Mendaki Gunung-Gunung Weekend

mountainmag.files.wordpress.com

Mendaki Gunung-Gunung Weekend

01/2011

Mendaki

Gunung-Gunung

Weekend

TIDAK PERLU CUTI UNTUK BISA MENDAKI

Keeksotisan Sabana

Pesona 7 Puncak Merbabu

Melintasi Surga Tersembunyi

Catatan Perjalanan Gunung Lawu

Tips dan Trik

Mengepak Ransel

Hindari Tersesat


Salam Mountaineer.

Dewasa ini pendakian gunung semakin mendapat

tempat. Jika beberapa dekade lalu pendakian gunung

hanya dilakukan klub pendaki gunung dan pecinta

alam di sekolah, kampus, dan organisasi umum, saat

ini pendakian gunung sudah digemari berbagai lapisan

masyarakat dari berbagai strata sosial.

Sayangnya perkembangan ini tidak diiringi dengan jumlah

media yang menginformasikannya. Untuk mengakomodir

kebutuhan informasi kegiatan pendakian gunung

di Indonesia, kami mengusung Mountain Magazine atau

MountMag ke khalayak di Indonesia, dengan harapan

kegiatan pendakian gunung makin berkembang.

Kami mengemasnya dalam format e-magazine karena

pertimbangan ekonomis,. Kami optimistis dengan

format e-magazine yang bisa diunduh gratis, majalah ini

akan berkembang sesuai harapan.

Sejalan dengan nama majalah ini, kami memang mengkhususkan

membahas dan mengupas hal berkaitan

pendakian gunung atau mountaineering, baik berupa

artikel perjalanan, perkembangan peralatan, serta tak

lupa data-data jalur pendakian gunung.

Untuk edisi pertama, Laporan Utama kami mengenalkan

gunung-gunung weekend, yaitu gunung yang bisa

CONTENTS

6

LIPUTAN UTAMA

Gunung-gunung Weekend

Sebenarnya tanpa harus

mengambil cuti atau mencari

libur panjang, Anda masih dapat

mendaki gunung.

BY HARLEY B SASTHA

3 MoUNTAIN News

Kopassus Gelar Ekspedisi Bukit Barisan / Remaja

Putri Inggris Incar Everest / Pendaki Selamat

Setelah Terjatuh 300 Meter

4 PrevIew & revIew GeArs

MSR Dromedary / Tenda

Nemo Morpho

BY HENDRI AGUSTIN

15 INfo JALUr

Keeksotisan Sabana

Pesona jalur Thekelan menuju

tujuh puncak Merbabu

BY HARLEY B SASTHA

2 MountMag 01 2011

dari REDAKSI

didaki pada akhir pekan, sehingga para pendaki yang

terbentur masalah waktu tetap bisa menikmati kegiatannya.

Dengan komposisi tim yang solid dan berlatar belakang

penggiat mountaineering serta memiliki visi yang sama

untuk kemajuan moutaineering di Indonesia, kami

berharap MountMag mendapat tempat di hati para

pembaca.

Alamatkan kritik dan saran ke mountmag@gmail.com

Kami membuka kesempatan untuk teman-teman satu

visi untuk bergabung di dalam tim MountMag.

Selamat membaca.

TIM REDAKSI

Hendri Agustin

Harley B Sastha

Suwasti Dewi

M Anwar S

19 fIGUr

Don Hasman

Seorang senior dalam dunia

pendakian Tanah Air. Piawai

pula dalam bidang fotografi.

BY HENDRI AGUSTIN

21 CATATAN PerJALANAN

Melintasi Surga Tersembunyi

Nikmati sensasi tersendiri

jika mendaki Lawu via Candi

Cetho

BY HARLEY B SASTHA

25 exPedITIoN sTory

Mendaki Cholatse, Memulihkan Asa

Sekelompok pendaki ternama ikut ambil bagian

di kamp pengobatan katarak di Nepal

29 TIPs & TrIk

Hal Penting saat Packing Ransel / Hindari

Tersesat di Gunung / Tips Bersihkan Hydration

Pack / Tips Mendirikan Tenda saat Badai

MOUNTMAG MARET 2011, NOMOR 01

FOTO kOvER by HENdRi AGUsTiN


vCSTar COm

remaja Putri Incar everest

Briana Faulstich memiliki citacita

besar. Dia

ingin menjadi

perempuan

termuda

Amerika Serikat

yang mencapai

puncak

Gunung Everest

tahun ini.

Pengalamannya

cukup

banyak. Remaja 17 tahun yang

tinggal di Ojai ini pernah mendaki

puncak tertinggi di Afrika yakni

Kilimanjaro dua tahun lalu. Dia juga

pernah mencapai beberapa puncak

di Ekuador.

Sebagai persiapan, Faulstich

mendaki Aconcagua di Amerika

Selatan. Dia juga mendaki Gunung

Whitney di kawasan California.

Untuk mencapai cita-citanya itu,

siswi SMU El Camino di Ventura itu

sengaja cuti sekolah.

Ekspedisinya juga bertujuan amal.

Dia akan mengumpulkan US$20

ribu untuk yayasan amal di daerahnya

serta Team Fox yang meneliti

penyakit Parkinson. (Vcstar com/

war)

Adam Potter termasuk pendaki

beruntung. Sabtu (29/1), dia terjatuh

ketika mendaki gunung di

kawasan Highlands di Inggris.

Namun ajaibnya dia selamat tanpa

mengalami luka serius.

Pria ini terjatuh 300 meter dari

lereng Sgurr Choinnich Mor yang

curam. Setelah terjungkal melewati

lereng yang penuh batu, tubuhnya

terhempas ke tumpukan salju tebal.

Setelah itu dia masih terjungkal tiga

kali lagi, sampai-sampai peralatan

pendakiannya berserakan.

Dia baru berhenti terguling-guling

pada ketinggian 800m. Wajahnya

luka dan cedera pun dialaminya di

punggung dan pundak.

Sempat pingsan sebentar, Potter

masih bisa bangun dan mengumpulkan

peralatannya. Dia lalu membuka

peta dan menyaksikan helikopter

Angkatan Laut Inggris berputar di

dekat lokasinya sebelum kemudian

MOUNTAINEERING news

eksPedIsI BUkIT BArIsAN 2011 dIGeLAr

Ekspedisi berkekuatan total 706 orang tersebut untuk mengumpulkan

data mengenai sumber kekayaan alam di Tanah Air

Komando Pasukan Khusus

TNI Angkatan Darat (Kopassus)

menggelar Ekspedisi

Bukit Barisan untuk mendata

serta menganalisa keberadaan

dan kondisi sumber daya alam

Indonesia dari Sabang hingga

Merauke.

“Karenanya, dalam ekspedisi

itu akan dilakukan penjelajahan,

penelitian dan pendataan

tentang kondisi hutan, potensi

kekayaan alam, dan kemungkinan

potensi bencana alam yang ada di Pegunungan Bukit Barisan,”

kata Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Lodewijk Freidrick saat

peluncuran ekspedisi di Situlembang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Wadan Kopassus, Brigjen TNI

Agus Sutomo, ia mengatakan, ekspedisi itu melibatkan sejumlah tenaga

ahli, Wanadri, kelompok pecinta alam dan perguruan tinggi seperti ITB,

UI, UGM, UNPAD, IPB, UNJ dan Undip dengan kekuatan 706 orang.

Ia menambahkan, ekspedisi dilakukan dengan penjelajahan dan penelitian

di Gunung Leuser di Aceh, Sinabung di Sumatera Utara, Singgalang

di Sumatera Barat, Kerinci di Jambi, Seublat di Bengkulu, Dempo di

Sumatera Selatan dan Gunung Tanggamus di Lampung.

“Ekspedisi terbagi dalam beberapa tim dengan sasaran gunung masingmasing.

Tim memulai penjelajahan dan penelitiannya pada minggu terakhir

Februari sampai dengan Agustus 2011,” katanya. (Antara/war)

Pendaki Jatuh 300 Meter Namun selamat

terbang menjauh. Awak helikopter

tidak mengira bahwa Potter adalah

pendaki

yang

sedang

mereka

cari.

Soalnya

jarang

pendaki

yang selamat

jika

terjatuh

300

meter.

“Saya beruntung bisa selamat

terjatuh dari tiga tebing sekaligus,”

kata Potter kepada The Guardian,

Inggris, yang menemuinya di rumah

sakit di Glasgow.

Potter, 35, yang bekerja sebagai

pengelola tempat penampungan

sampah di Glasgow, adalah pendaki

berpengalaman. Ketika dulu ting-

gal di Sheffield, dia pernah mendaki

puncak-puncak di Inggris dan

Himalaya.

Jadi pendakian Sabtu itu bersama

kekasihnya Kate Berry, 30, dan dua

rekan lainnya ke Sgurr Choinnich

Mor, sebuah pegunungan terjal

berketinggian 1.094m seharusnya

bukan hal luar biasa. Udara juga

cerah dan lapisan salju di lereng

gunung juga terlihat mudah dilalui.

“Waktu itu kami sedang di lereng.

Usai memasang crampon, saya

berusaha mencapai sebuah batu

yang jaraknya lima meter. Tapi baru

saja berjalan, saya terpeleset dan

terjatuh,” kata Potter.

Menurut data, terdapat 27 insiden

fatal dari pendaki yang jatuh di pegunungan

Skotlandia pada 2009.

Potter sendiri tidak kapok. Setelah

peristiwa itu, dia malah berniat

mendaki pegunungan lainnya yakni

Everest. (The Guardian/Foto News.

com.au/war)

01 2011 MountMag 3

kOpaSSuS.mil.id


preview & review GEARS

NeMo MorPho

Tenda Berteknologi Baru

Tanpa tiang aluminium atau fiber. Fungsi tiang diganti

oleh ruang udara bertekanan

BY HENDRI AGUSTIN

UNTUK MENDIRIKAN SEBUAH TENDA dibutuhkan

tiang penyangga. Dulu, konstruksi tenda hanya berbentuk

prisma atau segitiga. Kemudian muncul konstruksi

kubah atau dome yang memunyai beberapa tiang rangka

dari fiber dan aluminium. Hingga sekarang teknologi

ini terus dipakai dengan mengembangkan tiang yang

semakin ringan namun kuat.

Nemo Morpho adalah tenda dengan teknologi baru.

Tenda keluaran merek NEMO ini memunyai konstruksi

AST (Air Supported Technology), yaitu teknologi yang

menggunakan udara sebagai tiang atau rangka.

Bagian-bagian rangka pada tenda ini diganti oleh ruang

yang diisi udara bertekanan (Airbeam) seperti kerja dari

ban mobil atau bola basket. Teknologi ini juga dipakai

di pakaian antariksa hingga ke konstruksi gedung Millenium

Arches di Stockholm.

Dengan sistem AST, proses set up tenda Morpho jadi

lebih cepat dan sederhana, hanya dengan memompa

udara ke ruang tiangnya (Airbeam) hingga pada te-

4 MountMag 01 2011

kanan udara yang dibutuhkan untuk tenda berdiri. Jika

hujan pun anda bisa memompa dari dalam tenda saat

mendirikannya, tanpa perlu basah kuyup.

Dengan keringkasan dan ukuran packing yang tidak

memakan tempat membuat tenda ini layak dipertimbangkan.

Di situs resmi Nemo, tenda ini dibandrol

US$429.95. Untuk keperluan memompa Airbeam,

Nemo memiliki dua pompa yaitu Nemoid Foot Pump

yaitu pompa yang dioperasikan dengan kaki dan Integrated

Pump yaitu pompa tangan. Untuk tenda tipe

Morpho ini Nemo memberikan Nemoid Foot Pump

dalam bundle paketnya. •

Nemo Morpho berkapasitas satu dan dua orang.

spesifikasi tenda dua orang:

Berat minimum : 2.3 kg

Berat keseluruhan packing : 2.5kg

Sistem rangka: AST dua Airbeam (dua tiang udara)

diameter 3.5 inci

Luas lantai : 264 x 163 cm

Tinggi interior : 107 cm

Luas vestibule/beranda area : 1.3 sq m

Ukuran packingan : 36 x 18 cm

Bahan tenda : 40 D Osmo waterproof/breathable.

Bahan flysheet/vestibule : 30 D PU Nylon

Full seal dengan seam tape waterproof.

NEmOEquipmENT COm


Msr droMedAry BAG

Wadah Air Ringkas

Praktis untuk wadah penyimpan air.

Ringan dan tahan bocor

BY HENDRI AGUSTIN

KEBUTUHAN WADAH penyimpan dan

pembawa air diperlukan oleh penggiat

alam bebas karena tidak semua gunung

memunyai sumber air. Wadah penyimpan

air yang dapat diandalkan merupakan

kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.

Pendaki biasanya membawa jerigen untuk

menyimpan air. Namun ada beberapa

problem wadah berbentuk jerigen ini,

yaitu kadang tutupnya bocor disebabkan

karena tidak memunyai seal karet yang

bisa menutup rapat. Kelemahan lainnya

adalah memakan tempat di dalam ransel.

MSR, produsen peralatan kegiatan alam

bebas dari Amerika Serikat telah memproduksi

wadah air yang kuat, efisien

dan praktis. Mereka menyebut produk

ini Dromedary Bag, wadah penyimpan

air yang bisa dilipat saat kosong sehingga

mengoptimalkan efisiensi packing. Desainnya

yang kompak akan memudahkan

dalam mengatasi kerumitan mengisi,

membawa dan menuangkan air di saat

pendakian.

Wadah penyimpanan air ini dirancang

mampu menyimpan air dengan ambang

temperature dari titik beku hingga mendidih.

Berbahan konstruksi Condura yang

tahan abrasi sehingga membuat Dromedary

tahan terhadap petualangan yang

keras. Dilengkapi webbing kecil di pinggirannya

untuk memudahkan dalam membawanya

saat selesai mengisi air.

Saat melakukan test pemakaian terhadap

produk wadah air ini, Mountain Magazine mengisi penuh

dan kemudian memasukkannya ke ransel. Kemudian di

bagian atasnya dipenuhi dengan perlengkapan lainnya dan

menutup rapat ransel.

Hasilnya mengagumkan sekali. Meskipun terjepit di antara

perlengkapan lainnya dalam ransel yang dipacking rapat,

tidak membuat Dromedary Bag bocor, baik di bagian

tutupnya ataupun badannya.

Selain dimasukkan ke dalam ransel, wadah air ini juga bisa

digantungkan di luar ransel dengan memanfaatkan tali

webbing kecilnya yang disangkutkan pada ransel.

Produk ini bisa dibeli secara online. •

SPESIFIKASI:

-Bahan dari Condura tahan abrasi dan bagian dalamnya di lami nasi

antibakteri dan bisa tahan terhadap air dengan temperature titik beku

hingga ke mendidih

-Serbaguna. Tutupnya yang didesain untuk penggunaan 3 in 1 sehingga

memudahkan pengguna.

-Mudah untuk pengisian. Low profil, ergonomis, tutup yang bisa dibuka

lebar memudahkan untuk pengisian.

-Webbing kecil yang terpasang di pinggirnya membuat pemakai mudah

menggantungnya pada pohon atau pada ransel saat membawanya.

-Diproduksi dalam ukuran 10 liter, 6 liter, 4 liter dan 2 liter.

01 2011 MountMag 5

gOOglE COm


liputan UTAMA

SiBuK ATAu TidAK AdA WAKTu untuk

mendaki gunung. Itulah yang diungkapkan

sebagian orang yang sebenarnya masih

ingin mendaki. Sebagian menganggap

mendaki perlu waktu banyak dan panjang.

Sebenarnya tanpa harus mengambil cuti

atau mencari libur panjang, Anda masih dapat

mendaki tanpa mengganggu pekerjaan.

Anda dapat memilih gunung-gunung yang

dapat didaki selama 1 atau 2 hari saja.

Jadi anda dapat mendaki saat weekend

atau Sabtu dan Minggu. Berangkat dari kediaman

Jum’at malam kemudian mendaki

Sabtu pagi dan tiba kembali di rumah pada

Minggu sore atau malam.

6 MountMag 01 2011

Mendaki

Gunung-

Gunung

weekend

TAnPA hARuS cuTi ATAu MencARi liBuR PAnjAng

AndA MASih dAPAT MendAKi gunung .

TEKS & FOTO : HARLEY B SASTHA

Gunung-gunung weekend di sini adalah

gunung-gunung yang tidak memerlukan

waktu lama untuk mendakinya. Juga jaraknya

yang tidak terlalu jauh dari tempat

tinggal.

Sebagai edisi perkenalan, kami akan membahas

beberapa gunung weekend di sekitar

Jabodetabek dan Bandung.

Kami memang tidak akan membahasnya

secara detail. Masing-masing gunung akan

dibahas secara umum dengan daya tariknya

sendiri-sendiri. Pada dasarnya semua

gunung yang kami tampilkan semuanya

sudah memiliki jalur pendakian yang cukup

jelas. Sedangkan beberapa gunung lainnya

kami informasikan secara sekilas.•


GUNUNG ini adalah bagian

rangkaian pegunungan yang

terbentuk dari hasil letusan

Gunung Sunda Purba yang

kini menjadi Kaldera Sunda.

Menurut ahli geologi, Kaldera

Sunda adalah rangkaian

gunung dan bukit yang

berjejer di utara cekungan

Bandung barat sampai

timur.

Bentangan gunung ini cukup

bervariasi dan menantang.

Contohnya seperti hutan

yang luas, sungai, danau,

dan tebing. Walaupun termasuk

gunung yang tidak

terlalu tinggi, namun bagi

para penggemar kegiatan

alam bebas termasuk kawasan

yang kerap dijadikan

untuk berlatih.

Danau (Situ) Lembang

adalah salah satu tempat

menarik yang berada dalam

kawasan ini. Menurut van

BenTAngAn AlAM

BeRvARiASi dAn MenAnTAng

Gunung Burangrang memiliki hutan, danau, dan tebing

Bemmelen (1934), pada

tahap pascapembentukan

kaldera sesar inilah Lembang

terbentuk. Kejadian

tersebut diikuti lahirnya

Gunung Burangrang (kini

telah padam), dan Gunung

Tangkubanparahu.

Mendaki Gunung Burangrang

dapat dilakukan

dalam waktu 1-2 hari. Jika

saat pendakian tidak ada

rencana bermalam, anda

dapat mendakinya mulai

pagi hari sehingga sudah

dapat turun sebelum gelap.

Pendakiannya sendiri dapat

dilakukan melalui tiga jalur

umum. Jalur Komando,

Desa Kertawangi; Jalur

Legok Haji-SPN (Sekolah

Polisi Negara), Desa Legok

Haji;, dan Jalur Cisurupan-

SPN, Desa Cisurupan. Keti-

ga jalur itu masuk Kecamatan

Cisarua, Cimahi.

MENDAKI vIA JALUR

KOMANDO

Anda diwajibkan melapor

pada pos jaga Kopassus

untuk minta izin dengan

meninggalkan copy KTP.

Sedangkan jika melalui

Jalur Legok Haji atau Jalur

Cisurupan, lebih baik anda

melapor ke Polsek Cisarua,

Cimahi. •

INFORMASI UMUM :

Tinggi : 2.067 mdpl

Posisi geografis : 6º442 073 Ls dan

107º352 053 bT

Lokasi administrasi: kabupaten

Cimahi dan kabupaten Purwakarta

kota terdekat : Cimahi

Waktu pendakian : sekitar 3-4

jam dari titik awal hingga puncak

gunung

01 2011 MountMag 7


INFORMASI

UMUM

Tinggi : 1.818 mdpl

Lokasi Administrasi:

kabupaten bandung

dan kabupaten sumedang

kota Terdekat: Jatinangor

dan Ujung berung

Waktu Pendakian: 3-4

jam dari titik awal pendakian

hingga puncak

gunung

8 MountMag 01 2011

MenARA PenjAgA di TiMuR

legendA SAngKuRiAng

Dari sekitar puncak Gunung Manglayang, dapat terlihat bagian cekungan

Bandung purba

Namanya tidak setenar gunung lainnya

namun sebenarnya daya tarik dan

pesona manglayang tidak kalah.

mendaki manglayang dapat ditempuh

secara singkat. Jika tidak mau bermalam,

anda dapat mendaki pagi dan

kemudian turun sebelum hari gelap.

gunung ini merupakan menara penjaga

di timur rangkaian gunung legenda

Sangkuriang – Burangrang, Tangkuban

perahu, dan Bukit Tunggul.

dari sekitar puncak manglayang, dapat

terlihat bagian cekungan Bandung

purba. Saat malam, cahaya lampu-lampu

Jatinangor, Bandung dan sekitarnya

begitu memesona.

dari puncak Timur, dapat terlihat kawasan

Jatinangor dan pegunungan di

sekitarnya. Terlebih malam saat cuaca

cerah.

Walaupun tingginya kurang dari 2.000

mdpl, namun medannya cukup menantang

dan melelahkan. Trek jalur

timur manglayang miring 45 – 75

derajat, nyaris tanpa bonus atau jalur

landai.

dari puncak Timur menuju puncak

manglayang, hutannya masih cukup

asri. puncak manglayang cukup

luas dan teduh dengan rimbunnya

pepohonan. di puncak juga terdapat

sebuah makam keramat.

pendakian melalui Jalur Batu kuda

cukup unik. di kawasan ini terdapat

batu-batu besar berserakan dengan

bentuk khas. ada yang seperti kuda,

lawang atau pintu, dan sebagainya.

Berkemah di antara hutan pinus

kawasan Batu kuda juga terasa menyegarkan.

Jalur pENdakiaN

ada beberapa jalur pendakian yang

umum dilalui, di antaranya adalah

melalui Wanawisata Situs Batu kuda,

kab. Bandung; palintang, ujung

Berung, kab. Bandung; dan Bumi

perkemahan kiara payung lalu menuju

desa Baru Beureum/manyeuh

Beureum, Jatinangor, kab. Sumedang.

mendaki melalui Wanawisata

Situs Batu kuda, dapat melapor di

gerbang wanawisata. •


MenATAP PeSOnA

dinding KAWAh

Gunung Papandayan menjadi tujuan wisata sejak tahun 1800an

papandayan sejak jaman

Hindia Belanda telah menjadi

tujuan wisata petualangan

orang Eropa.

gunung ini memang menawarkan

pesona keindahan

yang menakjubkan seperti

kawah, padang rumput, dan

berbagai pesona alam lainnya.

Bahkan kawahnya dapat dilihat

dari jarak dekat.

Sejak tahun 1800-an papandayan

sudah didaki oleh orang

Belanda. gunung ini semakin

terkenal sejak didatangi

Junghuhn (alpinis sekaligus

ilmuwan terkenal Hindia Belanda)

sekitar Juli 1837. pascaletusan

Nopember 2002,

papandayan semakin menunjukkan

pesonanya. Beberapa

kawah baru yang muncul, runtuhnya

dinding kawah Nangklak

hingga terlihat dindingnya

yang kuning keemasan merupakan

fenomena alam yang

kini dapat disaksikan.

Tanjakan yang cukup terjal

serta beberapa kawasan menarik

yang akan anda lalui selama

pendakian adalah padang

edelweis, danau temporer, air

sungai, dan hutan yang cukup

rimbun di kawasan puncaknya.

pondok Salada dan Tegal alunalun

adalah dua tempat menarik

yang ditumbuhi tanaman

edelweis. pada kedua tempat

ini biasanya para pendaki

berkemah. Satu tempat lagi

yang juga bisa dijadikan tempat

berkemah adalah Camp

david – lokasi yang letaknya

di belakang lapangan parkir

Taman Wisata alam (TWa)

papandayan.

Jalur pENdakiaN

untuk mendaki gunung

papandayan, ada 2 jalur,

yaitu: Cisurupan garut, dan

Cileuleuy/Sedep-pengalengan,

Bandung. Jalur Cisurupan

merupakan jalur paling ramai

dilalui. Sedangkan Jalur

Cileuleuy, mungkin agak

membosankan bagi pendaki,

karena lebih banyak melintasi

perkebunan. anda dapat

mendakinya sekitar 2 hari dari

mulai naik, bermalam hingga

turun kembali. Sebelumnya,

anda dapat melapor ke penjaga

di areal parkir dengan

mengisi data diri, tujuan kegiatan

dan foto copy kTp. •

INFORMASI UMUM

Tinggi : 2.665 mdpl

Posisi Geografis : 7º19’00” Ls dan

107º44’00” bT

Lokasi Administrasi : desa sirna

Jaya dan desa keramat Wangi kec.

Cisurupan, kab. Garut

kota Terdekat : Garut

Waktu Pendakian : sekitar 6 jam dari

titik awal pendakian hingga puncak

gunung

01 2011 MountMag 9


MeMAcu AdRenAlin

di MedAn PendAKiAn

Gunung Guntur diwarnai jalur yang tandus dan membuat cuaca di

sekitarnya menjadi liar

gunung ini memunyai bentangan

alam yang menarik dan menantang.

dari kota garut atau daerah-daerah

sekitarnya, gunung api aktif ini terlihat

tandus dan gersang.

Saat mendakinya tahun 1837, Franz

Junghunn memasukkan guntur sebagai

bagian dari gunung-gunung api

paling aktif di Jawa.

Terdapat dua sumber mata air di sini.

pertama, sumber mata air panas yang

mengalir ke Cipanas dan kemudian

dimanfaatkan sebagai wisata pemandian.

Yang satunya adalah mata

air dingin yang mengalir ke air Terjun

Citiis.

Saat mendaki gunung guntur, anda

akan melihat pesonanya yang unik.

kekhasan medan pendakiannya cukup

menantang dan memacu adrenalin.

medan pendakiannya yang terlihat

tandus membuat cuaca sekitarnya

menjadi liar. Tekanan angin dan suhu

udara sangat panas. Topografi medan

pendakiannya secara umum cukup

10 MountMag 01 2011

terjal dengan kemiringan antara 45-75

derajat. Sebagian besar material di pegunungannya

merupakan perpaduan

antara pasir, batu, dan kerikil-kerikil kecil

yang terkadang menyulitkan karena

licin saat diinjak.

lembah, air terjun, sungai, kawah dan

panorama alam menjadi bagian dari

keindahan komplek bentangan alam

gunung api ini. Tiga buah bukit pada

puncaknya merupakan karakteristik

lain dari bentangan alamnya.

Jalur pENdakiaN

mendaki guntur dapat dilakukan sekitar

1-2 hari. mendakilah pagi sekali jika

anda tidak ingin bermalam di sekitar

areal puncak.

Jalur Cisurupan, kecamatan Tarogong

kaler yang melalui Curug Citiis adalah

jalur yang umumnya dilalui para

pendaki. anda dapat melapor sebelum

pendakian di kediaman kepala

kampung Citiis atau keluarga ibu Tati

dengan mengisi data diri dan tujuan

kegiatan. •

INFORMASI

UMUM

Tinggi : 2.249 mdpl

Posisi Geografis

:7º08’30” Ls dan 107º20’

bT

Lokasi Administrasi :

kec. Tarogong kaler,

kab. Garut

kota Terdekat : Garut

Waktu Pendakian : 4-5

jam dari titik awal pendakian

hingga puncak


SenSASi MenATAP AWAn

dARi PuncAK gunung

Berada di puncak Gunung Cikurai yang luasnya sekitar dua kali lapangan volley sungguh

mengagumkan

sekelilingnya terlihat jelas dari pun-

gunung Cikurai adalah gunung tertcak,

termasuk sebagian kawasan laut

inggi di kabupaten garut. dari garut,

selatan. di waktu-waktu tertentu saat

gunung ini terlihat tampak seperti

berada di puncak kadang anda seperti

kerucut raksasa. Seperti Ciremai yang

berdiri di atas awan. Yang tidak kalah

juga terlihat berbentuk kerucut, medan

menariknya adalah pemandangan saat

pendakian menuju puncak Cikurai

matahari terbit, benar-benar sungguh

cukup terjal dan curam.

memesona.

keasrian hutan Cikurai semakin terasa

pendakian bisa melalui Jalur Cilawu INFORMASI

saat semakin masuk ke dalamnya. lu-

yang melintasi perkebunan Teh da-

UMUM

mut tebal yang menyelimuti sebagian

yeuh manggung. Titik awal pendakian

besar pepohonan yang ada membuat

Tinggi : 2.821 mdpl

sendiri dimulai dari tempat stasiun

seolah anda memasuki taman raksasa

Posisi Geografis :

transmisi televisi. Tempat tersebut

yang diciptakan Tuhan.

07º19’25” Ls dan

masih berada di perkebunan teh.

umumnya jalur pendakian terjal.

107º51’40” bT

Selain melalui dayeuh manggung, Lokasi Administrasi

Bahkan ada yang kemiringannya men-

jalur lain yang biasa dilalui yaitu perke- : kec. bayongbong,

capai 60-70 derajat. mendekati puncak

bunan giri awas, Cikajang. Namun kec. Cikajang, dan

suasana tampak semakin asri dan

dayeuh manggung merupakan yang kec. Cilawu

menarik.

paling menarik dan ramai dilalui.

kota Terdekat :

Berada di puncak gunung Cikurai

Garut

mendaki Cikurai dibutuhkan waktu

yang luasnya sekitar dua kali lapangan

Waktu Pendakian :

sekitar 2 hari, mulai dari naik hingga

volley sungguh mengagumkan. Jika

sekitar 7-8 jam dari

turun kembali. pendakian ke gunung

cuaca cerah, anda dapat melihat sua-

titik awal penda-

Cikurai tidak memerlukan ijin khusus.

sana sekelilingnya. Bahkan saat malam

kian hingga puncak

untuk keselamatan dan keamanan,

hari, cahaya lampu kota garut dan

gunung

anda dapat melapor kepada petugas

sekitarnya nampak terlihat menarik.

pos jaga perkebunan atau petugas

Hamparan pegunungan lainnya di

jaga stasiun transmisi televisi. •

01 2011 MountMag 11


gunung FAvORiT

PARA PendAKi dAn PeneliTi

Hampir setiap akhir pekan, Gunung Gede tidak pernah sepi

gede adalah gunung paling ramai dikunjungi

untuk pendakian. Hampir setiap akhir pekan,

gunung ini tidak pernah sepi. Bahkan tidak

sedikit turis mancanegara datang mendakinya.

gunung api stratovolcano yang masih aktif ini

merupakan salah satu gunung yang memunyai

keadaan serta kekayaan alam yang unik. Tidak

mengherankan jika gunung ini menjadi laboratorium

alam yang menarik minat para peneliti.

Sungai-sungai berair deras, air terjun, air

panas, dan danau merupakan sebagian dari

kekayaan kawasan ini. Bahkan saat mendaki

hingga ke puncak, anda akan menjumpai pemandangan

luar biasa dan menakjubkan.

dinding-dinding kawah yang megah dan berlapis-lapis

mengelilingi kawahnya yang semiaktif

memperlihatkan bagaimana kedahsyatan

letusan-letusan sebelumnya. dari puncaknya

juga dapat terlihat kerucut gunung pangrango.

Berikut ini beberapa tempat menarik yang dilalui

melalui Jalur Cibodas:

Telaga Biru: danau kecil yang berada sekitar 1.5

km dari pintu masuk Cibodas. ganggang biru

di dalamnya menyebabkan air danau tampak

kebiruan tatkala diterpa sinar matahari.

air terjun Cibeureum: ini merupakan satu dari

nama tiga air terjun yang saling berdekatan.

ketiga air terjun berketinggian sekitar 30-40

meter ini terbentuk dari tiga aliran sungai

bernama Sungai Cibeureum, Cidendeng, dan

12 MountMag 01 2011

Cikundul. Sejenis lumut merah pada dinding

batu menyebabkan kawasan ini dinamakan

“Cibeureum” yang dalam bahasa Sunda berarti

“merah”.

air panas: merupakan air terjun dan sungai

berair panas yang bersumber dari air yang

dipanaskan lava di bawah permukaan tanah

(hasil dari letusan tahun 1747)

kandang Batu dan kandang Badak : lokasi nyaman,

luas serta sumber air bersih yang cukup

membuat tempat ini cocok untuk berkemah,

pengamatan tumbuhan dan satwa.

puncak dan kawah gunung gede: melihat

matahari terbit merupakan pengalaman yang

sulit dilupakan tatkala berada di puncak gede.

Hamparan kota Cianjur, Bogor, dan Sukabumi

terlihat dengan jelas. Hal menarik lainnya adalah

atraksi geologi berupa tiga kawah aktif.

alun-alun Suryakencana : dataran luas sekitar

50 hektare yang ditumbuhi tanaman edelwies.

Saat musim berbunga, kawasan ini terlihat

cantik dengan putihnya bunga edelweis.

ada tiga jalur pendakian dengan batas maksimum

jumlah kuota pengunjungnya, yaitu:

Jalur Cibodas (300), Jalur gunung putri (100),

dan Jalur Selabintana (100). Selabintana merupakan

jalur terpanjang dengan waktu tempuh

pendakian sekitar 7,5-9 jam. Waktu yang

dibutuhkan untuk pendakian dari semua jalur

umumnya 2 hari. •


TeRKenAl KARenA

PAdAng edelWeiS

Bermalam di lembah Gunung Pangrango terasa menyejukkan

pangrango juga merupakan

bagian Taman Nasional gunung

gede-pangrango.

Secara umum kondisi alam

dan vegetasinya sama. Namun,

padang edelweis di

alun-alun mandalawangi

gunung pangrango lebih rimbun

dan lebih besar. kandang

Badak merupakan titik pertemuan

jalur menuju puncak

gede dan pangrango. Setelah

mendaki sekitar 3-3,5 jam dari

kandang Badak, anda akan

tiba di puncak gunung pangrango.

pangrango merupakan gunung

kedua tertinggi di Jawa barat

setelah gunung Ciremai. dari

puncaknya anda dapat melihat

panorama gigiran kawah gunung

gede di seberangnya.

Bermalam di lembah alun-alun

mandalawangi yang luasnya

sekitar 5 hektare terasa menyejukkan.

Terlebih lagi saat

edelweis sedang mekar. Jika

cuaca cerah, anda bisa melihat

kemegahan gunung Salak

dari kejauhan.

Jalur pendakian yang dilalui

untuk mencapai puncak

gunung pangrango sama

seperti saat mendaki gunung

gede. Namun, jika anda ingin

mendaki langsung menuju

gunung pangrango lebih baik

melalui Jalur Cibodas. Setelah

tiba di kandang Badak, anda

dapat melanjutkan menuju

puncak pangrango. Waktu

untuk pendakian 2 hari. Sedangkan

jika mendaki melalui

Jalur gunung putri dan Jalur

Selabintana relatif lebih lama

karena harus melalui puncak

gede terlebih dahulu. •

INFORMASI GUNUNG GEDE

Tinggi : 2.958 mdpl

Posisi Geografis : 106º51’ - 107 º02’

bT dan 64º1’ - 65 º1’ Ls

Lokasi Administrasi : kab. Cianjur

dan kab. sukabumi

kota Terdekat : Cianjur

Waktu Pendakian : sekitar 6-7 jam

melalui Jalur Cibodas atau 5-6 jam

melalui Jalur Gunung Putri dan 7,5-

8,5 melalui Jalur selabintana

INFORMASI PANGRANGO

Tinggi : 3.019 mdpl

Posisi Geografis : 106º51’ - 107 º02’

bT dan 64º1’ - 65 º1’ Ls

Lokasi Administrasi : kab. Cianjur

dan kab. sukabumi

kota Terdekat : Cianjur

Waktu Pendakian : sekitar 7 jam

melalui Jalur Cibodas atau 10-12 jam

melalui Jalur Gunung Putri dan Jalur

selabintana

PROSES BOOKING

Untuk mendaki Gunung Gede ataupun

Gunung Pangrango, sejak April

2010 telah menggunakan sistem

booking Online. Prosedur/aturan

terkait booking online yang harus

diketahui dan dipedomani oleh seluruh

calon pendaki yaitu :

1. diagram alur booking online

2. ketentuan umum pendakian

TNGGP

3. surat pernyataan independen

4. surat pernyataan organisasi

5. surat ijin orangtua

6. Form barang bawaan yang menghasilkan

sampah

7. Form perjumpaan satwa

informasi lainnya dan form-form

yang dibutuhkan dapat dilihat melalui

situs

http://gedepangrango.org/.

01 2011 MountMag 13


TeRjAl dAn cuRAM

TAPi MengASYiKKAn

Karakteristik hutan dan Gunung Salak begitu menantang

lOkaSiNYa terdekat dengan

Jakarta dan menjadi incaran

penggiat alam bebas. karakteristik

hutannya yang rapat

dan medannya yang menantang

menjadi daya tarik

tersendiri.

gunung Salak memunyai beberapa

puncak, namun hanya

dua yang sering didaki yaitu

puncak Salak i dan puncak

Salak ii. Namun puncak Salak

2 sudah lama ditutup.

medan pendakian menuju

puncak Salak i terjal dan

curam. Saat musim hujan

14 MountMag 01 2011

medan pendakiannya menjadi

lebih licin dan sangat

berlumpur. Selain pendakian

menuju puncaknya, trekking

2,5-3 jam menuju kawasan

kawah ratu – kawah aktif

gunung Salak – merupakan

aktivitas lain yang tidak kalah

seru.

pendakian dapat dilakukan selama

dua hari. untuk mendaki

Salak i, ada beberapa jalur

pendakian: Jalur Cangkuang,

Cidahu, Sukabumi; Jalur Cimelati,

Sukabumi; Wanawisata

Curug pilung-giri Jaya,

Sukabumi; dan Jalur pasir

reungit-Wanawisata gunung

Bunder, Bogor. Jalur yang

paling digunakan adalah Jalur

Wanawisata Cangkuang. •

INFORMASI UMUM

Tinggi : 2.211 mdpl

Posisi Geografis : 06º42’ Ls dan

106º44’ bT

Lokasi Administrasi : kab. bogor dan

kab. sukabumi

kota Terdekat : bogor dan sukabumi

Waktu Pendakian : sekitar 6-8,5 jam

dari titik awal pendakian hingga

puncak gunung

Selain yang telah disebut di atas, masih ada beberapa gunung weekend lainnya yang dapat anda kunjungi.

Gunung-gunung tersebut relatif lebih mudah dijelajahi. Bahkan beberapa di antaranya telah

dibuatkan jalan khusus seperti anak tangga untuk mencapai kawah ataupun puncaknya. Gunung-gunung

tersebut diantaranya:

GUNUNG TAMPOMAS (1.684 mdpl) GUNUNG GAlUNGGUNG (2.167 mdpl)

Walaupun tidak terlalu tinggi, Gunung Tampomas memunyai

daya tarik yang menarik di puncaknya (Puncak

sangiang Taraje).

Puncaknya berupa areal terbuka seluar sekitar 1 hektare.

dari puncak anda dapat melihat lepas panorama

yang indah wilayah sumedang dan sekitarnya. Uniknya

lagi di kawasan puncak juga terdapat lubang-lubang

bekas kawah dan batu-batuan besar berwarna hitam.

Tidak jauh atau tepatnya sebelah utara Puncak sangiang

Taraje terdapat makam yang dikeramatkan

masyarakat sekitar yang biasa disebut Pasarean. konon,

makam tersebut merupakan petilasan Prabu siliwangi

dan dalem samiaji dari kerajaan Pajajaran Lama.

Gunung Tampomas sendiri masuk wilayah kecamatan

buah dua, Congeang, sindangkerta, dan Cibeureum

kabupaten sumedang.

GUNUNG PATUHA (2.386 mdpl)

Gunung yang terletak di bandung selatan ini terkenal

akan kawahnya yang eksotis, Kawah Putih. kawah itu

kini telah menjadi salah satu tujuan wisata alam favorit

di bandung. dinamakan kawah Putih karena dinding

dan air kawah terlihat berwarna putih akibat letusan

Gunung Patuha di masa lalu.

Gunung ini semakin dikenal luas masyarakat setelah

letusan terakhirnya yang cukup besar pada 1982. Akibat

letusan yang disertai suara dentuman keras, pijaran api

dan kilatan halilintar, kota Tasikmalaya dan sekitarnya

menjadi kelabu selama hampir 11 bulan.

Gunung Galunggung sendiri terkenal akan wisata air

panas dan danau kawahnya. Anda dapat mendaki

menuju bibir kawah gunung melalui taman pemandian

air panas Cipanas, Galunggung. kemudian dilanjutkan

dengan berjalan kaki dan melalui sekitar 600 lebih anak

tangga.

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU (2.083mdpl)

Merupakan gunung yang terkenal akan keindahan

alamnya. disebut Tangkuban Perahu karena bentuknya

yang terlihat seperti perahu terbalik.

Panorama kawahnya terlihat begitu megah dan spektakuler.

dalam tataran masyarakat sunda, gunung ini

sangat terkenal karena erat kaitannya dengan cerita

Legenda sangkuriang. Gunung yang terletak di Lembang,

kabupaten bandung, ini merupakan objek wisata

utama pemerintah daerah setempat. Pada hari libur kawasan

Tangkuban Perahu ramai sekali dikunjungi para

wisatawan. Mereka datang untuk menyaksikan secara

langsung kawah yang terlihat seperti mangkuk raksasa.

kawah yang terlihat begitu luas dan dalam.


TAMAN NAsiONAL GUNUNG MERbAbU

Keeksotisan Sabana

Unik karena tujuh puncak dan taman edelweis

FOTO & TEKS : HARLEY B SASTHA

POSiSi Merbabu berdasarkan

administratif masuk wilayah

Kab. Magelang, Kab Boyolali,

dan Kab Semarang, Propinsi

Jawa Tengah.

Gunung berketinggian 3.142

mdpl itu berdasar kutipan

Wikidipea berasal dari kata

“meru” (gunung) dan “abu”

(abu). Nama itu sendiri baru

muncul pada catatan Belanda.

Catatan lain menyatakan nama

gunung berasal dari gabungan

kata “meru” (gunung) dan

“babu” (perempuan).

Empat jalur yang biasa dilalui

yaitu Jalur Selo, Thekelan

(Kopeng), Cunthel (Kopeng),

Jalur Kedakan (Wekas).

Masing-masing memunyai

tingkat kesulitan, keunikan, dan

keindahan tersendiri.

Dari beberapa jalur pendakian,

kami hanya akan mengulas satu

jalur yaitu Thekelan .

Desa wisata Kopeng

Merupakan salah satu daerah

tujuan wisata cukup terkenal di

Jawa Tengah tepatnya di Kecamatan

Getasan, Kabupaten

Semarang. Letaknya yang berada

di lereng Gunung Merbabu,

Gunung Telomoyo, dan Gunung

Andong serta berada di ketinggian

1.450 mdpl ini membuat

panorama alamnya begitu memikat.

Taman wisata alam Umbul

Songo merupakan obyek wisata

cukup terkenal di kawasan ini.

Jalur Thekelan

Salah satu dusun yang masuk

kawasan desa wisata kopeng

adalah Thekelan. Di dusun ini

terdapat base camp sekaligus

Posko Informasi Pendataan dan

Pengendalian Pendakian Gunung

Merbabu yang di kelola

volunteer Komunitas Peduli

Putra Syarif (KOMPPAS). Walau

bangunan di base camp ini

sederhana namun representatif

INFO JALUR

karena dikelola cukup baik.

Selain daya tampungnya cukup

besar, fasilitas mushola, warung

makan, toko souvenir dan MCK

tersedia disini. Sebagai pelengkap,

di base camp juga terdapat

maket gunung Merbabu.

Nama dusun berasal dari pendiri

dan leluhur penduduk desa,

mbah Thekel. Dusun Thekelan

memiliki sekolah dan kelompok

seni yang cukup berkembang

seperti: ketoprak-drama tradisional

dengan iringan musik

gamelan, tari Jawa, musik

orkestra dan lain-lain. Di dusun

ini juga masih dapat ditemukan

anak-anak perempuan berambut

gimbal.

Jika anda mengenal Seven Summit

Dunia, gunung Merbabu pun

memilikinya dan namanya Seven

Summit Merbabu. Jalur Thekelan

merupakan jalur yang tepat

untuk mendaki ke tujuh puncak

tersebut. Waktu untuk mencapai

puncak tertinggi gunung

Merbabu melalui jalur ini cukup

panjang sekitar 6 jam 50 menit

01 2011 MountMag 15


– 8 jam 15 menit di luar waktu

istirahat.

Camp I Pendhing

Selepas base camp, sekitar 10

menit kedepan anda akan melalui

ladang sayur hingga tiba di

batas hutan. Beberapa papan

petunjuk bahwa anda telah memasuki

Taman Nasional Gunung

Merbabu dapat ditemui sebelum

memasuki Camp I. Medan

pendakian menuju Camp I cukup

landai dengan kemiringan ratarata

15-30 derajat. Waktu tempuhnya

sekitar 55-60 menit.

Kawasan Camp I dapat menampung

5-6 tenda dan teduh karena

terlindung pepohonan. Sumber

air berupa bak penampungan berada

di sisi kiri jalan. Di sini juga

terdapat bangunan permanen

beratap tanpa dinding di sisi

kanan jalan. Di sini sebaiknya

anda mengisi perbekalan air.

Camp II Pereng Putih

Pereng Putih artinya dinding

berwarna putih. Dinamakan

demikian karena Camp II terletak

dekat tebing tinggi yang

didominasi warna putih. Selepas

Camp I anda harus ambil jalan

setapak mendatar ke arah kiri

hingga lima menit kemudian

jalan turun menyeberangi sungai

kecil bernama Kali Sowo. Setelah

menyeberangi kali, jalan menanjak

melewati punggungan.

Mendekati Camp II jalur pendakian

semakin terbuka dan menawarkan

panorama alam lembah

dan punggungan gunung Merbabu

yang indah. Jalur pendakian

terus melipir punggungan. Areal

Camp II berupa dataran terbuka

dancukup untuk menampung 2

tenda. Di sini terdapat sebuah

bangunan tertutup dari seng.

Waktu tempuh dari Camp I sekitar

55-60 menit dengan kemiringan

medan rata-rata antara

15-30 derajat.

Camp III Gumuk Menthul

Waktu tempuh menuju Camp

III, 30-45 menit dengan kemirin-

16 MountMag 01 2011

gan rata-rata jalur antara 10-25

derajat.

Sekitar lima menit perjalanan selepas

Camp II, anda akan berjalan

persis di bawah tebing putih.

Jalan setapak yang anda lalui berada

diantara tebing putih di sisi

kanan dan lembah atau jurang di

sisi kiri.

Areal Camp III cukup luas dan

terlindung berada di tengah hutan.

Cukup menampung sekitar

5-6 tenda. Bangunan di sini terbuat

dari batang pohon dengan

luas 2 x 3 meter dan beratap

seng.

Camp IV Lempong Sampan

Meninggalkan Camp III, jalur

pendakian menanjak dengan

kemiringan rata-rata antara 30-

40 derajat melalui hutan lebat.

Waktu tempuh sekitar 60 menit

untuk tiba di Camp IV. Areal

camp berupa dataran luas dan

cukup menampung 10 tenda dan

terlindung oleh pepohonan.

Puncak I Watu Gubug (+/-

2.685 mdpl)

Selanjutnya menuju Gn Pertapaan/Puncak

I Watu Gubug.

Medan pendakian merupakan

jalur dengan kemiringan ratarata

45-50 derajat. Selain itu

medan relatif terbuka dengan

vegetasi semak, ilalang, dan

tanaman lamtoro.

Puncak I Watu Gubug inilah

yang menjadi pintu gerbang dari

Seven Summit Merbabu. Untuk

sampai di Puncak I Watu Gubug

dari camp sebelumnya dibutuhkan

sekitar 45-60 menit.

Tidak jauh dari Puncak I Watu

Gubug, akan ditemui dataran

yang dapat menampung 5-6 tenda.

Tempat ini lebih terlindung

dibanding bermalam di Puncak

I Watu Gubug. Di sekitar tempat

itu juga akan dijumpai batu

berserakan. Ada sebuah batu

berukuran besar yang disebut

Watu Gubug.

Puncak II Watu Tulis (+/-

2.835 mpl)

Perjalanan selanjutnya akan

melalui jalur kemiringan sekitar

40-45 derajat untuk menuju

Puncak II Watu Tulis/Menara/

Gn Pregowati dengan waktu tempuh

40-50 menit. Jalan setapak

ini berupa tanah berpasir.

Jalur bersatu dengan jalur

pendakian dari Dusun Cunthel.

Titik pertemuan persis berada di

bawah Puncak II Watu Tulis. Di

Puncak Watu Tulis terdapat bangunan

permanen berukuran 2x2

meter dan menara pemancar.

Di sekitar bangunan ada areal


camp dan dapat menampung 2-3

tenda.

Tugu Batas Kabupaten

Selepas puncak II Watu Tulis,

anda akan menapaki jalan setapak

yang menurun untuk menuju

tugu batas kabupaten dengan

lembah di kanan dan kiri jalur.

Untuk tiba di tugu batas kabupaten

dari puncak II membutuhkan

waktu 10-15 menit. Tugu

batas kabupaten ini juga menjadi

titik pertemuan dengan jalur

pendakian Wekas (Kedakan).

Tugu merupakan penanda batas

kabupaten antara Kab. Magelang,

Kab Boyolali dan Kab Semarang.

Ada beberapa lokasi yang

bisa dijadikan tempat mendirikan

tenda di sekitarnya.

Sekitar 5 menit berjalan, anda

akan melalui pertigaan. Untuk

langsung menuju puncak ambil

jalur kiri dan menanjak. Sedangkan

ke kanan atas akan menuju

Heliped. Heliped merupakan

dataran cukup luas dan dapat

menampung hingga 3 tenda

sekaligus.

Persis di depan Heliped terdapat

sebuah pertigaan di mana jalan

yang naik menuju puncak gunung

Merbabu, sedangkan yang

ke kanan bawah akan menuju

kawah. Di sekitar kawah terdapat

sumber air, namun harus hatihati

untuk bisa membedakan

air yang mengandung belerang

dengan air tawar.

Puncak III Geger Sapi (+/-

2.926 mdpl)

Selepas pertigaan yang menuju

sumber air tersebut, anda kemudian

melalui jalur yang dinamakan

Jembatan Setan. Dari pertigaan

jalur langsung menanjak

yang merupakan awal dari Jembatan

Setan. Beberapa kali anda

harus melewati jalur dengan

kemiringan di atas 45 derajat.

Anda juga membutuhkan bantuan

tangan selama melalui tanjakan.

Medan pendakian berupa

batuan dan tanah vulkanis.

Sepanjang jalan Jembatan Setan

ini di kanan dan kiri jalur berupa

jurang dalam. Kemudian anda

akan melalui tanjakan yang jika

di lihat tampak seperti pundak

sapi. Itu sebabnya tempat ini

dinamai puncak ”geger” sapi.

Puncak III Geger Sapi berukuran

1,5 x 1 meter.

Puncak IV Syarif (+/- 3.119

mdpl)

Selepas Puncak Geger Sapi, jalur

pendakian selanjutnya terlihat

jelas dari sini. Itulah jalur yang

akan menuju pertigaan antar

jalur ke Puncak Syarif/Gn Pregodalem

dengan jalur ke Puncak

Kenteng Songo dan Puncak

Merbabu/Mermong/Triangulasi.

Sebuah batu berbentuk kotak

dan berukuran cukup besar menjadi

tanda pertigaan tersebut.

Untuk menuju Puncak Syarif,

dari pertigan ambil jalur ke kiri

menanjak dengan waktu tempuh

15 menit. Medan pendakian

berupa tanah berpasir dengan

kemiringan 30-45 derajat.

Kawasan Puncak Syarif berupa

dataran terbuka dan dapat menampung

8-10 tenda.

Puncak V Ondo Rante (+/-

3.048mdpl)

Untuk menuju Puncak Kenteng

Songo dan Puncak Merbabu/

Mermong/Triangulasi, dari

pertigaan ambil jalur ke kanan.

Ada dua pilihan jalur. Pilihan

pertama berjalan mendaki

Puncak Ondo Rante. Waktu

tempuh sekitar 5-7 menit dari

pertigaan. Puncaknya terbuka

dan luas sekitar 1,5 x 1 meter. Kemudian

melintasi jalan setapak

yang lebarnya sekitar ½ meter

dengan panjang 3 meter serta

jurang berada di kiri dan kanan.

Selanjutnya Anda harus merayap

turun menggunakan kaki dan

tangan melalui medan pendakian

dengan kemiringan 70-80

derajat dan tinggi 4-5 meter.

Persis di bawahnya merupakan

titik pertemuan apabila anda

mengambil jalur kiri.Pilihan

kedua dari pertigaan, anda ambil

jalur ke kiri yaitu melipir punggungan

dari Puncak Ondo Rante.

Puncak VI Kenteng Songo

(+/- 3.142 mdpl)

Kemudian jalan setapak kembali

landai, menanjak dan merayap

ke kiri melintasi tebing selebar

kira-kira 3 meter. Setelah

melintasi tebing tersebut anda

akan dihadapkan kembali jalur

lintasan tanah berpasir yang

terjal dan cukup licin dengan

kemiringan 65 derajat sampai

tiba di dataran kecil terakhir dan

01 2011 MountMag 17


mendaki beberapa menit lagi untuk tiba di Puncak

Kenteng Songo. Waktu temputhnya dari Puncak

III Ondo Rante 30-35 menit. Puncak VI Kenteng

Songo berupa dataran terbuka dan cukup luas.

Areal dapat menampung 7 atau 8 tenda. Keunikan

puncak Kenteng Songo adalah terdapat beberapa

batu kecil berlubang.

Puncak VII Merbabu (+/- 3.145 mdpl)

Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pun-

CARA MENCAPAI LOKASI

Untuk menuju base camp dusun Thekelan anda dapat

menggunakan angkutan umum dari yogya, Magelang,

semarang maupun salatiga. dari yogya, anda dapat

menggunakan bus umum atau Trans yogya menuju Terminal

Jombor. dari Jombor kemudian naik bus menuju

Terminal Tidar, Magelang. kemudian dilanjutkan menggunakan

bis kecil menuju desa Wisata kopeng, turun di

Gapura Taman Wisata Umbul songo. dari gapura anda

dapat berjalan kaki melewati bumi Perkemahan Umbul

songo dengan waktu lebih dari 30 menit di sarankan

lebih baik menggunakan ojek karena akan mempersingkat

waktu dan hemat tenaga. selain ojek, anda juga

dapat menggunakan mobil carter.

dari semarang, anda dapat menggunakan bus ke salatiga

dan turun di Pasar sapi. kemudian perjalanan dilanjutkan

menggunakan angkutan menuju desa Wisata

kopeng dan turun di Gapura Taman Wisata Umbul

songo.

Tambahan kebutuhan logistik bisa diperoleh di sekitar

terminal Tidar atau Pasar sapi. sebagai daerah wisata,

di desa Wisata kopeng sudah tersedia penginapan

dengan fasilitas cukup memadai.

TATA TERTIB PENDAKIAN

1. Telah mendapat siMAksi dari balai TNGMb

2. Menggunakan peralatan pendakian standar yang

diperlukan.

3. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam yang

dapat merusak flora atau fauna di dalam kawasan

TNGMb

4. Membawa kantong plastik sebagai tempat sampah

untuk dibawa turun kembali.

5. Tidak diperkenankan bawa minuman beralkohol

6. setiap pendaki yang membuat perapian harus memastikan

sisa api sudah mati sebelum meninggalkan

kawasan

7. dilarang mengganggu flora dan fauna yang dijumpai

di dalam kawasan TNMGMb

8. Menghubungi petugas TNGMb atau volunteer apabila

terjadi kecelakaan saat pendakian.

18 MountMag 01 2011

cak Merbabu/Mermong/Triangulasi yang merupakan

puncak tertinggi. Dari Puncak Kenteng Songo

anda berjalan melalui jalan setapak landai dengan

waktu sekitar 10 menit. Puncaknya merupakan

dataran terbuka dan tanah berpasir. Luasnya dapat

menampung 4 atau 5 tenda. Puas menikmati keindahan

dari Puncak Mermong, anda dapat turun

melalui jalur semula atau melalui Jalur Selo.•

PERIzINAN

1. Mengajukan surat ijin masuk kawasan konservasi

(siMAksi) pada balai TNGMb dilengkapi fotocopy identitas

dan biodata.

2. siMAksi berlaku setelah membubuhkan materai 6000

rupiah.

3. segala risiko pada saat pendakian tanggung jawab

pemegang simaksi

4. berkoordinasi dengan kepala seksi pengelolaan

Wilayah di masing-masing jalur pendakian (sPTN 1

di kopeng, kabupaten semarang dan sPTN 2 di krogowanan

kabupaten Magelang), aparat setempat atau

volunteer.

5. Tidak mendaki pada saat kondisi tidak memungkinkan

(hujan lebat, badai, longsor).

6. Mematuhi tata tertib pendakian Gunung Merbabu yang

ditentukan oleh balai TNGMb.

ALAMAT KANTOR BALAI

Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb)

Jl. Merbabu no.136 boyolali, Jawa Tengah - indonesia

Ph. +62 276 3293341

Untuk melakukan pendakian melalui Jalur Thekelan,

Anda dapat juga langsung datang ke base camp pendakian

di dusun Thekelan. sebelum mendaki lakukan

pendaftaraan dengan mengisi data diri dan menyerahkan

fotocopy kTP serta membayar registrasi sebesar

Rp. 2000/orang. Jika memerlukan guide dan porter, Anda

juga dapat mendapatkannya di base camp pendakian.

Alamat sekretariat base camp pendakian Jalur Thekelan

:

Posko informasi Pendataan dan Pengendalian Pendakian

Gunung Merbabu – kOMPPAs di ds. Thekelan 100-

102, kopeng, kel. batur, kec. Getasan, salatiga 50774

Jawa Tengah.


FIGUR

PeTUALANG koMPLeT

Tak hanya senior di dunia pendakian, DON HASMAN pun diakui

piawai dalam bidang fotografi hingga penyelaman

By Hendri Agustin

Tahun berapa anda memulai pendakian pertama,

di gunung apa, dan pengalaman apa yang

paling membekas pada pendakian tersebut?

1961, Gede dan Pangrango bersama sdr Utun

dan alm kang Mamat. Rarahan saat itu terkena

badai dan kabut tebal di puncak Gede.

Lalu masih banyak selongsong peluru berserakan

dekat pilar triangulasi dan bekas bangunan

dari kayu. kemungkinan bekas milik pemberontak

kartosoewirjo.

Kenapa tertarik dengan pendakian gunung dan

apa yang membuat anda terus menyukai kegiatan

ini hingga sekarang?

karena tidak perlu modal banyak. sekalian bisa

berolahraga dan rekreasi. Juga bisa memotret

dan menulis, sekalian mengenal karakter

gunung-gunung yg berlainan.

Selama menggeluti pendakian gunung apa pernah

mengalami kejadian darurat? Bagaimana

cara anda mengatasi kejadian tersebut?

Pernah tersesat dan hilang arah selama 3 hari

di sekitar lereng Gunung Pangrango. setelah

bekal habis, ya makan dedaunan. sambil

cari jalan keluar sampai ketemu jalan setapak.

Pendakian ke gunung mana yang paling membekas

di hati ?

Gunung Gede dan Gunung Pangrango. karena

mudah dan dekat dari Jakarta.

variasi medan yang beraneka macam, juga

vegetasi yang beragam di hutan hujan tropis itu.

Ada kawah, air terjun, lembah suryakencananya

banyak bunga edelweisnya. Cocok buat

berkemah dan nyepi menghirup udara bersih.

Gunung apa yang paling anda sukai di dunia?

Mengapa ?

Gunung Tambora! karena ia merupakan gunung

api paling fenomenal yang dunia pernah pun-

FACEbOOk COM

yai. Makan korban paling banyak (sekitar lima

jutaan orang) yang tercatat dalam peradaban

manusia.

Apakah anda tergabung dalam klub pendaki

gunung?

di Mapala Ui sejak 1982 sebagai anggota kehormatan.

sebelumnya di sabha Mandala dari

ikatan Mahasiswa djakarta sejak 1969. Lalu di

Gabungan Rumpun Pemuda Nusantara (Garuda

Nusantara) tahun 1990.

Apakah pekerjaan anda sekarang berhubungan

dengan kegiatan pendakian gunung?

ya.

Bagaimana pendapat anda tentang kegiatan

pendakian gunung di Indonesia. Apa yang anda

harapkan untuk kemajuan kegiatan ini?

kini kegiatan pendakian gunung semakin baik,

maju, dan banyak peminatnya dari tingkat menengah

atas.

saya berharap para penggiatnya mau mempelajari

berbagai penyakit dan penanggulangannya di alam.

sehingga bisa banyak nyawa yang terselamatkan.

kita juga harus bisa memanfaatkan berbagai

teknologi yang sudah ada di dalam kegiatan di

alam, agar lebih meringankan beban, penggunaan

tenaga dapat dihemat, kendati dalam harga di situ

yang harus dibayar. •

01 2011 MountMag 19


KEGIATAN PENDAKIAN

don Hasman memiliki pengalaman segudang dalam pendakian gunung. Berikut

sebagian gunung yang pernah didakinya.

NO TAHUN NAMA GUNUNG LOKASI PUNCAK

YA TIDAK

1 1961 Gede 200 X Cipanas Jabar Indonesia Ya

2 1961 Pangrango 200 X Cipanas Jabar Indonesia Ya

3 1963 Lokon 4 X Tomohon Sulut Indonesia Tidak

4 1965 Klabat 3 X Airmadidi Sulut Indonesia Ya

5 1965 Soputan Langoan ? Sulut Indonesia Ya

6 1968 Semeru 12 X Lumajang Jatim Indonesia Ya

7 Slamet Ya

8 Cikurai Ya

9 Cereme Ya

10 Sindoro Ya

11 Sumbing Ya

12 Merapi tidak

13 1973 Ia Flores Tidak

14 1968 Bromo 20 X Proboling-

via Ngadas Ya

go, Jatim

Mlg

15 1976 Vesuvius Italia Tidak

16 1976 Mt. Blanc Chamonix Prancis Tidak

17 1976 Mt Damavand

Iran Tidak

18 1976 Kalapatar Nepal Ya

19 1978 Kalapatar Nepal Ya

20 1978 Nuptse Nepal Tidak

21 1971 Mt Kosciusko

2.228 m

Australia Ya

22 1968 Gn Agung Bali Indonesia Ya

23 1982 Arjuno +

Welirang

Jatim Indonesia Ya

24 1985 Kilimanjaro

Tanzania Ya

25 1983 P. Krakatau Lampung Ya

26 1983 A.

Krakatau

7 X

Lampung Ya

27 2010

Papandayan

Garut Tidak

28 1960-an Karangetang

Sangihe Sulut Tidak

29 idem Mdo Tua Sulut Ya

30 idem Awu Sangihe Sulut Tidak

31 1964 Batur Bali Ya

32 1989 Api P.Banda

Maluku

Tenggara

Ya

33 1983 Hantatai Lampung Ya

34 1994 Trata Peg.Muller,

Kaltim

Ya

35 1994 Tanggula,

Pd Pasir

Tibet, RRC Tidak

+5.000 m

Kunlun

20 MountMag 01 2011


CATATAN PERJALANAN

MeLINTAsI sUrGA TerseMBUNyI

NIKMATI PESONA ALAM TERSENDIRI SAAT MENDAKI GUNUNG LAWU MELALUI JALUR

CANDI CETHO

FOTO DAN TEKS: HARLEY B SASTHA

PeSOnA keelokan alam dan

cerita jejak sejarah raja terakhir

kerajaan besar di Nusantara –

Kerajaan Majapahit - merupakan

bagian tidak terpisahkan dari

Gunung Lawu. Beberapa tempat

menarik dan indah di Lawu

konon merupakan petilasan sang

prabu.

Namun, lepas dari itu, berjuta

pesona keindahan Gunung Lawu

ternyata tidak saja menarik para

pendaki untuk menjelajahinya.

Bahkan, tidak sedikit mereka

yang menggemari travelling atau

wisata lainnya juga ingin dapat

mengetahuinya.

Karena banyaknya peninggalan

Raja Brawijaya V – raja terakhir

Majapahit – yang tersebar di

Lawu, tidak heran jika gunung

ini kerap di kunjungi peziarah.

Misalnya pada tanggal tertentu

setiap bulannya, seperti 1 Muharam

atau 1 Suro pada penanggalan

Jawa.

Gunung yang memiliki ketinggian

3.326 meter ini biasa didaki

melalui dua jalur – Jalur Cemoro

Kandang dan Cemoro Sewu.

Pada kedua jalur ini setiap pos

pendakian sudah dilengkapi

bangunan atau tempat berteduh

dan rambu-rambu yang cukup

memadai.

Selain dua jalur di atas, masih

ada dua jalur alternatif lainnya

– Jalur Candi Cetho dan Jalur

Jogorogo. Candi Cetho merupakan

jalur yang menarik untuk

dilalui. Konon, jalur ini merupakan

gerbang utama Gunung

Lawu. Hal tersebut dibuktikan

dengan adanya Candi Sukuh,

Candi Cetho, dan Candi Ketek

yang berada di lereng gunung.

Sabtu, 5 Desember 2010,

merupakan kali ke empat saya

mendaki Lawu melalui Candi

Cetho. Entah kenapa, begitu

mengenal jalur ini awal tahun

2000-an, saya seakan langsung

jatuh cinta dengan pesona alam

di sepanjang jalurnya. Ada nuansa

berbeda yang ditawarkan.

Suasana hening seolah berpadu

01 2011 MountMag 21


sempurna dengan keelokan

alam.

Kali ini saya mendaki bersama

dua teman yakni Dyah dan Tuti.

Keduanya tertarik mendaki begitu

saya ceritakan keindahan yang

akan mereka lihat saat melalui

Candi Cetho. Terlebih saat itu

bertepatan 1 Suro yang akan

jatuh pada 7 Desember 2010.

Kita dapat melihat langsung

ritual yang dilakukan para peziarah

di puncak Gunung Lawu.

Sekitar pukul 7 pagi dengan

menggunakan Bus Solo-Tawangmangu,

kami menuju Terminal

Karangpandang. Lalu dilanjutkan

dengan minibus menuju

Desa Kemuning di Kecamatan

Ngargoyoso. Sekitar setengah

jam kemudian setelah melalui

jalan menanjak dan berkelokkelok,

kami tiba di terminal Desa

Kemuning. Di sini kami sempatkan

untuk sarapan dan membeli

tambahan perbekalan pendakian

di pasar sekitar terminal.

Dengan menggunakan ojek

perjalanan dilanjutkan ke objek

Candi Cetho. Jalan aspal

berkelok dan menanjak di antara

perkebunan teh merupakan

tantangan tersendiri. Bukit dan

lembah di kiri dan kanan jalan

22 MountMag 01 2011

terlihat bagai permadani hijau.

Sungguh pemandangan indah

dan memesona.

gerbang utama

Rumah kediaman mas Suroso,

anggota OPA Himalawu, volunter

Gunung Lawu Jalur Cetho

menjadi titik awal perjalanan

kami. Rumahnya persis berada

di depan gerbang Candi Cetho.

Di sini kami menambah persediaan

air. Pendakian kami awali

dengan keliling Candi.

Candi peninggalan Raja Brawijaya

V ini memang unik. Bentuknya

berbeda dengan candicandi

lainnya di Jawa Tengah.

Bangunannya berupa komplek

yang terdiri dari 13 teras yang

tersusun dari barat ke timur

dengan pola makin kebelakang

makin tinggi. Relief-relief yang

terdapat di candi ini umumnya

menggambarkan binatang. Komplek

Candi Cetho diperkirakan

berasal dari masa akhir Kerajaan

Majapahit atau sekitar abad 15.

Karena komplek candi inilah

mungkin wilayah ini disebut

sebagai gerbang utama Gunung

Lawu.

Kabut yang sesekali turun saat

itu, membuat suasana kom-

PESONA LAWU: Pemandangan

dari puncak Hargo Dumilah.

plek candi terasa misterius

dan membuat kami semakin

terpesona. Walaupun sebelum

pernah berkunjung ke tempat

ini, namun saat itu benar-benar

saya merasakan suasana yang

berbeda.

Awal Pendakian

Setelah satu jam berkeliling

menikmati segala keunikan

Candi Cetho, sekitar pukul 11.30

pendakian pun kami mulai.

Sepuluh menit pertama kami

berjalan melalui jalan beton di

sisi kiri komplek Candi. Kemudian

melintasi jalan setapak dan

menyeberangi sungai menuju

Candi Ketek. Candi yang jaraknya

hanya sekitar 20 menit dari

Candi Cetho ini berada di tengah

hutan pinus. Menariknya candi

ini tersusun seperti punden

berundak dengan susunan

batuan sungai atau gunung.

Cuaca yang sedikit berkabut

membuat awal perjalanan terasa

lebih sejuk. Kami terus berjalan

melalui jalan setapak yang

umumnya didominasi semak

dan ilalang hingga di pos 1. Kami

beristirahat sejenak di sini.


Sebuah bangunan semi permanen

yang pernah saya lihat

sebelumnya, keadaannya masih

cukup baik. Namun, lokasi camp

di sisinya telah rusak. Menurut

seorang anggota SAR Himalawu

yang kami temui di sekitar camp

ini, tempatnya sudah tidak layak

karena rawan longsor.

Kemudian kami lanjutkan

kembali melalui punggungan

yang sedikit terjal. Gerimis yang

sesekali turun membuat jalan

setapak lebih licin. Semak dan

ilalalang membuat medan pendakian

semakin terasa lembab.

Waktu telah menunjukkan sekitar

14.30 saat kami tiba di Pos 2.

Kabut dan air yang menyertainya

masih sesekali turun saat kami

beristirahat. Target pendakian di

hari ini adalah Pos 3.

Menuju Pos 3 medan pendakian

semakin terjal dan curam.

Kondisi vegetasi pun makin

rapat. Kondisi jalan setapak yang

licin memperlambat perjalanan

kami. Akhirnya sekitar 16.30

kami tiba di Pos 3. Saat tiba di

sana, lokasi camp sudah lebih

dulu ditempati beberapa anggota

SAR Himalawu. Kemudian kami

naik sedikit ke atas dari camp

untuk mencari tempat mendirikan

tenda. Kami merapihkan

semak-semak agar tempat cukup

untuk mendirikan tenda.

Walaupun lokasi mendirikan

tenda tidak terlalu bagus, namun

karena lokasi terlindung oleh

rimbunnya pepohonan membuat

istirahat kami cukup nyaman.

Surga Tersembunyi

Setelah sarapan dan packing

perlengkapan, tepat pukul 8 pagi

pendakian kami lanjutkan kembali.

Medan pendakian semakin

terjal dengan vegetasi akasia

gunung serta semak dan ilalang

yang semakin rapat. Baru satu

jam kami berjalan, cuaca kembali

berkabut dan mendung. Tidak

lama begitu kami tiba di Pos 4,

hujan pun turun.

Kami melanjutkan pendakian

saat hujan sedikit reda. Jalur

pendakian yang kami lalui ini

RITUAL: Seorang peziarah

berdoa di Sendang Drajat.

terjal hingga tiba di Pos

Cemoro Kembar. Di sini

terdapat 2 pohon cemara

berukuran hampir sama

besar yang saling berdampingan.

Sejenak kami

beristirahat di tempat ini.

Walaupun hujan sudah

reda, namun kabut masih

menyelimuti kawasan sekitarnya.

“Yuk lanjut lagi...setelah

ini baru kita masuk ke kawasan

Sabana Bulak Peperangan,”

ajak saya kepada

mbak Tuti dan Dyah.

Selepas Cemoro Kembar

medan pendakian relatif

landai. Tidak sampai 10

menit kemudian berpindah

punggungan dan jalur

kembali menanjak hingga

beberapa menit kemudian

jalur cenderung landai saat

mulai memasuki padang

sabana.

Padang Sabana Bulak Peperangan

benar-benar tidak terlihat.

Kabut putih menyelimuti seluruh

kawasan. Namun, ternyata kabut

itu justru semakin memperindah

suasana sekitarnya. Benarbenar

terpesona kami dibuatnya.

Sesaat ketika kami akan melanjutkan

perjalanan, tiba-tiba

kabut tersingkap. Kemudian

terlihatlah keindahan padang sabana

yang cukup luas itu. Menurut

Dyah dan mbak Tuti, justru

mereka merasa gembira karena

bisa melihat sabana Bulak Peperangan

dalam dua suasana yang

berbeda.

“Menurut gue waktu berkabut

suasananya makin keren...beda

banget,” begitu kata Dyah. “Suasananya

hening...misty,” tambah

mbak Tuti.

Sekitar pukul 12 siang, kami pun

beristirahat sejenak di Pos 5 di

mana terdapat tugu kecil, penanda

perbatasan antara Jawa

Timur dan Jawa Tengah. Kami

makan siang terlebih dahulu di

01 2011 MountMag 23


tempat yang benar-benar

indah di antara bukitbukit

yang didominasi

cemara gunung.

Tidak sampai di sini Gunung

Lawu menunjukkan

pesonanya. Sepanjang

perjalanan selepas Pos 5

perpaduan antara cemara

gunung yang miring

mengikuti kemiringan

bukit tempat tumbuhnya

dengan sabana sungguh

merupakan pemandangan

berbeda.

Terlebih saat kami mulai

memasuki padang sabana

di mana terdapat sumber

air temporer berupa

genangan bernama Tapak

Menjangan dan Sendang

Macan. Pesonanya hingga

membuat Dyah mencoba

tidur di atas hamparan

rumput di sekitar Tapak

Menjangan. Padang sabana

ini benar-benar seperti

seperti surga tersembunyi

dari Gunung Lawu.

hargo dalem

Waktu hampir menunjukkan

pukul 14. Cuaca saat itu sudah

kembali gelap. Nampaknya hujan

tidak lama akan turun. Kami

bertiga segera kembali melanjutkan

perjalan agar dapat tiba

di Hargo Dalem sebelum gelap

atau sebelum hujan benar-benar

turun.

Namun, setelah jalan lebih dari

satu jam, hujan deras tumpah

dari langit. Dengan raincoat atau

jas hujan kami tetap meneruskan

perjalanan.

Memasuki kawasan Pasar Dieng,

hujan masih belum juga ada tanda-tanda

berhenti. Kawasan di

mana terdapat banyak batu-batuan

yang sebagiannya berbentuk

seperti prasasti dan punden

berundak ini merupakan salah

satu tempat yang dikeramatkan

masyarakat sekitar Gunung

Lawu. Hargo Dalem sudah tidak

jauh lagi.

Tidak sampai setengah jam

24 MountMag 01 2011

PUNCAK: Tugu di puncak Hargo Dumilah.

berjalan kami akhirnya tiba di

Hargo Dalem yang berada pada

ketinggian 3.148 meter. Berada

sekitar 100 meter di bawah

Puncak Hargo Dumilah, puncak

tertinggi Gunung Lawu. Sebuah

kawasan yang dipercaya sebagai

tempat muksa-nya Prabu Brawijaya

V. Selain sebuah petilasan

sang prabu, di sini juga terdapat

beberapa bangunan dari seng

yang biasa dipergunakan peziarah

untuk bermalam. Ada juga

bangunan milik keluarga keraton

Surakarta.

Sebuah warung yang telah

puluhan tahun berada di Hargo

Dalem setia melayani para

pendaki dan peziarah selama 24

jam. Warung mbok Yem, begitulah

nama warung ini dikenal. Di

warung ini kami bertiga bermalam

bersama-sama dengan

para peziarah.

hargo dumilah

Keesokan harinya, 7 Desember

2010, pukul 5 pagi kami

lanjutkan perjalanan

menuju Puncak Gunung

Lawu, Hargo Dumilah.

Dua puluh menit kemudian

kami pun tiba di

Puncak Hargo Dumilah

(3.226 m). Di puncak

telah banyak para pendaki

lain yang juga sudah tiba.

Cuaca pagi itu yang cukup

cerah membuat kami

dapat secara jelas melihat

kawasan sekitarnya.

Bahkan gunung-gunung di

Jawa Tengah yang berada

di sekitar Gunung Lawu.

“Bang Ley...bagus banget

ya pemandangannya!” ujar

mbak Tuti yang kagum

melihat pesona alam dari

puncak Gunung Lawu.

“Yang ada airnya itu apa

namanya?” tanya mbak

Tuti sambil menunjuk

kubangan air di padang

sabana di bawah puncak.

“Itu Telaga Kuning, bekas

kawah tua Lawu tapi kalau

musim kering airnya tidak

ada,” jawab saya.

Sendang drajat

Turun dari puncak Hargo Dumilah,

kami tidak langsung kembali

ke warung Mbok Yem. Perjalanan

lebih dulu kami lanjutkan

ke Sendang Drajat dan Sumur

Jalatunda.

Di sana kami melihat peziarah

berdoa dan menaruh sesajian.

Sebagian lagi berganti-ganti

mengambil air sendang untuk

mandi sebagai syarat sebelum

berdoa. Mereka percaya air tersebut

dapat mengangkat derajat.

Kemudian kami kembali lagi

menuju warung Mbok Yem untuk

mengambil barang-barang sebelum

melanjutkan perjalanan

turun melalui jalur Cemoro Kandang.


EXPEDITION STORY

MendAKi chOlATSe

MeMulihKAn ASA

sekelompok pendaki pergi ke kawasan Himalaya. Tak hanya bertualang, mereka juga ikut

turun tangan membantu penanganan dan penyembuhan penderita penyakit katarak.

Text by Nick Heil

Alih bahasa : M Anwar S

di SATu PAgi yang hangat

bulan April 2005, di pinggir

Desa Phaplu di timur laut Nepal,

sejumlah warga Nepal - semuanya

atau hampir semuanya

tuna netra - berbaris di depan

meja pemeriksaan Rumah Sakit

Regional Solu. Mereka diantar

ratusan kerabat ke tempat itu

untuk menjalani pengobatan

katarak.

Sementara itu, di kamar operasi

sederhana di rumah sakit tersebut,

Dr Geoff Tabin, 49, duduk

memeriksa pasien pertamanya.

Geoff juga pelaksana Himalayan

Cataract Project (HCP), yayasan

nirlaba AS yang mengumpulkan

dana lebih dari US$2,9 juta untuk

penyediaan perawatan mata

di daerah miskin Nepal, India,

Bhutan, dan Pakistan. Sebagian

besar dana itu diserahkan kepada

Tilganga Eye Centre yang

telah mengoperasi 74.903 kasus

katarak sejak 1994, termasuk di

ruang operasi bergerak seperti di

Solu.

PASIEN KATARAK: Dr Geoff Tabin (kanan) mengantar pasien yang selesai dioperasi.

“Yang ini parahnya 5.12,” kata

Geoff, mengamati katarak pada

pasien perempuannya. “Saya

akan mengoperasinya pelanpelan.”

Geoff tapi bukan dokter biasa.

Dia juga pendaki yang pernah

memanjat Everest tiga kali dan

puncak lainnya.

Jam menunjukkan pukul 7.30,

hari sudah gelap dan kini Geoff

telah mengoperasi 21 pasien

katarak. Semua dilakukannya

berturut-turut selama tujuh jam.

01 2011 MountMag 25

KRISTOFFER ERICKSON


Tanpa istirahat, tanpa makan

dan minum. “Pagi tadi dia cuma

bisa melihat gelap dan terang,”

kata Geoff merujuk soal pasiennya.

“Besok penglihatannya akan

normal kembali.”

KAMI BERADA DI PHAPLU

sebagai bagian tim Ekspedisi

Sight-to-Summit, sebuah campuran

petualangan dengan karya

kemanusiaan yang disponsori

The North Face.

Kami akan menjadi sukarelawan

selama dua minggu di dua ruang

operasi bergerak milik Tilganga

Eye Centre, yakni di pedesaan

Jiri dan Phaplu. Setelah itu kami

akan menghabiskan dua pekan

lagi untuk mendaki gunung Cholatse

yang berketinggian 6.440

mdpl. Sebuah pencampuran

kegiatan yang unik tapi dinilai

bisa membangkitkan perhatian

dunia terhadap penyembuhan

penglihatan ribuan warga desa di

Himalaya.

Katarak adalah penyebab utama

kebutaan di dunia, umumnya

terjadi di usia 50 ketika sel

protein di lensa mata mulai

mengeras dan menghambat

penglihatan.

Di negara berkembang, katarak

sering terjadi karena faktor

genetik, penyakit, gizi buruk, dan

terutama di daerah pegunungan

seperti Nepal karena tingginya

radiasi sinar ultraviolet.

TIM kami akhirnya tiba di depan

Jiri View Hotel. Peserta ekspedisi

adalah pendaki-pendaki terkenal

seperti Conrad Anker, 43, asal

Montana AS yang masuk koran

tahun 1999 karena dia menemukan

jenazah pendaki legendaris

Inggris George Mallory; Pete

Athans, 48, pendaki yang sukses

mencapai puncak Everest tujuh

kali; Abby Watkins, 36, pendaki

asal Australia; Kevin Thaw,

37, spesialis pemanjat gunung

tinggi; Kristoffer Erickson, 31,

fotografer yang pernah meluncur

turun dengan ski dari puncak

Cho Oyu; Jordan Campbell, 38,

26 MountMag 01 2011

yang pernah mengelola program

ekspedisi The North Face. Seluruh

kegiatan ini difilmkan oleh

Michael Brown, 39, (kemudian

akan menyutradarai film pendakian

Gunung Everest oleh pendaki

tunanetra Erik Weihenmayer

tahun 2001).

The North Face mensponsori

kegiatan ini dengan mengeluarkan

dana hampir US$65 ribu,

termasuk sekitar US$10 ribu

untuk kegiatan operasi mata.

Pagi hari pertama di tempat

operasi, para pendaki menyibukkan

diri membongkar peralatan.

Sementara itu, karena telah diumumkan

melalui radio, ratusan

warga berkumpul di Jiri.

Para pendaki ingin membantu

namun saat itu tenaga sudah

cukup banyak. Jadinya para

pendaki sedikit murung karena

merasa kurang berguna.

Pete berusaha membangkitkan

semangat dengan mengatakan

kondisi akan lebih baik setelah

rombongan sampai di Phaplu.

Tapi pertama-tama kami harus

melalui kawasan berbahaya

yakni basis pemberontak Maois

di Kenja dan Lamjura Pass.

Rombongan biasanya akan

dicegat dan harus membayar

1.000 rupee (sekitar Rp220 ribu)

per orang kepada gerilyawan.

Terkadang ada pendaki yang

ikut menjadi korban bentrokan

gerilyawan melawan pasukan

pemerintah.

Esoknya kami mulai meninggalkan

Jiri dan memasuki hutan

di wilayah Katang dan Numbur.

Hari berikutnya kami mulai

mendaki menuju Lamjura Pass

bersama rombongan warga dan

pembawa barang. Tim melewati

kawasan Maois dengan selamat.

Tiba di kamp 2, semangat kami

bangkit kembali. Pete terutama

ingin ekspedisi ini sesukses

mungkin. Soalnya, kesempatannya

mendaki gunung-gunung

tinggi semakin kecil. Terkait

ekspedisi ini, dia merasa tujuan

utamanya adalah membantu penyembuhan

katarak, sementara

mendaki Cholatse hanya bonus

semata. “Ini adalah arah karir

yang saya inginkan,” kata Pete.

TIAP PAGI para dokter dan

pasien akan berkumpul di halaman

rumah sakit untuk melepas

perban operasi hari sebelumnya.

Saat perban terbuka, seorang

pria berdiri dan mulai menarinari.

“Rasanya seperti melihat

tujuh matahari,” kata pasien

perempuan lainnya. Semuanya

OUTSIDE MAGAZINE


ahagia. Bahkan ada yang sampai

menitikkan air mata.

Selama dua pekan, Geoff dan

dokter lainnya telah sukses

mengoperasi 255 pasien katarak.

Karena pekerjaan telah usai,

kini waktunya untuk mendaki

gunung. Jam 7.30 esok paginya,

tim naik helikopter menuju

wilayah Syangboche yang merupakan

titik awal jalur ke Cholatse.

Perlu tiga hari untuk hiking ke

base camp Cholatse, 12 mil dan

lebih dari 4.000 kaki vertikal

ke Lembah Gokyo. Ketika kami

tiba di base camp di ketinggian

15.500 kaki, kondisi kami sedikit

kepayahan.

Abby dan Jordan batuk-batuk

dan flu. Kevin merasa sakit

perut. Sedangkan Geoff tidak

bisa berjalan cepat. Ini adalah

pendakian Himalaya pertama

untuknya dalam sepuluh tahun

terakhir dan dia harus cepat

pulang karena ditunggu untuk

operasi katarak di Bhutan.

Lalu ada pertanyaan tentang

pendakiannya sendiri. Apakah

memakai fix ropes atau tidak.

Tidak ada yang mau disebut

mendaki dengan cara lebih

mudah dibanding ekspedisi

sebelumnya. Memasang tali akan

membuat kesempatan kami sampai

di puncak lebih besar, tapi

akan kelihatan sedikit curang.

Baru ada 20 orang yang pernah

memanjat Cholatse dan kami

tidak mau menyepelekan gunung

ini.

“Apa gunung ini kelihatan

seperti Rainier atau Denali?”

tanya Conrad di satu pagi. Kami

menggelengkan kepala. “Saya

rasa mendaki gunung ini dengan

banyak orang besar risikonya,”

tambah Conrad.

Saat makan malam di tenda,

kami berdiskusi tentang pendakian.

Setidaknya kami memiliki

waktu dua sampai tiga hari untuk

tiba di puncak dalam kondisi

cuaca cerah. Jadi masalah lebih

utama adalah apakah kami bisa

mencapainya atau tidak, dari-

pada mempermasalahkan

soal teknis. Akhirnya

kami memutuskan memakai

tali tapi hanya

untuk di beberapa bagian bawah

gunung.

PENDAKIAN bukan kegiatan

menggembirakan. Semakin

tinggi mendaki, kondisi kita

makin memburuk. Tiap hari kita

membenci udara dingin, membenci

kegelapan, salju, es, dan

tebing batu, membenci makanan

kalengan. Kita membencinya

karena harus buang air di botol

dan menggali lubang kotoran di

es. Kita akan benar-benar benci

harus bangun jam 2 pagi. Kita

benci harus memakai sepatu

yang dingin dan beku.

Tapi di sisi lain kita belajar untuk

suka memanjat. Geoff pernah

ditanya dalam suatu seminar,

apa yang paling dibutuhkan

untuk menjadi pendaki gunung

bersalju. “Bisa mentoleransi rasa

sakit,” jawabnya. “Dan pelupa.”

Memanjat gunung berarti me-

HIKING KE CHOLATSE: Baru 20 orang yang

pernah mencapai puncaknya.

masuki dunia penderitaan

pribadi. Namun justru dari itu

kita bisa mendapatkan sesuatu.

Pada 12 Mei, setelah memanjat

selama 21 jam, puncak Cholatse

berhasil dicapai Conrad, Kris,

Abby, Kevin, dan John. Ada yang

sampai di ketinggian 17 ribu

kaki sebelum turun lagi karena

kena penyakit ketinggian. Geoff

sendiri bisa mendaki sampai

ketinggian 20 ribu kaki bersama

Pete dan Mike. Setelah memanjat

24 jam, mereka bertiga

memutuskan mundur dan tidak

jadi mendaki ke puncak.

USAI EKSPEDISI Geoff segera

bertolak ke Bhutan dan saya

menemaninya untuk beberapa

saat.

“Cholatse mungkin jadi gunung

tinggi terakhir di Himalaya yang

saya daki,” ujar Geoff, sambil

menatap dinding barat Chola-

01 2011 MountMag 27

COSLEYHOUSTON COM


tse. Samar-samar kami bisa melihat jalur yang

dibuatnya, melintasi kawasan bersalju, jauh tinggi

di pegunungan. “Bukan main, kita rasanya sudah

hampir ke puncaknya ya?”

Ketika tiba saatnya saya berpisah, kami berhenti

berjalan dan berpelukan dengan sedikit canggung.

Geoff terlihat benar-benar sedih harus meninggalkan

kawasan Himalaya. Bagian hidupnya yang

dihabiskan mendaki gunung-gunung tinggi kini

berakhir. Kini dia akan memfokuskan hidupnya

untuk karir dokternya serta keluarga. Bukan

sebuah transisi yang buruk, tapi tetap saja sebuah

28 MountMag 01 2011

TIM EKSPEDISI SIGHT-TO-SUMMIT CHOLATSE 2005

perubahan besar.

Geoff lalu berbalik dan mulai melompat menuruni

jalur. Tangannya dilambaikannya, sambil bergerak

cepat menyusul dua anak muda yang menjadi porternya.

Dia berbelok di sebuah tikungan dan Geoff

pun akhirnya hilang dari pandangan.

(Outside Magazine/Desember 2005) •

Sight-to-Summit 2005 merupakan ekspedisi pendakian gunung Cholatse di Nepal yang disponsori perusahaan

pembuat peralatan alam bebas The North Face. menggabungkan kegiatan petualangan dengan

kegiatan amal, ekspedisi ini melibatkan pendaki-pendaki terkenal. Berikut sebagian pendaki yang terlibat.

geOFFReY TABin adalah

profesor bedah di University of

Vermont College of Medicine dan

ko-direktur Himalayan Cataract

Project. Pernah menghabiskan

waktu mendaki sebelum akhirnya

lulus dari fakultas kedokteran Yale, Oxford and

Harvard. Dia juga menulis “Blind Corners,”

buku tentang pendakiannya ke puncak-puncak

tertinggi di seluruh benua.

PeTe AThAnS adalah salah

satu pendaki legendaris dunia.

Kelahiran 1957, dia terkenal

karena menjadi satu dari sedikit

orang yang pernah mencapai

puncak Everest tujuh kali. Itu

sebabnya dia dijuluki ‘Mr Everest’. Kali pertama

dia mendaki Everest tahun 1985 via West Ridge

tapi tidak berhasil. Akhirnya dia berhasil pada

1990 dalam ekspedisi yang melibatkan Scott

Fischer dan Wally Berg.

cOnRAd AnKeR merupakan

pemanjat tebing, pendaki, dan

pengarang dari Amerika Serikat.

Terkenal karena pemanjatannya di

Himalaya dan Antartika. Kelahiran

1962, dia ikut menjadi tim pencari

sisa jenazah pendaki legendaris asal Inggris yakni

George Mallory tahun 1999 di Gunung Everest.

ABBY WATKinS mulai memanjat

tebing sejak 1988. Tahun 1996,

perempuan asal Australia ini memecahkan

rekor pemanjatan untuk

kategori perempuan bersama Vera

Wong di tebing The Nose di El Cap

serta di Regular Northwest Face di

Half Dome, rekor itu bertahan delapan tahun.

Dia juga banyak menjuarai lomba pemanjatan di

berbagai negara. Dia kemudian pindah memanjat

tebing bersalju.

Merek The nORTh FAce muncul tahun 1966 di San Francisco, California, ketika

Douglas Tompkins dan Kenneth “Hap” Klopp mendirikan toko ritel peralatan panjat

tebing yang akhirnya mendapat nama The North Face. Nama itu dipilih karena biasanya

sisi utara dari gunung di belahan bumi utara paling sulit dipanjat. Memasuki

era 1980an, muncul produk ski dan akhirnya juga peralatan berkemah. The North Face

sekarang sepenuhnya dimiliki VF Corporation. Perusahaan The North Face kini berbasis

di San Leandro, California. Logo The North Face merupakan interpretasi dari Half Dome, sebuah

tebing granit besar di Taman Nasional Yosemite. The North Face memiliki jaringan kuat dengan komunitas

alam bebas melalui para atlet yang disponsorinya.


TIPS & TRIK

3 HAL PENTING SAAT PACKING RANSEL

Lindungi sleeping bag

Ransel umumnya memiliki ruang khusus untuk menyimpan sleeping bag yakni di bagian bawah ransel. selain itu

pastikan sleeping bag terlindung dari udara basah dan lembab.

ide yang bagus untuk selalu membawa kantong plastik

sampah besar dan dimasukkan ke ransel hingga ke bagian

bawah. Jadi jika hujan sleeping bag akan lebih terlindungi.

Seimbangkan beban

bawalah pakaian, peralatan masak, dan makanan dalam

kompartemen utama. Peralatan yang berat harus dipacking

di dalam yang dekat dengan punggung untuk membuat keseimbangan

yang tepat. Akan membantu juga jika memakai

pakaian sebagai penghalang antara punggung dengan

peralatan berujung keras seperti peralatan memasak atau

botol bahan bakar.

Perlengkapan yang beratnya sedang diletakkan di atas dan

di bagian luar dari ransel. Atur perlengkapan dalam kantong

berwarna-warni atau berkode, karena akan membuat

packing lebih mudah dan akan membantu dengan cepat

menemukan barang yang dicari.

Simpan yang penting di tempat yang mudah

simpan kacamata hitam, peta, kompas, altimeter, GPs, botol

air, kamera, pisau lipat, dan perlengkapan kecil lainnya

yang sering dibutuhkan di kantong luar ransel sehingga

mudah diambil.

konsisten menyimpan setiap perlengkapan dalam kantong

yang sama atau lokasi yang sama. setelah memiliki kebiasaan

packing rutin, maka akan mudah menemukan perlengkapan

setiap membutuhkannya. (Hendri Agustin)

TIPS MENGHINDARI KEMUNGKINAN TERSESAT DI GUNUNG

Ambil setiap langkah yang bisa mencegah tersesat,

seperti belajar navigasi darat (peta

dan kompas). Sebelum mendaki,

pelajari peta area gunung dan

biasakan dengan tanda medannya

seperti sungai, punggungan,

puncak, dan tanda lainnya. Beritahukan

rencana perjalanan pada

keluarga atau teman. Ketika sampai

di lokasi dan mulai mendaki,

amati topografi medan (punggungan,

puncak, sungai, dan lainnya).

Semua bisa menjadi titik referensi yang bagus saat

kita di ketinggian.

Biasakan selalu membawa peta dan kompas saat

mendaki. Jika kehilangan arah, berhentilah,

keluarkan peta dan lihat sekeliling untuk mencari

tanda medan yang bisa dikenali. Pelajari dengan

tenang peta dan medan sekeliling anda setidaknya

lima menit.

Untuk membantu orientasi, naik ke punggungan

atau tempat tinggi, sehingga akan memudah-

kan mengenali perbukitan atau sungai yang bisa

ditandai di peta. Tetapi jangan

mengembara terlalu jauh dari

rute asli, terlebih jika tidak memiliki

peta.

Jika masih tersesat, lakukan

S.T.O.P (Stop, Think, Observe,

dan Plan) atau berhenti, berpikir,

mengamati, dan merencanakan.

Cobalah kembali ke

lokasi terakhir sebelum tersesat

jika masih dalam jarak wajar.

Putuskan segera tindakan dan taatilah. Yang paling

penting, jangan panik, hematlah energi.

Jika tidak bisa menemukan tanda-tanda alam yang

bisa dikenali saat mencoba kembali, diam di tempat.

Jika membawa peluit, tiup dengan interval teratur

agar bisa didengar tim SAR atau pendaki lain. Selain

itu bersiaplah menyusun rencana survival atau

rencana bertahan hidup. (Hendri Agustin)

01 2011 MountMag 29

gOOglE COm


HYDRATION PACK membuat pendaki nyaman

karena tetap terhidrasi selama perjalanan

tanpa repot harus menurunkan

ransel. Untuk memastikan Hydration

Pack tetap bersih, setelah selesai

menggunakannya, tabung dan pipa

harus dikosongkan dan dianginkan

sampai kering. Pastikan bagian dalam

tabung kering untuk menghindari

jamur.

Untuk menjaga tabung air dan pipa

tetap segar dan bebas dari rasa jamur,

berikut cara membersihkannya:

a. Campur 1 atau 2 sendok baking soda dengan 2

atau 3 liter air

b. Peras setengah dari jeruk lemon ke campuran

itu, lalu tuang ke tabung. Biarkan selama 1 atau 2

hari

c. Kosongkan tabung dan bilas lalu gantung sampai

30 MountMag 01 2011

TIPS MEMBERSIHKAN HYDRATION PACK

kering dalam keadaan tutup terbuka (mengeringkan

dengan cleaning kits dari produk

juga akan membantu)

Jika tabung digunakan untuk menyimpan

minuman dengan rasa atau minuman

olahraga, hampir bisa dikatakan

tidak mungkin membersihkan rasa

tersebut dari Hydration. Jadi sedapat

mungkin hindari memasukkan minuman

berasa kedalam Hydration.

Hindari menggunakan yodium atau

tablet purifikasi air di dalam tabung.

Biasanya rasa dari yodium tersebut

akan lama tinggal bahkan bisa selamanya.

Saat menyimpannya, pastikan dalam keadaan

benar-benar kering, jangan dilipat. Jika memungkinkan,

ganjal agar tabungnya terbuka sehingga

sirkulasi udara memasuki bagian dalam tabung.

(Hendri Agustin)

TIPS MENDIRIKAN TENDA DI TEMPAT TERBUKA DAN SAAT TERJADI BADAI

Saat mendaki kadang kita mendapatkan

cuaca di luar perkiraan, seperti

badai misalnya, dan pas pula saat kita

akan mendirikan tenda di daerah terbuka.

Mendirikan tenda di daerah terbuka

dan saat badai cukup sulit. Selain

itu ada risiko tenda akan tertiup angin

dan tak jarang robek atau patah rangka

tendanya.

Berikut tips mendirikan tenda dengan

mudah di tengah badai dan medan terbuka.

Tips ini pernah dipraktikkan oleh

redaksi MountMag di puncak Gunung

Ungaran saat terjadi badai. Perlu dua

orang untuk mendirikan tenda dengan

cara ini.

1. Pastikan semua pasak dan tali pengaman

tenda ada, juga pisahkan bagian

flysheet dan tenda agar tidak terbang

saat membukanya.

2. Bentangkan tenda sesuai dengan

bentuk lantai kemudian pasang pasak pada ujungujungnya

yang telah tentukan.

3. Kemudian pasangkan satu per satu frame atau

rangka tenda sesuai konstruksinya, namun jangan

pasangkan dulu semuanya, jangan pasangkan

hingga berdiri. Pastikan salah satu ujung frame

atau rangka tenda telah terpasang pada tempat

kaitannya.

4. Kemudian berdua secara serentak memasang

ujung rangka yang lain hingga berdiri. Tahapan ini

harus dilakukan dengan cepat dan tepat namun

hati-hati agar tidak membuat frame atau rangka

patah.

5. Pasang flysheet tenda dari arah angin, jangan

melawan arah angin. Lalu pasang semua tali

penguat tenda. Jika perlu tambahkan tali penguat

pada tiap-tiap framenya agar frame bisa bertahan

terhadap tiupan angin. (Hendri Agustin)

gOOglE COm


NANTIKAN EDISI BERIKUTNYA !

HENdri aguSTiN

Similar magazines