Views
3 years ago

putusan nomor : 229 k/ag/2007 bismillahirrahmanirrahim demi ...

putusan nomor : 229 k/ag/2007 bismillahirrahmanirrahim demi ...

880/Pdt.G/2005/PA.Pwd.,

880/Pdt.G/2005/PA.Pwd., dengan perbaikan diktum 2 huruf b dalam Rekonvensi, sehingga berbunyi sebagai berikut : - 2.b. nafkah iddah sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) ; Dalam Konvensi dan Rekonvensi : - Membebankan kepada Pembanding untuk membayar biaya permohonan banding sebesar Rp. 175.000,- (saratus tujuh puluh lima ribu rupiah) ; Bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Termohon/Pembanding pada tanggal 8 Pebruari 2007 kemudian terhadapnya oleh Termohon/Pembanding diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 12 Pebruari 2007, sebagaimana ternyata dari akta permohonan kasasi Nomor : Nomor : 880/Pdt.G/2006/PA.Pwd., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Agama Purwodadi, permohonan tersebut kemudian disusul oleh memori kasasi yang memuat alasan-alasannya, yang diterima di kepaniteraan Pengadilan Agama tersebut pada tanggal 13 Pebruari 2007 ; Bahwa setelah itu oleh Pemohon/Terbanding yang pada tanggal 21 Pebruari 2007, telah diberitahukan tentang memori kasasi dari Termohon/ Pembanding, diajukan jawaban memori kasasi yang diterima oleh Kepaniteraan Pengadilan Agama Purwodadi tersebut ; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya yang telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formil dapat diterima ; Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah : 1. Bahwa perkara anatara Pemohon dan Termohon diajukan dalam tenggang waktu yang sesuai untuk itu permohonan kasasi wajib diterima ; 2. Bahwa putusan judex facti tidak mencerminkan keadilan bagi pencari keadilan untuk itu wajib dibatalkan ; 3. Bahwa judex facti dalam putusanya belum memenuhi hukum dan tata cara sebagaimana ditentukan perundang-undangan dan tidak mempertimbangkan kenyataan dan fakta yang telah terdapat di dalam persidangan ; 4. Bahwa judex facti Pengadilan tinggi Agama keliru memperbaiki diktum nomor 2. b., karena apabila ada perbedaan antara penyebutan angka dan tulisan huruf, maka yang harus dikuatkan adalah tulisan hurufnya, tidak tulisan angkanya ; Hal 4 dari 8 hal. Put. No. 229 K/AG/2007.

5. Bahwa Pengadilan Agama Purwodadi telah keliru mengenai harta bersama yang ditetapkan hanya sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), padahal harta bersama Pemohon dan Termohon sebesar Rp. 9. 550.000,- (sembilan juta lima ratus ribu rupiah) dan hal ini juga telah dikuatkan oleh saksi-saksi Pemohon Kasasi ; 6. Bahwa Pengadilan Agama Purwodadi keliru dan tidak adil yang hanya membebankan nafkah lampau kepada Terbanding selama 6 bulan sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), padahal pensiun dari Termohon Kasasi setiap bulan sebesar Rp. 1.300.000,- (satu juta tiga ratus ribu rupiah) ditambah dengan hasil dari bertani setiap tahun kurang lebih sebesar Rp. 4.275.000,- (empat juta dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); 7. Bahwa Pengadilan Agama juga keliru dan tidak adil dalam menetapkan nafkah iddah selama 3 bulan sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), karena tidak sesuai dengan hasil pensiun dan bertani dari Termohon Kasasi sebagaimana tersebut dalam angka 6 memori di atas ; 8. Bahwa Pengadilan Agama keliru dan tidak adil dalam menetapkan mut’ah sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), karena Pemohon Kasasi tidak nusyus dan masih melayani Termohon Kasasi sebagaimana suamiistri yang sah, dan timbulnya perpisahan karena Pemohon Kasasi dititipkan kepada keluarga oleh Termohon Kasasi ; 9. Bahwa Pengadilan Agama Purwodadi keliru dalam pertimbangan hal 10, padahal Pemohon dan Termohon masih melakukan hubungan suami-istri dan bermesraan seharian baik di jalan maupun di hotel ; 10. Bahwa tidak benar pertimbangan judex facti yang mengatakan Pemohon Kasasi meminta mut’ah sebesar Rp. 22.000.000,- (dua puluh dua juta rupiah), hal itu adalah tidak seuai dengan kenyataan di persidangan ; 11. Bahwa putusan judex facti belum menggambarkan proses berperkara yang baik dan benar, karena permasalahannya belum terungkap dengan lengkap dan tidak sesuai dengan fakta yang ada, lagipula Pemohon dan Termohon masih rukun dan damai ; Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat: Mengenai alasan ke 1 sampai dengan ke 11 : Bahwa alasan-alasan ini tidak dapat dibenarkan karena Pengadilan Tinggi Agama Semarang tidak salah menerapkan hukum, lagi pula hal ini Hal 5 dari 8 hal. Put. No. 229 K/AG/2007.

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : - Sekretariat Pengadilan Pajak
Putusan Pengadilan Pajak Nomor :