Views
6 months ago

3 Maret 2018

2 SABTU, 3 MARET

2 SABTU, 3 MARET 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Kabur Usai Bunuh Tetangga, Syamsul Akhirnya Ditembak KISARAN-M24 Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Asahan dan personel Polsek Pulau Raja, menangkap Syamsul, pelaku pembunuhan terhadap tetangganya. Pelarian pria 38 tahun ini terhenti timah panas petugas. Dalam paparan yang digelar, Jumat (2/3), Kanit Jatanras Polres Asahan, Ipda Khomaini menjelaskan, tersangka Syamsul merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap Andri Sabar Halawa (55), warga Dusun VIII Kampung Pisang Binaya, Desa Teluk Dalam, Kec Simpang Empat, Kab Asahan. Pembunuhan itu sendiri terjadi, Jumat (19/1) sekitar pukul 22:00 WIB. Malam itu, Syamsul datang ke rumah Andri sambil marah-marah. Samsul tidak terima karena sisa utangnya sebesar Rp500 ribu ditagih paksa oleh Andi Halawa (20), anak Andri. Emosi, Syamsul menyerang Andi dengan sebilah pisau hingga mengenai bagian kepala. Melihat putranya diserang, sang ayah berusaha melerai. Naas, Syamsul malah balik menyerang Andri. Ia menghujamkan pisau tepat di bagian dada. Andri pun tersungkur. Ayah lima anak ini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran. Sementara itu pelaku melarikan diri. Setelah 43 hari penyelidikan, Unit Jatanras Polres Asahan mendapat informasi terkait keberadaan tersangka. Kamis (1/3) sekitar pukul 15:00 WIB, Uni Jatanras Polres Asahan dibantu personel dari Polsek Pulau Raja langsung meringkus tersangka dari perkebunan sayur milik warga Mesin Pabrik Ubi Meledak TEBINGTINGGI-M24 Pipa pengolahan blower penyalur tepung di pabrik milik UD Nasional Tapioka yang mengolah ubi meledak. Akibatnya, dua orang pekerja mengalami luka bakar. Peristiwa terjadi di pabrik milik Supardi (69) warga Desa Paya Pasir, Kec Tebing Syahbandar, Kab Sergai, Kamis (1/3) sekitar pukul 11.30 WIB. Dua karyawan yang mengalami luka bakar masingmasing Irwan (25) dan Erwin (27). Keduanya merupakan warga Desa Penggalangan, Kec Tebing Syahbandar, Kab Sergai. Kapolsek Tebingtinggi AKP Abdul Rahman Manurung pada wartawan di lokasi kejadian membenarkan mesin blower pipa penyalur tepung tapioka meledak. Dari hasil evakuasi dan penyelidikan di tempat Kejadian Perkara (TKP), sambungnya, mesin penggorengan meledak diduga karena kesalahan dalam pengoperasian temperatur suhu. Diduga proses pembakaran olahan ubi menjadi tepung tapioka mencapai lebih dari 200 derajat celsius. “Saat mesin beroperasi tidak ada karyawan yang mengontrol temperatur suhu mesin. Sehingga temperatur mesin menjadi naik sekitar 240 derajat celsius dan melebihi kapasitas temperatur suhu yang biasanya. Akibatnya mesin menjadi panas dan pipa penyalur tepung tidak mampu menahan dan meledak,” jawab AR. Manurung. Ditambahkannya, kedua korban ketika itu berada di bawah pipa penggorengan. Selanjutnya kedua korban dilarikan ke RS Bhayangkari Tebingtinggi, guna mendapatkan pertolongan secara medis. “Lokasi pabrik telah dipasang garis polisi. Tidak seorangpun yang boleh masuk sebelum pihak polisi membukanya,” sebutnya. (agus) Nasib Lagi Apes LANGKAT-M24 Nasib Mariono (49) warga Dusun Mandiri, Desa Karang Rejo, Kec Stabat, Kab Langkat, ketiban nasib apes. Ketika menunggu pelanggan di salah satu warung kopi (Warkop), ia malah didatangi petugas kepolisian. Alhasil, juru tulis togel ini sekarang masuk penjara. Penangkapan Nasib dipimpin Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat Iptu Zul Iskandar Ginting, Kamis (1/3). Penangkapan dilakukan di warkop simpang Pasar I, Dusun Mandiri, Desa Karang Rejo, Kec Stabat, Kab Langkat. Dari Nasib, petugas mengamankan barang bukti HP berisikan angka pasangan dari pemesan melalui SMS dan uang Rp35 ribu. Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasat Reskrim AKP M. Firdaus ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/3) menuturkan penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian, ditemukan keberadaan tersangka di warung tersebut. Nasib kemudian disergap dan digeledah. "Dia mengakui telah melakukan perjudian jenis togel," sebutnya. (rudi) Bukan Ditangkap, Tapi... CUPI Cupita sempat menghebohkan media setelah beredar kabar dirinya menyerahkan diri ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun ternyata kedatangannya ke BNN bukan karena berurusan dengan narkoba. Pedangdut seksi itu mengajukan diri menjadi relawan antinarkoba. Hal itu diungkapkan Humas BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (2/3/2018). “Bahwa hal itu tidak benar. Artis Cupi Cupita dan rekannya tidak ditangkap oleh BNN, tetapi beliau didampingi manajer memang bertujuan menghadap Deputi Pencegahan untuk mengajukan diri jadi penggiat anti narkoba atau relawan antinarkoba. Tolong sekali lagi digarisbawahi artis Cupi Cupita tidak ditangkap. Supaya tidak dapat pandangan negatif,” ujar Sulis kepada awak media dengan didampingi Cupi Cupita. “Konotasinya sudah jadi berita, keluarganya dirugikan. Untuk lebih jelas, rekan-rekan akan dengar penjelasan,” tuturnya lagi. (dth) MABUK WAK Lokot dan Mak Bedah dua pegawai kantoran baru saja pulang lembur dan sedikit mabuk lalu pulang agak malam dan menyetir dengan keadaan mengantuk berat serta oyong akibat minum alkohol saat di kantor tadi dan memaksakan diri harus pulang. Ketika hendak mau masuk ke garasi rumah, rekan yang pertama mulai berteriak: “Hati-hati, awas ada dinding, hati-hati, dinding itu…!!!" teriaknya. "PRAKK….Baaaaam…!!!" Mereka menabrakkan mobil mereka ke dinding. Namun keesokan harinya mereka terbangun, mereka sudah ada di rumah sakit, dan rekan yang pertama berkata kepada temannya, "Untung saja kamu tidak apa-apa, aku sudah berteriak padamu untuk berhati-hati, kenapa kamu tidak mau mendengar…?" kata Mak Bedah. Lalu Wak Lokot menjawab dengan marah… "Mendengar bagaimana….? Yang menyetir mobil kan kamu…!" kata Lokot. “TAK MUNGKIN…! kamu benar bebar mabuk ya kamu yang punya mobil kan …!!?” kata Mak Bedah membela diri “Kamu yang mabuk.. Memang aku yang punya mobil tapi kamu yang setir kan, kita tanya perawat aja siapa yang bawa mobil..!?” jawab Lokot. Tak lama kemudian perawat datang…. “Sus siapa yang bawa kami ke rumah sakit ini..!? “ tanya mereka serempak. “Petugas polisi dibawa dengan ambulan, memang kenapa dah baikkan kan…!?” tanya suster. “Lalu siapa yang mengemudikan mobil dan siapa yang salah zus..!?” tanya mereka lagi bersamaan. “Maaf bapak, ibu kami cuma petugas medis di sini dan bukan polisi yang bertugas di lakalantas…jangan lupa bayar bea perobatnya ya!” kata suster sambil berlalu. yang terletak di Kec Aek Kuasan, Kab Asahan. Meski sudah tertangkap, tersangka masih berusaha melarikan diri. "Saat ditangkap, tersangka Syamsul menendang petugas dan berusaha melarikan diri ke arah perkebunan sawit. Tembakan peringatan tak dihiraukan. Akhirnya petugas memberikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku," jelasnya. Sebutir timah panas menembus kaki tersangka yang langsung ambruk. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dibawa ke Mapolres Asahan. "Dari hasil pemeriksaan, tersangka pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegas Khomaini. Kepada awak media, tersangka mengakui nekat membunuh korban karena Supinem: Cita-Cita Anak Saya Jadi Tentara TEBINGTINGGI-M24 Keluarga almarhum Nurjamal berharap para pelaku penganiayaan dihukum sesuai dengan perbuatannya. Mereka pun berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap kasus kematian remaja 17 tahun tersebut. Hal itu disampaikan Supinem (52), yang ditemui di kediamannya Jln Koperasi, Link IV, Kel Karya Jaya, Kec Rambutan, Kota Tebingtinggi. Saat itu, Supinem tengah membungkusi tape pulut untuk dijualnya. “Doa kami setiap malam akhirnya dihijabah sama Allah SWT dan pembunuh anakku akhirnya tertangkap juga. Terimakasih ya Allah. Saya ingin pelakunya dihukum sesuai dengan perbuatannya. Pelaku yang lain juga agar segera ditangkaplah, biar anak saya tenang di sana,” tutur Supinem kepada M24, Jumat (2/3). Menurut Supinem, sebelum pelaku ditangkap, dirinya mendapatkan beberapa pertanda. Diawali dengan mimpi mendapatkan bayi yang tampan. Tak hanya itu, keesokan harinya ia melihat tiga ekor kupu-kupu masuk ke dalam dapur rumahnya. “Ya itu Pak, ada tiga ekor kupu-kupu masuk dapur ruamah ini, tapi tak mau pergi walaupun sudah saya usir,” kenangnya. Kabar tertangkapnya tiga pelaku didapatnya dari tetangga. Karenanya, ia terkejut ketika kemudian polisi menyebut ada tujuh pelaku penganiayaan yang berujung tewasnya Siswi SMAN 3 Tebingtinggi tersebut. Mirisnya, hampir semua pelaku masih ada hubungan keluarga meskipun tidak kenal dengan korban. Ibu Supinem dan ibu Kasno, disebut kakak beradik. Karenanya, Supinem memanggil abang terhadap Kasno yang merupakan suami dari Wagiyem. Begitu juga Imam Susanto dan Ari Murti masih memiliki hubungan keluarga. Karena salah satunya merupakan anak kandung dari Wagiyem. Peristiwa itu sendiri, tutur Supinem, tepat pada lebaran pertama, 25 Desember 2017. Selesai melaksanakan Sholat Zuhur, korban meminta uang Rp15 ribu kepada Supinem untuk jalan-jalan. Belakangan diketahui uang itu digunakan sebagai ongkos korban ke tak terima utangnya ditagih. "Saya ada utang Rp2,5 juta dan Rp2 juta sudah saya bayar," ucapnya. Tersangka yang dalam pengaruh minuman keras (mabuk) langsung emosi. Ia mengambil sebilah pisau. Sadar nyawanya terancam, Andi lari ke rumahnya. Andri yang melihat tersangka datang mengusung pisau coba melerai. "Seketika saya langsung melukai kepala Andi, serta menikam Menderita Ganguan Jiwa, Sianipar Jemput Maut di KA Sirex SIANTAR-M24 Warga yang tinggal di Jln Makmur Pasar 2, Kel Makmur, Kec Siantar Timur mendadak heboh. Justri Sianipar (33), tewas mengenaskan ditabrak Kereta Api (KA) 58 Siantar Express (Sirex). Lasmaida boru Sibarani (46), Jusri sudah diperingati oleh warga supaya tidak duduk duduk di bantalan rel. Pasalnya, kerta api bermuatan penumpang dari Kota Medan sudah mau melintas. Tetapi Justri hanya menganggukkan kepala dan tetap duduk duduk di bantalan. Tidak lama kemudin, KA pun melintas dan menabrak tubuh Justri. Sontak warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian dan mendapati Jusri sudah tewas mengenaskan. Kepalanya pecah, tangan kiri dan kaki kiri putus.Personel Polsek Siantar Timur dan SPKT Polres Pematangsiantar datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat korban ke Ruang Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih. Sementara itu, abang kandung korban, Jonathan Sianipar (36) tampak menangis histeris sembari memeluk tubuh kaku adiknya. Jonathan menyatakan sang abang menderita penyakit gangguan jiwa sudah puluhan tahun. Seyogianya, anak kedelapan dari sembilan bersaudara itu akan dibawanya merantau ke Jakarta. "Tiga hari Polisi Ditendang Residivis Narkoba Dipelor TANJUNGBERINGIN-M24 Dua kali masuk penjara karena kasus sabu ternyata tak membuat Marzuki alias Amar (39) kapok. Buktinya, pria yang punya dua anak ini kembali tersangkut kasus yang sama. Kali ini bahkan ia kena pelor dari pistol polisi. Pria yang tinggal di Dusun V, Desa Pekan Tanjung Beringin, Sergai, diringkus Sat Narkoba Polres Sergai saat digrebek di rumahnya, Jumat (2/3) sekira pukul 10.00 WIB. Amar diketahui dalam satu minggu telah transaksi mencapai Rp50 juta. Ini diketahui dari rekeningnya yang disita personel Sat Narkoba. Maka ketika mendapat informasi Amar baru mentransfer uang ke bank, petugas menguntitnya hingga ke rumah. Begitu Amar tiba di rumah, penggerebekan dilakukan. Amar didapati berada di dapur. Saat digeledah ditemukan 5 gram sabu yang disimpan di rak piring dan uang Rp800 ribu. Saat diintrogasi untuk pengembangan Amar mencoba kabur. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Bangun mengambil tindakan terukur. Doorr!! Peluru bersarang di paha kiri Amar. Tembakan itu membuat Amar tersungkur. Lokasi kejadian seketika dipadati warga. Kapolres Sergai AKBP Nicolas Ary Lilipaly kemudian datang ke lokasi. Amar dilarikan ke RS Sultan Sulaiman Sergai, selanjutnya dijebloskan ke jeruji besi Polres Sergai. Kepada M24, Amar mengatakan sabu diperolehnya dari Aceh. Pengiriman sabu dilakukan lewat jalur darat. Setelah sabu sampai diterimanya, barulah ia mentransfer ke rekening bank. “Karena sudah saling percaya jadi kami transaksi melalui rekening aja,” ucap Amar. Amar mengaku sudah lama menjalankan bisnis sabu setelah bebas setahun Desa Paya Lombang, ke rumah Kusno yang juga uwaknya. Pasalnya, salah seorang anak Kusno dikabarkan sudah menjadi anggota TNI. Korban bermaksud menemui sepupunya tersebut untuk menanyakan cara dan kiat agar lulus dan diterima sebagai tentara yang menjadi cita-citanya. Saat itulah korban diteriaki maling oleh Wagiyem karena terlihat mendorong Honda Mega Pro milik Muhammad Sabirin, warga Sungai Pinang yang sedang bertamu di rumah uwaknya itu. Mendengar teriakan itu, ketiga pelaku dan sejumlah warga pun menganiaya korban hingga meregang nyawa.Pun sudah mengetahui bila bocah yang dianiaya di dekat rumahnya adalah keponakan, Kasno maupun istrinya Wagiyem tak kunjung datang ke rumah Supinem. “Bukan tak kenal orang itu sama saya Pak, tapi sampai detik ini, orang itu tak ada yang mau datang ke rumah kami ini. Saya hanya minta kepada Allah, kiranya keluarga para pelaku itu menyadari perbuatannnya,” tutup Supinem. (agus) lalu. Ia kembali berbisnis sabu karena memiliki banyak utang. “Saat aku tertangkap 2 tahun lalu, aku dililit utang untuk urusan perkara,” tuturnya. Sekali transaksi, Amar bisa mencapai 20 gram sabu. Kemudian diedarkan di Tanjung Beringin. “Dari Aceh perjienya Rp500 ribu, dijual lagi seharga Rp800 ribu,” jelasnya. Amar pernah tertangkap karena kepemilikan ganja dan sabu pada tahun 2012. Selanjutnya pada tahun 2016 penggerebekan kampung narkoba Amar, kembali tertangkap atas kepemilikan sabu. Kapolres Sergai AKBP Nocolas Ary Lilipaly kepada M24 membenarkan penangkapan tersebut. “Masih dalam pengembangan dalam satu minggu ada Rp50 juta bukti transferan di rekening dan itu bukti dari jual beli sabu,” ucap Kapolres. (darmawan) 8 Hari Buron, Ratu Sabu Ini Diciduk dari Rumah Keplor Setiap sore anak kelas 5 SD ini jadi rajin ke sawah, berharap bisa ngelihat mama lagi. Dan benar, seminggu sekali mama lewat,” tulis Gia di akun Twitter pribadinya. Tak punya keberanian, sang ayah hanya bisa menatap ibunya dari kejauhan. Hal tersebut berlangsung sampai mereka duduk di bangku SMP. Singkat cerita, sang ayah terpaksa harus pindah dari Tasikmalaya hingga akhirnya ia kembali lagi di kota tersebut saat di bangku SMA. “Dua tahun nggak ketemu mama, saat kelas 2 SMA papa kembali ke Tasikmalaya karena dapat kabar ayahnya kena serangan jantung lalu meninggal. Dan dapat kabar juga bahwa mama sudah tidak di Tasikmalaya karena SMA-nya di Jakarta,” jelasnya. “Kelas 3 SMA, mama lebaran ke Tasikmalaya. Untuk kali ini papa berani nyapa dan kenalan. Mama cuma nanya, ‘Nanti kalau lulus SMA, mau kemana?’ Papa jawab, ‘Kalau nggak kedokteran ya pilot’. Terus mama bilang, ‘Wah aku suka, itu dua profesi yang dipanggil sesuai profesinya’. Kalimat itu nancep banget,” imbuhnya lagi. Menurut penuturan Gia, mamanya saat muda adalah salah seorang gadis yang populer dan banyak disukai oleh laki-laki. Selain cantik, mama Gia adalah seorang pembalap yang kerap mendapat juara. untuk mengalahkan saingannya, papa Gia pun berusaha keras masuk ke sekolah pilot. “Papa nggak peduli, langsung dia laginya mau kubawa kau ke Jakarta, tapi sudah kau tinggalkan aku untuk selamanya," isah Jonathan. Dijelaskan, siang harinya sekitar pukul 13:00 WIB, Jusri disuruhnya supaya mencuci piring. Namun Jusri menolak dan mengambil pakaian masih basah yang lagi dijemur. Ketika itu Jonathan memberi kaos yang dibelinya di Jakarta untuk dipakai korban yang terlebih dahulu mengenakan singlet basah. Sore harinya, temannya datang memberitahukan kalau Jusri telah dit- SIMALUNGUN-M24 Hampir 8 hari diburon polisi terkait kasus narkoba, Rita Siregar alias Rita diringkus personel Satnarkoba Polres Simalungun, Jumat (2/3). Rita diringkus di rumah kepala lorong (Keplor) di dekat rumahnya. Informasi dihimpun, sesaat tertangkap, petugas Rita ke rumahnya di Jln Lokomotif, Kel Melayu, Kec Siantar Utara. Salah seorang warga di temui di lokasi mengaku kalau Rita dibawa personel polisi ke Mapolres Simalungun di Jln Asahan. Amatan kru koran ini, Rita terlihat bersama seorang anak lelakinya yang masih kecil. Ia juga berbicara dengan sejumlah personel Sat Narkoba. Kasat Narkoba AKP Manaek Ritongga dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Manaek tak menampik kalau Rita ditangkap di salah satu rumah keplor. “Rita masih belum mengakui kalau sabu yang ditemukan di dalam mobil pada Kamis lalu itu miliknya,” terangnya. Kamis (22/2) lalu, sejumlah personel Sat Narkoba Polres Simalungun menggerebek rumah Rita di Jln Lokomotif. Penggerebekan hasil pengembangan penangkapan David Simangunsong (30) terkait sabu bebeberapa jam sebelumnya. Ketika digerebek, Rita terlebih dahulu melarikan diri lewat jendela kamar rumah. Jendela langsung tembus ke pinggir sungai. Polisi hanya menemukan 2 20 Tahun Menanti Wanita Pujaan lihat gimana cara masuk ke kedokteran atau pilot. Pas lihat harga, kedokteran mahal sekali, masuk sekolah pilot gratis. Papa daftar masuk. Saingannya 3000 orang, keterima cuma 100. Papa mati-matian belajar, di otaknya cuma ada mama. Dan benar, tahun itu papa berhasil masuk. Mengalahkan ribuan peserta lain. Bukan itu saja, papa pun lulus dengan predikat lulusan terbaik dan langsung diterima oleh Garuda,” ujarnya. Meski tak pernah bertatap muka lagi dengan wanita impiannya, papa Gia sama sekali tak menolehkan pandangan ke wanita lain. Baru setelah pindah ke Jakarta, sang papa pun mencari sosok wanita tersebut selama dua tahun. Tak berhasil bertemu di Jakarta, nyatanya takdir justru mempertemukan mereka di tempat lain. “Suatu hari saat sedang terbang, papa oper sama co pilot agar bisa ke belakang cek kondisi penumpang. Saat keluar pintu kokpit, papa lihat tempat duduk penumpang sebelah kiri ada wanita cantik banget pakai kacamata hitam, formal dress rapi lagi asyik ngelihat pemandangan di luar jendela. Itu mama. Nggak terbayang gimana perasaannya saat itu. Undescribeable pasti. Kebahagiaan yang meluap-luap. Tapi dia bisa sok cool nyapa mama. Dan dia masih bisa inget kalau dia masih harus mendaratkan pesawatnya.” Sejak saat itu, papa Gia dan mamanya menjalin hubungan serius. Sampai tiba jelang hari lamaran, mamanya did- abrak kereta api. Mendengar itu membuatnya langsung berlari ke rel kereta api yang tidak jauh dari rumahnya dan menemukan Jusri sudah tewas mengenaskan. Kapolsek Siantar Timur, Iptu J Tampubolon yang dikonfirmasi mengatakan pihak sudah mengambil keterangan beberapa saksi mata. "Pihak keluarga juga tidak keberatan dan ikhlas atas kejadian ini. Begitupun kita akan membuat surat penyataan kepada keluarga korban tidak akan menuntut di belakang hari," ucap Tampubolon. (adi) orang anak Rita. Dari rumah tersebut polisi menemukan 1 bungkus plastik klip sedang yang berisi 8 bungkus plastik klip sedang berisi sabu. Polisi kemudian menggeledah 2 mobil dan 1 kreta yang diketahui milik Rita dan adiknya H. Di dalam mobil Toyota Avanza warna silver BK 1473 QV ditemukan 4 bungkus plastik klip kecil berisikan sabu, 1 bungkus plastik klip besar berisikan enam bungkus plastik kosong. Kemudian di KIA berplat BK 1811 GA ditemukan 1 bungkus plastik klip besar berisikan 5 bungkus plastik klip sedang berisi sabu dan 1 bungkus plastik klip kosong. (adi) iagnosis terkena kanker kelenjar getah bening dan divonis harus menjalani sisa hidup selama enam bulan. Meski sempat terpukul, mereka berdua bangkit bersama dan mencari berbagai solusi untuk menyembuhkan kanker, mulai dari operasi sampai kemoterapi. “Setelah 6 bulan masa vonis lewat, mama masih hidup. Papa bulat hati langsung melamar saat itu juga. Benar-benar di tengah ketidakpastian umur, his love wins. Beberapa bulan kemudian mereka berdua nikah. Cinta nunggu Rangga 12 tahun untuk dapat pacaran kembali. Tita nunggu Adit 14 tahun untuk akhirnya dilamar. Papa nunggu Mama 20 tahun untuk akhirnya menikah. Tapi buat papa nikahin mama bukan akhir cerita, ini justru baru permulaan,” ungkapnya. “Teman saya dokter setempat kerja malah pernah mergokin mereka berdua lagi ngopi sambil buka laptop, lihat-lihat foto, ketawa bareng, pegangan tangan, benar-benar kayak orang pacaran. Kalau ada teman papa nanya, ‘Am, kamu nggak kepikiran pengen poligami? Secara keuangan kamu mampu dan secara pribadi kamu juga punya kemampuan untuk adil?’ Jawaban papa selalu sama, ‘Saya mau ikutin Sunnah Rasul yang tidak menikahi siapapun selama bersama Bunda Khadijah sampai maut memisahkan’,” tulis Gia mengakhiri ceritanya. (net) korban dengan menggunakan pisau tepat di ulu hati sebanyak satu kali," beber tersangka. Ngedar ‘Si Putih’ SIMALUNGUN-M24 Pelarian Supriadi (43) terhenti, Jumat (2/3) dinihari. Warga Huta Blok X, Nagori Totap Maraja, Kec Tanah Jawa, Kab Simalungun ini pun menyusul istrinya ke penjara karena menjadi pengedar narkotika. Dituturkan Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol M Silaen, penangkapan tersangka merupakan pengembangan atas penyergapan yang dilakukan Tim Opsnal ke kediamannya, Rabu (28/2) dinihari. Saat itu petugas menemukan 15 paket kecil berisi sabu dalam Toke Monza Nangis MEDAN BARU-M24 Remunda br Hutahayan alias Mak Maria (50) tak henti-hentinya menangis begitu tahu kretanya lenyap di parkiran Pasar Petisah, Medan. Padahal toke monza (pakaian bekas, red) ini baru 6 bulan mengkredit kreta tersebut. Perempuan yang tinggal di Komplek Pemda, Jln Setia Budi, Medan Selayang, mendatangi Polsek Medan Baru, Kamis (1/3) malam. Menurut Mak Maria yang buka usaha di lantai 3 Pasar Petisah Medan, ia kembali ke toko untuk mengambil HP dan ulosnya yang tertinggal. Ia memarkirkan kreta Honda Scopy BK 6692 AHE di Tukang Bangunan Goll wadah penyimpanan beras. Petugas juga turut mengamankan SN (35) istri kedua tersangka yang berada 500 meter dari rumah. Sementara Supriadi yang bekerja sebagai sopir berhasil melarikan diri. “Benar yang bersangkutan sudah kita amankan. Sabar ya, kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut,” ucap M Silaen. Dirinya juga membantah adanya satu pucuk senpi jenis pistol yang diamankan dalam penggerebekan tersebut. “Tidak ada,” tegasnya. (john) depan Pasar Petisah tepatnya 50 meter di samping Polsek Medan Baru. “Karena buru-buru kuparkirkan saja di sini. Aku kunci setang trus aku ke atas,” ungkap Mak Maria. Tempo 15 menit, ia kembali ke parkiran. Tapi kreta yang baru dikreditnya 6 bulan, sudah tidak ada lagi di tempat semula. “Udah kutanyak sama orang-orang, tapi gak ada yang tahu. Itu padahal di dekat polseknya,” sebutnya. Petugas yang mendengar laporan tersebut kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Kemudian korban diarahkan petugas untuk datang keesokan sembari membawa surat dari leasing. (tiopan) PERCUT-M24 Gegara membeli sabu seharga Rp30 ribu, M Ishak (30) warga Jln Titi Sewa, Gg Sepakat, Kec Medan Tembung, masuk bui Polsek Percut Sei Tuan. Isak tangis istri dan kedua anak tukang bangunan ini pecah ketika membesuknya di sel. Adalah Latifah (28), istri Ishak yang ditemui M24, Jumat (2/3). Sambil terisak, ia cerita kalau suaminya ditahan di Polsek Percut Sei Tuan karena memiliki sabu seharga Rp30 ribu di Benteng Hilir, Kec Medan Tembung, Sabtu (17/2) sekira pukul 13.00 WIB. Latifah yang masih memiliki bayi ini menambahkan keadaannya ekomoninya makin susah sejak suaminya berada di dalam penjara. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia ditanggung mertuaku yang bekerja sebagai pembuat kue dengan gaji Rp50 ribu perhari. “Saat ada suamiku saja keadaan kami susah, apalagi kayak sekarang ini,” bilangnya. Latifah yang saat itu dibersama mertua perempuannya melanjutkan, sudah berulang kali menasehati suaminya agar jangan menggunakan narkoba. “Ya sudalah, mungkin resikonya. Saya hanya bisa berdoa agar dapat merawat anak-anak saat dirinya di dalam penjara,” tuturnya. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Hartono kepada M24 mengatakan dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas Ishak ke jaksa. (irwan) Tiang dan Pegangan Jembatan PERCUT-M24 Yustinus (38) diamankan petugas ke Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (2/3). Pengusaha botot ini diduga sebagai penadah besi curian. Informasi dihimpun, pagi itu, Tembong (48), warga Jln Cemara, Kec Percut Sei Tuan melintas di jembatan Jln H Anif, Kec Percut Sei Tuan, dekat Perumahan Cemara Kuta. Ia pun terkejut melihat besi tiang lampu dan pegangan jembatan hilang. Tembong langsung melaporkan temuannya itu ke rekannya sesama pengawas perumahan. Selanjutnya melakukan pencarian ke sejumlah gudang penampungan botot di kawasan Jln H Anif. Benar saja, sekitar pukul 11:30 WIB, besi-besi yang hilang mereka temukan di gudang penampungan milik Yustinus. “Yang tiang saja ada 10 yang hilang. Belum lagi pegangannya sebelah kanan dan kiri, karena belum kita hitung semuanya,” kata Tembong. Saat itu, Tembong dan Yustinus sempat terlibat cekcok mulut. “Sempat menganggar-anggarkan bekingnya dia. Alasannya tidak tahu siapa penjualnya. Sudah jelas besinya sama dia, mana mungkin tidak tahu dia siapa penjual besi curian yang dia beli itu,” ungkap Tembong. Tembong langsung melapor ke pimpinannya yang langsung datang bersama petugas kepolisian. Yustinus pun dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk menjalani pemeriksaan. “Benar, pelaku sudah kita amankan berikut barang bukti. Kita sedang melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu siapa penjual besi itu,” jelas Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Hartono. (irwan) Protes UU MD3, Pengunjuk Rasa MEDAN-M24 Massa menggelar aksi protes untuk menolak revisi UU MD3, Jumat (2/3) di gedung DPRD Sumut, Jln Imam Bonjol, Medan. Unjuk rasa ini sempat diwarnai aksi pukul petugas kemanan kepada para pendemo. Aksi ini digelar aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Sumut. Sampai di gedung dewan, massa memasuki halaman DPRD Sumut. Kemudian memajang spanduk protes dan berorasi bergantian. Awalnya aspirasi massa sudah diterima salah satu anggota DPRD Sumut. Namun, berujung ribut dengan legislator tersebut. Meski aspirasinya diterima, pengunjuk rasa belum membubarkan diri. Pada pukul 16.05 WIB, mereka berniat membakar ban yang dibawa sebelumya. Satpam dan polisi yang melakukan pengamanan melarang. Aksi dorong terjadi hingga berujung saling pukul di dalam kerumunan. “Woi, woi, kami mahasiswa. Jangan kalian asal main pukul,” teriak seorang pendemo. Aksi saling dorong terjadi sampai pukul 16.55 WIB. Massa menuntut pemanggilan seorang satpam yang dituding melakukan Beli Verza BK 5172 DELITUA-M24 Didampingi adiknya, Soni Ginting mendatangi Polsek Delitua, Jumat (2/3) siang. Warga Jln Jamin, Pasar V, Gg Kali, Kec Medan Johor ini melaporkan EG (50) atas kasus penganiayaan. Ceritanya, dua bulan lalu, Soni membeli becak motor (betor) baru jenis Honda Verza warna hitam BK 5172 AFH. Dengan betor baru tersebut, penumpangnya pun bertambah. Hal itu membuat EG yang tinggal di Jln Luku I, Kec Medan Johor, tepatnya pangkalan betor Simpang Pos, Jln Jamin Ginting, Medan cemburu. Pasalnya, penumpangnya tak pernah seramai Soni. Ya jelas lah, pulaknya betor yang dikendarainya sudah butut. Semua orang pastinya ingin menaiki betor baru kan. Nah, bukannya memperbaiki betornya, EG lantas memancing dan mengajak Soni untuk berduel. Namun tak pernah ditanggapi. Soni sadar ia punya tanggungjawab untuk melunasi betor yang masih kredit serta kebutuhan keluarga. EG pun tambah geram. Puncaknya, Kamis (1/3) sekitar pukul 20:00 WIB, EG menemui Soni dan langsung mengantukkan Selama di pelarian, lanjutnya, tersangka bertahan hidup dengan memakan segalanya. (deddy) pemukulan. “Panggil satpam itu keluar, kalo tidak kami tak akan bubar,” teriak demonstran. Tak kunjung mendapat respon, walau sempat mencoba mendobrak pintu utama masuk DPRD Sumut, demonstran membubarkan diri pukul 17.05 WIB. Massa berteriak-teriak akan datang lagi, Senin (5/3). Sebelumnya, pimpinan aksi A- gung Sahputra dalam orasinya menyebut revisi UU No. 17/2014 tentang MD3, yang sudah disahkan DPR RI pada 12 Februari 2018, adalah cermin pembusukan budaya. “Kami tolak revisi UU MD3 khususnya Pasal 73, Pasal 122 dan Pasal 245. Sangat berbahaya karena mengekang kemerdekaan warga negara,” cetusnya. Menurut dia, 3 pasal tersebut membungkam publik mengkritik DPR. Di antaranya Pasal 122 huruf K yang mengatur tentang penghinaan parlemen bila dianggap merendahkan/menghina martabat anggota DPR. Kemudian Pasal 73 ayat 4 tentang pemanggilan paksa warga negara melalui institusi alat negara Polri serta Pasal 245 terkait hak immunitas DPR yang pemanggilannya harus melalui izin presiden. (budiman) kepalanya kepada korban. Sontak darah segar muncrat dari hidung korban yang juga terjatuh ke aspal. Tak berhenti di situ, pelaku menginjak-injak korban. Para parbetor yang melihat peristiwa itu langsung melerai dan membawa korban berobat ke klinik terdekat. “Dihajar aku, Bang. Padahal aku tidak ada salah sama EG dan kami sama-sama narik becak. Karena becak saya baru kan wajar dikejar penumpang, jadi EG tidak terima,” ungkap korban. Selanjutnya para parbetor berupaya mendamaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Tapi pelaku justru menantang korban untuk membuat laporan ke polisi. Mendengar itu, N Ginting (34) pun membawa abangnya ke Polsek Delitua membuat laporan resmi. “Pelaku ini memang petentengan dan sering memukul temanya sesama perbetor,” beber N Ginting. Kapolsek Delitua, Kompol ML Malau melalui Kanit Reskrim, Iptu Prastyo Triwibowo yang dikonfirmasi segera memroses laporan korban. “Kita sudah menerima laporannya dan membawa korban ke rumah sakit untuk divisum,” ucap Prastyo. (mehuli)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN iklan SIMALUNGUN-M24 Guna menuju zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Polres Simalungun menggelar rapat pembangunan zona Integritas ( ZI ) tahun 2018 yang digelar di Aula Andar Siahaan Polres Simalungun, Kamis (1/3). R APAT yang dipimpin Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, SIK, MH, dihadiri Waka Polres Simalungun Kompol Hendro Eko Triyulianto, SH, SIK, para PJU Polres Simalungun, Kapolsek sejajaran Polres Simalungun, Bhabinkamtibmas dan Kanit sejajaran Polres Simalungun serta narasumber Dr Femmy Indriany Dalimunthe, AMd, SE, MSi. Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK, MH mengatakan, kegiatan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih untuk mencapai WBK, ada 3 poin yang harus diperhatikan antara lain Fremomance. "Skill (Kemampuan ), Bhabinkamtibmas dalam melakukan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Poin-poin ini harus diperhatikan dan dijalankan," ujar Liberty. Lanjut dikatakan Liberty, diharapkan jajaran mampu mempersiapkan langkahlangkah baik secara taktis, teknis maupun strategis agar program menuju Wilayah Bebas Korupsi ( WBK ) tahun 2018 dapat tercapai sesuai dengan ketentuan. "Pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani dilingkungan Polri bisa akses di internet Nomor: KEP / 580 / VI / 2016 tanggal 9 Rapat Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju wilayah bebas korupsi (WBK) Juni 2016," tandasnya. Sementara Dr. Femmy Indriany Dalimunthe AMd, SE, MSi menyampaikan, pencapaian WBK harus dapat melayani dan memberikan contoh keluhaan masyarakat terhadap instansi pemerintah atau swasta. "Pemimpin itu hakekatnya adalah pelayan, pahami dan ingat posisi kita sebagai pelayan. Apa yang menyebabkan pelayanan bisa lebih baik, apa yang diharapkan oleh tamu atau konsumen, aspek kompetensi, apa itu kompetensi sesuai PP 101 tahun 2000, bagaimana kita harus bersikap, kebiasaan yang harus dilakukan sebagai pelayan, dan proses pelayanan," ujar Femmy. (adi) Road to Polsek # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, “ Kami menyadari, mengatasi permasalahan bidang lalu lintas wajib ada tindakan dan melakukan berbagai upaya, untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas" KAPOLDASU IRJEN POL PAULUS WATERPAUW DIKEROYOK PREMAN Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. 12345678901234567890123456789012 Sembiring Babak Belur 12345678901234567890123456789012 DELITUA-M24 Dalam keadaan tubuh lebam dan gigi retak, Boby Sembiring (19) mendatangi Polsekta Delitua. Pasalnya, warga Jln Cempaka IV, Kel Tanjung Sari, Kec Medan Selayang dikeroyok sejumlah preman di Jln Parang Ras, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor, Jumat (2/3) sore. Kepada M24 Sembiring mengatakan, penganiayaan yang dialaminya terjadi saat ia bersama temannya hendak mengambil tas yang tertinggal ke rumah temannya. Namun, sebelum tiba di rumah teman, mengendarai kreta CB 150 warna hitam BK 4584 AHS, suara kreta miliknya menggangu pendengaran pemuda tersebut. "Saya sempat berselisih dengan puluhan pemuda setempat di persimpangan gang. Tetapi tidak ada masalah. Begitu saya pulang dari rumah teman, saya di pukuli salah satu pemuda dari puluhan pemuda yang duduk di pinggir jalan tanpa sebab," ujarnya. Korban saat di polsek. Sembiring menjelaskan, ketika hendak pulang, para pemuda memberhentikan laju kendaraannya hingga akhirnya ia dianiaya. "Padahal maksud kami datang baik dan hendak menanyakan mengapa saya di pukul hingga gigi retak. Bahkan kami sempat dipukul dan teman saya diancam pakai pisau. Makanya kami datang ke Polsek untuk melaporkan," terangnya. Kapolsek Delitua kompol ML Malau melalui kanit Reskrim Iptu Prastyo Triwinowo, kita sudah cek TKP dan menerima laporan korban. "Anggota sudah cek TKP. Akan kita proses selanjutnya laporan tersebut,"tandasnya. (mehuli)

Sriwijaya Maret 2018
Sriwijaya Magazine Juli 2018
JAWACANA-APRIL-2018