'tI':!"l, \1........ - Jakarta Stock Exchange

schubert.paula14

'tI':!"l, \1........ - Jakarta Stock Exchange

TEMPO YANG TUMBUH & BERKEMBANG

THE GROWING "T"

Simbol ini merupakan logo seluruh perusahaan yang tergabung

dalam GRUP TEMPO. Beberapa garis sejajar yang bertumbuh ke

atas, melambangkan vitalitas dan kekuatan GRUP TEMPO yang

senantiasa mengembangkan kegiatan dan semangat usaha yang

terus bertumbuh, dengan menekankan integrasi seluruh anggota

perusahaan ke dalam GRUP.

This symbol is the corporate 1\)go of the entire

TEMPO GROUP. Its multiple parallel lines reach

upward, expressing the vitality and energy of the

TEMPO GROUP's ever increasing activities and

growing enterprising spirit. thereby emphaSizing

the integration of the member firms into the

GROUP.


MISI GRUP TEMPO

THE TEMPO GROUP MISSION STATEMENT

TEMPO GROUP akan membina tim yang beranggotakan

professional handal melalui motivasi dan kepemimpinan yang

bertanggung jawab, baik secara perorangan maupun kelompok.

Kami memiliki dedikasi penuh untuk meraih kepuasan

pelanggan, pertumbuhan usaha dan kinerja yang terbaik, tanpa

mengorbankan nilai-nilai prinsip dari perusahaan maupun

perorangan.

Menjadi pemimpin pasar merupakan tujuan utama kami.

Kami bertekad memperbesar pangsa pasar dan meningkatkan

kepuasan konsumen dengan memberikan nilai tambah pada

seluruh produk dan layanan kami, dengan senantiasa menjaga

martabat kami di mata masyarakat.

THE TEMPO GROUP will develop ,1 dynamic

team of highly qualified professionals through

motivation and sound leadership, individually and

as a group. We are dedicated to the achievement

of customer satisfaction, growth and excellent

performance, without compromising compimy

values as well as individual \·aILles.

Becoming a market leader is our main objective.

We will increase market share and improve

consumer satisfaction by adding value to our

products and services while retaining respect in

the community.


"' " 1 SfP

-, 7''5 as' 5R'f'ihiw! tt 't '

PT Tempo Scan Pacific Tbk dan anak perusahaannya (Perseroan)

merupakan bagian dari kelompok usaha swasta nasional Grup

Tempo yang telah memulai usaha perdagangan produk farmasi

sejak tahun 1953. PT Tempo Scan Pacific Tbk sendiri semula

bernama PT Scanchemie dan pada tahun 1970 memulai kegiatan

komersialnya dengan memproduksi produk farmasi dalam skala

usaha besar, dan seiring perjalanan waktu, Perseroan melalui

anak perusahaannya memprodllksi prodllk kosmetika serta

PROFIL PERUSAHAAN

COMPANY PROFILE

produk konsumen sejak tahun 1977.

Pada tahun 1994 Perseroan menjadi perusahaan Publik dan

mencatatkan saham-sahamnya sejumlah 75.000.000 saham di

Bursa Efek Indonesia (BEl).

Pada tahun 1995 jumlah saham tersebut telah meningkat menjadi

150.000.000 saham dengan dirubahnya nilai nominal masing­

masing saham Perseroan dari Rp.l.OOO menjadi Rp.500 per saham

(pemecahan sa ham).

Selanjutnya pada tahun 1998, BEl telah menyetujlli pencatatan

saham Perseroan sebanyak 300.000.000 saham yang berasal dari

Penawaran Umum Terbatas I, sehingga jumlah saham terciltat

Perseroiln seluruhnya berjumlah 450.000.000 saham.

Pada tahun 2006 jumlah saham tercatat meningkat menjadi

4.500.000.000 saham dengan dirubahnya nilai nominal masing­

masing saham Perseroan dari Rp.500 menjadi Rp.50 per saham

(pemecahan saham).

Pada tanggal31 Desember 2009, 95,1% saham Perseroan dimiliki

oleh PT Bogamulia Nagadi dan sisanya 4,9% dimiliki oleh

masyarakat, dengan kepemilikan masing-masing kurang dari 5%.

Adapun nilai kapitalisasi pasar Perseroan per akhir tahun 2009

adalah sebesar Rp. 3,29 triliun.

Pada tanggal31 Desember 2009 Perseroan mempunyai pegawai

tetap sekitar 5.000 orang.

Perseroan memiliki 3 divisi inti operasional yaitu divisi Farmasi,

divisi Produk Konsumen dan Kosmetika dan divisi Distribusi

serta satu divisi Penunjang.

PT Tempo Scan Pacific Tbk and subsidiaries (Com­

pany) constitute the Tempo Group, a national private

group of companies which started its pharmaceutical

products' trading business in 1953. PT Tempo Scan

Pacific Tbk was named formerly PT Scanchemie

and in 1970 the Company commenced large-scale

commercial production of pharmaceutical products.

In time, commencing in 1977 through its subsidiary

companies, its operations expanded to include pro­

duction of cosmetics and consumer products.

In 1994, the Company became a public company,

listing a total of 75,000,000 shares in the Indone­

sian Stock Exchange (BEl).

In 1995, the said total number of shares became

150,000,000 shares, due to change of the nominal

value of each of the Company's share from Rp.

1,000 to Rp. 500 per share (stock split).

Further in 1998, BEl agreed to list 300,000,000

shares of the Company's shares from its First

Limited Public Offering, hence the Company's total

number of shares listed became 450,000,000 shares.

In 2006, the total number of shares listed increased

to 4,500,000,000 shares due to a change of the

nominal value of each Company's share from Rp.

500 to Rp. 50 per share (stock split).

On 31 December 2009,95.1% of the Company's

shares were owned by PT Bogamulia Nagadi and

the remaining 4.9% by the public, with respective

ownership of less than 5%.

At the end of 2009, the Company's market capitali­

zation was Rp. 3.29 trillion.

As of 31 December 2009 the Company has approxi­

mately 5,000 permanent emplyoyees.

The Company has three core operational divisions,

namely the Phannaceutical Division, the Consumer

Products and Cosmetics Division and the

Distribution Division plus one Supporting Division.


Sarana operasional yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan

pengembangan ketiga usaha inti tersebut adalah sebagai berikut :

Divisi Farmasi terdiri dari 3 perusahaan yaitu:

1. PT Tempo Scan Pacific Tbk menjalanbn pabrik yang berdiri

di atas lahan seluas 76.105m2 yang terletak di Kawasan East

Jakarta Industrial Park (EJIP) Plot loG dan 1.H, EJIP Cikarang,

Bekasi, Jawa Barat. Pabrik ini adalah sarana produksi untuk

bentuk sediaan tablet/kaplet, serbuk effervescent, liquid/syrup,

cream & ointment dan kapsul. PT Tempo Scan Pacific Tbk

juga memiliki bagian pemasaran produk divisi farmasi yang

berkantor di kantor pusat Perseroan berada di Gedung Bina

Mulia II JI. H.R. Rasuna Said Kav. 11, Jakarta 12950.

2. PT Supra Ferbindo Farma menjalankan pabrik yang berdiri di

atas lahan seluas 29.203m2 yang terletak di Kawasan East Jakarta

Industrial Park (EJIP) Plot 8.1, EJIP Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik ini adalah sarana produksi untuk bentuk sediaan tablet,

liquid dan cream.

3. PT Tempo Natural Products menjalankan pabrik yang berdiri di

atas lahan seluas 11.850m2 yang terletak di Kawasan East Jakarta

Industrial Park (EJIP) Plot 2.G.2, EJIP Cikarang, Bekasi, Jawa

Barat. Pabrik ini adalah sarana produksi untuk bentuk sediai1n

liquid berkarbonasi khusus dalam kemasan kaleng.

Divisi Produk Konsumen dan Kosmetika terdiri dad 9

perusahaan yaitu:

1. PT Tempo Nagadi, menjalankan pabrik sabun yang berdiri

di atas lahan seluas 7.200m2 di JI. Pulo Kambing Kav.IIE/5B,

Pulogadung, Jakarta Timur.

2. PT Rudy Soetadi, menjalankan pabrik produk konsumen dan

kosmetika yang berdiri di atas lahan seluas 36.545m2 yang

terletak di JI. Raya Bekasi Km.28, Bekasi, Jawa Barat.

3. PT Filma Utama Soap, menjalankan pabrik produk konsumen dan

pembersih perabot rumah tangga yang berdiri di atas lahan seluas

9.255m2 di JI. Gresik No.1-3-5, Surabaya, Jawa Timur.

4. PT Pritho, menjalankan 2 pabrik kemasan plastik, yang pertama

di JI. Kemuning No.1, Cengkareng, Jakarta Barat yang berdiri di

atas lahan seluas 44.305m2 dan yang kedua di JI. Gresik No.l­

3-5, Surabaya, Jawa Timur yang berdiri di atas lahan seluas

480m2.

The Company's three core business operations

are supported by the following facilities:

The Pharmaceutical Division comprises of 3companies:

1. PT Tempo Scan Pacific Tbk operates a plant on

76,10Sm2 of land at East Jakarta Industrial Park

(EJIP) Plot 1.G and I.H, EJIP Cikarang, Bekasi,

West Java. This plant manufactures tablets, pow­

der effervescents, liquids/syrups, creams & oint­

ment and capsules. PT Tempo Scan Pacific Tbk

also has a department for marketing the products

of the pharmaceutical division with its offices

at the headquarters of the Company at Gedung

Bina Mulia II, JI. H.R. Rasuna Said Kav.11, Jakarta

12950.

2. PT Supra Ferbindo Farma, operates a plant on

29,203m2 of land al E'lst Jakarta Industrial Park

(EJIP) Plot 8.], EJIP Cikarang. Bekasi, West Java.

The plant manufactures tablets, liquid and cream

products.

3. PT Tempo Natural Products operates a plant on

11,850m2 of land at East Jak'lrta Industrial Park

(E]lP) Plot 2.G.2, EJIP Cikarang, Bekasi, West Java.

The plant produces canned carbonated liquids.

The Consumer Products and Cosmetics Division

comprises of 9 companies:

1. PT Tempo Nagadi, operates a soap plant on

7,200m2 of land at JI. Pula Kambing Kav.IIE/5B,

Pulogadung, East Jakarta.

2. PT Rudy Soetadi, operates a consumer goods and

cosmetics plant on 36,545m2 of land at JI. Raya

Bekasi Km.28, Bekasi, West Java.

3. PT Filma Utama Soap, operates a

plant producing consumer goods and

household cleaners, on 9,255m2 of land at

JI. Gresik No.1-3-5, Surabaya, East Java.

4. PT Pritho, operates 2 plants producing plastic

packaging, the first plant at ]I. Kemuning No.1,

Cengkareng, West Jilkarta, on .44,305m2 of

land, and the second one at JI. Gresik No.l-3-5,

Surabaya, East Java, on 480m2 of land.


5. PT Barclay Products, perusahaan pemasaran produk konsumen,

kosmetika dan pembersih perabot rumah tangga yang berkantor

di Gedung Bina Mulia 1, Jl.H.R. Rasuna Said Kav.10, Jakarta

Selatan.

6. PT Pulau Mahoni, perusahaan pemasaran produk kosmetika

yang berkantor di Gedung Bina Mulia 1, ]lH.R. Rasuna Said

Kav.lO, Jakarta Selatan.

7. PT Eres Revco, perusahaan pemasaran produk konsumen dan

kosmetika yang berkantor di Gedung Bina Mulia 1, Jl.H.R.

Rasuna Said Kav.lO, Jakarta Selatan.

8. RT Beauty Care Ltd, menjalankan pabrik produk kosmetika

yang berdiri di atas lahan seluas 1.283,75m2 dan terletak

di Navanakorn Industrial Estate No. 101/18-18/1, Tambon

Klongneung (Klong lTok), Amphur Klongluang, Pathumthani,

Thailand.

9. International Beauty Products Ltd, perusahaan pemasaran

produk konsumen dan kosmetika yang berkantor di Sino Thai

Tower Lt.24, 32/54 Sukhumvit 50121, Bangkok Metropolis,

Thailand 101l0.

Divisi Dislribusi lerdiri dari 5 perusahaan yaitu:

1. PT Perusahaan Dagang Tempo

2. PT Supra Usadhatama

3. PT Tempo Logistics

Ketiga perusahaan Divisi Distribusi tersebut di atas berkantor

pusat di Gedung Bina Mulia 2,Jl.H.R. RasunaSaid Kav.ll,Jakarta

Selatan, memiliki gudang di setiap cabang dan titik penjualan

yang tersebar di 68 kota, baik di ibukota propinsi dan kota

kabupaten di seluruh Indonesia, dengan armada pengiriman

dan penjualan sebanyak kurang lebih 544 kendaraan roda dua

dan 475 unit mobil dan truk.

4. PT Global Eramas, berkantor di Gedung Bina Mulia 1, Jl.H.R.

Rasuna Said Kav.lO, Jakarta Selatan dan bergerak di dua bidang

usaha yaitu Apotik Tempo yang memiliki 5 apotik yang tersebar

di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang &

Bekasi) dan Tempo Direct yang menjual produk - produknya

langsung ke konsumen dengan sistem direct seIling.

5. PT Barclay Products, a marketing company for

consumer products, cosmetics and household

cleaner products, having its office at Gedung

Bina Mulia 1, Jl.H.R. Rasuna Said Kav.10, South

Jakarta.

6. PT Pulau Mahoni, a marketing company for cos­

metics, having its office at Gedung Bina Mulia 1,

Jl.H.R. Rasuna Said Kav.lO, South Jakarta.

7. PT Eres Revco, a marketing company for con­

sumer products and cosmetics, having its office at

Gedung Bina Mulia 1, Jl.H.R. Rasuna Said Kav.lO,

South Jakarta.

8. RT Beauty Care Ltd, operates a cosmetics plant

on 1,283.75m2 of land at Navanakorn Industrial

Estate No. 101/18-18/1, Tambon Klongnellng

(Klong lTok), Amphur Kiongillang, Pathumthani,

Thailand.

9. International Beauty Products Ltd, a marketing

company for consumer products and cosmetics,

having its office at 24th Fl., Sino Thai Tower, 32/54

Sukhumvit 50121 Road, Bangkok Metropolis,

Thailand 101lO.

The Distribution Division comprises of 5 companies:

1. PT Perusahaan Dagang Tempo

2. PT Supra Usadhatama

3. PT Tempo Logistics

These three companies of the Distribution Divison

have their offices al Gedung Bina Mulia 2, Jl.H.R.

Rasuna Said Kav.l1, South Jakarta, operates ware­

houses in each branch and stock points located

throughout in 68 cities, either provincial capital

cities and regencies across Indonesia, with a dis­

tribution fleet of approximately 544 two-wheeled

vehicles and 475 units of cars and trucks.

4. PI Global Eramas, with its office at Gedung Bina

Mulia 1, Jl.H.R. Rasuna Said Kav.lO, South Jakar­

ta. This company operates two businesses, Apotik

Tempo, with 5 pharmacies located throughollt the

Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang

& Bekasi) area, and Tempo Direct, which sel1s


overhead dan operasional melalui kebijakan disiplin anggaran

dan dengan menerapkan kebijakan untuk mengurangi dampak

faktor-faktor risiko yang mempengaruhi Perseroan secara bisnis

dan operasional.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan tantangan­

tantangan yang telah dihadapi oleh Manajemen, kami gembira

bahwa Perseroan telah berhasil mencatat kinerja positif selama

3 tahun berturut-turut. Perkembangan positif tersebut dimulai

pada 2007 dengan Penjualan bersih yang tumbuh sebesar 14,5%

melampaui ambang batas Rp. 3 triliun yang mencapai jumlah

develop the Company's core brand equities had

resulted in the enhancement of the said brand

equities' respective market shares. Moreover,

the Management had managed to maintain

the Company's manufacturing overhead as

well as operating expenses' increases under

control through a budgetary discipline and by

adopting appropriate policies to mitigate risk

factors affecting the Company's businesses and

operations.

Rp. 3.124 milyar, disusul kemudian oleh tahun 2008 dengan Therefore, considering the challenges that the

Penjualan bersih yang tumbuh sebesar 16,3%, dan pada 2009

satu prestasi lagi telah berhasil dicapai dengan pertumbuhan

Penjualan bersih sebesar hampir 24% yang mencapai jumlah Rp.

4.498 milyar, melampaui ambang batas Rp. 4 triliun.

Lebih lanjut, hasil Laba bersih Perseroan adalah setara dengan

kinerja Penjualan bersihnya yang mencapai hampir Rp. 360

milyar dan telah tumbuh sebesar 12,3'X, meskipun adanya

dampak kerugian nilai tukar dana cadangan dalam denominasi

mata uang asing sebagai bagian dari kehijakan keuangan

konservatif Perseroan. Meskipun demikian, Laba hersih tersehut

di atas dalam arti jumlah Rupiah ahsolut adalah jumlah tertinggi

yang pernah dicapai oleh Perseroan.

Dewan Komisaris tetap terfokus pada peran pengawasan untuk

meningkatkan transparansi dalam sistem pelaporan Perseroan,

karena kami percaya bahwa akurasi dan transparansi dalam

pelaporan adalah bagian dari dasar-dasar tata kelola perusahaan

yang haik, dan karenanya harus terus ditingkatkan.

Dewan Komisaris secara teratur mengadakan rapat dengan

Presiden Direktur dan juga dengan anggota-anggota yang lain

dari Direksi untuk memhahas kinerja keuangan Perseroan dan

hal-hal penting lain yang berkaitan dengan pengelolaan dari Per­

seroan. Selain itu, Dewan Komisaris juga telah hertemu dengan

Komite Audit untuk membahas berbagai peraturan pemerintah

yang dapat mempengaruhi bisnis dan operasi Perseroan serta

laporan keuangan Perseroan untuk tahun fiskal 2009.

Dewan Komisaris telah memberikan persetujuannya atas

laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk tahun berakhir

pada 31 Desember 2009 yang diterbitkan oieh kantor akuntan

publik Tanubrata Sutanto & Rekan melalui laporannya tertanggal

25 Maret 2010 No. 206/3-TSP/WS-3/12.09/B.

Management had faced, we are pleased that the

Company had registered 3 years of consecutive

positive performimce. Such positive development

had started from 2007 when its Net sales grew

by 14.5% to surpass the Rp. 3 trillion threshold

amounting to Rp. 3,124 billion, which was then

followed by 2008 when its Net sales grew by 16.3%,

and in 2009 another milestone had been achieved

by its Net sales growth of almost 24% reaching

Rp. 4,498 billion, surpassing the Rp. 4 trillion

threshold.

Furthermore, the Company's Net profit result had

also been commensurate with, to a certain extent,

its Net sales performance amounting to almost

Rp. 360 billion and growing by 12.3% despite the

impact of foreign exchange losses the Company

had incurred on its foreign exchange denominated

reserves funds as part of its conservative financial

policy. Nevertheless, the aforesaid Net profit in

terms of the Rupiah absolute amount was the

highest that the Company had ever achieved.

The Board of Commissioners remained focused on

our supervisory role to promote transparency in

the Company's reporting system, since we believe

that reporting accuracy and transparency is part of

good corporate governance building blocks, and as

such should be continuously enhanced.

The Board of Commissioners had held regular

meetings with the President Director as well as

with other members of the Board of Directors to

discuss the Company's financial performance

and other matters of importance relating to the

management of the Company. In addition, the

;

H

if

if

i

I

'.


Oleh karena itu Dewan Komisaris Perseroan mengusulkan

bahwa Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang akan

datang juga dapat menyetujui laporan keuangan konsolidasi

yang telah diaudit tersebut di atas.

Akhir kata, Dewan Komisaris ingin menyampaikan

penghargaannya kepada Direksi Perseroan, Manajemen, dan

seluruh karyawanlkaryawati untuk semua kerja keras mereka

yang telah berhasil mencapai kinerja luar biasa pada 2009

sebagaimana tersebut dalam Laporan Tahunan Perseroan, dan

tak lupa juga kami menyampaikan terima kasih kepada semua

mitra bisnis Perseroan.

Board of Commissioners had also met with the

Audit Committee to discuss various government

regulations affecting the Company's business and

operations as well as the Company's financial

statements for the fiscal year 2009.

The Board of Commissioners had approved

the Company's audited consolidated financial

statements for the year ending on 31 December

2009 issued by the registered accountant public

Tanubrata Sutanto & Rekan through its report

dated 25 March 2010 No. 206/3-TSP/WS-3/12.09/B.

Therefore the Board of Commissioners proposes

that the upcoming Annual General Meeting

of Shareholders also would approve of the

aforementioned audited consolidated financial

statements.

Finally, the Board of Commissioners wishes to

express its appreciation to the Company's Board

of Directors, Management, and all employees for

all their hard work in achieving an excellent 2009

performance as stated in the Company's Annual

Report and, last but not least, we also extend our

thanks to all of the Company's business partners.


LAPORAN DIREKSI DAN ANALISIS MANAJEMEN

THE BOARD OF DIRECTOR'S REPORT AND

MANAGEMENT'S ANALYSIS

Rangkuman Utama Kinerja Tahun 2009

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha

Esa, atas nama Direksi PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. ("Tempo

Scan"), saya ingin melaporkan tentang hasil keuangan dan

kegiatan usaha Tempo Scan untuk tahun fiskal yang berakhir

pada tanggal31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor

Akuntan Publik Tanubrata Sutanto & Rekan sebagaimana

tercermin dalam laporannya tertanggal25 Maret 2010, Nomor:

206/3-TSP/WS-3/12.09/B.

Pada tahun 2009 Tempo Scan telah mengalami situasi

lingkungan operasional yang relatif lebih baik dibandingkan

yang diantisipasi oleh pihak manajemen, khususnya karena

masyarakat Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa

negeri ini benar-benar telah bertransformasi menjadi bangsa

yang demokratis, karena Indonesia telah berhasil menjalani salah

satu proses pemilihan umum paling kompleks yang melibatkan

banyak partai politik, jlltaan calon pemilih yang tersebar di

ribuan plliau di seluruh wilayah keplllauan Indonesia yang luas.

Lagi pula, proses yang kompleks dalam memilih para anggota

Parlemen Indonesia dan calon Presiden serta Wakil Presiden

telah berhasil diselesaikan dengan cara yang relatif mulus

dan tertib, meskipun telah terjadi beberapa insiden kecil dan

serangan teror lagi terhadap dua hotel internasional utama di

Jakarta, yang menjadi peringatan bahwa tindakan pencegahan

pengamanan terhadap terorisme tidak boleh berkurang.

Pencapaian masyarakat Indonesia tersebut di atas dan pemilihan

kembali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk masa

jabatan kedua dengan Wakil Presiden yang baru terpilih,

Boediono, telah menumbuhkan kepercayaan dalam stabilitas

politik negeri ini dan prospek ekonomi masa depannya.

Sehubungan dengan hal tersebut perekonomian Indonesia telah

menunjukkan ketahanannya pada tahun 2009 dengan tetap bisa

tumbuh sebesar 4,5% terhadap tahun 2008 meskipun adanya .

dampak negatif dari krisis keuangan di negara-negara ekonomi

maju yang dimulai dengan masalah utang subprime debt di

Amerika Serikat.

Pada tahun 2010, kami merasa optimis dengan pandangan

ekonomi Indonesia mengingat cadangan mata uang asingnya

Highlight of 2009 Result

With the blessing of God Almighty, on behalf of PT.

Tempo Scan Pacific, Thk. ("Tempo Scan") Board of

Directors, I wish to report pertaining Tempo Scan's

financial result and business activities for the financial

year ending on 31 December 2009 as audited by the

Accountant Public Finn of Tanubrata Sutanto & Rekan

as reflected in its report dated 25 t-.larch 2010, Number:

206/3-TSP/WS-3/12.09/B.

In 2009 Tempo Scan had experienced an operating

environment that was relatively better compared to

wh..1t the Management had anticipated, particularly

since the Indonesian public had demonstrated to

the world that this country had tmly transformed to

become a democratic nation, because Indonesia had

successfully undertaken one of the most complex elec­

tions processes involving numerous political parties,

millions of voters spread out in thousands of islands

throughout Indonesia's vast archipelago.

Moreover, such complex processes to elect the

Members of Indonesia's Parliamentary and the

Presidential as well as the Vice-Presidential candidates

had been successfully completed in a relatively smooth

and peaceful manner, despite some minor incidents

having occurred and another terror attack against

two major international hotels in Jakarta, which had

served as a reminder that security precautions against

terrorism can not be abated.

The above accomplishment by the Indonesian public

and the reelection of President Susilo Bambang

Yudhoyono for his second term with his new­

ly elected Vice-President Boediono had brought

confidence in the country's political stability and its

future economic prospect. In connection therewith

the Indonesian economy had shown its resilience in

2009 by growing 4.5% versus 2008 despite the nega­

tive impact of the financial crisis in the developed

economies which was started with the subprime debt

problem in the United States.

':' ,


...--------------------------"--_._«

2009 penjualan mereka secara kolektif telah berhasil meningkat

sebesar 20,4% atau jauh di atas laju pertumbuhan dari kelas

terapeutik analgesik untuk orang dewasa yang sebesar 14,8%.

Selanjutnya, kelas terapeutik utama lainnya dimana divisi ini

telah berhasil melakukan penetrasi adalah obat flu untuk orang

dewasa, kategori ini telah tumbuh dengan 12,2% pada tahun

2009 dan mencapai jumlah Rp. 913 milyar. Sehubungan dengan

itu, produk divisi ini yang tergolong relatif baru yaitu bodrex

Flu & Batuk dan juga merek Contrex yang sudah ada, secara

kolektif telah berhasil meningkatkan penjualan sebesar 42,2%

atau di atas Jaju pertumbuhan dari kategori produk ini sebesar

12,2% pada tahun 2009, sehingga pangsa pasar Tempo Scan telah

berhasil meningkat menjadi 8,2'Yo dari 6,3% dalam periode yang

sama tahun lalu.

Selain itu, kinerja merek-merek suplemen kesehatan Tempo Scan

juga telah menunjukkan peningkatan, khususnya dalam segmen

pasar minuman energi di mana penjualan hemaviton Energy

Drink dan hemaviton Jreng secara kolektif telah tumbuh sebesar

9,7% pada tahun 2009 meskipun laju pertumbuhan kategori ini

yang hanyalah marjinal sebesar 0,8%, sebagai akibatnya pangsa

pasar Tempo Scan berhasil naik menjadi 48,7% (berdasarkan

data pasar yang diaudit yang tid


Oi pihak lain, kelompok produk-produk Etikal & Rumah Sakit

dari divisi Farmasi telah mencatat pertumbuhan yang kurang

memuaskan sebesar 7,1% pada tahun 2009 yang adalah lebih

rendah daripada pertumbuhan segmen pasar produk-produk

etikal dari industri Farmasi yang justru meningkat dengan

13,3%. Kelompok ini masih harus melakukan perbaikan kegiatan

operasional internalnya, selain juga harus menghadapi berbagai

peraturan pemerintah yang bertujuan akhir untuk meregulasi

harga-harga obat melalui antara lain, meningkatkan penggunaan

obat-obat generik non-merek, dimulai dari fasilitas-fasilitas

perawatan kesehatan milik pemerintah. Perkembangan lain

yang patut disebutkan di sini adalah bertambah pentingnya

peran dari institusi-institusi sebagai pembeli obat, termasuk

perusahaan asuransi yang terafiliasi dengan pemerintah karena

institusi-institusi tersebut juga akan mengupayakan penurunan

harga obat agar menjadi lebih murah, khususnya harga obat-obat

generik bermerek yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan­

perusahaan farmasi loka!.

Sarna halnya pada tahun 2009, departemen Bisnis Internasional

dari divisi Farmasi telah menunjukkan kinerja di bawah yang

diharapkan dengan Penjualan bersih yang tumbuh hanya

dengan kurang dari 6'1." kinerja tersebut disebabkan antara lain

oleh masalah yang telah dihadapi oleh departemen ini dalam

upayanya memasuki pasar Filipina, dan karena situasi politik

yang tidak stabil, di samping juga keadaan dimana peraturan

pemerintah yang sulit diprediksi di Nigeria yang selama ini

merupakan pasar tujuan ekspor penting bagi banyak perusahaan

farmasi Indonesia.

Mengingat hal-hal di atas, hasil Laba kotor divisi Farmasi

Tempo Scan pada tahun 2009 telah mencapai jumlah Rp. 951,8

milyar atau peningkatan sebesar 16,3% yang berada sedikit

di bawah laju pertumbuhan Penjualan bersih, hal mana telah

menyebabkan marjin Laba kotornya tidak berubah dan tetap

berada pada 59,6'¥o, sementara kontribusi Laba kotornya terhadap

Laba kotor konsolidasi Tempo Scan sedikit menurun menjadi

56,8% pada tahun 2009, menurun dari 57,9% dalam periode yang

sarna tahun sebelumnya.

Hasil di atas terutama didukung oleh kelompok Consumers

Health products, divisi ini yang Laba kotornya telah meningkat

dengan 17,8% dan mencapai jumlah Rp. 840,4 milyar sehingga

dapat mempertahankan marjin Laba kotornya pada tingkat di

atas 61 'Yo. Selain ilu, departemen Bisnis Internasionalnya juga

telah mencatat peningkatan Laba kotor sebesar 15,2%, sehingga

dapat menjadikan marjin Laba kotomya menjadi 52% pada tahun

On the other hand, the Pharmaceutical division's

Ethical & Hospital products group had registered a

lackluster growth of 7.1% in 2009 which was lower

than the Pharmaceutical industry's ethical pro­

ducts market segment which had increased by

13.3%. This group had yet to undertake its internal

operation activities improvement, in addition, it

also needed to deal with various government re­

gulations that ultimately aimed to regulate drugs

prices through among other things promoting

the use of non-branded generic drugs starting in

government owned health care facilities. Another

development worth mentioning was the growing

importance of institutional buyers of drugs including

insurance companies, including those institutions

being affiliated with the government would also

drive drugs prices lower, particularly the prices of

branded generic drugs mostly belonging to the local

pharmaceutical companies.

Similarly in 2009, the Phannaceutical division's

International Business deparhnent had delivered below

expectation perfonnance with its Net sales growing

only by almost 6%, such perfornlance being, among

others attributed to the problem that this department

had encountered in its inroad into the Philippine

market, as well as to the unstable political sihlation, in

. , - ,

addition also to the regulatory environment difficult to

predict in Nigeria which had ah\'


I

1

I

dihasilkannya, antara lain produksi sabun telah meningkat

dengan hampir 20%, produk-produk kemasan plastik dan

household products telah meningkat masing-masing dengan

16% dan 13%, sementara kuantitas produksi kosmetik yang

diproduksinya telah menurun dengan 5%, antara lain,

disebabkan oleh impor yang lebih banyak dalam bentuk produk

jadi untuk kosmetik under license pada tahun 2009.

Sehubungan dengan yang tersebut di atas, MOH CPC

manufacturing group hanya meningkat secara moderat

sebesar 1,9% terutama disebabkan oleh kelompok biaya gaji

yang meningkat sebesar 10,9%, dimana kelompok biaya

tersebut memberikan kontribusi sebesar 55,3% terhadap MOH

CPC manufacturing group. Namun biaya utilities untuk

manufacturing ini mengalami penurunan yang signifikan

sebesar 15,6°,{, dikarenakan oleh harga bahan bakar yang lebih

rendah pada tahun 2009.

Analisa Keuangan

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, di tahun 2009 Tempo

Scan telah membukukan rekor Penjualan bersih konsolidasi yang

menembus angka Rp 4 triliun dan berjumlah hampir Rp. 4,50

triliun atau tumbllh 23,8%, dimana pertumbllhan ini terutama

disumbangkan oleh divisi Distribusi yang tumbuh 34,1%, diikuti

oleh divisi Produk Konsumen & Kosmetika dan divisi Farmasi

yang masing-masing tumbllh 18,5'X, dan 16,5%.

Sedangkan urutan kontributor Penjualan bersih yang terbesar

adalah divisi Distribusi 42%, divisi Farmasi 35,5% dan diikuti

oleh divisi Produk Konsumen dan Kosmetika 22,5%. Karena

kontribusi dan pertumbuhan Penjualan bersih divisi Distribusi

adalah yang tertinggi dari kedua divisi lainnya, sementara

marjin laba kotor divisi Distribusi secara relatif adalah

yang terendah dari kedua divisi lainnya, dengan demikian

menyebabkan marjin Laba kotor konsolidasi Tempo Scan di

tahun 2009 turun sebesar 1,7% sehingga marjin Laba kotor

konsolidasi menjadi 37,3% dan laba kotor konsolidasi yang

diperoleh berjumlah Rp 1.675,58 milyar.

Laba usaha konsolidasi Tempo Scan tahun 2009 berhasil tumbuh

sebesar 22,6% dibanding periode yang sarna tahun sebelumnya

dan berjumlah Rp.445,55 milyar, pertumbuhan tersebut

setara dengan kinerja penjualan bersih konsolidasi Tempo

Scan. Hal ini mencerminkan keberhasilan Tempo Scan dalam

pengendalian biaya operasional dan kemampuan manajemen

mengelola berbagai pos biaya perusahaan sesuai anggaran

yang telah ditetapkan, tampak dari rasio laba usaha konsolidasi

Moreover, the CPC manufacturing group had

registered increases in its quantity produced, among

other things, its soap production had increased by

almost 20%, its plastics packaging and household

products having respectively increased by 16% and

13%, whilst its cosmetics products quantity produced

had declined by 5%, this being, among other things,

due to bigger imports of finished goods for licensed

cosmetics in 2009.

In connection with the above, the CPC manufacturing

group's MOH had increased moderately by 1.9%

mainly due to its salary and wages cost group which

grew by 10,9% when the said cost still contributing

55.3% against this manufacturing group's MOH.

Whilst the utilities cost of this manufacturing group

had declined significantly by 15,6% due to the lower

fuel price in 2009.

Financial Analysis

As described above, Tempo Scan's consolidated net

sales in 2009 reached a record breaking figure of

above Rp. 4 trillion and almost achieved Rp. 4.50

trillion, or a growth of 23.8%, primarily owing to the

34.1% growth of the Distribution division, followed

by the Consumer Products and Cosmetics division

and the Pharmaceutical division's respective growth

of 18.5% and 16.5%.

Contribution from the three divisions' net sales

was, in descending order, 42% from Distribution

division, 35.5% from Pharmaceutical and 22.5% from

Consumer Products and Cosmetics division. Since the

Distribution division achieved highest net sales and

was the largest contributor of the consolidated net

sales, whilst its gross profit margin was relatively lower

in comparison to the other divisions, as a result Tempo

Scan's consolidated gross profit margin in 2009 was cut

by 1.7%, becoming 37.3% and total consolidated gross

profit amounted to Rp. 1,675.58 billion.

In 2009, Tempo Scan successfully grew its consol­

idated operating profit by 22.6% compared to the

corresponding period last year, amounting to

Rp. 445.55 billion. This increase was commensurate

with Tempo Scan's net consolidated sales perfor­

mance and is an indication of further improvement

in the management's ability to control operating


'j

Tempo Scan terhadap penjualan bersih konsolidasi yang

dapat dipertahankan pada kisaran yang sarna seperti tahun

sebelumnya yaitu sekitar 10%.

Tempo Scan membukukan Laba bersih konsolidasi tertingginya

di tahun 2009 sebesar Rp. 360 miIyar, atau meningkat 12,3%

dibanding periode yang sarna tahun sebelumnya. Prosentase

pertumbuhan ini tidak dapat menyamai laju pertumbuhan

Penjualan bersih konsolidasi dan Laba usaha konsolidasi, antara

lain karena menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS

dan Euro dimana sebagian dana cadangan kas dan setara kas

Tempo Scan terdenominasi dalam kedua mata uang tersebut.

Akan tetapi apabila rugi selisih kurs ini tidak diperhitungkan

maka Laba bersih konsolidasi Tempo Scan tahun 2009 akan naik

sebesar 26% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di tahun 2009, "Earning Before Interest, Tax, Depreciation

& Amortization" (EBITDA) Tempo Scan mencapai rekor

pertumbuhan sebesar 21,3'}'0 dibanding periode yang sarna tahun

sebelumnya, mencapai Rp. 525,3 milyar.

Tempo Scan juga mampu mempertahankan posisi Neraca yang

solid dimana pada tanggal31 Desember 2009 jumlah Aktiva naik

menjadi Rp. 3,3 trilil1n dan jl1mlah Ekuitas bersih meningkat

menjadi Rp. 2,4 triliun. Demikian pula rasio jumlah Laba bersih

terhadap jumlah Aktiva dan rasio jumlah Laba bersih terhadap

jumlah Ekuitas bersih meningkat dari tahun sebelumnya dimana

masing-masing menjadi 11'};', dan 14,9%. Sementara itu rasio

jumlah Kewajiban terhadap jumlah Aktiva dan rasio jumlah

Kewajiban terhadap jumlah Ekuitas bersih tahun 2009 masing­

masing bertahan pada tingkatan 24,9% dan 33,7%.

Sebagai langkah antisipasi untuk kepentingan pengembangan

usaha di masa mendatang Tempo Scan menjaga dana

cadangan yang dimiIikinya secara bijaksana. ]umlah Kas dan

Setara Kas serta Investasi jangka pendek di tahun 2009 telah

bertumbuh sebesar 16,6% dan berjumlah Rp. 1,2 triliun, hal ini

menunjukkan keberhasilan yang berkelanjutan dari manajemen

dalam pengelolaan arus kas operasional.

expenses and to adhere to budgetary discipline in

various cost centers within the corporation. This

success is apparent from Tempo Scan's consolidated

operating profit ratio to consolidated net sales figures,

which was maintained at around 10%, or the same as

the previous year.

Tempo Scan recorded the highest ever consolidated

net profit in 2009, amounting Rp. 360 billion, or an

increase of 12.3% compared to the corresponding

period last year. This percentage increase did not

commensurate with Tempo Scan's consolidated net

sales and operating profit growth rate mainly due to

the strengthening of Rupiah against US Dollar and

Euro, wherein a part of Tempo Scan's cash reserves

are denominated. Nevertheless, in the absence of such

foreign exchange loss Tempo Scan's core Net Profit

would have increased by 26°,{) compared to last year.

In 2009, Tempo Scan's "Earnings Before Interest, Tax,

Depreciation & Amortization" (EBITDA) reached

an unprecedented growth of 21.3% compared to the

corresponding period last year, achieving of Rp. 525.3

billion.

Tempo Scan was also able to maintain a solid balance

sheet throughout 2009. As at 31 December 2009,

its assets went up to Rp. 3.3 trillion and net equity

increased to Rp. 2.4 trillion. Similarly, the ratio of

net profit to asset and ratio of net profit to equity

increased from the previous year to become ll'i';' and

14.9%, respectively. Meanwhile, Debt to Asset ratio

and Debt to net Equity ratio in 2009 were respectively

maintained at 24.9% and 33.7%.

In anticipation of its future business expansion,

Tempo Scan is prudently maintaining reserve funds.

The amount of amount of cash and cash equivalents

and short-term investments in 2009 has grown by

16.6% and amounting to Rp.1.2 trillion, reflecting

continuous improvement in the management's

capability to manage operating cash flow.


TANGGUNG JAWAB DAN KEGIATAN SOSIAL

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

0": Semenjak berdirinya Grup Tempo pada tahun 1953, Tempo

Scan dapat tumbuh dan berkembang berkat kepercayaan dan

dukungan berbagai pihak khususnya dari masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu tanggung jawab dan kegiatan sosial yang

dilakukan oleh Tempo Scan diwujudkan dengan menyalurkan

kembali sebagian dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan

usahanya di Indonesia untuk membantu masyarakat terutama

mereka yang berasal dari golongan ekonomi lemah.

Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial kepada

masyarakat maka Tempo Scan melalui produk bodrex, obat

sakit kepala yang telah lebih dari 40 tahun diterima dan

dipercaya oleh masyarakat Indonesia yang juga telah berhasil

meraih berbagai penghargaan seperti Kepuasan Pelanggan,

Best Brand, TOP Brand dan penghargaan lain yang telah

disebutkan sebelumnya, membentuk tim "bodrex Reaksi

Cepat" (bRC) untuk meringankan beban masyarakat yang

tertimpa bencana serta membantu berbagai masalah kesehatan

dalam masyarakat. Kegiatan bRC diantaranya adalah aksi

sosial sebagai reaksi cepat tanggap terhadap bencana alam di

berbagai daerah di Indonesia, seperti gempa, letusan gunung

berapi, longsor, banjir dan lainnya, berupa bantuan pengadaan

tenda-tenda pengungsian, dapur umum, posko kesehatan,

pengobatan gratis serta bantuan obat-obatan. Selain itu bRC

secara reguler juga memberikan bantuan antara lain dalam

pengadaan fasilitas dan penyuluhan posyandu, penyuluhan

kesehatan sekolah dan narkoba, kegiatan donor darah serta

pengobatan gratis untuk area yang sulit dijangkau.

Sedangkan tanggung jawab dan kegiatan sosial melalui produk

hemaviton yang merupakan rangkaian produk multivitamin &

mineral dan suplemen kesehatan, diwujudkan melalui program

sosial "Indonesia Tersenyum". Program sosial Indonesia

Tersenyum sesuai dengan misinya yaitu memberikan bantuan

kesehatan kepada bayi dan anak-anak yang menderita kelainan

bawaan seperti Ventricle Septal Defects, Laryngomalacia, Atresia

Esophagus, Atresia Ani, Palato Cephalo Schisis, Hydrocephalus

dan lainnya, yang berasal dari keluarga-keluarga Indonesia

yang kurang mampu dengan tujuan mengembalikan senyum

pada mereka. Program sosial Indonesia Tersenyum memulai

kegiatannya pada bulan Juni 2007 dan hingga tanggal31

Since the inception of the Tempo Group in 1953,

Tempo Scan has grown and developed with

the unwavering trust and support of various

stakeholders, specially the people of Indonesia.

Therefore, it is only appropriate that Tempo Scan

give back to the community part of its earnings

from business endeavors in Indonesia, particularly

to help the less fortunate members of the society.

One form of social responsibility action to the

community, Tempo Scan formed "The bodrex

Rapid Response" or "bodrex Reaksi Cepat" (bRC)

team to provide relief to communities affected

by disasters and helps alleviate various health

problems in the society. 'bodrex' is the Company's

leading brand of headache medication which

has earned more than 40 years of trust from the

people of Indonesia, and has won numerous

awards, including for Customer Satisfaction,

Best Brand, Top Brand and other awards

preViously mentioned. The bRC activities include

providing rapid response to various areas hit by

natural disasters such as earthquakes, volcanic

eruptions, landslides, floods and others, all across

Indonesia. The team supplies evacuation tents,

public kitchens, infirmaries, free treatment and

medication. In addition, the bRC provides regular

assistance, among others by providing public

health care facilities and guidance, seminars on

health and drugs at schools, organizing blood

donation campaigns and providing free medicine

to remote areas.

Social responsibilities and activities through

the hemaviton range of products, which

comprise multivitamins and minerals and health

supplements, were manifested through "The

Smiling Indonesia" or "Indonesia Tersenyum"

social program. The mission of the Smiling

Indonesia social program is to help infants and

children of less-fortunate Indonesian families


Desember 2009 telah memberikan bantuan kepada 261 bayi

dan anak-anak dengan usia antara 0 sampai 12 tahun yang

berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa

Timur, Lampung dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Perawatan medis dan tindakan pembedahan yang dilakukan

antara lain bedah jantung, bedah plastik non sumbing, bedah

plastik sumbing, bedah saluran pencernaan, bedah saraf, bedah

vaskuler, mata, dan THT.

Tempo Scan yang diwakili oleh salah satu anak perusahaannya

yaitu PT Pulau Mahoni dengan membawa merek Estee Lauder,

Clinique dan Aramis & Designer Fragrances menjalin kerjasama

dengan "Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta" (YKPJ) dalam

kegiatan-kegiatan yang bertujuan memberikan kesadaran sedini

mungkin kepada setiap wanita dan para gadis tentang perlunya

melakukan deteksi terhadap kesehatan payudaranya. Kerjasama

ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Tempo

Scan akan kesehatan wanita.

Tanggung jawab sosial yang sudah dilakukan bukan saja untuk

masyarakat luar namun Tempo Scan juga peduli dan berempati

atas kesulitan yang dialami karyawan dan karyawatinya.

Tanggung jawab sosial internal ini berupa suatu program

yang diberi nama "Tempo Life Savers" (TLS). Suatu program

sosial yang ditujukan untuk memberi bantuan medis maupun

keuangan untuk pengobatan atau perawatan akibat penyakit

yang membahayakan jiwa seperti gagal ginjal, stroke, serangan

jantung, kanker dan lainnya bagi karyawan/karyawati dan

anggota keluarga yang tidak memiliki jaminan asuransi

kesehatan sarna sekali, anggota keluarga yang dimaksud adalah

keluarga inti atau sedarah yaitu suami/istri, anak, orang tua,

kakak dan adik kandung.

suffering from congenital abnormalities such as

Ventricle Septal Defects, Laryngomalacia, Atresia

Esophagus, Atresia Ani, Palato Cephalo Schisis,

Hydrocephalus and others with the humble desire

to bring back smiles to these families. The Smiling

Indonesia social program began in June 2007 and

by 31 December 2009 has helped better the lives of

261 infants and children of between 0 to 12 years

from DKI Jakarta, Banten, West Java, Central Java,

East Java, Lampung and a number of othe'r regions

in Indonesia. Among the medical and surgical

treatments carried out were heart surgery, non­

cleft plastic surgery, cleft plastic surgery, digestive

tract surgery, neurosurgery, vascular surgery, eyes

and ear-nose-throat surgeries.

Tempo Scan, represented by one of its subsidiaries,

PT Pulau Milhoni, holder of the brands Estee

Lauder, Clinique and Aramis & Designer

Fragrances, collaborated with "The Jakarta Breast

Health Foundation" or "YaYilsan Kesehatan

Payudara Jakarta" (YKPJ) in organizing activities

aimed at providing all adult and adolescent

women with early awareness for the need to

perform self-examination of breast health. This

cooperative venture is an expression of Tempo

Scan's concern and social responsibility towards

the wellbeing of women in general.

Tempo Sc,m'5 charitable undertakings were

not limited to the external community. The

Company shows equal care and empathy for the

difficulties experienced by its employees. This

internal social responsibility presents itself in a

program called "Tempo Life Savers" (TLS). TLS

is a social program intended to provide medical

and financial assistance for the care or treatment

of life-threatening diseases such as kidney

failure, stroke, heart attack, cancer and the others

to employees and family members who are not

covered by health insurance. Family members refel

to the nuclear family or blood relatives, Le. spouse,

children, parents and siblings.


TATA KELOLA PERUSAHAAN

CORPORATE GOVERNANCE

Dewan Komisaris Board Of Commissioners

Per tanggal 31 Desember 2009, As at 31 December 2009 the composition of

susunan Dewan Komisaris adalah: the Board of Comissioners is as follows:

Presiden Komisaris Dian Paramita Tamzil President Commissioner

Komisaris & Komisaris Independen Wisnu Katim Commissioner

Olga Asihjati Adjiputro Wijaya & Independent Commissioner

Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan The Board of Commissioners' task is to supervise

pengawasan atas tindakan Direksi Perseroan the Board of Directors' actions pertaining the

terkait dengan kepengurusan usaha Perseroan. management of the Company's business.

Selanjutnya tugas dan wewenang Dewan Komisaris Furthermore the tasks and authorities of the

sebagaimana diuraikan dalam Anggaran Dasar Perseroan Board of Commissioners are as described in

serta peraturan dan undang-undang yang berlaku. the Company's Articles of Association and the

Besarnya honor Dewan Komisaris ditetapkan

prevailing laws and regulations.

oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. The amounts of honorarium for the Board of

Dewan Komisaris berkomunikasi dengan Direksi

Perseroan secara rutin sesuai dengan kebutuhan untuk

Commissioners are determined by the General

Meeting of Shareholders of the Company.

melakukan tugas Dewan Komisaris. The Board of Commissioners regularly

communicate with the Company's Board of

Directors as and when required to perform its

responsibilities.

Komite Audit Audit Committee

Per tanggal 31 Desember 2009 para As at 31 December 2009 the members

anggota Komite Audit adalah : of the Audit Committee are:

I

t Ketua Komite Audit Olga Asihjati Adjiputro Wijaya Chairman of the Audit Committee

Anggota Komite Audit Buchari Hanafi, SH Member of the Audit Committee

Ulian T. Malik

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit: The Task and Responsibility of the Audit Committee:

Tugas Komite Audit adalah (1) memberikan pendapat kepada The Audit Committee's tasks are (1) to provide its

Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal lain yang opinion to the Board of Commissioners pertaining

disampaikan Direksi Perseroan kepada Dewan Komisaris, (2) to the reports or other matters submitted by the

mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Company's Board of Directors to the Board of

Komisaris dan (3) memberitahukan Dewan Komisaris tentang Commissioners, (2) to identify matters which need

peraturan yang dikeluarkan pihak yang berwenang sehubungan the Board of Commissioners' attention and (3) to


dengan usaha Perseroan.

Komite Audit sewaktu-waktu bertemu dengan Dewan Komisaris

bilamana dianggap perlu oleh Dewan Komisaris.

Komite Audit secara rutin melaporkan kepada

Dewan Komisaris tentang hal-hal yang adalah tugas Komite

Audit.

Direksi

Per tanggal31 Desember 2009, susunan

Direksi Perseroan adalah:

inform the Board of Commissioners regarding

regulations promulgated by the appropriate

authorities related to the Company's business.

The Audit Committee from time to time meets

with the Board of Commissioners as and when

requested by the Board of Commissioners.

The Audit Committee regularly reports to the

Board of Commissioners matters which are the

responsibilities of the Audit Committee.

Board of Directors

As at 31 December 2009, the composition of

Company Board of Directors is as follows:

Presiden Direktur Handojo Selamet Muljadi President Director

Wakil Presiden Direktur Paulus Harianto Vice President Director

Direktur Diana Wirawan

Dewi Murni Sukahar

Ratna Dewi Suryo Wibowo

Sesuai Anggaran Dasar Persenxln, tugas utama Direksi

adalah melakukan pengurusan kegiatan usaha dengan

mengelola aktiva dan sumber daya yang dimiliki untuk

kepentingan dan tujuan Perseroan.

Dalam melaksanakan tugasnya, di bawah pengawasan Dewan

Komisaris, Direksi bertanggung jawab kepada Pemegang Saham

Struktur Organisasi Tingkat Senior Manajemen 2009

President Director

Irawati Sutanto Directors

Phillips Gunawan

Dondi Sapto Margono

Pursuant to the Company's Articles of Associ,1tion,

the primary responsibility of the Board of Direc­

tors is to administer the Company's business by

managing its assets and resources for the good of

and in the best interest of the Company.

The Board of Directors performs its duties under

Senior Management Organization Structure 2009

Corporate Managing Director Managing Director Managing Director Manu faclu ri 11.'

Secretary Pharma Div Distribution Division Consumer Products & Operation Din

Operation Group Cosmetics Division

Sr. Sales Group Head Business Unit Head(s)

Distribution Division Licensed Cosmetics


i •

I

melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan

minimal sekali setahun dengan memberikan laporan perihal

jalannya Perseroan dan tata kelola keuangan untuk tahun buku

yang baru berlalu. Rapat Direksi dilakukan

setiap waktu bilamana dipandang perlu.

Besarnya gaji Direksi ditentukan dari

waktu ke waktu oleh Dewan Komisaris.

Sekretaris Perusahaan

Sek.retaris Perusahaan berperan sebagai penghubung (Liaison

Officer) dalam hal menciptakan jalur komunikasi yang efektif

antara regulator dan pemegang saham dengan Perseroan.

Sekretaris Perusahaan bertugas memastikan bahwa Direksi

mengetahui perkembangan peraturan-peraturan Pasar Modal

dan juga memastikan kepatuhan Perseroan pada peraturan dan

ketentuan yang berlaku di Pasar Modal. Selain itu Sekretaris

Perusahaan berperan memberikan informasi dan laporan kepada

para pemodal atau masyarakat umum sehubungan dengan

kegiatan-kegiatan dan kinerja Perseroan sebagai perusahaan

publik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kegiatan-kegiatan Perseroan yang dimaksud antara lain adalah

Finance Director

penyelenggaraan paparan publik dan rapat umum tahunan

atau rapat umum luar biasa bagi para pemegang saham serta

pengumuman informasi keuangan secara tertulis kepada

masyarakat dalam media cetak atau elektronik sesuai dengan

Pharma Div, CPC Div &

Support Units Div

peraturan yang berlaku.

Pada tanggal31 Desember 2009, Sekretaris Perusahaan

Perseroan dijabat oleh Dewi Murni Sukahar, yang juga

sebagai Direktur Perseroan.

the supervision of the Board of Commissioners,

being accountable to the Shareholders through the

General Meeting of Shareholders held at least once a

year, whereby it submits a report on the Company's

operations and financial management for the finan­

cial year recently ended. Board of Directors meet­

ings are conducted at any time deemed necessary.

Remuneration for the Board of Directors is estab­

lished regularly by the Board of Commissioners.

Corporate Secretary

The Corporate Secretary acts as Liaison Officer,

ensuring effective communication is maintained

between the Company and the regulatory bodies

and shareholders.

The Corporate Secretary is responsible for en­

suring that the Board of Directors, are well

informed about capital market regulations as

well as corporate compliance with prevailing

Capital Market rules and regulations. The Cor­

porate Secretary also provides investors and the

public shareholders with information and re­

ports pertaining to the Company's activities and

performance as a publicly listed company in accor­

dance with the prevailing regulations.

These activities include organizing public exposes,

annual general meetings or extraordinary

meeting of shareholders and posting of public

announcements on its financial informations

through various printed or electronic media in

accordance with the prevailing regulations.

As of December 31, 2009, the Company's Corporate

Secretary is Dewi Murni Sukahar, who also acts as

the Company's Director.

Finance Director Human Resources & General Operation Director

Ditribution Division & Affairs Director Pharma Div & Procurement Group

Treasury Corporate

Human Resources Head(s)

Distribution Div, CPC Div,

Support Units Div


Sistem Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal diawali dengan adanya uraian

jabatan dari setiap karyawan sesuai jabatan yang berupa

penjabaran ruang lingkup pekerjaan, tugas dan tanggung jawab

setiap karyawan. Dalam mengendalikan kegiatan operasionalnya

Perseroan memiliki "Standard Operating Procedures" sebagai

dasar pegangan seluruh kegiatan operasional agar berjalan

sesuai ketentuan dan kebijakan Perseroan, di mana salah

satu peran penting dari Audit Internal dalam pengendalian

operasional Perseroan adalah memastikan bahwa penerapan

"Standard Operating Procedures" telah dilaksanakan sesuai

dengan yang telah ditetapkan.

Selain itu Perseroan melaksanakan disiplin anggaran/budget

pada tingkat unit usaha, tingkat divisi dan terintegrasi sampai ke

tingkat induk usaha Perseroan. Di samping itu, Perseroan juga

mengelola biaya-biaya operasional secara terpadu antara lain

melalui penerapan sistem manajemen informasi terpadu dengan

menggunakan piranti lunak SAP untuk aplikasi distribusi dan

produksi farmasi.

Kinerja unit usaha dianalisa secara berkala mengacu pada

anggaran/budget dari unit usaha terkait, untuk mengevaluasi

dan memastikan realisasi usaha telah sesuai dengan tujuan

Perseroan yang tertuang dan dijabarkan pada anggaran/budget

masing-masing unit usaha. Kinerja unit usaha tersebut juga

merupakan faktor utama untuk menilai kinerja karyawan

pada unit usaha terkait, dengan demikian hasil kinerja masing­

masing unit usaha yang mengacu pada anggaran/budget yang

telah ditetapkan tersebut juga mencerminkan kinerja dari para

karyawannya.

Internal Control System

The basis for the Company's internal control system

is the individual job description and respective

position of each employee. These comprise details

on each employee's scope of work, duties and

responsibilities. The Company maintains control of

its operations using Standard Operating Procedures

as guidelines for conducting all business activities

to ensure that these are performed in compliance

with prevailing Company's policies and regulations.

A key role of the Company's Internal Audit unit is

to credibly ascertain that the implementation of the

Standard Operating Procedures are performed in

line with the established Company's policy.

Additionally, the Company applies integrated

budgetary control at the business unit, divisional

and core business levels. The Company also

manages operating costs in an integrated manner,

among others through an integrated information

management system using the SAP software

applications for distribution and pharmaceutical

production appl ications.

The performance of a particular business unit is

analyzed on a regular basis adhering to its specific

budgetary guidelines, to evaluate and ensure that

the business is conducted in line with the Company's

goals set forth in the respective unit's budget. The

performance of each individual business unit is the

main key for conducting performance appraisals

on its employees, hence the performance of each

business unit adhering to its specific budgetary

guidelines also reflects its employees' performance.


Kata Penutup

Besar harapan kami bahwa kinerja Tempo Scan di tahun 2009

dapat memenuhi harapan dad para pemegang saham dan

pihak-pihak lain yang terkait, dan Direksi telah memberikan

penjelasan tentang strategi bisnis dan upaya-upaya yang telah

dilakukan oleh Direksi dan segenap jajaran manajemen Tempo

Scan di tahun 2009.

Namun memang tidak mudah mempertahankan kinerja Tempo

Scan selama hampir 15 tahun berkiprah sebagai perusahaan

publik sejak tahun 1994 dengan banyaknya tantangan yang

datang dalam berbagai ragam.

Akhir kata, kami menyampaikan ungkapan terima kasih serta

penghargaan yang tulus kepada seluruh jajaran manajemen dan

segenap karyawan/wati Tempo Scan atas dedikasi serta loyalitas

yang mereka berikan kepada perusahaan, sehingga Tempo Scan

bisa tetap berkiprah dan sukses hingga saat inL

Demikian pula, penghargaan kami kepada para pemegang

saham Tempo Scan, Dewan Komisaris, mitra usaha dan pihak

terkait lainnya atas dukungan yang telah diberikan kepada kami.

Closing Message

It is our hope that Tempo Scan's performance in

2009 may meet the expectations of the Company's

shareholders and all its related parties, and the

Company's Directors' offering hereby an explanation

as to the business strategy and actions taken by

Tempo Scan's Directors and Management in 2009.

Maintaining Tempo Scan's performance during

the period of 15 years after its becoming a public

company in 1994, however, had not been an easy

task, considering the multitude of challenges in their

various forms being encountered by the Company.

In closing, we wish to convey our sincere thanks

and appreciation to the Management and to

all employees/workers of Tempo Scan for the

dedication, and for the unwavering loyalty, shown

by them to the Company, contributing thereby to

the performance and success of Tempo Scan.

And we also wish to confer our appreciation

to Tempo Scan's shareholders, Board of

Commissioners, business partners and related

parties for their support to the Company.

More magazines by this user
Similar magazines