Views
9 months ago

PAGE 5

PAGE

1 Pemaparan data statistik berkaitan dengan kinerja keselamatan kerja di MOD. Penyampaian hasil survei deep interview dengan supervisor dan juga operator dari seluruh departemen di MOD mengenai keselamatan kerja. 2 3 Focus Group Discussion (FGD). 4 Pemahaman sederhana tentang safety leadership dalam pekerjaan sehari-hari. IPTEK wasi aktivitas kerja untuk memastikan karyawan aman. 2. Training - Pelatihan: melakukan pendidikan dan pelatihan keselamatan. 3. Accountability – Tanggung gugat: memastikan agar setiap orang mematuhi kebijakan dan peraturan keselamatan perusahaan. 4. Resources - Sumber daya: menyediakan sumber daya fisik - peralatan, perlengkapan, bahan sehingga karyawan dapat bekerja dengan aman. 5. Support - Dukungan: menciptakan lingkungan kerja psikososial yang mendukung, beban kerja, pengakuan - sehingga karyawan tidak bekerja dalam tekanan yang tidak semestinya. Supervisor dalam safety leadership harus memiliki pengaruh yang kuat untuk bisa mengajak operator berperan serta dalam berperilaku kerja aman. Untuk memiliki pengaruh yang kuat, maka supervisor harus memiliki perilaku-perilaku layaknya sebagai seorang safety leader. Apa saja perilaku-perilaku tersebut? Dalam “Four Behaviors of Safe Leaders” (Posted by Esteban Tristan, 2013), ada empat perilaku seorang safety leader yang disebut menjadi model L.E.A.D. Model ini didasarkan dari hasil penelitian terhadap banyak perilaku yang diperlukan dalam membentuk safety leadership yang berhasil yang nantinya menciptakan budaya keselamatan kerja dalam suatu organisasi. Empat perilaku yang dimaksud dalam L.E.A.D model mencakup perilaku sebagaimana berikut ini: 1. LAY OUT A VISION Safety leader mampu memberikan arahan yang jelas dan memotivasi secara personal setiap orang yang dipimpinnya. Visi yang jelas akan keselamatan kerja menjadi kesadaran dan kepedulian bersama. 2. EMBRACE CHANGE Tidak saja mengikuti tetapi memimpin perubahan dengan melibatkan dan menyakinkan orang yang dipimpinnya dalam proses perbaikan kinerja keselamatan kerja. 3. ACT AS A COACH Safety leader secara aktif mendengarkan dan mencari tahu perilaku kerja yang tidak aman sebelum tindakan perbaikan. Dengan cara demikian, safety leader mampu mengubah paradigma orang yang dipimpinnya. Berikanlah umpan balik yang sifatnya membangun dan efektif. 4. DEMONSTRATE CREDIBILITY Dalam perilaku keselamatan kerja, menunjukkan kredibilitas menjadi suatu hal yang kritikal. Bagaimana orang yang dipimpinnya berperilaku kerja aman kalau pemimpinnya tidak punya kredibilitas. Safety leader harus selalu menjadi role model untuk berperilaku kerja aman (walk the talk). Setiap orang bertanggung jawab dalam keselamatan kerja dan dimulai dari safety leader-nya, dalam hal ini adalah supervisor-nya. Supervisor harus ada rasa tanggung jawab pribadi atas keselamatan orang-orang yang dipimpinnya. Ibaratnya, seorang supervisor berangkat kerja dengan membawa 10 orang operator, maka kembali pulang pun dengan 10 orang operator.(*) KABARA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2017 Para supervisor tengah melakukan Focus Group Discussion. 5

Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 Page 8 ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 Page 8 ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 v ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 Page 8 Page ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 Page 8 Page ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 Page 8 Page ...
Page 1 Page 2 Page 3 Page 4 Page 5 Page 6 Page 7 14-4 14-5 14 ...