LAPORAN TAHUNAN - Sampoerna

sampoerna.com

LAPORAN TAHUNAN - Sampoerna

LAPORAN TAHUNAN

1


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

2


d a f t a r i s i

Ikhtisar Keuangan

Struktur Perseroan

Sekilas PT HM Sampoerna Tbk.

Mengenang Angky Camaro

Laporan Dewan Komisaris

Riwayat Singkat Dewan Komisaris

Laporan Direksi

Riwayat Singkat Direksi

Tata Kelola Perusahaan

Regulasi dan Fiskal

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Diskusi dan Analisis Manajemen

Laporan Komite Audit

Laporan Keuangan 2009

Informasi Pendaftaran dan Perdagangan Saham

Harga Saham Historis

Daftar Anak Perusahaan

Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi

3

4

6

8

9

11

14

17

20

24

25

29

32


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

KEKUATAN

DALAM

KEBERSAMAAN

2


IKHTISAR KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER

(dalam miliar rupiah)

NERACA

Aset Lancar

Aset Tetap

Penyertaan Saham

Tanah untuk Pengembangan

Aset Lainnya

Jumlah Aset

Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban Jangka Panjang Lainnya

Jumlah Kewajiban

Hak Minoritas

Ekuitas

KINERJA OPERASI - Konsolidasi

Penjualan Bersih

Laba Kotor

Laba Operasi

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

Laba Bersih

Laba Bersih Per Saham Dasar (Rupiah)

KINERJA OPERASI -

Bisnis Rokok Domestik

Penjualan Bersih

Laba Kotor

Laba Operasi

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

Laba Bersih

RASIO LIKUIDITAS

Rasio Lancar

Rasio Hutang Terhadap Ekuitas

Rasio Jumlah Kewajiban Terhadap Jumlah Aset

RASIO OPERASI

Laba Kotor Dibagi Penjualan Bersih

Laba Kotor Dibagi Penjualan (Rokok Domestik)

Laba Operasi Dibagi Penjualan Bersih

Laba Operasi Dibagi Penjualan (Rokok Domestik)

Laba Bersih Dibagi Penjualan Bersih

Laba Bersih Dibagi Penjualan (Rokok Domestik)

Imbal Total Hasil Aset

Imbal Hasil Ekuitas

Modal Kerja Bersih

MODAL DASAR

Jumlah saham (miliar)

Nilai saham

Nilai nominal per saham (Rupiah)

MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR

Jumlah saham (miliar)

Nilai saham

Nilai nominal per saham (Rupiah)

2009

12.689

4.310

20

176

521

17.716

6.747

76

427

7.250

4

10.462

38.972

11.235

7.297

7.213

5.087

1.161

38.206

10.823

6.960

7.121

5.087

1,88

0,09

0,41

28,8%

28,3%

18,7%

18,2%

13,1%

13,3%

28,7%

48,6%

5.942

6,3

630

100

4,383

438,3

100

2008

11.037

4.330

22

176

569

16.134

7.642

113

329

8.084

2

8.048

34.680

9.985

6.225

5.797

3.895

889

33.889

9.563

5.914

5.704

3.895

1,44

0,27

0,50

28,8%

28,2%

18,0%

17,5%

11,2%

11,5%

24,5%

48,4%

3.395

6,3

630

100

4,383

438,3

100

2007

11.056

3.522

21

344

738

15.681

6.213

999

402

7.614

3

8.064

29.788

8.762

5.585

5.345

3.624

827

29.157

8.352

5.368

5.219

3.624

1,78

0,28

0,49

29,4%

28,6%

18,7%

18,4%

12,2%

12,4%

25,6%

52,7%

4.843

6,3

630

100

4,383

438,3

100

2006

9.432

2.391

59

344

434

12.660

5.613

999

261

6.873

93

5.694

29.545

8.453

5.175

5.345

3.530

805

26.211

7.691

5.062

5.204

3.530

1,68

0,28

0,54

28,6%

29,3%

17,5%

19,3%

11,9%

13,5%

28,7%

68,8%

3.819

6,3

630

100

4,383

438,3

100

3

2005

8.729

2.399

176

352

279

11.935

5.117

1.722

274

7.113

246

4.576

24.660

7.311

3.940

3.725

2.383

544

21.004

6.360

3.869

3.556

2.383

1,71

0,66

0,60

29,6%

30,3%

16,0%

18,4%

9,7%

11,3%

20,2%

50,5%

3.612

6,3

630

100

4,383

438,3

100


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

SAMPOERNA

INTERNATIONAL

PTE. LTD.

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

BATAVIA

TRADING

CORPORATION

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

SAMPOERNA LATIN

AMERICA LTD.

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

SAMPOERNA TABACOS

AMERICA LATINA LTDA.

Industri & Perdagangan

Rokok

100%

4

SAMPOERNA

INTERNATIONAL

FINANCE COMPANY B. V.

Pembiayaan

100%

SAMPOERNA ASIA

PTE. LTD.

Industri &

Perdagangan

100%

STRUKTUR PERSEROAN

PT SAMPOERNA AIR

NuSANTARA

Pengangkutan Udara

99,9%

VINASA

INVESTMENT

CORPORATION

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

PT HANDAL LOGISTIK

NuSANTARA

Jasa Ekspedisi &

Pergudangan

99,9%

STERLING

TOBACCO

CORPORATION

Industri & Perdagangan

Rokok

100%

PT uNION

SAMPOERNA

DINAMIKA

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

99,9%

SAMPOERNA

INVESTMENT

CORPORATION

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

PT WAHANA

SAMPOERNA

Properti, Perdagangan

& Jasa

99,9%

SAMPOERNA

TAIWAN

CORPORATION

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%


PT HARAPAN MAJu

SENTOSA

(dahulu PT CITRA

InveSTASI nuSA)

Industri & Perdagangan

Rokok

99,9%

PT SAMPOERNA

JOO LAN SDN. BHD.

Industri & Perdagangan

Rokok

100%

PT TAMAN DAYu

Pengembangan

Properti

99,7%

PT GOLF

TAMAN DAYu

Wisata & Jasa

Lapangan Golf

96,5%

PT PERuSAHAAN

DAGANG DAN

INDuSTRI PANAMAS

Distribusi Rokok

99%

PT ASIA

TEMBAKAu

Industri & Perdagangan

Rokok

99%

PT AGASAM

Perdagangan & Jasa

99,9%

PT PERSADA MAKMuR

INDONESIA

(dahulu PT IBSA)

Industri & Perdagangan

Rokok

99%

IBSA

SINGAPORE

PTE. LTD.

Jasa

100%

PT SAMPOERNA

PRINTPACK

Percetakan &

Pengemasan

80,02%

SAMPOERNA

PACKAGING

ASIA PTE. LTD.

Investasi Saham di

Perusahaan Lain

100%

5


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

(”Perseroan” / “Sampoerna”) merupakan salah

satu produsen rokok terkemuka di Indonesia.

Kami memproduksi sejumlah merek rokok

kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna

Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau),

Sampoerna A Mild, serta “Raja Kretek” yang

legendaris Dji Sam Soe.

Misi kami adalah menawarkan pengalaman

merokok terbaik kepada perokok dewasa

di Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan

senantiasa mencari tahu keinginan konsumen,

dan memberikan produk yang dapat memenuhi

harapan mereka. Kami bangga atas reputasi

yang kami raih dalam hal kualitas, inovasi dan

keunggulan.

Sejarah Sampoerna

Sejarah dan sukses Sampoerna tidak dapat

dipisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna

sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem

Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai

membuat dan menjual rokok kretek linting

tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia.

Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah

satu perusahaan pertama yang memproduksi

dan memasarkan rokok kretek maupun rokok

putih. Setelah usahanya berkembang cukup

mapan, Liem Seeng Tee mengganti nama

keluarganya sekaligus nama perusahaannya

menjadi “Sampoerna”, dan memindahkan

tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke

6

SEKILAS PT HM SAMPOERNA Tbk.

sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai

di Surabaya, yang kemudian direnovasi. Pabrik

baru tersebut kemudian juga dijadikan tempat

tinggal keluarganya. Hingga kini, bangunan yang

dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut,

masih memproduksi sigaret kretek tangan

Sampoerna.

Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera

Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan

pada tahun 1978. Di bawah kendalinya,

Sampoerna berkembang pesat dan menjadi

perseroan publik pada tahun 1990 dengan

struktur usaha modern, dan memulai masa

investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna

berhasil memperkuat posisinya sebagai salah

satu perusahaan terkemuka di Indonesia.

Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian

Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah

satu perusahaan tembakau terkemuka di

dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip

Morris Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi

kepemilikan mayoritas atas Sampoerna.

Jajaran Direksi dan manajemen baru yang

terdiri dari gabungan profesional Sampoerna

dan PMI meneruskan kepemimpinan

Perseroan dengan menciptakan sinergi

operasional dengan PMI, sekaligus tetap

menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia

yang telah dimilikinya sejak hampir seabad

lalu.


Profil Perseroan

Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna

dan anak perusahaan mencapai sekitar

28.300 orang. Perseroan mengoperasikan

enam pabrik rokok di Indonesia: dua pabrik

sigaret kretek mesin berlokasi di Pandaan

dan Karawang, tiga pabrik sigaret kretek

tangan berlokasi di Surabaya dan satu pabrik

sigaret kretek tangan di Malang. Selain itu,

Perseroan juga bekerja sama dengan 37 unit

Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang berada di

Pulau Jawa dalam memproduksi sigaret kretek

tangan, dan secara keseluruhan memiliki

lebih dari 60.000 orang karyawan. Perseroan

menjual dan mendistribusikan rokok melalui

59 kantor penjualan.

Visi dan Misi Perseroan

Visi Sampoerna terkandung dalam

“Falsafah Tiga Tangan”. Falsafah ter-

sebut mengambil gambaran mengenai

lingkungan usaha dan peranan

Sampoerna di dalamnya.

Masing-masing dari ketiga Tangan, yang mewakili

perokok dewasa, karyawan dan mitra

bisnis, serta masyarakat luas, merupakan

pihak yang harus dirangkul oleh Perseroan

untuk meraih visi menjadi perusahaan paling

terkemuka di Indonesia. Kami meraih ketiga

kelompok ini dengan cara sebagai berikut:

Memproduksi rokok berkualitas tinggi

dengan harga yang wajar bagi perokok

dewasa

Perseroan berkomitmen penuh untuk

memproduksi sigaret berkualitas tinggi

dengan harga yang wajar bagi konsumen

dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk

yang relevan dan inovatif untuk memenuhi

selera konsumen yang dinamis.

Memberikan kompensasi dan lingkungan

kerja yang baik kepada karyawan dan

membina hubungan baik dengan mitra

usaha

Karyawan adalah aset terpenting Perseroan.

Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang

yang baik untuk pengembangan adalah kunci

utama membangun motivasi dan produktivitas

karyawan. Di sisi lain, mitra usaha kami juga

berperan penting dalam keberhasilan kami,

dan kami mempertahankan kerjasama yang

erat dengan mereka untuk memastikan

vitalitas dan ketahanan mereka.

Memberikan sumbangsih kepada masyarakat

luas

Kesuksesan Perseroan tidak terlepas dari

dukungan masyarakat di seluruh Indonesia.

Dalam memberikan sumbangsih, kami

memfokuskan pada kegiatan pengentasan

kemiskinan, pendidikan, pelestarian

lingkungan, penanggulangan bencana dan

kegiatan sosial karyawan.

7


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Angky Camaro lahir di Bogor, Jawa Barat, pada

tanggal 16 Maret 1949. Beliau bergabung

dengan Sampoerna pada bulan April 2002

sebagai Managing Director Unit Bisnis Sigaret

Indonesia.

Pada tahun 2008, Angky Camaro diangkat

sebagai Presiden Komisaris Sampoerna.

Angky Camaro dikenal luas sebagai pebisnis

ulung dengan sentuhan manusiawi yang

khas. Kemampuan manajemennya yang ulung

diimbanginya dengan kerendahan hati dan

pribadi yang cepat tanggap, sehingga sangat

membantu keberhasilan proses transisi

setelah Sampoerna diakuisisi PT Philip Morris

Indonesia pada pertengahan tahun 2005.

Angky Camaro mengawali kariernya pada

Volkswagen AG Wolfsburg, sebelum bergabung

8

MENGENANG ANGKY CAMARO

16 Maret 1949 - 22 Juni 2009

dengan German Motor Mfg. di Jakarta hingga

tahun 1981. Keahliannya dalam bidang

otomotif semakin diperkokoh ketika beliau

pindah ke Indomobil Group pada tahun 1982

sebagai Wakil Presiden Direktur, jabatan yang

dipegangnya selama hampir 20 tahun. Setelah

itu beliau menjabat sebagai anggota Dewan

Komisaris Grup Indomobil. Angky Camaro

adalah lulusan Teknik Penerbangan pada

Technische Fachshule di Hamburg di Jerman.

Beliau meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Ketaatannya beribadah dan kebaikan serta

kemurahan hatinya membuat kami semua

akan selalu mengenangnya.

Selamat jalan, Pak Angky, Anda akan selalu ada

di hati kami semua, di Sampoerna.


LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Selama tahun 2009, Sampoerna kembali

menunjukkan pertumbuhan dan membangun

kesuksesan

menantang.

dalam kondisi pasar yang

Terjadinya krisis keuangan global dan pemilihan

presiden menyebabkan ketidakpastian dalam

kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2009.

Namun berkat permintaan konsumen di dalam

negeri yang kuat, ekonomi Indonesia secara

mengesankan mampu bertahan dari dampak

krisis keuangan global. Pertumbuhan PDB

Indonesia sedikit melambat menjadi 4,0% pada

kuartal kedua 2009 dari 6,1% selama tahun

2008, dan pada kuartal terakhir pertumbuhan

PDB tercatat 5,4%. Inflasi turun drastis dari

9,2% pada bulan Januari menjadi 2,8% pada

Desember. Jatuhnya angka inflasi ditambah

penurunan suku bunga menyebabkan kepercayaan

konsumen meningkat sepanjang tahun.

Pertumbuhan ekonomi yang positif ini, walau-

pun tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,

mendorong peningkatan volume industri tembakau

sebesar 5% dibandingkan tahun 2008

hingga mencapai sekitar 260 miliar batang.

Bagi Perseroan, salah satu kunci sukses adalah

investasi untuk membangun usaha di masa

depan dalam lingkungan persaingan yang kian

ketat. Salah satu contoh investasi tersebut

adalah upaya Perseroan dan anak perusahaan

Perseroan, PT Asia Tembakau (“ATB”) untuk

bersaing dalam semua segmen industri tembakau

yang dianggap menguntungkan.

Berikut ini beberapa produk baru yang kami

luncurkan selama tahun 2009:

• Dji Sam Soe Gold pada segmen premium

• L&M pada segmen harga menengah

• Komet pada segmen terjangkau

Berkat fokus dan investasi kami yang konsisten

pada portofolio produk, dari sepuluh merek

dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia

di tahun 2009, empat merek di antaranya

merupakan produk Perseroan.

Perseroan mulai menikmati hasil investasi

pada fasilitas produksi mutakhir di Karawang,

Jawa Barat, yang diresmikan pada tahun

2008. Sampoerna juga melakukan investasi

pada berbagai program untuk meningkatkan

berbagai proses internal dan efisiensi.

Bagi kami, para karyawan adalah masa

depan Perseroan. Berangkat dari pandangan

demikian, kami terus meningkatkan upaya

dalam pengembangan bakat karyawan dan

kepemimpinan Perseroan di masa depan.

Sistem manajemen kinerja kami berfokus pada

pengembangan potensi dan aspirasi karier para

karyawan melalui sejumlah aktivitas, seperti

penugasan internasional, pelatihan-pelatihan

dan berbagai penugasan yang menantang.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,

Perseroan terus berperan sebagai mitra

utama masyarakat dengan berinvestasi dan

mengembangkan bidang-bidang fokus utama,

9


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

seperti Pusat Pelatihan Kewirausahaan

Sampoerna (PPKS) yang bertujuan

mengembangkan berbagai keahlian yang

bermanfaat dalam mendirikan usaha kecil.

Tim Penanggulangan Bencana Sampoerna

Rescue (SAR) juga terus berkiprah aktif

sepanjang tahun dalam membantu masyarakat

yang membutuhkan pertolongan di berbagai

pelosok Indonesia. Kami terus memainkan

peranan penting dalam bidang kontribusi

Perseroan dengan memfokuskan pada

pendidikan serta dalam bentuk dukungan bagi

Putera Sampoerna Foundation.

Sebagai warga usaha yang bertanggung jawab,

Perseroan pun senantiasa memainkan peran

aktif dengan menyuarakan pandangan kami

mengenai hal-hal penting, seperti regulasi

tembakau, tata kelola perusahaan dan kebijakan

fiskal, yang mendukung kesehatan masyarakat

dan program pemerintah.

Kami terus memfokuskan untuk meningkatkan

volume dan keuntungan jangka panjang

dan tetap melanjutkan untuk mendapatkan

keuntungan dari sinergi dengan PMI.

Kami juga tetap teguh menjalankan program

tata kelola perusahaan yang kuat dan ditujukan

untuk melindungi seluruh pemangku

kepentingan Perseroan dengan baik dan

efektif. Komitmen tersebut kami wujudkan

dengan menumbuhkan dan menjaga standar

10

kepatuhan, perilaku bertanggung jawab dan

integritas yang tertinggi di seluruh lapisan

organisasi Perseroan. Tugas-tugas Dewan

Komisaris didukung lebih lanjut oleh Komite

Audit yang fungsi-fungsinya dijabarkan pada

bagian khusus di Laporan Tahunan ini.

Kami kembali menyampaikan penghargaan

yang tinggi kepada para Direksi atas kepemimpinan

yang kuat dan mengucapkan terima kasih

yang tulus kepada para karyawan atas dedikasi

dan komitmen mereka kepada Perseroan. Kami

juga berterima kasih kepada para pemegang

saham, mitra bisnis, pelanggan dan pemerintah

Indonesia atas perhatian dan dukungan mereka

kepada Perseroan selama tahun 2009.

Pertengahan tahun 2009 meninggalkan

kesedihan yang mendalam bagi kami dengan

berpulangnya Angky Camaro, Presiden

Komisaris kami, pada 22 Juni 2009. Kami

turut bersimpati dan mengucapkan rasa duka

cita yang mendalam kepada keluarga Angky

Camaro. Dengan kepemimpinannya yang

mampu membawa kesuksesan Perseroan,

beliau akan selalu dekat di hati kami di

Sampoerna, maupun di seluruh PMI.

Jabatan Angky Camaro sebagai Presiden

Komisaris Perseroan digantikan oleh Matteo

Lorenzo Pellegrini, yang disahkan oleh Rapat

Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 18

November 2009.


RIWAYAT SINGKAT DEWAN KOMISARIS

Matteo Lorenzo Pellegrini

Presiden Komisaris

Matteo Lorenzo Pellegrini bergabung dengan

PMI pada tahun 1991. Beliau menjadi Business

Development Manager di Italia, sebelum

menjadi Marketing Director pada tahun 1995.

Beliau kemudian ditunjuk sebagai Managing

Director untuk empat afiliasi, berpindah–

pindah antara Portugal, Spanyol, Prancis, dan

akhirnya kembali ke Italia pada tahun 2001.

Lalu beliau pindah ke Hong Kong pada tahun

2003 untuk menangani bisnis PMI di kawasan

Asia Pasifik, sebelum menangani Asia Barat

sejak tahun 2005.

Sejak tahun 2007, wilayah tanggung jawab

Matteo Lorenzo Pellegrini meliputi Asia Timur

dan Barat dengan menjabat sebagai President,

Asia.

Selain memegang gelar sarjana business

administration dari Universitas Bocconi di

Milan, beliau juga menyandang gelar Master

dalam communication dan marketing.

Douglas Walter Werth

Wakil Presiden Komisaris

Douglas Werth bergabung dengan PMI sebagai

Controller berbasis di Hong Kong pada tahun

2003. Beliau bertanggung jawab dalam bidang

pelaporan dan perencanaan keuangan untuk

kawasan Asia Pasifik dan dalam mengembangkan

kemampuan keuangan di dalam organisasi.

Sebelum bergabung dengan PMI, beliau telah

bekerja di Philip Morris USA dan menjabat

berbagai posisi di bidang accounting. Pada

tahun 1995, beliau menjadi Director Financial

Planning and Analysis, kemudian menjadi

Director Financial System Implementation

pada tahun 1997, dan Assistant Controller,

Operations pada tahun 2001. Beliau kemudian

dipromosikan sebagai Controller pada tahun

2002 dan bertanggung jawab mendukung

kebijakan dan mengawasi keuangan untuk

marketing dan sales di Philip Morris USA.

Beliau memulai karirnya di Pittston Coal Group

di Virginia, AS, dan menduduki berbagai posisi

di bidang cost accounting hingga dipromosikan

sebagai Assistant to the Controller.

Douglas Werth meraih gelar sarjana di bidang

commerce, business administration dan

accounting dari Washington and Lee University

di Lexington, Virginia, Amerika Serikat.

11


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

12

Eunice Carol Hamilton

Komisaris

Eunice Carol Hamilton bergabung dengan

PMI pada tahun 1990 sebagai Recruitment

Executive. Lima tahun kemudian, beliau

ditunjuk menjadi Director Management &

Organization Development, dengan basis di

New York.

Sebelum pindah ke Hong Kong pada tahun

2001 untuk menjabat Vice President Human

Resources Asia Pacific Region, beliau

menduduki jabatan Director Human Resources

untuk Republik Ceko & Slowakia.

Beliau juga menjabat sebagai Vice President

Centers of Expertise: Source & Select; Develop

& Counsel; and Organization Design, berbasis

di Lausanne, Swiss.

Eunice Hamilton meraih gelar Master of Arts

dari University of Glasgow, Skotlandia pada

tahun 1978, kemudian mengambil diploma

pascasarjana dalam bidang Human Resources

dari London School of Economics pada tahun

1979. Pada tahun 1985, beliau juga meraih

diploma Sastra Perancis dari University of

Geneva, Swiss.

Phang Cheow Hock

Komisaris Independen

Phang Cheow Hock bekerja di Sampoerna

selama 29 tahun. Sebelumnya, beliau pernah

mengabdikan diri lebih dari 20 tahun di

Singapore Police Force sebagai seorang senior

officer. Beliau juga pernah menjabat sebagai

Shareholders’ Representative and Assistant

to the CEO tahun 1978 – 1991, dan menjadi

Chief Operating Officer tahun 1990 – 1999,

dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan

operasional dan manajemen.

Phang Cheow Hock diangkat sebagai

Komisaris pada tahun 2000 setelah pensiun

dari Perseroan.


Ekadharmajanto Kasih

Komisaris Independen

Sebelum bergabung dengan Sampoerna,

Ekadharmajanto Kasih telah berpengalaman

selama 25 tahun di bidang financial control

pada sector manufacturing. Beliau bergabung

dengan Sampoerna pada tahun 1990 dan

memegang posisi Financial Controller hingga

diangkat sebagai Chief Financial Officer pada

tahun 1991 dan anggota Direksi pada tahun

1992, lalu menjadi anggota Dewan Komisaris

pada tahun 2001 setelah pensiun dari

Perseroan.

Ekadharmajanto Kasih meraih gelar sarjana

di bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia

pada tahun 1975. Beliau juga mengabdikan diri

sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas

Indonesia.

13


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Sampoerna kembali mencatat kinerja yang

kuat selama tahun 2009 di tengah kondisi

pasar yang menantang dan ketidakpastian

ekonomi.

Dilihat dari kinerja operasi, Perseroan

menunjukkan hasil yang mantap dan berhasil

mempertahankan pangsa pasar nomor satu di

pasar rokok Indonesia. Di tengah persaingan

yang semakin ketat, pangsa pasar kami secara

keseluruhan mencapai 29,1%*. Walaupun

pangsa pasar turun sebesar 0,4 poin, volume

produksi tumbuh cukup kuat sebesar 3,6%

atau 2,6 miliar batang dibandingkan tahun

2008, dan volume penjualan mencapai 75,9

miliar batang, naik dari 73,3 miliar batang

pada tahun 2008.

Salah satu tren industri di tahun 2009 yang perlu

dicermati adalah pertumbuhan segmen low tar /

low nicotine (LTLN), yang pangsa pasarnya naik

dari 25,4% di tahun 2008 menjadi 28,0% pada

tahun 2009. Tren ini menguntungkan merek

unggulan kami A Mild yang tumbuh sebesar 4

miliar batang dan pangsa pasarnya menjadi 10,7%

sehingga menjadi merek teratas di Indonesia.

Demikian pula U Mild yang tumbuh sebesar 0,2

miliar batang sehingga pangsa pasarnya menjadi

1,0% di tahun 2009. Berkat keunggulan kami

pada segmen ini, anak perusahaan kami ATB

meluncurkan L&M di empat kota di Kalimantan

dan Sumatra pada bulan Oktober.

14

LAPORAN DIREKSI

Walaupun ekonomi Indonesia mengalami

pertumbuhan dan indeks kepercayaan

konsumen meningkat, salah satu tantangan

yang dihadapi Perseroan adalah meningkatnya

peralihan perokok dewasa ke produk-produk

harga rendah selama tahun 2009. Pangsa

pasar segmen ini mencapai 23,6% pada tahun

2009, naik dari 20,7% di tahun 2008. Untuk

memanfaatkan dan memajukan tren ini, ATB

meluncurkan produk sigaret kretek tangan

berharga rendah, Komet, pada bulan November

di sejumlah kota di Jawa Timur.

Pada segmen sigaret kretek tangan (SKT),

yang kembali menyusut sebesar 1,9 poin

pada tahun 2009, produk kami Dji Sam Soe

dan Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut

Sampoerna A Hijau) mengalami penurunan

pangsa pasar dan volume setelah melewati

titik harga yang sulit. Pada segmen harga

menengah, Sampoerna Kretek mencatat

penurunan volume sebesar 2,1 miliar batang,

menyebabkan pangsa pasarnya turun sebesar

0,9% menjadi 4,3% pada tahun 2009. Dji Sam

Soe mengalami penurunan yang lebih kecil,

yaitu sebesar 0,2 miliar batang, sehingga

pangsa pasarnya turun 0,3% menjadi 7,5%

pada tahun 2009.

Walaupun pangsa pasar SKT menyusut,

volume SKT tetap kokoh sebesar 31,9% dari

keseluruhan volume industri pada tahun 2009.

* Data pangsa pasar dalam Laporan Tahunan ini diambil dari Nielsen Retail Audit – Indonesia Expanded.


Sebagai pemimpin pada segmen ini, Sampoerna

terus berinvestasi untuk memperkuat produk

premium kami. Salah satu contohnya adalah

peluncuran Dji Sam Soe Gold pada bulan Juli.

Varian baru ini kini semakin memperkuat

kelompok merek Dji Sam Soe yang sudah ada.

Segmen sigaret putih mesin (SPM) mengalami

sedikit penyusutan pangsa pasar menjadi 8,0%

dari 8,4% pada tahun 2008. Namun demikian,

kelompok merek Marlboro menunjukkan

kinerja yang kuat pada segmen ini dengan

ditunjang oleh Marlboro Black Menthol yang

diluncurkan pada bulan Maret. Marlboro

tumbuh sebesar 0,9 miliar batang sehingga

angka penjualannya menjadi 11,7 miliar

batang dengan pangsa pasar sebesar 4,9%.

Kebijakan pemerintah di bidang cukai terus

bergulir mengikuti roadmap industri rokok

yang telah ditetapkan, dan berubah dari sistem

campuran (advalorem dan spesifik), menjadi

sistem spesifik penuh pada tahun 2009.

Perseroan mendukung penuh perubahan ke

arah sistem cukai spesifik penuh ini, yang akan

menjadikan lingkungan usaha lebih jelas serta

terprediksi.

Pada tahun 2009, susunan Direksi berganti.

John Gledhill ditunjuk sebagai Presiden

Direktur menggantikan Martin Gray King.

Paul Janelle ditunjuk sebagai Direktur

menggantikan Kevin Douglas Click.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sampoerna

berfokus untuk mempersiapkan diri

menghadapi masa depan industri yang

menantang. Kapasitas produksi kami

meningkat di tahun 2009 dengan penambahan

kapasitas pada pabrik Karawang. Kami

berinvestasi pada berbagai program untuk

meningkatkan proses-proses internal dan

efisiensi. Program tersebut antara lain

meliputi: Program One, untuk beralih ke sistem

pendukung administrasi SAP tunggal; Office

One, untuk merampingkan dukungan logistik,

dan Sampoerna 9, untuk mengonsolidasikan

divisi penjualan, transportasi dan percetakan

kami. Program-program tersebut dirancang

untuk menjaga daya saing kami di tengah

pasar yang berubah pesat.

Kami menyempurnakan sistem pengelolaan

kinerja, menggunakan perangkat penilaian

PMI yang disebut ”MAP” (Managing and

Appraising Performance), dengan fokus pada

pengembangan potensi dan aspirasi karier

para karyawan. Kemudian sebagaimana

tahun-tahun sebelumnya, sejumlah karyawan

berpotensi tinggi mendapatkan peluang untuk

menjalani penugasan jangka pendek pada

afiliasi PMI di negara lain, atau pada Pusat

Operasional PMI di Lausanne, Swiss.

Dalam upaya menyempurnakan lingkungan

dan pengalaman kerja para karyawan, kami

meluncurkan Survei Pendapat Karyawan

15


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

secara resmi. Hasil survei ini menunjukkan

rasa keterlibatan karyawan yang tinggi (66%)

bila dibandingkan dengan afiliasi PMI lainnya.

Memanfaatkan hasil-hasil tersebut beserta

temuan survei, kami telah merumuskan

rencana untuk menerapkan sejumlah

perbaikan dalam beberapa tahun mendatang.

Kami juga terus berfokus mempertahankan

standar kepatuhan dan integritas yang tinggi

pada organisasi kami. Untuk mencapai standar

tersebut, sebuah tim kepatuhan khusus

telah dibentuk untuk mengomunikasikan,

memonitor dan memfasilitasi implementasi

berbagai inisiatif kepatuhan dalam bidang

manajemen kearsipan, kesadaran fiskal,

hubungan pemerintahan, iklan dan pemasaran,

serta kontribusi amal.

Pada tahun 2009, Perusahaan mendapatkan

sejumlah penghargaan penting, di antaranya:

• Corporate Social Responsibility Award

dari Corporate Forum for Community

Development

• Human Resources Excellence Award dari

Majalah SWA

• Indonesia’s top 10 Most Admired Companies

2009 dari The Wall Street Journal Asia

• The 1st Best of the Best Packaging untuk

A Volution dari Majalah Marketing Mix

• Best Brand Award untuk Dji Sam Soe dari

Majalah SWA

16

Secara keseluruhan, walaupun dihadapkan

pada persaingan yang ketat, Perseroan

berhasil menunjukkan komitmen yang kokoh

untuk meningkatkan usaha dan mendorong

pertumbuhan di masa depan dengan dukungan

para karyawan dan mengikuti budaya

korporasi kami yang kuat.

Dengan kelanjutan investasi pada usaha

dan karyawan kami, kami meyakini bahwa

Perseroan akan mampu menjawab tantangantantangan

di masa depan. Maka atas nama

seluruh anggota Direksi dan para pemegang

saham, kami ucapkan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada para karyawan dan

mitra usaha kami atas jerih payah dan dedikasi

yang telah mereka tunjukkan.


RIWAYAT SINGKAT DIREKSI

John Gledhill

Presiden Direktur

John Gledhill bergabung dengan PMI pada

tahun 1983. Beliau mengawali karirnya di

PMI dalam bidang pemasaran dan manajemen

di kawasan Timur Tengah. Beliau kemudian

pindah ke Eropa untuk memenuhi kebutuhan

akan peran senior yang terus meningkat dalam

bidang penjualan, pemasaran dan manajemen

di kantor PMI di Slowakia, Polandia, dan di

Pusat Operasional PMI di Lausanne, Swiss.

Pada tahun 1999 beliau diangkat sebagai

Managing Director Philip Morris Malaysia,

kemudian memimpin operasi PMI di Korea

dan Australia, masing-masing pada tahun 2002

dan 2004. Pada tahun 2009, beliau diangkat

menjadi Presiden Direktur Sampoerna.

John Gledhill memiliki gelar dalam bidang

Bisnis dan Pemasaran, dan lulus dari

International Executive Programme INSEAD di

Perancis pada tahun 1999.

Paul Janelle

Direktur

Paul Janelle mulai bekerja di PMI sebagai

Finance Trainee pada tahun 1991 di Lausanne,

Swiss. Pada 1997, beliau bergabung dengan

organisasi keuangan Philip Morris CR a.s.,

berkantor di Praha, Republik Ceko, hingga

menduduki jabatan Controller pada tahun

2000.

Pada tahun 2001, beliau dipromosikan menjadi

Director Finance berkantor di Lausanne.

Beliau pindah ke Moskow pada tahun 2003

sebagai Director Finance, Information Services

and Administration di afiliasi PMI di Rusia.

Kemudian pada tahun 2007, ditunjuk sebagai

Vice President Finance Services, berkantor di

Lausanne di Swiss.

Paul Janelle diangkat sebagai Direktur

Perseroan yang menangani keuangan dan

pelayanan informasi Perseroan pada tahun

2009.

Paul memiliki gelar Master dalam

Business Administration dan Finance dari

Webster University, gelar sarjana Business

Administration, dan sarjana Science dari

University of Ottawa di Kanada.

17


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

18

Shea Lih Goh

Direktur

Shea Lih Goh mengawali karirnya di PMI

ketika bergabung dengan salah satu afiliasi

PMI di Malaysia, Godfrey Phillips (Malaysia)

Sdn Bhd, sebagai Management Trainee pada

tahun 1993.

Pada tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai

Marketing Manager sebelum pindah ke Hong

Kong pada tahun 2002 untuk menjabat sebagai

Manager Trade Marketing Philip Morris Asia.

Sebelum menjabat sebagai Direktur yang

menangani pemasaran di Sampoerna, Shea

Lih Goh bekerja di Cina sebagai Director

Marketing Philip Morris (2003-2006) dan di

Taiwan sebagai General Manager Philip Morris

(2006-2007).

Shea Lih Goh meraih gelar sarjana di Monash

University, Australia dan gelar Master dari

University of Hull di Inggris.

Yos Adiguna Ginting

Direktur

Yos Adiguna Ginting memulai karier

profesionalnya sebagai Manager, Strategic

Alliance pada PT Indah Kiat Pulp and Paper,

Tbk., setelah meraih gelar Doctor of Philosophy

dalam bidang Theoritical Chemistry pada

University of Tasmania di Australia, tahun

1997.

Kariernya terus menanjak hingga mencapai

jabatan Vice President, Trade Alliance,

berkantor di Singapura.

Yos Adiguna Ginting bergabung dengan

Sampoerna sejak 2002, dan dengan segera

memiliki peran yang kian meningkat tanggung

jawabnya, termasuk menjadi Direktur yang

menangani sumber daya manusia pada

tahun 2006 untuk memimpin pengembangan

strategi dan program dalam membangun

bakat dan peluang bagi karyawan dari salah

satu organisasi terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2008, ia diangkat sebagai Direktur

yang menangani corporate affairs.


Wayan Mertasana Tantra

Direktur

Wayan Mertasana Tantra telah bergabung

dengan Sampoerna selama lebih dari 20

tahun, diawali dengan menjadi Supervisor

Sales pada salah satu afiliasi Sampoerna, yaitu

PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas

(PT Panamas) pada tahun 1987.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Perseroan

yang menangani penjualan, beliau menjabat

sebagai Direktur Penjualan PT Panamas.

Wayan Mertasana Tantra memiliki gelar

Magister Manajemen dari Universitas

Airlangga di Surabaya.

19


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Salah satu kunci sukses Perseroan adalah

ketaatan terhadap prinsip-prinsip tata kelola

perusahaan yang baik. Sebagai perusahaan

publik, sekaligus salah satu afiliasi PMI, penerapan

tata kelola perusahaan yang baik menjadi

suatu keharusan bagi Perseroan.

Perseroan menetapkan standar kepatuhan dan

integritas yang sangat tinggi dalam menjalankan

usaha. Aturan berperilaku (code of conduct) yang

diterapkan pada seluruh afiliasi PMI, termasuk

Sampoerna, dikomunikasikan kepada karyawan

Perseroan pada seluruh tingkatan organisasi.

Program pelatihan diadakan secara berkala dan

partisipasi karyawan dimonitor dengan ketat.

Pelaksanaan tata kelola perusahaan di

Sampoerna merupakan tanggung jawab

Dewan Komisaris dan Direksi, dibantu oleh

tim yang terdiri dari para ahli bidang hukum

(legal counsel) dan pengendalian internal. Tim

tersebut secara rutin memantau kepatuhan

terhadap semua kebijakan.

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris bertugas melakukan

pengawasan atas keputusan-keputusan

Direksi dalam mengelola jalannya Perseroan

serta memberikan masukan kepada Direksi.

Dalam melakukan tugas-tugas pengawasannya,

Dewan Komisaris berhak melakukan audit atas

pembukuan Perseroan.

20

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Direksi

Direksi bertanggung jawab mengelola Perseroan

untuk mencapai maksud dan tujuannya.

Direksi berhak mewakili Perseroan, baik di

dalam maupun di luar pengadilan, tentang segala

hal dan dalam segala kejadian. Direksi juga

berhak mengikat Perseroan dengan pihak lain,

serta menjalankan segala tindakan, baik yang

mengenai kepengurusan maupun kepemilikan,

dengan tetap memperhatikan Anggaran Dasar

Perseroan, Undang-Undang tentang Perseroan

Terbatas, Undang-Undang tentang Pasar Modal

serta ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.

Direksi menyelenggarakan rapat rutin, umumnya

setiap bulan, yang dapat melibatkan pimpinan

divisi dan manajer senior tertentu. Rapat

tersebut antara lain membahas situasi ekonomi,

situasi pasar, persaingan usaha, informasi

penjualan, dan hal-hal lain yang berhubungan

dengan operasional dan bisnis Perseroan.

Anggota Direksi juga mendapatkan pelatihan dan

pengembangan secara berkala, yang frekuensi

dan jenisnya disesuaikan dengan fungsi dan

tanggung jawab masing-masing.

Remunerasi

Remunerasi anggota Dewan Komisaris dan anggota

Direksi merupakan wewenang Rapat Umum

Pemegang Saham sebagaimana diamanatkan

Anggaran Dasar Perseroan.


Remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan

Anggota Direksi

Pada pelaksanaannya, Rapat Umum Pemegang

Saham mendelegasikan penentuan jumlah

remunerasi dan pembagian tugas anggota

Direksi kepada Dewan Komisaris. PT Philip

Morris Indonesia sebagai pemegang saham

mayoritas Perseroan, memberikan masukan

kepada Dewan Komisaris tentang hal-hal yang

berhubungan dengan remunerasi anggota

Dewan Komisaris.

Pengendalian Internal

Fungsi Pengendalian Internal membantu

Direksi mengelola proses-proses internal

Perseroan. Piagam Audit Internal dikeluarkan

pada tahun 2009 oleh Direksi setelah

mendapat persetujuan Dewan Komisaris. Grup

Pengendalian Internal memonitor kepatuhan

terhadap kebijakan-kebijakan Perseroan,

kepatuhan terhadap Sarbanes-Oxley Act dan

hal-hal lain menurut permintaan Direksi dan

Dewan Komisaris.

Dalam menjalankan tugasnya, Grup

Pengendalian Internal berpedoman pada

rencana kerja yang telah disetujui oleh Direksi

dan disusun berdasarkan pendekatan risiko.

Hasil evaluasi dan/atau audit dibahas dengan

Direktur yang menangani keuangan dan

pelayanan informasi, Presiden Direktur dan

Direktur lainnya sesuai pembagian tugas dan

wewenangnya. Rencana kerja dan temuantemuan

audit disampaikan kepada Komite

Audit dalam rapat Komite Audit.

Pelatihan dan pengembangan diberikan kepada

semua manajer dan staf sesuai kebutuhan

masing-masing. Grup Pengendalian Internal

Perseroan juga memiliki akses kepada Grup

Pengendalian Internal PMI, yang memberikan

arahan mengenai perkembangan terhadap

profesi ini.

Direksi berpendapat bahwa pengendalian internal

Perseroan untuk kepentingan pelaporan

keuangan telah memadai dan telah dijalankan

secara efektif.

Risiko dan Manajemen Risiko

Usaha Perseroan tidak terlepas dari risikorisiko

yang timbul dari pengaruh berbagai

faktor eksternal dan internal. Faktor-faktor

eksternal tersebut antara lain:

• Perubahan yang signifikan atas sistem cukai

dan regulasi industri rokok di Indonesia;

• Kondisi ekonomi, sosial dan politik;

• Persaingan usaha;

• Perubahan selera dan pilihan perokok

dewasa;

• Rokok palsu dan/atau selundupan;

• Melemahnya Rupiah terhadap mata uang

asing yang dibutuhkan Perseroan; dan


Kenaikan tingkat suku bunga.

21


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Resiko-resiko lainnya antara lain meliputi

tuntutan hukum, kegagalan peluncuran produk

baru, dan fluktuasi harga tembakau, cengkeh

dan bahan baku lainnya.

Perseroan senantiasa berusaha mengurangi

risiko usaha melalui pengendalian internal

yang efektif dan memadai, penyusunan

rencana tak terduga dan melalui asuransi.

Selama tahun 2009, tidak ada tuntutan hukum

penting yang mempengaruhi kinerja usaha

Perseroan secara signifikan.

Komunikasi Karyawan

Komunikasi dengan karyawan merupakan

salah satu aspek penting dari tata kelola

perusahaan. Untuk kepentingan itu, Perseroan

memiliki berbagai media komunikasi, seperti

majalah dua bulanan Lentera, surat elektronik,

acara tatap muka dengan Presiden Direktur

dan anggota Direksi lainnya yang dilakukan

sedikitnya dua kali setahun, kegiatan

karyawan, perayaan ulang tahun Perseroan

dan pertemuan-pertemuan lainnya.

Sekretaris Perseroan dan Hubungan Investor

Sekretaris Perseroan membantu Direksi dalam

memastikan kepatuhan Perseroan terhadap

peraturan dan kebijakan pasar modal, dan

memastikan bahwa Direksi mendapatkan

informasi mengenai perubahan peraturan

pasar modal beserta implikasinya. Dalam

22

menjalankan fungsinya, Sekretaris Perseroan

bekerja sama dengan Divisi Hukum dan Divisi

Hubungan Investor. Sekretaris Perseroan dan

Divisi Hubungan Investor memastikan bahwa

otoritas pasar modal (Bapepam), otoritas

bursa (Bursa Efek Indonesia), PT Kustodian

Sentral Efek Indonesia, pemegang saham,

investor, analis efek dan masyarakat pasar

modal mendapatkan informasi yang memadai

sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

Selama tahun 2009, Perseroan menyelenggarakan

sejumlah kegiatan seperti paparan

publik, penyebaran rilis media serta

pertemuan lainnya dengan pihak-pihak

terkait sesuai permintaan dan/atau bila

dipandang perlu.

Fungsi Sekretaris Perseroan dijalankan oleh

Maharani Subandhi yang ditunjuk sebagai

Sekretaris Perseroan pada bulan Maret 2010

menggantikan Suartini Harintho. Beliau

merupakan pengacara berkualifikasi dan

telah bekerja pada Perseroan selama dua

tahun terakhir.

Untuk melayani komunikasi online dengan

kalangan investor, Perseroan menyediakan

alamat surat elektronik khusus, yaitu

investor.relations@sampoerna.com dan situs

web yang dapat diakses melalui http://www.

sampoerna.com.


STRUKTUR ORGANISASI

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

DEWAN KOMISARIS

Presiden KOMisAris MATTeO LOrenZO

PeLLeGrini

WAKiL Presiden KOMisAris dOUGLAs WALTer

WerTH

KOMisAris eUniCe CArOL HAMiLTOn

*berTindAK sebAGAi KOMisAris indePenden

DIREKTUR

PHAnG CHeOW HOCK*

eKAdHArMAJAnTO

KAsiH*

Presiden direKTUr JOHn GLedHiLL

direKTUr PAUL JAneLLe

direKTUr sHeA LiH GOH

direKTUr YOs AdiGUnA GinTinG

direKTUr WAYAn MerTAsAnA

TAnTrA

KOMITE AUDIT

KeTUA PHAnG CHeOW HOCK

AnGGOTA AMir AbAdi YUsUF

TiMOTiUs

SEKRETARIS PERSEROAN

MAHArAni sUbAndHi

23


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Sampoerna mendukung kerangka kerja

pengendalian tembakau jangka panjang di

Indonesia untuk mencapai tujuan-tujuan

Roadmap Industri Hasil Tembakau yang

dikeluarkan pada tahun 2007.

Kami mendukung adanya regulasi yang

menyeluruh dan berimbang, dengan

mempertimbangkan realitas, skala dan

warisan budaya sektor tembakau di Indonesia.

Sektor tembakau menyediakan lapangan

kerja bagi jutaan orang, baik secara langsung

maupun tidak langsung, dengan kontribusi

besar dalam bentuk penerimaan cukai dan

pajak negara. Indonesia memiliki warisan

tradisi rokok kretek yang membanggakan,

produk khas Indonesia yang menjadi bagian

penting dari budaya bangsa kita. Kami tidak

akan mendukung regulasi tembakau yang tidak

mempertimbangkan kepentingan seluruh

pihak yang terkena dampaknya.

Pada tahun 2009, Dewan Perwakilan Rakyat

memutuskan untuk memasukkan Rancangan

Undang-Undang tentang Pengendalian

Dampak Produk Tembakau dalam prioritas

Program Legislasi Nasional (Prolegnas)

untuk tahun 2010. Sampoerna menyambut

baik keputusan ini dan berkomitmen untuk

bekerja sama dengan semua pemangku

kepentingan untuk mencapai tujuan tersebut.

Menurut pandangan kami, sejumlah ketentuan

24

REGULASI DAN FISKAL

diperlukan dalam regulasi tersebut, termasuk

ketentuan usia minimum, pembatasan

pemasaran rokok yang lebih ketat,

pembatasan merokok di tempat umum dan

ukuran peringatan kesehatan yang lebih besar.

Peraturan yang diberlakukan harus dapat

ditegakkan dan berlaku merata atas semua

pengusaha pabrikan.

Sampoerna berharap untuk dilibatkan dalam

penyusunan Rancangan Undang-Undang

Pengendalian Dampak Produk Tembakau,

dan bekerjasama dengan Pemerintah,

sektor tembakau dan lembaga kesehatan

masyarakat, dalam dialog yang konstruktif

untuk merealisasikan undang-undang yang

menyeluruh dan berimbang, serta dapat

diterima oleh semua pihak.

Kebijakan pemerintah di bidang cukai terus

bergulir mengikuti roadmap industri rokok

yang telah ditetapkan, dan berubah dari sistem

campuran (advalorem dan spesifik), menjadi

sistem spesifik penuh pada tahun 2009.

Perseroan mendukung penuh perubahan ke

arah sistem cukai spesifik penuh ini, yang akan

menjadikan lingkungan usaha lebih jelas serta

terprediksi.


TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility (CSR)

Komitmen Kami untuk Menjadi Warga

usaha Yang Baik

Bagi Sampoerna, investasi pada kesejahteraan

masyarakat sama pentingnya dengan investasi

masa depan bisnis. Pendekatan ini penting

bagi Perseroan dalam perannya sebagai warga

usaha yang baik di Indonesia.

Fokus utama pendekatan kami adalah lokasilokasi

operasional Perseroan, karena disinilah

pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan

menghasilkan dampak langsung secara jangka

panjang.

Pengentasan kemiskinan, pendidikan,

pelestarian lingkungan, dan penanggulangan

bencana merupakan bidang kegiatan utama

yang kami dukung selama tahun 2009.

Sinergi peningkatan ekonomi masyarakat

Di tahun kedua operasionalnya, Pusat

Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKS),

memperluas program pusat pembelajaran

dan pelatihan wirausaha untuk mendorong

pengembangan usaha kecil masyarakat sekitar.

Di tahun 2009, PPKS menyelenggarakan

pelatihan bagi 1.934 peserta, tidak saja datang

dari masyarakat sekitar Pasuruan, dimana

PPKS berada, tetapi juga berasal dari berbagai

daerah di Jawa Timur dan Lombok.

Sejak dimulainya pelatihan di PPKS, hingga 2007

tercatat 834 wirausahawan baru telah lahir dan

merintis usahanya, mulai dari keripik tempe,

pengolahan jamur tiram, madu hingga kerajinan

kayu dan meubel. Selain itu, 58 UKM (Usaha

Kecil Menengah) di Pasuruan berkesempatan

mendapatkan pendampingan dan bantuan promosi

usaha oleh para pelatih PPKS bekerjasama

dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Dalam upayanya untuk membangun jejaring

dan memfasilitasi para wirausahawan

binaannya, PPKS - dengan dukungan Pemerintah

Kabupaten Pasuruan - menggelar

kegiatan Expo di awal 2009 di lokasi PPKS

di Sukorejo, Pasuruan. Di sini, sejumlah 52

UKM Kabupaten Pasuruan berpartisipasi,

dan diberi kesempatan untuk bertemu dan

berinteraksi dengan para praktisi usaha yang

berpengalaman, agar peluang membuka pasar

makin terakselerasi.

Selain upaya pelatihan dan pendampingan,

PPKS juga ingin tetap senantiasa membuka

wawasan dan pengalamannya, dan hal itu

diwujudkan dengan memberikan fasilitasi

pelaksanaan sistem penanaman dan produksi

padi SRI (System of Rice Intensification), sejak

tahun 2008 yang ditujukan bagi masyarakat di

sekitar pabrik Sukorejo. Hingga 2009, sejumlah

501 petani telah menerapkan metode ini, di

25


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

System of Rice Intensification / SRI

atas lahan seluas 192 hektar, dimana mereka

bisa menikmati peningkatan hasil produksi

yang memang merupakan keunggulan dari

metode SRI ini.

Dengan semangat kolaborasi dan berbagi, PPKS

kemudian menggandeng Fakultas Pertanian

Universitas Brawijaya Malang dengan dukungan

Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dalam upaya

mendorong penyebaran manfaat metode SRI

ini kepada masyarakat di luar Sukorejo. Hal

ini diwujudkan dengan sebuah lokakarya yang

bertujuan membahas solusi terhadap masalah

yang dihadapi, yang diikuti oleh 200 pemerhati

metode SRI dari Dinas Pertanian kota-kota di

Jawa Timur, Perguruan Tinggi di Jawa Timur,

Kelompok Tani, Media, dan LSM (Lembaga

Swadaya Masyarakat).

Di tahun 2009, bekerjasama dengan pemerintah,

LSM, akademisi dan berbagai praktisi

dalam bidang wirausaha, PPKS berinisiatif

26

mengembangkan pelatihan dan pendampingan

di bidang permodalan kepada pelaku wirausaha

perempuan. Upaya kerjasama antara PPKS dan

LSM yang berpengalaman dalam mengelola

lembaga keuangan mikro ini, telah mendorong

369 perempuan di daerah Sukorejo untuk

merintis usaha baru.

Sinergi di bidang pendidikan

Sampoerna melanjutkan program-program

peningkatan pendidikan yang berkualitas,

dengan fokus menyediakan akses lebih luas

bagi masyarakat untuk mendapatkan sarana

pendidikan.

Taman Belajar Masyarat di desa Ngadimulyo

Setelah delapan Taman Belajar Masyarakat

(TBM) di Pasuruan dan Surabaya berdiri

sebagai hasil dari upaya ini, maka di tahun

2009, Sampoerna memperluas jangkauannya

di Karawang, dengan pendirian lima TBM baru.

Selain itu, untuk mempersiapkan kebutuhan

di masa mendatang, kini sistem komputerisasi


mulai diterapkan untuk pengelolaan

administrasi, koleksi dan pengembangan

jaringan di dua TBM di Ngadimulyo Pasuruan

dan Rungkut Barat Surabaya.

Disamping TBM, layanan Mobil Pustaka

Sampoerna telah memiliki 319 anggota aktif di

Pasuruan dan 392 anggota aktif di Surabaya.

Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di

luar juga ingin kami bagikan untuk karyawan

kami sendiri yang juga merupakan bagian dari

masyarakat. Oleh karena itu, di tahun 2008,

perpustakaan karyawan pertama berdiri di

pabrik Rungkut I, dan telah dinikmati oleh 1.403

anggota aktif. Dengan berbekal pengalaman itu,

di penghujung 2009, perpustakaan karyawan

kedua didirikan di pabrik Rungkut II, dan sejauh

ini telah beranggotakan 627 karyawan.

Program Kampus Sampoerna, di sisi lain,

merupakan bentuk dukungan kami yang lain

kepada berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Program ini bertujuan menambah wawasan

kepada mahasiswa dan dosen dengan berbagai

pengalaman edukatif yang tidak diperoleh

di kelas. Kegiatannya meliputi beragam diskusi

interaktif dan workshop kewirausahaan

dan manajemen yang dilaksanakan di tujuh

perpustakaan kampus yang dinamakan Sampoerna

Corner, dan Sampoerna Best Student

Visit, yang melibatkan 69 mahasiswa dari 23

perguruan tinggi terkemuka.

Sebagai wujud konsistensi dukungan

Sampoerna terhadap visi dari Putera

Sampoerna untuk memajukan pendidikan di

Indonesia, kami tetap melanjutkan kerjasama

kami dengan Putera Sampoerna Foundation

di tahun 2009. Antara lain, kerjasama kami

kami dengan Putera Sampoerna Foundation

juga diwujudkan dalam bentuk pendirian

perguruan tinggi Sampoerna School of

Education, sebagai institusi pendidikan tinggi

dengan konsep universitas kelas dunia yang

dibuka pada bulan Juni 2009.

Sinergi untuk lingkungan yang lestari

Bekerjasama dengan tiga lembaga pemerhati

lingkungan, Sampoerna mendukung peran aktif

masyarakat di Surabaya, Pasuruan, dan Lombok

untuk menciptakan lingkungan yang lestari.

Di Surabaya, kami mendukung upaya masyarakat

di daerah Rungkut untuk mewujudkan

lingkungan tempat tinggal yang sehat.

Sampoerna terlibat aktif dalam mendorong

masyarakat untuk menjaga kelestarian

kawasan hutan mangrove di Surabaya yang

lokasinya tidak jauh dari lokasi operasional

Perseroan di Surabaya. Program penanaman

kembali mangrove dan pengelolaan kawasan

diupayakan sejalan dengan rencana

pengelolaan kawasan ini oleh pemerintah

kota Surabaya dan masyarakat untuk menjaga

kelestarian hutan mangrove di Surabaya.

27


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Program Konservasi Mangrove di Surabaya

Di Pasuruan, pada akhir tahun 2009, kami mendukung

upaya penanaman kembali 50 hektar

hutan di lereng Gunung Arjuno. Keberadaan

lereng Arjuno sebagai penyangga air Jawa

Timur menjadi penting untuk dijaga oleh semua

pihak. Dukungan yang sama kami lakukan

kepada masyarakat di dua desa di Lombok.

Penanggulangan dampak bencana

Ancaman bencana alam di Indonesia seolah

tidak pernah berakhir, banjir dan gempa mendominasi

jumlah bencana selama tahun 2009.

Komitmen dan perhatian Sampoerna terhadap

upaya penanggulangan bencana terus dilakukan.

Tim Sampoerna Rescue (SAR) diterjunkan

langsung membantu penanganan bencana

alam di berbagai daerah. Gempa bumi yang

terjadi pada awal tahun 2009 di Manokwari,

Irian, Tasikmalaya dan Padang. Di Padang, ketika

gempa bumi hebat melanda wilayah itu

pada 30 September, SAR bekerjasama dengan

28

unit penanggulangan bencana lainnya memberikan

penanganan korban, menyiapkan makanan,

membuat penampungan untuk tempat

tinggal masyarakat yang menjadi korban. Unit

peralatan dan personil dikerahkan secara maksimal

untuk segera membantu penanganan

bencana saat itu. Kerjasama dengan berbagai

pihak juga dilakukan oleh SAR untuk menangani

bencana lain yang terjadi selama tahun

2009 yaitu banjir di tiga daerah, tanah longsor

di Jawa Barat, dan kebakaran di Ternate.

Tim SAR juga terdiri dari para relawan

yang secara rutin mendapatkan pelatihan

penanganan bencana. Di tahun 2009, pelatihan

diberikan kepada mahasiswa di enam kampus

yang tersebar di Indonesia. Di samping itu SAR

juga menjalin kerjasama dengan organisasi

relawan bencana mengadakan pelatihan

penindakan bencana berbasis komunitas

masyarakat di Medan, Palembang, Jakarta,

Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, sementara

tetap menjalankan program pelatihan serupa

kepada karyawan.

Beragam upaya dan pendekatan Perseroan

kepada masyarakat telah mendapat

pengakuan dari berbagai pihak, ketika

Sampoerna menerima penghargaan

Corporate Social Responsibility (CSR) Award

2009 yang diadakan oleh Corporate Forum for

Community Development.


DISKUSI DAN ANALISIS PERUSAHAAN

Berikut ini merupakan penjelasan tren,

peristiwa dan faktor utama yang paling relevan

terhadap kinerja dan laporan keuangan

di tahun 2009. Analisis ini harus dibaca

dengan mengacu kepada Laporan Keuangan

Konsolidasi beserta Catatannya.

Kinerja Operasional

Penjualan Bersih

Penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp39

triliun untuk tahun 2009, meningkat sebesar

12,4% dari Rp34,7 triliun di tahun 2008.

Penjualan bersih dari bisnis rokok domestik

meningkat menjadi Rp38,2 triliun, atau 12,7%

lebih tinggi dari Rp33,9 triliun di tahun 2008.

Penjualan dari bisnis rokok domestik menyumbangkan

98% terhadap penjualan bersih konsolidasi

Perseroan. Kinerja yang baik pada bisnis

rokok domestik pada tahun 2009 ini didorong

oleh kombinasi antara peningkatan volume penjualan

sebesar 3,6% menjadi 75,9 miliar batang

pada tahun 2009 dari 73,3 miliar batang di tahun

2008 dan juga kenaikan harga jual selama tahun

2009. Perseroan kembali memimpin pangsa

pasar industri rokok pada tahun 2009 dengan

pangsa pasar sebesar 29,1%.

Rokok Marlboro menyumbangkan 15,5% dan

12,8% masing-masing terhadap jumlah volume

dan nilai penjualan rokok domestik pada tahun

2009 dibandingkan 15,0% dan 12,2% di tahun

2008, termasuk penjualan Rokok Marlboro

Black Menthol, menyumbangkan 2,7% dari

total penjualan Rokok Marlboro. Rokok

Marlboro mencapai pangsa pasar sebesar

4,9% di tahun 2009 meningkat dari 4,8% di

tahun 2008.

Rokok A Mild masih menjadi penyumbang

terbesar terhadap portofolio SKM Perseroan

dengan mencatat jumlah volume penjualan

sebesar 30,6 miliar batang pada tahun 2009,

atau 15% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Dengan pertumbuhan pendapatan sebesar

25,7%, rokok A Mild menyumbangkan masingmasing

40,3% dan 40,1% dari jumlah volume

dan nilai penjualan domestik pada tahun 2009

dibandingkan 36,3% dan 35,6% di tahun

2008. Secara keseluruhan, nilai penjualan

yang disumbangkan rokok SKM Perseroan

meningkat sebesar 24,8% di tahun 2009,

menyumbangkan 43,4% dari jumlah nilai

penjualan rokok domestik, sementara volume

penjualan pada segmen ini meningkat sebesar

14,1% mencapai 33,5 miliar batang.

Pendapatan total yang dicapai oleh penjualan

rokok sigaret kretek tangan (SKT) adalah sebesar

Rp18,4 triliun. Relatif stabil dibandingkan

pencapaian tahun lalu sebesar Rp18,5 triliun.

Pencapaian ini dicapai oleh penjualan rokok

SKT Dji Sam Soe sebesar Rp13,1 triliun, tumbuh

5,2% di bandingkan tahun lalu sebesar Rp12,4

triliun. Dan menyumbangkan masing-masing

29


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

25,2% dan 31,4% dari volume dan nilai penjualan

domestik di tahun 2009 dibandingkan

26,5% dan 33,2% di tahun 2008. Volume penjualan

Sampoerna Kretek (yang dahulu disebut

sebagai Sampoerna A Hijau) menurun 16,7%

dari 12,6 miliar batang di tahun 2008 menjadi

10,5 miliar batang di tahun 2009. Rokok

Sampoerna Kretek menyumbangkan masingmasing

13,9% dan 11,7% dari volume dan nilai

penjualan rokok domestik pada tahun 2009

dibandingkan 17,2% dan 14,9% di tahun 2008.

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan sebesar Rp27,7 triliun

di tahun 2009 meningkat 12,1% dari Rp24,7

triliun pada tahun 2008. Marjin laba kotor

konsolidasi meningkat 12.5% menjadi Rp11,2

triliun di tahun 2009 dari Rp10,0 triliun di

tahun 2008.

Beban pokok penjualan bisnis rokok domestik

meningkat 12,8% menjadi Rp27,4 triliun dari

Rp24,3 triliun pada tahun 2008, terutama

karena peningkatan volume, inflasi, dan

kenaikan harga cukai. Margin laba kotor

memiliki kontribusi yang sama terhadap

penjualan bersih sebesar 28,3% pada tahun

2009 dibandingkan dengan tahun lalu.

Beban Usaha

Beban usaha konsolidasi meningkat 4,7% di

tahun 2009 menjadi Rp3,9 triliun. Rasio beban

30

usaha terhadap penjualan bersih menurun

dari 10,8% di tahun 2008 menjadi 10,1% di

tahun 2009.

Beban penjualan konsolidasi meningkat 6,5%

dari Rp3,0 triliun pada tahun 2008 menjadi

Rp3,1 triliun pada tahun 2009 terutama

karena investasi yang berkesinambungan

pada merek-merek rokok dan infrastruktur

distribusi Perseroan.

Beban umum dan administrasi konsolidasi

adalah Rp0,8 trilliun di tahun 2009, tidak ada

kenaikan maupun penurunan yang signifikan

dibandingkan tahun lalu.

Laba Usaha

Laba usaha konsolidasi meningkat 17%

menjadi Rp7,3 triliun. Rasio laba usaha

konsolidasi terhadap penjualan bersih

meningkat dari 17,9% di tahun 2008 menjadi

18,7% di tahun 2009.

Beban Pembiayaan

Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap

jumlah beban pembiayaan sejumlah Rp166,6

milyar di tahun 2009 dibandingkan Rp166,8

milyar pada tahun 2008. Jumlah beban

pembiayaan setelah dikurangi pendapatan

bunga adalah sebesar Rp116,6 miliar pada

tahun 2009, menurun sebesar 9% dari

sebelumnya Rp129,4 miliar di tahun 2008.


Laba Bersih

Laba bersih tahun 2009 adalah Rp5,1 triliun,

meningkat 30,3% dari Rp3,9 triliun pada 2008.

Rasio laba bersih terhadap penjualan bersih

meningkat menjadi 13,1% di tahun 2009 dari

11,2% di tahun 2008.

Likuiditas dan Sumber Daya Permodalan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas

operasi menurun dari Rp4,7 triliun pada

tahun 2008 menjadi Rp4,3 triliun pada tahun

2009 terutama disebabkan oleh peningkatan

pembayaran ke pemasok, pajak dan cukai.

Kas dan setara kas konsolidasi masingmasing

sebesar Rp0,5 triliun pada tanggal 31

Desember 2009 dan 2008.

Aktiva lancar pada 31 Desember 2009 adalah

Rp12,7 triliun, meningkat dibandingkan

dengan periode yang sama pada tahun

sebelumnya sebesar Rp11 triliun. Aktiva tidak

lancar adalah Rp5,0 triliun dan Rp5,1 triliun

masing-masing pada tanggal 31 Desember

2009 dan 2008. Secara keseluruhan, jumlah

aktiva meningkat dari Rp16,1 triliun pada

tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp17,7

triliun pada tanggal 31 Desember 2009.

Kewajiban lancar pada tanggal 31 Desember

2009 adalah Rp6,7 triliun, mengalami

penurunan sebesar Rp0,9 triliun yang

terutama disebabkan oleh pembayaran hutang

obligasi yang jatuh tempo dalam tahun 2009.

Kewajiban jangka panjang pada 31 Desember

2009 adalah sebesar Rp0,5 triliun, atau naik

Rp0,1 triliun dibandingkan periode yang

sama tahun sebelumnya. Keseluruhan jumlah

kewajiban pada 31 Desember 2009 adalah

Rp7,3 triliun, atau menurun Rp0,8 triliun

dibandingkan periode yang sama tahun 2008,

yang terutama karena pembayaran hutang

obligasi.

Pengeluaran modal menurun Rp0,5 triliun dari

Rp1,1 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp0,6

triliun pada tahun 2009 sehubungan dengan

penyelesaian pembangunan pabrik baru pada

kuartal tiga 2008.

Rasio lancar adalah sebesar 1,9:1,0 dan 1,4:1,0

masing-masing pada tanggal 31 Desember

2009 dan 2008. Modal kerja bersih meningkat

dari Rp3,4 triliun pada tanggal 31 Desember

2008 menjadi Rp5,9 triliun pada tanggal 31

Desember 2009.

Rasio hutang terhadap ekuitas konsolidasi

pada 31 Desember 2009 adalah 0,09:1,0,

menurun dibandingkan dengan 0,3:1,0 pada

tahun sebelumnya. Jumlah pembayaran

dividen adalah Rp2,5 triliun (Rp560 per

saham) pada tahun 2009 dan Rp3,5 triliun

(Rp790 per saham) pada 2008.

31


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

Sebagaimana dinyatakan dalam Piagam Komite

Audit, Komite Audit (“Komite”) bertugas untuk

membantu Dewan Komisaris (“Komisaris”)

dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya.

Tanggung jawab Komite meliputi review

atas laporan keuangan Perseroan, pekerjaan

internal auditor, implementasi manajemen

risiko dan kepatuhan terhadap peraturan pasar

modal dan peraturan lain yang berhubungan

dengan operasi Perseroan.

Aktivitas Komite Audit

Komite melakukan aktivitasnya berdasarkan

rencana kerja tahunan yang disepakati. Dalam

rangka pemenuhan peranan dan tanggungjawabnya,

sejumlah laporan dan dokumen telah

direview, dan rapat-rapat dan diskusi-diskusi

telah dilakukan secara reguler. Laporan-laporan

yang telah direview termasuk laporan internal

control dan audit eksternal.

Komite telah delapan kali bertemu selama

periode antara 1 April 2009 sampai 31 Maret

2010. Sebagian besar pertemuan dihadiri oleh

Presiden Direktur, Direktur yang menangani

keuangan dan pelayanan informasi, Kepala

Audit dan Internal Control, Sekretaris Perseroan

dan para Pejabat Bagian Legal dan Pajak yang

hadir sebagai undangan. Rapat dengan Kepala

Audit dan Internal Control dilakukan untuk

mendiskusikan laporan-laporan dan temuan

internal control dan untuk menilai efektivitas

fungsi internal control. Rapat-rapat dengan

32

LAPORAN KOMITE AUDIT

Direktur yang menangani keuangan dan

pelayanan informasi dan Pejabat Bagian Legal

dilakukan untuk meyakini keandalan informasi

keuangan dan ketaatan terhadap hukum dan

peraturan yang berlaku.

Komite telah melakukan empat kali pertemuan

dengan auditor eksternal. Dalam pertemuanpertemuan

tersebut Komite telah mereview

pekerjaan dan independensi auditor eksternal.

Selama tahun berjalan, Komite telah

mengunjungi Madura Buying Station (rajangan

tobacco/green rajangan) di Pamekasan, Jawa

Timur.

Dibawah ini disajikan hal-hal yang telah dibahas

dalam review, pertemuan dan diskusi yang

dilakukan:

Laporan Keuangan

Komite telah mereview dan mendiskusikan

dengan manajemen dan auditor eksternal,

kebijakan dan prosedur akuntansi Perseroan, laporan

keuangan interim dan laporan keuangan

tahunan auditan untuk tahun yang berakhir pada

31 Desember 2009, yang disampaikan kepada

otoritas pasar modal dan/atau diterbitkan

dalam surat kabar lokal dan dalam laporan

tahunan 2009. Review ditekankan terutama

pada penyajian wajar dan kepatutan faktor

pertimbangan, dan ketepatan kebijakan pokok

akuntansi yang digunakan dalam penyusunan

laporan keuangan. Komite merasa puas dengan


keyakinan yang diberikan oleh auditor

eksternal bahwa laporan keuangan telah

disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip

akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Auditor Internal

Departemen Audit dan Internal Control

berfungsi sebagai Auditor Internal Perseroan.

Komite telah mereview program dan rencana

kerja Departemen Audit dan Internal Control

untuk tahun 2009 dan melakukan review atas

kemajuan pelaksanaannya secara reguler.

Komite merasa puas dengan kemajuan yang

dicapai dalam implementasi, manajemen

resiko, dan internal control Perseroan,

termasuk implementasi Sarbanes-Oxley

Act. Dari waktu ke waktu Komite mendapat

laporan mengenai kegiatan yang dilakukan

oleh Departemen Audit dan Internal Control.

Auditor Eksternal

KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan (sebelumnya

bernama KAP Haryanto Sahari & Rekan),

anggota firma dari PricewaterhouseCoopers

(PwC) telah ditunjuk kembali sebagai auditor

eksternal untuk mengaudit laporan keuangan

Perseroan untuk tahun yang berakhir pada

31 Desember 2009. Komite telah melakukan

review dan merasa puas dengan efisiensi dan

efektivitas pekerjaan yang dilakukan auditor

eksternal tersebut. Komite telah memperoleh

keyakinan dari auditor eksternal bahwa tidak

ada pembatasan lingkup audit dan bahwa

semua risiko penting telah dipertimbangkan

dalam audit yang dilakukan.

Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan

Perundangan

Komite telah bertemu dengan Pejabat Bagian

Legal untuk membicarakan perkembangan dan

perubahan dalam, dan kepatuhan Perseroan

terhadap berbagai peraturan hukum dan perundangan

yang berkaitan dengan operasi bisnis

Perseroan. Pejabat legal Perusahaan menyatakan

kepada Komite bahwa tidak ada perkara/tuntutan

hukum penting terhadap Perusahaan baik

dari pihak di dalam maupun di luar Perseroan.

Lain-lain

Komite telah membahas dengan Pejabat

Bagian Legal dan Pajak, transaksi-transaksi

benturan kepentingan yang diusulkan dan/atau

diimplementasikan dalam tahun 2009. Pada

tanggal 1 September 2008 Perusahaan memperoleh

fasilitas pinjaman antar perusahaan

dari Philip Morris Finance SA sampai dengan

10% dari jumlah pendapatan Perseroan (berdasarkan

laporan keuangan tahunan terakhir

yang sudah diaudit). Fasilitas pinjaman ini akan

jatuh tempo pada tanggal 1 September 2018.

Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah saldo

pinjaman adalah sebesar US$10,0 juta (setara

dengan Rp94,0 miliar) yang jatuh tempo dan telah

dibayar pada tanggal 5 Januari 2010 dengan

tingkat suku bunga 0,465%.

Phang Cheow Hock Amir Abadi Jusuf Timotius

Chairman Member Member

33


PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DESEMBER 2009 DAN 2008/

DECEMBER 31, 2009 AND 2008


NERACA KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasi secara keseluruhan

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

2009

Catatan/

Notes 2008

Halaman 1/1 Page

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS

AS AT DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

ASET ASSETS

Aset lancar Current assets

Kas dan setara kas 527,681 3,23 499,362 Cash and cash equivalents

Piutang usaha 4,23 Trade receivables

- Pihak ketiga - bersih 447,361 116,591 Third parties - net -

- Pihak hubungan istimewa 48,658 22 16,347 Related parties -

Piutang lainnya 23 Other receivables

- Pihak ketiga 25,325 405,328 Third parties -

- Pihak hubungan istimewa 198,758 22 167,096 Related parties -

Persediaan - bersih 9,539,067 5 7,657,848 Inventories - net

Pajak dibayar di muka 472,741 470,490 Prepaid taxes

Uang muka pembelian tembakau 1,295,793 24 1,547,275 Advance for purchase of tobacco

Beban dibayar di muka dan

aset lainnya 133,259 156,950 Prepaid expenses and other assets

Jumlah aset lancar 12,688,643 11,037,287 Total current assets

Aset tidak lancar Non-current assets

Aset pajak tangguhan 63,226 11 74,435 Deferred tax assets

Penyertaan saham 20,587 6 22,373 Investments in shares

Aset tetap - setelah dikurangi

akumulasi penyusutan sebesar Fixed assets - net of accumulated

Rp2.099.422 pada tahun 2009 depreciation of Rp2,099,422

(2008: Rp1.725.765) 4,310,194 7 4,329,506 in 2009 (2008: Rp1,725,765)

Tanah untuk pengembangan 175,772 175,689 Land for development

Goodwill - bersih 275,167 8 313,014 Goodwill - net

Aset lainnya - bersih 182,858 11 181,515 Other assets - net

Jumlah aset tidak lancar 5,027,804 5,096,532 Total non-current assets

JUMLAH ASET 17,716,447 16,133,819 TOTAL ASSETS

The accompanying notes form an integral part

of these consolidated financial statements


NERACA KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasi secara keseluruhan

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 1/2 Page

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS

AS AT DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Catatan/

2009 Notes 2008

KEWAJIBAN LIABILITIES

Kewajiban jangka pendek Current liabilities

Pinjaman jangka pendek 9 Short-term borrowings

- Pihak ketiga 653,164 986,773 Third parties -

- Pihak hubungan istimewa 94,002 22,23 - Related party -

Hutang usaha 10,23 Trade payables

- Pihak ketiga 220,388 149,366 Third parties -

- Pihak hubungan istimewa 267,752 22 325,294 Related parties -

Hutang lainnya 23 Other payables

- Pihak ketiga 76,890 171,045 Third parties -

- Pihak hubungan istimewa 187,755 22 99,316 Related parties -

Hutang pajak 864,402 11 954,540 Taxes payable

Hutang cukai 2,827,137 12 2,501,174 Excise tax payable

Beban yang masih harus dibayar dan

kewajiban estimasian 839,252 13,23 906,111 Accrued expenses and provisions

Hutang dividen 657,450 21 482,130 Dividends payable

Pinjaman jangka panjang yang jatuh Long-term debts maturing

tempo dalam waktu satu tahun 14 in one year

- Hutang obligasi - 999,625 Bonds payable -

- Hutang sewa pembiayaan 58,838 66,833 Obligations under finance leases -

Jumlah kewajiban jangka pendek 6,747,030 7,642,207 Total current liabilities

Kewajiban jangka panjang Non-current liabilities

Kewajiban pajak tangguhan 19,161 11 27,506 Deferred tax liabilities

Pinjaman jangka panjang 14 Long-term debts

- Hutang sewa pembiayaan 76,340 112,699 Obligations under finance leases -

Pendapatan tangguhan 44,593 57,211 Deferred revenue

Kewajiban imbalan pasca-kerja 363,398 20 243,961 Post-employment benefit obligations

Jumlah kewajiban jangka panjang 503,492 441,377 Total non-current liabilities

HAK MINORITAS 4,309 2,339 MINORITY INTEREST

EKUITAS EQUITY

Modal saham Share capital

Modal dasar - 6.300.000.000

saham biasa dengan Authorised capital - 6,300,000,000

nilai nominal Rp100 ordinary shares with par value of

(Rupiah penuh) per saham Rp100 (full Rupiah) per share

Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -

penuh - 4.383.000.000 4,383,000,000

saham biasa 438,300 15 438,300 ordinary shares

Tambahan modal disetor 42,077 42,077 Additional paid-in capital

Selisih kurs karena penjabaran

laporan keuangan 614,275 658,094 Cumulative translation adjustments

Selisih transaksi perubahan ekuitas Difference in equity transactions

anak perusahaan (29,721) (29,721) of subsidiaries

Saldo laba Retained earnings

- Dicadangkan 90,000 90,000 Appropriated -

- Belum dicadangkan 9,306,685 6,849,146 Unappropriated -

Jumlah ekuitas 10,461,616 8,047,896 Total equity

JUMLAH KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES AND

EKUITAS 17,716,447 16,133,819 EQUITY

The accompanying notes form an integral part

of these consolidated financial statements


LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI

UNTUK TAHUN BERAKHIR PADA TANGGAL

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali laba bersih per saham dasar)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasi secara keseluruhan

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

2009

Catatan/

Notes 2008

Halaman 2 Page

CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME

FOR THE YEARS ENDED

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

except basic earnings per share)

Penjualan bersih 38,972,186 16,22 34,680,445 Net sales

7,16,17

Beban pokok penjualan 27,737,465 22,24 24,695,196 Cost of goods sold

Laba kotor 11,234,721 9,985,249 Gross profit

Beban usaha 7,18,20,22 Operating expenses

Penjualan 3,148,441 2,955,457 Selling

Umum dan administrasi 788,513 804,559 General and administrative

Jumlah beban usaha 3,936,954 3,760,016 Total operating expenses

Laba operasi 7,297,767 16 6,225,233 Operating income

(Beban)/penghasilan lainnya Other (expenses)/income

Laba penjualan aset tetap 54,731 7 18,844 Gain on sale of fixed assets

Penghasilan bunga 50,327 22 37,423 Interest income

Beban pembiayaan (166,606) 19,22 (166,846) Financing costs

Amortisasi goodwill (37,847) 8 (37,847) Goodwill amortisation

Beban penurunan nilai aset (4,487) (69,403) Assets impairment expense

Beban kurtailmen dari

program pensiun - 20 (145,391) Curtailment of pension plan

Lain-lain - bersih 19,335 (64,533) Miscellaneous - net

Beban lainnya - bersih (84,547) (427,753) Other expenses - net

Bagian laba/(rugi) bersih Share of results/(losses)

perusahaan asosiasi 246 6,16 (191) of associates

Laba sebelum pajak penghasilan 7,213,466 5,797,289 Profit before income tax

Beban pajak penghasilan 11 Income tax expense

- Kini 2,121,292 1,925,005 Current -

- Tangguhan 2,864 (24,836) Deferred -

Beban pajak penghasilan - bersih 2,124,156 1,900,169 Income tax expense - net

Laba konsolidasi sebelum Consolidated profit before

hak minoritas 5,089,310 3,897,120 minority interest

Hak minoritas 1,971 1,840 Minority interest

Laba bersih 5,087,339 3,895,280 Net income

Laba bersih per saham dasar Basic earnings per share

(Rupiah penuh) dihitung (full Rupiah) calculated based on

berdasarkan jumlah rata-rata outstanding weighted average

tertimbang saham yang beredar number of shares of

sebesar 4.383.000.000 saham 1,161 889 4,383,000,000 shares

The accompanying notes form an integral part

of these consolidated financial statements


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah)

Catatan/

Notes

Modal

saham/

Share

capital

Tambahan

modal

disetor/

Additional

paid-in

capital

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Selisih kurs

karena

penjabaran

laporan

keuangan/

Cumulative

translation

adjustments

Selisih

transaksi

perubahan

ekuitas anak

perusahaan/

Difference in

equity

transactions of

subsidiaries

Selisih

penilaian

kembali aset

tetap/ Fixed

assets

revaluation

reserve

Halaman 3 Page

Saldo laba -

dicadangkan/

Retained

earnings -

appropriated

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY

FOR THE YEARS ENDED

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah)

Saldo laba -

belum

dicadangkan/

Retained

earnings -

unappropriated

Saldo 1 Januari 2008 438,300 42,077 624,320 (29,721) 16 90,000 6,898,550 8,063,542 Balance at January 1, 2008

Selisih kurs karena penjabaran Cumulative translation

laporan keuangan - - 33,774 - - - - 33,774 adjustments

Reklasifikasi sehubungan dengan Reclassification from adoption of

penerapan PSAK 16 (Revisi 2007) - - - - (16) - 16 - SFAS 16 (Revised 2007)

Laba bersih - - - - - - 3,895,280 3,895,280 Net income

Dividen 21 - - - - - - (3,944,700) (3,944,700) Dividends

Saldo 31 Desember 2008 438,300 42,077 658,094 (29,721) - 90,000 6,849,146 8,047,896 Balance at December 31, 2008

Selisih kurs karena penjabaran Cumulative translation

laporan keuangan - - (43,819) - - - - (43,819) adjusments

Laba bersih - - - - - - 5,087,339 5,087,339 Net income

Dividen 21 - - - - - - (2,629,800) (2,629,800) Dividends

Saldo 31 Desember 2009 438,300 42,077 614,275 (29,721) - 90,000 9,306,685 10,461,616 Balance at December 31, 2009

Jumlah/

Total

The accompanying notes form an integral part

of these consolidated financial statements


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

konsolidasi secara keseluruhan

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

2009

Halaman 4 Page

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS

FOR THE YEARS ENDED

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah)

Catatan/

Notes 2008

Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating activities

Penerimaan kas dari pelanggan 42,175,778 38,529,830 Cash receipts from customers

Pembayaran kas kepada Cash payments to

- Pemasok (15,441,090) (12,648,231) Suppliers -

- Karyawan (2,093,805) (2,008,759) Employees -

Pajak dan cukai (20,245,308) (18,940,392) Taxes and excise tax

Beban pembiayaan (166,926) (211,670) Financing costs

Penghasilan bunga 50,327 37,422 Interest income

Kegiatan usaha lainnya 26,620 (13,087) Other operating activities

Arus kas bersih yang diperoleh dari Net cash flows provided

aktivitas operasi 4,305,596 4,745,113 from operating activities

Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities

Penerimaan dari penjualan Proceeds from sale of

- Aset tetap 81,512 7 47,934 Fixed assets -

- Saham anak perusahaan - 155,337 Shares in subsidiary -

Pembayaran untuk Payments for purchases of

pembelian aset tetap (575,183) (1,194,954) fixed assets

Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in

untuk aktivitas investasi (493,671) (991,683) investing activities

Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activities

Penerimaan dari Proceeds from

- Pinjaman jangka pendek 9,762,595 7,557,385 Short-term borrowings -

- Pinjaman Receipt of loan from -

pihak hubungan istimewa 281,699 - related party

Pembayaran kembali Repayments of

- Pinjaman jangka pendek (9,668,593) (8,521,274) Short-term borrowings -

- Hutang obligasi (1,000,000) 14 - Bonds payable -

- Sewa pembiayaan (69,282) (60,711) Finance leases -

Dividen yang dibayarkan kepada

pemegang saham (2,454,480) 21 (3,462,570) Dividends paid to shareholders

Pemberian pinjaman kepada pihak Placement of loan to

hubungan istimewa (301,936) (154,931) related party

Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in

untuk aktivitas pendanaan (3,449,997) (4,642,101) financing activities

Kenaikan/(penurunan) bersih Net increase/(decrease) in

kas dan setara kas 361,928 (888,671) cash and cash equivalents

Kas dan setara kas Cash and cash equivalents

pada awal tahun (487,411) 401,260 at the beginning of the year

Kas dan setara kas Cash and cash equivalents

pada akhir tahun (125,483) (487,411) at the end of the year

Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents

akhir tahun terdiri dari at the end of the year comprises

- Kas dan setara kas 527,681 3 499,362 Cash and cash equivalents -

- Cerukan (653,164) 9 (986,773) Overdraft -

Jumlah (125,483) (487,411) Total

Transaksi non kas Non-cash transactions

Kapitalisasi beban pembiayaan Capitalisation of financing costs

ke aset dalam penyelesaian - 7,19 59,198 to construction in progress

Perolehan aset tetap melalui Acquisition of fixed assets

sewa pembiayaan 32,668 7 84,168 using finance leases

The accompanying notes form an integral part

of these consolidated financial statements


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (”Perusahaan”)

didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963

berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H.,

No. 69. Akta Pendirian Perusahaan disahkan oleh

Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat

Keputusan No. J.A.5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta

diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik

Indonesia No. 94 tanggal 24 Nopember 1964,

Tambahan No. 357. Anggaran dasar Perusahaan telah

mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan

Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 107 tanggal 15

Desember 2009 dalam rangka menyesuaikan dengan

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang

Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini

sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum

dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan

Surat Keputusan No. AHU-0006503.AH.01.09.Tahun

2010 tanggal 26 Januari 2010.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri

dan perdagangan rokok serta investasi saham pada

perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan produksi rokok

secara komersial telah dimulai pada tahun 1913 di

Surabaya sebagai industri rumah tangga. Pada tahun

1930, industri rumah tangga ini diresmikan dengan

dibentuknya NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan berkedudukan di Surabaya, dengan kantor

pusat berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18,

Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di

Surabaya, Pandaan, Malang dan Karawang.

Perusahaan juga memiliki kantor perwakilan korporasi

di Jakarta.

Pada tanggal 31 Desember 2009, PT Hanjaya Mandala

Sampoerna Tbk. dan anak perusahaan (bersamasama

disebut “Grup”) memiliki kurang lebih 28.300

orang karyawan tetap (2008: 28.800 orang).

Pada tahun 1990, Perusahaan melakukan penawaran

umum saham sebanyak 27.000.000 lembar dengan

nilai nominal sebesar Rp1.000 (Rupiah penuh) per

saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga

penawaran sebesar Rp12.600 (Rupiah penuh) per

saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah

melaksanakan transaksi-transaksi yang berkaitan

dengan modal saham sebagai berikut:

Halaman 5/1 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (the “Company”)

was established in Indonesia on October 19, 1963

based on Notarial Deed No. 69 of Anwar Mahajudin,

S.H. The Deed of Establishment of the Company was

approved by the Minister of Justice of the Republic of

Indonesia by virtue of Decision Letter No. J.A.5/59/15

dated April 30, 1964, and was published in the State

Gazette of the Republic of Indonesia No. 94 dated

November 24, 1964, Supplement No. 357. The Articles

of Association of the Company have been amended

several times, lastly by Notarial Deed No. 107 of Aulia

Taufani, S.H., dated December 15, 2009 in order to

comply with Law Number 40 of 2007 regarding Limited

Liability Companies. This Articles of Association

amendment was approved by the Minister of Law and

Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of

Decision Letter No. AHU-0006503.AH.01.09.Year 2010

dated January 26, 2010.

The scope of activities of the Company comprises

manufacturing and trading of cigarettes and investing in

other companies. The Company started its commercial

operations in 1913 in Surabaya, as a home industry. In

1930, this home industry was officially organised under

the name of NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

The Company is domiciled in Surabaya, with its head

office located in Jl. Rungkut Industri Raya No. 18,

Surabaya, and its plants are located in Surabaya,

Pandaan, Malang and Karawang. The Company also

has a corporate office in Jakarta.

As at December 31, 2009, PT Hanjaya Mandala

Sampoerna Tbk. and subsidiaries (together the

“Group”) had approximately 28,300 permanent

employees (2008: 28,800 employees).

In 1990, the Company made a public offering of its

27,000,000 shares with a par value of Rp1,000 (full

Rupiah) per share through the Indonesia Stock

Exchange at the offering price of Rp12,600 (full Rupiah)

per share. Since then, the Company has conducted the

following capital transactions:


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/2 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

Tahun/

Year

Keterangan/

Description

Jumlah saham

yang beredar

setelah transaksi/

Total outstanding

shares after the

transactions

1994 Penerbitan saham bonus, setiap pemegang dua saham lama menerima tiga

saham baru/

Issue of bonus shares, whereby each shareholder holding two shares is entitled

to receive three new shares 450,000,000

1996 Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham

menjadi Rp500 (Rupiah penuh) per saham/

Change in par value per share from Rp1,000 (full Rupiah) per share to Rp500

(full Rupiah) per share 900,000,000

1999 Penerbitan 28.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh)

per saham/

Issue of 28,000,000 new shares with par value of Rp500 (full Rupiah) per share 928,000,000

2001 Perubahan nilai nominal saham dari Rp500 (Rupiah penuh) per saham menjadi

Rp100 (Rupiah penuh) per saham/

Change in par value per share from Rp500 (full Rupiah) per share to Rp100 (full

Rupiah) per share 4,640,000,000

Perolehan kembali 140.000.000 saham/

Repurchase of 140,000,000 shares 4,500,000,000

2002 Perolehan kembali 108.130.500 saham/

Repurchase of 108,130,500 shares 4,391,869,500

2004 Perolehan kembali 8.869.500 saham/

Repurchase of 8,869,500 shares 4,383,000,000

Pada tanggal 31 Desember 2009, susunan Komisaris

dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

As at December 31, 2009, the Company’s

Commissioners and Directors are as follows:

Komisaris: Commissioners:

Presiden Komisaris Matteo Lorenzo Pellegrini President Commissioner

Wakil Presiden Komisaris Douglas Walter Werth Vice President Commissioner

Komisaris Eunice Carol Hamilton Commissioners

Ekadharmajanto Kasih (*)

Phang Cheow Hock (*)

Direksi: Directors:

Presiden Direktur John Gledhill President Director

Direktur Yos Adiguna Ginting Directors

Paul Norman Janelle

Wayan Mertasana Tantra

Shea Lih Goh

(*) Menjalankan fungsi sebagai Komisaris Independen (*) Act as Independent Commissioners


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/3 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada

komisaris dan direksi Perusahaan berjumlah Rp66,5

miliar dan Rp79,5 miliar masing-masing untuk tahun

2009 dan 2008.

Laporan keuangan konsolidasi mencakup akun-akun

Perusahaan dan anak-anak perusahaan sebagaimana

disebutkan pada Catatan 2b. Anak perusahaan yang

signifikan adalah sebagai berikut:

Nama perusahaan/

Company name

Kegiatan usaha/

Business activity

Domisili/

Domicile

Salaries and other compensation benefits paid to the

Company’s commissioners and directors amounted to

Rp66.5 billion and Rp79.5 billion in 2009 and 2008,

respectively.

The consolidated financial statements include the

accounts of the Company and its subsidiaries as

mentioned in Note 2b. The significant subsidiaries of

the Company are listed below:

Tahun

beroperasi

komersial/

Year of

commercial

Persentase

kepemilikan

efektif/

Percentage of

effective

ownership

Jumlah aset/

Total assets

operations 2009 2008 2009 2008

PT Perusahaan Dagang dan Distribusi rokok/ Indonesia 1989 99.9 99.9 1,252,193 784,391

Industri Panamas (*) Cigarette distribution

PT Sampoerna Printpack (*) Percetakan dan industri Indonesia 1989 100.0 100.0 770,596 593,343

produk kemasan/

Printing and packaging

PT Handal Logistik Nusantara (*) Jasa ekspedisi Indonesia 1989 100.0 100.0 113,299 123,488

dan pergudangan/

Expedition and

warehousing

PT Asia Tembakau Industri dan perdagangan Indonesia 2002 100.0 100.0 208,615 126,869

rokok/Cigarette

manufacturing and

trading

PT Sampoerna Air Nusantara Jasa transportasi udara/ Indonesia 1989 100.0 100.0 80,208 99,852

Air transportation

PT Union Sampoerna Dinamika Investasi saham pada Indonesia 2005 100.0 100.0 45,397 47,374

perusahaan-perusahaan

lain/Equity holdings

PT Taman Dayu Pengembangan properti/ Indonesia 1990 100.0 100.0 271,851 293,569

Property development

PT Sampoerna Joo Lan Industri dan perdagangan Malaysia 1998 100.0 100.0 208,167 330,319

Sdn. Bhd. (*) rokok/Cigarette

manufacturing and

trading

Sampoerna International Investasi saham pada Singapura/Singapore 1995 100.0 100.0 87,132 23,198

Pte. Ltd. perusahaan-perusahaan

lain/Equity holdings

(*) Lihat Catatan 26/See Note 26

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES

Laporan keuangan konsolidasi Grup disusun oleh

Direksi dan diselesaikan pada tanggal 24 Maret 2010.

The Group’s consolidated financial statements were

prepared by the Board of Directors and completed on

March 24, 2010.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan

prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di

Indonesia yang termasuk di dalam Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan

Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

(BAPEPAM-LK) tentang Pedoman Penyajian dan

Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau

Perusahaan Publik.

a. Dasar penyusunan laporan keuangan

konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun

berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali

untuk instrumen derivatif yang dinyatakan sebesar

nilai wajar.

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan

menggunakan basis akrual, kecuali untuk laporan

arus kas konsolidasi.

Laporan arus kas konsolidasi disusun

menggunakan metode langsung dan arus kas

dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi,

investasi dan pendanaan.

Laporan keuangan konsolidasi disusun

menggunakan asumsi kelangsungan usaha.

Asumsi ini digunakan berdasarkan pengetahuan

manajemen atas fakta-fakta dan keadaan

sekarang, asumsi-asumsi yang timbul atas

pengetahuan tersebut dan ekspektasi saat ini atas

kejadian dan tindakan di masa yang akan datang.

Manajemen menyimpulkan, berdasarkan penilaian

atas risiko-risiko (jika ada) seperti risiko kredit,

likuiditas, pendanaan, pasar dan penawaran,

bahwa asumsi kelangsungan usaha ini telah

sesuai.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi

berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum

di Indonesia mengharuskan manajemen untuk

membuat estimasi dan asumsi yang

mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan

penjualan bersih dan beban-beban yang

dilaporkan. Karena adanya ketidakpastian yang

melekat dalam penetapan estimasi, maka jumlah

sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa

mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang

diestimasi tersebut.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam

laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.

Seluruh angka dalam laporan keuangan

konsolidasi ini dibulatkan menjadi dan disajikan

dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali bila

dinyatakan lain.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/4 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

The consolidated financial statements have been

prepared in accordance with accounting principles and

practices generally accepted in Indonesia, which are

set out in the Statements of Financial Accounting

Standards and The Capital Market Supervisory Agency

and Financial Institution (BAPEPAM-LK) Rules on

Guidelines in Presentation and Disclosure of Financial

Statements of a Public Company.

a. Basis of preparation of consolidated financial

statements

The consolidated financial statements are

prepared on the historical cost basis of accounting,

except for derivative instruments which are valued

at fair value.

These consolidated financial statements are

prepared using the accrual basis, except for the

consolidated statements of cash flows.

The consolidated statement of cash flows is

prepared based on the direct method by classifying

cash flows on the basis of operating, investing and

financing activities.

The consolidated financial statements have been

prepared using the going concern assumption.

This assumption is being used based on

management’s knowledge of current facts and

circumstances, assumption based on that

knowledge, and current expectations of future

events and actions. Management has concluded,

based on assessment of risks (if any) around

credit, liquidity, funding, market and supply risks,

the going concern basis is appropriate.

The preparation of consolidated financial

statements in conformity with accounting principles

generally accepted in Indonesia requires

management to make estimates and assumptions

that affect the reported amounts of assets and

liabilities and net sales and expenses during the

reporting periods. Due to the inherent uncertainty

in making estimates, actual results reported in

future periods may differ from those estimates.

The reporting currency used in the consolidated

financial statements is Indonesian Rupiah. Figures

in the consolidated financial statements are

rounded to and stated in millions of Rupiah, unless

otherwise stated.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

b. Akuntansi Grup b. Group accounting

(1) Anak perusahaan (1) Subsidiaries

Semua anak perusahaan dikonsolidasikan. Anak

perusahaan adalah suatu entitas dimana

Perusahaan dan anak perusahaan memiliki

kepemilikan sebesar lebih dari 50% hak suara

atau mempunyai pengendalian atas kebijakan

keuangan dan operasional.

Anak perusahaan dikonsolidasikan sejak tanggal

kendali atas anak perusahaan tersebut beralih

kepada Grup dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak

tanggal kendali tidak lagi dimiliki oleh Grup. Dalam

mencatat akuisisi anak perusahaan digunakan

metode pembelian. Biaya akuisisi diukur sebesar

nilai wajar aset yang diserahkan, saham yang

diterbitkan atau kewajiban yang diambil alih pada

tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berkaitan

secara langsung dengan akuisisi. Kelebihan biaya

akuisisi atas proporsi nilai wajar aset bersih anak

perusahaan yang dapat diidentifikasi dicatat

sebagai goodwill (lihat Catatan 2k untuk kebijakan

akuntansi atas goodwill).

Transaksi antar perusahaan dalam Grup, saldo

dan keuntungan yang belum direalisasi dari

transaksi antar perusahaan dalam Grup,

dieliminasi.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam

laporan keuangan konsolidasi, telah diterapkan

secara konsisten oleh anak perusahaan, kecuali

bila dinyatakan lain.

(2) Perusahaan asosiasi

Perusahaan asosiasi adalah seluruh entitas

dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan,

namun tidak sampai mengendalikan entitasentitas

tersebut. Dalam hal ini Grup umumnya

memiliki antara 20% sampai 50% hak suara.

Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat

dengan menggunakan metode ekuitas dan pada

awalnya dicatat sebesar harga perolehan.

Investasi Grup pada perusahaan asosiasi

mencakup juga goodwill (dikurangi akumulasi

penurunan nilai) yang diidentifikasi pada saat

akuisisi (Catatan 2k).

Halaman 5/5 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

Subsidiaries, which are those entities in which the

Company and subsidiaries have an interest of

more than 50% of the voting rights or otherwise

have power to govern the financial and operating

policies, are consolidated.

Subsidiaries are consolidated from the date on

which control is transferred to the Group and are

no longer consolidated from the date that control

ceases. The purchase method is used to account

for the acquisition of subsidiaries. The cost of an

acquisition is measured as the fair value of the

assets given, shares issued or liabilities incurred or

assumed at the date of acquisition plus costs

directly attributable to the acquisition. The excess

of the cost of acquisition over the proportion of the

fair value of the identifiable net assets of the

subsidiary acquired is recorded as goodwill (see

Note 2k for the accounting policy on goodwill).

Intercompany transactions, balances and

unrealised gains on transactions between Group

companies are eliminated.

The accounting policies adopted in preparing the

consolidated financial statements have been

consistently applied by the subsidiaries, unless

otherwise stated.

(2) Associates

Associates are all entities over which the Group

has significant influence but not control, generally

accompanying a shareholding of between 20%

and 50% of the voting rights. Investments in

associates are accounted for using the equity

method of accounting and are initially recognised

at cost. The Group’s investment in associates

includes goodwill (net of any accumulated

impairment loss) identified on acquisition

(Note 2k).


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/6 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Akuntansi Grup (lanjutan) b. Group accounting (continued)

(2) Perusahaan asosiasi (lanjutan) (2) Associates (continued)

Bagian Grup atas keuntungan atau kerugian

perusahaan asosiasi yang diperoleh setelah

tanggal akuisisi diakui dalam laporan laba rugi

konsolidasi. Mutasi kumulatif keuntungan atau

kerugian setelah tanggal akuisisi akan

mempengaruhi nilai tercatat investasi. Apabila

bagian Grup atas kerugian dalam perusahaan

asosiasi menyamai atau melebihi bagian

kepemilikannya dalam perusahaan asosiasi, Grup

tidak mengakui kerugian lebih lanjut, kecuali Grup

telah mengakui kewajiban atau melakukan

pembayaran atas nama perusahaan asosiasi.

Keuntungan yang belum direalisasi dari transaksi

antara Grup dengan perusahaan asosiasi,

dieliminasi sebesar jumlah yang mencerminkan

proporsi kepemilikan Grup dalam perusahaan

asosiasi. Kerugian yang belum direalisasi juga

dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan

bukti adanya penurunan nilai aset yang dialihkan.

The Group’s shares of its associates’ postacquisition

profits or losses are recognised in the

consolidated statement of income. The cumulative

post-acquisition movements are adjusted against

the carrying amount of the investment. When the

Group’s share of losses in an associate equals or

exceeds its interest in the associate, the Group

does not recognise further losses, unless it has

incurred obligations or made payments on behalf

of the associate.

Unrealised gains on transactions between the

Group and its associates are eliminated to the

extent of the Group’s interest in the associates.

Unrealised losses are also eliminated unless the

transaction provides evidence of an impairment of

the asset being transferred.

c. Penjabaran mata uang asing c. Foreign currency translation

(1) Transaksi dan saldo

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke

mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs

yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal

neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata

uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku

pada tanggal neraca.

Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul

dari transaksi dalam mata uang asing dan dari

penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam

mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi

konsolidasi.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, nilai

tukar yang digunakan, yang dihitung berdasarkan

kurs tengah transaksi terakhir yang dipublikasikan

oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal

31 Desember 2009 dan 2008, adalah sebagai

berikut:

Rupiah penuh/

Full Rupiah

2009 2008

(1) Transactions and balances

Transactions denominated in a foreign currency are

converted into Rupiah at the exchange rate

prevailing at the date of the transaction. At the

balance sheet date, monetary assets and liabilities

in foreign currencies are translated at the exchange

rates prevailing at that date.

Exchange gains and losses arising on transactions

in foreign currency and on the translation of foreign

currency monetary assets and liabilities are

recognised in the consolidated statement of

income.

As at December 31, 2009 and 2008, the exchange

rates used based on the last published average

transactions exchange rates by Bank Indonesia as

at December 31, 2009 and 2008, respectively,

were as follows:

1 Euro 13,510 15,432 1 Euro

1 Dolar Amerika Serikat 9,400 10,950 1 United States Dollar

1 Franc Swiss 9,087 10,349 1 Swiss Franc


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/7 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) c. Foreign currency translation (continued)

(2) Kegiatan usaha Grup yang merupakan entitas

asing

Laporan laba rugi dan laporan arus kas entitas

asing dijabarkan ke dalam mata uang pelaporan

Grup dengan menggunakan nilai tukar rata-rata

sepanjang tahun sedangkan neraca dijabarkan

dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku

pada tanggal neraca dan akun ekuitas dijabarkan

berdasarkan kurs historis. Selisih kurs karena

penjabaran laporan keuangan anak perusahaan di

luar negeri dilaporkan secara terpisah dalam akun

“Selisih kurs karena penjabaran laporan

keuangan” pada komponen ekuitas dalam neraca

konsolidasi. Ketika suatu entitas asing dijual,

selisih nilai tukar tersebut diakui dalam laporan

laba rugi konsolidasi sebagai bagian dari

keuntungan atau kerugian atas penjualan.

Penyesuaian atas goodwill dan nilai wajar yang

timbul dari akuisisi entitas asing diperlakukan

sebagai bagian dari aset dan kewajiban entitas

asing dan dijabarkan dengan menggunakan kurs

pada tanggal neraca.

Akun-akun anak perusahaan di luar negeri

dikonversikan ke mata uang Rupiah dengan

menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada

tanggal neraca dan kurs tengah rata-rata Bank

Indonesia selama tahun berjalan sebagai berikut:

(2) Foreign entities within the Group

Rupiah penuh/Full Rupiah

Aset dan kewajiban/

Laba rugi/

Assets and liabilities

Profit and loss

2009 2008 2009 2008

Statement of income and cash flows of foreign

entities are translated into the Group’s reporting

currency at average exchange rates for the year

and their balance sheets are translated at the

exchange rates prevailing on the balance sheet

date and their equity accounts are translated at the

historical rate. The resulting difference arising from

the translation of the financial statements of foreign

subsidiaries is presented as “Cumulative

translation adjustments” under the equity section in

the consolidated balance sheet. When a foreign

entity is sold, such exchange differences are

recognised in the consolidated statement of

income as part of the gain or loss on sale.

Goodwill and fair value adjustments arising on the

acquisition of a foreign entity are treated as assets

and liabilities of the foreign entity and translated at

the rate prevailing on the balance sheet date.

The accounts of the foreign subsidiaries are

translated into Rupiah amounts using the Bank

Indonesia’s middle rates on the balance sheet date

and Bank Indonesia’s average middle rates during

the year as follows:

1 Dolar Amerika Serikat 9,400 10,950 10,402 9,731 1 United States Dollar

1 Dolar Singapura 6,699 7,607 7,156 6,881 1 Singapore Dollar

d. Kas dan setara kas d. Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan

deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh

tempo tiga bulan atau kurang. Cerukan disajikan

sebagai bagian dari ”pinjaman jangka pendek”

pada kewajiban lancar dalam neraca konsolidasi.

e. Piutang usaha e. Trade receivables

Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto

setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tidak

tertagih, yang diestimasi berdasarkan penelaahan

atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang

dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan

tidak akan tertagih.

Cash and cash equivalents include cash on hand,

cash in bank and time deposits with original

maturities of three months or less. Bank overdrafts

are shown within “short-term borrowings” in current

liabilities on the consolidated balance sheet.

Trade receivables are recorded net of a provision

for doubtful accounts, based on a review of the

collectibility of outstanding amounts. Accounts are

written-off as bad debts during the period in which

they are determined to be non-collectible.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

f. Persediaan f. Inventories

Barang jadi, bahan baku dan supplies, barang

dalam proses, barang dagangan, tanah dan

bangunan untuk dijual diakui sebesar nilai yang

lebih rendah antara harga perolehan dan nilai

realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan

dengan metode rata-rata tertimbang (weightedaverage

method), kecuali untuk persediaan pita

cukai yang biayanya ditentukan dengan metode

identifikasi khusus (specific identification method).

Harga perolehan barang jadi dan barang dalam

proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja

langsung, biaya-biaya langsung lainnya dan biaya

overhead yang terkait dengan produksi. Nilai

realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan

dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi

biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan

berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan

masing-masing jenis persediaan pada masa

mendatang.

Halaman 5/8 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

g. Instrumen derivatif g. Derivative instruments

Instrumen derivatif dicatat sebagai aset atau

kewajiban dalam neraca dan diakui sebesar nilai

wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari

perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif

dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasi.

h. Aset tetap h. Fixed assets

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan,

(kecuali untuk aset tetap tertentu yang telah dinilai

kembali berdasarkan peraturan pemerintah)

dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan

metode garis lurus. Tanah tidak disusutkan.

Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap

adalah sebagai berikut:

Tahun/Years

Finished goods, raw materials and supplies, work

in progress, merchandise inventory, land and

buildings held for sale are stated at the lower of

cost or net realisable value. Cost is determined by

the weighted-average method, except for the

excise tax inventory, for which cost is determined

by the specific identification method. The cost of

finished goods and work in progress comprises

raw materials, direct labor, other direct costs and

related production overheads. Net realisable value

is the estimated selling price in the ordinary course

of business, less the estimated costs of completion

and the estimated selling expenses.

A provision for obsolete and slow moving

inventories is determined on the basis of estimated

future usage or sale of individual inventory items.

Derivative instruments are recorded in the balance

sheet as either an asset or liability and measured

at their fair value. The gains or losses arising from

changes in derivative instruments fair values are

recognised in the consolidated statement of

income.

Fixed assets are stated at historical cost, (except

for assets revalued in accordance with government

regulation) less accumulated depreciation.

Depreciation is computed using the straight-line

method. Land is not depreciated. The economic

useful lives of the assets are estimated as follows:

Bangunan dan prasarana 4 - 40 Building and improvements

Mesin dan peralatan 10 - 15 Machinery and equipment

Perabot dan peralatan kantor 3 - 10 Furniture, fixture and office equipment

Alat-alat pengangkutan 5 - 16 Transportation equipment

Lapangan golf 20 Golf course

Nilai residu dan umur manfaat setiap aset ditelaah,

dan disesuaikan jika perlu, pada setiap tanggal

neraca.

The assets’ residual values and useful lives are

reviewed, and adjusted if appropriate, at each

balance sheet date.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/9 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

h. Aset tetap (lanjutan) h. Fixed assets (continued)

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar

biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari

aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan

dipindahkan ke akun aset tetap yang

bersangkutan pada saat aset tersebut telah

selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan

sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Penyusutan mulai dibebankan sejak tanggal aset

tersebut siap untuk digunakan untuk tujuan

penggunaannya.

Biaya bunga untuk mendanai konstruksi aset tetap

tertentu dikapitalisasi selama periode yang

dibutuhkan untuk menyelesaikan dan menyiapkan

aset tetap tersebut sampai siap digunakan sesuai

tujuan penggunaannya. Biaya-biaya pinjaman

lainnya diakui sebagai beban tahun berjalan.

Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai

bagian dari nilai tercatat aset tetap atau sebagai

aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan

besar manfaat ekonomis sehubungan dengan aset

tersebut di masa mendatang akan mengalir ke

Grup dan biaya perolehannya dapat diukur secara

handal. Jumlah tercatat komponen yang diganti,

dihapusbukukan. Biaya pemeliharaan dan

perbaikan lainnya dibebankan di laporan laba rugi

konsolidasian pada saat terjadinya.

Biaya perolehan tanah tidak termasuk biaya-biaya

lain yang dikeluarkan sehubungan dengan

perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah.

Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan

perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah

tersebut, ditangguhkan dan disajikan pada akun

“Aset lainnya - tidak lancar” serta diamortisasi

sepanjang periode hak atas tanah.

Construction in progress is stated at historicalcost

and presented as part of fixed assets. The

accumulated costs are reclassified to the

appropriate fixed asset account when the

construction is complete and the asset is ready for

its intended use. Depreciation is charged from the

date the asset is ready for its intended use.

Interest costs to finance the construction of certain

fixed assets are capitalised during the period of

time that is required to complete and prepare the

assets for their intended use. Other borrowing

costs are expensed.

Subsequent costs are included in the fixed assets’

carrying amount or recognised as a separate

asset, as appropriate, only when it is probable that

future economic benefits associated with the item

will flow to the Group and the cost of the item can

be measured reliably. The carrying amount of the

replaced part is derecognised. All other repairs and

maintenance are charged to the consolidated

statement of income as incurred.

The acquisition cost of land does not include the

related costs incurred to acquire or renew the

licence for the land. The related costs incurred to

acquire or renew the licence for the land are

deferred and presented under “Other assets - noncurrent”

and amortised over the legal term of the

land rights.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

i. Sewa i. Leases

Grup menyewa aset tetap tertentu. Apabila dalam

suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas

risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada

di tangan lessor, maka sewa tersebut

diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan

laba rugi konsolidasi atas dasar garis lurus selama

masa sewa.

Dalam persewaan aset tetap dimana risiko dan

manfaat kepemilikan secara substansi berpindah

ke lessee (Grup), maka sewa tersebut

diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa

pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa

sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai

kini pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih

rendah dari nilai wajar.

Setiap pembayaran sewa pembiayaan

dialokasikan antara bagian yang merupakan

pelunasan kewajiban dan bagian yang merupakan

beban pembiayaan sedemikian rupa sehingga

menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan

atas saldo pembiayaan. Jumlah kewajiban sewa,

neto beban pembiayaan disajikan sebagai hutang

jangka panjang lainnya. Unsur bunga dalam beban

pembiayaan dibebankan di laporan laba rugi

konsolidasi selama masa sewa sedemikian rupa

sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga

periodik yang konstan atas saldo kewajiban setiap

periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa

pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang

lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa

sewa.

Halaman 5/10 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

j. Tanah untuk pengembangan j. Land for development

Tanah yang akan dikembangkan dan dimaksudkan

untuk dijual setelah dikembangkan disajikan dalam

akun “Tanah untuk pengembangan” dan

dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara

biaya tercatat dan nilai realisasi bersih.

Pada saat dimulainya pengembangan dan

pembangunan infrastruktur, nilai tanah yang

dimiliki oleh PT Taman Dayu akan dipindahkan ke

akun “Persediaan - tanah dan bangunan untuk

dijual”.

The Group leases certain fixed assets. Leases in

which a significant portion of the risks and rewards

of ownership are retained by the lessor are

classified as operating leases. Payments made

under operating leases are charged to the

consolidated statement of income on a straight-line

basis over the period of the lease.

Leases of fixed assets where the Group has

substantially all the risks and rewards of ownership

are classified as finance leases. Finance leases

are capitalised at the lease’s commencement at

the lower of the fair value of the leased asset and

the present value of the minimum lease payments.

Each finance lease payment is allocated between

the liability and finance charges so as to achieve a

constant rate on the finance balance outstanding.

The corresponding rental obligations, net of

finance charges, are included in other long-term

payables. The interest element of the finance cost

is charged to the consolidated statement of income

over the lease period so as to produce a constant

periodic rate of interest on the remaining balance

of the liability for each period. The fixed assets

acquired under finance leases are depreciated

over the shorter of the useful life of the assets and

the lease term.

Land which has yet to be developed and for which

the intention is to sell after being developed, is

presented under “Land for development” and

stated at the lower of carrying cost or net realisable

value.

The cost of the land belonging to PT Taman Dayu

is transferred to “Inventory - land and buildings

held for sale” upon commencement of the

development and construction of infrastructure.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

k. Goodwill k. Goodwill

Goodwill merupakan selisih lebih antara harga

perolehan investasi anak perusahaan/perusahaan

asosiasi atau bisnis dan nilai wajar bagian Grup

atas aset bersih anak perusahaan/perusahaan

asosiasi yang dapat diidentifikasi, atau bisnis pada

tanggal akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan

metode garis lurus selama estimasi masa

manfaatnya, yaitu sepuluh tahun. Manajemen

menentukan estimasi masa manfaat goodwill

berdasarkan evaluasi atas manfaat yang akan

diperoleh dari perusahaan atau bisnis yang

bersangkutan pada saat akuisisi.

Halaman 5/11 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

l. Penurunan nilai aset l. Impairment of assets

Pada tanggal neraca, Grup menelaah ada atau

tidaknya indikasi penurunan nilai asset.

Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk

goodwill ditelaah untuk mengetahui apakah telah

terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian

atau perubahan keadaan yang

mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset

tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian

akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih

antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat

diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang

dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih

tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai

aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai,

aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang

menghasilkan arus kas terpisah.

m. Kewajiban estimasian

Kewajiban estimasian diakui apabila Grup

mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum

maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat

peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan

penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan

arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut

dapat diestimasi dengan handal.

Goodwill represents the excess of the cost of an

acquisition of a subsidiary/associate or business

over the fair value of the Group’s share of the

identifiable net assets of the acquired

subsidiary/associate, or business at the date of

acquisition. Goodwill is amortised using the

straight-line method over its estimated useful life,

which is ten years. Management determined the

estimated useful life of goodwill, based on its

evaluation of the benefits the respective

companies or businesses will bring at the time of

the acquisition.

At balance sheet date, the Group reviews whether

there is any indication of asset impairment or not.

Fixed assets and other non-current assets,

including goodwill, are reviewed for impairment

whenever events or changes in circumstances

indicate that the carrying amount may not be

recoverable. An impairment loss is recognised for

the amount by which the carrying amount of the

asset exceeds its recoverable amount, which is the

higher of an asset’s net selling price or value in

use. For the purpose of assessing impairment,

assets are grouped at the lowest levels for which

there are separately identifiable cash flows.

m. Provisions

n. Biaya emisi efek n. Bonds issuance costs

Biaya emisi obligasi (setelah dikurangi akumulasi

amortisasi) yang terjadi sehubungan dengan

penerbitan obligasi disajikan sebagai pengurang

dari hasil penerimaan emisi obligasi. Biaya emisi

obligasi diamortisasi dengan menggunakan

metode garis lurus selama jangka waktu obligasi

yaitu selama lima tahun.

Provisions are recognised when the Group has a

present obligation (legal as well as constructive) as

a result of past events and it is more likely than not

that an outflow of resources embodying economic

benefits will be required to settle the obligation and

a reliable estimate of the amount of the obligation

can be made.

Bonds issuance costs (presented as net of

accumulated amortisation) incurred in connection

with the issue of bonds are presented as a

deduction from the proceeds from the bonds issue.

The bonds issuance costs are amortised using the

straight-line method over the life of the bonds,

which is five years.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/12 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Revenue and expense recognition

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat

penyerahan barang atau jasa kepada distributor

atau pelanggan. Di dalam penjualan bersih

termasuk cukai atas rokok yang telah dijual dan

telah dikurangi retur penjualan dan pajak

pertambahan nilai.

Revenue from sales is generally recognised when

the products are delivered or services are

rendered to the distributors or customers. Net

sales revenue includes excise taxes attributable on

cigarettes being sold and is net of returns and

value added tax.

Beban diakui pada saat terjadinya. Expenses are recognised when incurred.

p. Imbalan pasca-kerja p. Post-employment benefits

Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di

dalam negeri menyelenggarakan program pensiun

imbalan pasti hingga 31 Maret 2008, yang

kemudian dihentikan dan diganti dengan program

pensiun iuran pasti mulai 1 April 2008.

Program pensiun imbalan pasti adalah program

pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun

yang akan diterima oleh karyawan pada saat

pensiun, biasanya tergantung pada satu faktor

atau lebih, seperti umur, masa kerja dan jumlah

kompensasi.

Program iuran pasti adalah program pensiun

dimana Grup membayar iuran tetap kepada

sebuah entitas yang terpisah. Iuran ini dicatat

sebagai biaya karyawan pada saat terhutang.

Grup tidak lagi memiliki kewajiban pembayaran

lebih lanjut setelah iuran tersebut dibayarkan.

Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di

dalam negeri harus menyediakan imbalan

minimum yang diatur dalam Undang-undang

Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (UUTK).

Karena UUTK menentukan rumus tertentu untuk

menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada

dasarnya kewajiban pensiun berdasarkan UUTK

adalah kewajiban imbalan pasti. Bila jumlah yang

diterima karyawan dari program pensiun lebih kecil

dari imbalan seperti yang ditetapkan dalam UUTK,

Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di

dalam negeri akan melakukan penyisihan atas

kekurangan yang ada. Tambahan penyisihan

imbalan sesuai dengan UUTK tersebut tidak

didanai (unfunded). Perusahaan dan anak

perusahaan tertentu di dalam negeri juga

mencatat kewajiban imbalan kerja sesuai UUTK

untuk karyawan lainnya yang tidak ikut serta

dalam program pensiun yang diselenggarakan

oleh Perusahaan dan beberapa anak perusahaan

di dalam negeri.

The Company and certain of its domestic

subsidiaries had a defined benefit pension plan

until March 31, 2008, which was curtailed and

replaced by a defined contribution pension plan

starting April 1, 2008.

A defined benefit pension plan is a pension plan

that defines the pension benefits that will be

received by an employee on entitlement, usually

dependent on one or more factors such as age,

years of service and compensation.

A defined contribution plan is a pension plan under

which the Group pays fixed contributions into a

separate entity. Contributions are recognised as an

employee benefit expense when they are due. The

Group has no further payment obligations once the

contributions have been paid.

The Company and certain of its domestic

subsidiaries are required to provide minimum

benefits as stipulated in the Labor Law No.

13/2003 (Labor Law). Since the Labor Law sets the

formula for determining the minimum amount of

benefits, in substance the pensionobligation under

the Labor Law represents a defined benefit

obligation. If the employee funded portion of the

pension plan benefit is less than the benefit as

required by the Labor Law, the Company and

certain of its domestic subsidiaries will provide for

such shortage. The additional benefit as required

by the Labor Law is unfunded. The Company and

certain of its domestic subsidiaries recognise the

estimated liabilities for employee benefits

obligations stipulated in the Labor Law for their

employees which are not covered by the pension

plans operated by the Company and certain of its

domestic subsidiaries.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/13 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

p. Imbalan pasca-kerja (lanjutan) p. Post-employment benefits (continued)

Dalam penentuan kewajiban imbalan kerja,

Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di

dalam negeri menentukan nilai kini kewajiban

imbalan pasti, biaya jasa kini dan biaya jasa lalu

ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial

dengan menggunakan metode “Projected Unit

Credit”. Dalam program pensiun imbalan pasti,

keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai

penghasilan atau beban jika akumulasi

keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang

belum diakui pada akhir tahun pelaporan

sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban

imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset

program pada tanggal tersebut. Keuntungan atau

kerugian aktuarial diakui atas dasar metode garis

lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan

yang diharapkan. Biaya jasa lalu yang timbul

ketika program pensiun imbalan pasti pertama kali

diterapkan atau perubahan atas imbalan terhutang

pada program imbalanpasti yang ada diamortisasi

selama periode sampai dengan imbalan tersebut

menjadi hak pekerja.

Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di

dalam negeri mengakui keuntungan atau kerugian

pada laporan laba rugi atas kurtailmen atau

penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika

kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi.

Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau

penyelesaian terdiri dari perubahan yang terjadi

dalam nilai kini kewajiban imbalan pasti,

perubahan yang terjadi dalam nilai wajar aset

program, dan keuntungan dan kerugian aktuarial

dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya

di laporan laba rugi.

q. Perpajakan q. Taxation

Grup menggunakan metode liabilitas neraca

(balance sheet liability method) pada akuntansi

pajak tangguhan yang timbul akibat perbedaan

temporer yang ada antara aset dan kewajiban atas

dasar pajak dengan nilai tercatat aset dan

kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi.

Untuk masing-masing anak perusahaan yang

dikonsolidasi, aset atau kewajiban pajak

tangguhan disajikan dalam jumlah bersih.

Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan

menggunakan tarif pajak berdasarkan undangundang

yang telah diberlakukan atau secara

substansi telah diberlakukan pada tanggal neraca

dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak

tangguhan direalisasikan atau kewajiban pajak

tangguhan diselesaikan.

In determining the estimated employee benefit

obligations, the Company and certain of its

domestic subsidiaries determine the present value

of the defined benefit obligation, current service

cost and past service cost using the “Projected

Unit Credit” actuarial valuation method. In the

defined benefit pension obligation, actuarial gains

or losses are recognised as income or expense

when the net cumulative unrecognised actuarial

gains or losses at the end of the previous reporting

period exceed 10% of the present value of defined

benefit obligations or 10% of the plan assets at fair

value at that date. These gains or losses are

recognised on a straight-line basis over the

expected average remaining working lives of the

employees. Past service costs arising from the

introduction of a defined benefit pension obligation

or changes in the benefit payable of an existing

plan are amortised over the period until the

benefits concerned become vested.

The Company and certain of its domestic

subsidiaries recognised gains or losses in the

statement of income on the curtailment or

settlement of a defined benefit plan when the

curtailment or settlement occurs. The gain or loss

on a curtailment or settlement comprises any

resulting change in the present value of the defined

benefit obligation, any resulting change in the fair

value of the plan assets, and any related actuarial

gains and losses and past service cost which had

not previously been recognised in the statement of

income.

The Group applies the balance sheet liability

method of deferred tax accounting which arises on

temporary differences between tax bases of assets

and liabilities and their carrying amounts in the

consolidated financial statements. For each of the

consolidated subsidiaries, the deferred tax assets

or liabilities are shown at the applicable net

amounts.

Deferred income tax is determined using tax rates

based on laws that have been enacted or

substantially enacted by the balance sheet date

and are expected to apply when the related

deferred income tax asset is recognised or the

deferred income tax liability is settled.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/14 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

q. Perpajakan (lanjutan) q. Taxation (continued)

Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat

kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada

masa datang akan memadai untuk

mengkompensasi perbedaan temporer yang

menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.

Amendemen terhadap kewajiban perpajakan

dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,

atau apabila dilakukan keberatan/banding, ketika

keputusan atas keberatan/banding sudah

diputuskan.

r. Pelaporan segmen r. Segment reporting

Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan

operasi yang menyediakan barang atau jasa yang

memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang

berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah

segmen geografis menyediakan barang maupun

jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang

memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang

berbeda dengan segmen operasi lainnya yang

berada dalam lingkungan ekonomi lain.

Grup mensegmentasikan pelaporan keuangan

sebagai berikut:

(i) segmen usaha (primer), yang

mengklasifikasikan aktivitas bisnis Grup

menjadi industri dan perdagangan rokok;

percetakan, pengemasan dan pengangkutan;

serta segmen usaha lainnya.

(ii) segmen geografis (sekunder), yang terdiri dari

kegiatan usaha dalam negeri dan luar negeri.

s. Transaksi dengan pihak-pihak hubungan

istimewa

Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak

tertentu yang mempunyai hubungan istimewa

seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 tentang

“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai

Hubungan Istimewa”.

Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihakpihak

hubungan istimewa telah diungkapkan

dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

Deferred tax assets are recognised to the extent

that it is probable future taxable profits will be

available against which the temporary differences

can be utilised.

Amendments to taxation obligations are recorded

when an assessment is received or, if objected

to/appealed against, when the results of the

objection/appeal are determined.

A business segment is a group of assets and

operations engaged in providing products or

services which are subject to risks and returns that

are different from those of other business

segments. A geographical segment is engaged in

providing products or services within a particular

economic environment which are subject to risks

and return that are different from those of

segments operating in other economic

environments.

The Group segments its financial reporting as

follows:

(i) business segments (primary), where the

Group’s business activities are classified into

manufacturing and distribution of cigarettes;

printing, packaging and transportation; and

others.

(ii) geographical segments (secondary), which

consist of Indonesia and outside of Indonesia

operations.

s. Transactions with related parties

The Group has transactions with certain parties,

which have related party relationships as defined in

accordance with the Statement of Financial

Accounting Standards No. 7, “Related Party

Disclosures”.

All significant transactions with related parties are

disclosed in the notes to the consolidated financial

statements.

t. Laba bersih per saham dasar t. Basic earnings per share

Laba bersih per saham dasar dihitung

berdasarkan laba bersih tahun berjalan dibagi

dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang

beredar selama tahun yang bersangkutan.

Basic earnings per share are computed by dividing

the net income for the year by the weighted

average number of shares outstanding during the

year.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2009 2008

Halaman 5/15 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Kas 77,115 13,583 Cash on hand

Bank 448,480 480,466 Cash in bank

Deposito berjangka 2,086 5,313 Time deposits

Jumlah 527,681 499,362 Total

Tidak terdapat saldo bank atau deposito berjangka

yang ditempatkan pada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa.

a. Bank a. Cash in bank

2009 2008

There are no bank balances or time deposits placed at

related parties.

Rupiah Rupiah

Deutsche Bank AG 342,891 284,105 Deutsche Bank AG

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk. 18,164 22,084 (Persero) Tbk.

ABN-AMRO Bank N.V. 7,938 11,204 ABN-AMRO Bank N.V.

PT Bank Central Asia Tbk. 4,502 15,784 PT Bank Central Asia Tbk.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. 1,659 49,888 PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Lain-lain 5,677 6,538 Others

Jumlah 380,831 389,603 Total

Dolar Amerika Serikat United States Dollars

The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai

Banking Corporation Limited 38,298 39,924 Banking Corporation Limited

ABN-AMRO Bank N.V. 82 1,653 ABN-AMRO Bank N.V.

Lain-lain 158 904 Others

Mata uang asing lainnya 29,111 48,382 Other foreign currencies

Jumlah 67,649 90,863 Total

Jumlah bank 448,480 480,466 Total cash in bank

b. Deposito berjangka b. Time deposits

2009 2008

Rupiah 2,086 2,166 Rupiah

Mata uang asing - 3,147 Foreign currency

Jumlah deposito berjangka 2,086 5,313 Total time deposits

Deposito berjangka di atas memperoleh tingkat bunga

tahunan sebagai berikut:

2009 2008

The above time deposits received interest income at

the following rates:

Rupiah 4.50% - 8.00% 5.25% - 9.25% Rupiah

Mata uang asing 1.25% - 2.80% 2.25% - 3.40% Foreign currency


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

2009 2008

Halaman 5/16 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Pihak ketiga 451,278 121,303 Third parties

Dikurangi Less

Penyisihan piutang tidak tertagih (3,917) (4,712) Provision for doubtful accounts

Bersih 447,361 116,591 Net

Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) 48,658 16,347 Related parties (Note 22)

Jumlah 496,019 132,938 Total

Piutang usaha - pihak ketiga terutama terdiri dari

tagihan kepada pedagang-pedagang rokok.

Tidak ada transaksi penjualan kepada satu pelanggan

dengan nilai transaksi lebih dari 10% penjualan bersih

konsolidasi.

Trade receivables from third parties mainly consist of

receivables from cigarette merchants.

There were no sales to any single customer exceeding

10% of the consolidated net sales.

Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is as follows:

2009 2008

Lancar 362,688 80,235 Current

Jatuh tempo Overdue

1 - 30 hari 113,085 50,893 1 - 30 days

31 - 60 hari 18,273 447 31 - 60 days

61 - 90 hari 164 336 61 - 90 days

> 90 hari 5,726 5,739 > 90 days

Jumlah 499,936 137,650 Total

Dikurangi Less

Penyisihan piutang tidak tertagih (3,917) (4,712) Provision for doubtful accounts

Bersih 496,019 132,938 Net

Mutasi penyisihan piutang tidak tertagih adalah

sebagai berikut:

2009 2008

The movements in the provision for doubtful accounts

are as follows:

Saldo pada awal tahun 4,712 6,066 Balance at beginning of the year

Penambahan penyisihan tahun berjalan 779 1,219 Provision raised during the year

Penghapusan (1,574) (2,573) Write-off

Saldo pada akhir tahun 3,917 4,712 Balance at the end of the year

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun

piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,

manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang

tidak tertagih tersebut cukup untuk menutup

kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang

usaha di kemudian hari.

Based on a review of the status of the individual

receivable accounts at the end of the year,

management believes the provision for doubtful

accounts is adequate to cover possible losses from

non-collectible receivables in the future.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

5. PERSEDIAAN 5. INVENTORIES

2009 2008

Halaman 5/17 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Barang jadi 1,547,860 1,320,049 Finished goods

Barang dalam proses 4,897 7,090 Work in progress

Bahan baku 6,316,224 4,757,939 Raw materials

Pita cukai 1,000,461 922,549 Excise tax

Suku cadang 145,254 120,521 Spare parts

Bahan pembantu dan lainnya 6,225 52,995 Sub-materials and others

Persediaan dalam perjalanan 47,388 129,294 Goods in transit

9,068,309 7,310,437

Barang dagangan 487,257 311,084 Merchandise inventory

Jumlah 9,555,566 7,621,521 Total

Dikurangi Less

Provision for obsolete and

Penyisihan persediaan usang (86,279) (34,031) slow moving inventories

Bersih 9,469,287 7,587,490 Net

Tanah dan bangunan untuk dijual 69,780 70,358 Land and buildings held for sale

Jumlah persediaan 9,539,067 7,657,848 Total inventories

Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai

berikut:

2009 2008

The movements in the provision for obsolete and slow

moving inventories are as follows:

Saldo pada awal tahun 34,031 41,929 Balance at beginning of the year

Penambahan penyisihan tahun berjalan 67,993 6,950 Provision raised during the year

Penghapusan (15,745) (14,848) Write-off

Saldo pada akhir tahun 86,279 34,031 Balance at the end of the year

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan

persediaan usang cukup untuk menutup kemungkinan

kerugian yang terjadi di kemudian hari.

Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan

terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks),

termasuk risiko-risiko business interruption dan marine

cargo, dengan keseluruhan nilai pertanggungan

sampai dengan US$1,5 miliar pada tanggal

31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 7). Manajemen

berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi

tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian

yang timbul dari risiko tersebut.

Management believes the provision for obsolete and

slow moving inventories is adequate to cover possible

losses in the future.

Fixed assets and inventories of the Group are insured

against industrial all risks, including business

interruption and marine cargo, with an insured limit of up

to US$1.5 billion as at December 31, 2009 and 2008

(Note 7). Management believes the insurance coverage

is adequate to cover possible losses from the risks

mentioned above.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

6. PENYERTAAN SAHAM 6. INVESTMENTS IN SHARES

Penyertaan saham terdiri atas 49% kepemilikan Grup di

Vinasa Tobacco Joint Venture Company dan PT San

Miguel Sampoerna Packaging Industries yang dicatat

berdasarkan metode ekuitas, dan kepemilikan minoritas

di PT Titan Kimia Nusantara Tbk. yang dicatat

berdasarkan metode biaya.

Grup telah menandatangani perjanjian bersyarat atas jual

beli saham pada tanggal 29 Desember 2009 untuk

menjual seluruh 49% kepemilikan pada PT San Miguel

Sampoerna Packaging Industries.

7. ASET TETAP 7. FIXED ASSETS

Saldo awal/

Beginning

balance

Penambahan/

Additions

2009

Pengurangan/

Deductions

Halaman 5/18 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Investments in shares includes the Group’s 49%

interests in Vinasa Tobacco Joint Venture Company

and PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries

which it equity accounts for, and a minority interest in

PT Titan Kimia Nusantara Tbk. which it accounts for

using the cost method.

The Group entered into a conditional sale and purchase of

shares agreement on December 29, 2009 to sell all of its

49% interest in PT San Miguel Sampoerna Packaging

Industries.

Selisih kurs

karena

penjabaran

laporan

keuangan/

Translation

adjustments

Saldo akhir/

Ending

balance

Biaya perolehan Historical cost

Pemilikan langsung Direct ownership

Tanah 328,832 21,037 4,188 (17) 345,664 Land

Lapangan golf 24,385 - - - 24,385 Golf course

Bangunan dan prasarana 1,719,993 128,890 16,982 (94) 1,831,807 Building and improvements

Mesin dan peralatan 2,786,487 136,779 43,500 (19,884) 2,859,882 Machinery and equipment

Perabot dan peralatan Furniture, fixture and

kantor 544,790 118,370 11,844 (520) 650,796 office equipment

Alat-alat pengangkutan 206,843 75,335 37,627 (329) 244,222 Transportation equipment

Jumlah 5,611,330 480,411 114,141 (20,844) 5,956,756 Total

Sewa pembiayaan Finance leases

Alat-alat pengangkutan 247,940 32,668 39,701 - 240,907 Transportation equipment

Aset dalam penyelesaian 196,001 414,891 398,939 - 211,953 Construction in progress

Reklasifikasi - (398,939) (398,939) - - Reclassifications

Jumlah biaya perolehan 6,055,271 529,031 153,842 (20,844) 6,409,616 Total historical cost

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Pemilikan langsung Direct ownership

Lapangan golf 14,530 1,219 - - 15,749 Golf course

Bangunan dan prasarana 350,805 89,826 15,436 (81) 425,114 Building and improvements

Mesin dan peralatan 821,408 190,064 14,190 (13,347) 983,935 Machinery and equipment

Perabot dan peralatan Furniture, fixture and

kantor 345,569 117,030 11,755 (668) 450,176 office equipment

Alat-alat pengangkutan 115,632 23,128 30,862 (299) 107,599 Transportation equipment

Jumlah 1,647,944 421,267 72,243 (14,395) 1,982,573 Total

Sewa pembiayaan Finance leases

Alat-alat pengangkutan 77,821 70,988 31,960 - 116,849 Transportation equipment

Jumlah akumulasi Total accumulated

penyusutan 1,725,765 492,255 104,203 (14,395) 2,099,422 depreciation

Nilai buku bersih 4,329,506 4,310,194 Net book value


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

7. ASET TETAP (lanjutan) 7. FIXED ASSETS (continued)

Saldo awal/

Beginning

balance

Penambahan/

Additions

2008

Pengurangan/

Deductions

Halaman 5/19 Page

Selisih kurs

karena

penjabaran

laporan

keuangan/

Translation

adjustments

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Saldo akhir/

Ending

balance

Biaya perolehan Historical cost

Pemilikan langsung Direct ownership

Tanah 273,954 54,865 - 13 328,832 Land

Lapangan golf 24,385 - - - 24,385 Golf course

Bangunan dan prasarana 669,350 1,053,163 2,595 75 1,719,993 Building and improvements

Mesin dan peralatan 1,999,312 1,016,035 244,057 15,197 2,786,487 Machinery and equipment

Perabot dan peralatan Furniture, fixture and

kantor 426,297 133,690 15,594 397 544,790 office equipment

Alat-alat pengangkutan 213,889 3,385 10,707 276 206,843 Transportation equipment

Jumlah 3,607,187 2,261,138 272,953 15,958 5,611,330 Total

Sewa pembiayaan Finance leases

Alat-alat pengangkutan 174,817 84,168 11,045 - 247,940 Transportation equipment

Aset dalam penyelesaian 1,195,692 1,234,084 2,233,775 - 196,001 Construction in progress

Reklasifikasi - (2,233,775) (2,233,775) - - Reclassifications

Jumlah biaya perolehan 4,977,696 1,345,615 283,998 15,958 6,055,271 Total historical cost

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Pemilikan langsung Direct ownership

Lapangan golf 13,412 1,118 - - 14,530 Golf course

Bangunan dan prasarana 284,075 68,941 2,274 63 350,805 Building and improvements

Mesin dan peralatan 745,400 178,618 111,683 9,073 821,408 Machinery and equipment

Perabot dan peralatan Furniture, fixture and

kantor 285,274 73,622 13,915 588 345,569 office equipment

Alat-alat pengangkutan 112,586 12,829 10,023 240 115,632 Transportation equipment

Jumlah 1,440,747 335,128 137,895 9,964 1,647,944 Total

Sewa pembiayaan Finance leases

Alat-alat pengangkutan 14,613 68,162 4,954 - 77,821 Transportation equipment

Jumlah akumulasi Total accumulated

penyusutan 1,455,360 403,290 142,849 9,964 1,725,765 depreciation

Nilai buku bersih 3,522,336 4,329,506 Net book value

Pada tanggal 14 Juli 2006, Perusahaan menerima

Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal

Dalam Negeri dari Badan Koordinasi Penanaman

Modal Republik Indonesia sehubungan dengan proyek

perluasan modal dalam negeri sebesar lebih kurang

Rp2,8 triliun. Sebagian besar rencana investasi telah

direalisasikan dan pabrik baru telah beroperasisecara

komersial pada kuartal tiga tahun 2008.

Pada tahun 2008, biaya pinjaman sebesar Rp59,2 miliar

yang timbul dari pembiayaan untuk membangun pabrik

baru, dikapitalisasi pada tahun berjalan. Tingkat

kapitalisasi yang digunakan berkisar antara 8,50% -

8,84%.

On July 14, 2006, the Company received an approval

letter from the Investment Coordinating Board for a

domestic capital expansion project of approximately

Rp2.8 trillion. The expansion project was substantially

completed and the new factory started its commercial

production in the third quarter of 2008.

In 2008, borrowing costs of Rp59.2 billion arising on

financing for the construction of a new factory, were

capitalised during the year. The capitalisation rates used

ranged from 8.50% - 8.84%.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

zx

7. ASET TETAP (lanjutan) 7. FIXED ASSETS (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2009, persentase

penyelesaian rata-rata atas aset dalam penyelesaian

yang diakui dalam pelaporan keuangan adalah sekitar

63% (2008: 52%). Aset dalam penyelesaian yang

sebagian besar terdiri atas bangunan dan prasarana

dan mesin dan peralatan diharapkan akan selesai

pada tahun 2012.

Laba atas penjualan aset tetap yang diakui untuk tahun

yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan

2008 ditentukan sebagai berikut:

2009 2008

Halaman 5/20 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

As at December 31, 2009, the average percentage of

completion of the construction in progress recognised

for financial reporting was approximately 63%

(2008: 52%). Construction in progress which mainly

consists of building and improvements and machinery

and equipment is expected to be completed in 2012.

Gain on sale of fixed assets for the years ended

December 31, 2009 and 2008 was determined as

follows:

Hasil penjualan 81,512 47,934 Proceeds of sale

Nilai buku bersih (26,781) (29,090) Net book value

Penyusutan yang dibebankan untuk tahun-tahun yang

berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

dialokasikan sebagai berikut:

54,731 18,844

2009 2008

The depreciation charge for the years ended December

31, 2009 and 2008 was allocated as follows:

Beban pokok penjualan 357,688 287,122 Cost of goods sold

Beban penjualan 81,594 69,488 Selling expenses

Beban umum dan administrasi 52,973 46,680 General and administrative expenses

Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan

terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks),

termasuk risiko-risiko business interruption dan marine

cargo dengan keseluruhan nilai pertanggungan sampai

dengan US$1,5 miliar pada tanggal 31Desember 2009

dan 2008 (Catatan 5).

Aset tetap anak perusahaan tertentu juga

diasuransikan terhadap berbagai risiko industri, antara

lain risiko atas kerugian kebakaran dan pencurian,

berdasarkan paket polis tertentu dengan nilai

pertanggungan sebesar US$44.1 juta dan Rp42,0

miliar pada tanggal 31 Desember 2009

(2008: US$15,5 juta dan Rp40,7 miliar).

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan

tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian

yang timbul dari risiko tersebut.

Perusahaan memiliki tanah dengan status Hak Guna

Bangunan (HGB) untuk jangka waktu antara 20 tahun

dan 30 tahun yang dapat diperpanjang pada saat

berakhirnya masa berlaku. Beberapa HGB yang masa

berlakunya telah berakhir pada 31 Desember 2009

hingga kini masih dalam proses perpanjangan.

Manajemen yakin bahwa Pemerintah akan

memberikan perpanjangan hak atas seluruh HGB pada

saat berakhirnya masa berlaku.

492,255 403,290

Fixed assets and inventories of the Group are insured

against industrial all risks, including business

interruption and marine cargo risks, with an insured

limit of up to US$1.5 billion as at December 31, 2009

and 2008 (Note 5).

Fixed assets of certain subsidiaries are also covered

for industrial all risks insurance against, amongst

others, losses from fire and theft, based on certain

blanket policies which amounted to US$44.1 million

and Rp42.0 billion as at December 31, 2009

(2008: US$15.5 million and Rp40.7 billion).

Management believes the sum insured is adequate to

cover possible losses from the risks mentioned above.

The Group has parcels of land with strata titles of

Building Utilization Rights (HGB) ranging from20 years

to 30 years which are expected to be renewed at their

expiration dates. Several HGB that have expired as at

December 31, 2009 are currentlystill under the renewal

process. Management believes the government will

renew all rights at expiration date.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

8. GOODWILL 8. GOODWILL

2009 2008

Halaman 5/21 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Biaya perolehan 379,952 379,952 Cost

Akumulasi amortisasi Accumulated amortisation

Saldo pada awal tahun (66,938) (29,091) At the beginning of the year

Amortisasi tahun berjalan (37,847) (37,847) Current year amortisation

Saldo pada akhir tahun (104,785) (66,938) At the end of the year

Nilai buku bersih 275,167 313,014 Net book value

9. PINJAMAN JANGKA PENDEK 9. SHORT-TERM BORROWINGS

2009 2008

Pihak ketiga Third parties

Cerukan Overdraft

- Deutsche Bank AG 653,164 927,596 Deutsche Bank AG -

- PT Bank Central Asia Tbk. - 59,177 PT Bank Central Asia Tbk. -

653,164 986,773

Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) Related party (Note 22)

Philip Morris Finance SA 94,002 - Philip Morris Finance SA

Jumlah 747,166 986,773 Total

Pihak ketiga

Tingkat bunga tahunan yang berlaku untuk cerukan

dan pinjaman bank jangka pendek:

2009 2008

Third parties

The annual interest rates of the overdraft and shortterm

bank loans:

Cerukan 6.00% - 14.35% 7.50% - 14.74% Overdraft

Pinjaman bank jangka pendek 7.63% - 13.85% 7.95% - 16.00% Short-term bank loan

Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup memperoleh

fasilitas-fasilitas pinjaman tanpa jaminan dari beberapa

bank dengan pagu pinjaman keseluruhan sebesar

Rp1,5 triliun dan US$85,0 juta (2008: Rp3,4 triliun dan

US$145,0 juta).

Pihak hubungan istimewa Related party

Pada tanggal 1 September 2008 Perusahaan

memperoleh fasilitas dari Philip Morris Finance SA

sampai dengan 10% dari jumlah pendapatan

Perusahaan (berdasarkan laporan keuangan tahunan

terakhir yang sudah diaudit). Fasilitas pinjaman ini

akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2018.

At December 31, 2009, the Group had unsecured

credit facilities from several banks with maximum limits

of Rp1.5 trillion and US$85.0 million (2008: Rp3.4

trillion and US$145.0 million).

On September 1, 2008, the Company obtained an

intercompany loan facility from Philip Morris Finance

SA of up to 10% of the total revenue of the Company

(based on the latest audited annual financial

statements). This facility will expire on September 1,

2018.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/22 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

9. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) 9. SHORT-TERM BORROWINGS (continued)

Pihak hubungan istimewa (lanjutan) Related party (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah saldo pinjaman

adalah sebesar US$10,0 juta (setara dengan

Rp94,0 miliar) (2008: nihil) yang jatuh tempo dan telah

dibayar pada tanggal 5 Januari 2010 dengan memiliki

tingkat suku bunga 0,465% (Catatan 22).

Untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar pinjaman

jangka pendek sebesar US$10,0 juta, Perusahaan

menandatangani kontrak foreign currency swap dengan

Citibank, N.A. sebesar US$10,0 juta yang mencakup

pokok pinjaman dan bunga. Kurs atas kontrak foreign

currency swap adalah sebesar Rp9.463 per US$1.

Kontrak ini jatuh tempo pada tanggal5 Januari 2010.

Pada tanggal 31 Desember 2009, kontrak foreign currency

swap di atas menghasilkan posisi kewajiban bersih

sebesar Rp0,54 miliar (disajikan sebagai bagian dari

“Hutang lainnya - pihak ketiga”).

10. HUTANG USAHA 10. TRADE PAYABLES

2009 2008

As at December 31, 2009, the outstanding intercompany

loan amounted to US$10.0 million (equivalent to

Rp94.0 billion) (2008: nil) whichmatured and was paid on

January 5, 2010 and bore annual interest at the rate of

0.465% (Note 22).

To mitigate the risk of fluctuations in the foreign

exchange rate from short-term loans of US$10.0

million, the Company entered into foreign currency

swap contracts with Citibank, N.A. totalling US$10.0

million, which covered the underlying loan principal

and interest. The foreign currency swap contract rate

was Rp9,463 for US$1. The contracts matured on

January 5, 2010.

As at December 31, 2009, the above foreign currency

swap contracts resulted in a net liability position

amounting to Rp0.54 billion (presented as part of “Other

payables - third parties”).

Pihak ketiga 220,388 149,366 Third parties

Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) 267,752 325,294 Related parties (Note 22)

Jumlah 488,140 474,660 Total

Hutang usaha - pihak ketiga terutama timbul dari

pembelian cengkeh, tembakau, saos dan bahan

pembungkus.

Trade payables - third parties are mostly derived from

purchases of cloves, tobacco, sauces and wrapping

materials.

Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade payables is as follows:

2009 2008

Lancar 483,409 471,283 Current

Jatuh tempo Overdue

1 - 30 hari 4,204 2,838 1 - 30 days

31 - 60 hari 101 414 31 - 60 days

61 - 90 hari 188 84 61 - 90 days

> 90 hari 238 41 > 90 days

Jumlah 488,140 474,660 Total

11. PERPAJAKAN 11. TAXATION

a. Hutang pajak a. Taxes payable

2009 2008

Pajak Penghasilan Badan Pasal 29 46,963 81,313 Corporate Income Tax

Pajak Pertambahan Nilai 606,123 683,006 Value Added Tax

Lain-lain 211,316 190,221 Others

Jumlah 864,402 954,540 Total


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

Halaman 5/23 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan b. Income tax expense/(benefit)

2009 2008

Perusahaan The Company

Kini 1,914,110 1,758,255 Current

Tangguhan 13,300 (18,074) Deferred

Jumlah 1,927,410 1,740,181 Total

Anak perusahaan The Subsidiaries

Kini 207,182 166,750 Current

Tangguhan (10,436) (6,762) Deferred

Jumlah 196,746 159,988 Total

Konsolidasi Consolidated

Kini 2,121,292 1,925,005 Current

Tangguhan 2,864 (24,836) Deferred

Jumlah 2,124,156 1,900,169 Total

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak

penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi

dengan penghasilan kena pajak Perusahaan untuk

tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between profit before income

tax, as shown in the consolidated statements of

income and the Company’s estimated taxable

income for the years ended December 31, 2009

and 2008 is as follows:

2009 2008

Laba sebelum pajak penghasilan

menurut laporan laba rugi Profit before income tax per

konsolidasi 7,213,466 5,797,289 consolidated statements of income

Dikurangi Less

Laba anak perusahaan Profit of subsidiaries

sebelum pajak penghasilan

Bagian (laba)/rugi bersih

(546,962) (409,214) before income tax

perusahaan asosiasi (246) 191 Shares of (results)/losses of associates

Laba sebelum pajak penghasilan Profit before income tax

Perusahaan 6,666,258 5,388,266 attributable to the Company

Beda temporer Temporary differences

Kewajiban imbalan pasca-kerja 95,861 20,531 Post-employment benefit obligations

Amortisasi biaya ditangguhkan 1,126 701 Amortisation of deferred charges

Aset tetap (196,907) (68,114) Fixed assets

Beban yang masih harus dibayar

dan kewajiban estimasian 87,554 97,709 Accrued expenses and provisions

Beda permanen Permanent differences

Beban yang tidak dapat

dikurangkan 228,091 146,091 Non-deductible expenses

Penghasilan yang telah dikenakan

pajak penghasilan final Income already subject to final tax

- Bunga (36,050) (20,399) Interest -

- Sewa (9,826) (7,305) Rent -

Penghasilan kena pajak

Perusahaan 6,836,107 5,557,480 Taxable income of the Company


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

Halaman 5/24 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense/(benefit) (continued)

Penghasilan kena pajak Perusahaan tahun 2009

akan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan

Tahunan (SPT) tahun 2009, sedangkan jumlah

penghasilan kena pajak Perusahaan tahun 2008

telah sesuai dengan SPT tahun 2008 yang

dilaporkan ke Kantor Pajak.

Perhitungan pajak penghasilan tahun berjalan,

hutang pajak penghasilan dan tagihan pajak

penghasilan adalah sebagai berikut:

The taxable income of the Company for 2009 will

be reported in the 2009 Annual Tax Return (SPT),

while the taxable income of the Company for 2008

agrees with the 2008 SPT filed with the Tax Office.

The computations of income tax - current , income

tax payable and claims for tax refunds are as

follows:

2009 2008

Beban pajak penghasilan - kini Income tax expense - current

- Perusahaan 1,914,110 1,667,226 The Company -

- Anak perusahaan 207,182 165,161 Subsidiaries -

- Sunset policy (Perusahaan) - 91,029 Sunset policy (Company) -

- Sunset policy (Anak perusahaan) - 1,589 Sunset policy (Subsidiaries) -

Jumlah 2,121,292 1,925,005 Total

Dikurangi pembayaran

pajak penghasilan Less payments of income taxes

- Perusahaan 1,913,852 1,599,966 The Company -

- Anak perusahaan 160,477 151,108 Subsidiaries -

- Sunset policy - 92,618 Sunset policy -

Jumlah 2,074,329 1,843,692 Total

Hutang pajak penghasilan badan Corporate income tax payables

- Perusahaan 258 67,260 The Company -

- Anak perusahaan 46,705 14,053 Subsidiaries -

Jumlah 46,963 81,313 Total

Tagihan pajak penghasilan

oleh anak perusahaan (disajikan Claims for tax refunds by

sebagai bagian dari “Aset subsidiaries (presented as part of

lainnya - tidak lancar”) “Other assets - non-current”)

- 2009 7,724 - 2009 -

- 2008 6,291 5,938 2008 -

- 2007 12,324 19,026 2007 -

- 2006 - 668 2006 -

- 2005 - 207 2005 -

- 2004 11,928 8,603 2004 -

Jumlah 38,267 34,442 Total

Pada bulan Desember 2008, perusahaanperusahaan

tertentu di dalam Grup melakukan

perbaikan atas perhitungan pajak penghasilan

badan untuk tahun-tahun fiskal 2000 dan 2002

sampai dengan 2006 sesuai dengan kebijakan

sunset policy yang berlaku di tahun 2008. Atas

koreksi tersebut, Grup melakukan pembayaran

pajak tambahan sebesar Rp92,6 miliar pada tahun

2008.

In December 2008, certain Group companies

amended their corporate income tax calculation for

the fiscal years 2000 and 2002 through 2006 as

allowed under the sunset policy regulations

introduced in 2008. As a result of the amendments,

the Group paid additional tax of Rp92.6 billion in

2008.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

Halaman 5/25 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense/(benefit) (continued)

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang

dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang

berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan

dengan beban pajak penghasilan seperti yang

tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi

adalah sebagai berikut:

2009 2008

The reconciliations between the income tax

expense by applying the applicable tax rate to

profit before income tax and the income tax

expense as shown in the consolidated statements

of income are as follows:

Laba sebelum pajak penghasilan Profit before income tax

Perusahaan 6,666,258 5,388,266 attributable to the Company

Pajak dihitung dengan Tax calculated at

tarif pajak yang berlaku 1,866,552 1,616,462 applicable tax rate

Efek pajak yang berasal dari

perbedaan permanen: Tax effect of permanent differences:

Beban yang tidak dapat

dikurangkan 63,865 43,827 Non-deductible expenses

Penghasilan yang telah dikenakan

pajak penghasilan final Income already subjected to final tax

- Bunga (10,094) (6,120) Interest -

- Sewa (2,751) (2,192) Rent -

Efek perubahan tarif pajak 9,838 (2,825) Impact of tax rate changes

Pajak penghasilan Income tax

- Perusahaan 1,927,410 1,649,152 The Company -

- Anak perusahaan 196,746 158,399 Subsidiaries -

- Sunset policy - 92,618 Sunset policy -

Beban pajak penghasilan menurut Income tax expense per

laporan laba rugi konsolidasi 2,124,156 1,900,169 consolidated statements of income

Rincian manfaat pajak penghasilan - tangguhan

adalah sebagai berikut:

2009 2008

The details of income tax benefit - deferred are as

follows:

Perusahaan The Company

- Beban yang masih harus dibayar

dan kewajiban estimasian (17,183) (28,678) Accrued expenses and provisions -

- Kewajiban imbalan pasca-kerja (23,399) 4,303 Post-employment benefit obligations -

- Amortisasi biaya ditangguhkan 724 11,180 Amortisation of deferred charges -

- Aset tetap 53,158 (4,879) Fixed assets -

13,300 (18,074)

Anak perusahaan (10,436) (6,762) Subsidiaries

Jumlah 2,864 (24,836) Total


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

c. Pajak penghasilan tangguhan c. Deferred income tax

Aset dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal

31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai

berikut:

Halaman 5/26 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

The deferred tax assets and liabilities as at

December 31, 2009 and 2008 are as follows:

2009 2008

Perusahaan The Company

Aset/(kewajiban) pajak

tangguhan - bersih Deferred tax assets/(liabilities) - net

- Beban yang masih harus dibayar

dan kewajiban estimasian 122,807 105,624 Accrued expenses and provisions -

- Kewajiban imbalan pasca-kerja 79,111 55,712 Post-employment benefit obligations -

- Beban tangguhan (11,966) (11,242) Deferred charges -

- Aset tetap (156,132) (102,974) Fixed assets -

Jumlah 33,820 47,120 Total

Anak perusahaan Subsidiaries

Aset pajak tangguhan - bersih 29,406 27,315 Deferred tax assets - net

Kewajiban pajak tangguhan -

bersih (19,161) (27,506) Deferred tax liabilities - net

Konsolidasi Consolidated

Aset pajak tangguhan - bersih 63,226 74,435 Deferred tax assets - net

Kewajiban pajak tangguhan -

bersih (19,161) (27,506) Deferred tax liabilities - net

Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup tidak

mengakui aset pajak tangguhan yang timbul dari

akumulasi rugi fiskal dari anak perusahaan

tertentu di dalam negeri sebesar Rp83.0 miliar

(2008: Rp145,8 miliar) karena manajemen

berpendapat bahwa kecil kemungkinan manfaat

aset pajak tangguhan tersebut dapat direalisasi di

masa mendatang.

d. Peraturan baru d. New regulation

Di bulan September 2008, pemerintah Indonesia

menerbitkan perubahan atas undang-undang

pajak penghasilan yang berlaku efektif sejak 1

Januari 2009. Dengan berlakunya undang-undang

baru ini, tarif pajak penghasilan badan berkurang

menjadi tarif tetap sebesar 28% di tahun fiskal

2009 dan 25% di tahun fiskal 2010 dan

seterusnya.

Pada tanggal 11 Desember 2008, Menteri

Keuangan Republik Indonesia telah mengeluarkan

Peraturan PMK-210/PMK.03/2008 yang berlaku

sejak tanggal 1 Januari 2009. Berdasarkan

peraturan ini, produsen rokok tidak lagi ditunjuk

sebagai pemungut Pajak Penghasilan pasal 22.

Sejak tanggal 1 Januari 2009, pajak penghasilan

badan distributor rokok dihitung berdasarkan

Pasal 17 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008

tentang Pajak Penghasilan.

As at December 31, 2009, the Group did not

recognise deferred tax assets related to the

accumulated tax losses in certain domestic

subsidiaries amounting to Rp83.0 billion (2008:

Rp145.8 billion) as in the opinion of management,

it is unlikely that the benefit of the deferred tax

assets will be realisable in the foreseeable future.

In September 2008, the Indonesian government

issued an amendment to the income tax law which

became effective commencing January 1, 2009.

With this law, the corporate income tax rate was

reduced to a fixed rate of 28% for the fiscal year

2009 and 25% for the fiscal year 2010 onwards.

On December 11, 2008, the Minister of Finance of

Republic of Indonesia issued a Regulation PMK-

210/PMK.03/2008, which was effective January 1,

2009. Under this regulation, the cigarette

producers are no longer appointed as a collector

of Income Tax article 22. From January 1, 2009,

cigarette distributors are subject to income tax

under article 17 of the Income Tax Law No. 36

Year 2008.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

d. Peraturan baru (lanjutan) d. New regulation (continued)

Oleh sebab itu, PT Perusahaan Dagang dan

Industri Panamas (Panamas), anak perusahaan

yang bergerak dalam usaha distribusi rokok,

menentukan pajak penghasilan badan

berdasarkan metode pajakpenghasilan dan bukan

berdasarkan metode pajak final sejak tanggal

tersebut.

12. HUTANG CUKAI 12. EXCISE TAX PAYABLE

Hutang cukai merupakan hutang yang timbul dari

pembelian pita cukai.

13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN

KEWAJIBAN ESTIMASIAN

2009 2008

Halaman 5/27 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Accordingly, PT Perusahaan Dagang dan Industri

Panamas (Panamas), a subsidiary engaged in

cigarette distribution, determined its income tax

based on the income tax method instead of the

final tax method from this date.

Excise tax payable represents payables arising from

the purchase of excise stamps.

13. ACCRUED EXPENSES AND PROVISIONS

Iklan dan promosi 294,621 415,079 Advertising and promotion

Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 259,040 212,748 Salaries, wages and employee benefits

Sumbangan kepada Yayasan Putera Donation to Putera Sampoerna

Sampoerna 24,125 25,875 Foundation

Honorarium tenaga ahli 14,989 14,720 Professional fees

Lain-lain 246,477 237,689 Others

Jumlah 839,252 906,111 Total

14. PINJAMAN JANGKA PANJANG

2009 2008

14. LONG-TERM DEBTS

Hutang obligasi - 1,000,000 Bonds payable

Biaya emisi obligasi setelah dikurangi Bonds issuance cost - net of

dengan amortisasi - (375) amortisation

Bersih - 999,625 Net

Hutang sewa pembiayaan 135,178 179,532 Obligations under finance leases

Jumlah 135,178 1,179,157 Total

Dikurangi bagian yang akan jatuh

tempo dalam waktu satu tahun Less current maturities

- Hutang obligasi - 999,625 Bonds payable -

- Hutang sewa pembiayaan 58,838 66,833 Obligations under finance leases -

58,838 1,066,458

Bagian jangka panjang 76,340 112,699 Long-term portion

Hutang obligasi Bonds payable

Pada bulan Oktober 2004, Perusahaan menerbitkan

obligasi tanpa jaminan dengan nilai nominal Rp1,0

triliun (Obligasi III) yang jatuh tempo pada tanggal

26 Oktober 2009, dengan tingkat bunga tetap sebesar

10,75% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan.

Obligasi III telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia

pada tanggal 26 Oktober 2004.

Perusahaan telah melunasi hutang obligasi di atas

pada tanggal 26 Oktober 2009.

In October 2004, the Company issued unsecured

bonds with a nominal value of Rp1.0 trillion (Bond III)

which matured on October 26, 2009, bearing a fixed

interest rate at 10.75% a year, payable quarterly. Bond

III was listed on the Indonesia Stock Exchange on

October 26, 2004.

The Company settled the bonds above on October 26,

2009.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

14. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 14. LONG-TERM DEBTS (continued)

Halaman 5/28 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Hutang sewa pembiayaan Obligations under finance leases

Grup mengadakan perjanjian sewa pembiayaan

dengan PT Serasi Auto Raya, PT CSM Corporatama

dan PT Adira Sarana Armada untuk pembelian alat

transportasi dengan jangka waktu antara tiga sampai

dengan lima tahun yang akan berakhir pada beberapa

tanggal.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,

pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang

berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut adalah

sebagai berikut:

2009 2008

The Group has lease commitments with PT Serasi Auto

Raya, PT CSM Corporatama and PT Adira Sarana

Armada covering transportation equipment under

finance leases with lease terms ranging from three to

five years and expiring on various dates.

As at December 31, 2009 and 2008, the future

minimum rental payments required under the lease

agreements are as follows:

Dalam 1 tahun 70,951 83,832 Within 1 year

Lebih dari 1 tahun 85,828 127,479 More than 1 year

Jumlah 156,779 211,311 Total

Dikurangi beban bunga yang

belum jatuh tempo (21,601) (31,779) Less amount applicable to interest

Nilai kini atas pembayaran Present value of minimum

sewa minimum 135,178 179,532 rental payments

Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo

dalam waktu satu tahun (58,838) (66,833) Less current portion

Bagian jangka panjang 76,340 112,699 Long-term portion

Hutang sewa pembiayaan dijamin dengan aset tetap

terkait.

15. MODAL SAHAM 15. SHARE CAPITAL

Saham Perusahaan bernilai nominal Rp100,0 (Rupiah

penuh) per saham. Rincian kepemilikan saham

Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 dan

2008 adalah sebagai berikut:

Pemegang saham/

Shareholders

Jumlah saham

ditempatkan dan

disetor penuh/

Number of shares

issued and fully paid

Obligations under finance leases are secured by the

respective fixed assets.

The Company’s shares have a par value of Rp100.0

(full Rupiah) per share. The share ownership details of

the Company as at December 31, 2009 and 2008 are

as follows:

2009

Persentase

pemilikan/

Percentage of

ownership

Jumlah/

Amount

PT Philip Morris Indonesia 4,303,168,205 98.18 430,317

Masyarakat/Public 79,831,795 1.82 7,983

Modal saham yang beredar/

Outstanding share capital 4,383,000,000 100.00 438,300

Pemegang saham/

Shareholders

Jumlah saham

ditempatkan dan

disetor penuh/

Number of shares

issued and fully paid

2008

Persentase

pemilikan/

Percentage of

ownership

Jumlah/

Amount

PT Philip Morris Indonesia 4,297,067,705 98.04 429,707

Masyarakat/Public 85,932,295 1.96 8,593

Modal saham yang beredar/

Outstanding share capital 4,383,000,000 100.00 438,300


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

16. INFORMASI SEGMEN 16. SEGMENT INFORMATION

Grup mengklasifikasikan usahanya ke dalam segmen

usaha primer dan sekunder.

Halaman 5/29 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

The Group classifies its operations into primary and

secondary business segments.

Informasi Segmen Usaha (Primer) Business Segment Information (Primary)

Industri dan

perdagangan

rokok/

Manufacturing

and

distribution of

cigarettes

Percetakan,

pengemasan

dan

pengangkutan/

Printing,

packaging and

transportation

2009

Lain-lain/

Others

Eliminasi/

Elimination

Konsolidasi/

Consolidated

Informasi Segmen Business Segment

Usaha (Primer) Information (Primary)

Penjualan bersih segmen Segment net sales

Eksternal 38,783,938 155,494 32,754 - 38,972,186 External

Antar segmen - 1,006,008 26,603 (1,032,611) - Inter-segment

Jumlah penjualan bersih

segmen 38,783,938 1,161,502 59,357 (1,032,611) 38,972,186 Total segment net sales

Beban pokok penjualan Cost of goods sold

Eksternal 26,869,247 845,885 22,333 - 27,737,465 External

Antar segmen 933,204 2 18,695 (951,901) - Inter-segment

Jumlah beban pokok Total segment cost of

penjualan 27,802,451 845,887 41,028 (951,901) 27,737,465 goods sold

Laba/(rugi) operasi 7,046,055 242,366 (25,771) 35,117 7,297,767 Operating income/(loss)

Bagian laba/(rugi) bersih Share of results/(losses) of

perusahaan asosiasi 1,159 (913) - - 246 associates

Aset segmen 16,435,059 922,611 367,903 (247,253) 17,478,320 Segment assets

Penyertaan saham 10,911 9,676 - - 20,587 Investments in shares

Aset yang tidak dapat

dialokasikan 217,540 Unallocated assets

Jumlah aset konsolidasi 17,716,447 Total consolidated assets

Kewajiban segmen 5,245,988 80,378 66,341 (150,185) 5,242,522 Segment liabilities

Kewajiban yang tidak dapat

dialokasikan 2,008,000 Unallocated liabilities

Jumlah kewajiban Total consolidated

konsolidasi 7,250,522 liabilities

Pengeluaran modal 592,650 21,452 750 (7,001) 607,851 Capital expenditure

Depreciation and

Penyusutan dan amortisasi 499,369 52,410 4,645 - 556,424 amortisation

Informasi Segmen Geografis (Sekunder) Geographical Segment Information (Secondary)

Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan

pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri,

pada tahun 2009, masing-masing mencerminkan

98,5%, 98,5%, 96,9% dan 99,9% dari jumlah penjualan

bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran

konsolidasi.

The Group’s net sales, cost of goods sold, assets and

capital expenditure in Indonesia in 2009, represents

98.5%, 98.5%, 96.9% and 99.9% from the respective

total consolidated net sales, cost of goods sold, assets

and capital expenditure.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/30 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

16. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) 16. SEGMENT INFORMATION (continued)

Industri dan

perdagangan

rokok/

Manufacturing

and

distribution of

cigarettes

Percetakan,

pengemasan

dan

pengangkutan/

Printing,

packaging and

transportation

2008

Lain-lain/

Others

Eliminasi/

Elimination

Konsolidasi/

Consolidated

Informasi Segmen Business Segment

Usaha (Primer) Information (Primary)

Penjualan bersih segmen Segment net sales

Eksternal 34,508,461 103,462 68,522 - 34,680,445 External

Antar segmen - 876,958 42,512 (919,470) - Inter-segment

Jumlah penjualan bersih

segmen 34,508,461 980,420 111,034 (919,470) 34,680,445 Total segment net sales

Beban pokok penjualan Cost of goods sold

Eksternal 23,939,905 731,855 23,436 - 24,695,196 External

Antar segmen 823,903 - 32,097 (856,000) - Inter-segment

Jumlah beban pokok Total segment cost of

penjualan 24,763,808 731,855 55,533 (856,000) 24,695,196 goods sold

Laba/(rugi) operasi 6,003,406 195,424 (10,202) 36,605 6,225,233 Operating income/(loss)

Bagian laba/(rugi)bersih Share of results/(losses) of

perusahaan asosiasi 800 (991) - - (191) associates

Aset segmen 14,967,039 764,127 417,649 (202,046) 15,946,769 Segment assets

Penyertaan saham 11,940 10,433 - - 22,373 Investments in shares

Aset yang tidak dapat

dialokasikan 164,677 Unallocated assets

Jumlah aset konsolidasi 16,133,819 Total consolidated assets

Kewajiban segmen 4,275,654 96,560 97,499 (115,551) 4,354,162 Segment liabilities

Kewajiban yang tidak dapat

dialokasikan 3,729,422 Unallocated liabilities

Jumlah kewajiban Total consolidated

konsolidasi 8,083,584 liabilities

Pengeluaran modal 1,049,585 74,200 - - 1,123,785 Capital expenditure

Depreciation and

Penyusutan dan amortisasi 385,507 52,843 4,666 - 443,016 amortisation

Informasi Segmen Geografis (Sekunder) Geographical Segment Information (Secondary)

Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan

pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri,

pada tahun 2008, masing-masing mencerminkan

98,2%, 96,0%, 96,0% dan 99,6% dari jumlah penjualan

bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran

konsolidasi.

The Group’s net sales, cost of goods sold, assets and

capital expenditure in Indonesia in 2008, represents

98.2%, 96.0%, 96.0% and 99.6% from the respective

total consolidated net sales, cost of goods sold, assets

and capital expenditure.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

17. BEBAN POKOK PENJUALAN 17. COST OF GOODS SOLD

2009 2008

Halaman 5/31 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Beban produksi 7,839,550 7,009,425 Production costs

Pita cukai 15,071,137 13,422,111 Excise tax

Persediaan barang jadi dan Beginning balance of finished goods and

barang dagangan awal tahun 1,631,133 1,375,283 merchandise inventory

Pembelian barang dagangan 5,210,356 4,494,057 Purchase of merchandise inventory

Persediaan barang jadi dan Ending balance of finished goods and

barang dagangan akhir tahun (2,035,117) (1,631,133) merchandise inventory

Beban pokok penjualan rokok 27,717,059 24,669,743 Cost of goods sold for cigarettes

Beban pokok penjualan lainnya 20,406 25,453 Cost of other sales

Jumlah 27,737,465 24,695,196 Total

Tidak ada pembelian dari pihak tertentu dengan nilai

transaksi lebih dari 10% penjualan bersih konsolidasi

selain dengan PT Philip Morris Indonesia (Catatan 22).

18. BEBAN USAHA 18. OPERATING EXPENSES

2009 2008

There were no purchases from any party exceeding

10% of the consolidated net sales other than purchases

from PT Philip Morris Indonesia (Note 22).

Penjualan Selling

Iklan dan promosi 1,190,429 1,165,458 Advertising and promotion

Gaji, upah dan kesejahteraan Salaries, wages and employee

karyawan (Catatan 20) 739,975 634,989 benefits (Note 20)

Jasa manajemen (Catatan 22) 452,007 395,238 Management services (Note 22)

Pengangkutan dan distribusi 344,647 333,650 Transportation and distribution

Penyusutan 81,594 69,488 Depreciation

Sewa 78,601 67,591 Rent

Honorarium tenaga ahli 57,463 79,903 Professional fees

Lain-lain (masing-masing di bawah Others (less than

Rp50 miliar) 203,725 209,140 Rp50 billion each)

Jumlah 3,148,441 2,955,457 Total

Umum dan administrasi General and administrative

Gaji, upah, dan kesejahteraan Salaries, wages, and employee

karyawan (Catatan 20) 412,045 409,358 benefits (Note 20)

Honorarium tenaga ahli 60,719 49,645 Professional fees

Penyusutan 52,973 46,680 Depreciation

Sewa 44,094 54,148 Rent

Lain-lain (masing-masing di bawah Others (less than

Rp50 miliar) (Catatan 22) 218,682 244,728 Rp50 billion each) (Note 22)

Jumlah 788,513 804,559 Total

Jumlah beban usaha 3,936,954 3,760,016 Total operating expenses


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

19. BEBAN PEMBIAYAAN 19. FINANCING COSTS

2009 2008

Halaman 5/32 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

Beban bunga Interest expense

Hutang obligasi 88,389 107,500 Bonds payable

Pinjaman bank 34,998 65,793 Bank borrowings

Hutang sewa pembiayaan 18,638 22,256 Obligations under finance leases

Pinjaman jangka pendek -

pihak hubungan istimewa 1,471 12,915 Short-term borrowings - related party

(Catatan 22) (Note 22)

Kapitalisasi beban pembiayaan Capitalisation of financing costs

(Catatan 7) - (59,198) (Note 7)

Jumlah 143,496 149,266 Total

Biaya lindung nilai 20,266 14,935 Hedging costs

Lain-lain 2,844 2,645 Others

Jumlah beban pembiayaan 166,606 166,846 Total financing costs

20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA 20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS

Program pensiun Pension plan

Sejak tahun 1999, Perusahaan dan anak perusahaan

tertentu di dalam negeri menyelenggarakan program

pensiun imbalan pasti untuk seluruh karyawan bulanan

tetap yang memenuhi syarat yang didanai melalui

kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan tertentu

di dalam negeri, yang dihitung/ditentukan berdasarkan

perhitungan aktuarial yang dilakukan setiap tahun.

Aset program pensiun imbalan pasti tersebut dikelola

oleh Dana Pensiun Sampoerna, yang pendiriannya

sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan

Republik Indonesia No. Kep-398/KM.17/1999

tanggal 15 Nopember 1999.

Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan memperoleh

persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia

untuk membubarkan Dana Pensiun Sampoerna

sehubungan dengan rencana perubahan program

pensiun dari program pensiun imbalan pasti menjadi

program pensiun iuran pasti yang dikelola oleh Dana

Pensiun Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG).

Berdasarkan program pensiun iuran pasti, imbalan

yang akan diterima ditentukan dari besarnya kontribusi

yang dibayarkan oleh pemberi kerja dan karyawannya

ditambah dengan hasil investasi atas dana

tersebut. Kontribusi dari karyawan adalah bersifat

sukarela. Bagian Perusahaan dan anak perusahan

tertentu di dalam negeri atas program pensiun iuran

pasti adalah sebesar 8,50% dari gaji karyawan atau

Rp54,7 miliar pada tahun 2009 (2008: Rp37,5 miliar).

Since 1999, the Company and certain of its domestic

subsidiaries had a defined benefit pension plan

covering substantially all of their eligible permanent

monthly employees, funded through contributions from

the Company and certain domestic subsidiaries, at

contribution levels determined using annual actuarial

computations. The assets of the defined benefit

pension plan were managed by Dana Pensiun

Sampoerna, the establishment of which was approved

based on the Decision Letter No. Kep-398/KM.17/1999

dated November 15, 1999 from the Minister of Finance

of the Republic of Indonesia.

On April 1, 2008, the Company obtained approval from

the Minister of Finance of the Republic of Indonesia to

liquidate Dana Pensiun Sampoerna in relation to the

change of pension plan from a defined benefit pension

plan to a defined contribution pension plan managed by

Dana Pensiun Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG).

Under the defined contribution pension plan, the benefit

received by the employee will be determined based on

the contribution paid by the employer and the employee

and the return on investment of the fund. Contributions

from employees are voluntary. The Company and

certain of its domestic subsidiaries’ contribution to the

defined contribution pension plan is 8.50% of the

employee’s basic salary or Rp54.7 billion for the year

2009 (2008: Rp37.5 billion).


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/33 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS

(continued)

Program pensiun (lanjutan) Pension plan (continued)

Perhitungan kurtailmen dari perubahan program

pensiun imbalan pasti menjadi program pensiun iuran

pasti ini didasarkan pada penilaian aktuarial yang

dilakukan oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris

independen, pada tanggal 31 Maret 2008 berdasarkan

metode “Projected Unit Credit”.

Nilai bersih aset program pensiun imbalan pasti pada

tanggal 31 Maret 2008 adalah sebagai berikut:

31 Maret/

March 31, 2008

The curtailment calculation for the change from the

defined benefit pension plan to the defined contribution

pension plan was determined based on the actuarial

valuation undertaken by PT Watson Wyatt Purbajaga,

an independent actuary, as at March 31, 2008 using

the “Projected Unit Credit” method.

The net funded status of the defined benefit pension

plan as at March 31, 2008 was as follows:

Nilai kini kewajiban (287,737) Present value of obligation

Nilai wajar aset program 474,883 Fair value of plan assets

Selisih nilai kini kewajiban dengan

nilai wajar aset program 187,146 Funded status

Kerugian aktuarial yang belum diakui (41,755) Unrecognised actuarial losses

Kurtailmen dari program pensiun (145,391) Curtailment of pension plan

Biaya pensiun dibayar di muka - Prepaid pension costs

Kurtailmen ini mengakibatkan penghapusan ”Biaya

pensiun dibayar di muka” sebesar Rp145,4 miliar yang

diakui pada laporan laba rugi pada tahun 2008.

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh

program pensiun

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program

pensiun meliputi bagian imbalan berdasarkan Undang-

Undang Ketenagakerjaan atas karyawan-karyawan

yang tidak ikut serta dalam program pensiun iuran pasti

yang disebut di atas dan bagian imbalan berdasarkan

Undang-Undang Ketenagakerjaan atas karyawankaryawan

yang ikut dalam keanggotaan program

pensiun iuran pasti yang melebihi nilai imbalan mereka

sebagai anggota dari program.

The curtailment resulted in a write-off of the “Prepaid

pension costs” amounting to Rp145.4 billion being

recognised in the statement of income for the year

2008.

Post-employment benefits not covered by a

pension plan

Post-employment benefits not covered by a pension

plan include the benefit entitlements under Labor Law

of those employees who are not members of the

defined contribution pension plan referred to above and

that portion of benefit entitlements under the Labor Law

attributable to employees who are members of the

defined contribution pension plan which are in excess

of their benefits as members of the plan.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/34 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS

(continued)

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh

program pensiun (lanjutan)

Perhitungan atas imbalan pasca-kerja yang tidak

dicakup oleh program pensiun didasarkan pada

penilaian aktuarial yang dilakukan oleh PT Watson

Wyatt Purbajaga, aktuaris independen berdasarkan

metode the “Projected Unit Credit” dengan

menggunakan asumsi sebagai berikut:

2009 2008

Post-employment benefits not covered by a

pension plan (continued)

Estimated post-employment benefits not covered by a

pension plan have been determined based on the

annual actuarial valuation undertaken by PT Watson

Wyatt Purbajaga, an independent actuary using the

“Projected Unit Credit” method with the following

assumptions:

Tingkat diskonto tahunan 10.75% 12.50% Annual discount rate

Tingkat kenaikan gaji tahunan 8.00% 10.00% Annual salary increase

Usia pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years Retirement age

Usia pensiun dini 45 tahun/years 45 tahun/years Early retirement age

Tabel tingkat kematian TMI’99 Indonesian TMI’99 Indonesian

Mortality table

Mortality Table 1999 Mortality Table 1999

Kewajiban imbalan pasca-kerja pada tanggal

31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

2009 2008

The post-employment benefit obligations as at

December 31, 2009 and 2008 were as follows:

Nilai kini kewajiban (490,076) (329,370) Present value of obligation

(Keuntungan)/kerugian aktuarial

yang belum diakui (15,380) 56,258 Unrecognised actuarial (gains)/losses

Biaya jasa lalu yang belum diakui - Unrecognised past service costs -

yang belum menjadi hak 142,058 29,151 non-vested

Kewajiban imbalan pasca-kerja (363,398) (243,961) Post-employment benefit obligations

Rincian beban imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup

oleh program pensiun adalah sebagai berikut:

2009 2008

The details of the post-employment benefit expenses

not covered by the pension plan were as follows:

Biaya jasa kini 26,617 24,061 Current service cost

Beban bunga 40,514 28,792 Interest cost

Biaya jasa lalu 65,951 3,000 Past service cost

Biaya terminasi - 16,985 Termination cost

Kerugian bersih aktuarial yang diakui Net actuarial losses recognised

pada tahun berjalan 3,348 245 during the year

Jumlah beban 136,430 73,083 Total expense


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/35 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS

(continued)

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh

program pensiun (lanjutan)

Mutasi kewajiban imbalan pasca-kerja adalah sebagai

berikut:

2009 2008

Post-employment benefits not covered by a

pension plan (continued)

The movements in post-employment benefit

obligations were as follows:

Saldo awal tahun 243,961 214,889 Balance at the beginning of the year

Beban imbalan pasca-kerja tahun

berjalan 136,430 73,083 Post-employment benefit expense

Pembayaran imbalan kepada karyawan (16,993) (44,011) Payments to employees

Saldo akhir tahun 363,398 243,961 Balance at the end of the year

21. DIVIDEN 21. DIVIDENDS

2009 2009

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang

Tahunan tanggal 27 Mei 2009, para pemegang saham

Perusahaan telah menyetujui pembayaran dividen kas

sebesar Rp2,63 triliun atau Rp600,0 (Rupiah penuh)

per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku

2008, yang telah dibagikan sebagai berikut:

- Rp1,49 triliun atau Rp340,0 (Rupiah penuh) per

saham telah dibayar pada tanggal 6 Juli 2009;

- Rp0,48 triliun atau Rp110,0 (Rupiah penuh) per

saham telah dibayar pada tanggal 22 Desember

2009;

- Rp0,66 triliun atau Rp150,0 (Rupiah penuh) telah

dibayar pada tanggal 25 Pebruari 2010.

2008 2008

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang

Tahunan tanggal 27 Mei 2008, para pemegang saham

Perusahaan telah menyetujui pembayaran dividen kas

sebesar Rp1,7 triliun atau Rp390,0 (Rupiah penuh) per

saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2007

dimana sebesar Rp1,2 triliun atau Rp280,0 (Rupiah

penuh) per saham dibayar pada tanggal 29 Oktober

2008 dan Rp0,5 triliun atau Rp110,0 (Rupiah penuh)

per saham dibayar pada tanggal 25 Maret 2009.

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang

Saham Luar Biasa tanggal 1 Pebruari 2008, para

pemegang saham Perusahaan telah menyetujui

pembayaran dividen kas sebesar Rp2,2 triliun atau

Rp510,0 (Rupiah penuh) per saham yang berasal dari

akumulasi laba ditahan tahun-tahun buku sebelum

tahun 2007 dan telah dibayar pada tanggal 17 Maret

2008.

Based on a resolution of the Annual Shareholders’

General Meeting on May 27, 2009, the Company’s

shareholders approved a cash dividend of Rp2.63

trillion or Rp600.0 (full Rupiah) per share from the 2008

net income, which distributed as follows:

- Rp1.49 trillion or Rp340.0 (full Rupiah) per share

paid on July 6, 2009;

- Rp0.48 trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share

paid on December 22, 2009;

- Rp0.66 trillion or Rp150.0 (full Rupiah) per share paid on

February 25, 2010.

Based on a resolution of the Annual Shareholders’

General Meeting on May 27, 2008, the Company’s

shareholders approved a cash dividend of Rp1.7 trillion

or Rp390.0 (full Rupiah) per share from the 2007 net

income in which Rp1.2 trillion or Rp280.0 (full Rupiah)

per share was paid on October 29, 2008 and Rp0.5

trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share was paid on

March 25, 2009.

Based on a resolution of the Extraordinary

Shareholders’ General Meeting on February 1, 2008,

the Company’s shareholders approved a cash dividend

of Rp2.2 trillion or Rp510.0 (full Rupiah) per share from

the accumulated retained earnings before 2007, which

was paid on March 17, 2008.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA

Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan

transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai

hubungan istimewa dengan metode perhitungan harga

cost plus.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/36 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION

The Group, in its regular conduct of business, has

engaged in transactions with related parties which

have been priced using a cost plus method.

Sifat transaksi material dan hubungan istimewa Nature of material transactions and relationship

with related parties

Pihak yang mempunyai

hubungan istimewa/

Related parties

Sifat hubungan dengan pihak

yang mempunyai hubungan

istimewa/

Relationship with the related

parties

PT Philip Morris Indonesia Pemegang saham pengendali/

Controlling shareholder

Philip Morris Products SA Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris International

Management SA

Philip Morris Management

Services SA

Godfrey Phillips (Malaysia)

Sdn. Bhd.

Philip Morris International IT

Service Center SARL

Philip Morris Information

Services Limited

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Transaksi yang signifikan/

Significant transactions

- Penjualan bahan kemasan rokok/Sales of

cigarette packaging materials

- Penjualan mesin dan suku cadang/Sales of

machinery and spare parts

- Pembelian rokok/Purchase of cigarettes

- Pembelian tembakau/Purchase of tobacco

- Pembelian mesin/Purchase of machinery

- Pendapatan jasa manajemen/Management

services income

- Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel

services income

- Biaya jasa kepegawaian/Personnel

services charges

- Penjualan rokok/Sales of cigarettes

- Pendapatan royalti/Royalty income

- Biaya royalti/Royalty charges

- Pendapatan jasa teknis untuk

pengembangan produk/Technical services

income for product development

- Biaya jasa teknis/Technical services

charges

- Biaya jasa manajemen/Management

service charges

- Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel

services income

- Biaya jasa kepegawaian/Personnel

services charges

- Biaya jasa manajemen/Management

services charges

- Biaya jasa teknis/Technical services

charges

- Biaya jasa teknis/Technical services

charges


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA (lanjutan)

Sifat transaksi material dan hubungan istimewa

(lanjutan)

Pihak yang mempunyai

hubungan istimewa/

Related parties

Philip Morris International

Management SA (Tolling)

Philip Morris (Malaysia) Sdn.

Bhd.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Sifat hubungan dengan pihak

yang mempunyai hubungan

istimewa/

Relationship with the related

parties

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Finance SA Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Brazil Industria E

Comercio

Intertaba S.P.A., Zola Predosa

(Bologna)

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Limited Australia Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Philippines

Manufacturing Inc

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Ukraine Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Philip Morris Global Services

Inc

Pemegang saham utama yang sama/

The same ultimate shareholder

Halaman 5/37 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Nature of material transactions and relationship

with related parties (continued)

Transaksi yang signifikan/

Significant transactions

- Penjualan rokok/Sales of cigarettes

products

- Pembelian tembakau/Purchase of

tobacco

- Penjualan tembakau/Sales of tobacco

- Pendapatan jasa teknis/Technical

services income

- Pembelian mesin dan suku

cadang/Purchase of machinery and spare

parts

- Penjualan mesin dan suku cadang/Sales

of machinery and spare parts

- Pembelian tembakau, saos dan

flavor/Purchase of tobacco, sauce and

flavor

- Biaya jasa manajemen/Management

service charges

- Biaya jasa teknis/Technical service

charges

- Pembiayaan/Financing

- Pembiayaan/Financing

- Penjualan cengkeh/Sales of clove

- Pembelian mesin dan suku

cadang/Purchase of machinery and

spareparts

- Pembelian mesin dan suku

cadang/Purchase of machinery and

spareparts

- Pembelian tembakau dan flavor/Purchase

of tobacco and flavor

- Pembelian mesin dan suku

cadang/Purchase of machinery and

spareparts

- Biaya jasa manajemen/Management

service charges


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA (lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/38 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Transaksi hubungan istimewa yang material Significant transactions with related parties

Rincian transaksi dengan pihak-pihak hubungan

istimewa sebagai berikut:

2009 2008

The details of transactions with related parties are as

follows:

Transaksi usaha Trade transactions

Penjualan Sales

Philip Morris International Management Philip Morris International Management

SA (Tolling) 95,980 495 SA (Tolling)

PT Philip Morris Indonesia 92,325 31,364 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris Products SA 17,469 16,376 Philip Morris Products SA

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 3,398 - Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Brazil Industria E Comercio 801 1,235 Philip Morris Brazil Industria E Comercio

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 83 73 Others (below Rp1.0 billion)

210,056 49,543

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.54% 0.14% the consolidated net sales

Pembelian Purchases

PT Philip Morris Indonesia 5,253,844 4,394,508 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris International Philip Morris International

Management SA (Tolling) 317,129 311,835 Management SA (Tolling)

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 5,407 7,743 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Philippines Philip Morris Philippines

Manufacturing Inc 110 1,372 Manufacturing Inc

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 347 - Others (below Rp1.0 billion)

5,576,837 4,715,458

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 14.31% 13.60% the consolidated net sales

Transaksi lainnya Other transactions

Penjualan lainnya Other sales

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 4,881 8,309 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

PT Philip Morris Indonesia 2,393 27,746 PT Philip Morris Indonesia

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 406 - Others (below Rp1.0 billion)

7,680 36,055

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.02% 0.10% the consolidated net sales

Pembelian lainnya Other purchases

PT Philip Morris Indonesia 2,854 4,030 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris Ukraine 2,791 - Philip Morris Ukraine

Intertaba S.P.A., Zola Predosa (Bologna) 336 1,319 Intertaba S.P.A., Zola Predosa (Bologna)

Philip Morris Limited Australia - 2,326 Philip Morris Limited Australia

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 745 53 Others (below Rp1.0 billion)

6,726 7,728

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.02% 0.02% the consolidated net sales


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA (lanjutan)

Transaksi hubungan istimewa yang material

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

2009 2008

Halaman 5/39 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Significant transactions with related parties

(continued)

Biaya jasa dan lainnya Service charges and others

Philip Morris International Philip Morris International

Management SA 441,992 384,532 Management SA

Philip Morris Management Services SA 188,347 153,813 Philip Morris Management Services SA

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 70,459 74,385 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris International Philip Morris International

IT Service Center SARL 26,864 23,203 IT Service Center SARL

Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. 25,242 24,336 Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Product SA 20,690 25,655 Philip Morris Product SA

Philip Morris Information Services Limited 9,789 6,100 Philip Morris Information Services Limited

Philip Morris Global Services Inc 4,678 - Philip Morris Global Services Inc

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 740 36 Others (below Rp1.0 billion)

788,801 692,060

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 2.02% 2.00% the consolidated net sales

Beban pembiayaan Financing costs

Philip Morris Finance SA 1,471 12,915 Philip Morris Finance SA

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.00% 0.04% the consolidated net sales

Pendapatan jasa dan lainnya Service income and others

Philip Morris Products SA 29,826 33,925 Philip Morris Products SA

Philip Morris International Management Philip Morris International Management

SA (Tolling) 27,450 - SA (Tolling)

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 26,592 19,823 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

PT Philip Morris Indonesia 31,016 17,848 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris Management Services SA 424 1,044 Philip Morris Management Services SA

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 505 1,096 Others (below Rp1.0 billion)

115,813 73,736

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.30% 0.21% the consolidated net sales

Penghasilan bunga Interest income

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 5,043 4,535 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Finance SA 16 - Philip Morris Finance SA

5,059 4,535

Persentase terhadap penjualan As a percentage of

bersih konsolidasi 0.01% 0.01% the consolidated net sales


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA (lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/40 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa Account balances with related parties

Rincian saldo dengan pihak-pihak hubungan istimewa

adalah sebagai berikut:

2009 2008

The details of balances from related parties are as

follows:

Piutang usaha Trade receivables

Philip Morris International Management Philip Morris International Management

SA (Tolling) 40,250 - SA (Tolling)

PT Philip Morris Indonesia 7,721 14,060 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris Products SA 313 2,287 Philip Morris Products SA

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 374 - Others (below Rp1.0 billion)

48,658 16,347

Persentase terhadap aset konsolidasi 0.27% 0.10% As a percentage of the consolidated assets

Piutang lainnya Other receivables

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 105,600 158,194 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Finance SA 63,070 - Philip Morris Finance SA

PT Philip Morris Indonesia 17,724 2,778 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris International IT Services Philip Morris International IT Services

Center 3,947 - Center

Philip Morris Products SA 3,402 4,930 Philip Morris Products SA

Philip Morris International Management Philip Morris International Management

SA (Tolling) 3,278 - SA (Tolling)

Philip Morris Management Services SA 1,541 1,194 Philip Morris Management Services SA

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 196 - Others (below Rp1.0 billion)

198,758 167,096

Persentase terhadap aset konsolidasi 1.12% 1.04% As a percentage of the consolidated assets

Pada bulan September 2009, Sampoerna International

Pte. Ltd., anak perusahaan di Singapura, memberikan

fasilitas pinjaman kepada Philip Morris Finance SA.

Jumlah saldo piutang adalah sebesar US$6,9 juta

(setara dengan Rp63,1 miliar) dan memiliki tingkat

suku bunga antara 0,09%-0,12%.

Pada bulan Januari 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn.

Bhd., anak perusahaan di Malaysia, memberikan

fasilitas pinjaman kepada Philip Morris (Malaysia) Sdn.

Bhd. maksimum sampai dengan setara US$32,0 juta.

Jumlah saldo piutang adalah sebesar RM37,5 juta

(setara dengan Rp102,9 miliar) (2008: RM49,0

juta/setara dengan Rp154,9 miliar) dan memiliki tingkat

suku bunga antara3,40%-4,70% (2008: 3,80%-4,10%).

2009 2008

In September 2009, Sampoerna International Pte. Ltd.,

a subsidiary in Singapore, provided an intercompany

loan to Philip Morris Finance SA.

The outstanding intercompany loan amounted to

US$6.9 million (equivalent to Rp63.1 billion) and bore

annual interest rates of 0.09%-0.12%.

In January 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd., a

subsidiary in Malaysia, provided an intercompany loan

facility to Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. up to the

equivalent of US$32.0 million.

The outstanding intercompany loan amounted to

RM37.5 million (equivalent to Rp102.9 billion)(2008:

RM49.0 million/equivalent to Rp154.9 billion) and bore

annual interest rates of 3.40%-4.70% (2008: 3.80%-

4.10%).

Pinjaman jangka pendek Short-term borrowings

Philip Morris Finance SA 94,002 - Philip Morris Finance SA

Persentase terhadap As a percentage of the consolidated

kewajiban konsolidasi 1.30% - liabilities


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

22. INFORMASI MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

ISTIMEWA (lanjutan)

Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa

(lanjutan)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/41 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Account balances with related parties (continued)

2009 2008

Hutang usaha Trade payables

PT Philip Morris Indonesia 246,882 255,131 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris International Philip Morris International

Management SA (Tolling) 16,711 65,883 Management SA (Tolling)

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 4,159 4,239 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Lain-lain (di bawah Rp 1,0 miliar) - 41 Others (below Rp 1.0 billion)

267,752 325,294

Persentase terhadap As a percentage of the consolidated

kewajiban konsolidasi 3.69% 4.02% liabilities

Hutang lainnya Other payables

Philip Morris Management Services SA 83,282 15,393 Philip Morris Management Services SA

Philip Morris International Philip Morris International

Management SA 67,374 66,058 Management SA

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. 21,692 1,924 Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Global Services Inc 4,640 - Philip Morris Global Services Inc

Philip Morris Information Services Limited 3,798 - Philip Morris Information Services Limited

Philip Morris Ukraine 2,791 - Philip Morris Ukraine

Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. 2,190 4,295 Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.

Philip Morris Products SA 1,483 2,145 Philip Morris Products SA

PT Philip Morris Indonesia 397 4,433 PT Philip Morris Indonesia

Philip Morris International Philip Morris International

IT Service Center SARL - 4,335 IT Service Center SARL

Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) 108 733 Others (below Rp1.0 billion)

187,755 99,316

Persentase terhadap As a percentage of the consolidated

kewajiban konsolidasi 2.59% 1.23% liabilities

23. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA

UANG ASING

Pada tanggal 31 Desember 2009, operasi Grup dalam

negeri memiliki aset dan kewajiban moneter dalam

mata uang asing sebagai berikut:

23. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES

DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

As at December 31, 2009, the Group’s domestic

operations had monetary assets and liabilities

denominated in foreign currencies, as follows:

2009

Mata uang asing/

Setara Rupiah/

Rupiah

Foreign currencies

equivalent

Aset Assets

Kas dan setara kas US$ 3,666,279 CHF - EUR 158 34,465 Cash and cash equivalents

Piutang usaha dan Trade receivables and

piutang lainnya 5,187,902 434,374 - 52,714 other receivables

Jumlah aset 8,854,181 434,374 158 87,179 Total assets

Kewajiban Liabilities

Pinjaman jangka pendek US$ 10,000,233 CHF - EUR - 94,002 Short-term borrowings

Hutang usaha dan Trade payables and

hutang lainnya 18,121,263 8,849,888 2,462,098 284,025 other payables

Beban yang masih harus

dibayar dan kewajiban Accrued expenses

estimasian 13,405,407 27,548 154,121 128,343 and provisions

Jumlah kewajiban 41,526,903 8,877,436 2,616,219 506,370 Total liabilities

Kewajiban - bersih US$(32,672,722) CHF (8,443,062) EUR (2,616,061) (419,191) Liabilities - net


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

24. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING 24. SIGNIFICANT AGREEMENTS

a. Pada tanggal 31 Maret 2008, Perusahaan

menandatangani perjanjian pembelian tembakau

dengan PT Sadhana untuk membeli sebagian

besar kebutuhan tembakau domestik selama lima

tahun berdasarkan harga pasar.

Pada tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan

memiliki uang muka sejumlah Rp1,3 triliun (2008:

Rp1,5 triliun) untuk pembelian tembakau yang

belum direalisasikan. Pembayaran uang muka

telah dijamin sepenuhnya oleh Standby Letter of

Credit.

b. Grup menandatangani berbagai perjanjian dengan

PT Philip Morris Indonesia atau pihak-pihak

terafiliasi sehubungan dengan:

- penyediaan barang (tembakau, bahan baku,

bahan kemasan rokok, mesin dan suku

cadang),

- penyediaan jasa (pengelolaan gudang

tembakau, jasa manajemen, jasa sistem

informasi, jasa penjualan dan manajemen

merek, jasa teknis untuk penelitian dan

pengembangan dan jasa kepegawaian),

- lisensi merek dagang, sub-lisensi merek

dagang, kontrak manufaktur,

- pembiayaan.

Transaksi hubungan istimewa di atas telah

disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Luar Biasa tanggal 27 Juni 2006 dan 18 Oktober

2006.

c. Pada tanggal 10 Januari 2005, Panamas

menandatangani perjanjian distribusi dengan

PT Philip Morris Indonesia untuk jangka waktu

sepuluh tahun sebagai distributor tunggal untuk

menjual rokok-rokok produksi PT Philip Morris

Indonesia di Indonesia, berlaku sejak tanggal

10 Januari 2005 sampai dengan 28 Pebruari 2015.

Pada tanggal 22 Desember 2009, perjanjian

distribusi diatas telah dirubah dengan mengalihkan

seluruh hak Panamas sebagai distributor tunggal

kepada Perusahaan terhitung sejak tanggal

1 Januari 2010.

d. PT Taman Dayu (TD) menandatangani perjanjian

kerjasama pengembangan proyek dengan PT

Ciputra Surya Tbk. selama 20 tahun sehubungan

dengan properti milik TD, berlaku sejak tanggal 7

April 2005. Persentase pendapatan TD terhadap

penjualan konsolidasi adalah sebesar 0,06%.

Halaman 5/42 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

a. On March 31, 2008, the Company entered into a

leaf supply agreement with PT Sadhana to procure

a significant portion of the Company’s total

Indonesian packed leaf tobacco requirements for

five years at market price.

As at December 31, 2009, the Company had

advanced Rp1.3 trillion (2008: Rp1.5 trilion) for the

purchase of tobacco that had yet to be settled.

These advance payments are fully covered by

Standby Letter of Credit.

b. The Group has various agreements with PT Philip

Morris Indonesia or its affiliated companies in

relation to:

- supply transactions (tobacco, raw materials,

cigarette packaging materials, machinery and

spare parts),

- service transactions (leaf warehouse

management, management services, information

system services, sales and brand management

services, technical support for research and

development and personnel services),

- trademark license, trademark sub-licence,

contract manufacturing,

- financing.

The above related party arrangements were

approved in the Extraordinary Shareholders’

General Meetings on June 27, 2006 and October

18, 2006.

c. On January 10, 2005, Panamas entered into a

distribution agreement with PT Philip Morris

Indonesia for ten years as the sole distributor of PT

Philip Morris Indonesia‘s cigarette products in

Indonesia, effective from January 10, 2005 until

February 28, 2015.

On December 22, 2009, the distribution agreement

was amended by assigning all Panamas’s rights as

the sole distributor to the Company effective from

January 1, 2010.

d. PT Taman Dayu (TD) has a 20 year joint project

development agreement with PT Ciputra Surya

Tbk. in relation to property owned by TD, effective

from April 7, 2005. TD revenue as a percentage of

the consolidated revenue was 0.06%.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

24. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

e. Perusahaan menandatangani perjanjian

kerjasama dengan Mitra Produksi Sigaret (MPS)

untuk memproduksi sigaret kretek tangan.

Perjanjian ini umumnya berlaku untuk jangka

waktu bervariasi antara satu sampai dengan tiga

tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan

kedua belah pihak.

Biaya produksi dan jasa manajemen yang

dibebankan oleh MPS masing-masing sebesar

Rp1,17 triliun pada tahun 2009 (2008: Rp1,19

triliun), termasuk dalam biaya produksi.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

25. KOMITMEN 25. COMMITMENTS

Halaman 5/43 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

24. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

e. The Company has agreements with third party

operators (TPO) to produce hand-rolled cigarettes.

These agreements vary from one to three years

and are extendable based on mutual agreement by

both parties.

Total production costs and management fees

charged by the TPOs of Rp1.17 trillion in 2009

(2008: Rp1.19 trillion), are included within cost of

production.

a. Pembelian aset tetap a. Purchase of fixed assets

Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup

mempunyai komitmen sehubungan dengan

pembelian aset tetap sebesar Rp122,0 miliar

(2008: Rp79,9 miliar).

b. Sewa

Jumlah pembayaran minimum sewa operasi di

masa mendatang yang berasal dari sewamenyewa

biasa adalah sebagai berikut:

2009 2008

As at December 31, 2009, the Group had

outstanding commitments relating to the purchase

of fixed assets of Rp122.0 billion (2008: Rp79.9

billion).

b. Rent

The future aggregate minimum lease payments

under operating leases are as follows:

Tidak lebih dari 1 tahun 70,117 37,610 Not later than 1 year

Antara lebih dari 1 tahun Later than 1 year and not

sampai 5 tahun 141,599 56,570 later than 5 years

Jumlah 211,716 94,180 Total

26. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 26. SUBSEQUENT EVENTS

a. Sehubungan dengan akan diberlakukannya

perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) sejak

tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan

merencanakan untuk merestrukturisasi kegiatan

usaha produksi rokok di Malaysia melalui PT

Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd. (SJL) dan anak

perusahaannya.

Perusahaan akan mengalihkan produksi rokok di

pasar Malaysia yang dilakukan oleh SJL ke

Perusahaan di Indonesia. Dengan pengalihan ini,

Perusahaan bermaksud menutup semua kegiatan

produksi rokok SJL di Malaysia.

Rencana Perusahaan saat ini masih dalam proses

dan rencana tersebut tidak akan menimbulkan

dampak yang signifikan pada laporan konsolidasi

Perusahaan dan anak perusahaan.

a. In relation with the implementation of ASEAN Free

Trade Area (AFTA) effective January 1, 2010, the

Company is planning to restructure the cigarette

operations in Malaysia through its subsidiary PT

Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd. (SJL) and

subsidiary.

The Company will move the manufacture of the

cigarettes for the Malaysian market from SJL to

the Company in Indonesia. As part of this plan, the

Company plans to close down all SJL‘s cigarette

production in Malaysia.

The Company’s business plan is currently under

process and this plan will have no significant

impact to the consolidated financial statements of

the Company and subsidiaries.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Halaman 5/44 Page

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS

DECEMBER 31, 2009 AND 2008

(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

26. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) 26. SUBSEQUENT EVENTS (continued)

b. Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan

melakukan perluasan kegiatan, yaitu menjual dan

mendistribusikan produk rokok secara langsung

dan melakukan sendiri percetakan kemasan

produk rokok. Sehubungan dengan hal tersebut,

Perusahaan telah melakukan pembelian aset-aset

tertentu dan kewajiban-kewajiban tertentu dari PT

Perusahaan Dagang dan Industri Panamas, PT

Sampoerna Printpack dan PT Handal Logistik

Nusantara, yang semuanya merupakan anak

perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh

Perusahaan, pada tahun 2010 (Catatan 1).

Transaksi tersebut telah di selesaikan pada bulan

Januari 2010 dan tidak menimbulkan dampak

yang signifikan pada laporan konsolidasi

Perusahaan dan anak perusahaan.

27. STANDAR AKUNTANSI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan

beberapa standar akuntansi revisi yang mungkin

relevan terhadap Grup, dengan ringkasan sebagai

berikut:

- tiga standar yang berlaku untuk laporan keuangan

yang mencakup periode laporan yang dimulai pada

atau setelah tanggal 1 Januari 2010 sehubungan

dengan biaya pinjaman dan instrumen keuangan.

- sembilan standar dan satu interpretasiyang dicabut

pada tanggal 1 Januari 2010.

- 11 standar dan lima interpretasi yang berlaku untuk

laporan keuangan yang mencakup periode laporan

yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari

2011.

Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul

dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan

keuangan.

b. Starting January 1, 2010, the Company has

expanded its activity such that it directly sells and

distributes its cigarettes and does its own printing

for cigarette packaging. In connection with it, the

Company has acquired certain assets and assume

certain liabilities of PT Perusahaan Dagang dan

Industri Panamas, PT Sampoerna Printpack and

PT Handal Logistik Nusantara, all of which are

wholly owned subsidiaries of the Company, in 2010

(Note 1).

The transaction was finalised in January 2010 and

gave no significant impact to the consolidated

financial statements of the Company and

subsidiaries.

27. ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS

The Indonesian Institute of Accountants has issued the

following revised accounting standards which may be

applicable to the Group, with a summary as follows:

- three standards applicable for financial statements

covering periods beginning on or after January 1,

2010 relating to borrowing costs and financial

instruments.

- nine standards and one interpretation withdrawn as

of January 1, 2010.

- 11 standards and five interpretations applicable for

financial statements covering periods beginning on

or after January 1, 2011.

The Group is still evaluating the possible impact of

these standards on the financial statements.


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

INFORMASI PENDAFTARAN DAN PERDAGANGAN SAHAM

Saham biasa atas nama PT HM Sampoerna Tbk. terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Para pemegang

saham dapat melihat harga hari sebelumnya di berbagai surat kabar di Indonesia di bawah nama PT

HM Sampoerna Tbk. dan dari perusahaan–perusahaan pialang di seluruh dunia. Kode perdagangan

sahamnya adalah HMSP.

PT HM Sampoerna Tbk.

Kantor Pusat

Jl. Rungkut Industri Raya No. 18

Surabaya 60293

Phone: +62 31 8431 699

Fax : +62 31 8430 986

PT HM Sampoerna Tbk.

Kantor Jakarta

One Pacific Place Building

Sudirman Central Business District (SCBD)

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Lot 3 & 5

Jakarta 12190 – Indonesia

Phone: +62 21 5151 234

Fax : +62 21 5152 234

PT HM Sampoerna Tbk.

Sekretaris Perseroan & Hubungan Investor

One Pacific Place Building

Sudirman Central Business District (SCBD)

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Lot 3 & 5

Jakarta 12190 – Indonesia

Phone: +62 21 5151 234

Fax : +62 21 5152 234

Bursa Efek Indonesia

The Indonesia Stock Exchange Building,

Tower 1, 4th Floor

Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 52-53,

Jakarta 12190

Biro Administrasi Efek

PT Sirca Datapro Perdana

Jl. Johar No. 18, Menteng

Jakarta 10340

Akuntan Publik Terdaftar

KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan

(dahulu KAP Haryanto Sahari & Rekan)

PricewaterhouseCoopers

Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6,

Jakarta 12940

Penasehat Hukum

Mochtar Karuwin Komar

Wisma Metropolitan II, 14th Floor

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 31

Jakarta 12920


HARGA SAHAM HISTORIS

2 0 0 9

Jan - Mar

Apr - Jun

Jul - Sept

Okt - Des

2 0 0 8

Jan - Mar

Apr - Jun

Jul - Sept

Okt - Des

Rata-rata

Volume Harian

10.055

10.502

9.240

10.226

Rata-rata

Volume Harian

10.895

12.032

7.603

34.636

Tertinggi

10.800

11.500

10.400

10.500

Tertinggi

14.800

12.950

11.500

9.900

Terendah

9.300

9.300

8.550

9.900

Terendah

12.600

11.000

10.000

8.000

Harga

Penutupan

10.800

9.300

10.200

10.400

Harga

Penutupan

13.000

11.000

10.200

8.100


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

DAFTAR ANAK PERUSAHAAN

PT Agasam

PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas

PT Sampoerna Air Nusantara

PT Wahana Sampoerna

Jl. Taman Sampoerna No. 6

Krembangan Utara, Pabean Cantian

Surabaya 60163

PT Asia Tembakau

Jl. Kedung Baruk No. 25, Surabaya 60298

PT Golf Taman Dayu

PT Taman Dayu

Jl. Raya Surabaya Malang Km. 48, Pasuruan 67156

PT Handal Logistik Nusantara

Jl. Kalirungkut 9-11, Surabaya 60293

PT Harapan Maju Sentosa

Jl. Berbek Industri I No. 22, Waru, Sidoarjo 61256

PT Persada Makmur Indonesia

PT union Sampoerna Dinamika

One Pacific Place, Lantai 18, Lot 3 & 5,

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

PT Sampoerna Printpack

Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya 60293

Batavia Trading Corporation

Sampoerna Investment Corporation

Sampoerna Latin America Limited

Sampoerna Taiwan Corporation

Vinasa Investment Corporation

d/a Trident Trust Company (B.V.I) Limited,

Trident Chambers, P.O. Box 146,

Road Town, British Virgin Islands

IBSA Singapore Pte. Ltd.

Sampoerna Asia Pte. Ltd

Sampoerna International Pte. Ltd.

d/a Allen & Gledhill LLP

One Marina Boulevard #28-00, Singapore 018989

Sampoerna Packaging Asia Pte. Ltd.

d/a Boardroom Corporate & Advisory Services Pte. Ltd.

(a member of Boardroom Limited)

50 Raffles Place, #32-01

Singapore Land Tower, Singapore 048623

PT Sampoerna Distribusi (Malaysia) Sdn Bhd

Suite 13.01, 13th Floor, Menara Tan & Tan

No. 207 Jalan Tun Razak,

50400 Kuala Lumpur, Malaysia

PT Sampoerna JL. Sdn Bhd

Menara TM Asia Life, Level 16,

No. 189 Jalan Tun Razak,

50400 Kuala Lumpur, Malaysia

Sampoerna International Finance Company B.V.

Prins Bernhardplein 200

1097 JB Amsterdam

P.O. Box 990, 1000 AZ Amsterdam

The Netherlands

Sampoerna Tabacos America Latina Ltda.

Avendia Jurubatuba No. 261

Vila Cordeiro, CEP 04583-100

Sao Paulo, Brazil

Sterling Tobacco Corporation

d/a Ponce Enrile Reyes & Manalastas Law Office

3rd floor, Vernida IV Bldg,

Alfaro Street, Salcedo Village 1227

City of Makati, Philippines


PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Dewan Komisaris dan Direksi menyatakan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab

penuh atas kebenaran isi laporan tahunan 2009 PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

Dewan Komisaris: Direksi:

Matteo Lorenzo Pellegrini John Gledhill

Presiden Komisaris Presiden Direktur

Douglas Walter Werth Paul Janelle

Wakil Komisaris Direktur

Eunice Carol Hamilton Shea Lih Goh

Komisaris Direktur

Phang Cheow Hock Yos Adiguna Ginting

Komisaris Independen Direktur

Ekadharmajanto Kasih Wayan Mertasana Tantra

Komisaris Independen Direktur


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

PT HM SAMPOERNA Tbk.

Jl. rungkut industri raya no. 18

surabaya 60293

indonesia

Tel +62 31 8431 699

Fax +62 31 8430 986


PT HM SAMPOERNA Tbk. | Laporan Tahunan 2009

40

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

Laporan Tahunan 2009

Similar magazines