VOLUME 1, NO. 6, AGUSTUS 2010 - Bali Community Services

balics.org

VOLUME 1, NO. 6, AGUSTUS 2010 - Bali Community Services

VOLUME 1, NO. 6, AGUSTUS 2010

Newsletter

UNTUK KALANGAN SENDIRI


Newsletter

Volume 1, No. 5, AGUSTUS 2010

Penerbit:

Bali Community Service

Publish Manager:

� David Piring

Staf Redaksi:

� Bobby Lalamentik

� Ester Jonathan

� Lyan Posumah

� Willy Rompis

� Kevin Nugroho

Editor:

� Lyan Posumah

� Ester Jonathan

Koresponden:

� Pdt. S. Manik

� Pdt. B. Solichin

� Pdt. H. K. Kabanga

� Pdm. Agustinus S

� Pdm. Panca Rury

� Pdm. B. Tobing

Alamat Redaksi:

Jl. Danau Poso 63b Sanur

Telp. 0361-271 523

www.balics.org

s

w

e

N

11

12

13

15

16

16

Daftar Isi

INDAHNYA KEBERSAMAAN 3

Tugas Kita Sekarang Ini 4

MUTIARA TINTA 7

MISSIONARY REPORT 8

Pengobatan alami untuk ASMA 14

OUTBOND GABUNGAN

HANG TUAH – KARANG ASEM

Identity in Jesus, Nusa Dua to PAP Malang

Sosialisasi BCS di kantor KJKT

Seminar Kesehatan “Gods Healing Way”

Anggota Club BCS Terkini

Menengok Beberapa Wilayah Terpencil di Kabupaten

Buleleng

Page 2 BALI COMMUNITY SERVICES


1 Korintus 12 : 26 : “Karena itu jika satu anggota

menderita, semua anggota turut menderita; jika satu

anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”

Rasul Paulus menggunakan banyak metafora untuk menggam-

barkan umat Allah, GEREJA. Satu yang berbicara kepada kita

dengan lembut adalah keluarga; gereja adalah keluarga Kasih

Karunia. Tetapi Paulus tampaknya tertarik dengan gambaran

Gereja sebagai Tubuh Kristus (Efesus 4 : 12).

Adalah maksud Allah untuk mengumpulkan suatu umat yang

berasal dari pelosok – pelosok dunia untuk mengikat mereka

menjadi satu tubuh, tubuh Kristus, yakni gereja, yang mana

Dialah kepalanya yang hidup. Didalam Yohanes 4 : 4 – 42, Kris-

tus mengajarkan kepada kita bahwa bersama Allah tidak ada

dinding pemisah yang artinya adalah kita sebagai umat-umat

Tuhan semestinya tidak ada perbedaan satu dengan yang lain,

agar kita merasakan bagaimana Indahnya Kebersamaan.

Sangat indah sekali jika pekerjaan Tuhan dikerjakan bersama-

sama oleh umat – umat Tuhan khususnya yang ada di Pulau

Bali ini. Ingat! Jangan ada DINDING PEMISAH!

“Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada

anggota – anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan

khusus,” Paulus menulis kepada orang – orang percaya di

Korintus, “supaya jangan ada perpecahan dalam tubuh, tetapi

supaya anggota-anggota yang berbeda itu Saling Memperhati-

kan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota

turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota

turut bersukacita.” (1 Korintus 12 : 24 – 26).

Satu kali jari - jari manusia saling menyombongkan diri,

Jari Jempol : “aku yang paling hebat, jika seseorang berkata :

bagus! Pasti aku yang ditunjukkan, sudah tentu akulah yang

paling berguna…!

Jari Telunjuk : “Hey jempol! Jangan bangga dulu, akulah yang

paling berguna, jika seseorang bertanya : dimana jalan ke

Gereja Efata? Pasti aku yang digunakan untuk menunjuk.

Jari Tengah : “kalian jangan bangga dulu, aku yang paling hebat

BALI COMMUNITY SERVICES

diantara kalian semua, lihat aku yang paling tinggi diantara

kalian!”

Jari Manis : “paling hebat? Paling berguna? Paling tinggi?

Kalian semua tidak ada artinya apa – apa dengan aku, aku

adalah yang paling terhormat, coba lihat jika ada calon

pengantin atau tunangan sepasang kekasih hendak tukar

cincin! Pasti cincin dari emas bercampur berlian diletakkan

kepada aku, sekarang kalian tahu, siapa yang paling hebat,

berguna, tinggi dan terhormat bahkan yang termahal dian-

tara kalian? Adalah aku…!”

Tidak berapa lama, jari kelingking yang merasa kecil, tidak

hebat, tidak berguna, tidak terhormat, pergi meninggal-

kan keempat jari – jari yang lainnya.

Tidak menutup kemungkinan hal seperti inipun sering ter-

jadi di gereja, ada yang menganggap diri mampu, punya

kuasa, merasa lebih tinggi, terhormat, terpandang, kaya,

merasa paling berguna sehingga besar kemungkinana kita

sering menganggap orang yang lain lemah, tidak berguna,

tidak kaya mungkin, tidak memiliki apa – apa yang bisa

disumbangkan, atau mungkin orang yang kelihatannya

tidak punya kebisaan apa – apa sama sekali.

Kembali ke cerita jari, sekarang coba bayangkan! jika kita

naik keatas pohon tanpa menggunakan jari keling-

king???!!? Letak kekuatan ada di jari kelingking yang

adalah sebagai penopang tubuh kita untuk bisa naik ke

atas pohon. Kelihatannya kecil, sepele, tidak berguna, na-

mun pada hakikatnya memiliki kekuatan diatas rata – rata.

Jika ada kesusahan, mari kita susah bersama – sama, jika

ada sukacita, mari kita bersukacita bersama – sama, jika

ada pekerjaan Tuhan yang menanti kita saat ini, MARI! Kita

kerjakan bersama-sama karena sangat Indah sekali Keber-

samaan itu.

RENUNGAN

INDAHNYA KEBERSAMAAN

Oleh : Pdtm. Panca Karsum

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Berat sama

dipikul, ringan sama dijinjing!”, dua pribahasa yang mem-

berikan kepada kita satu nasihat penting yaitu PERSATUAN

dan KERJASAMA. Setiap orang yang ingin KERJASAMA ha-

rus ada PERSATUAN, setiap orang yang inginkan adanya

PERSATUAN harus ada KERJASAMA! GODBLESS!(*)

Page 3


Kita harus mendidik diri kita, bukan saja untuk hidup sesuai dengan hukum kesehatan, tetapi juga bagaimana untuk mengajar

orang lain untuk hidup lebih baik. Banyak orang, bahkan mereka yang mengaku percaya kebenaran pada saat ini, tidak menge-

tahui bagaimana hidup sehat dan menjalani hidup tidak bertarak. Mereka perlu diajar, sedikit demi sedikit, prinsip demi prin-

sip. Topiknya harus aktual. Hal ini jangan dilewatkan dan dianggap tidak penting; karena hampir setiap keluarga perlu disadar-

kan akan pentingnya kesehatan. Hati nurani harus dibangkitkan akan kewajiban untuk mempraktekkan prinsip-prinsip refor-

masi kesehatan yang benar. Tuhan menuntut umat-umatNya bertarak dalam segala hal. Bila umatNya tidak mempraktekkan

hidup bertarak yang benar, mereka tidak akan, dan tidak dapat, memiliki kepekaan untuk menerima pengaruh kebenaran

yang menyucikan.

TUGAS KITA SEKARANG INI

(by. Ellen G White, Christian Temperance and Bible Hygiene; 1890 – Chapter 14, P 117-122)

Para pendeta harus tekun mendalami topik kesehatan. Jangan sampai mereka mengabaikannya, atau berpaling bila ada yang

menuduh sebagai ekstrimis. Para pendeta harus mengerti apa yang menjadi dasar dari reformasi kesehatan yang benar, dan

mengajarkan prinsip-prinsipnya, baik melalui pengajaran konsep dan juga melalui teladan. Dalam perkumpulan gabungan be-

sar, pengajaran mengenai kesehatan dan pertarakan harus diberikan. Gunakan cara yang membangunkan intelektual dan hati

nurani. Pakailah semua talenta yang ada untuk pelayanan kesehatan, diikuti dengan mencetak tulisan mengenai topik kese-

hatan. "Ajarkan, ajarkan, ajarkan," adalah amanat yang diberikan kepada saya.

Dalam semua tugas kita, wanita-wanita yang cerdas harus bertanggung jawab dalam mengatur urusan rumah tangga, -- wanita

harus tahu bagaimana menyiapkan makanan yang menarik dan sehat. Meja makan harus dipenuhi dengan makanan kualitas

terbaik. Bila ada yang memiliki selera yang dirusakkan dengan menginginkan teh, kopi, bumbu-bumbu, makanan yang tidak

sehat, terangi mereka. Carilah cara untuk menyadarkan hati nurani. Tunjukkan kepada mereka prinsip-prinsip di Alkitab men-

genai kesehatan. Bila persediaan susu yang baik dan buah-buahan dapat diperoleh, tidak ada alasan untuk memakan daging

hewan; tidak perlu mengambil nyawa mahluk ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam keadaan tertentu seperti penyakit atau kelelahan kadang-kadang ada yang berpikir adalah baik untuk makan daging,

tetapi perhatian yang seksama harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa daging itu dari hewan yang benar-benar sehat.

Sekarang ini telah menjadi hal yang serius dipertanyakan apakah sehat memakan daging. Adalah lebih baik tidak pernah me-

makan daging daripada mengkonsumsi daging dari hewan yang tidak sehat. Bila saya tidak menemukan makanan yang saya

perlukan, kadang-kadang saya makan sedikit daging, tetapi saya semakin hari semakin takut melakukannya.

Ketika Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir, Ia bermaksud menempatkan mereka di tanah Kanaan sebagai bangsa

yang bersih, berbahagia, dan sehat. Perhatikan cara-cara yang Ia lakukan untuk mencapai maksud ini. Tuhan memberikan

peraturan, dimana diikuti dengan sukacita, akan memberi hasil yang baik, untuk diri mereka dan keturunan mereka. Ia sama

sekali meniadakan makanan daging. Ia memberikan mereka daging karena persungutan, sesaat sebelum mencapai Sinai, tetapi

hanya untuk satu hari. Tuhan dapat saja memberikan daging semudah menjatuhkan manna, tetapi pembatasan dilakukan un-

tuk kebaikan mereka. Adalah maksud Tuhan memberikan mereka makanan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan

mereka daripada makanan berbumbu yang mana banyak dari antara bangsa Israel sudah terbiasa. Selera yang rusak diper-

baiki untuk menjadi sehat, agar mereka dapat menikmati makanan yang pada awalnya diperuntukkan bagi manusia, -- buah-

Page 4 BALI COMMUNITY SERVICES


uahan yang dihasilkan bumi, yang Tuhan berikan bagi Adam dan Hawa.

Bila mereka mau menyangkal selera dengan menurut akan ketentuan-ketentuanNya, kele-

mahan dan penyakit tidak akan ditemukan diantara mereka. Keturunan mereka akan

memiliki kekuatan fisik dan mental. Mereka akan memiliki persepsi yang jernih akan ke-

benaran dan kewajiban, dapat membedakan yang benar dan salah, dan pengertian yang

sehat. Tetapi mereka tidak mau tunduk pada aturan-aturan Tuhan, dan mereka gagal men-

capai standar yang Ia tentukan bagi mereka, dan gagal menerima berkat-berkat yang seha-

rusnya menjadi bagian mereka. Mereka mengeluh akan aturan-aturan yang Tuhan berikan,

dan merindukan makanan daging yang di Mesir. Tuhan membiarkan mereka makan daging,

tetapi terbukti menjadi kutuk bagi mereka.

Kepada saya berulang-ulang ditunjukkan bagaimana Tuhan berusaha memimpin kita kembali, langkah demi langkah,

kepada rencanaNya yang mula-mula, --bahwa manusia hidup hanya dengan hasil alamiah yang diberikan bumi. Bagi mereka

yang menantikan kedatangan Tuhan, makanan daging akan ditinggalkan; daging tidak akan menjadi bagian dari makanan

mereka. Kita harus menjadikan ini sebagai tujuan, dan bekerja dengan tekun untuk mencapainya. Saya tidak dapat memba-

yangkan bagaimana dengan memakan daging kita dapat hidup sesuai dengan terang yang telah Ia berikan kepada kita. Khusus-

nya bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan di lembaga-lembaga kesehatan kita harus melatih diri untuk hidup dengan

makanan buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran. Bila kita meninggalkan prinsip lama, bila kita sebagai orang Kristen pelaku re-

formasi kesehatan melatih selera kita, dan menyesuaikan makananan kita sesuai rencana Tuhan, maka kita dapat memberikan

pengaruh kita kepada orang lain dalam hal reformasi kesehatan, yang mana aakan berkenan bagi Tuhan.

Satu sebab mengapa banyak yang mundur dari mempraktekkan reformasi kesehatan adalah

karena mereka tidak belajar bagaimana memasak agar makanan sehat, diolah dengan seder-

hana, dapat menggantikan makanan yang telah menjadi kebiasaan mereka. Mereka tidak

menyukai makanan yang tidak diolah dengan baik, dan kemudian kita mendengar bahwa

mereka mencoba mempraktekkan reformasi kesehatan, tetapi tidak sanggup melakukannya.

Banyak mencoba mengikuti petunjuk yang tidak lengkap dalam reformasi kesehatan, dan mela-

kukannya dengan usaha menyedihkan yang menghasilkan gangguan pencernaan, dan men-

galami kekecewaan. Bila anda mau menjadi pelaku reformasi kesehatan, hendaklah anda

belajar menjadi tukang masak yang baik. Mereka yang memiliki kemampuan dan kelebihan

untuk mengadakan sekolah memasak yang bersih dan sehat, akan memperoleh keuntungan

besar, baik dalam kehidupan pribadi mereka maupun dalam mengajar orang lain.

Jangan terpaku kepada satu pendapat tertentu dan menjadikannya sebagai batu acuan,

mencela orang lain yang caranya mungkin tidak sesuai dengan pendapatmu; tetapi pelajarilah topik kesehatan dengan luas

dan mendalam, dan bawalah pendapatmu dan cara-caramu agar sempurna dan sejalan dengan prinsip-prinsip pertarakan Kris-

ten yang benar. Banyak yang mencoba memperbaiki hidup orang lain dengan menyerang apa yang mereka anggap kebiasaan-

kebiasaan yang salah. Mereka menghampiri orang yang mereka rasa melakukan kesalahan, dan menunjukkan cacat mereka,

tetapi tidak berusaha mengarahkan pikiran mereka kepada prinsip-prinsip yang benar. Cara seperti ini sering tidak membawa

hasil yang diinginkan. Bila secara nyata kita berusaha memperbaiki orang lain, kita terlalu sering membangkitkan rasa perten-

tangan mereka, dan lebih banyak membawa kerugian daripada kebaikan. Ada bahayanya bagi mereka yang suka mau mem-

perbaiki orang lain. Ia yang merasa tugasnya untuk memperbaiki orang lain, akan mempunyai kecenderungan memelihara

kebiasaan mencari-cari kesalahan, dan seluruh perhatiannya hanyalah untuk mencari cacat dan menemukan cela. Jangan

perhatikan orang lain untuk mencari cacat mereka atau menunjukkan kesalahan mereka. Ajar mereka kebiasaan-kebiasaan

yang lebih baik dengan melalui kuasa teladan kehidupanmu.

Biarlah kita didalam hati bahwa tujuan akhir dari reformasi kesehatan adalah untuk mencapai perkembangan setinggi-

tingginya dari akal dan jiwa dan fisik. Semua hukum kesehatan -- yang adalah hukum-hukum Tuhan dirancang untuk kebaikan

kita. Menuruti hukum kesehatan akan meningkatkan kebahagiaan didalam hidup, dan menolong kita dalam mempersiapkan

hidup yang akan datang.

Ada hal yang lebih baik untuk dibicarakan daripada kesalahan dan kelemahan orang lain. Bicarakan mengenai Tuhan dan

hasil karyanya yang luar biasa. Pelajari ungkapan kasihNya dan kebijaksanaanNya melalui kejadian dialam. Pelajari organ-

isme yang hebat, sistim tubuh manusia, dan aturan-aturan yang melangsungkan kehidupan organisme dan manusia. Mereka

BALI COMMUNITY SERVICES

Page 5


yang memahami bukti-bukti kasih Tuhan, mereka yang mengerti kebijaksanaan dan manfaat dari aturan-aturanNya, dan ber-

kat-berkat dari hasil penurutan, akan melakukan kewajiban mereka dan penurutan dari sudut pandang yang berbeda. Ganti-

nya melihat menurut hukum-hukum kesehatan sebagai pengorbanan dan penyangkalan diri, mereka memandangnya sebagai

hal yang sesungguhnya, yaitu berkat yang tidak terukur nilainya.

Ada banyak kebaikan yang dapat dilakukan dengan menerangi mereka yang dapat kita pengaruhi, mengajarkan cara yang ter-

baik, bukan saja menyembuhkan yang sakit, tetapi mencegah penyakit dan penderitaan. Para dokter yang berusaha mengajar-

kan pasien-pasiennya mengenai penyakit dan penyebabnya, dan mengajar mereka bagaimana menghidari penyakit, mungkin

saja melakukan pekerjaan sulit; tetapi bila ia seorang reformator kesehatan yang setia, ia akan berbicara dengan jelas akibat-

akibat menghancurkan dari memanjakan nafsu makan, minum, dan berpakaian, mengenai penggunaan berlebihan dari daya

hidup (vital force) yang mengakibatkan keadaan pasiennya seperti sekarang ini. Ia tidak akan memperburuk keadaan dengan

memberikan obat-obatan sehingga tubuh yang kelelahan menyerah, tetapi akan mengajar pasiennya bagaimana membentuk

kebiasaan-kebiasaan yang benar, dan menolong tubuh dalam pekejaan pemulihan dengan penggunaan yang bijaksana dari

penyembuhan sederhana dari tubuh sendiri.

Disemua lembaga kesehatan, haruslah menjadi proyek khusus pekerjaan memberikan pengajaran akan hukum-hukum kese-

hatan. Prinsip-prinsip reformasi kesehatan harus diberikan dengan seksama dan mendalam bagi semua, baik pasien maupun

para perawat. Pekerajaan ini menuntut dorongan moral; dimana banyak yang akan memperoleh keuntungan dari usaha terse-

but, tetapi yang lain akan merasa tersudut. Tetapi murid Yesus yang sejati, mereka yang jalan pikirannya sesuai dengan

pikiran Tuhan, pada saat mereka terus menerus belajar, merekapun akan mengajarkan, membawa akal budi dan pikiran

keatas, jauh dari kesalahan dunia.

Banyak prasangka yang menghambat pekabaran malaikat ketiga menjangkau hati orang, akan terangkat bila lebih banyak

perhatian diberikan kepada reformasi kesehatan. Bila orang tertarik kepada topik ini, sering jalan dibukakan bagi ma-

suknya kebenaran-kebenaran lain. Bila mereka melihat bahwa kita cerdas dalam hal kesehatan, mereka akan lebih

bersedia untuk percaya bahwa kitapun tahu akan doktrin-doktrin Alkitab.

Pekerjaaan Tuhan dibidang ini tidak mendapat perhatian yang semestinya, dan karena diabaikan telah banyak kehilangan.

Bila gereja memberikan perhatian yang lebih besar dalam reformasi kesehatan melalui mana Tuhan sendiri berusaha agar

umatNya pantas bagi kedatanganNya, pengaruh mereka akan lebih besar daripada yang sekarang ini. Tuhan telah berbicara

kepada umatNya, dan ia merancang agar mereka mendengar dan menurut suaranya. Walaupun reformasi kesehatan bukanlah

pekabaran malaikat ketiga, tetapi berhubungan erat. Mereka yang membawakan pekabaran malaikat ketiga harus juga men-

gajarkan reformasi kesehatan. Topik ini harus kita mengerti, untuk mempersiapkan kita bagi kejadian-kejadian dimuka kita,

dan harus menduduki tempat istimewa. Setan dan pengikut-pengikutnya berusaha menghambat pekerjaan reformasi ke-

sehatan, dan melakukan segala macam cara untuk menyusahkan dan membebani mereka yang sepenuh hati terlibat di-

dalamnya. Walaupun demikian jangan ada yang patah semangat, atau mundur dari usahanya karena hal itu. Nabi Yesaya

berbicara mengenai salah satu karakter Yesus: "Ia tidak akan gagal atau mundur, sampai ia menetapkan penghakiman atas

dunia." (Yesaya 42:4) Oleh karena itu jangan satupun pengikutnya berbicara mengenai kegagalan atau patah semangat, tetapi

ingat harga yang telah dibayar untuk menyelamatkan manusia agar tidak binasa, tetapi memperoleh hidup kekal. (* diterje-

mahkan secara bebas oleh : Hetty Simatupang)

Page 6

BALI COMMUNITY SERVICES


MUTIARA TINTA

BALI COMMUNITY SERVICES

JawabanNYA membuatku tersenyum….☺

(bacalah seolah-olah ini adalah pengalaman hidup anda)

Aku memang tak mengerti apa yang Tuhan pikirkan dan rencanakan untuk hidupku. Tapi memang aku berdoa

untuk segala sesuatu yang kurindu dan harapkan.

Walaupun aku kadang masih memakai usahaku dalam upaya mencapai segalanya, namun aku juga ingin bersa-

bar untuk sebuah jawaban dariNya.

Ketika aku merasa sebuah jawaban yang kuharapkan terlalu lama kudapatkan, aku menangis dan hampir ke-

cewa. Aku memulai dengan sebuah rencana baru bagi hidupku. Padahal yang lama belum tercapai dan itu se-

sungguhnya kubutuhkan.

Keangkuhan hidup memaksaku untuk memulai langkah baru tanpa menyelesaikan yang terdahulu.

Untunglah, sebelum aku benar-benar memutuskan untuk mengubah segalanya, jawaban telah kudapatkan dan

akhirnya aku berbahagia.

Perenungan…

Tuhan tak pernah menginginkan anak-anakNya menangis dalam menghadapi kehidupan. Tapi kalaupun se-

suatu telah membuat mereka meneteskan air mata, Tuhan siap menyeka dan mengeringkannya bukan hanya

sesaat tapi untuk seterusnya. Tuhan menghapus air mata kita bukan untuk tertumpah lagi, tapi agar kita dapat

mengganti tangisan itu dengan senyuman yang tidak pudar walau dalam keadaan apapun.

Ajakan,

Pernahkah kau merasa berada dalam sebuah penantian tak berujung, dan membuatmu sulit untuk melangkah

karena tidak tahu harus menuju ke mana?

Apakah kau percaya dengan jawaban yang tersedia bagi setiap pertanyaan, dan jalan keluar bagi setiap ma-

salah, juga kebahagiaan bagi setiap kesusahan?

Mengapa harus ragu, bila Tuhan pasti menepati janji?

Mengapa harus bingung, bila setiap pintu yang diketuk akan dibuka, setiap tangan yang meminta tidak dibiar-

kan pergi dengan hampa, bila setiap seruan tidak terhalau dari pendengaranNya?

Tersenyumlah karena jawabanNYA yang pasti dan tepat waktu.

Pengkhotbah 3 : 11, Tuhan memberkati.

Dibuat di : Denpasar, 4 November 2008,

Oleh : Lydia Maskati

Diasuh Oleh : Lydia Maskati

Email : mutiaratinta@balics.org

Page 7


M I S S I O N A R Y R E P O R T (Gianyar)

SIAPAKAH MEREKA ?

Dilaporkan oleh : Merry & Irene

Hari-hari dalam kehidupan pelayanan

yang kami jalankan tidak terasa telah

setahun berlalu. Pada bulan terakhir ini

begitu banyak hal yang saya pikirkan,

dan terlebih begitu berat meninggalkan

ladang pelayanan dan kelurga-keluarga

baru yang ada disana. Jika mengingat

awal kami datang, rasanya ingin cepat

pergi, tapi mengingatkan saat-saat beberapa

bulan sesudah kami mengenal

masyarakat dan sebaliknya masyarakat

mengenal kami seakan-akan kami ingin

tetap tinggal lebih lama lagi. Kami memang

sangat-sangat-sangat sedih meninggalkan

ladang kami yang ada di Kab.

Gianyar khususnya Desa Petak (Br. Madangan

Kelod, Br. Umah Anyar, Br. Bennyuh),

Desa Sumita (Br. Melayang) dan

beberapa teman-teman kami yang ada

di Kota Gianyar sendiri di mana disini

kami sempat mengadakan 12 kali pertemuan

KPA.

Kesempatan mengenal lebih dekat

masyarakat disini adalah sangat tidak

mudah bagi saya, saya hanya melihat

mereka sebagai penyembah berhala

yang sangat ortodoks yang sedang menjalankan

adat yang sia-sia. Awalnya

saya begitu fanatik saat mereka mengajak

untuk mengikuti ritual ibadah. Tapi

lama kelamaan saya berpikir, bagaimana

saya mengenal mereka jikalau

saya tidak mencoba melihat apa yang

sedang mereka lakukan, mengetahui

kepada siapa mereka menyembah dan

siapa yang sedang dipuja. Culture yang

ada di Kota Gianyar ini sangat berbeda

dengan Mission Field saya sebelumnya

dimana disana juga ditempatkan didaerah

99% bukan pemuja dewa secara

langsung. Tetapi saat saya dipulau Bali

ini menghadapi hal yang luar biasa

anehnya. Disini masih ditinggikan satu

hal yang namanya Kasta, Adat . Saat ini

kami juga agak bangga karena kami tinggal

di Daerah berkasta tinggi yaitu Kasta

Kesatrian dan Juga Cokordo walaupun

tempat observasi kami tidak berkasta.

Bedanya Kasta Masyarakat berkasta,

mereka sudah tanamkan turun temurun

sejak kecil bahwa mereka harus menjadi

orang yang lebih tinggi baik dalam hal

pendidikan, pekerjaan dll dari kasta

yang ada dibawah mereka, jika tidak

mereka akan mendapat kutuk dari leluhur

mereka dimana leluhur mereka

yang sudah diabenkan menjaga mereka

dari merejan (tempat penyembahan roh

-roh yang ada di Pura Keluarga) di

rumah masing-masing, Sedangkan yang

tidak berkasta mereka harus melakukan

yang baik terhadap siapa saja agar

mereka mendapat tempat yang layak

diakhirat dan pekerjaan yang layak

nantinya. Sehingga penerimaan masing

-masing kasta sangat berbeda. Bagi

kami ini merupakan satu kesempatan

bagaimana memberitahukan bahwa

manusia sama di mata Tuhan. Walaupun

demikian kami tidak berfokus dengan

hal tersebut karena kami tahu

bahwa Tuhan akan memberikan kami

solusi sebab ini pekerjaanNya. Selain itu

kami merasa beruntung juga kami boleh

tinggal ditempat berkasta sebab mereka

memiliki pendidikan yang tinggi sehingga

untuk berkomunikasi tidak susah

dan bahkan mereka memacu kami belajar

bahasa Inggris sebab disekitar kami

banyak yang bekerja sebagai Tour Guide

dan bukan saja dari segi orang tua, ini

berpengaruh juga dengan anak-anak

mereka yang agresif dan cerdas alami.

Karena mereka tahu kami datang sebagai

tenaga sukarela pengembangan

masyarakat dalam bidang Pendidikan,

khususnya memberikan Les Bahasa Inggris

gratis bagi anak SD dan SMP jadi jika

kami bertemu atau berkunjung kerumah

masyarakat kami diajak berbahasa Inggris

sama beberapa orang tua murid.

Awalnya agak syok karena orang yang

dihadapi tidak seperti yang dipikirkan,

sehingga ini pemicu dan kesempatan

saya harus belajar dan belajar. Tapi

lama kelamaan dengan belajar culture,

mengenal agama yang telah bersatu

dengan adat dan cara hidup mereka

akhirnya kami dapat diterima dengan

baik walaupun dalam waktu yang cukup

lama dalam penyusuain. Mengapa kami

katakan demikian karena awal kedatangan

kami membuat pertanyaan besar

bagi mereka? “Hari Gini koq masih ada

orang yang seperti ini”? dari Mana, dan

apa tujuannya, apa visi dan misinya?

Bukan berbau agama kan?” pertanyaan

ini yang selalu dilontarkan oleh

setiap masyarakat yang bertemu dengan

kami sampai -+6bln kami berada

diladang. Puji Tuhan semua telah berlalu

kecurigaan hilang dan kami boleh

bekerja seperti normalnya dalam hal

pendidikan.

Pelayanan Kami Di Desa

Bukan dengan kekuatan dan kepintaran

kami semuanya boleh berjalan

dengan baik dan normal. Memang

awalnya tanah Gianyar sangat susah

dibajak, namun saat ini senang rasanya

jika kami dapat meninggalkan pengajaran

tidak mudah mendapat kesempatan

seperti ini. Coba bayangkan +

5bln (bulan Agustus – Januari) kami

mengurus ijin. Kami mulai mungurus

dari Kantor Desa, namun desa mengatakan

harus urus ke Sekolah. Dari

sekolah ke LSM Kecamatan karena

kami dari yayasan. Akhirnya dari LSM

kami disuruh kerjasama dengan PKBM

(Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)

kecamatan sebab kegiatan seperti

yang kami laksanakan adalah di Bawah

PKBM, dan dari PKBM kecamatan kami

Page 8 BALI COMMUNITY SERVICES


di Suruh ke Incharge PKBM Banjar dan

dari sana karena dari pendidikan non

formal kami di over lagi ke UPTD Kecamatan

dan terakhir ke Kantor Kabupaten

Bidang transmigrasi & tenaga

Kerja dan jawaban apa yang kami dari

dapatkan dari semua usaha kami itu?

Hanya satu kata “SABAR”. Kami sabar

sampai-sampai saat itu M4B--ganti

nama menjadi BCS, memberi saran

dan menawarkan bagaimana jika memungkinkan

Apakah Gianyar boleh

berpindah lahan kerja ke Negara”?

kami tidak langsung menjawab, kami

berdoa bahkan berpuasa, dan Complained

dan bertanya sama Tuhan, apa

pekerjaan yang sudah kami mulai siasia

saja, mengapa awalnya kami

kegianyar dan diperkenalkan dengan

ladang kering, susah dibajak, ijin saja

susah padahal ini gratis dan juga pekerjaanMu?

Tuhan menjawab doa kami

pada bulan Februari 2010 ada per-

gantian kepala Sekolah di SD Negeri I

Petak dan oleh kepala sekolah yang

baru ini kami diIjinkan untuk mengajar

dengan tidak bertanya siapa, visi misi

dll. Karena sudah agak terlambat jadi

hanya Les (Kegiatan Ekstrakurikuler)

hari apa saja tergantung kami dan pada

hari sabtu kami diminta khusus untuk

mengisi jam ketrampilan bahasa untuk

kelas 4-6 SD selama dua jam sekolah

dengan tegas dan permohonan maaf

saya katakan hari sabtu saya tidak bisa

karena saya harus ke Gereja. Beliau

mengerti dan saat itu dia beri kesempatan

untuk memberikan les kepada

kelas 3 – 6 SD setiap hari Selasa, Rabu

BALI COMMUNITY SERVICES

dan Jumat dari pukul 14.00 – 16.00

WITA.

Dilain pihak pada bulan sebelumnya

kami sudah di panggil oleh masyarakat

desa Sumita yaitu desa tetangga untuk

mengajar dan memberikan les kepada

anak-anak mereka. Kabar tentang

kamipun sudah tersiar dan beberapa

dari banjar sekitar memanggil kami tapi

kami tetap fokus kedua tempat ini dengan

berpikir nanti saja jika datang yang

lain yang melanjutkan ladang kami

mereka akan melayani ditempat yang

belum dilayani tapi kami tetap datang

berkenalan dan bersosialisasi dengan

mereka seperti di Banjar Bennyuh dan

Banjar Umah Anyar.

Masyarakat di Desa Sumita ini ternyata

sangat serius dengan pendidikan,

antusiasnya sangat tinggi, ramah sehingga

anak-anak mereka walaupun

kehidupan perekonomian mereka jauh

dibandingkan dengan desa tempat

kami tinggal mereka sangat mendukung

pendidikan anak. Mengapa? Sebab

mereka juga ternyata kasta rendah.

Disini kami diterima seperti tamu

terhormat dan sangat menghargai kami

jika kami datang ke Desa ini kami tidak

makan dari rumah sebab disana, setiap

orang yang melihat kami memanggil

kami agar mampir dan harus mampir

dan disana mereka selalu menyiapkan

makanan dan disana juga ada satu keluarga

yang kami kenal pertama kali

sudah seperti orang tua kami. Jika

kami tidak ada beras, bahkan uang

bensin kami minta sama keluarga ini

dan setiap kami datang ada satu

senyum bahagia diwajah mereka.

Khususnya masyarakat didesa ini bukan

saja dalam hal menerima kami yang

sudah biasa dengan anak mereka tetapi

menerima teman-teman kami yang

kami bawa kedesa seperti temanteman

misionari lain dan juga teman

dari nusa dua dan teman dari gereja

pentakosta yang kami ajak juga kesana

mereka menerima seperti halnya tamu

terhormat buat mereka, begitu juga

dengan anak-anak dekat dan mau kenalan

secara wajar dengan tamu-tamu

yang kami bawa bergantian ke Desa

Sumita ini.

Karena keseriusan dan kemauan yang

tinggi dari orang tua sehingga pada

setiap bulan kami adakan pertemuan

rutin jika tidak ada acara adat dengan

orang tua murid dimana bertujuan agar

mereka sebagai orang tua mengetahui

sejauh mana kemampuan anak-anak

mereka dan apa yang perlu dibina.

Pada pertemuan orang tua bulan lalu

sempat diberikan seminar pendidikan

oleh Pdt. Kabanga mereka sangat bergembira.

Oleh karena kedekatan yang

sudah dijalin jadi setiap kami selesai

mengajar kami mempunyai kesempatan

2-3 berkunjung dan bercerita

dengan orang tua mereka dan kami

ikut melakukan kesibukan apa saja

yang mereka lakukan. Disinilah kami

mempunyai kesempatan untuk berkomunikasi

dengan masing-masing keluarga.

Metode lain yang kami lakukan

jika anak murid kami tidak datang kami

pergi dan lawat dan doakan. Jika membutuhkan

obat panas kami mencari ke

Apotik dan apa saja kebutuhan mereka

yang dapat kami jangkau dengan kantong

kami, kami berusaha penuhi.

Contohnya membutuhkan salap kudis,

gatal-gatal pusing dll, kami membantu

semampu kami.

Hasilnya saat kami sudah mau pulang

masyarakat di Desa Sumita khususnya

anak-anak didik membuat jadwal untuk

tidur dirumah mereka dan juga

makan disana walaupun kamar yang

ada hanya dua tapi mereka mau tidur

ramai-ramai dengan kami sebab waktu

sudah tidak sempat jika kami tidur

ketempat masing-masing anak mereka

buat jadwal agar siapa yang dekat boleh

tidur bergabung dirumah yang sudah

disiapkan buat kami. Bahkan

masyarakat menyarankan jika ada

pengganti kami tinggal saja desa

mereka dan sekretaris desa setempat

menawarkan rumahnya. Itu semua

adalah satu mujizat walaupun kami

berbeda bahasa, berbeda adat dan

Agama tapi tidak segan-segan menerima

kami tanpa satu pertanyaanpun.

Lebih prihatin lagi disana masyarakat

sudah sangat terbuka dengan kami,

dari kehidupan dan masalah-masalah

yang ada ditengah masyarakat sampai

masalah rahasiapun mereka meminta

solusi pada kami. Bukan saja dari

masyarakat biasa disana ada keluarga

militer. Setiap sakit bagi masyarakat

Bali paling bangga kedukun, tapi saat

ini sejak kenal kami setiap keluarga ini

sakit mereka menanggil kami walaupun

mereka sudah kedukun, dokter dll kami

harus datang melihat , biasanya jika

kami datang kami memberikan theraphy

kadang therapy uap atau refleksi.

Sejauh inilah pelayanan kami di Desa

Page 9


dan ditempat kami tinggal kami sedang

theraphy seorang ibu yang terkena

kanker dengan JUICE JERUK BALI.

Pelayanan Di Kota

Pada saat ini kami sedang fokus dengan

seorang tamu KPA yang sudah beberapa

kali hadir dan bahkan sudah

kami ajak kegereja. 15 tahun lalu dia

adalah seorang Kristen Betani sejati

tetapi sejak menikah dia berpindah

aliran mengikuti suaminya dimana

suami adalah orang pribumi dan anak

tunggal dari keluarga berkecukupan.

Sah dia telah menikah dan mengikuti

semua kegiatan ritual di agamanya

yang baru. Setiap melakukan yang terbaik

menurut dia hatinya semakin

tinggi rasa bersalahnya dan akhir dari

semua itu stress tinggi yang dirasakan

dan pada saat anaknya yang nomor

ketiga lahir dan mau di upacarakan dia

tidak ijinkan dia menangis dan semakin

hari dia merasa keluarga yang tadinya

begitu hangat menjadi seperti neraka

dan satu ketika dia nekad ingin pulang

sebab hati nurani tidak tenang melakukan

hal yang tidak di imani. Dia mengajak

anak bungsunya pergi sehingga

anak yang masih berumur 3 tahun ini

syok karena tidak mau dipisahkan dari

kakaknya sehingga dia menangis sampai

panas tinggi dan akhirnya step.

Tangan kanannya bengkok, membisu

sementara dimana sampai sekarang

berpengaruh sehingga sudah umur 5

tahun belum dapat berbicara dengan

jelas dan setiap ibunya mau pergi kemana

saja dia nangis, sangking traumanya

dan juga takut kehilangan ibunya.

Akan nyatakah kerinduannya?

Setiap ibu ini mengikuti acara rabu malam

dan bahkan kegereja dia mencari

1001 macam alasan untuk suami dan

juga bapak mertuanya. Begitu

besar kerinduannya untuk

kembali kejalan Tuhan

sehingga saat kami mencari

Ruko untuk kelanjutan

pekerjaan/peleyanan kedepan

dia mewarkan ruko dimana

tempat Loundry dan

Salonnya untuk disewakan.

Dengan alasan biar sementara

diadakan perbaktian

disana dia mempunyai alasan

menyiapkan tempat untuk

kegiatan.

Begitu besar pengorbanannya

salon dan lundry tempat dia

mencari nafkah dan hiburan dia agar

jauh dari hadapan mertuanya dimana

menurut dia sangat galak dia rela

hanya untuk Tuhan dan kerinduannya

berbakti begitu banyak temantemannya

memberi berbagai masukan

bahwa pendapatannya jika ditotal setahun

lebih banyak keuntungan dari uang

kontrakan yang dia terima. Tapi dia

yakin dan percaya bukan secara kebetulan

bertemu dengan kami dan juga

Tuhan tidak akan membiarkan

dia meskipun selama ini dia

berkhianat. Begitu Yakin dia

bahwa sudah saatnya. . . sehingga

dia mempunyai kerinduan

jika sudah ada kumpulan

di tempatnya dia akan memanggil

ibunya dari jawa kembali

lagi kebali dia katakan saat

bertemu dengan kami dia rasa

damai. Satu hal yang ibu ini

ungkapkan adalah keinginan

terbesarnya saat ini ia ingin

mendidik anak-anaknya mengenal

kebenaran sejati dan juga keluarganya

dan bahkan keluarga suaminya.

Di Luar Kabupaten Gianyar

Kabupaten Gianyar berdampingan dengan

Kabupaten Bangli. Selain melayani

seperti biasa ditempat masing-masing

ada satu kegiatan lagi yaitu melayani di

Lembaga Pemasyarakatan. Disana

kami memberikan pelajaran Alkitab

bagi napi yang beragama Kristen. Yang

menarik Kepala Lapasnya (Lembaga

Pemasyarakatan) adalah seorang

Kriste. Beliau baru saja dipindahkan

dari LP Cipinang Jakarta pada bulan

Juni lalu dan beliau ini aktif dalam mengikuti

setiap kegiatan Bimbingan Rohani

yang dilaksanakan di Lapas.

Ucapan terima kasih

Akhir kata saya ucapkan terima kasih

kepada seluruh pembaca atas kesediaannya

untuk membuat jurnal doa

pribadi buat bibit yang sudah disemeikan

diladang penginjilan dan juga

tolong doakan calon misionari pengganti

kami yang masih belum ada jawaban,

kami juga dari ladang gianyar

mengucapkan banyak terima kasih

kepada setiap jemaat yang sudah mendukung

kami dalam pelayanan baik

secara waktu, tenaga, materi dll

khususnya untuk BCS yang sudah

merekrut kami dimana telah memberikan

kesempatan kepada kami untuk

melayani walaupun pelayanan yang

kami lakukan belum sempurna seperti

yang diinginkan. Terlebih ucapan terima

kasih banyak kepada setiap keluarga-keluarga

yang selalu mendukung

kami, yang telah menjadi mentor

bagi kami setiap saat. Khususnya keluarga

Pdt. I. Kabanga, Kel. Bpk. Hery C,

Kel. Bpk. Herry Tanjung, Kel. Bpk. Venty

Musak, sdr. Dana dan Sdri Lyan, sdri

Ester, sdr. Lidia M dan yang menjadi

pos utama dalam setiap keperluan

kami adalah Kel. Ibu Endang Stelmach

dan Kel. Om David Piring dan setiap

keluarga yang sudah membantu kami

dalam memberikan support selama

kami melayani di Pulau bali ini yang

belum sempat kami sebut satu persatu.

Salommm, BCS tetap Jaya Sampai Tuhan

Yesus Datang!!! (*)

Page 10 BALI COMMUNITY SERVICES


KEGIATAN JEMAAT-JEMAAT DI BALI

OUTBOND GABUNGAN

HANG TUAH – KARANG ASEM

Beberapa waktu lalu Jemaat Hang Tuah mengadakan Perkemahan Pathfinder dan Retreat Jemaat di

kaki Gunung Agung, tepatnya di Mahagiri Resort, Karang Asem. Acara ini diadakan tentunya sebagai

pelatihan bagi Pathfinder Jemaat, namun selain itu juga sebagai media pembekalan bagi para ibu

yang memiliki anak-anak dibawah 5 tahun. Beberapa tahun belakangan, jemaat ini diberkati dengan

banyaknya anak-anak bayi yang baru dilahirkan, sehingga Majelis Jemaat memandang perlunya

diadakan Seminar Pendidikan Anak bagi para orang tua di jemaat. Akhirnya program tersebut dapat

diadakan dengan dirangkai dalam acara Perkemahan Pathfinder dan Retreat Jemaat.

Pemandangan alam yang eksotik disekeliling areal perkemahan menambah gairah persekutuan

Jemaat. Seminar Pendidikan Anak dengan judul “Dari Hati ke Hati” yang dibawakan oleh Pdt.

H.K. Kabanga adalah sebenarnya uraian tulisan hamba Tuhan, Mrs. Ellen G White dalam bukunya

Child Guidance (Mendidik dan Membimbing Anak). Gembala Jemaat meramu seminar tersebut dengan

jeda tanya jawab, bertukar pikiran atau bahkan curhat. Seminar diawali dengan pembahasan

bahwa anak-anak dapat dididik sejak masa bayi dan dilakukan berulang-ulang menurut kitab Ulangan

6:6-7. Berlanjut kepada pendidikan dari sisi kejiwaan seorang anak untuk menjadi penurut,

disiplin, dapat mengendalikan diri, sopan, manis budi, tidak pemarah, suka berdoa, dan hormat

kepada orang tua. Pembahasan ditutup dengan pembentukan sikap anak-anak dalam menghormati

Gereja sebagai Rumah Tuhan. Seminar pun diakhiri dengan komitmen dari seluruh jemaat untuk

bekerjasama mendidik calon-calon generasi kerajaan surga. Dengan bergandeng tangan, jemaat

menyanyikan lagu “If We Hold On Together” sebagai dorongan untuk tidak kenal lelah dalam mengasuh

anak-anak titipan Tuhan.

Yang menarik dari acara ini adalah, bergabungnya anak didik para Missionaris dari Karang

Asem untuk mengikuti Outbond bersama Jemaat Hang Tuah. Menuruni lembah, menyeberangi sungai,

mendaki bukit menjadi tantangan mereka dalam perjalanan. Serius, santai, tegang atau ceria

menghiasi wajah para peserta. Sepulang dari Outbond, ramah tamah bersama telah disiapkan: “all

you can eat.” Berenang di kolam renang resort dan games di halaman perkemahan menambah

maraknya suasana. Saling menceburkan teman ke dalam kolam renang menjadi kebahagiaan yang

populer dalam sehari. Tak terkecuali, Pendeta jemaat diceburkan oleh anggota-anggotanya.

Outbond Gabungan antara Jemaat Hang Tuah dan anak didik Missionaris di Karang Asem ini

bertujuan untuk memulai hubungan sosial masyarakat yang tak terpisah dengan budaya atau

agama. Namun juga memiliki misi untuk dapat memenangkan jiwa-jiwa bagi kerajaan surga, yang

dimulai dengan persahabatan. Seluruh rangkaian acara saat itu diakhiri dengan pembagian bingkisan

hadiah oleh Theo dan Kezia Tampung yang merayakan hari ulang tahun mereka sebagai bagian

dari acara jemaat. Anak-anak Jemaat belajar bagaimana memberi, dan anak-anak yang belum seiman

belajar bagaimana membuka diri kepada persahabatan yang tak dibatasi. Kiranya Tuhan

memberkati. (*)

BALI COMMUNITY SERVICES

Dilaporkan oleh : Dept. Komunikasi Jemaat

Page 11


KEGIATAN JEMAAT-JEMAAT DI BALI

IDENTITY in JESUS

Nusa Dua Youth Caregroup goes to PAP Malang…

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu Perkemahan Alkitab

Pemuda (PAP) yang diadakan tanggal 9 – 11 Juli 2010, di Jemaat

Dieng Malang. Anggota yang berangkat berjumlah 14 orang,

dengan menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam.

Di awali dengan pendaftaran ulang dan acara pembukaan dimulai

jam 18:00wib dengan pembicara Pdt Leo Mamentu selaku Direktur

Pemuda KJKT. PAP tahun ini mengambil tema Identity In Jesus

dengan pembicara yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani

Tuhan dengan sukarela, yaitu Pastor Sam Braga dari “Cannot be

Hidden Ministry - Australia.”

Mengetahui Identitas kita adalah sangatlah penting, kepada siapakah

kita melihat diri kita? Ada 2 cara Alkitab menunjukkan identitas

kita, dengan cara Allah atau dengan cara Setan. Dengan cara

Allah kita harus mengetahui dari mana kita berasal, dengan melihat

silsilah maka kita akan tahu siapa kita sebenarnya. Dalam

Matius 1: 2-6, 15, 16 kita dapat mengetahui darimana Yesus berasal,

dari silsilah-Nya, Yesus adalah Juruselamat yang sudah dinubuatkan.

Identitas kita didasari darimana kita berasal , Lukas 3: 38 identitas

didapat dari suatu hubungan, dan kita semua adalah anak Allah.

Tetapi cara Setan sangat berbeda, Yehezkiel 28 : 11-14, Setan

menggunakan posisinya, kecantikannya, dan kebijaksanaannya

untuk dapat mendapat identitasnya, dia mau keluar dari identitasnya

yang lama untuk mendapatkan identitas yang baru dengan

usahanya sendiri. Dan inilah inti dari Kerajaan Setan yaitu kedudukan

yang terbaik. Banyak orang telah ditulari oleh setan, Kejadian

3: 4-6—Adam dan Hawa yang adalah anak Allah, dicobai setan

agar dapat mengubah identitasnya yang semula. Dan hawapun

tertipu. Dia melakukan sesuatu dengan memakan buah itu untuk

dapat membuktikan identitasnya. Jika manusia ingin membuktikan

identitasnya dengan perbuatannya maka ia mengambil cara

setan.

Ada banyak orang-orang Advent yang ingin membuktikan identitasnya

dengan usahanya, keinginan untuk menjadi lebih tinggi,

dihormati, menjadi yang utama dan nomor satu adalah cara kerajaan

setan untuk menunjukkan identitasnya….bukan cara kerajaan

Tuhan yang rendah hati.

Banyak hal yang sangat penting yang kami dapatkan selama di

PAP, apabila sahabat-sahabat sekalian rindu untuk mendengar

seminar dari Pastor Sam Braga, anda dapat menghubungi redaksi

untuk mendapat CD audionya.

Sahabat-sahabat tumbuh di youth caregrup, sangat merasakan

berkat kebenaran itu, ada banyak pergumulan di dalam hati yang

terjawab dengan pasti melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana

yang di sampaikan oleh pembicara.

Dan banyak diantara kami disadarkan bahwa kami walaupun sudah

menjadi umat advent, melayani di gereja, namun masih mengikuti

cara-cara dari kerajaan setan. Kita harus waspada sampai

Tuhan datang, biarlah kita matikan keinginan daging kita, seperti

halnya orang mati yang tidak tahu apa-apa, yang tidak ingin apaapa,

tidak merasa apa-apa, biarlah keinginan Yesus yang boleh

menggantikannya setiap saat… (*Dept. Komunikasi)

Page 12 BALI COMMUNITY SERVICES


SOSIALISASI BCS DI KANTOR

KONFERENS JAWA KAWASAN TIMUR

Dilaporkan oleh Pdt. H.K. Kabanga

Oleh pertolongan Tuhan, Bali Community Services (BCS) telah mengadakan sosialisasi di kantor GMAHK Konferens Jawa Kawasan

Timur (KJKT). Kantor ini terletak di kota Surabaya, tepatnya Jl. Teluk Kumai no. 2 Tanjung Perak. Kantor ini sendiri bersifat

‘sementara’ karena menunggu pembangunan Kantor Konferens yang sedang berjalan, yang bertempat di jalan Tanjung Anom

no.5. Setelah melewati konsolidasi dan koordinasi, maka dirasakan perlunya mengadakan sosialisasi ini kepada Staf dan pegawai

Konferens, bahkan juga seluruh pengerja, Pendeta dan PS se-Jawa Kawasan Timur. Berlandaskan niat baik, maka rantai

komunikasi kedua organisasi ini dapat dijalin erat. Sebagai Supporting Ministry BCS selalu mau menjalin kerjasama dengan

siapa saja, terlebih organisasi GMAHK se-dunia, demi pekerjaan pelayanan menarik jiwa-jiwa bagi kerajaan Surga.

Tentunya masing-masing organisasi memiliki kesibukan yang sangat padat dalam setiap program dan pelayanan. Namun

karena itu maka kerjasama dijalin agar dapat saling bahu membahu dalam menyelesaikan pekerjaan Tuhan tanpa kepentingan-kepentingan

tertentu. Kepentingan yang paling utama adalah menyiapkan setiap umat manusia untuk menanti kedatangan

Mesias yang kedua kali.

Bertempat di gedung GMAHK Jemaat Tanjung Perak, maka saya, Pdt. H.K. Kabanga (sebagai reporter), Ibu Endang (Executive

Director) dan Pdt. Ranap Situmeang (Dir. Dept. PELMAS) silih berganti memberikan pembahasan dan penjelasan. Saat itu bersamaan

dengan pertemuan rutin bulanan para pengerja, Pendeta dan PS se-Konferens yang bila ditotal seluruhnya, kurang

lebih 60 orang. Yang menarik juga saat itu adalah dibukanya ruang tanya jawab yang dipimpin oleh Pdt. R. Situmeang. Tentunya

ada pertanyaan-pertanyaan yang masuk seputar organisasi, administrasi, dan bahkan tips-tips memulai kegiatan Community

Services (Pelayanan Masyarakat). Acara pun berjalan dengan sangat baik. Pertanyaan -pertanyaan terakomodir, dan

penjelasan-penjelasan terpaparkan dengan gamblang.

Akhirnya, melalui perwakilannya masing-masing, BCS dan KJKT saling mengucapkan terima kasih untuk kerjasama yang sudah

terjalin, sedang terjalin dan akan terjalin. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan ini dan Yesus segera datang. Immanuel. (*)

BALI COMMUNITY SERVICES

Page 13


KESEHATAN

PENGOBATAN ALAMI UNTUK PENYAKIT ASMA

Disusun oleh : Endang Stelmach; Nara Sumber : Dr. R. A. Nainggolan, Setiadi R. dan B. Sarwono

Asma adalah alergi akibat reaksi tubuh terhadap suatu zat. Penyebab lain adalah adanya infeksi pada alat pernafasan. Penderita

asma biasanya sukar bernafas karena adanya lender-lendir di dalam tenggorokan, yang ada karena adanya makanan roti

putih, keju, mentega, telur dan susu yang masuk ke dalam tubuh. Lendir-lendir inilah yang membuat pernafsan tersumbat sehingga

si penderita sensitive terhadap sesuatu zat (alergi).

Jus terapi:

� Pagi : Wortel 1 gelas, Bayam ½ gelas

� Siang : Jeruk lemon 1 gelas, Radish 2 buah ditumbuk diambil sarinya.

� Sore : Wortel 1 gelas, Celery ½ gelas

� Malam : Wortel 1 gelas, Lobak ¼ gelas, Radish ⅓ gelas, Selada air ¼ gelas

Bawang merah:

� Bawang merah 2 siung

� Buah cermai 6 buah

� Akar kara ¼ - ½ genggam

� Lengkeng kupas 8 buah

� Semua bahan tersebut dicuci bersih, direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusan tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin

disaring, ditambah gula secukupnya, lalu diminum 2 x sehari @ ¾ gelas.

Bawang putih:

� Bawang putih kupas 10 siung, dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, lalu direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusan

tinggal ¾ bagian. Setelah dingin disaring, ramuan dicampur 1 sdm madu sebelum diminum. Minumnya 3 x sehari

@ ½ gelas.

Jahe:

� Jahe 15 gram, biji bunga matahari 30 – 60 gram, kedua bahan dicuci bersih, lalu direbus dengan 500 cc air sampai air

rebusan tersisa 250 cc. Setelah agak dingin disaring, air rebusan diminum secara teratur.

Temulawak

� Temulawak 1 ½ rimpang, dicuci bersih, dikupas dan diiris-iris seperlunya. Rebus bahan dengan 5 gelas air setelah ditambah

gula aren secukupnya. Ketika air rebusan tinggal sepauh, rebusan diangkat. Tunggu sampai hangat, setelah itu

disaring dan diminum. Ramuan diminum 3 x sehari.

Page 14 BALI COMMUNITY SERVICES


Pekabaran kesehatan kembali dinikmati oleh GMAHK se-Bali. Seminar kesehatan yang mengambil tema GOD’S HEALING WAY

ini dibawakan oleh Ibu Liong Pit Lin dari CMC (Chinese Ministry Center) Jakarta. Acara gabungan se-bali ini diadakan di jemaat

Hang Tuah pada sabat sore tanggal 31 Juli 2010. Respon yang baik pun diberikan oleh seluruh anggota jemaat.

Seminar diawali dengan kesaksian pribadi dari pembicara yaitu mantan penderita kanker payudara, kanker rahim, dan kanker

tulang belakang stadium lanjut yang disembuhkan dan dipulihkan Tuhan melalui POLA HIDUP SEHAT. Menjalani opname

selama 2 tahun di rumah sakit merupakan hal yang sangat berat, ditambah lagi dengan rasa sakit yang luar biasa karena

penyakit tersebut. Tetapi oleh karena pengenalannya akan Tuhan Yesus, ia selalu ingat akan janji Tuhan dalam firman-Nya,

yaitu Yesaya 41:10 “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan

meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa

kemenangan.” Ayat inilah yang menjadi kekuatannya untuk berjuang dalam penderitaan fisiknya.

Acara seminar dilanjutkan keesokan hari bagi semua kalangan di FAVE Hotel, dengan tema PENYAKIT DAN PENYEMBUHAN

TANPA OBAT. Membahas penyakit akibat gaya hidup seperti Kanker, Jantung, dan Diabetes. Peserta yang hadir berjumlah 150

orang dengan latar belakang agama dan kepercayaan yang beranekaragam, Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, dan aliran

kepercayaan lainnya. Semangat untuk mau hidup lebih sehat ditunjukkan para peserta dengan tetap mengikuti seminar

sampai selesai, bertanya dan pendaftaran ulang untuk konsultasi kesehatan dan cooking class.

Acara yang diselenggarakan oleh Club Sehat Bali dan GMAHK Nusa Dua ini diharapkan dapat dapat menjangkau hati sahabatsahabat

dari agama dan kepercayaan yang lain dan mengingatkan kembali anggota GMAHK se-Bali untuk tetap hidup sehat

sesuai dengan rencana Tuhan melalui pekabaran reformasi kesehatan. Warisan yang tidak hanya sebagai pajangan dan

dilupakan tetapi dipraktekkan dalam kehidupan sambil menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali.

Tuhan sedang menuntun umat-Nya langkah demi langkah untuk kembali kepada rencana-Nya semula agar manusia

bergantung pada produk alami di bumi ini. Perubahan yang pasti sangat diperlukan. Sudah tiba waktunya bagi kita untuk

merendahkan hati yang sombong dan angkuh, dan mencari Tuhan sementara Dia masih dapat ditemukan. Sebagai satu umat,

kita perlu merendahkan hati dihadapan Allah. Tuhan sedang memanggil kita untuk memasuki barisan. Hari sudah senja,

malam sudah dekat. (* Redaksi)

BALI COMMUNITY SERVICES

“Gods Healing Way”

Page 15


RUBRIK BCS CLUB

� Bobby Lalamentik

� Dipa Manangi

� Endang Stelmach

� Evelin Sitompul

� Felicia Prawira

� Franklin Sitompul

� Giyani

� Grace Conie Fransisca

� Henny Vonika

� Isaac Wairata

� Jacky Anwar

� Jefri Antonius

� Joan Seleky

� Johnson A T

Anggota Club BCS Terkini

� Kel. Petronius Saragih

� Kel. Ariyono

� Kel. Budi Sukamto

� Kel. L. Simbolon

� Kel. Markus

� Kel. Pdt. Budi Solichin

� Kel. Wida Wiggers

� Kimberly Sitanggang

� Lidia Sandra

� Michael Ngantung

� Mika Seleky

� Mildrid Kabanga

� Nessardo Sijabat

� Nethanael Kumontoy

Kirimkan komitmen Pribadi/Keluarga/Jemaat anda untuk “Bali Community Services” melalui:

Ida Bagus Swardana 0856 372 6184

Joan Seleky 0361 808 3972

Lineke Djimesha 0818 542 125

Bagi saudara yang mengirimkan donasi melalui Transfer ATM, mohon di informasikan kepada

nama-nama tersebut diatas agar kami dapat mengirimkan kwitansi serta Newsletter Bali

Community Services

M I S S I O N A R Y R E P O R T (Karangasem)

� Ni Kt Marniasih (Kasih)

� Ni Nengah Nistriani

� Ni Nym Reni Kusuma

� Pdt. H.K. Kabanga

� Putu Sukerni

� Reny Frank

� Riska Nababan

� Robert Sijabat

� Sari Iskawari

� Taylor Magnolia

� Tono

� Tony Seleky

� Vence Teesen

� Willy Rompis

Terima kasih atas kesetiaan seluruh

anggota Club dalam memenuhi komitmennya.

Bilamana ada kesalahan

penulisan nama, atau nama anda

belum tercantum, mohon untuk dapat

diberitahukqn kepada kami sehingga

kami dapat memperbaiki pada edisi

berikut, Terima kasih.

MENENGOK BEBERAPA WILAYAH TERPENCIL DI KABUPATEN BULELENG

Dilaporkan oleh : Fhian Alpriadi

Pagi itu kami para

Missionaris mengawali

hari seperti biasanya,yaitu

Doa Pagi

bersama pada pkl.

04:30. Kami adalah

para Missionaris yang

segera akan mengakhiri

pelayanan di

Bali setelah melewati

1 tahun memori ‘asyik-asyik menegangkan’

dalam pelayanan.

Bersama dengan Pdt.Budi.Solichin

kami berangkat dari Denpasar menuju Ke Desa

Tigawasa melawati Bedugul. Tanpa terasa

kami sudah mengadakan perjalanan 3 jam dan

dengan penuh perjuangan yang tinggi kami

menelusuri bukit. Karena tergesa-gesa Pdt

Budi dan Sdri Meri sempat jatuh tergelincir.

Namun semuanya baik saja, dan tidak ada hal

yang perlu dikhawatiran.

Ini adalah kunjungan kami yang

pertama menelusuri pedalaman Desa Tiga-

wasa. Kami masuk ke wilayah-wilayah yang

ternyata dulunya sudah pernah dilayani oleh

Penginjil namun kini sudah tidak ada lagi Penginjil

disana dan membutuhkan pelayanan

kembali. Banyak hal yang saya dapatkan

setelah mengunjungi desa ini, diantaranya Kel.

Pak Drake yang sudah lama tidak dilayani

dalam Pendalaman Alkitab.

Dari desa Tigawasa kami melanjutkan

perjalanan menuju satu daerah lagi yaitu

Bontihing, dimana di Desa ini ada satu Bangunan

Milik Advent, tapi sayangnya bangunan

ini masih bermasalah. Dalam kunjungan ini

kami tidak menemukan keluarga yang menjaga

bangunan tersebut, sehingga bangunan

itu tampak lengang dan kosong.

Dari Bontihing kami pun melanjutkan

perjalanan menuju Desa Tunjung, dengan jarak

yang kami tempuh kurang lebih 45 Menit

menanjak bukit-bukit. Disana kami mendapatkan

satu keluarga Advent, dimana kepala

rumah tangga ini terbaring sakit. Kamipun

mendoakan keluarga ini. Setelah berdoa kami

pamitan dan melanjutkan perjalanan menuju

ke gereja di Singaraja. Di gereja inilah kami

mengakhiri kunjungan pelayanan mengelilingi

beberapa wilayah terpencil di Kabupaten

Buleleng. Dalam kunjungan pelayanan ini

banyak hal yang kami temukan mengenai

Ketulusan Pelayanan.

Daerah ini sangat membutuhkan

Penginjil atau Missionaris. Mari kita bangkitkan

kerohanian orang-orang yang ada di desa

ini dimana banyak jiwa-jiwa yang sebenarnya

sudah menerima Yesus secara baptisan, namun

karna tidak ada pelayanan yang memadai,

maka jiwa –jiwa ini hilang kembali. Mari kita

saling bergandengan tangan dalam merangkul

jiwa-jiwa ini kembali kepada Yesus. Amin

Page 16 BALI COMMUNITY SERVICES

Similar magazines