growth
system, mikroorganisme hidup
dengan bantuan oksigen yang
dihasilkan distributor oksigen di
dasar bak penampungan.
Sistem ini memastikan
pencampuran merata antara
mikroorganisme dengan air
limbah sehingga proses degradasi
polutan berlangsung secara
optimal. Setelah proses
pengolahan, clarifier digunakan
untuk memisahkan air olahan dari
biomassa mikroba, dimana
sebagian besar mikroorganisme di
daur ulang kembali ke sistem.
Salah satu metode yang sering
digunakan dari sistem ini adalah
metode lumpur aktif (activated
sludge).
Sementara pada fixed film system,
mikroorganisme tidak lagi
tersuspensi dalam air, melainkan
tumbuh melekat pada media
padat berpori. Limbah cair akan
dialirkan melalui media sehingga
terjadi kontak langsung dengan
lapisan biomassa yang dapat
mengoksidasi polutan organik dan
solid yang terkandung dalam
limbah cair. Media yang paling
sering digunakan pada sistem ini
adalah saringan tetes (trickling
filter) dan cakram biologis putar
(rotating biological contactors).
Pada sistem saringan tetes, media
yang digunakan berupa potongan
batu kerikil, zeolite, kayu, silika,
arang ataupun pozzolan yang
disusun secara bertumpuk dan
proses pendistribusian air limbah
serta suplai oksigen dilakukan
dengan bantuan blower pada
bagian dasar bak.
07
Separation Edisi 7: Bagian 1
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
Sedangkan pada cakram biologis putar, mikroorganisme akan tumbuh
melekat pada cakram yang berputar dengan kecepatan tertentu
sehingga proses penyerapan oksigen dan penguraian polutan bisa
berlangsung bersamaan secara efektif.
Secara keseluruhan, penggunaan mikroorganisme dalam pengolahan
limbah cair menawarkan beberapa keunggulan seperti minimnya biaya
operasional dan dampak lingkungan, serta efektif dalam menurunkan
konsentrasi berbagai polutan organik maupun anorganik termasuk
kandungan lemak, minyak, dan logam berat. Namun demikian, teknik
ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu ditinjau lebih
lanjut, seperti membutuhkan area yang relatif lebih luas, waktu retensi
yang lebih lama, serta fleksibilitas operasional dan desain yang terbatas.
Nah, setelah memahami potensi dan tantangan pengaplikasian
mikroorganisme sebagai solusi ramah lingkungan bagi limbah cair
industri, kini saatnya kita mengambil peran. Sebagai engineer muda,
yuk kita kembangkan dan dukung inovasi yang berkelanjutan demi
masa depan industri yang lebih bersih dan bertanggung jawab.
REFERENCES
Martini, S., Yuliwati, E., & Kharismadewi, D. (2020). Pembuatan Teknologi
Pengolahan Limbah Cair Industri. 5(2), 26–33.
Qadir, M., Drechsel, P., Cisneros, B. J., Kim, Y., Pramanik, A., Mehta, P., &
Olaniyan, O. (2020). Global and Regional Potential of Wastewater as a
Water, Nutrient and Energy Source. Natural Resources Forum, 44(1), 40–
51.
UN Habitat, & WHO. (2021). Progress on Wastewater Treatment: Global
Status and Acceleration Needs for SDG Indicator 6.3.1. United Nations
Human Settlements Programme (UN-Habitat) and World Health
Organization (WHO).
Separation Edisi 7: Bagian 1
08
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
REVOLUSI NANOTEKNOLOGI
INOVASI MEMBRAN FILTRASI AIR BERBASIS
POLIMER-KOMPOSIT UNTUK MASA DEPAN
Writer : Ocha Desainer : Rayyan Editor : Sasa
Krisis air bersih merupakan tantangan
global yang semakin mendesak akibat
air bersih merupakan tantangan
Krisis
yang semakin mendesak akibat
global
pertumbuhan populasi dan perubahan
iklim. Kondisi ini menuntut adanya
populasi dan perubahan
pertumbuhan
Kondisi ini menuntut adanya
iklim.
system pengolahan air yang lebih
efisien, terjangkau, dan ramah
pengolahan air yang lebih
system
terjangkau, dan ramah
efisien,
lingkungan untuk memenuhi
untuk memenuhi
lingkungan
masyarakat yang terus
kebutuhan kebutuhan masyarakat yang terus
meningkat. Namun, teknologi filtrasi
air konvensional seringkali mengadapi
Namun, teknologi filtrasi
meningkat.
konvensional seringkali mengadapi
air
keterbatasan dalam hal efisiensi,
dalam hal efisiensi,
keterbatasan
dan berkelanjutan. Dalam 10
biaya, biaya, dan berkelanjutan. Dalam 10
tahun terakhir, nanoteknologi telah
berevolusi pendekatan terhadap
terakhir, nanoteknologi telah
tahun
pendekatan terhadap
berevolusi
pemurnian air, khususnya melalui
air, khususnya melalui
pemurnian
membran filtrasi
pengembangan pengembangan membran filtrasi
berbasis polimer-komposit yang
menggabungkan matriks polimer
polimer-komposit yang
berbasis
matriks polimer
menggabungkan
dengan nanomaterial untuk
meningkatkan kinerja dan ketahanan
nanomaterial untuk
dengan
kinerja dan ketahanan
meningkatkan
dari membran. Membran polimer
komposit merupakan hasil integrasi
membran. Membran polimer
dari
merupakan hasil integrasi
komposit
antara polimer dasar seperti polisulfon,
polietersulfonn, atau poliviniliden
fluoride dengan nanofiller seperti
atau poliviniliden
polietersulfonn,
dengan nanofiller seperti
fluoride
carbon nanotube (CNT), graphene
oxide (GO), titanium dioksida (TiO2),
nanotube (CNT), graphene
carbon
(GO), titanium dioksida (TiO2),
oxide
dan nanopartikel perak (AgNP).
nanopartikel perak (AgNP).
dan
ini bertujuan untuk
Integrasi
sifat mekanik,
meningkatkan
dan kemampuan
hidrofobisitas,
Integrasi ini bertujuan untuk
meningkatkan sifat mekanik,
hidrofobisitas, dan kemampuan
antifouling membran.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh
membran.
antifouling
studi yang dilakukan oleh
Berdasarkan
Hirani dan Goyal (2021) menunjukkan
bahwa penyelarasan vertikal CNT
dan Goyal (2021) menunjukkan
Hirani
penyelarasan vertikal CNT
bahwa
dalam membran polisulfon dapat
meningkatkan permeabilitas air hingga
membran polisulfon dapat
dalam
permeabilitas air hingga
meningkatkan
empat kali lipat dibandingkan
kali lipat dibandingkan
empat
konvensional. Hal ini dicapai
membran konvensional. Hal ini dicapai
membran
melalui metode pencetakan membran
dalam medan magnet yang
metode pencetakan membran
melalui
medan magnet yang
dalam
mengarahkan orientasi CNT secara
vertikal, sehingga mempercepat aliran
orientasi CNT secara
mengarahkan
sehingga mempercepat aliran
vertikal,
air melalui membran.
air melalui membran.
antara polimer dasar seperti polisulfon,
09
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
Penambahan nanomaterial ke dalam
matriks polimer memberikan berbagai
nanomaterial ke dalam
Penambahan
polimer memberikan berbagai
matriks
seperti peningkatan
keunggulan,
dan selektivitas,
permeabilitas
keunggulan, seperti peningkatan
permeabilitas dan selektivitas,
memungkinkan
pemisahan
kontaminan dengan ukuran molekul
pemisahan
memungkinkan
dengan ukuran molekul
kontaminan
yang sangat kecil. Sifat antifouling
nanopartikel seperti AgNP dan TiO2
sangat kecil. Sifat antifouling
yang
seperti AgNP dan TiO2
nanopartikel
sifat anti mikroba yang
memiliki
pertumbuhan biofilm pada
mengurangi
membran,
permukaan
umur pakai
memperpanjang
memiliki sifat anti mikroba yang
mengurangi pertumbuhan biofilm pada
permukaan
membran,
memperpanjang umur pakai
membran. Stabilitas termal dan
mekanik, integrasi nanomaterial
Stabilitas termal dan
membran.
integrasi nanomaterial
mekanik,
meningkatkan ketahanan membran
terhadap suhu tinggi dan tekanan
ketahanan membran
meningkatkan
suhu tinggi dan tekanan
terhadap
memungkinkan
oprasional,
memungkinkan
oprasional,
kondisi
penggunaan dalam berbagai kondisi
penggunaan dalam berbagai
terhadap lingkungan. Membran
nanokomposit
menunjukkan
lingkungan. Membran
terhadap
menunjukkan
nanokomposit
signifikan kinerja
peningkatan signifikan dalam dalam kinerja
peningkatan
filtrasi air, termasuk kemampuan untuk
filtrasi air, termasuk kemampuan untuk
menghilangkan logan berat, senyawa
organik, dan mikroorganisme
logan berat, senyawa
menghilangkan
dan mikroorganisme
organik,
pathogen.
Meskipun teknologi membran polimer
pathogen.
teknologi membran polimer
Meskipun
komposit menawarkan banyak
keunggulan, terdapat beberapa
komposit menawarkan banyak
yang diatasi, tantangan perlu seperti
tantangan yang perlu diatasi, seperti
proses produksi
skalabilitas skalabilitas produksi, produksi, proses produksi
membran nanokomposit membran dalam nanokomposit skala
dalam skala
besar masih menghadapi kendala
besar masih menghadapi kendala
teknis Keamanan dan
teknis dan ekonomi. dan ekonomi. Keamanan dan
lingkungan pelepasan
potensi lingkungan potensi pelepasan
nanomaterial ke lingkungan dan
dampaknya terhadap kesehatan
ke lingkungan dan
nanomaterial
terhadap kesehatan
dampaknya
manusia perlu diteliti lebih lanjut.
Dalam masalah biaya, penggunaan
perlu diteliti lebih lanjut.
manusia
masalah biaya, penggunaan
Dalam
dapat nanomaterial meningkatkan
nanomaterial dapat meningkatkan
biaya produksi, sehingga diperlukan
biaya produksi, sehingga diperlukan
inovasi untuk menekan biaya tanpa
mengorbankan kinerja.
untuk menekan biaya tanpa
inovasi
kinerja.
mengorbankan
Jadi, revolusi nanoteknologi dalam
pengembangan membran filtrasi air
revolusi nanoteknologi dalam
Jadi,
membran filtrasi air
pengembangan
berbasis polimer komposit
menawarkan pendekatan inovatif
polimer komposit
berbasis
pendekatan inovatif
menawarkan
mengatasi untuk tantangan
untuk mengatasi tantangan
Dengan
ketersediaan ketersediaan air air bersih. bersih. Dengan
menggabungkan keunggulan polimer polimer
menggabungkan keunggulan
dan nanomaterial, dan nanomaterial, teknologi teknologi ini dapat dapat ini
meningkatkan efisiensi, selektivitas,
dan berkelanjutan.
efisiensi, selektivitas,
meningkatkan
berkelanjutan.
dan
keunggulan, terdapat beberapa
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
10
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
REFERENCES
REFERENCES
U. Comprehensive of nanocomposite Hani, (2023). review polymeric membranes
Hani, U. (2023). Comprehensive review of polymeric nanocomposite membranes
pp.
application for water treatment. In Alexandria Engineering Journal (Vol. 72, pp.
application for water 72, (Vol. Journal Engineering Alexandria In treatment.
307–321). Elsevier B.V.
307–321). Elsevier B.V.
B., Goyal, S. Synthesis water studies Hirani, & P. Hirani, (2021). B., and & permeation Goyal, of
P. S. (2021). Synthesis and water permeation studies of
polysulfone based composite membranes having vertically aligned CNTs. 1–17. 1–17. CNTs. aligned vertically having membranes composite based polysulfone
A., R., C., S., Poler, C. Advanced
Sahu, A., Kwiatkowski, Dosi, Schmal, R., & Kwiatkowski, J. C., (2023). Schmal, Sahu, S., Dosi, & Poler, J. C. (2023). Advanced
Polymeric Nanocomposite Membranes for Water and Wastewater Treatment: A
Polymeric Nanocomposite Membranes for Water and Wastewater Treatment: A
Comprehensive Review. In Polymers (Vol. 15, Issue 3). MDPI.
Comprehensive Review. In Polymers (Vol. 15, Issue 3). MDPI.
S. Al-Anbari, H., Haider, J. Polymeric with
Salim, S. H., Al-Anbari, A. R. (2021). H., Membrane & Salim, Haider, H., A. R. J. & (2021). Polymeric Membrane with
Nanomaterial’s for Water Purification: A Review. IOP Conference Series: Earth and
Nanomaterial’s for Water and Earth Series: Conference IOP Review. A Purification:
Environmental Science, 779(1).
Environmental Science, 779(1).
M., A., S., Z. & W. A Zahid, Rashid, Zahid, Akram, M., Rehan, Rashid, A., A., Razzaq, Akram, (2018). S., Comprehensive
Rehan, Z. A., & Razzaq, W. (2018). A Comprehensive
Review on Polymeric Nano-Composite Membranes for Water Treatment. Journal
Review on Polymeric Nano-Composite Membranes for Journal
Treatment. Water
of Membrane Science & Technology, 08(01).
of Membrane Science & Technology, 08(01).
11
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi
Biaya dan 4. Rendah Ketersediaan
4. Biaya Rendah dan Ketersediaan
Melimpah Melimpah
dan
TiO₂ tersedia secara luas di alam TiO₂ tersedia secara luas di alam dan
untuk diproduksi,
relatif terjangkau relatif terjangkau untuk diproduksi,
menjadikannya pilihan ekonomis untuk
menjadikannya pilihan ekonomis untuk
aplikasi skala besar (Joris, 2025).
aplikasi besar 2025).
(Joris, skala
5. Sifat Fisik dan dan Permukaan Permukaan yang yang
5. Sifat Fisik
Mendukung.
Mendukung.
dimulai Proses saat
fotokatalisis Proses dimulai fotokatalisis saat
Titanium Titanium Dioksida Dioksida (TiO₂) (TiO₂) menyerap menyerap
cahaya < UV 387 (λ nm), < yang
387 cahaya nm), UV yang
(λ
pita
menyebabkan menyebabkan eksitasi eksitasi elektron elektron dari dari pita
valensi ke pita konduksi, valensi menghasilkan
ke pita konduksi, menghasilkan
pasangan elektron-hole (e−/h+):
elektron-hole (e−/h+):
pasangan
→ TiO₂ + hv e− + h+
Lubang (h+) di valensi dapat
Lubang (h+) di pita pita valensi dapat
mengoksidasi mengoksidasi molekul air atau ion
molekul air atau ion
menghasilkan
hidroksida hidroksida di permukaan menghasilkan
di permukaan
hidroksil:
radikal radikal hidroksil:
h+ + H₂O OH → + H+
Sementara elektron di pita konduksi
Sementara elektron di pita konduksi
dapat mereduksi oksigen oksigen terlarut
dapat mereduksi terlarut
radikal membentuk radikal superoksida:
membentuk superoksida:
e− → + O₂ O₂−
sangat ini O₂− dan Radikal OH dan O₂− ini sangat reaktif
OH Radikal reaktif
dan dapat senyawa
menguraikan dapat dan menguraikan senyawa
organik kompleks dan H₂O, CO₂, menjadi kompleks organik menjadi CO₂, H₂O, dan
akhir produk produk akhir tak berbahaya (Chong et et (Chong berbahaya tak
al., 2010).
TiO₂ diterapkan
Fotokatalisis TiO₂ telah diterapkan
telah Fotokatalisis
air,
dalam berbagai konteks pengolahan dalam berbagai konteks pengolahan air,
seperti: seperti:
Degradasi zat pewarna tekstil
pewarna Degradasi tekstil
zat
(Indigo, Methylene Blue, Rhodamine
(Indigo, Blue, Methylene Rhodamine
B). B).
herbisida.
Penguraian pestisida dan Penguraian pestisida dan herbisida.
senyawa farmasi dari
Penghilangan Penghilangan senyawa farmasi dari
air limbah. air limbah.
patogen.
Disinfeksi Disinfeksi mikroorganisme mikroorganisme patogen.
Dalam (2010),
studi Dalam oleh studi Chong oleh et Chong al., et (2010),
al.,
reaktor berbasis fotokatalitik Titanium
berbasis reaktor Titanium
fotokatalitik
Dioksida Dioksida (TiO₂) (TiO₂) menunjukkan menunjukkan efisiensi efisiensi
tinggi menguraikan dalam berbagai
menguraikan tinggi berbagai
dalam
senyawa senyawa organik organik dengan dengan tingkat tingkat
lebih dari 90% dalam
konversi mencapai konversi mencapai lebih dari 90% dalam
waktu singkat.
waktu singkat.
Meskipun Meskipun teknologi fotokatalitik
teknologi fotokatalitik
berbasis TiO₂ menjanjikan, berbasis TiO₂ menjanjikan, tantangan tantangan
efisiensi seperti efisiensi di bawah cahaya
di bawah cahaya
seperti
tampak serta tampak serta rekombinasi cepat
rekombinasi cepat
pasangan elektron-hole masih perlu
pasangan elektron-hole masih perlu
diatasi. Penelitian terus untuk
diatasi. Penelitian terus berlanjut berlanjut untuk
material
mengembangkan mengembangkan modifikasi material
modifikasi
yang lebih lebih yang skala
aplikasi dan efektif efektif dan aplikasi skala
besar yang ekonomis. Dengan Dengan
ekonomis. yang besar
fotokatalitik
teknologi ini, kemajuan kemajuan ini, teknologi fotokatalitik
diharapkan menjadi menjadi diharapkan dalam
utama solusi solusi utama dalam
berkelanjutan yang pengolahan air yang berkelanjutan di
air pengolahan di
masa mendatang.
mendatang.
masa
al., 2010).
13
Separation Edisi 7: Bagian 1
Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi
REFERENCES
REFERENCES
Hidayah, N., Wibisana, (2022). Kinerja Asrori, Asrori, M. K., Hidayah, E. N., & Wibisana, H. (2022). Analisis Kinerja Resin
M. E. H. Resin
& K., Analisis
Immobilized Photocatalyst dalam Meningkatkan Kualitas Efluen Limbah Cair.
dalam Kualitas Limbah Immobilized
Meningkatkan Cair.
Efluen Photocatalyst
Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 152–158.
Envirotek: Jurnal Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 152–158.
B., Chow, C. W. K., & Saint, C. (2010). Recent Developments in
Chong, M. N., Jin, Chong, M. N., Jin, B., Chow, C. W. K., & Saint, C. (2010). Recent Developments in
A Photocatalytic review. Water Water Treatment Research, Technology: 44(10),
A Photocatalytic review. Water Water Treatment Research, Technology: 44(10),
2997–3027. 2997–3027.
Hashimoto, Irie, K., H., Irie, & H., Fujishima, & A. Fujishima, (2005). A. TiO₂ (2005). Photocatalysis: TiO₂ A Photocatalysis: Historical
A Hashimoto, Historical
K.,
Future Overview Prospects. and Japanese Future Journal Prospects. of Japanese Applied Journal Physics, of Part Applied 1:
Physics, Overview Part and 1:
Regular Papers and Short Notes and Review Papers, 44(12), Regular 8269–8285.
Papers and Short Notes and Review Papers, 44(12), 8269–8285.
Irianti, T. T., & Nuranto, S. (2021). Antioksidan dan Kesehatan. UGM Press.
dan Kesehatan. UGM Press.
Irianti, T. T., & Nuranto, S. (2021). Antioksidan
(2025). Material karbon: Teknologi dan Informasi. Penerbit NEM.
Joris, S. Joris, S. N. (2025). Material karbon: Teknologi dan Informasi. Penerbit NEM.
N.
Rahma, C. (2018). Efek Doping Terhadap Aktivitas Fotokatalis Na₂Ti₆O₁₃ dalam
Rahma, C. (2018). Efek Doping Terhadap Aktivitas Fotokatalis Na₂Ti₆O₁₃ dalam
(Skripsi,
Mendegradasi Limbah Mendegradasi Limbah Cair Methylene Blue pada Industri Tekstil (Skripsi,
Cair Methylene Tekstil Industri pada Blue
Universitas Teuku Teuku Universitas Umar). Umar).
Saputra, M. E., Ferdiansyah, F., F., Ferdiansyah, E., M. Saputra, (2025). Y. R. Parapat, & A., Arif, A., R. Suganda, Suganda, R. A., Arif, A., & Parapat, R. Y. (2025).
Aplikasi Nanocoating Nanocoating Aplikasi dan
Performa Meningkatkan untuk Otomotif Body pada pada Body Otomotif untuk Meningkatkan Performa dan
Daya Tarik Visual. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 3(3), 136–152. 136–152.
3(3), Teknologi, dan Sains Ilmiah Jurnal Scientica: Visual. Tarik Daya
Separation Edisi 7: Bagian 1
14
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
MONEY IN FUEL
DIRTY MONEY IN FUEL
DIRTY
CHEMISTRY AND CORRUPTION
THE CHEMISTRY AND CORRUPTION
THE
DULTERATED FUELS
BEHIND DULTERATED FUELS
BEHIND
Reporter : Kinanti Desainer : Rayyan Editor : Rifat
Waktu Terakhir !!
Beberapa Waktu Terakhir !!
Beberapa
Masyarakat dibuat resah oleh keluhan
konsumen yang merasa performa
kendaraannya menurun walau sudah
mengisi pertamax di SPBU resmi.
Tarikan berat, suara mesin kasar, dan
konsumsi bensin yang boros jadi gejala
yang mengarah pada satu
kemungkinan: pertamax yang dijual
ternyata diduga telah dicampur dengan
bensin RON lebih rendah seperti
pertalite. Dugaan pemalsuan ini bukan
hanya persoalan teknis, tapi soal
kejahatan sistemik dalam distribusi
energi.
mahasiswa Teknik Kimia?
Bagi mahasiswa Teknik Kimia?
Bagi
Bagi mahasiswa teknik kimia, kasus
ini jadi alarm keras. Kita paham bahwa
kualitas bensin sangat ditentukan oleh
angka oktan (RON) yang berperan
dalam mencegah pembakaran dini di
mesin. Pertamax (RON 92) dirancang
untuk mesin berkompresi
tinggi,
sedangkan
pertalite (RON 90) tidak
cocok untuk itu.
Pencampuran dua jenis
bahan bakar ini
berdampak langsung pada performa
kendaraan, efisiensi, emisi, dan potensi
kerusakan jangka panjang.
dikhawatirkan !?
Yang dikhawatirkan !?
Yang
Yang mengkhawatirkan, dugaan
pemalsuan ini terjadi di SPBU resmi
pertamina, bukan di pedagang ilegal.
Artinya, ada celah serius dalam
pengawasan sistem distribusi yang
semestinya tertutup, otomatis, dan
transparan. Di sinilah aroma korupsi
mulai tercium. Jika ada aktor internal
yang bisa memanipulasi bahan bakar
dan lolos dari kontrol kualitas, berarti
ada praktik “uang kotor” yang
membajak sistem distribusi energi
nasional.
15
Separation Edisi 7: Bagian 1
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
negatif !!
Dampak negatif !!
Dampak
Dampaknya bukan cuma pada
kendaraan konsumen. Gasoline oplosan
menghasilkan emisi berbahaya seperti
CO2, NO2, dan hidrokarbon tak
terbakar, memperparah pencemaran
udara. Belum lagi risiko adanya zat
aditif non-standar yang bisa merusak
mesin dan lingkungan. Artinya,
kejahatan ini tak hanya menipu rakyat
secara ekonomi, tapi juga
membahayakan kesehatan publik dan
keberlanjutan lingkungan.
Gambar 1. Bareskrim Polri membongkar kasus
Pertamax palsu di 4 SPBU kawasan Kota Depok
Sumber: Detik.com (2024)
Rp
Rp
Peran Peran
Mahasiswa
Mahasiswa
teknik kimia kimia
teknik
Membongkar potensi
penyelewengan lewat
pendekatan ilmiah.
Riset deteksi kualitas bensin
dengan metode sederhana
bisa jadi alat perlawanan.
mendorong transparansi
pengujian BBM dan
mengadvokasi pengawasan
distribusi berbasis bukti.
Karena pada akhirnya, korupsi di
sektor energi bukan cuma soal uang
yang mengalir gelap. tapi soal keadilan,
kesehatan, dan masa depan yang ikut
dikorbankan. Dan kalau kita diam,
maka kita ikut membiarkan bensin
oplosan jadi bahan bakar kebusukan
sistem.
Saat distribusi BBM bisa dicurangi,
saatnya kita bersuara dengan data,
bergerak dengan ilmu, dan menuntut
sistem yang transparan dan adil.
Karena energi yang bersih bukan hanya
soal lingkungan tapi juga soal moral
dan tanggung jawab bersama.
Separation Edisi 7: Bagian 1
16
Dari CV Kosong ke Kandidat Idaman: Cara Stand Out di Dunia Teknik Kimia
CV KOSONG KE KANDIDAT IDAMAN
DARI CV KOSONG KE KANDIDAT IDAMAN
DARI
CARA STAND OUT
DI DUNIA TEKNIK KIMIA
STAND OUT
CARA
DI DUNIA TEKNIK KIMIA
Reporter : Raihana
Editor : Sasa
Designer : Edrea
Hallo Readers!!! Siapa nih
yang suka insecure karena
CV masih kosong? Tenang,
kamu nggak sendirian.
Banyak mahasiswa yang
masih merasa bingung harus
mulai dari mana buat
membangun CV dan karier
impian mereka, apalagi
persaingan sekarang yang
kompetitif. Makanya, penting
banget belajar dari
pengalaman orang-orang
yang sudah lebih dulu
merasakan dunia kerja. Nahh,
narasumber kita kali ini
adalah Kak Annisa Wanda
Liana, alumni Teknik Kimia
angkatan 2020 yang lulus
dengan predikat cumlaude.
xSaat ini, Kak Wanda
berkarier sebagai R&D
Pesticide Officer di PT CBA
Chemical Industry. Lewat
cerita inspiratifnya, kita akan
mengetahui tips menyusun
CV yang menarik dan
mempunyai nilai tambah di
dunia kerja.
Annisa Wanda Liana TK'20
nYuk Simak Ceritanya!!!!!
Bagi banyak mahasiswa,
mengisi CV dengan
pengalaman yang relevan
sering kali jadi tantangan.
Apalagi jika kamu merasa
pengalaman kamu masih
sangat sedikit. Tapi jangan
khawatir, ada banyak cara
untuk membuat CV kamu
tetap menonjol meski kamu
masih di awal perjalanan.
Pengalaman magang atau
berorganisasi penting untuk
memperkuat CV.
17
Separation Edisi 7: Bagian 1
Dari CV Kosong ke Kandidat Idaman: Cara Stand Out di Dunia Teknik Kimia
Pilihlah magang yang
sesuai dengan minat dan
bidang karier impianmu
agar pengalamanmu lebih
relevan. Keterampilan
seperti berpikir kritis,
manajemen waktu, serta
pelatihan atau sertifikasi
tambahan juga akan
membuat CV-mu lebih
menonjol.
Jangan lupa juga untuk
membangun rasa percaya
diri. Kepercayaan diri yang
tinggi akan terlihat dalam
cara kamu menyusun CV
dan bagaimana kamu
mempresentasikan diri di
dunia pekerjaan.
Selain itu, hal-hal kecil
dalam CV juga penting,
lho!. Misalnya, pastikan foto
profil kamu terlihat
profesional dan rapi.
Hindari penggunaan foto
yang kurang sesuai, seperti
latar belakang yang
berantakan. Pastikan isi CV
selaras dengan tujuan
kariermu. Perlu diingat,
perusahaan tidak hanya
mencari kandidat dengan
keterampilan teknis, tetapi
juga kualitas profesional,
seperti kemampuan
berkomunikasi, bekerja
dalam tim, beradaptasi
dengan lingkungan baru,
serta kesiapan untuk
memberikan kontribusi
secara maksimal.
Buat kamu yang masih
mahasiswa atau baru
memulai, manfaatkan
waktu kuliah untuk
mencoba hal-hal baru.
Jangan cuma fokus belajar
di kelas, tetapi juga ikuti
kegiatan di luar kampus
yang bisa menambah
pengalaman
dan
keterampilan.
Yang paling penting,
persiapkan masa depan
dengan baik dan
terencana. Setiap langkah
yang kamu ambil sekarang
akan menentukan karier di
masa depan. jadi, pastikan
kamu sudah mulai dengan
langkah yang tepat!
Separation Edisi 7: Bagian 1
18
Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS: Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS:
PEKAN ILMIAH
MAHASISWA NASIONAL
Langkah Nyata Mahasiswa dalam
Berkarya dan Berkolaborasi
Reporter : Cahya Editor : Rifat Designer : Edrea
,.,,,,,,,.Pekan Ilmiah Mahasiswa
Nasional (PIMNAS) adalah
ajang puncak Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM)
yang diikuti mahasiswa dari
seluruh Indonesia. Salah
satunya adalah Kak Xuanzie
Alfareza, mahasiswa Teknik
Kimia UNNES 2021, yang
berhasil lolos ke PIMNAS ke-37
di Universitas Airlangga.
,,,,,,,,,,Awalnya, kak Xuanzie
berencana mengikuti PKM-PM,
namun beralih ke PKM-PI atas
saran dosen pembimbing
karena proyeknya berfokus
pada pembuatan alat.
Bersama tim, ia
mengembangkan Rotary
Crusher Dryer, alat pengolah
media tanam jamur dari
popok bayi bekas untuk
mengurangi limbah dan
meningkatkan produktivitas
masyarakat.
Tim beranggotakan lima
orang dari berbagai jurusan,
dengan pembagian tugas
sesuai keahlian masingmasing.
Prosesnya memakan
waktu 11 bulan, mulai dari
revisi proposal, seleksi
fakultas, universitas, pusat,
pendanaan, hingga lolos
PIMNAS sebagai salah satu
dari 21 tim PKM-PI.
19
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS: Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS:
Tantangan dalam Proses Pembuatan Proposal
Tidak mudah dalam membuat proposal, tentunya terdapat
tantangan. Dikarenakan Kak Xuanzie dan beberapa rekan timnya
sudah semester tujuh, yang mana mereka juga disibukkan dengan
Program Kerja Lapangan (PKL), hal ini menjadi salah satu tantangan
bagaimana mereka bisa memanajemen waktu sebaik mungkin.
Bahkan untuk beberapa kali survei mitrapun, mereka tidak bisa ikut
melihat langsung. Meskipun dengan padatnya jadwal mereka, hal
tersebut tidak menjadi alasan untuk mereka bermalas-malasan
dan menyerahkan tanggung jawab tugas mereka kepada orang
lain.
Tips dan Trik dalam Pembuatan Proposal
Selalu melihat peraturan dan arahan yang ada di dalam
guidebook
Pilih dosen pembimbing berpengalaman di PIMNAS
Jangan menunda pembuatan proposal karena timeline PKM
singkat
Lakukan diskusi dan crosscheck antaranggota.
Selesaikan tugas sebelum tenggat dan aktif follow-up
penugasannya
Saran untuk yang ingin Mengikuti PIMNAS
Dari Kak Xuanzie sendiri menyarankan agar jangan takut untuk
memulai. “Mulai saja dulu untuk mengikuti PKM ini, jangan terlalu
berpikiran untuk lolos PIMNAS karena itu juga masih jauh. Yang
terpenting jangan takut untuk mulai, dan perbagus isi dari
proposal karena proposal menjadi salah satu penunjang paling
besar dalam PKM ini.”
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
20
Tips Hidup mencapai keseimbangan antara Organisasi dan Perkuliahan
ACT:
BALANCING ACT:
BALANCING
KESEIMBANGAN
MENCAPAI
TIPS ANTARA ORGANISASI & AKADEMIK
ANTARA ORGANISASI & AKADEMIK
Safina
Reporter: Safina
Reporter:
Jenisha
Editor: Jenisha
Editor:
Satria
Designer: Satria
Designer:
tengah yang Di persaingan semakin
Di tengah persaingan yang semakin
luar
ketat, banyak individu hebat di ketat, banyak individu hebat di luar
sana yang telah meraih berbagai
sana telah berbagai
meraih yang
pengalaman pencapaian dan
melalui pencapaian pengalaman melalui dan
prestasi prestasi mereka. mereka. Namun, Namun, tidak tidak
dari sedikit kita dari yang kita masih yang merasa
masih sedikit merasa
kesulitan dalam membagi kesulitan waktu
dalam membagi waktu
antara kegiatan organisasi dan
antara kegiatan organisasi dan
akademik.
tanggung tanggung jawab akademik.
jawab
..Apakah memungkinkan memungkinkan untuk
..Apakah untuk
secara
menjalani menjalani keduanya secara
keduanya
bersamaan tanpa merasa bersamaan tanpa merasa kewalahan?
kewalahan?
tugas baik Sebab, Sebab, baik tugas akademik maupun maupun
akademik
tugas organisasi tidak datang
selalu tidak organisasi tugas selalu datang
Ada merata. secara secara merata. Ada kalanya kita kita
kalanya
memiliki waktu senggang,
ada masa-masa mana
namun ada pula masa-masa di mana
pula namun di
seluruh tanggung jawab datang
seluruh jawab tanggung datang
bersamaan dan menuntut perhatian
menuntut bersamaan perhatian
dan
penuh. Nah, dari narasumber ini, kita
Nah, narasumber kita
dari penuh. ini,
sih cara
bisa belajar gimana bisa belajar gimana sih cara
menyeimbangkan waktu antara
waktu menyeimbangkan antara
organisasi dan akademik selama selama
organisasi dan akademik
masa perkuliahan.
perkuliahan.
masa
Rizky
Orang Orang itu itu adalah adalah Muhammad Muhammad Rizky
Fahrizal dia Putra, adalah dia mahasiswa
adalah Fahrizal mahasiswa
Putra,
Teknik kimia kimia angkatan angkatan 2022 2022 yang yang saat saat
Teknik
ini dipercaya dipercaya menjadi menjadi asisten asisten
ini
oleh laboratorium Koordinator
oleh laboratorium Koordinator
ini
Laboratorium. Kak Laboratorium. Fahrizal Kak Fahrizal ini
memiliki banyak pengalaman di di
memiliki banyak pengalaman
akademik
organisasi, lomba, bahkan organisasi, lomba, bahkan akademik
sudah
perkuliahan. perkuliahan. Banyak hal yang sudah
Banyak hal yang
dia eksplor eksplor selama perkuliahan ini,
dia selama perkuliahan ini,
berarti sudah sudah banyak pengalaman
berarti banyak pengalaman
keadaan
yang yang dia alami baik dalam keadaan
dia alami baik dalam
gimana
senang senang maupun susah. Terus gimana
maupun Terus susah.
sih keseimbangan
mencapai sih cara mencapai keseimbangan
cara
menyelesaikan semua itu? semua menyelesaikan Cara
itu? Cara
kembali membangkitkan membangkitkan kembali semangat semangat
merasa
atau burnout merasa saat saat merasa burnout atau merasa
gagal? Gimana cara agar motivasi motivasi
agar cara Gimana gagal?
saja?
begitu padam tidak semangat semangat tidak padam begitu saja?
Penasaran kan kalian, yukk simakk!
memiliki waktu senggang,
21
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Penasaran kan kalian, yukk simakk!
Tips Hidup mencapai keseimbangan antara Organisasi dan Perkuliahan
Kak ini dua
Jadi Kak Fahrizal ini ikut dua
Fahrizal Jadi ikut
organisasi sekaligus saat menjadi
organisasi saat sekaligus menjadi
mahasiswa baru yaitu ENERC dan E2C.
baru ENERC E2C.
yaitu mahasiswa dan
mudah pastinya mengikuti
Bukan hal Bukan hal mudah pastinya mengikuti
sekaligus ditambah
dua organisasi dua organisasi sekaligus ditambah
dengan tugas kuliah yang tidak
tugas yang dengan tidak
kuliah
Fahrizal juga
sedikit pastinya. Kak sedikit pastinya. Kak Fahrizal juga
mengenai
membagikan beberapa tips membagikan beberapa tips mengenai
menjaga keseimbangan dalam
cara cara menjaga keseimbangan dalam
menghadapi berbagai berbagai tanggung tanggung
menghadapi
jawab. jawab.
Hal Hal pertama pertama yang yang harus harus ditekankan
ditekankan
prioritas.
adalah adalah menentukan menentukan prioritas.
dengan Mulailah mengerjakan dengan tugas
mengerjakan Mulailah tugas
yang memiliki memiliki tenggat tenggat waktu waktu paling paling
yang
tugas dekat, yang
serta dekat, memilah serta tugas memilah yang
memiliki urgensi urgensi lebih lebih tinggi. tinggi. Jangan Jangan
memiliki
sampai mengerjakan
kita sampai sibuk kita mengerjakan
sibuk
sesuatu sesuatu tanpa tanpa mempertimbangkan
mempertimbangkan
urgensinya, hal karena tersebut hal dapat
tersebut urgensinya, dapat
karena
menyebabkan ketidakseimbangan
ketidakseimbangan
menyebabkan
dalam mengatur waktu dalam mengatur waktu dan energi.
dan energi.
adalah multitasking, hal
Yang kedua adalah multitasking, hal
Yang kedua
ini sangat menguntungkan ini sangat menguntungkan bagi yang bagi yang
agenda. Tapi menurut
dikejar banyak agenda. Tapi menurut
dikejar banyak
Kak Fahrizal kembali Kak Fahrizal kembali lagi ke lagi ke
kepribadian diri masing-masing.
kepribadian diri masing-masing.
Multitasking bisa dilakuin misal kita
dilakuin misal Multitasking bisa
tapi ada tugas, kita
ada agenda rapat ada agenda rapat tapi ada tugas, kita
forum untuk tetap
bisa bisa izin ke forum untuk tetap
ke izin
menyimak menyimak keberlangsungan rapat rapat
keberlangsungan
sambil tugas.
mengerjakan sambil mengerjakan tugas.
Yang ketiga Yang mengerjakan
yaitu ketiga yaitu mengerjakan
di bertahap secara penugasan hari
penugasan secara bertahap di hari
sebelumnya, rapat ada ini hari misal sebelumnya, misal hari ini ada rapat
di nahh bisa
sebelumnya nahh di malam sebelumnya bisa
malam
mengejar untuk banget untuk mengejar penugasan
banget penugasan
agar deadline mendekati yang saat
yang mendekati deadline agar saat
rapat rapat tidak memikirkan penugasan
penugasan
memikirkan tidak
lagi.
kegiatan ada Setiap pasti rasa
Setiap kegiatan pasti ada rasa
pernah
lelahnya, dan Kak Fahrizal juga lelahnya, dan Kak Fahrizal juga pernah
tersebut dan cara dia
merasakan hal merasakan hal tersebut dan cara dia
mengatasinya adalah healing, dengan
mengatasinya adalah healing, dengan
terrefresh
kembali sehingga refresh kembali sehingga rasa
healing perasaan dan pikiran kita healing perasaan dan pikiran kita ter-
rasa
akan tergerak untuk
semangat semangat akan tergerak untuk
menjalankan menjalankan kewajiban kewajiban yang yang sudah sudah
kita kita dapatkan. dapatkan. Termasuk Termasuk
keseimbangan keseimbangan untuk untuk diri diri sendiri, sendiri,
jadi organisasi di
dan organisasi akademik, dan jadi akademik, Tengah sibuknya sibuknya agenda agenda tetap tetap ada ada
Tengah
hiburan agar untuk tidak
diri hiburan sendiri untuk agar diri tidak
sendiri
merasa stres. stres.
merasa
organisasi Beberapa organisasi dan perlombaan
dan perlombaan
Beberapa
akademik banyak di lakukan Kak
akademik banyak di lakukan Kak
Fahrizal pasti Fahrizal pasti ada kegagalan yang
ada kegagalan yang
dialami, terus bagaimana
pernah dialami, terus bagaimana
pernah
caranya rasa semangat caranya rasa semangat tetap tetap
titik
membara agar membara agar tidak berhenti di titik
tidak berhenti di
ini saja? “Pastinya “Pastinya tetap fokus sama
ini saja? tetap fokus sama
tujuan yang ingin kita kita ingin yang tujuan dari karna capai capai karna dari
fokus dan terus mengingat tujuan tujuan
mengingat terus dan fokus
semangat dari awal pikiran dari semangat kita akan
pikiran awal akan kita
tertuju pada pada tertuju rasa
Sehingga itu. tujuan tujuan itu. Sehingga rasa
terus dan ingin bangkit dan terus mencoba akan
bangkit ingin akan
mencoba
terus berlanjut.” berlanjut.”
terus
lagi.
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
22
Desalination: Turning Sunlight into Freshwater
Solar-Powered Desalination: Turning Sunlight into Freshwater
Solar-Powered
Solar-
Powered
Desalination:
Solar-
Powered
Turning Sunlight into Freshwater
Desalination:
Writer: Ocha
Desainer: Edrea
Editor: Jenisha
Solar-Powered Desalination: Turning
Sunlight into Freshwater kini muncul
sebagai salah satu solusi paling
menjanjikan untuk mengatasi krisis air
bersih. Dengan memanfaatkan energi
terbarukan, teknologi ini memadukan
panel fotovoltaik (PV), pembangkit
panas berbasis tenaga surya, dan
membrane distillation (MD) untuk
menghasilkan air minum secara efisien.
Pendekatan terpadu ini membuka
jalan bagi proses desalinasi beremisi
rendah, sekaligus menawarkan
alternatif masa depan yang lebih
berkelanjutan bagi penyediaan air
bersih. (Lotfy et al., 2025). Berbagai
pendekatan telah dikembangkan, mulai
dari PV-RO yang memanfaatkan listrik
dari panel surya untuk reverse osmosis,
solar thermal yang memanaskan air
untuk proses distilasi,
hingga MD yang sangat cocok untuk air
dengan salinitas tinggi, serta kombinasi
inovatif seperti Solar Powered Membrane
Distillation (SPMD) dan membran
fototermal multi-stage.
Distilasi Membran Bertenaga Surya
(SPMD) dengan membran berbasis
material fototermal muncul sebagai
metode desalinasi yang sangat
menjanjikan. Metode ini menawarkan
potensi untuk memanfaatkan sumber
energi terbarukan dan bermutu rendah
secara efisien. Secara umum, distilasi
membran (MD) adalah proses membran
yang diinduksi secara termal di mana air
menguap di sisi umpan membran,
melintasi pori-pori membran hidrofobik. Hal
ini dikarenakan perbedaan suhu antara sisi
permeat dan umpan, akhirnya
terkondensasi menjadi air tawar di sisi
permeat yang lebih dingin (Jawed et al.,
2024). Karena sifatnya yang luar biasa, MD
merupakan teknologi yang diinginkan
untuk operasi pemisahan yang panjang.
23
Separation Edisi 7: Bagian 2
Solar-Powered Desalination: Turning Sunlight into Freshwater
Writer: Ocha Desainer: Edrea Editor: Jenisha
Desalinasi surya menawarkan solusi
yang menjanjikan untuk mengatasi
kekurangan air global, karena mampu
menyediakan air bersih dengan sumber
energi yang melimpah dan ramah
lingkungan. Namun, pemanfaatannya
masih tertinggal dibandingkan metode
desalinasi tradisional berbasis bahan
bakar fosil akibat biaya awal yang tinggi,
efisiensi teknologi yang masih
berkembang, serta kebutuhan
infrastruktur yang lebih kompleks.
Dengan kemajuan riset dan penurunan
biaya teknologi surya, desalinasi
berbasis energi matahari berpotensi
menjadi alternatif utama di masa
depan.
Oleh karena itu, diperlukan
peningkatan efisiensi dan penurunan
biaya, sementara agenda riset perlu
mencakup aspek implementasi, tata
kelola, dan kebijakan energi. Dengan
dukungan yang tepat, desalinasi surya
tidak hanya menjadi alternatif, tetapi
juga berpotensi berkembang menjadi
solusi utama dalam penyediaan air
bersih global di masa depan.
Reference
Al-addous, M., Bdour, M., Rabaiah, S., Boubakri, A., Schweimanns, N., Barbana, N., &
Wellmann, J. (2024). Innovations in Solar-Powered Desalination : A Comprehensive
Review of Sustainable Solutions for Water Scarcity in the.
Amri, K., Pengkajian, B., & Teknologi, P. (2016). Karakteristik , Dampak Lingkungan dan
Penanganan Brine SWRO. Research Gate, September, 0–10.
Jawed, A. S., Nassar, L., Hegab, H. M., van der Merwe, R., Al Marzooqi, F., Banat, F., & Hasan, S.
W. (2024). Recent developments in solar-powered membrane distillation for sustainable
desalination. Heliyon, 10(11), e31656.
Lotfy, H. R., Staš, J., & Roubík, H. (2025). Renewable energy powered membrane
desalination — review of recent development. Environmental Science and Pollution
Research, 2025(2022), 46552–46568.
Wang, R., & He, W. (2024). Accelerating solar-powered desalination deployment through
transferable learning. Communications Materials, 5(1).
Separation Edisi 7: Bagian 2
24
Tren Air Minum Masa Depan: Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
TREN AIR MINUM
MASA DEPAN:
Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
Writer: Amel
Editor: Rifat
Designer: Tri
Perkembangan teknologi dan
meningkatnya
kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan
telah melahirkan berbagai inovasi
dalam bidang air minum. Kini, air
bukan lagi sekadar pemenuhan
kebutuhan fisiologis, melainkan
bagian dari gaya hidup dan bahkan
terapi kesehatan. Di antara berbagai
inovasi tersebut, air alkaline,
hydrogen water, dan sistem filtrasi
air hujan menjadi tiga tren yang
menonjol dalam beberapa tahun
terakhir. Masing-masing memiliki
keunikan dalam sifat kimia, manfaat
potensial, serta tantangan ilmiah
dan lingkungan yang menyertainya.
Air alkaline dikenal sebagai air
dengan pH lebih tinggi dari air biasa,
umumnya berkisar antara 8 hingga
9. Air ini mengandung ion hidroksil
(OH−) yang diklaim dapat
menetralkan keasaman tubuh dan
meningkatkan metabolisme. Secara
komersial, produk ini banyak
dipasarkan sebagai air penyeimbang
pH tubuh dan antioksidan alami.
Namun, temuan ilmiah menunjukkan
bahwa klaim tersebut perlu dikaji
lebih lanjut. Sunardi et al., (2024)
melalui tinjauan sistematis terhadap
berbagai studi eksperimental
menemukan bahwa konsumsi air
alkaline, oksigenasi, maupun air
demineralisasi tidak menunjukkan
perbedaan signifikan terhadap
parameter fisiologis dibandingkan air
mineral biasa. Tidak ada perubahan
bermakna pada pH darah,
keseimbangan elektrolit, maupun
fungsi metabolisme tubuh. Artinya,
pada individu sehat, tubuh memiliki
sistem homeostasis yang sangat
efisien untuk menjaga pH darah
dalam rentang normal tanpa
bantuan air alkaline.
Namun, penelitian klinis terbaru
menunjukkan potensi manfaat air
alkaline pada penyakit metabolik. Wu
et al., (2024) melaporkan uji acak
terkontrol pada 400 pasien gout
kronis yang menunjukkan bahwa
kombinasi air alkaline dan terapi
konvensional menurunkan kadar
asam urat dan CRP serta
memperbaiki mobilitas pasien,
diduga karena peningkatan ekskresi
asam urat dalam kondisi urin yang
lebih basa.
25
Separation Edisi 7: Bagian 2
Tren Air Minum Masa Depan: Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
TREN AIR MINUM
MASA DEPAN:
Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
Writer: Amel
Editor: Rifat
Designer: Tri
Berbeda dari air alkaline, hydrogen
water mengandung gas hidrogen
terlarut (H₂) yang berperan sebagai
antioksidan selektif. Molekul H₂
mampu menembus membran sel dan
menetralkan radikal bebas reaktif
seperti hidroksil (·OH) tanpa
mengganggu fungsi fisiologis
oksigen. Konsep ini menjadi dasar
bagi banyak penelitian modern yang
menilai potensi hydrogen water
dalam mengurangi stres oksidatif,
inflamasi, dan kerusakan jaringan.
Johnsen et al., (2023) melaporkan
bahwa air kaya hidrogen berpotensi
menurunkan stres oksidatif dan
inflamasi pada berbagai penyakit.
Hal ini didukung Dhillon et al., (2024)
yang menemukan perbaikan fungsi
hati, profil lipid, aktivitas antioksidan,
serta performa fisik.
Meski hasilnya menjanjikan, para
peneliti sepakat bahwa masih
terdapat keterbatasan dalam desain
uji klinis, seperti variasi konsentrasi
hidrogen, lama intervensi, dan
ukuran sampel. Oleh karena itu,
dibutuhkan penelitian jangka
panjang dan standarisasi dosis
untuk memastikan efektivitas serta
keamanan konsumsi jangka panjang.
Isu ketersediaan air bersih
mendorong pengembangan sistem
pemanenan dan pengolahan air
hujan. Raimondi et al., (2023)
menyebutkan bahwa air hujan
berpotensi menjadi sumber air
alternatif pendukung SDG 6 jika
diolah dengan baik melalui tahapan
first-flush diverter, filtrasi pasir dan
karbon aktif, serta disinfeksi UV
atau ozon agar aman dikonsumsi.
Rojas et al. (2021) membuktikan
bahwa sistem air hujan berbiaya
rendah di Amazon efektif, memenuhi
standar WHO, dan mencukupi
kebutuhan rumah tangga. Teknologi
ini meningkatkan kemandirian dan
mengurangi ketergantungan air
tanah, meski terkendala regulasi dan
pemeliharaan.
Separation Edisi 7: Bagian 2 26
Tren Air Minum Masa Depan: Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
TREN AIR MINUM
MASA DEPAN:
Air Alkaline, Hydrogen Water, dan Filtrasi Air Hujan
Writer: Amel
Editor: Rifat
Designer: Tri
References
Dhillon, G., Buddhavarapu, V., Grewal, H., Sharma, P., Verma, R. K., Munjal, R.,
Devadoss, R., & Kashyap, R. (2024). Hydrogen Water: Extra Healthy or a Hoax?—
A Systematic Review. International Journal of Molecular Sciences, 25(2), 1–12.
Johnsen, H. M., Hiorth, M., & Klaveness, J. (2023). Molecular Hydrogen Therapy—
A Review on Clinical Studies and Outcomes. In Molecules (Vol. 28, Issue 23, pp.
1–25). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI).
Rojas, E. M., Ortiz, E. A. D., Medina, C. A. T., García, L., Oliva, M., & Briceño, N. B. R.
(2021). A Rainwater Harvesting and Treatment System for Domestic Use and
Human Consumption in Native Communities in Amazonas (NW Peru): Technical
and Economic Validation. Scientifica, 15, 1–2.
Raimondi, A., Quinn, R., Abhijith, G. R., Becciu, G., & Ostfeld, A. (2023). Rainwater
Harvesting and Treatment: State of the Art and Perspectives. Water
(Switzerland), 15(8), 1–21.
Sunardi, D., Chandra, D. N., Medise, B. E., Manikam, N. R. M., Friska, D., Lestari, W.,
& Insani, P. N. C. (2024). Health Effects of Alkaline, Oxygenated, and
Demineralized Water Compared to Mineral Water Among Healthy Population: A
Systematic Review. In Reviews on Environmental Health (Vol. 39, Issue 2, pp.
339–349). Walter de Gruyter GmbH.
Wu, Y., Pang, S., Guo, J., Yang, J., & Ou, R. (2024). Assessment of The efficacy of
Alkaline Water in Conjunction With Conventional Medication for The Treatment
of Chronic Gouty Arthritis: A Randomized Controlled study. Medicine (United
States), 103(14), 1–10.
27
Separation Edisi 7: Bagian 2
Pengaplikasian Teknologi Inovasi Drainase Hijau untuk Pengelolaan Air Berkelanjutan
Pengaplikasian Teknologi Inovasi Inovasi
Teknologi Pengaplikasian
Hijau untuk Pengelolaan Air Berkelanjutan
Drainase Hijau untuk Pengelolaan Air Berkelanjutan
Drainase
Zellika
Writer: Zellika
Writer:
Sasa
Editor: Sasa
Editor:
Satria
Desainer: Satria
Desainer:
Di suatu senja basah di Banyumanik,
air hujan deras mengalir di sepanjang
selokan beton, menebarkan genangan
di jalan dan pagar rumah. Tak lama
kemudian, musim kemarau
menampakkan seperti wajah lain,
tanah retak, sumur mengering, dan
kebutuhan air bersih semakin
mendesak. Dua ekstrem ini terasa
seperti ironi alam yang tak
terselesaikan. Tapi, bagaimana jika
kita mulai melihat hujan bukan
sebagai musibah, melainkan berkah?
Bagaimana jika genangan itu bukan
hanya soal kerusakan, tapi potensi
untuk kelestarian?
Selama ini, kota kita dibangun
dengan paradigma lama “secepatnya
membuang air hujan ke laut”.
Pembangunan beton, kanal besar, dan
bendungan bertujuan untuk
mengalirkan air secepat mungkin.
Sayangnya, cara itu justru membuat
banjir semakin parah dan
kesempatan untuk memanfaatkan
hujan hilang begitu saja.Di sinilah
drainase hijau hadir sebagai solusi.
Alih-alih dibuang, air hujan ditahan
sementara, oleh disaring tanah dan
vegetasi, lalu perlahan kembali ke
cadangan air tanah. Pendekatan ini
tak hanya menahan banjir, tetapi juga
mendinginkan kota, memperbaiki
kualitas udara, dan menciptakan
ruang hijau yang menyegarkan (Putri
et al., 2023).
Perubahan paradigma dari drainase
konvensional ke drainase hijau
sebenarnya adalah bentuk rekonsiliasi
manusia dengan siklus air. Selama ini
kita memandang air hujan sematamata
sebagai ancaman. Maka
muncullah selokan beton, kanal besar,
hingga bendungan masif. Semua itu
sah-sah saja, tetapi pendekatan yang
terlalu struktural dan single purpose
membuat kita kehilangan peluang.
Drainase hijau menawarkan sudut
pandang baru. Alih-alih membuang,
air hujan ditahan sementara, disaring
lewat tanah dan vegetasi, lalu
perlahan diserap kembali. Pendekatan
ini tak hanya mengurangi debit
puncak banjir, tetapi juga menambah
cadangan air tanah, memperbaiki
kualitas udara, serta menurunkan
suhu perkotaan
Bentuk penerapan drainase hijau di
dunia nyata sudah sangat beragam. Di
tingkat rumah tangga, teknologi
sederhana seperti lubang biopori dan
sumur resapan terbukti efektif
memperbesar daya serap tanah serta
menambah cadangan air tanah (Hasan
et al., 2025). Di kawasan perkotaan,
taman hujan (rain garden) dirancang
sebagai cekungan vegetatif yang
mampu menampung limpasan
sementara sekaligus memperindah
lanskap kota. Di sisi infrastruktur,
perkerasan berpori
Separation Edisi 7: Bagian 2
28
Pengaplikasian Teknologi Inovasi Drainase Hijau untuk Pengelolaan Air Berkelanjutan
(permeable pavement) menjadi
alternatif pengganti aspal dan beton
konvensional yang biasanya kedap
air, sehingga air hujan dapat
menembus permukaan dan masuk ke
lapisan tanah (Burszta-Adamiak et al.,
2023), hingga atap hijau yang
menyerap air sekaligus mengurangi
efek pulau panas (Mutani & Todeschi,
2020).
Meski penerapannya kerap
dipandang membutuhkan biaya awal
dan perhatian rutin dalam perawatan,
drainase hijau sesungguhnya
merupakan investasi jangka panjang.
Jika ditimbang dengan kerugian
ekonomi, sosial, dan lingkungan
akibat banjir berulang, pendekatan ini
justru lebih efisien.
Lebih dari itu, ia menghadirkan nilai
tambah berupa kualitas ekologi yang
membaik, ruang kota yang lebih
indah, serta manfaat sosial yang
dirasakan langsung oleh warga. Pada
akhirnya, drainase hijau
mengingatkan kita bahwa hujan
bukan musuh yang harus dihindari,
melainkan sahabat yang perlu dikelola
dengan bijak. Dengan sentuhan
desain, inovasi, dan kepedulian
bersama, air yang turun dari langit
bisa menjadi berkah bagi kota,
mendinginkan, menyegarkan,
sekaligus menjaga keseimbangan
lingkungan. Kota yang mau berdamai
dengan air, pada gilirannya, adalah
kota yang lebih layak huni bagi
warganya.
REFERENCES
Burszta-Adamiak, E., Biniak-Pieróg, M., Dąbek, P. B., & Sternik, A. (2023). Rain garden
hydrological performance – Responses to real rainfall events. Science of the Total
Environment, 887, Article 164153.
Hasan, P., Hidayat, A. A., Ersa, N. S., & Maulana, R. (2025). Analisis Pengaruh Lubang
Resapan Biopori Dalam Upaya Konservasi Air Terhadap Genagan Air Minimal Di
Gampong Rayeuk Kareung. Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 15(1), 88–99.
Mutani, G., & Todeschi, V. (2020). The effects of green roofs on outdoor thermal
comfort, urban heat island mitigation and energy savings. Energies, 13(3), Article
521.
Putri, F. K., Hidayah, E., & Ma’ruf, M. F. (2023). Enhancing stormwater management
with low impact development (LID): a review of the rain barrel, bioretention, and
permeable pavement applicability in Indonesia. Water Science & Technology, 87(9),
2345–2361
29
Separation Edisi 7: Bagian 2
Transformasi Limbah Biomassa: Solusi untuk Air kontaminasi Logam
TRANSFORMASI LIMBAH BIOMASSA
MENJADI ADSORBEN HIJAU:
Solusi Inovatif untuk Remediasi Air
Terkontaminasi Logam Berat
Writer: Nurul
Desainer: Edrea
Editor: Rifat
Halooo sobat separation! Tau nggak sih?
Kemarin aku baca berita kalau katanya ada
banyak sungai yang sudah tercemar logam
berat lohh, diantaranya Sungai citarum,
bengawan solo, Ciliwung serta Brantas,
dan kamu harus tahuu! 80% Masyarakat
Indonesia masih memenuhi kebutuhan
airnya dengan memanfaatkan sungai,
waduhh serem jugaa yaaa.
Pencemaran air oleh logam berat
merupakan salah satu tantangan
lingkungan yang semakin meningkat akibat
aktivitas industri, pertambangan, serta
penggunaan pestisida dan bahan kimia
dalam jumlah besar. Logam berat seperti
timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd),
dan kromium (Cr) bersifat toksik,
bioakumulatif, serta sulit terurai secara
alami. Keberadaan logam ini di perairan
tidak hanya mengganggu kualitas
ekosistem, tetapi juga membahayakan
kesehatan manusia.
Di sisi lain, produksi limbah biomassa dari
sektor pertanian, perkebunan, hingga
industri pangan semakin melimpah dan
seringkali belum dimanfaatkan secara
optimal. Dari kedua permasalahan ini,
muncul gagasan inovatif untuk
mentransformasi limbah biomassa menjadi
adsorben hijau yang ramah lingkungan dan
berpotensi besar dalam remediasi air
tercemar logam berat.
Pemanfaatan biomassa sebagai adsorben
didukung oleh kandungan selulosa, lignin,
hemiselulosa, dan gugus fungsional yang
dapat mengikat ion logam berat melalui
pertukaran ion, kompleksasi, dan interaksi
elektrostatik (Arif Setiawan et al., 2022).
Limbah seperti sekam padi, tongkol jagung,
kulit buah, dan ampas tebu dapat diolah
menjadi adsorben melalui pretreatment serta
aktivasi fisika atau kimia, dimana aktivasi
kimia (H₃PO₄, KOH, ZnCl₂) dan karbonisasi
mampu meningkatkan porositas dan luas
permukaan material (Manurung et al., 2025).
Hasil Penelitian Sebelumnya terkait
Pemanfaatan Biomassa sebagai Adsorben
Hasil penelitian Nenohai et al., (2023) menunjukkan bahwa adsorben berbasis biomassa
mampu menurunkan konsentrasi logam berat hingga di bawah baku mutu air bersih. Selain
efektif, adsorben hijau ini juga memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku yang
melimpah, biaya produksi yang rendah, serta sifatnya yang biodegradable. Hal ini
menjadikannya alternatif yang berkelanjutan dibandingkan dengan adsorben sintetis seperti
resin polimer atau zeolit yang lebih mahal dan sulit terurai.
Separation Edisi 7: Bagian 2
30
Transformasi Limbah Biomassa: Solusi untuk Air kontaminasi Logam
Lebih jauh, penerapan adsorben hijau
juga sejalan dengan prinsip ekonomi
sirkular dan pembangunan berkelanjutan
(SDGs), khususnya pada poin 6 (akses air
bersih dan sanitasi), poin 12 (konsumsi
dan produksi yang bertanggung jawab),
serta poin 13 (penanganan perubahan
iklim). Dengan memanfaatkan limbah
biomassa, kita tidak hanya mengurangi
volume limbah organik, tetapi juga
memberikan solusi nyata bagi
pengendalian pencemaran lingkungan.
Transformasi limbah biomassa menjadi
adsorben hijau merupakan inovasi yang
menjanjikan dalam upaya remediasi air
tercemar logam berat. Teknologi ini
menawarkan pendekatan ganda:
mengurangi permasalahan limbah sekaligus
menghadirkan solusi ramah lingkungan
untuk pengolahan air. Meskipun masih
terdapat tantangan dalam hal standarisasi
produksi, efisiensi regenerasi, serta
penerapan skala industri, potensi
pengembangannya sangat luas dan relevan.
Dengan dukungan riset lanjutan dan kebijakan yang tepat, adsorben hijau berbasis limbah
biomassa dapat menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan lingkungan perairan
yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan
Reference
Arif Setiawan, A., Eddy, S., Rangga, R., & Risky Midia, K. (2022). Potensi Limbah Biomassa
Sebagai Bioadsorben Dalam Menanggulangi Pencemaran Logam Berat. Environmental
Science Journal (Esjo) : Jurnal Ilmu Lingkungan, 1(1), 29–38.
Manurung, M., Ratnayani, O., & Ciawi, Y. (2025). Karbon dari Bahan Alam sebagai Adsorben
Ramah Lingkungan: Potensi, Tantangan, dan Aplikasinya. Nata Palemahan: Journal of
Environmental Engineering Innovations, 2(1), 38–48.
Nenohai, J. A., Minata, Z. S., Ronggopuro, B., Sanjaya, E. H., & Utomo, Y. (2023). Penggunaan
Karbon Aktif dari Biji Kelor dan Berbagai Biomassa Lainnya dalam Mengatasi Pencemaran
Air : Analisis Review. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1), 29–35.
31
Separation Edisi 7: Bagian 2
Pemanfaatan Energi Limbah Panas (Waste Heat)
PEMANFAATAN ENERGI LIMBAH
PANAS (WASTE HEAT) DALAM
PROSES PENGOLAHAN AIR
ENERGI LIMBAH
PEMANFAATAN
(WASTE HEAT) DALAM
PANAS
Writer: Desi
Editor: Sasa
Desainer: Rosha
PROSES PENGOLAHAN AIR
Ketersediaan air bersih merupakan
tantangan global yang semakin
mendesak akibat pertumbuhan
penduduk, urbanisasi, dan tekanan
pada sumber daya air permukaan
serta tanah. Di sisi lain, sektor
industri dan infrastruktur
menghasilkan jumlah energi panas
terbuang (waste heat) yang
signifikan setiap tahunnya mulai dari
gas buang pembangkit dan pabrik
sampai aliran panas dari instalasi
pendingin yang sering dilepaskan
tanpa pemanfaatan lebih lanjut.
Pemanfaatan kembali energi limbah
panas ini menawarkan peluang untuk
meningkatkan efisiensi energi dan
mengurangi emisi karbon bila
diintegrasikan ke dalam proses
pengolahan air, seperti desalinasi,
distilasi termal, dan perawatan limbah
termal (Olabi et al., 2020).
Teknologi desalinasi termal seperti
Multi-Effect Distillation (MED) dan
Multi-Stage Flash (MSF)
memanfaatkan panas dari gas buang
atau sistem pendingin untuk
menguapkan air laut. Penggunaan
limbah panas dalam sistem ini terbukti
mampu menurunkan konsumsi energi
hingga 25–30% dibandingkan
metode konvensional yang
menggunakan uap bertekanan tinggi
(Charitar & Madhlopa, 2022).
Selain itu, teknologi Membrane
Distillation (MD) juga menjanjikan
karena dapat beroperasi pada suhu
rendah (<90°C) dan menggunakan
panas buang dari sistem pendingin
industri atau pabrik kimia untuk
menghasilkan air bersih dengan
efisiensi tinggi (Sun et al., 2024).
Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa kombinasi antara teknologi
distilasi termal dan membrane
distillation hybrid dapat
meningkatkan efisiensi pemulihan air
serta menyesuaikan diri dengan
variasi suhu panas buang. Cheng et
al., (2021) melaporkan bahwa
integrasi sistem low-grade waste
heat recovery dengan proses
desalinasi mampu menurunkan biaya
energi spesifik dan emisi karbon
secara signifikan. Namun,
implementasi di lapangan masih
menghadapi kendala, seperti
fluktuasi suhu sumber panas,
potensi fouling pada membran, serta
tingginya investasi awal yang
diperlukan (Nagpal et al., 2021)
Solusi yang dapat diterapkan
meliputi peningkatan efisiensi
penukar panas, penerapan sistem
penyimpanan energi termal, dan
pengembangan teknologi hibrida
yang lebih adaptif terhadap
perubahan suhu dan beban proses.
Separation Edisi 7: Bagian 2
32
Pemanfaatan Energi Limbah Panas (Waste Hea)
PEMANFAATAN ENERGI LIMBAH
PANAS (WASTE HEAT) DALAM
PROSES PENGOLAHAN AIR
ENERGI LIMBAH
PEMANFAATAN
(WASTE HEAT) DALAM
PANAS
Writer: Desi
Editor: Sasa
Desainer: Rosha
PROSES PENGOLAHAN AIR
Pemanfaatan energi limbah panas dalam proses pengolahan air
merupakan inovasi strategis yang menggabungkan efisiensi energi dan
pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Meskipun terdapat
beberapa tantangan teknis dan ekonomi, riset dan pengembangan terus
dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dukungan kebijakan
pemerintah, kolaborasi antara akademisi dan industri, serta penerapan
proyek percontohan menjadi kunci dalam mempercepat implementasi
teknologi ini. Dengan langkah tersebut, waste heat berpotensi besar
menjadi sumber energi alternatif yang mendukung penyediaan air bersih
secara ramah lingkungan di masa depan.
References
Charitar, D., & Madhlopa, A. (2022). Integration of waste heat in thermal
desalination technologies: A review. Journal of Energy in Southern Africa
•, 33(1), 68–84.
Cheng, C., Dai, Y., Yu, J., Liu, C., Wang, S., Feng, S. P., & Ni, M. (2021).
Review of Liquid-Based Systems to Recover Low-Grade Waste Heat for
Electrical Energy Generation. Energy and Fuels, 35(1), 161–175.
Nagpal, H., Spriet, J., Murali, M. K., & McNabola, A. (2021). Heat recovery
from wastewater—a review of available resource. Water (Switzerland), 13(9).
Olabi, A. G., Elsaid, K., Rabaia, M. K. H., Askalany, A. A., & Abdelkareem, M.
A. (2020). Waste heat-driven desalination systems: Perspective. Energy,
209.
Sun, L., Hassanpouryouzband, A., Wang, T., Wang, F., Zhang, L., Cheng, C.,
Zhao, J., & Song, Y. (2024). Low-grade waste heat recovery for
wastewater treatment using clathrate hydrate based technology.
Sustainable Energy and Fuels, 8(5),
11
Separation Edisi 7: Bagian 2
PetroChem vs BioChem; Pertarungan Energi Masa Depan
PetroChem vs BioChem:
PERTARUNGAN ENERGI MASA DEPAN
PERTARUNGAN ENERGI MASA DEPAN
Reporter: Kinan & Cahya
Editor: Rifat
Desainer: Satria
Pernahkah kamu membayangkan
bahwa botol minum plastik yang
kamu bawa ke kampus, pupuk yang
digunakan petani di sawah, atau
bahan bakar kendaraan yang
digunakan sehari-hari, semuanya
berasal dari satu industri besar
bernama petrokimia loh
Industri ini telah lama menjadi tulang
punggung kehidupan modern. Dengan
infrastruktur yang matang, rantai
pasok yang luas, serta efisiensi skala
besar, petrokimia masih mendominasi
peta energi global. Menurut data
International Energy Agency (IEA, 2018),
sektor ini menjadi salah satu
pendorong utama peningkatan
konsumsi minyak dunia dalam dekade
terakhir.
Untuk memahami lebih dalam
mengenai peran petrokimia dan masa
depan energi yang lebih
berkelanjutan, tim kami
berkesempatan mewawancarai
Ramavi Akbar Akhsanul Fitrah, S.T.,
M.Eng., dosen Teknik Kimia
Universitas Negeri Semarang. Dalam
wawancara tersebut, beliau
menjelaskan bahwa petrokimia
memiliki posisi yang sangat kuat
dalam industri energi global karena
telah terbentuk secara sistemik dan
terintegrasi dari hulu hingga hilir,
sehingga membutuhkan waktu yang
panjang untuk dapat ditandingi.
Produk seperti plastik, pelarut, dan
pupuk menjadi bukti nyata dari
sistem industri yang telah terbangun
dengan baik dan beroperasi secara
efisien.
Namun, seiring meningkatnya
perhatian terhadap isu lingkungan,
mulai berkembang alternatif berbasis
keberlanjutan, yaitu biobased
chemicals atau biokimia. Bidang ini
memanfaatkan sumber daya
terbarukan seperti biomassa, limbah
pertanian, hasil hutan, hingga sisa
pangan untuk menghasilkan bahan
kimia yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau dikelola dengan tepat,
biokimia bisa memberi manfaat
ganda menekan emisi sekaligus
memberi nilai tambah ekonomi bagi
masyarakat,” jelas Pak Akbar
Secara global, industri biokimia
tumbuh pesat dengan laju
pertumbuhan tahunan atau
Compound Annual Growth Rate
(CAGR) mencapai 9–11%.
Pertumbuhan ini mencerminkan
pergeseran arah industri menuju
sistem produksi yang lebih
berkelanjutan. pengembangannya
masih menghadapi berbagai
tantangan,
Separation Edisi 7: Bagian 2
12
vs BioChem; Pertarungan Energi Masa Depan
PetroChem vs BioChem; Pertarungan Energi Masa Depan
PetroChem
PetroChem vs BioChem:
PERTARUNGAN ENERGI PERTARUNGAN ENERGI MASA DEPAN
MASA DEPAN
Reporter: Kinan & Cahya
Editor: Rifat
Desainer: Satria
seperti
ketidakteraturan
ketersediaan bahan baku
antarwilayah, tingginya biaya
produksi, serta keterbatasan efisiensi
teknologi. Perbedaan karakteristik
biomassa akibat variasi jenis tanah
dan sistem pertanian juga
memengaruhi proses pengolahan.
“Kuncinya ada pada riset dan inovasi.
Tanpa itu, biokimia akan sulit
berkembang,” tegasnya.
Indonesia dipandang memiliki
potensi besar dalam pengembangan
industri biokimia. Sebagai negara
tropis dengan tingkat
keanekaragaman hayati yang tinggi,
ketersediaan sumber biomassa yang
melimpah mulai dari limbah
pertanian hingga hasil hutan dinilai
sangat melimpah dan berpeluang
diolah menjadi produk kimia bernilai
tambah tinggi. amun, pengembangan
tersebut dinilai menghadapi
tantangan utama pada perancangan
proses yang efisien, ekonomis, dan
berkelanjutan dengan pemanfaatan
sumber daya lokal secara optimal.
Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat
antara perguruan tinggi, industri, dan
pemerintah dianggap sebagai faktor
kunci dalam merealisasikan potensi
tersebut.
Menurut Pak Akbar, masa depan
industri kimia tidak lagi tentang siapa
yang menggantikan siapa, melainkan
bagaimana keduanya bisa berjalan
berdampingan. “Pendekatan yang
baik adalah sistem hibrida,” ujarnya.
“Gunakan petrokimia untuk
kebutuhan skala besar, sambil
mengganti sebagian lini produk
bernilai tinggi dengan bahan baku
bio.” Konsep inilah yang dikenal
sebagai ekonomi sirkular, di mana
limbah dari satu proses dapat menjadi
bahan baku bagi proses lainnya dan
mewujudkan sistem produksi yang
efisien dan ramah lingkungan.
13
Separation Edisi 7: Bagian 2
Dampak AI terhadap Kesempatan Kerja dan Kesenjangan Sosial
DAMPAK AI
terhadap Kesempatan Kerja dan Kesenjangan Sosial
Reporter: Kinan & Safina
Editor: Jenisha
Designer: Tri
Di tengah pesatnya perkembangan
teknologi, Artificial Intelligence (AI)
menjadi topik yang kian mendominasi
diskusi publik. Keberadaannya
menghadirkan perubahan nyata, baik
dalam dunia pendidikan maupun
dunia kerja. Hal ini kemudian
memunculkan pertanyaan mengenai
sejauh mana AI memengaruhi
kehidupan mahasiswa serta prospek
karier di masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan
oleh Rahardian Candra Vima Yoga,
mahasiswa Jurusan Sistem Informasi
Universitas Ahmad Dahlan.
Mahasiswa yang akrab disapa
Candra ini mengaku cukup rutin
memanfaatkan AI dalam aktivitas
akademiknya. “Saya biasanya
menggunakan AI untuk
brainstorming ide, menyusun
kerangka awal tulisan, atau
membantu pengolahan data,”
ujarnya. Meski demikian, ia
menegaskan bahwa penggunaan AI
tetap memerlukan kendali diri agar
tidak menimbulkan ketergantungan.
Seiring meningkatnya pemanfaatan
AI di kalangan mahasiswa, muncul
pula kekhawatiran terkait
penggunaannya dalam situasi
akademik tertentu, seperti saat
ujian. Menanggapi fenomena
tersebut, Candra menilai bahwa
mahasiswa seharusnya tetap
mengandalkan kemampuan pribadi
dan menjaga nilai kejujuran dalam
proses pembelajaran. Ia menilai
bahwa meskipun AI mampu
memberikan jawaban secara cepat,
proses berpikir mandiri memiliki
peran yang tidak tergantikan dalam
pembentukan karakter dan
intelektualitas mahasiswa.
Selain berdampak pada dunia
pendidikan, perkembangan AI juga
berpengaruh terhadap dinamika
dunia kerja. Candra memandang AI
sebagai teknologi yang memiliki dua
sisi. Di satu sisi, terdapat sejumlah
bidang pekerjaan yang berpotensi
tergantikan oleh otomatisasi, seperti
pekerjaan administratif. Namun, di sisi
lain, AI justru membuka peluang baru,
khususnya di sektor teknik dan
engineering, dengan tetap
menempatkan manusia pada peran
evaluasi dan pengendalian mutu.
Separation Edisi 7: Bagian 2
36
Dampak AI terhadap Kesempatan Kerja dan Kesenjangan Sosial
DAMPAK AI
terhadap Kesempatan Kerja dan Kesenjangan Sosial
Reporter: Kinan & Safina
Editor: Jenisha
Designer: Tri
Meski demikian, Dalam konteks
pendidikan, Candra menilai bahwa
kemajuan AI dapat menjadi
tantangan tersendiri bagi tenaga
pendidik. Meskipun demikian, ia
menegaskan bahwa peran dosen
dan guru tetap krusial dalam
membimbing mahasiswa. Menurutnya,
keseimbangan antara metode
pengajaran konvensional dan
pemanfaatan teknologi perlu dijaga
agar mahasiswa tidak sepenuhnya
bergantung pada sistem berbasis AI.
Di sisi lain, Candra mengingatkan
adanya risiko penggunaan AI yang
kurang bijak dalam penulisan karya
ilmiah, terutama saat digunakan
untuk mencari jurnal secara instan.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua
informasi yang dihasilkan AI memiliki
validitas akademik, sehingga
diperlukan sikap kritis baik dari
mahasiswa maupun dosen dalam
menilai sumber rujukan.
Menutup wawancara, Candra
membagikan pengalamannya dalam
menggunakan AI. Ia mengaku jarang
memanfaatkan ChatGPT secara
langsung dan lebih sering
menggunakan cloud AI untuk
pemodelan serta block AI sebagai
alat brainstorming. Baginya,
meskipun AI menawarkan
kemudahan, kendali tetap harus
berada di tangan manusia.
“Teknologi ini hadir untuk membantu,
bukan menggantikan. Oleh karena
itu, pemanfaatannya harus
dilakukan secara bijak,” pesannya.
Wawancara ini menunjukkan bahwa
AI bukan sekadar tren, melainkan
realitas yang membawa peluang
sekaligus tantangan. Sebagaimana
disampaikan Candra, teknologi
seharusnya diposisikan sebagai alat
yang dikendalikan manusia, bukan
sebaliknya. Pada akhirnya,
manusialah yang menentukan arah
pemanfaatan AI apakah menjadi
sarana menuju kemajuan, atau justru
membatasi kebebasan berpikir.
37
Separation Edisi 7: Bagian 2
Edisi 7
SEPARATION
Share a Part of Chemical Engineering Information
“Circular Economy in Water Resource
Management: Transforming Waste into Value”
Dalam separation edisi ini akan ada berbagai topik terkait
dengan pengembangan teknologi dalam dunia teknik
kimia yang berkelanjutan terutama yang memanfaatkan
salah satu sumber daya yang melimpah yang ada
dibumi yaitu air dengan tema utama atau fokus uatama
yaitu mengenai :”water treatment”. Selain mengani tema
tersebut separation edisi kali ini juga menghadirkan
bahasan tentang tips and trik lolos pendanaan PKM,
kehidupan setelah lulus dari teknik kimia, pemanfaatan AI
untuk masa depan, dan masih banyak topik menarik
lainnya
https://bit.ly/KuesionerSeparationEdisi7
sites.unnes.ac.id/hmptk
@hmptk_unnes hmptkunnes hmptkunnes HMPTK UNNES