01.05.2013 Views

BUKU PETUNJUK TEKNIK tentang GELADI POSKO II - Pusdikif

BUKU PETUNJUK TEKNIK tentang GELADI POSKO II - Pusdikif

BUKU PETUNJUK TEKNIK tentang GELADI POSKO II - Pusdikif

SHOW MORE
SHOW LESS

Create successful ePaper yourself

Turn your PDF publications into a flip-book with our unique Google optimized e-Paper software.

TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

KONFIDENSIAL

BUKU PETUNJUK TEKNIK

tentang

GELADI POSKO II

DISAHKAN DENGAN SURAT KEPUTUSAN KASAD

NOMOR SKEP/ / / 2004 TANGGAL 2004

KONFIDENSIAL

No. 203.21-121912

PT : KDL – 3.14


DAFTAR ISI

Halaman

Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / / / 2004 tanggal 2004 tentang

pengesahan berlakunya Buku Petunjuk Teknik tentang Geladi Posko I………………. 1

LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum ……………………………………………………….. 4

2. Maksud dan Tujuan …………………………………………. 5

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut ……………………………….. 5

4. Landasan …………………………………………………….. 5

5. Pengertian (Terlampir) ……………………………………… 6

BAB II KETENTUAN UMUM

6. Umum ……………………………………………………….. 7

7. Tujuan Geladi Posko I……………………………………….. 7

8. Sasaran ………………………………………………………. 7

9. Bentuk, Tingkat dan Sifat……………………………………. 8

10. Waktu,Tempat,Peserta dan Sarana …………………………... 10

11. Pengorganisasian.……………………………………………. 17

12. Tugas dan Tanggungjawab…………..………………………. 18

BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

13. Umum ……………………………………………………….. 43

14. Penyelenggaraan Geladi…………………………………….. 43

BAB IV HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

15. Umum …………………………………………………….….. 62

16. Ketentuan untuk Komando Geladi..….………………………. 62

17. Ketentuan untuk Pelaku .……………..……………………… 63

18. Ketentuan untuk wasit dan Pengendali .……………………... 64

19. Ketentuan Pendistribusian Naskah ………………………….. 68

BAB V KOMANDO DAN PENGENDALIAN

20. Umum ……………………………………………………….. 69

21. Komando ……………………………………………………. 69

22. Pengendalian ……………………………………………….. 69

i


BAB VI PENUTUP

23. Keberhasilan ………………………………………………… 73

24. Penyempurnaan……………………………………………… 73

Sub Lampiran A : Pengertian-pengertian.

Sub Lampiran B : Skema Aliran.

Sub Lampiran C : Proses Penyelenggaraan Geladi Posko II.

Sub Lampiran D : Daftar Contoh Naskah

Sprin Pokja.

ii


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

SURAT KEPUTUSAN

Nomor : Skep/ / /2004

tentang

PENGESAHAN BERLAKUNYA BUKU PETUNJUK TEKNIK

TENTANG GELADI POSKO II

KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

Menimbang : 1. Bahwa kebutuhan peranti lunak berupa Buku Petunjuk untuk

digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas bagi satuan dan

sumber bahan ajaran bagi Lembaga Pendidikan di lingkungan TNI AD.

2. Bahwa dalam hal ini, untuk memenuhi kebutuhan tersebut

perlu dikeluarkan Surat Keputusan mengenai Buku Petunjuk Teknik

tentang Geladi Posko II.


2

Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

Mengingat : 1. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / 11 / I / 2003 tanggal

28 Januari 2003 tentang Bujuk Mingarlat.

2. Surat Kasad Nomor B / 793 / VII / 2001 tanggal 27 Juli 2001

tentang Stratifikasi Doktrin.

3. Surat Kasad Nomor B / 857 / VIII / 2001 tanggal 13 Agustus

2001 tentang Tataran Kewenangan.

Memperhatikan : 1. Keputusan Kasad Nomor Kep/147 / V / 2002 tanggal 31 Mei

2002 tentang Bujuk Bin tentang Doktrin.

2. Keputusan Dankodiklat TNI AD Nomor Kep/ 139 / V / 2004

tanggal 19 Mei 2004 tentang naskah sementara Bujukmin tentang

Bujuk Min tentang Penyusunan dan Penerbitan Buku Petunjuk

TNI AD.

3. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Buku Petunjuk

Teknik tentang Geladi Posko I.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : 1. Mengesahkan berlakunya Buku Petunjuk Teknik tentang

Geladi Posko II dengan Kode PT : KDL – 3.14.

2. Buku Petunjuk Teknik ini berklasifikasi KONFIDENSIAL.

3. Dirlat Kodiklat TNI AD sebagai pembina materi Buku

Petunjuk Teknik tentang Geladi Posko II ini.


3

Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

4. Ketentuan lain yang masih ada tetapi bertentangan dengan

materi Buku Petunjuk Teknik tentang Geladi Posko II ini dinyatakan

tidak berlaku.

5. Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Bandung

Pada tanggal 2004

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

Distribusi HADI WALUYO

LETNAN JENDERAL TNI

B Angkatan Darat.

Tembusan :

1. Kasum TNI

2. Irjen TNI

3. Asrenum Panglima TNI

4. Dirjenrensishan Dephan


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

1. Umum.

KONFIDENSIAL

BUKU PETUNJUK TEKNIK

tentang

GELADI POSKO II

BAB I

PENDAHULUAN

KONFIDENSIAL

Lampiran Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep / / / 2004

Tanggal 2004

a. Pembinaan latihan merupakan upaya, pekerjaan dan kegiatan yang menjadi

tanggung jawab para pemimpin di satuan dalam mengelola sumber daya latihan secara

efektif dan efisien. Upaya yang dimaksud adalah melalui kegiatan latihan untuk

mencapai tujuan dan sasaran latihan yaitu kemampuan standar prajurit dan satuan

yang siap dan siaga operasional untuk melaksanakan tugas pokok.

b. Pelaksanaan latihan sebagai salah satu kegiatan dalam pembinaan latihan harus

dapat direncanakan, disiapkan, dilaksanakan, diawasi dan dikendalikan serta

dievaluasi secara terukur. Untuk dapat tercapainya tujuan dan sasaran latihan yang

ditetapkan, pelaksanaan latihan dilaksanakan dengan berbagai metoda latihan sesuai

pentahapan dan tingkat latihan yang dilaksanakan.

b. Geladi Posko II merupakan salah satu metoda latihan taktis tanpa pasukan

untuk melatih Komandan dan Staf serta unsur Pelayan Markas satuan dalam

melaksanakan teknik, prosedur dan tata cara kerja yang berlaku disuatu Markas

Komando serta menguji efektifitas fasilitas di Markas Komando satuan. Agar

penyelenggaraan Geladi Posko II dapat mencapai hasil sesuai tujuan dan sasaran

geladi, maka perlu disusun buku yang dapat dipedomani yaitu Buku Petunjuk Tehnik

tentang Geladi Posko II.


2. Maksud dan Tujuan.

5

a. Maksud. Memberikan gambaran kepada para pembina latihan tentang

teknik penyelenggaraan Geladi Posko II, sehingga diperoleh pemahaman yang sama

dalam upaya meningkatkan kemampuan prajurit dan satuan.

b. Tujuan. Sebagai pedoman bagi penyelenggara latihan dalam

menyelenggarakan geladi dengan metoda Geladi Posko II, sehingga akan diperoleh

keseragaman pola tindakan, efektif dan efesien dalam pelaksanaan serta hasil akan

lebih optimal.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a. Ruang Lingkup. Pembahasan buku petunjuk teknik tentang Geladi Posko II

ini meliputi ketentuan umum, kegiatan yang dilaksanakan serta komando

pengendalian untuk menjamin tercapainya realisme geladi.

b. Tata Urut. Buku petunjuk teknik tentang Geladi Posko II ini disusun

dengan tata urut sebagai berikut:

4. Landasan.

1) Bab I Pendahuluan.

2) Bab II Ketentuan umum.

3) Bab III Kegiatan yang dilaksanakan.

4) Bab IV Hal-hal yang perlu diperhatikan.

5) Bab V Komando dan pengendalian.

6) Bab VI Penutup.

a. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/311/IX/2002 tanggal 12 September 2002

tentang Bujukin tentang Lat.

b. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/10/I/2003 tanggal 28 Januari 2003

tentang Bujukbin tentang Binlat.


6

c. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/11/I/2003 tanggal 28 Januari 2003

tentang Bujukmin tentang Mingarlat.

5. Pengertian. (Terlampir).


7

BAB II

KETENTUAN UMUM

6. Umum. Penyelenggaraan Geladi Posko I akan dapat dilaksanakan dengan baik dan

benar untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran geladi diperlukan suatu ketentuan umum

yang dapat mengatur seluruh rangkaian pelaksanaan geladi.

7. Tujuan. Meningkatkan kemampuan para Komandan dan Staf serta unsur Pelayan

Markas dalam mengintegrasikan teknik, prosedur dan tata cara kerja yang berlaku serta

menguji efektifitas fasilitas disuatu Markas Komando Satuan.

8. Sasaran.

a. Meningkatnya kemampuan Komandan dan Staf serta unsur Pelayan Markas

dalam dalam mengaplikasikan teknik pekerjaan Staf, pelayanan Markas Komando,

penyusunan gelar Posko, pemindahan Posko dan pengamanan Posko.

b. Meningkatnya kemampuan Komandan dan Staf serta unsur Pelayan Markas

dalam mengaplikasikan prosedur hubungan Komandan dan Staf, koordinasi,

perhubungan dan pergantian jaga Posko.

c. Meningkatnya kemampuan Komandan dan Staf serta unsur Pelayan Markas

dalam melaksanakan tata cara berita cepat, pencatatan, komunikasi, pemindahan

posko dan pelayanan dalam mendukung operasi.

d. Meningkatnya kemampuan kinerja dan efektifitas pekerjaan Komandan dan

Staf serta unsur Pelayan Markas dalam mendukung operasi.

e. Meningkatnya kemampuan Komandan dan Staf serta unsur Pelayan Markas

dalam merencanakan dan melaksanakan pelayanan dukungan administrasi..

f. Meningkatnya kerjasama dan keterpaduan antara Komandan dan Staf, unsur

Pelayan Markas serta unsur-unsur Satbanmin dalam mendukung operasi.


9. Bentuk, Tingkat dan Sifat.

a. Bentuk.

8

1) Seri. Dapat dilaksanakan bila satuan pelaku dilatihkan pada waktu

yang tidak bersamaan, medan latihan yang digunakan sama dan persoalan yang

disampaikan sebagian atau seluruhnya sama.

2) Paralel. Dapat dilaksanakan bila satuan pelaku dilatihkan pada waktu

bersamaan, medan latihan yang digunakan tidak sama dan persoalan yang

disampaikan sebagian atau seluruhnya sama.

b. Tingkat.

c. Sifat.

1) Satu tingkat. Apabila hanya satu tingkat Markas Komando yang

dilatih, contoh : Brigade melatih Markas Komando Batalion.

2) Dua tingkat. Apabila ada dua tingkat Markas Komando yang dilatih

contoh : Divisi melatih Markas Komando Brigade dan Markas Komando

Batalion.

3) Tiga tingkat. Apabila ada tiga tingkat Markas Komando yang dilatih

contoh : Kostrad melatih Markas Komando Divisi, Markas Komando Brigade

dan Markas Komando Batalion.

Catatan. Geladi Posko II Dua tingkat atau Tiga tingkat dapat dilatihkan bila

persoalan yang dikembangkan merupakan keadaan dan kejadian sambung

menyambung dan saling berhubungan antar satuan.

1) Satu Pihak dikendalikan. Musuh diperankan oleh Bulsi dan

kegiatannya digambarkan melalui Ramog yang disampaikan oleh pengendali,

Pasukan Sendiri diperankan oleh Pelaku (satu pihak) dan tindakan pelaku

diarahkan pada rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu.


9

Untuk menjamin realisme geladi, Pelaku dan Bulsi dikendalikan secara ketat

oleh Wasdal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkaan sebelumnya.

2) Satu Pihak tidak dikendalikan. Musuh diperankan oleh Bulsi dan

kegiatannya digambarkan melalui Ramog yang disampaikan oleh pengendali,

Pasukan Sendiri diperankan oleh Pelaku (satu pihak) dan tindakan pelaku

dalam mengabil keputusan diserahkan sepenuhnya kepada pelaku. Untuk

menjamin realisme geladi, sebelum pelaksanaan geladi Pelaku dan Bulsi telah

diberikan penjelasan oleh Wasdal tentang rencana geladi yang telah ditetapkan.

3) Dua Pihak dikendalikan. Pelaku terdiri dari dua pihak, yaitu Pelaku

Biru yang berperan sebagai pasukan sendiri dan Pelaku Merah yang berperan

sebagai pasukan musuh. Masing-masing pihak saling berhadapan, tindakan

dalam mengambil keputusan diarahkan pada rencana geladi (Ramog) yang

telah ditetapkan terlebih dahulu. Untuk menjamin realisme geladi, tindakan

kedua belah pihak dikendalikan secara ketat oleh Wasdal sesuai rencana yang

telah ditetapkan sebelumnya.

4) Dua Pihak tidak dikendalikan. Pelaku terdiri dari dua pihak, yaitu

Pelaku Biru yang berperan sebagai pasukan sendiri dan Pelaku Merah yang

berperan sebagai pasukan musuh. Masing-masing pihak saling berhadapan,

tindakan dalam mengambil keputusan diserahkan kepada pelaku tetapi masih

dalam batas-batas yang telah ditentukan. Untuk menjamin realisme geladi,

tindakan kedua belah pihak dikendalikan secara ketat oleh Wasdal dan

sebelum pelaksanaan geladi seluruh Pelaku (kedua belah pihak) diberikan

penjelasan oleh Wasdal tentang rencana geladi dan pembatasan yang telah

ditetapkan.


10. Waktu, Tempat, Peserta dan Sarana.

a. Waktu.

10

1) Waktu penyelenggaraan, dimulai sejak diterimanya Direktif Latihan

dari Pimpinan Umum Geladi sampai dengan pembuatan laporan pelaksanaan

geladi.

a) Tahap Perencanaan dan Persiapan. Waktu yang dibutuhkan

disesuaikan dengan keadaan dengan mempertimbangkan tingkat satuan

yang akan dilatih, materi geladi dan persoalan yang ingin

dikembangkan.

b) Tahap Pelaksanaan. Waktu yang dibutuhkan disesuaikan

dengan petunjuk dalam Direktif Latihan berkisar antara 3 s.d. 5 hari,

sasaran yang ingin dicapai, tingkat satuan yang akan dilatih, jenis

operasi pada materi geladi dan jumlah persoalan yang diberikan.

c) Tahap Pengakhiran. Waktu yang dibutuhkan disesuaikan

dengan keadaan, paling lama satu minggu setelah geladi ditutup sampai

dengan pembuatan laporan dan Kogla dibubarkan.

2) Waktu geladi yang digunakan dalam perencanaan, persiapan dan

pelaksanaan operasi pelaku adalah Waktu Sebenarnya/Sesungguhnya

sedangkan Waktu Asumsi dapat digunakan pada Kaum dan Kasus sebelum

masuk pada pelaksanaan operasi (Kasusla).

b. Tempat. Di medan latihan yang dipilih sedemikian rupa agar para pelaku

dapat mengembangkan kemampuannya secara teknis dan taktis sesuai dengan

kenyataan pertempuran atau operasi yang sebenarnya. Luas dan keadaan medan

disesuaikan dengan tingkat satuan yang akan dilatih dan jenis operasi pada materi

geladi.


c. Peserta.

11

1) Penyelenggara. Komando satu tingkat diatas satuan pelaku atau

Komando yang ditunjuk.

2) Pelaku.

d. Sarana.

a) Komandan dan Staf. Yang terlibat geladi adalah personel

Komandan dan seluruh Staf Markas Komando satuan sesuai TOP.

b) Pelayan Markas satuan. Yang terlibat geladi adalah semua

personel Unsur-unsur Pelayan Markas satuan sesuai TOP, dengan

jumlah disesuaikan kebutuhan operasi yang ada dalam materi geladi.

1) Penyelenggara. Menggunakan sarana dan prasarana geladi sesuai

dengan kebutuhan untuk dapat menyelenggarakan geladi Posko II.

a) Ruang Komandan dan Staf Geladi.

(1) Peta Setting Strategis.

(2) Peta Setting Taktis.

(3) Peta Operasi.

(4) Data Personel.

(5) Data Materiil.

(6) Struktur Organisasi.

(7) Naskah Geladi ( Buku I, II dan III ).

(8) Alkom.

b) Ruang Wasit dan Pengendali.

(1) Peta Operasi / Pengendalian.

(2) Struktur Organisasi Geladi.

(3) Sturuktur Organisasi Wasdal.


12

(4) Diagram ROG.

(5) Naskah Geladi ( Buku I, IIA dan IIB ).

(6) Alkom.

c) Ruang Setgla.

(1) Komputer.

(2) Diagram ROG.

(3) Buku Ekspedisi

(4) Naskah Geladi ( Buku I, IIA dan Buku IIB ).

(5) Alkom.

d) Ruang Briefing / Olah Yudha

(a) Peta Operasi Geladi.

(b) Model dalam bentuk Bak pasir.

(c) Papan tulis.

e) Ruang Denmagla.

(1) Sturuktur Organisasi Geladi.

(2) Jadwal Kegiatan Geladi.

(3) Bagan Ruangan Geladi.

(4) Juk Hub dan Tatib.

(5) Naskah Geladi (Buku IIB).

(6) Alkom.

2) Pelaku. Menggunakan Alpal dan Materiil sesuai TOP satuan yang

akan digelar dan disesuaikan perkembangan keadaan taktis atau materi yang

akan digeladikan, sehingga penggambaran kegiatan dan mekanisme kerja

unsur-unsur pelayan Markas akan terlihat seperti keadaan sebenarnya.

a) Komandan.

(1) Peta Komandan (Peta Induk)

(2) Alkom.


) Wadan/Kas.

13

(1) Peta Administrasi.

(2) Peta Teritorial.

(3) Alkom.

c) Ruang Olah Yudha.

(1) Peta Induk.

(2) Model dalam bentuk Bak Pasir.

(3) Alkom

(4) Data Tentang Staf Intel, Ops, Pers, Log dan Ter.

d) Staf Intel.

(1) Buku Exspedisi.

(2) Buku Harian/Jurnal.

(3) Peta Situasi.

(4) Lembaran Kerja.

(5) Data-data tentang Intelijen.

e) Staf Operasi.

(1) Buku Ekspedisi.

(2) Buku Harian/Jurnal.

(3) Lembaran Kerja.

(4) Peta Operasi.

(5) Data-data tentang Operasi.

f) Staf Personel.

(1) Buku Ekspedisi .

(2) Buku Harian/Jurnal.

(3) Lembaran Kerja.

(4) Peta Administrasi.

(5) Data-data tentang Personel.


g) Staf Logistik.

14

(1) Buku Ekspedisi .

(2) Buku Harian /Jurnal.

(3) Lembaran Kerja.

(4) Peta Administrasi.

(5) Data-data tentang Logistik.

h) Staf Teritorial.

(1) Buku Ekspedisi.

(2) Buku Harian/Jurnal.

(3) Lembaran Kerja.

(4) Peta Teritorial.

(5) Data-data tentang Teritorial.

i) Puskorbantem.

(1) Peta Operasi.

(2) Peta Intelijen.

(3) Data kekuatan dan daya mampu senjata..

4) Data kekuatan munisi.

5) Data mengenai sasaran.

6) Peta Bantem.

i) Staf Khusus. (Sesuai Fungsi seperti Dokter, Pa Bintal, dsb)

(1) Buku Ekspedisi.

(2) Buku Harian / Jurnal.

(3) Lembaran Kerja.

(4) Peta Bantem, Peta Staf Khusus lainnya sesuai fungsi.


15

3) Satuan Pelayan Markas.

a) Unsur Angkutan.

(1) Kendaraan sesuai kebutuhan penyelenggaraan

Angkuatan dalam operasi.

(2) Protap Angkutan.

(3) Tempat Pool kendaraan.

(4) Alpal perawatan kendaraan.

(4) Data-data tentang kendaraan.

b) Unsur Perhubungan.

(1) Alat Komunikasi sesuai kebutuhan

penyelenggaraan Komunikasi dalam operasi.

(2) Protap Perhubungan.

(3) Ruang kominikasi dan kantor berita.

(4) Alpal perawatan Alkom.

(5) Data-data tentang Komunikasi.

c) Unsur Kesehatan.

(1) Alkap Kesehatan sesuia kebutuhan

penyelenggaraan Kesehatan dalam operasi.

(2) Protap Evakuasi.

(3) Tempat pelayanan kesehatan (Polikklinik) dan

perawatan penginapan (Rawat Inap).

(4) Tempat dan Alpal untuk Operasi Berat dan

Ringan.

(5) Kendaraan Ambulance.

(6) Data-data tentang Kesehatan.


16

d) Unsur Pionir dan Munisi.

(1) Alpal/Materiil yang berhubungan dengan

penyelenggaraan Pionir dan Munisi sesuai kebutuhan

operasi.

(2) Protap penerimaan, pemeliharaan, perawatan,

pendistribusian dan pengamanan munisi.

(3) Tempat unsur-unsur Pimu.

(4) Data-data tentang Pimu.

e) Unsur Perawatan dan Perbekalan.

(1) Alpal/Materiil yang berhubungan dengan

penyelenggaraan

kebutuhan operasi.

Dapur dan Perbekalan sesuai

(2) Alpal perawatan dan pemeliharan Dapur.

(3) Protap penerimaan, pemeliharaan, perawatan,

pendistribusian dan pengamanan Bekal.

(4) Tempat unsur-unsur Perawatan.

(5) Gudang penimbunan Bekal.

(6) Buku-buku administrasi logistik.

(6) Data-data tentang logistik.

f) Unsur Provost.

(1) Alpal/Materiil yang berhubungan dengan

penyelenggaraan pengamanan Posko sesuai kebutuhan

operasi.

(2) Protap pengamanan dan tata tertib satuan.

(3) Tempat TWP dan Tahanan Operasi.

(4) Tempat unsur Provost.

(5) Data-data tentang pengamanan satuan.


17

Catatan : Macam dan jenis Alpal/Materiil unsur pelayan

Markas yang terlibat geladi sesuai TOP satuan, sedangkan

jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan tingkat

komando satuan yang dilatih.

11. Pengorganisasian. Dalam penyelenggaraan Geladi Posko II diperlukan adanya

suatu organisasi pada tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap

pengakhiran. Macam, sifat dan tingkat satuan yang akan dilatih akan menentukan luasnya

organisasi geladi. Semakin besar tingkat satuan pelaku geladi, semakin lengkap unsur

organisasi penyelenggara geladi. (Struktur Organisasi Terlampir).

a. Organisasi Geladi.

1) Tahap Perencanaan dan Persiapan.

a) Staf Perancang Geladi (SPG). Merupakan Staf yang dibentuk

oleh Direktur Geladi (Dirgla) setelah menerima Direktif Latihan,

dengan tugas membantu Dirgla untuk merancang penyelenggaraan

geladi dalam bentuk Rencana Garis Besar (RGB) yang nantinya akan

digunakan sebagai acuan dalam penyusunan naskah geladi. Jumlah

personel SPG disesuaikan dengan kebutuhan dan pemberian tanggung

jawab kepada personel SPG diupayakan sudah selaras dengan jabatan

nantinya pada saat menjadi Staf Kogla.

b) Komando Geladi adalah organisasi yang dibentuk oleh Direktur

Geladi setelah RGB yang dipaparkan dihadapan Pimumgla disetujui.

Pada tahap ini Staf Geladi (Deputy) tugasnya menyusun naskah geladi

berdasarkan RGB yang telah mendapat persetujuan. Personel dalam

organisasi Kogla dapat diberikan tugas dan tanggung jawab rangkap

dalam organisasi Wasdal, sehingga Rencana Geladi yang dibuat oleh

Kogla nantinya akan dapat dengan mudah dilaksanakan oleh Wasdal.


18

c) Kogla dan Denmagla menyiapkan semua kebutuhan yang akan

digunakan dalam penyelenggaraan geladi, khususnya yang menyangkut

masalah administrasi dan logistik.

d) Kogla dan Wasdal melaksanakan kegiatan yang berhubungan

dengan kesiapan Wasdal yaitu Penataran Wasdal dan Latihan

Pendahuluan.

e) Kogla dan Pelaku melaksanakan kegiatan yang berhubungan

dengan kesiapan pelaku yaitu Briefing Pelaku.

2) Tahap Pelaksanaan. Kogla dibantu oleh Wasdal bertanggung jawab

secara keseluruhan terhadap pelaksanaan geladi, tetapi dalam

mengoperasionalkan naskah geladi, mengatur mekanisme perwasdalan,

mengendalikan kegiatan dan tindakan pelaku lebih menonjol peran yang

dilakukan oleh organisasi Wasdal.

3) Tahap Pengakhiran. Kogla bertanggung jawab terhadap seluruh

kegiatan yang berhubungan dengan Kaji Ulang, penyelesaian administrasi dan

penyusunan laporan pelaksanaan geladi.

12. Tugas dan Tanggung Jawab.

a. Pimpinan Umum Geladi (Pimumgla).

1) Mengeluarkan kebijakan latihan dan berdasarkan program latihan yang

ditetapkan atau perintah dari Komando Atasannya, memberikan petunjukpetunjuk

sebagai pedoman pelaksanaan geladi berupa Direktif Latihan kepada

penyelenggara geladi

2) Bertanggung jawab kepada Pimpinan/Komando Atasannya.


19

b. Wakil Pimpinan Umum Geladi (Wapimumgla).

1) Melaksanakan tugas-tugas sesuai petunjuk dan kekuasaan yang

diberikan oleh Pimumgla dan bertindak atas nama Pimumgla bilamana

Pimumgla berhalangan.

2) Bertanggung jawab kepada Pimumgla.

c. Penasehat Geladi (Hatgla).

1) Memberikan saran-saran dan pertimbangan baik diminta atau tidak

terhadap penyelenggaraan geladi.

2) Melaksanakan sidang bila terdapat perubahan-perubahan yang bersifat

kebijakan dari Komando Atas yang menyangkut penyelenggaraan geladi.

3) Bertanggung jawab kepada Pimumgla.

d. Tim Pengawas / Evaluasi.

1) Melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan

geladi yang dilaksanakan oleh seluruh unsur-unsur penyelenggara geladi pada

aspek keselaraasn program latihan yang ditetapkan sistem dan metoda latihan

serta penerapan teknik dan taktik sistem operasi.

2) Bertanggung jawab kepada Pimumgla.

e. Direktur Geladi (Dirgla).

1) Merencanakan geladi, menghimpun dan mengorganisir dukungan yang

diperlukan untuk geladi, menyusun unsur-unsur yang terlibat dalam geladi,

melaksanakan geladi dan mengakhirinya.

2) Menyajikan situasi, memprakasai dan mengkoordinir perencanaan,

persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran geladi.


20

3) Merumuskan Rencana Garis Besar (RGB), menentukan Rencana

Geladi (Rengla) dan Skenario Geladi (Skengla) serta mengeluarkan petunjukpetunjuk

geladi atas dasar kebijakan, instruksi dan petunjuk perencanaan dari

Pimumgla yang tertuang dalam direktif.

4) Mengatur kegitan unsur-unsur penyelenggara geladi dan bertanggung

jawab atas seluruh kegiatan pelaksanaan geladi.

5) Bertanggungjawab kepada Pimumgla dalam.

f. Wakil Direktur Geladi (Wadirgla).

1) Melaksanakan tugas-tugas dalam penyelenggaraan geladi sesuai

petunjuk Dirgla.

2) Mewakili Dirgla bilamana berhalangan melaksanakan tugas.

3) Mengkoordinir, mengintegrasikan, mensinkronisasikan dan mengatur

semua kegiatan-kegiatan unsur-unsur penyelenggara geladi.

4) Dapat juga ditunjuk selaku Kawasdal.

5) Mengkoordinir pembuatan laporan disertai saran-saran mengenai hasil

pelaksanaan geladi kepada Dirgla.

6) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai petunjuk Dirgla.

7) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

g. Deputy Strategi (Destra).

1) Menyusun dan mengajukan konsep pengkajian strategis berupa latar

belakang setting strategis dan rencana setting taktis yang sesuai dengan tujuan

dan sasaran geladi.

2) Membantu De Oyu dalam menyusun naskah geladi yang berhubungan

dengan skenario geladi.


21

3) Melaksanakan pengawasan Staf sesuai fungsinya.

4) Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Deputy lainnya, Penilai

dan Wasdal.

5) Dapat diberi pembantu-pembantu seperlunya sesuai dengan luas

kegiatan-kegiatan dan personel yang tersedia.

6) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

h. Deputy Olah Yudha (De Oyu).

1) Menyusun dan mengajukan konsep rencana geladi berdasarkan

petunjuk perencanaan Dirgla dan skenario geladi yang dikaji Destra.

2) Menyusun kelengkapan naskah geladi disertai dengan lampiran-

lampirannya dan menyempurnakannya sesuai keputusan Dirgla.

3) Melaksanakan pengawasan Staf sesuai fungsinya.

4) Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Deputy lainnya, Penilai

dan Wasdal.

5) Dalam melaksanakan tugas ini, De Oyu dapat diberi pembantu-

pembantu seperlunya sesuai dengan luas kegiatan dan personel yang tersedia.

6) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

i. Deputy Administrasi Logistik (De Minlog).

1) Menyusun dan mengajukan tentang penilaian keadaan administrasi dan

logistik, sebagai bahan dalam menentukan rencana geladi secara lengkap.

2) Menyiapkan personel dan bahan-bahan logistik yang diperlukan dalam

geladi.


22

3) Membantu De Oyu dalam menyusun naskah geladi khususnya bidang

administrasi dan logistik serta menyusun konsep Renbanmin.

4) Melaksanakan pengawasan Staf sesuai fungsinya.

5) Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Deputy lainnya, Penilai

dan Wasdal.

6) Dapat diberi pembantu-pembantu sesuai dengan luas kegiatan dan

personel yang tersedia.

7) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

j. Deputy Penelitian dan Pengembangan (De Litbang).

1) Menyusun dan mengajukan tentang penilaian keadaan satuan pelaku

sebelum pelaksanaan geladi khususnya kemampuan yang dimiliki baik aspek

pengetahuan dan ketrampilan.

2) Menyiapkan, meneliti dan mempelajari referensi yang relevan dengan

penyelenggaraan geladi.

3) Mengajukan konsep tentang berbagai masalah yang akan diteliti,

dinilai, ditanggapi dan dilaporkan.

4) Membantu De Oyu dalam menyusun naskah-naskah lainnya seperti

petunjuk geladi, penelitian, pengawasan, checklist dan penilaian,

pengembangan yang perlu dan sebagainya.

5) Melaksanakan pengawasan Staf sesuai fungsinya.

6) Mengumpulkan hasil karya para pelaku, hasil pencatatan Wasdal, hasil

penilaian dari kelompok penilai guna bahan penelitian lebih lanjut.

7) Melakukan kerjasama yang erat dengan para Deputy penilai dan para

Wasdal.


23

8) Dapat diberi pembantu seperlunya sesuai dengan luas kegiatan dan

personel yang tersedia.

9) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

k. Sekretaris Geladi (Setgla).

1) Memberikan pelayanan administrasi kepada Kogla.

2) Mengatur kegiatan keluar masuknya lalu lintas surat menyurat,

pengarsipan dokumen geladi, penerangan, undangan, produksi dan pengiriman

Naskah Geladi kepada alamat sesuai daftar distribusi.

3) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

l. Detasemen Markas Geladi (Denmagla). Memberikan pelayanan

administrasi dan logistik kepada peserta geladi dan menyediakan fasilitas-fasilitas

yang diperlukan meliputi keprotokolan, keamanan, ketertiban, kesehatan, kebersihan,

perumahan, perbekalan, konsumsi, perawatan angkutan dan perhubungan. Tugas dan

tanggung jawab pejabat unsur-unsur Denmagla adalah sebagai berikut :

1) Dandenmagla.

a) Melaksanakan kebijaksanaan Dirgla dalam hal urusan dalam,

dukungan Banminlog dan keamanan/ketertiban.

b) Mengawasi para pendukung latihan agar latihan berjalan lancar

sesuai dengan rencana.

c) Mengumpulkan hasil pelayanan latihan guna dinilai, ditanggapi

dan dilaporkan kepada Dirgla.

d) Bertanggung jawab kepada Dirgla.


2) Staf Denmagla.

24

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Membantu Dandenma mempersiapkan, merencanakan dan

mengawasi pelaksanaan pelayanan kepada semua peserta latihan.

3) Perwira Protokol.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Menyiapkan acara-acara yang diperlukan, menyampaikan

undangan-undangan dari Komando Geladi ke alamat yang dituju,

menerima tamu yang berkunjung selama latihan dan mengantar

ketempat-tempat pertemuan, Mess, tempat ibadah dan angkutan.

4) Perwira Provoost.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Memelihara keamanan dan ketertiban selama latihan.

c) Mengatur dan melaksanakan keamanan terhadap pejabatpejabat

penting (VIP) yang berkunjung selama latihan atau tempattempat

penginapannya.

d) Mengatur lalu lintas kendaraan, parkir dan lain sebagainya.

5) Perwira Perbekalan.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Memberi pelayanan makan dan minum kepada semua peserta

geladi termasuk tamu-tamu dari Kogla.


6) Perwira Kesehatan.

25

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma selama geladi.

b) Memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta geladi.

c) Menentukan waktu pengobatan dan pemeriksaan, pemberian

propilaksis kepada peserta geladi serta membuka tempat pengobatan

selama geladi.

d) Mengadakan pemeriksaan makan dan minum sebelum

disajikan.

7) Perwira Mess dan Perumahan.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Menyiapkan Mess dan perumahan bagi setiap peserta, termasuk

tamu-tamu selama geladi.

8) Perwira Peralatan dan Pemeliharaan.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Memberikan pelayanan pemeliharaan / perawatan alat peralatan

militer peserta geladi serta memberikan bantuan perbaikan ringan alat

peralatan bagi para undangan.

9) Perwira Angkutan.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Mengatur kelancaran angkutan personel dan logistik geladi

sebelum, selama dan sesudah geladi.

c) Mengawasi dan mengatur semua kendaraan bermotor yang

dipakai selama geladi.


10) Perwira Perhubungan.

26

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Menyusun prosedur teknis tentang penggunaan alat

perhubungan yang dipakai dalam geladi.

c) Mengatur kelancaran komunikasi yang digunakan dalam

penyelenggaraan geladi baik sebelum, selama dan sesudah geladi.

d) Mengawasi pemeliharaan dan keamanan saluran-saluran

perhubungan dan pemberitaan.

e) Bila beban tugas yang harus dilaksanakan luas dan kompleks,

dapat dibentuk Denhub berdiri sendiri diluar Denma.

11) Perwira Penerangan.

m. Tim Penilai.

a) Bertanggung jawab kepada Dandenma.

b) Mengatur kegiatan yang berhubungan dengan Pers, Publikasi

dan keluar masuknya berita tantang penyelenggaraan geladi.

c) Menyelenggarakan dokumentasi geladi.

1) Melakukan penilaian terhadap seluruh tindakan pelaku.

2) Melaksanakan koordinasi dengan Wasit dan Pengendali.

3) Membuat laporan hasil penilaian.

4) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

n. Kepala Wasit Pengendali (Kawasdal).

1) Memimpin operasional pelaksanaan geladi.


27

2) Melaksanakan pengendalian geladi dan mengkoordinir semua Wasdal

dalam menentukan dan menggambarkan akibat suatu tindakan dalam operasi

tempur, operasi intelijen, operasi teritorial dan bantuan administrasi yang

dilakukan oleh para pelaku

3) Mengatur para pelaku agar dapat mengambil tindakan yang wajar

dalam membuat telaahan, analisa, perkiraan-perkiraan sampai kepada

keputusan perencanaan, perumusan, konsep-konsep pelaksanaan perintah,

pengawasan dan sebagainya.

4) Mengkoordinir, meneliti dan memeriksa pekerjan-pekerjaan Wasdal

serta memberikan berita-berita, data-data, keterangan-keterangan geladi sesuai

Skenario dan Rencana Operasi Geladi.

5) Mengkoordinir semua penilaian, tanggapan dan pengerahan para

Wasdal terhadap tindakan pelaku dan mengambil keputusan guna kelancaran

geladi.

6) Mengkoordinir semua laporan hasil geladi yang di buat oleh para

Wasdal dan diajukan kepada Dirgla disertai saran-saran yang perlu untuk

penyempurnaan geladi yang akan datang. Kawasdal dapat berperan juga

selaku pengendali atas dari satuan pelaku.

7) Dalam pelaksanaan tugasnya Kawasdal dibantu wakil untuk dapat

mewakilinya pada saat-saat diperlukan.

8) Bertanggung jawab kepada Dirgla.

o. Sekretaris Wasdal (Set Wasdal).

1) Mengatur dan mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi

perwasdalan, terutama dibidang tulisan-tulisan dinas geladi

2) Menyiapkan segala sesuatu dalam bidang pembinaan kantor

perwasdalan.


28

3) Mengumpulkan bahan-bahan dan dokumentasi untuk laporan Kawasdal

kepada Dirgla.

4) Menyampaikan dengan tepat kepada alamat pejabat Wasdal semua

tulisan dinas yang bersangkutan.

p. Wasit.

5) Pengaturan dan penyimpanan tulisan-tulisan sesuai instruksi geladi.

6) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

1) Mengambil keputusan dan menyampaikan kepada pelaku melalui

pengendali.

2) Membuat laporan hasil geladi dan disertai dengan saran yang ditujukan

kepada Kawasdal.

3) Wasit bertindak menghakimi dan mengadili pelaku, sehingga kejadian

dalam pelaksanaan geladi seolah-olah seperti pelaksanaan operasi sebenarnya.

4) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

5) Wasit yang menempel pada masing-masing jabatan pelaku, dinamakan

wasit fungsional dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut :

a) Wasit Dan / Wadan.

(1) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

(2) Menggambarkan dan menentukan akibat suatu tindakan

dari pelaku dilihat dari aspek Kodal dan proses pengambilan

keputusan.

(3) Membuat catatan, penilaian, tanggapan, dan pengarahan

terhadap operasi/tindakan taktis dari pelaku.


29

(4) Mengarahkan agar tindakan Dan/Wadan pelaku mulai

dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan operasi sesuai

dengan Rencana Operasi Geladi dan jawaban persoalan

alternatif yang dikehendaki.

(5) Mengadakan kerja sama yang erat dengan Wasit-Wasit

lainnya, dalam rangka perwasitan materi dan dalam pemberian

keterangan / situasi / info / berita / tindakan satuan atas, satuan

samping dan satuan bawah, kepada pelaku yang disampaikan

melalui pengendali.

(6) Merupakan bagian dari Wasit Operasi yang berada

diruang Dan / Wadan. Oleh karenanya seluruh pengembangan

informasi dan situasi harus dikoordinasikan terlebih dahulu oleh

Wasit Operasi.

b) Wasit Intelijen.

(1) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

(2) Menggambarkan dan menentukan akibat suatu tindakan

dari pelaku ditinjau dari aspek Intelijen.

(3) Melakukan pencatatan, tanggapan dan pengarahan

pelaku dalah hal aspek Intelijen.

(4) Mengarahkan agar Staf Intelejen pelaku dapat

mengambil tindakan yang benar selama proses perencanaan,

persiapan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan bidang

Intelijen sesuai dengan Rencana Operasi Geladi dan jawaban

persoalan alternatif yang dikehendaki.

(5) Berperan sebagai pejabat Intelijen Komando atasan

satuan pelaku yang tertinggi dan sebagai Pa Staf Pengendali

Atas dibidang Intelijen.


30

(6) Memberikan keterangan tentang kejadian musuh berupa

laporan kejadian dan sebagainya kepada pelaku melalui

pengendali sesuai dengan Rencana Operasi Geladi yang telah

direncanakan. Bila akan dibuat tambahan infomasi atau situasi

baru, terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Wasit Operasi

atas nama Kawasdal.

(7) Membuat laporan hasil geladi dan disertai dengan saran-

saran yang diajukan kepada Kawasdal.

(8) Mengadakan kerja sama yang erat dengan Wasit-Wasit

lainnya, terutama dengan Wasit Operasi.

(9) Secara operasional teknis perwasdalan dikoordinasikan

oleh Wasit Operasi atas nama Kawasdal.

(10) Bila lingkup geladi sangat luas, Wasit Intelijen

dipisahkan dari Wasit Staf Intelijen, sedangkan bila geladi

sederhana, Wasit Intelijen merangkap sebagai Wasit Staf

Intelijen.

c) Wasit Operasi.

(1) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

(2) Menggambarkan dan menentukan akibat suatu tindakan

dari pelaku dilihat dari aspek Operasi Taktis.

(3) Mengarahkan agar Staf Operasi pelaku dapat mengambil

tindakan yang benar selama peroses persiapan, perencanaan,

pengambilan keputusan sampai pada pelaksanaan dan

pengawasan kegiatan bidang Operasi Taktis sesuai dengan

Rencana Operasi Geladi dan jawaban persoalan alternatif yang

dikehendaki.


31

(4) Membuat catatan, penilaian, tanggapan dan pengarahan

terhadap pelaksanaan operasi / tindakan taktis dari pelaku.

(5) Menentukan garis besar jalannya operasi dalam rangka

Rencana Operasi Geladi dan jawaban yang disiapkan dan

berfungsi selaku pembantu utama dari Kawasdal dalam

pengkoordinasian teknis perwasdalan.

(6) Mengkoordinasikan pelaksanaan pemberian keterangan

tentang kegiatan musuh, situasi, kondisi dan tindakan satuan

bawahan, samping dan atasan para pelaku dengan perantara

pengendali yang bersangkutan sesuai dengan Rencana Operasi

Geladi yang telah direncanakan. Bila dibuat tambahan infomasi

atau situasi baru terlebih dahulu dikoordinasikan dengan

Kawasdal.

(7) Dapat berperan sebagai pejabat Perwira Staf Operasi

Komando Atasan satuan Pelaku dan juga sebagai Pa Staf

Operasi Pengendali Atas.

(8) Mengadakan kerja sama yang erat dengan Wasit-Wasit

lainya, dalam rangka Perwasitan materi, pemberian keterangan /

situasi / info / berita / tindakan satuan atas, satuan samping dan

satuan bawah, dan sebagainya, kepada pelaku, yang

disampaikan melalui pengendali.

(9) Bila lingkup geladi sangat luas, Wasit Operasi

dipisahkan dari Wasit Staf Operasi, sedangkan bila geladi

sederhana, wasit operasi merangkap sebagai Wasit Staf Operasi.

d) Wasit Personel.

(1) Menggambarkan dan memutuskan akibat suatu tindakan

dari para pelaku dilihat dari aspek Personel.


32

(2) Membuat catatan-catatan, penilaian, tanggapan dan

pengarahan terhadap pelaksanaan tindakan-tindakan pelaku

dibidang personel.

(3) Mengarahkan agar tindakan Staf Personel pelaku mulai

dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan kegiatan sesuai

dengan Rencana Operasi Geladi dan jawaban persoalan

alternatif yang dikehendaki.

(4) Memberikan keterangan tentang tindakan satuan bawah,

samping dan atas kepada pelaku melalui pengendali yang

bersangkutan. Bila dibuat tambahan infomasi atau situasi baru

terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Wasit Operasi atas

nama Kawasdal.

(5) Berperan sebagai pejabat Pa Staf Personel Komando

atasan dari satuan pelaku dan sebagai Pa Staf Personel

Pengendali Atas.

(6) Membuat laporan hasil geladi dan disertai dengan

saran-sarannya diajukan kepada Kawasdal.

(7) Mengadakan kerja sama yang erat dengan Wasit-Wasit

lainnya, terutama dengan Wasit Operasi selaku pembantu utama

Kawasdal dibidang koordinasi teknis perwasdalan.

(8) Bila lingkup geladi sangat luas, Wasit Personel dipisahkan

dari Wasit Staf Personel, sedangkan bila geladi sederhana,

Wasit Personel merangkap sebagai Wasit Staf Personel.

(9) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.


e) Wasit Logistik.

33

(1) Menggambarkan dan menentukan akibat suatu tindakan

dari para pelaku dilihat dari aspek Logistik.

2) Membuat catatan-catatan, penilaian, tanggapan dan

pengawasan terhadap pelaksanaan tindakan pelaku dibidang

logistik.

(3) Mengarahkan agar tindakan Staf Logistik pelaku mulai

dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan kegiatan logistik

sesuai dengan Rencana Operasi Geladi dan jawaban persoalan

alternatif yang dikehendaki.

(4) Memberikan keterangan tentang tindakan satuan bawah,

samping dan atas kepada pelaku melalui pengendali yang

bersangkutan. Bila dibuat tambahan infomasi atau situasi baru

terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Wasit Operasi atas

nama Kawasdal.

(5) Berperan sebagai pejabat Pa Staf Logistik Komando

Atasan dari satuan pelaku dan sebagai Pa Staf Logistik

Pengendali Atas.

(6) Membuat laporan hasil geladi dan disertai dengan saransarannya

diajukan kepada Kawasdal.

(7) Mengadakan kerja sama dengan Wasit lainnya, terutama

dengan Wasit Operasi selaku pembantu Kawasdal dibidang

koordinasi teknis perwasdalan.

(8) Bila lingkup geladi sangat luas, Wasit Logistik dipisahkan

dari Wasit Staf Logistik, sedangkan bila geladi sederhana,

Wasit Logistik merangkap sebagai Wasit Staf Logistik.

(9) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.


34

f) Wasit Staf Teritorial.

(1) Menggambarkan dan menentukan akibat suatu tindakan

dari pada pelaku dilihat dari aspek Teritorial.

(2) Membuat catatan-catatan, penilaian, tanggapan dan

pengarahan terhadap pelaksanaan tindakan-tindakan operasi

Teritorial para pelaku.

(3) Mengarahkan agar tindakan Staf Teritorial pelaku mulai

dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan kegiatan Teritorial

sesuai dengan Rencana Operasi Geladi dan jawaban persoalan

alternatif yang dikehendaki.

(4) Memberikan keterangan tentang tindakan satuan bawah,

samping dan atas kepada pelaku melalui pengendali yang

bersangkutan. Bila dibuat tambahan infomasi atau situasi baru

terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Wasit Operasi atas

nama Kawasdal.

(5) Berperan sebagai pejabat Teritorial Komando Atasan

dari satuan pelaku dan sebagai Pa Staf Pengendali Atas.

(6) Mengadakan kerjasama yang erat dengan Wasit lainnya,

terutama dengan Wasit Operasi selaku pembantu pelaku utama

Kawasdal di bidang koordinasi teknis perwasdalan.

(7) Bila lingkup geladi sangat luas, Wasit Teritorial

dipisahkan dari Wasit Staf Teritorial, sedangkan bila geladi

sederhana, Wasit Teritorial merangkap sebagai Wasit Staf

Teritorial.

(8) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.


35

g) Wasit Staf Khusus Banpur.

(1) Mempunyai tugas khusus untuk menggambarkan dan

menentukan akibat suatu tindakan dari Satbanpur seperti Kav,

Armed dan Banpur lainnya.

(2) Dibawah koordinasi Wasit Operasi.

h) Wasit Staf Khusus Banmin.

(1) Mempunyai tugas khusus untuk menggambarkan dan

menentukan akibat suatu tindakan dari Satbanmin seperti

Bekang, Pal, Kesehatan dan Banmin lainnya.

(2) Dibawah koordinasi Wasit Logistik.

i) Wasit Unsur Pelayan Markas. Terdiri dari Wasit Dansat

Pelayan Markas dan unsur-unsurnya yaitu Wasit Angkutan, Wasit

Kesehatan, Wasit Perhubungan, Wasit Pimu, Wasit Perbekalan dan

Wasit Provost.

(1) Mempunyai tugas untuk menggambarkan dan

menentukan akibat dari suatu tindakan Unsur pelayan markas

seperti Dankima beserta unsur-unsurnya.

(2) Membuat catatan-catatan, penilaian, tanggapan dan

pengawasan terhadap pelaksanaan tindakan pelaku sesuai

bidang Pelayanan Markas.

(3) Mengarahkan agar tindakan Unsur-unsur Pelayan

Markas pelaku mulai dari perencanaan, persiapan dan

pelaksanaan kegiatan pelayanan sesuai dengan Rencana Operasi

Geladi dan jawaban persoalan alternatif yang dikehendaki.


36

(4) Menentukan korban personel pelaku dan menentukan

kerusakan Alpal/Materiil.

(5) Memberi tanda-tanda bagi personel pelaku yang

tertangkap untuk diperlakukan sebagai tawanan perang.

(6) Memberikan kartu-kartu kepada simulasi korban,

tawanan perang dan perlengkapan yang rusak atau hancur.

(7) Menghentikan tindakan pelaku apabila dalam

melaksanakan kegiatan keluar dari Rencana Operasi geladi yang

telah ditetapkan.

(8) Mencegah terjadinya korban terhadap personel pelaku

dan kerusakan Alpal/Materiil yang digunakan.

(9) Mencegah kontak fisik antara kedua pasukan yang

berhadapan. Wasit dan Pengendali melaksanakan pengendalian

untuk mencegah kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan

antara kedua pasukan yang berhadapan (Untuk geladi dengan

sifat Dua Pihak dikendalikan atau tidak dikendalikan).

(10) Melaporkan rencana kegiatan dan disposisi satuan

pelaku kepada pengendali dan wasit satuan yang lebih atas.

(11) Memberikan instruksi kepada pelaku dengan cara yang

telah ditentukan dalam sistem perwasdalan.

(12) Menyatakan adanya ledakan, apabila bunyi-bunyian

yang biasa terdengar dalam pertempuran tidak dapat

disimulasikan.

(13) Berperan sebagai pejabat Pa Staf Komando Atasan dari

satuan pelaku.


37

(14) Membuat laporan hasil geladi dan disertai dengan saran-

saran untuk diajukan kepada Kawasdal.

(15) Mengadakan kerja sama dengan Wasit lainnya, terutama

dengan Wasit Operasi selaku pembantu Kawasdal dibidang

koordinasi teknis perwasdalan.

(16) Wasit Staf Khusus Banmin dan Wasit Unsur Pelayan

Markas diupayakan terpisah satu sama lain dan dibawah

koordinasi Wasit Staf Logistik.

(17) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

q. Pengendali. Merupakan perwakilan dari Komando Satuan yang tidak

dimainkan dalam geladi.

1) Susunan Pengendali.

a) Kepala Pengendali / Pengendali Atas (Daltas) bertindak sebagai

Komandan Satuan Atas satuan pelaku, contoh : Bila Yonif maka

Daltasnya adalah Brigif

b) Pengendali Samping ( Dalping ) bertindak sebagai Komandan

Satuan Samping satuan pelaku, contoh : Bila Yonif maka Dalpingnya

adalah Kodim, Satuan Banmin Kewilayahan dan Yonif tetangga.

c) Pengendali Bawah ( Dalwah ) bertindak sebagai Satuan Bawah

Satuan pelaku, contoh Bila Yonif maka Dalwahnya adalah Kipan

d) Kendali Tunda.

(1) Kendali Tunda adalah suatu badan yang dibentuk dari

unsur pengendali untuk memelihara realisme geladi dan apabila

Geladi Posko II dilakukan lebih dari satu tingkat.


38

(2) Kendali Tunda dilaksanakan pada awal geladi yaitu pada

tahap perencanaan operasi, sedangkan pada tahap dinamika

operasi geladi Kendali Tunda ditiadakan, karena pelaku dapat

berhubungan langsung dari Komando atas sampai Komando

bawahannya.

(3) Maksud diadakannya Kendali Tunda adalah untuk

menjamin agar pada tahap perencanaan operasi, geladi dapat

berjalan sesuai dengan rencana dan skenario geladi serta dapat

dicegah tindakan pelaku yang tidak sejalan dengan rencana

waktu atau materi geladi.

(4) Apabila Komando atas pelaku ingin memerintahkan

kepada komando bawahannya, maka perintah-perintah tersebut

harus melalui Kendali Tunda. Selanjutnya Kendali Tunda akan

menyampaikan kepada Komando bawah pelaku setelah

dilakukan proses analisa mengenai waktu dan materi/produk

dari pengirim (Komando atas pelaku). Begitu sebaliknya bila

komando bawah pelaku melaporkan sesuatu kepada Komando

atasannya, harus melalui Kendali Tunda dengan proses yang

sama.

(5) Pada kegiatan dinamika operasi geladi, peran Kendali

Tunda ditiadakan karena Komando atas pelaku dapat langsung

berhubungan dengan Komando bawah pelaku, sehingga

pelaksanaan geladi akan menjadi semakin realistis.

2) Tugas dan tanggung jawab.

a) Bertanggung jawab kepada Kawasdal.

b) Pengendali atas, samping dan bawah bertugas dan berperan

sebagai Markas Komando Satuan yang tidak dimainkan untuk

mengarahkan dan mengendalikan tindakan-tindakan pelaku sesuai

dengan Skenario dan Rencana Operasi Geladi yang telah ditentukan.


39

c) Pengendali dapat melemparkan informasi tambahan atau situasi

baru, agar para pelaku dapat memecahkan persoalan-persoalan yang

diberikan dan untuk mengambil tindakan taktis maupun administrasi

bila dianggap perlu.

d) Pengendali berusaha mengarahkan tindakan pelaku agar sesuai

dengan jawaban persoalan alternatif yang dikehendaki, dengan jalan

melemparkan informasi tambahan atau memberikan situasi baru yang

logis dan relefan dengan kejadian-kejadian yang diinformasikan Wasit.

Pengendali tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan tindakantindakan

dari pelaku.

e) Petugas-petugas pengendali dalam melaksanakan tugasnya

secara teknis dikoordinir oleh Wasit Operasi atas nama Kawasdal.

f) Petugas-petugas pengendali secara lisan, tertulis, melalui

telepon/radio dan cara lainnya memberikan berita-berita,

situasi/keadaan tertentu, informasi/ keterangan tentang kegiatan musuh,

kegiatan satuan atas, satuan samping, satuan bawah sesuai dengan

Skenario dan Rencana Operasi Geladi yang telah ditentukan.

g) Petugas-petugas pengendali bertugas mengarahkan tindakantindakan

pelaku agar sesuai dengan jawaban yang diharapkan. Dalam

mengarahkan tindakan pelaku sebelumnya harus disetujui oleh Wasit

yang bersangkutan dan dikoordinasikan secara teknis oleh Wasit

Operasi atas nama Kawasdal.

h) Petugas-petugas pengendali tidak mempunyai wewenang untuk

mengambil keputusan terhadap tindakan pelaku, bila pengendali akan

mengambil keputusan maka harus berkordinasi dengan Wasit

bersangkutan untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Apabila

telah mendapat persetujuan, maka pengendali dapat mengambil

keputusan sesuai dengan Rencana Operasi Geladi atau sesuai kehendak

Wasit yang dikoordinasikan oleh Wasit Operasi atas nama Kawasdal.


40

i) Kegiatan para pengendali sesuai kedudukannya dapat berfungsi

sebagai :

(1) Pengendali Atas.

(a) Mengeluarkan perintah, Instruksi, pengumuman

dan rencana kegiatan kepada pelaku.

(b) Melaksanakan koordinasi secara terus menerus

dengan para Wasit dan pengendali lain.

(2) Pengendali Bawah.

(a) Melaksanakan perintah-perintah dari pelaku

yang lebih tinggi tingkatannya dan melaporkan

pelaksanaannya.

(b) Menyiapkan dan memberikan informasi sesuai

dengan permintaan pelaku.

(c) Selaku Komando satuan bawah pelaku.

(d) Dalam melaksanakan kegiatan dan bertindak

selalu berpedoman pada Skenario dan Rencana Oprasi

Geladi.

(3) Pengendali Samping. Memberikan keteranganketerangan

kepada pelaku, dalam hal ini petugas pengendali

samping bertindak selaku badan atau satuan yang bukan

bawahan langsung para pelaku, tetapi sebagai tetangga atau

berada didaerah pelaku. Dalam bertindak selalu berpedoman

pada Ramog, Skenario dan Rencana Oprasi Geladi.

j) Membuat laporan hasil latihan disertai saran-saran untuk

diajukan kepada Kawasdal.


. Organisasi Netral.

41

k) Bekerja sama dengan Wasdal lainnya, secara teknis

dikoordinasikan oleh Wasit Operasi atas nama Kawasdal.

l) Dalam pelaksanaan tugasnya, pengendali dapat diberi

pembantu-pembantu sesuai luas/lingkup kegiatan dan personel yang

tersedia.

m) Sesuai dengan tingkat dan ruang lingkup latihan, maka petugas

pengendali (Daltas, Dalping dan Dalwah) dapat disusun sedemikian

rupa untuk masing-masing komando pelaku yang dilatih, sehingga

dapat bertugas mengendalikan pelaku dengan maksimal.

1) Menerima korban simulasi yang gugur dan ditawan serta mengirimkan

tenaga pengganti ke depan.

2) Menerima Alpal dan materiil sebagai penambahan/perkuatan.

3) Mengumpulkan kembali tanda-tanda pengenal musuh, munisi dan alat

peralatan lainnya untuk digunakan pada situasi selanjutnya.

4) Melakukan pencatatan terhadap personel yang luka/gugur dan materiil

yang rusak.

s. Penimbul Situasi ( Bulsi ).

1) Melaksanakan semua ketentuan dan perintah dari Wasdal.

2) Berperan selaku pasukan Musuh dan dapat juga berperan selaku Tokoh

atau Pejabat yang diperlukan dalam rangka menciptakan realisme geladi.

Contoh : Untuk melatih satuan Kewilayahan, satuan Intelijen dan kegiatan

kordinasi dengan Satbanmin Kewilayahan dalam rangka dukungan

administrasi, maka pada saat kegiatan Tatap Muka, Bulsi dapat berperan

sebagai Pelaku Tanding.


42

3) Membantu memperlancar jalannya geladi dengan melaksanakan

kegiatan meledakkan bahan peledak/TNT, melepaskan tembakan,

membunyikan sirine/peluit, memasang papan petunjuk dan mengirimkan

berita/informasi.

t. Pelaku.

1) Melaksanakan kegiatan sesuai instruksi/perintah yang dikeluarkan oleh

Kogla.

2) Memberikan tanggapan terhadap setiap permasalahan yang ditimbulkan

oleh Wasit dan Pengendali pada saat Kaji Ulang.

3) Melaksanakan semua ketentuan yang diberlakukan oleh Kogla selama

penyelenggaraan geladi berlangsung.


43

BAB – III

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

13. Umum. Pelaksanaan kegiatan Geladi Posko II akan dapat mencapai tujuan dan

sasaran yang ditetapkan, bila teknik penyelenggaraan geladi diatur secara sistematis melalui

tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengakhiran.

14. Penyelenggaraan Geladi. Teknik penyelenggaraan Geladi Posko II diatur secara

sistimatis melalui pentahapan Geladi yaitu tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap

pelaksanaan dan tahap pengakhiran..

a. Tahap Perencanaan.

1) Setelah menerima Direktif latihan maka Dirgla yang ditunjuk

melaksanakan kegiatan :

a) Mempelajari Direktif latihan antara lain

(1) Tujuan dan sasaran geladi.

(2) Tema Geladi.

(3) Materi Geladi.

(4) Macam, metoda, sifat dan tingkat.

(5) Waktu dan tempat geladi.

(6) Peserta Geladi.

(7) Dukungan Geladi.

b) Membentuk Staf Perancang Geladi (SPG) yang terdiri dari

beberapa Perwira dibantu Bintara, Tamtama dan PNS dengan jumlah

sesuai kebutuhan. Para Perwira tersebut diharapkan nantinya akan

menjabat sebagai Staf Kogla (Deputy Strategi, Deputy Olah Yudha,

Deputy Minlog, Deputy Litbang dan Pendukung Kogla).


44

c) Memberikan petunjuk perencanaan kepada Staf Perancang

Geladi (SPG) yang berisi antara lain :

(1) Dasar diselenggarakannya Geladi.

(2) Pokok-pokok penyelenggaraan Geladi.

(3) Ringkasan cerita Geladi yang perlu dikembangkan.

(4) Keharusan dan Larangan selama Geladi.

(5) Hal-hal yang dianggap perlu oleh Dirgla.

2) Staf Perancang Geladi (SPG), setelah mendapat petunjuk perencanaan

dari Dirgla segera mempelajari dan meneliti referensi-referensi latihan yang

dapat mendukung penyelenggaraan geladi seperti Bujuk fungsi Latihan, Bujuk

fungsi Operasi, Bujuklap, Bujuknik dan Bujuk-bujuk fungsi lainnya.

3) Membuat Rencana Garis Besar (RGB).

a) Kegiatan awal yang dilaksanakan olah Dirgla bersama SPG

dalam mengembangkan rencana geladi secara keseluruhan adalah

membuat Rencana Garis Besar (RGB) yang nantinya akan dipaparkan

dihadapan Pimumgla.

b) Selanjutnya SPG melaksanakan kegiatan sebagai berikut :

(1) Perwira yang bertindak sebagai Deputy Strategi (De

Stra). Setelah Dirgla memberikan petunjuk perencanaan,

maka De Stra menyusun dan mengajukan konsep pengkajian

strategi kepada Dirgla tentang latar belakang setting strategis

disesuaikan dengan sasaran dan tujuan geladi

(2) Perwira yang bertindak sebagai Deputy Olah Yudha (De

Oyu). Setelah Dirgla memberikan petunjuk perencanaan, maka

De Oyu segera merencanakan, menyusun dan mengajukan

kepada Dirgla konsep Rencana Geladi (Rengla) dan Skenario

Geladi (Skengla) atas dasar pengkajian strategi dari De Stra dan

petunjuk Dirgla.


45

(3) Perwira yang bertindak sebagai Deputy Administrasi

Logistik (De Minlog). Setelah Dirgla memberikan petunjuk

perencanaan, maka De Minlog segera mengajukan kepada

Dirgla penilaian keadaan administrasi dan logistik sebagai

bahan Dirgla dalam menentukan rencana geladi yang lengkap.

(4) Perwira yang bertindak sebagai Deputy Penelitian dan

Pengembangan (De Litbang).

(a) Setelah Dirgla memberikan petunjuk, maka

Delitbagng segera mengajukan kepada Dirgla tentang

penilaian keadaan satuan pelaku khususnya kemampuan

yang dimiliki baik aspek pengetahuan dan keterampilan,

tingkat pendidikan dan latihan yang telah dicapai oleh

masing-masing personel pelaku serta pengalamanpengalaman

mengikuti geladi sebelumnya.

(b) Menyiapkan, meneliti dan mempelajari referensi

yang relevan dengan tujuan dan sasaran geladi serta

petunjuk Dirgla.

(c) Mengajukan kepada Dirgla konsep masalahmasalah

yang akan diteliti, dinilai, ditanggapi dan

dilaporkan selanjutnya.

c) Pada kegiatan ini SPG mempelajari peta dan melaksanakan

peninjauan medan.

(1) Tujuannya adalah untuk mengembangkan rencana geladi

dan skenario geladi yang telah disiapkan untuk dituangkan

diatas peta serta memeriksa dan mencocokkan keadaan medan

sebenarnya dengan peta.


46

(2) Dalam pelaksanaan peninjauan medan kegiatan yang

harus dikerjakan adalah :

(a) Membuat rencana peninjauan medan agar

pelaksanaan peninjauan medan lebih efektif dan efisien.

(b) Melakukan pengecekan dari sasaran dan

seterusnya dengan maksud untuk mengetahui kegiatankegiatan

yang dilakukan musuh, sehingga akan dapat

dirumuskan kemungkinan-kemungkinan cara bertindak

satuan pelaku.

(c) Meneliti kondisi medan dihadapkan pada materi

geladi, kemungkinan cara bertindak pelaku dan proses

olah yudha mulai dari sasaran dan seterusnya.

(d) Menentukan alternatif-alternatif cara bertindak

untuk setiap peristiwa dan segala kemungkinan serta

kerugiannya yang dipakai sebagai arahan alternatif

jawaban.

d) Isi dari RGB memuat hal-hal sebagai berikut :

(1) Dasar diselenggarakannya geladi.

(a) Latar belakang diselenggarakan geladi.

(b) Urgensi geladi.

(c) Tema geladi.

(d) Pokok-pokok hasil geladi yang lalu.

(2) Pokok-pokok penyelenggaraan geladi.

(a) Tujuan dan Sasaran geladi.

(b) Pelajaran yang ingin dikembangkan.

(c) Macam, Metoda, Sifat dan Tingkat geladi

(d) Waktu dan Tempat geladi.


47

(e) Organisasi geladi.

(f) Dukungan geladi.

(g) Referensi yang digunakan.

(h) Keharusan dan pembatasan selama geladi.

(3) Ringkasan cerita geladi.

4) Paparan I tentang RGB. Dirgla memaparkannya RGB dihadapan

Pimumgla guna mendapatkan persetujuan atau perubahan-perubahan

seperlunya. Paparan Dirgla tentang RGB memuat hal-hal sebagai berikut :

a) Latar belakang diselenggarakan geladi.

b) Urgensi geladi.

c) Pokok-pokok hasil geladi yang lalu.

d) Tujuan dan Sasaran geladi.

e) Pelajaran yang ingin dikembangkan.

f) Macam, Metoda, Sifat dan Tingkat geladi.

g) Waktu dan Tempat geladi.

h) Organisasi penyelenggara geladi.

i) Skenario geladi.

j) Persoalan yang akan diberikan.

k) Mekanisme geladi.

m) Rencana penggunaan dukungan geladi.

5) Membentuk Komando Geladi (Kogla). Setelah RGB disetujui oleh

Pimumgla, maka organisasi Kogla yang ada dalam RGB secara otomatis

terbentuk dan pekerjaan-pekerjaan SPG langsung beralih kepada Staf Kogla.

a) Deputy Startegi (De Stra). Membantu De Oyu menyusun

naskah geladi pada bidang-bidang kegiatan musuh, perkiraan intelijen,

perkiraan teritorial dan analisa daerah operasi untuk melengkapi naskah

geladi.


48

b) Deputy Olah Yudha (De Oyu).

(1) Menyusun kelengkapan naskah geladi disertai dengan

lampiran-lampirannya sebagai berikut :

(a) Lembaran Pendahuluan.

(b) Keadaan Umum.

(c) Keadaan Khusus dan Keadaan Khusus Lanjutan.

(d) Rencana Operasi Geladi (ROG)

(e) Diagram ROG

(f) Jadwal Geladi.

(g) Ramalan Operasi Geladi (RAMOG).

(h) Rencana Kodal antara lain :

i. Struktur Organisasi.

ii. Prosedur Kerja.

iii. Penugasan yang diperlukan.

iv. Kodal yang diperlukan.

v. Mekanisme Geladi.

vi. Komunikasi/Perhubungan.

vii Petunjuk tata tertib.

viii Lain-lain yang diperlukan untuk Kodal.

(2) Melaksanakan pengamatan bahan-bahan geladi guna

dinilai, ditanggapi dan dilaporkan kepada Dirgla melalui

Wadirgla serta mengajukan saran-saran tindak lanjut yang

dipandang perlu.

(3) Menyempurnakan konsep naskah geladi yang disusun

bersama Staf lain.


49

c) Deputy Administrasi Logistik (De Minlog).

(1) Setelah Rengla dan Skengla disetujui oleh Dirgla, maka

De Minlog menyusun konsep-konsep naskah geladi lainnya dan

Renbanmin meliputi personel, administrasi, logistik, kesiapan

ruangan, tempat geladi, urusan dalam, protokol dan lain-lain

sebagai kelengkapan dari naskah geladi.

(2) Menyiapkan personel dan bahan-bahan logistik yang

diperlukan untuk penyelenggaraan geladi.

(3) Membantu De Oyu dalam menyusun naskah geladi

khususnya bidang administrasi dan logistik serta menyusun

konsep Renbanmin.

d) Deputy Penelitian dan Pengembangan (De Litbang). Membantu

De Oyu dalam menyusun naskah geladi seperti petunjuk geladi,

pengawasan dan evaluasi, checklist penilaian, penelitian dan

pengembangan yang perlu dan sebagainya.

6) Menyusun Naskah Geladi. Berdasarkan Rencana Garis Besar yang

telah disetujui Pang/Dan, maka Dirgla beserta Stafgla melaksanakan

peninjauan medan secara detail untuk digunakan sebagai dasar penyusunan

naskah geladi. Selama penyusunan naskah geladi Dirgla dan Stafgla dapat

berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pimumgla dan stafnya untuk dapat

diketahui setiap perkembangan rencana geladi dan dapat diperoleh berbagai

informasi untuk memperlancar pelaksanaan geladi. Naskah geladi yang

disusun sebagai berikut :

a) Buku I. Bersifat “RAHASIA”, berwarna Merah, didistribusikan

kepada Pimumgla, Hatgla, Tim Was / Ev, Stafgla, Penilai, Wasdal dan

Bulsi. Berisi antara lain :


50

(1) Rencana Geladi (Rengla). Memuat garis besar rencana

penyeleng-garaan geladi meliputi dasar, tujuan, pelajaran yang

ingin dikembangkan, ruang lingkup, macam dan sifat geladi,

ringkasan cerita geladi dan hal-hal yang berhubungan dengan

penyelenggaraan geladi.

(2) Skenario Geladi (Skengla). Merupakan cerita ringkas

kedua belah pihak yang berhadapan sejak awal sampai akhir

dari suatu geladi sesuai tingkatan komando yang dimainkan.

Didalam skenario dimuat pula pedoman dasar untuk membuat

persoalan-persoalan yang akan ditanyakan serta jawaban yang

diperlukan pada tiap-tiap tahap. Bentuknya dapat tertulis

maupun bergambar (Skenario bergambar berguna untuk

mempermudah pengendalian). Isinya memuat pemeran geladi,

latar belakang setting strategis, rencana setting taktis dan

situasi pelaksanaan geladi.

(3) Rencana Operasi Geladi (ROG). Suatu program untuk

memberikan gambaran secara garis besar tentang bagaimana

suatu geladi itu dikendalikan. ROG lebih terinci dari pada

Rengla dan menjadi pegangan dasar dalam membuat Ramalan

Operasi Geladi (RAMOG). Isinya memuat pentahapan operasi

yang dimainkan, waktu pada tiap tahap operasi, waktu

perumpamaan geladi (waktu asumsi), waktu sesungguhnya,

situasi dalam cerita geladi, persoalan / permasalahan pada tiap

tahap operasi untuk pelaku, tindakan / kegiatan yang diharapkan

dari pelaku serta cara wasit dan pengendali mempengaruhi

tindakan pelaku.

(4) Diagram Rencana Operasi Geladi. Suatu diagram

waktu dan kegiatan selama berlangsungnya geladi, sebagai alat

kendali bagi Staf Geladi. Isinya memuat tahap operasi, situasi

musuh, kegiatan Wasdal, pelaku, waktu sesungguhnya dan

waktu asumsi.


51

(5) Ramalan Operasi Geladi (RAMOG). Merupakan

pegangan dasar bagi Wasit berisi sejumlah kemungkinan

tindakan yang akan digunakan untuk mengendalikan suatu

geladi dengan memberikan informasi, instruksi dan arahan yang

perlu untuk menghadapi kemumgkinan tindakan pelaku.

Isinya memuat kejadian untuk keseluruhan geladi secara garis

besar memuat tentang tanggal, waktu kejadian, perincian

kejadian yang merupakan lanjutan dari keadaan umum dan

keadaan khusus, kemungkinan tindakan pelaku serta

kemungkinan tindakan Wasdal.

(6) Jawaban Persoalan.

(a) Sebagai Pedoman dasar bagi Wasdal dalam

mengendalikan dan mempengaruhi tindakan pelaku agar

tindakan pelaku sesuai dengan rencana operasi geladi.

Jawaban persoalan dapat berupa analisa tugas pokok,

petunjuk perencanaan, perkiraan keadaan, telaahan staf,

PO, Kirka Cepat dan lain-lain yang diperlukan serta

tindakan-tindakan yang harus dikerjakan oleh pelaku

pada setiap tahapan operasi.

(b) Jawaban persoalan yang disusun bukan satusatunya

jawaban yang paling benar, namun demikian

dapat digunakan sebagai bahan/pedoman dalam menilai

hasil karya, pemilihan cara bertindak dan tindakan

pelaku.

(7) Petunjuk Khusus Wasdal. Merupakan petunjuk yang

menyangkut kepentingan Wasdal. Memuat antara lain susunan

Wasdal, Jadwal kegiatan, tempat Kogla, Naskah geladi untuk

Wasdal, laporan dan lain-lain yang dianggap perlu.


52

(8) Checklist penilaian. Merupakan sarana untuk

mengadakan penilaian terhadap penyelenggaraan geladi dan

kemampuan pelaku. Sangat berguna sebagai bahan untuk

evaluasi dalam rangka penyusunan laporan dan penyempurnaan

geladi serupa pada masa mendatang.

b) Buku IIA. Bersifat “KONFIDENSIAL”, berwarna Biru,

Didistribusikan kepada semua peserta geladi kecuali unsur pelayanan.

Berisi antara lain :

(1) Lembaran Pendahuluan.

(a) Suatu lembaran yang memuat petunjuk tentang

penyelenggaraan geladi secara umum kepada peserta

geladi terutama pelaku.

(b) Berisi tentang dasar, tujuan, tema, ruang lingkup,

tugas apa yang harus dilaksanakan untuk

mempersiapkan diri menghadapi geladi serta hal-hal lain

yang diperlukan.

(c) Diberikan jauh sebelum geladi dimulai atau

dapat pula dimasukkan kedalam Buku IIA.

(2) Keadaan Umum (Kaum). Merupakan penjabaran dari

latar belakang setting strategis yang terdapat dalam Skengla.

Berisi antara lain :

(a) Keterangan tentang kekuatan, identifikasi,

gerakan, disposisi dan rencana musuh yang dihadapi

oleh satuan dua tingkat diatas satuan pelaku.


53

(b) Keadaan tentang pasukan sendiri dua tingkat

diatas satuan pelaku meliputi kekuatan, disposisi, tugas

dan rencananya. Keadaan pasukan tetangga dapat juga

dimasukkan.

(c) Keadaan cuaca, medan dan kondisi sosial daerah

operasi dalam jangka waktu operasi. Bila perlu sebagai

lampiran (ADO).

(3) Keadaan Khusus (Kasus). Cerita perumpamaan lanjutan

yang dikembangkan secara terinci dari Skengla (Rencana

Setting Taktis) yang langsung menyangkut tugas komando satu

tingkat lebih tinggi dari satuan pelaku, dengan maksud

memberikan data untuk perkiraan dan perencanaan operasi.

Berisi antara lain :

(a) Keterangan rinci tentang musuh di daerah

operasi komando atasan satu tingkat diatas pelaku.

(b) Keterangan tentang pasukan sendiri satu tingkat

lebih tinggi diatas pelaku, termasuk tugas maupun

rencananya.

(c) Keadaan medan, cuaca dan kondisi sosial di

daerah operasi.

(4) Ikhtisar Kejadian. Merupakan lembaran yang berisi

suatu ikhtisar kejadian pada suatu periode waktu tertentu untuk

melengkapi Kasus. Ikhtisar kejadian ini akan memperjelas

tentang perkembangan situasi yang sedang berlaku dan akan

dihadapi. Dengan demikian pelaku akan mempunyai data-data

relevan yang diperlukan untuk mengembangkan perkiraan dan

telaahannya.


54

(5) Lampiran yang dianggap perlu. Untuk mempermudah

para pelaku dalam pelaksanaan geladi, maka dilengkapi dengan

lampiran-lampiran yang dianggap perlu seperti ADO, susunan

tempur satuan sendiri maupun musuh, data Banmin serta

peraturan-peraturan yang diperlukan.

c) Buku IIB. Bersifat “KONFIDENSIAL”, berwarna Putih,

Didistribusikan kepada seluruh peserta geladi. Berisi antara lain :

(1) Petunjuk geladi. Memuat hal-hal yang berkenaan

dengan penyelenggaraan geladi secara detail, agar diketahui

oleh seluruh peserta geladi.

(2) Petunjuk Tata Tertib. Suatu peraturan yang mengatur

tata tertib pelaksanaan geladi. Maksud dari petunjuk ini

adalah untuk menjamin ketertiban dan kelancaran jalannya

geladi. Petunjuk Tatib disusun dan disiapkan oleh De Oyu

dibantu oleh Dandenmagla.

(3) Petunjuk Perhubungan. Merupakan prosedur

perhubungan tetap yang berlaku umum selama geladi. Perwira

perhubungan dari Kogla menyiapkan petunjuk perhubungan

atas dasar petunjuk teknis dari De Oyu. Isinya meliputi

organisasi perhubungan, jaringan perhubungan, daftar telepon,

prosedur perhubungan dan lain sebagainya.

(4) Komando dan Pengendalian. Kodal geladi harus jelas

untuk mempermudah pengendalian dari Dirgla. Kodal geladi

harus menjelaskan organisasi, fungsi, tugas dan tanggung jawab

dari masing-masing peserta geladi. Tanggung jawab masingmasing

harus jelas dan tegas untuk menghindari salah

pengertian.


55

(5) Rencana Banmin. Rencana yang meliputi dukungan

administrasi dan logistik terhadap pelaksanaan geladi.

Renbanmin bentuknya sederhana dan bersifat khusus maka

dimasukkan dalam Rengla, bila sifatnya kompleks dan luas

maka dapat dikeluarkan petunjuk Renbanmin tersendiri.

(6) Petunjuk Tindakan Keamanan. Merupakan petunjuk

bagi seluruh peserta geladi tentang tindakan keamanan yang

harus dipatuhi selama geladi berlangsung. Petunjuk tindakan

keamanan ini tidak sama dengan petunjuk tindakan keamanan

yang dibuat oleh pelaku yang sudah merupakan Protap Satuan.

7) Paparan II tentang Naskah Geladi. Setelah semua rencana dan naskah

geladi secara terinci selesai disusun, Dirgla memaparkan naskah geladi

tersebut dihadapan Pimumgla untuk mendapatkan persetujuan. Bila naskah

geladi disetujui oleh Pimumgla, maka naskah geladi Posko II dinyatakan

berlaku. Bila dinyatakan belum sempurna maka dilaksanakan penyempurnaan

sesuia dengan petunjuk/arahan Pimumgla. Paparan Dirgla tentang naskah

geladi memuat hal-hal sebagai berikut :

a) Tujuan dan Sasaran geladi.

b) Macam, Metoda, Sifat dan Tingkat geladi.

c) Waktu dan Tempat geladi.

d) Mekanisme geladi.

e) Skenario geladi.

f) Persoalan yang akan diberikan.

g) Diagram ROG.

h) Hal-hal lain yang dianggap perlu.

8) Distribusi Naskah. Setgla mendistribusikan naskah yang telah

disempurnakan sesuai dengan klasifikasi naskah kepada semua peserta geladi.

Sekurang-kurangnya satu minggu sebelum geladi dimulai, para Wasit dan

Pengendali (Wasdal) sudah harus menerima naskah geladi, sedangkan untuk

pelaku tiga hari sebelum geladi dimulai.


56

b. Tahap Persiapan. Tahap persiapan dilakukan oleh seluruh peserta geladi,

meliputi kegiatan Kogla dan satuan pelaku.

1) Persiapan Kogla.

a) Penyiapan Kogla. Dilaksanakan sebelum pelaksanaan briefing

Wasdal, sehingga setelah pelaksanaan briefing para Wasdal dapat

meninjau dan mempelajari prosedur/mekanisme geladi dan dapat

mencoba tentang jaring komunikasi yang digunakan.

b) Memberi Briefing kepada Pelaku, yang berisi :

(1) Mekanisme secara umum penyelenggaraan geladi.

(2) Penjelasan tentang Kaum dan Kasus dalam Buku II A.

(2) Jadwal geladi

(3) Petunjuk tata tertib.

(4) Pengecekan tentang kesiapan administrasi.

c) Penataran Wasit dan Pengendali. Dilaksanakan sebelum

pelaksanaan geladi dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan

tentang bagaimana Wasdal dapat mengoperasionalkan naskah geladi,

bagaimana mekanisme geladi dan sistem kegiatan perwasdalan.

d) Latihan Pendahuluan. Dilaksanakan oleh seluruh penyelenggara

geladi beserta Alpal/Materiil yang digunakan. Tujuannya untuk dapat

diketahui kemampuan mengoperasionalkan naskah geladi, melatihkan

mekanisme sistem perwasdalan dan diketahui kekurangan-kekurangan

yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kealpaan. Kegiatan ini dapat

dilakukan berulang-ulang sampai seluruh penyelenggara geladi

mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya.

e) Pengecekan akhir. Merupakan kegiatan untuk mengecek

kesiapan Kogla dalam menyiapkan penyelenggaraan geladi, dengan

tujuan untuk dapat diketahui berbagai kekurangan yang masih dianggap

perlu.


57

2) Persiapan oleh Satuan Pelaku. Persiapan satuan pelaku sejak

diterimanya lembar pendahuluan, petunjuk geladi, naskah geladi dan perintah

peringatan yang telah diterima sebelumnya. Hal-hal yang perlu disiapkan

meliputi :

c. Tahap Pelaksanaan.

a) Penyiapan personel dan Alpal/Materiil yang akan digunakan

dalam geladi serta penyiapan fasilitas Posko.

b) Menerima briefing pelaku dari Kogla.

c) Menguasai Kaum, Kasus dan Ikhtisar kejadian yang tertuang

dalam naskah geladi yang diterimanya.

1) Pembukaan. Dalam pernyataan pembukaan, Pimumgla memberikan

penekanan kembali tentang tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam

geladi. Amanat pembukaan ini merupakan landasan dan pedoman dalam

pelaksanaan geladi. Setelah upacara pembukaan, masing-masing peserta

geladi mempersiap-kan diri sesuai dengan Rencana Operasi Geladi.

2) Pelaksanaan Geladi. Kegiatan pada pelaksanaan geladi, peran

Kawasdal beserta unsur-unsurnya lebih menonjol khususnya dalam

mengoperasionalkan geladi.

a) Setelah para pelaku berada di posisi masing-masing sesuai

dengan tugas dan tanggung jawab jabatannya, Dirgla menyatakan

bahwa geladi dimulai dengan didahului pencocokan waktu.

Selanjutnya Dirgla atau Kawasdal mengadakan pengecekan kepada

pelaku tentang penguasaan terhadap Keadaan Umum, Keadaan Khusus

serta Ikhtisar kejadian penting yang telah diterima oleh pelaku (Buku

IIA).


58

b) Jalannya geladi dimulai dengan pemberian perintah operasi atau

taklimat kepada satuan pelaku, dengan maksud untuk membangkitkan

reaksi tindakan pelaku dalam melaksanakan perencanaan operasinya.

Pemberian perintah dan instruksi kepada pelaku dalam bentuk

informasi/berita yang telah ditentukan. Untuk unsur pelayan Markas

pelemparam persoalan yang dilakukan oleh pengendali dapat berbentuk

penimbulan situasi yang dilakukan oleh Bulsi.

c) Tindakan Dansat pelaku setelah menerima perintah operasi atau

taklimat dari komando atasannya selanjutnya melakukan kegiatan

komandonya dengan jalan melakukan Prosedur Hubungan Komandan

dan Staf serta Prosedur Pimpinan Pasukan untuk merencanakan operasi

dan memecahkan persoalan yang sedang dihadapinya

d) Dalam merencanakan operasinya, Dansat pelaku membutuhkan

informasi tentang musuh, medan dan cuaca yang diperoleh dengan

meminta dari satuan atas, satuan samping atau memerintahkan kepada

satuan bawahannya. Bila Dansat pelaku melaksanakan prosedur yang

benar dalam mencari informasi, maka pengendali akan memberikan

informasi yang dibutuhkan pelaku tersebut atau memerintahkan Bulsi

memberikan tanda-tanda yang kegiatan musuh yang dapat diidentifikasi

disposisinya, komposisinya, kemampuannya dan kekuatannya.

e) Setelah berbagai tindakan yang diambil oleh komando pelaku

dilaporkan kepada komando atasannya (Pengendali), maka Kawasdal

dan anggotanya melakukan pemeriksaan terhadap jawaban pelaku

tersebut apakah searah dengan jawaban yang dikehendaki. Dalam hal

ini peranan wasit sangat menentukan, karena ia dapat mengetahui

secara pasti apa yang sedang dan akan dilakukan oleh pelaku. Bila

tidakan pelaku sudah searah, maka pemberian informasi/situasi untuk

merangsang tindakan pelaku dapat diberikan sesuai dengan jadwal

yang telah ditentukan.


59

Bila wasit melihat adanya kekurangan pelaku atau belum searah, maka

pengendali dapat memberikan informasi/situasi untuk mengarahkan

pelaku pada jawaban yang dikehendaki.

f) Dansat pelaku harus bertanggung jawab terhadap keputusan

taktis maupun perintah-perintah yang telah dikeluarkannya dan para

wasit tidak dibenarkan mengambil alih inisiatif Dansat pelaku tersebut.

g) Bila tindakan pelaku menyimpang dari Rencana Operasi Geladi

atau waktunya lebih cepat dari yang ditetapkan, maka wasit harus dapat

mencegah timbulnya situasi tersebut sehingga geladi akan dapat

berjalan sesuai rencana dan realistis. Misalnya, “Bila seorang

Komandan memerintahkan Dankima untuk mendorong logistik Bekal

Kelas-I untuk satuan depannya dengan menggunakan route yang

dikuasai oleh musuh dan kemungkinan akan mendapat gangguan dari

musuh, maka Wasit tidak dibenarkan untuk membatalkan perintah

tersebut”. Wasit dalam mempengaruhi tindakan pelaku tersebut

dengan cara menciptakan situasi bahwa “Jembatan dalam route yang

akan dilewati pasukan pendorong logistik telah putus akibat banjir dan

belum diperbaiki oleh aparat pemda setempat”. Tindakan pelaku

mungkin akan merubah rencana route pendorongan logistiknya ke route

lain yang lebih aman atau meminta Helly untuk mendorong logistik

sesuai dengan jawaban persoalan alternatif yang ditentukan.

h) Bila geladi akan diselingi dengan kegiatan nyata seperti tatap

muka, maka selama berlangsungnya kegiatan tersebut perhitungan

waktu asumsi sama dengan waktu sebenarnya atau perbandingan waktu

menjadi 1 : 1. Bila pada kegiatan nyata tersebut memerlukan waktu

tersendiri dan cukup lama maka dapat diberikan waktu tunda. Untuk

kepentingan pembelajaran (Geladi Sekolah di Lembaga Pendidikan),

selama pelaksanaan geladi dapat pula diselingi dengan kegiatan diskusi

antar kelompok pelaku untuk membahas produk-produk yang dirasa

penting, misalnya : ATP, CB, Kirka, KEP/KUO, RO/PO dan tindakan

Teknis/Taktis dalam memecahkan persoalan dll ).


60

i) Setelah selesai konsolidasi kemungkinan pelaku akan diberikan

situasi operasi lanjutan sesuai Rencana Operasi Geladiyang ditetapkan

Kogla, namun pada dasarnya pelaksanaan geladi Posko II hanya

dilaksanakan untuk satu macam operasi saja.

j) Kegiatan Staf Kogla selama Kawasdal mengoperasionalkan

jalannya pelaksanaan geladi adalah :

(1) Melaksanakan pengawasan Staf sesuai fungsinya

masing-masing.

(2) Membantu Kawasdal dengan unsur-unsurnya sesuai

bidang Staf masing-masing agar pelaksanaan geladi dapat

berjalan dengan lancar.

(3) Mengumpulkan, meneliti dan mengkaji semua aspek

hasil penyelenggaraan geladi guna dijadikan penilaian,

pengkajian, laporan dan saran tindak lanjut yang perlu untuk

geladi yang akan datang.

3) Penutupan. Geladi Posko II ditutup setelah tahap pelaksanaan

operasi geladi selesai dilaksanakan dan ditandai dengan Upacara Penutupan.

d. Tahap Pengakhiran. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bersifat

penyelesaian administrasi. Kegiatan tersebut meliputi :

1) Kogla menerima laporan dan tanggapan dari peserta geladi tentang

penyelenggaraan geladi selanjutnya menganalisanya sebagai bahan untuk Kaji

Ulang.

2) Kaji Ulang.

a) Merupakan kegiatan pengkajian terhadap penyelenggaraan

geladi dengan maksud mengumpulkan semua laporan dan tanggapan

peserta geladi.


61

Tujuannya untuk menilai secara keseluruhan proses penyelenggaraan

geladi guna perbaikan pada geladi yang akan datang , sebagai bahan

penyusunan laporan dan sebagai saran perbaikan terhadap

pengorganisasian geladi, pengoperasionalan geladi, sistem

perwasdalan, dukungan administrasi serta materi geladi yang meliputi

prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam pengambilan keputusan,

penerapan prosedur teknik dan taktik operasi, teknik prosedur dan tata

cara kerja yang berlaku di suatu Markas Komando, pengujian terhadap

efektifitas fasilitas di Markas Komando satuan. serta Kodal

b) Kaji ulang dipimpin oleh Dirgla, diikuti oleh peserta geladi

dengan kegiatan sebagai berikut :

(1) Tanggapan pelaku terhadap penyelenggaraan geladi

disampaikan oleh Dansat pelaku.

(2) Tanggapan penyelenggara terhadap pelaku disampaikan

oleh Kawasdal.

(3) Kesimpulan keseluruhan penyelenggaraan geladi

disampaikan oleh Digla.

3) Penyelesaian adminsitrasi ganti rugi terhadap kerusakan Alpal/Materiil,

daerah latihan dan hal-hal lainnya.

4) Penyusunan laporan penyelenggaraan geladi (Buku III) dibuat setelah

geladi berakhir (setelah kaji ulang) merupakan laporan terakhir kepada

komando yang memerintahkan diadakannya geladi. Buku ini bersifat

“KONFIDENSIAL” dan berwarna Kuning, berisi tentang berbagai hal yang

positif dan negatif, hambatan yang dihadapi, hasil yang dicapai dan pencapaian

tujuan geladi, kesimpulan dan saran perbaikan untuk geladi mendatang.

5) Pembubaran Komando Geladi.


62

BAB IV

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

15. Umum. Untuk menjamin realisme geladi, maka dijelaskan beberapa ketentuan yang

harus dipatuhi oleh peserta geladi. Kogla, unsur-unsur Kawasdal dan Pelaku serta

pendukung harus mengikuti ketentuan dan pembatasan yang mengatur apa yang harus

dikerjakan dan apa yang tidak.

16. Ketentuan untuk Komando Geladi.

a. Mendirikan Pos Komando geladi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan

seperti pemasangan peta-peta, pembuatan Model, pembuatan daftar kekuatan dan

dislokasi pelaku, penggambaran beberapa peristiwa, gelar komunikasi, sesuai dengan

medan dan sarana yang tersedia.

b. Dalam pemasangan peta-peta, data-data, tanda-tanda, tulisan-tulisan dsb agar

disesuaikan dengan ketentuan Dinas Staf masing-masing dan Staf Renik seperti

penggunaan warna Hitam, Biru, Merah, Hijau dsb. Hindari membuat ruangan Posko

dengan menampilkan warna warni sesukanya yang berlebihan.

c. Mengikuti setiap perkembangan kegiatan Pelaku dan Wasdal di atas peta atau

model, kemudian dicatat dalam jurnal staf dan jangan terpaku pada masalah-masalah

administrasi yang rumit.

d. Mengevaluasi dan mengendalikan semua kegiatan penyelenggaraan geladi

e. Melakukan Evaluasi kegiatan setiap hari dan merencanakan kegiatan untuk

hari berikutnya.

f. Pada tahap pengakhiran Dirgla dibantu staf geladi menyelenggarakan kegiatan

Kaji Ulang yang diikuti oleh peserta geladi.


17. Ketentuan untuk Pelaku.

63

a. Mendirikan Pos Komando dan melakukan kegiatan-kegiatan antara lain

pemasangan peta-peta, penggambaran oleat, pembuatan daftar kekuatan, dislokasi

pasukan, penggambaran beberapa peristiwa, gelar perhubungan dan kegiatan lain yang

diperlukan untuk mengendalikan suatu kegiatan.

b. Dalam pemasangan peta-peta, data-data, tanda-tanda, tulisan-tulisan dsb agar

disesuaikan dengan ketentuan Dinas Staf masing-masing dan Staf Renik seperti

penggunaan warna Hitam, Biru, Merah, Hijau dsb. Hindari membuat ruangan Posko

dengan menampilkan warna warni sesukanya yang berlebihan.

c. Segera menyesuaikan dengan jabatannya masing-masing dalam geladi.

d. Menyelesaikan setiap masalah atau persoalan dengan cepat, tepat dan wajar

sesuai bidangnya masing-masing.

e. Setelah geladi dimulai dan setelah Pos Komando Pelaku didirikan, maka secara

berturut-turut mengerjakan hal-hal sebagai berikut :

1) Mempelajari dan memahami Keadaan Umum dan Keadaan Khusus

beserta lampiran-lampiran sesuai bidang masing-masing.

2) Menentukan sasaran masing-masing satuan.

3) Merumuskan perencanaan dan persiapan operasi.

4) Merumuskan berbagai perkiraan keadaan sebagai persiapan

menghadapi berbagai persoalan-persoalan yang akan diberikan oleh Wasdal.

5) Mengikuti setiap perkembangan keadaan dan situasi operasi yang

diberikan oleh Wasdal untuk dapat diambil keputusan cara bertindak dan

jangan terpaku pada masalah-masalah administrasi yang rumit.

f. Tidak diadakan penggantian jabatan selama geladi, kecuali atas perintah atau

ijin Pimumgla.


64

g. Pada akhir geladi, masing-masing Komandan pelaku atau pejabat-pejabat inti

lainnya membuat tanggapannya masing-masing disertai saran-sarannya mengenai

organisasi, materi geladi, pelayanan maupun penyelenggaraan geladi dan sebagainya.

h. Menjaga keamanan terhadap semua naskah dan tulisan geladi sesuai sifat

klasifikasinya, jangan ada yang tertinggal, hilang, dicuri atau diberikan kepada pihak

yang tidak berkepentingan.

i. Tidak diadakan jedah geladi selama pelaksanaan operasi geladi dan untuk

kegiatan makan, mandi dan keperluan lainnya diatur sendiri-sendiri oleh masingmasing

Komandan pelaku tanpa menganggu kelancaran jalannya geladi.

j. Membiasakan berbicara melalui alat komunikasi yang tersedia.

k. Menghindari bepergian yang tidak perlu selama geladi berlangsung.

l. Meninggalkan tempat latihan harus seijin dari Dirgla.

18. Ketentuan untuk Wasit dan Pengendali.

a. Ketentuan Umum.

1) Untuk memelihara realisme geladi.

a) Bertindak jujur, tegas dan tidak memihak.

b) Tidak melakukan kegiatan dan usaha-usaha yang akan

mempengaruhi jalannya geladi dengan cara-cara yang dibuat-buat,

sehingga akan menyulitkan pemecahan dan penyelesaian masalah atau

persoalan geladi.

2) Para Wasdal harus benar-benar paham terhadap semua materi dalam

naskah geladi, terutama Skenario geladi, ROG dan RAMOG sehingga akan

dapat mengarahkan jawaban para pelaku yang mungkin tidak segera mengarah

pada jawaban alternatif yang dikehendaki.


65

3) Keputusan pertama sistem perwasdalan dalam menghadapi setiap

persoalan geladi adalah ditangan Wasit, apabila belum terdapat persesuaian

antara para Wasit dan Pengendali, maka keputusan terakhir diserahkan kepada

Kawasdal.

4) Tuangkan situsi musuh dan keadaan operasi yang sedang berlangsung

dalam formulir-formulir berita agar tidak terdadak oleh jawaban para pelaku,

akan tetapi jangan diberikan sebelum waktunya.

5) Kembangkan informasi atau penimbulan situasi tambahan sesuai

kebutuhan yang bertujuan untuk mengarahkan pelaku pada jawaban yang

dikehendaki.

6) Pelihara keserasian gerak langkah dalam pelemparan persoalan kepada

para pelaku, sehingga tidak akan terjadi kekacauan dalam masalah waktu.

7) Pelihara inisiatif dan kreatifitas pelaku dan jangan mengikat pelaku

pada jawaban-jawaban yang telah direncanakan terlebih dahulu.

8) Kelompok Wasdal merupakan suatu sistem yang terpadu dan tidak

boleh dipecah-pecah, atau tidak boleh dipisahkan satu sama lain.

9) Pelihara koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan kesederhanaan dalam

perwasitan dan pengendalian untuk menjamin kelancaran pelaksanaan geladi.

10) Hubungan dan Mekanisme Kerja.

a) Hubungan Kerja.

(1) Kawasdal memiliki wewenang komando teknis

perwasdalan terhadap pelaku, tetapi tidak memiliki wewenang

memerintah secara garis komando terhadap pelaku. Wewenang

garis komando ada pada Dirgla dan Pimumgla.


66

(2) Kawasdal memiliki garis komando terhadap Wadal.

Hubungan Kawasdal dengan Dirgla dan Pimumgla adalah garis

komando.

(3) Hubungan pelaku dengan Kawasdal adalah hubungan

teknis pelaksanaan geladi dalam sistem perwasdalan.

(4) Setgla dengan seluruh peserta geladi memiliki hubungan

garis koordinasi dibidang administrasi dan tulis menulis.

b) Mekanisme Kerja.

(1) Pengendali mengendalikan pelaku dengan cara

memberikan perintah-perintah sebagai satuan atas, meminta

petunjuk sebagai satuan bawah dan menyampaikan informasi

sebagai satuan samping.

(2) Kawasdal bertindak sebagai komandan atasan langsung

meyampaiakan perintah langsung kepada komandan satuan

bawah guna memulai suatu operasi

(3) Wasit Fungsioanal (sesuai jabatan masing-masing)

bertindak mengawasi, menghakimi, melaporkan dan

merangsang pelaku untuk melakukan tindakan yang mengarah

ke jawaban yang dikehandaki tetapi tidak boleh mengarahkan

secara langsung apabila terpaksa.

(4) Wasit secara terus menerus mengikuti kegiatan dan

kemajuan-kemajuan tindakan pelaku.

(5) Apabila tindakan pelaku tidak mengarah pada alternatif

jawaban yang dikehendaki dalam rencana, maka wasit

menghubungi pengendali (selaku pengendali atas) untuk

mempengaruhi tindakan pelaku.


. Ketentuan Wasit.

67

Bila pelaku masih belum berbuat sesuai petunjuk pengendali

maka pengendali dapat memberikan informasi atau penimbulan

situasi tambahan. Bila pelaku masih tidak berbuat setelah

dipengaruhi oleh Wasdal, maka segera melaporkannya ke

Kawasdal.

1) Wasit diperlukan untuk memberikan pertimbangan, pendapat, saransaran

mengenai persoalan dari pelajaran yang akan dikembangkan. Semakin

besar/tinggi tingkat satuan yang dilatih dan materinya lebih komplek, maka

dibutuhkan wasit yang berkualitas dan dengan jumlah yang lebih besar.

2) Kelompok wasit dalam Geladi Posko II disebut Wasit Fungsional yang

melekat pada jabatan masing-masing pelaku.

3) Sebagai pengawas dan hakim terhadap tindakan pelaku.

4) Memberikan laporan tentang apa yang terjadi melalui jalur Wasdal dan

menerima informasi dan instruksi yang sehubungan dengan fungsi

pengendaliaannya.

5) Memberikan gambaran kepada satuan pelaku tentang hal-hal yang tidak

dapat diketahuinya sebagai akibat dari perkembangan dinamika geladi.

6) Memelihara hubungan dengan Pengendali sehingga dapat

memperkirakan dan menguasai keadaan yang sedang terjadi maupun yang

akan terjadi.

c. Ketentuan Pengendali.

1) Merupakan perwakilan dari komando yang tidak dimainkan dalam

geladi. Pengendali Atas memerankan satuan atas, Pengendali Samping

memerankan satuan samping dan Pengendali Bawah memerankan satuan

bawah.


68

2) Mengikuti perkembangan geladi secara terus menerus dan

mengarahkan pelaksanaan geladi sesuai batas-batas yang telah ditetapkan

dalam Skenario Geladi dan Rencana Pengendalian.

3) Menyiapkan alat-alat kendali seperti Kaum, Kasus, rencana tindakan

pengendali, Peta pengendali, ROG dan Ramog serta alternatif jawaban yang

disediakan untuk menghadapi kemungkinan tindakan pelaku.

4) Mengikuti perkembangan geladi dengan cara mengunjungi Pelaku,

mempelajari laporan-laporan yang dibuat pelaku, mengikuti briefing-briefing

pelaku dan menyimpan salinan-salinan dari perintah-perintah serta berita-berita

pelaku.

19. Ketentuan Pendistribusian Naskah Geladi. Untuk menjaga kerahasiaan dan

kebocoran perlu ditentukan pendistribusian terhadap dokumen-dokumen geladi sebagai

berikut :

a. Seminggu sebelum pelaksanaan geladi dimulai diharapkan Buku I, Buku II A

dan Buku II B telah dibagikan kepada para Wasdal dan Personel Kogla. Dirgla

memberikan instruksi yang diperlukan kepada Wasdal mengenai hal-hal yang perlu

dipersiapkan olehnya dan mengecek kesiapan dan keterampilannya.

b. Minimal tiga hari sebelum geladi dimulai, Buku IIA dan IIB telah dibagikan

kepada para pelaku.

c. Lembar khusus pendistribusian Buku I, Buku II A dan Buku II B ditentukan

berdasarkan daftar distribusi dan penerimaan oleh yang berhak, baik mengenai jumlah,

macam, dan waktunya.

d. Ketentuan waktu dan macam dokumen yang harus didistribusikan kepada

peserta geladi tidak mengikat tergantung dari kebutuhan dan ketentuan dari Komando

yang memerintahkan latihan.

e. Naskah geladi tidak menggunakan Cap/Stempel (Hanya tanda tangan Dirgla).


69

BAB V

KOMANDO DAN PENGENDALIAN

20. Umum. Pelaksanaan latihan dengan metoda Geladi Posko II perlu diatur

tentang kewenangan dalam Komando dan Pengendalian yang dilakukan oleh penyelenggaraan

geladi, sehingga dalam pelaksanaan geladi akan dapat berjalan dengan lancar dan dapat

tercapai tujuan dan sasaran latihan yang ditetapkan.

21. Komando.

a. Pimpinan Umum Geladi (Pimumgla). Bertanggung jawab terhadap

seluruh rangkaian kegiatan penyelenggaraan geladi untuk mencapai tujuan dan sasaran

gelaadi yang telah ditetapkan.

b. Direktur Geladi. Bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan geladi

dari tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksnanaan dan tahap pengakhiran.

Direktur Geladi mempunyai wewenang Komando dalam mengatur unsur-unsur

penyelenggara geladi yaitu Staf Geladi, Kawasdal dan unsur-unsur pendukung serta

pelaku. Dalam pelaksananaan geladi Dirgla bertanggung jawab kepada Pimpinan

Umum Geladi (Pimumgla).

c. Kawasdal. Dalam pelaksanaan geladi bertanggung jawab kepada Dirgla.

22. Pengendalian. Pengendalian Geladi Posko II merupakan suatu proses tindakan/

usaha untuk mempengaruhi jalannya geladi dengan metoda dan perangkat tertentu sehingga

geladi dapat berlangsung sesuai dengan rencana geladi.

a. Pengendalian Administrasi. Pengendalian terhadap penyelenggaraan geladi

menggunakan perangkat berbentuk administrasi tertentu, sehingga dapat menjadi

pedoman dan dapat mempengaruhi pelaksanaan geladi dalam mencapai tujuan dan

sasaran geladi.


70

b. Pengendalian Operasional. Pengendalian terhadap penyelenggaraan geladi

agar dapat berjalan sesuai Rencana Geladi dan Skenario Geladi yang ditetapkan dalam

bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimumgla, Dirgla dan Staf Geladi serta

Kawasdal dan unsur-unsurnya.

c. Wewenang Pengendalian.

1) Pimpinan Umum Geladi (Pimumgla).

a) Pengendalian administrasi.

(1) Mengeluarkan direktif.

(2) Menetapkan RGB geladi yang diajukan oleh Dirgla.

(3) Menetapkan berlakunya Naskah Geladi yang diajukan

oleh Dirgla.

(4) Membuat laporan dan evaluasi pelaksanaan geladi

kepada Komando atas.

a) Pengendalian operasional.

(1) Menerima paparan RGB dan naskah geladi serta

memberikan persetujuan berlaku atau tidaknya.

(2) Melakukan pengawasan dan pengendalian secara

langsung di lapangan terhadap penyelenggaraan geladi.

(3) Memberikan instruksi, petunjuk dan arahan terhadap

penyelenggaran geladi.

(4) Menentukan kebijakan yang dapat mempengaruhi

penyelenggaraan geladi.


71

2) Direktur Geladi (Dirgla).

(a) Pengendalian administrasi.

(1) RGB sebagai acuan dalam menyusun Naskah Geladi.

(2) Naskah geladi sebagai pedoman dalam

menyelenggarakan geladi.

(3) Pencatatan geladi sebagai bahan untuk Kaji Ulang dan

penyusunan laporan.

(4) Laporan pelaksanaan geladi sebagai pertanggung

jawaban legenda kepada Pimumgla.

(b) Pengendalian operasional.

(1) Memaparkan RGB dan Naskah Geladi dihadapkan

Pimumlat.

(2) Pengawasan dan Pengendalian terhadap penyiapan

dukungan administrasi geladi.

(3) Memberikan penataran pelatih dan briefing pelaku

sebelum pelaksanaan geladi.

(4) Pengawasan dan Pengendalian terhadap pelaksanaan

geladi khususnya pada perwasdalan agar sesuai dengan rencana

geladi.

(5) Memimpin pelaksanaan Kaji Ulang.


3) Kawasdal.

72

a) Pengendalian administrasi.

(1) Naskah geladi khususnya Buku I sebagai sarana dalam

melaksanakan kegiatan perwasdalan.

(2) Pencatatan hasil pelaksanaan Wasdal untuk digunakan

dalam kaji ulang dan pembuatan laporan Wasdal kepada Dirgla.

b) Pengawasan Operasional.

(1) Memberikan penataran Wasdal kepada unsur-unsur

Wasdal tentang pengetahuan naskah geladi dan mekanisme

kegiatan perwasdalan.

(2) Melaksanakan latihan pendahuluan terhadap unsurunsur

Wasdal untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu

selama geladi.

(3) Melaksanakan kegiatan perwasdalan terhadap pelaku

sesuai rencana geladi yang ditetapkan.

(4) Memberikaan tanggapan terhadap pelaku pada saat kaji

ulang.


KONFIDENSIAL

73

73

BAB VI

PENUTUP

Lampiran Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep / / / 2004

Tanggal 2004

23. Keberhasilan. Disiplin yang dilaksanakan oleh para pembina latihan dan

pengguna dalam mempedomani ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Buku Petunjuk

Teknik tentang Geladi Posko II akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembinaan

latihan TNI AD.

24. Penyempurnaan. Hal-hal yang dirasakan perlu untuk penyempurnaan buku

petunjuk ini, akibat adanya perkembangan agar disarankan kepada Kasad melalui

Komandan Kodiklat TNI AD.

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

U.b.

DIRLAT

KONFIDENSIAL

SIHAR E.E. SAGALA

BRIGADIR JENDERAL TNI


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

74

PENGERTIAN-PENGERTIAN

Sub Lampiran – A

Lampiran Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

1. Bujuknik. Adalah buku pedoman sebagai jabaran dari Bujukmin yang memuat

penjelasan tentang tata cara teknik alat peralatan dan atau pelaksanaan dari suatu kegiatan

atau pekerjaan, secara terinci dalam rangka pembinaan salah satu fungsi TNI AD.

2. Geladi. Adalah bentuk latihan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan

melakukan sesuatu kegiatan yang telah dipelajari atau dilakukan sebelumnya.

3. Posko. Adalah suatu tempat yang dibuat untuk dapat mengendalikan dalam

operasi taktis yang dipimpin oleh Komandan disertai beberapa perwira staf dan badan-badan

pelayanan.

4. Geladi Posko II. Adalah suatu metoda latihan taktis tanpa pasukan dimana

diberikan serangkaian keadaan dan kejadian yang sambung menyambung. Pada setiap

keadaan dan kejadian mengandung persoalan yang harus dipecahkan dan diminta keputusan,

rencana perintah dan tindakan dari pelaku yang berperan sebagai Komandan, Staf dan unsur

Pelayan Markas satuan yang dilatih.

5. Wasit. Adalah seseorang atau kelompok personel yang ditunjuk untuk memutuskan

dan menghakimi suatu kejadian dalam geladi sesuai skenario dan peraturan permainan yang

telah ditentukan.

6. Pengendali. Adalah seseorang atau kelompok personel yang ditunjuk untuk

mengatur, mengarahkan dan menuntun dalam batas-batas tertentu sehingga pelaksanaan

geladi dapat dipelihara, guna mencapai tujuan geladi.

7. Kendali Tunda. Adalah badan yang mengatur lalu lintas berita antara pelaku

tingkat atas dengan pelaku tingkat bawah untuk kepentingan pengendalian derap geladi.


75

8. Derap Geladi. Adalah dinamika geladi yang direncanakan, disusun dan

dikembangkan dengan penciptaan rangkaian kejadian dalam suatu situasi yang

dipraanggapkan untuk mencapai sasaran geladi.

9. Waktu Tunda. Waktu yang dipraanggapkan, diperlukan untuk sesuatu

kegiatan.

10. Waktu Sesungguhnya. Adalah waktu sebenarnya pada saat latihan diseleng-

garakan.

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

U.b.

DIRLAT

SIHAR E.E. SAGALA

BRIGADIR JENDERAL TNI


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

76

SKEMA ALIRAN

BUJUKNIK TENTANG GELADI POSKO II

BUJUKMIN

tentang

PENYELENGGARAAN

LATIHAN

BUJUKNIK

tentang

GELADI POSKO II

Sub Lampiran – B

Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

U.b.

DIRLAT

SIHAR E E . SAGALA

BRIGADIR JENDERAL TNI


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

PRINSIAP

KPD PELAKU

TAHAP

PERENCANAAN

77

Sub Lampiran – B

Lampiran Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

PROSES PENYELENGGARAAN GELADI POSKO II

PROGLAT TNI AD

MEMPELAJARI PROGLAT

REN/PROGLAT KOTAMA

JUK CAN PANG/DAN

KEP KONSEP LAT

MEMPELAJARI DIREKTIF

PEMBENTUKAN SPG

JUKCAN KPD SPG

MEMBUAT RGB

KIR GLA

DIREKTIF LAT

KPD P’GARA

KEGIATAN

PENDAHULUAN


TAHAP SIAP

PRIN LAK GLA

78

MENINJAU MEDAN I

PAPARAN - I

PEMBENTUKAN KOGLA

MENINJAU MEDAN II

MENYUSUN NASKAH

PAPARAN - II

MENYEMP NASKAH

DISTRIBUSI NASKAH

TAR & LAT PEND

WASDAL

BRIEFING PELAKU

PENYIAPAN TEMPAT

GELADI

GIAT LANJUTAN


TAHAP

PELAKSANAAN

TAHAP AKHIR

79

PEMERIKSAAN AKHIR

PEMBUKAAN

PELAKSANAAN GELADI

PENUTUPAN

PULKET/ DATA

RAPAT NIS WASDAL

KIR GANTI RUGI

KAJI ULANG

SUSUN LAPORAN

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

U.b.

DIRLAT

SIHAR E.E. SAGALA

BRIGADIR JENDERAL TNI


TENTARA NASIONAL INDONESIA

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

80

Sub Lampiran – D

Lampiran Surat Keputusan Kasad

Nomor Skep/ / / 2004

Tanggal 2004

DAFTAR CONTOH/BENTUK NASKAH GELADI POSKO II

CONTOH

NOMOR

U R A I A N KETERANGAN

1 2 3

BUKU I Naskah Latihan

1. Sampul Buku I. -

2. Rencana Geladi. Isi Naskah

3. Skenario Geladi. Lampiran Rengla

4. Rencana Operasi Geladi. Lampiran Rengla

5. Diagram Rencana Operasi Geladi. Lampiran Rengla

6. Ramalan Operasi Geladi. Lampiran Rengla

7. Petunjuk Khusus Wasit dan Pengendali. Lampiran Rengla

8. Ringkasan Kegiatan Wasit dan Pengendali. Lampiran Rengla

9. Keharusan dan Larangan Wasdal. Lampiran Rengla

10. Jadwal Kegiatan Wasit dan Pengendali. Lampiran Rengla

11. Buku Harian Wasit dan Pengendali. Lampiran Rengla

12. Laporan Wasit dan Pengendali. Lampiran Rengla

13. Petunjuk Penilaian. Lampiran Rengla

14. Petunjuk Bulsi Lampiran Rengla

BUKU IIA Naskah Latihan

15. Sampul Buku II A. -

16. Lembaran Pendahuluan Isi naskah

17. Keadaan Umum. Isi Naskah

18. Keadaan Khusus. Isi Naskah

19. Analisa Daerah Operasi. Lampiran Kasus

20. Ringkasan Intelijen. Lampiran Kasus

21. Susunan Bertempur Musuh. Lampiran Kasus

22. Ikhtisar Kejadian. Lampiran Kasus

BUKU II B Naskah Latihan

23. Sampul Buku II B -

24. Petunjuk Geladi. Isi Naskah


1 2 3

25. Komando dan Pengendalian Geladi. Lampiran Jukgla

26. Jadwal Geladi. Lampiran Jukgla

27. Petunjuk Perhubungan. Lampiran Jukgla

28. Petunjuk Tata tertib. Lampiran Jukgla

29. Petunjuk Keamanan. Lampiran Jukgla

30. Petunjuk Bantuan Administrasi. Lampiran Jukgla

31. Prosedur Tetap Geladi. Lampiran Jukgla

32. Petunjuk tentang Naskah. Lampiran Jukgla

33. Daftar Distribusi Naskah Geladi. Lampiran Jukgla

34. Daftar Nominatif Peserta Geladi Lampiran Jukgla

BUKU III Naskah Latihan

35. Sampul Buku III. -

36. Laporan Penyelenggaraan Geladi Posko II Isi Naskah

37.

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Gelado Posko II Satu Tingkat Lampiran Rengla

38. Struktur Organisasi Gelado Posko II Dua Tingkat Lampiran Rengla

81

39.

KETENTUAN LAIN

Denah Posko Penyelenggara Geladi

40. Denah Posko Satuan Pelaku

41. Data Perlengkapan Posko Satuan Pelaku

42. Perbandingan Waktu

A.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT

KOMANDAN KODIKLAT

U.b.

DIRLAT

SIHAR E. E . SAGALA

BRIGADIR JENDERAL TNI


KOPSTUK

82

KLASIFIKASI

(GELADI)

LAMBANG SATUAN

DARI

MARKAS KOMANDO GELADI

NAMA GELADI POSKO II

BUKU I

TEMPAT, TGL /BLN/THN

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 1


KOPSTUK

83

KLASIFIKASI

(GELADI) CONTOH - 2

NAMA GELADI

RENCANA GELADI

KODE NASKAH

Penunjukan : Peta : Cantumkan daerah peta yang akan digunakan

Kedar : Cantumkan kedar peta yang akan digunakan

Tahun : Cantumkan tahun pembuatan peta.

Lembaran : Cantumkan lembaran peta.

Daerah waktu :

1. Dasar. Cantumkan data/keterangan yang mendasari diselenggarakannya geladi.

2. Tujuan dan Sasaran Geladi.

a. Tujuan. Uraian singkat tentang tujuan diselenggarakan Geladi Posko II

(Memberi, Meningkatkan, Memelihara atau Menguji).

b. Sasaran. Uraian singkat tentang tingkat kemampuan yang ingin dicapai

pelaku. (Dilihat dari aspek Pengetahuan dan aspek Ketrampilan)

3. Pelajaran yang ingin dikembangkan. Pelajaran yang dapat dikembangkan untuk

kepentingan meningkatkan/memelihara kemampuan pelaku atau manfaat lain untuk

penyempurnaan Doktrin.

4. Ruang Lingkup Geladi. Cantumkan materi-materi yang akan digeladikan.

5. Macam, Sifat dan Tingkat.

a. Macam. Geladi taktis tanpa pasukan.

b. Sifat. Satu atau dua pihak dikendalikan/tidak dikendalikan.

c. Tingkat. Satu atau Dua tingkat satuan pelaku yang dimainkan.

KLASIFIKASI

(GELADI)

KLASIFIKASI


6. Ringkasan Cerita Geladi.

84

(GELADI)

a. Tema. Sesuaikan dengan yang ada dalam Direktif Latihan.

b. Daerah. Jelaskan daerah/medan latihan yang akan digunakan tempat geladi.

c. Persoalan yang ditanyakan. Persoalan-persoalan yang akan diberikan

kepada pelaku disesuaikan dengan tujuan dan sasaran geladi yang akan dicapai serta

kemampuan dan batas kemampuan pelaku.

d. Waktu. Waktu yang digunakan untuk peristiwa-peristiwa dalam Skenario

Geladi, dapat mengguanakan Waktu Asumsi dan Waktu sesungguhnya/sebenarnya.

e. Gerakan kedua belah pihak. Gerakan masing-masing pihak yang

dipraanggapkan.

f.. Imbangan Daya Tempur. Imbangan Daya Tempur pasukan sendiri

dihadapkan dengan daya tempur musuh yang dihadapi.

7. Administrasi dan Logistik. Kebutuhan administrasi dan logistik selama geladi.

8. Komando dan Perhubungan.

a. Perhubungan.

b. Komando pengendalian.

9. Petunjuk Lain-lain.

Catatan : Naskah Geladi tidak menggunakan cap/stempel hanya tanda tangan Dirgla.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .……………

Pada tanggal . .…………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

85

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

SKENARIO GELADI

CONTOH - 3

Lampiran .....(Skenario .....)

KODE NASKAH

Penunjukan : Peta : Cantumkan daerah peta yang akan digunakan

Daerah waktu :

1. Pemeran Geladi.

Kedar : Cantumkan kedar peta yang akan digunakan

Tahun : Cantumkan tahun pembuatan peta.

Lembaran : Cantumkan lembaran peta.

a. Musuh. Pemeran musuh dalam geladi.

b. Pasukan sendiri. Pemeran pasukan sendiri dalam geladi.

c. Unsur-unsur lain. Pemeran lain yang terlibat geladi.

2. Latar Belakang Setting Strategis. Suatu keadaan yang menyebabkan satuan dua

tingkat diatas pelaku melaksanakan operasi dan berakhir dengan rencana/perintah dari satuan

tersebut. Dalam geladi tingkat satuan kecil (Ki dan Ton) tidak perlu mencantumkan latar

belakang setting strategis cukup memberikan gambaran keadaan taktis satuan dua tingkat baik

musuh maupun pasukan sendiri.

3. Rencana Setting Taktis. Dimulai dari perintah satuan dua tingkat diatas pelaku dan

berakhir sampai rencana pelaksanaan operasi satuan satu tingkat diatas pelaku serta persoalan

yang akan dilemparkan secara garis besar.

4. Pelaksanaan Geladi. Berisi uraian dalam tiap-tiap tahap bagaimana kegiatan lawan,

kegiatan pasukan sendiri dan persoalan yang ditanyakan.

KLASIFIKASI

(GELADI)


86

KLASIFIKASI

(GELADI)

a. Tahap I (Perencanaan Operasi)

Tanggal … bulan … s/d tanggal … bulan … 20…

1) Gerakan kedua belah pihak.

a) Musuh. Gerakan yang dilakukan musuh.

b) Pasukan sendiri. Gerakan yang direncanakan pasukan sendiri.

2) Persoalan yang ditanyakan. Persoalan-persoalan yang akan ditanyakan

dalam geladi.

b. Tahap II (Pelaksanaan Operasi).

Tanggal … bulan … s/d tanggal … bulan … 20…

1) Gerakan kedua belah pihak.

a) Musuh. Gerakan yang dihadapi musuh.

b) Pasukan sendiri. Gerakan pasukan sendiri untuk menghadapi

musuh.

2) Persoalan yang ditanyakan.

a) Reaksi dan tindakan Komadan serta Staf dalam menghadapi

situasi tersebut.

b) Perkiraan Cepat Komandan.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ……………

Pada tanggal .…………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

NO

TAHAP/

PHASE

TANGGAL

WAKTU

JAM

87

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

RENCANA OPERASI GELADI

SITUASI DAN KONDISI

DALAM CERITA

PERMASALAHAN/

PERSOALAN UNTUK

PELAKU

CONTOH - 4

Lampiran .....(Rencana .....)

KODE NASKAH

KEGIATAN

WASDAL & PELAKU

Persiapan … s/d … 1. Keadaan Umum. Briefing Komandan kepada Kegiatan Wasit Diisi bila

Berisi kondisi Ipoleksosbud / Staf.

perkembangan situasi di

daerah satuan dua tingkat

diatas pelaku

diperlukan

Pelaksanaan … s/d … 2. Keadaan Khusus Lanjutan

Berisi perkembangan situasi

daerah pelaku dan tindakan

Kir Staf. Kegiatan Pengendali

pasukan sendiri.

Kegiatan Pelaku

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .. …………………

Pada tanggal .....………………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP

KET


KOPSTUK

Tahap/Phase

88

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

DIAGRAM RENCANA OPERASI GELADI POSKO II

Perencanaan Operasi

Pelaksanaan Operasi

CONTOH-5

Lampiran …(Diagram …)

KODE NASKAH

Keterangan

Situasi giat musuh - Ki musuh melaks perkuatan medan

- Musuh melasanakan aksi hambat Geladi selesai

- Musuh melaksanakan Patroli keamanan

Kegiatan

Wasdal

Waktu Sesungguhnya

Kegiatan

Pelaku

Dan & Staf

( Mako )

Kegiatan

Pelaku

Pelayan Markas

(Kima)

Beri

Ikut

PO Danbrig

Up. Buka

240900

JAN 05

241100

JAN 05

241300

JAN 05

Ikut

Pulket

Up. Buka Terima

PO Danbrig

Beri info & Situasi.sesuai Ramog

241700

JAN 05

Jukcan

250800

JAN 05

Kirdan

&

KirStaf

Ikut Pengamanan

Pelayanan

Up. Buka Posko

makan

Mendirikan

Posko

Melayani Kom dgn

Sat Atas/Samping/ Bawah

260800

JAN 05

270900

JAN 05

Kep

KUO PO

Danyonif

Pendistribusian

Munisi

280700

JAN 05

Dari DP ke GA

melewati PS

Wasdal & Penilaian

281000

JAN 05

Mengatasi

hambatan

PPS musuh

Evakuasi

Korban

Melayani Kom dgn

Sat Atas/Samping/ Bawah

281300

JAN 05

Mengatasi

sasaran

Mengurus

TWP

281500

JAN 05

Konsolidasi

Pindah Posko

Ikuti

Up. Tutup

281700

JAN 05

Ikuti

Up. Tutup

Ikuti

Up. Tutup

Bulsi Timbulkan situasi agar pelaku bertindak Geladi selesai

Timbulkan situasi agar dpt ditinjau oleh pelaku

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ………………..

Pada tanggal ……………….

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

NO

SESUNGGUHNYA

TANGGAL/WAKTU

89

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

RAMALAN OPERASI GELADI POSKO II

BERITA INFORMASI

ASUMSI DARI UNTUK

PERSOALAN

CONTOH - 6

Lampiran .....(Rencana ......)

KODE NASKAH

TINDAKAN JAWABAN YANG

DIHARAPKAN

1 2 3 4 5 6 7

1. 080800 PEB 05 Kogla Peserta Geladi Upacara Buka Geladi Seluruh Peserta Mengikuti

Dst

6. 081000 PEB 05 030930 DES 20A Kasipers

Brigade

Pasipers Yonif Agar melaporkan kekuatan

Personel

KLASIFIKASI

(GELADI)

KET

Catat, Lapor dan buat laporan Sarana

Alkom

Dikeluarkan di . …………………

Pada tanggal … ………………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

90

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 7

Lampiran .....(Petunjuk .....)

KODE NASKAH

PETUNJUK KHUSUS WASIT DAN PENGENDALI

1. Organisasi Wasit dan Pengendali.

a. Susunan. Tunjuk pada Lampiran organisasi wasdal.

b. Tujuan. Uraikan tujuan petunjuk tersebut.

c. Kedudukan. Dipimpin oleh Kawasdal jelaskan wewenangnya.

d. Tugas. Jelaskan tugas wasit dan pengendali.

e. Pengendali Bulsi. Siapa pengendali Bulsi.

2. Jadwal Kegiatan.

a. Briefing pendahuluan di…….tanggal…..jam……

b. Peninjauan medan…………..

c. Briefing terakhir di………….

3. Tempat. Tunjuk yang diterima Wasdal.

4. Naskah Geladi untuk Wasdal.

5. Informasi dan Instruksi.

a. Pengendalian. Jelaskan keharusan dan larangannya.

b. Penataran dan rapat-rapat.

c. Lain-lain.

6. Laporan. Jelaskan sistem laporan, waktu dan kejadian mana yang perlu dilaporkan

kepada Dirgla.

KLASIFIKASI

(GELADI)


7. Kurir, Komunikasi dan Angkutan.

a. Kurir.

91

KLASIFIKASI

(GELADI)

b. Komunikasi. Sesuai petunjuk perhubungan.

c. Angkutan. Sesuai angkutan yang disiapkan.

8. Akomodasi dan Makan.

9. Lain-lain. Bila ada hal-hal yang belum dijelaskan diatas.

Lampiran :

1. Struktur Organisasi Wasdal.

2. Ringkasan Perwasdalan.

3. Keharusan dan Larangan Wasdal.

4. Jadwal Kegiatan Wasdal

5. Buku Harian Wasdal.

6. Laporan Wasdal.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .. ………

Pada tanggal .. ………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

92

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

CONTOH - 8

Lampiran .....(Ringkasan .....)

KODE NASKAH

RINGKASAN KEGIATAN WASIT DAN PENGENDALI

1. Tujuan. Tujuan dari Perwasdalan

2. Sistem. Sistem yang digunakan dalam Perwasdalan.

3. Tugas Wasit dan Pengendali. Tugas-tugas Wasit dan Pengendali.

4. Petunjuk untuk Wasit dan Pengendali. Petunjuk yang harus dilakukan oleh Wasit

dan Pengendali.

5. Mekanisme Perwasdalan. Menjelaskan mekanisme kegiatan Wasit dan Pengendali.

6. Buku harian Wasit dan Pengendali. Catatan yang dilaksanakan Wasdal setiap hari.

7. Kesimpulan. Hasil dari kegiatan Perwasdalan yang perlu mendapatkan kesimpulan

sebagai bahan evaluasi.

8. Laporan. Laporan hasil kegiatan Wasit dan Pengendali.

KLAFISIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .………………

Pada tanggal .………………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

1. Keharusan.

93

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

KEHARUSAN DAN LARANGAN WASDAL

a. Wasit. Harus berbuat ............

b. Pengendali. Harus berbuat ...........

2. Larangan.

a. Wasit. Tidak boleh ............

b. Pengendali. Tidak boleh ...........

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 9

Lampiran …(Keharusan …)

KODE NASKAH

Dikeluarkan di . …………….

Pada tanggal .. ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

NOMOR

TANGGAL WAKTU

TANGGAL JAM

Penjelasan : Pengisian kolom kegiatan secara berurutan

Dimulai dari pembukaan geladi sampai dengan

Penutupan dan Kaji Ulang.

94

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

JADWAL KEGIATAN WASDAL

- Kegiatan Wasit yang dilaksanakan

- Kegiatan Pengendali yang dilaksanakan

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 10

Lampiran ... (Jadwal ...)

KODE NASKAH

KEGIATAN KET

Dikeluarkan di .. ...........................

Pada Tanggal …...........................

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/ NRP


KOPSTUK

95

KLASIFIKASI

(GELADI)

BUKU HARIAN WASIT DAN PENGENDALI

TANGGAL........s.d .TANGGAL............

NOMOR TANGGAL JAM SITUASI / PERSOALAN

Diisi situasi pelaku dan persoalan Wasdal

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 11

Lampiran ... (Buku ...)

KODE NASKAH

CATATAN TERHADAP

TINDAKAN PELAKU

Diisi tindakan pelaku setelah

mendapat persoalan dari Wasdal

......................., ........................

WASIT/PENGENDALI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

96

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

LAPORAN WASIT DAN PENGENDALI

CONTOH - 12

Lampiran ...(Laporan ...)

KODE NASKAH

NOMOR TANGGAL JAM SITUASI / PERSOALAN CATATAN

KLASIFIKASI

(GELADI)

................., .........................

WASIT/PENGENDALI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

97

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK EVALUASI DAN PENILAIAN

1. Umum. Petunjuk secara umum tentang Evaluasi dan Penilaian.

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Maksud dari Petunjuk Evaluasi dan Penilaian.

b. Tujuan. Tujuan dari Petunjuk Evaluasi dan Penilaian.

3. Ruang lingkup dan tata urut.

a. Ruang lingkup. Berisi ruang lingkup yang akan dibahas.

b. Tata urut. Berisi tata urut yang akan dibahas.

4. Dasar. Yang mendasari pembuatan Petunjuk Evaluasi dan Penilaian.

5. Tujuan. Tujuan dari Evaluasi dan Penilaian.

6. Sasaran. Sasaran dari Evaluasi dan Penilaian.

7. Materi. Materi dari Evaluasi dan Penilaian.

8. Sarana dan metoda.

a. Sarana. Sarana dan Evaluasi dan Penilaian.

b. Metoda. Metoda Evaluasi dan Penilaian.

CONTOH - 13

Lampiran ...(Petunjuk ...)

KODE NASKAH

9. Pengorganisasian. Organisasi yang digunakan dalam Evaluasi dan Penilaian.

KLASIFIKASI

(GELADI)


98

KLASIFIKASI

(GELADI)

10. Tugas dan Tanggung Jawab. Uraikan tugas dan tanggung jawab.

a. Ketua Tim Evlat.

b. Sekertaris

c. Anggota.

11. Subyek dan Obyek Evaluasi dan Penilaian. Sasaran yang di evaluasi dan dinilai.

a. Subyek. Penyelenggara.

b. Obyek. Pelaku.

12. Pelaksanaan Penilaian.

a. Tahap Perencanaan.

b. Tahap Persiapan.

c. Tahap Pelaksanaan.

d. Tahap Pengakhiran

13. Administrasi.

a. Personel. Personel yang melaksanakan.

b. Logistik. Logistik yang diperlukan.

14. Lain-lain. Merupakan tambahan apabila ada.

Lampiran :

Cheklist penilaian kegiatan

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ………….

Pada tanggal ………….

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

99

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK BULSI

CONTOH - 14

Lampiran …(Petunjuk …)

KODE NASKAH

1. Umum. Penjelasan umum untuk mengantar maksud dan tujuan Petunjuk Bulsi.

2. Organisasi. Susunan organisasi Bulsi.

3. Perlengkapan. Perlengkapan yang digunakan Bulsi.

4. Kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan Bulsi.

5. Komunikasi. Alat dan Jaring komunikasi yang digunakan Bulsi.

6. Administrasi. Kebutuhan dukungan administrasi yang diperlukan.

7. Keamanan. Protap pengamanan yang digunakan Bulsi.

Lampiran :

1. Struktur Organisasi

2. Jadwal Kegiatan.

3. Mekanisme Kegiatan.

4. Jaring Komunikasi

5. Lain-lain

Dikeluarkan di ……………..

Pada tanggal …………….

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

100

KLASIFIKASI

(GELADI)

LAMBANG SATUAN

DARI

MARKAS KOMANDO GELADI

NAMA GELADI POSKO II

BUKU II A

TEMPAT, TGL/BLN/THN

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 15


KOPSTUK

101

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

LEMBAR PENDAHULUAN

CONTOH – 16

KODE NASKAH

1. Dasar. Cantumkan data/keterangan yang mendasari diselenggarakannya geladi.

2. Tujuan dan Sasaran.

a. Tujuan. Uraian singkat tentang tujuan diselenggarakan Geladi Posko II

(Memberi, Meningkatkan, Memelihara atau Menguji).

b. Sasaran. Uraian singkat tentang tingkat kemampuan yang ingin dicapai

pelaku. (Dilihat dari aspek Pengetahuan dan aspek Ketrampilan)

3. Pelajaran yang ingin dikembangkan. Pelajaran yang dapat dikembangkan untuk

kepentingan meningkatkan/memelihara kemampuan pelaku atau manfaat lain untuk

penyempurnaan Doktrin.

4. Ruang lingkup. Mengenai lingkup penyelenggaraan geladi, berkaitan dengan tingkat

satuan pelaku, kekuatan dan kemampuan penyelenggara dan materi yang dimainkan dalam

geladi.

5. Sumber bahan referensi. referensi-referensi latihan yang dapat mendukung

penyelenggaraan geladi seperti Bujuk fungsi Latihan, Bujuk fungsi Operasi, Bujuklap,

Bujuknik dan Bujuk-bujuk fungsi lainnya.

6. Peta. Cantumkan Peta yang akan digunakan.

7. Daerah dan Tempat geladi. Jelaskan daerah/medan latihan yang akan digunakan

sebagai tempat geladi.

KLASIFIKASI

(GELADI)


102

KLASIFIKASI

(GELADI)

8. Tanggal dan Jangka waktu geladi. Tuliskan waktu dan lamanya.diselenggarakan

geladi

9. Macam, Sifat dan Tingkat.

a. Macam. Geladi taktis tanpa pasukan.

b. Sifat. Satu atau dua pihak dikendalikan/tidak dikendalikan.

c. Tingkat. Satu atau Dua tingkat satuan pelaku yang dimainkan.

10. Tema geladi. Sesuaikan dengan yang ada dalam Direktif Latihan.

11. Peserta geladi. Personel geladi dan penyelenggara.

12. Briefing geladi. Tempat dimana briefing dilaksanakan.

13. Tugas-tugas Pelaku untuk mempesiapkan diri. Tugas yang diberikan kepada

pelaku agar menyiapkan diri untuk melaksanakan geladi.

14. Lain-lain. Data-data lain yang belum tercantum diatas.

Lampiran :

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

103

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

KEADAAN UMUM

CONTOH – 17

KODE NASKAH

Penunjukan : Peta : Cantumkan daerah peta yang akan digunakan

Kedar : Cantumkan kedar peta yang akan digunakan

Tahun : Cantumkan tahun pembuatan peta.

Lembar : Lembar / Lembaran peta yang digunakan.

BERISI :

1. Umum. Menjelaskan secara umum.

2. Musuh. Keterangan tentang kekuatan musuh, identifikasi, gerakan atau disposisi dan

rencananya serta kemampuan udara.

3. Pasukan Sendiri. Keterangan tentang pasukan sendiri dua tingkat diatas pelaku,

kekuatan, disposisi, tugas dan rencananya, komposisi serta susunan tugas.

4. Keadaan Medan, Cuaca dan Kondisi Sosial di dearah operasi. Berisi keadaan

medan, cuaca, geografi, demografi serta kondisi sosial di daerah operasi. Bila terlalu banyak

dapat dijadikan lampiran tersendiri sebagai lampiran ADO.

Lampiran :

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

104

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

KEADAAN KHUSUS

CONTOH - 18

KODE NASKAH

Penunjukan : Peta : Cantumkan daerah peta yang akan digunakan

Kedar : Cantumkan kedar peta yang akan digunakan

Tahun : Cantumkan tahun pembuatan peta.

Lembar : Lembar / Lembaran peta yang digunakan.

BERISI :

1. Umum. Menjelaskan secara umum.

2. Musuh. Keterangan terperinci mengenai musuh di daerah operasi komando atas satu

tingkat dari pelaku.

3. Pasukan Sendiri. Keterangan tentang pasukan sendiri satu tingkat diatas pelaku,

kekuatan, disposisi, tugas dan rencananya, komposisi serta susunan tugas.

4. Keadaan Topografi. Memuat tentang keadaan medan dan cuaca secara khusus.

Lampiran :

1. Bagan Situasi Musuh

2. Analisa Daerah Operasi

3. Ringkasan Intelijen

4. Data pasukan sendiri

5. Data pasukan musuh

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

ANALISA DAERAH OPERASI NO. ....

105

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 19

Lampiran …(Analisa …)

KODE NASKAH

Penunjukan : Peta : Cantumkan daerah peta yang akan digunakan

Kedar : Cantumkan kedar peta yang akan digunakan

Tahun : Cantumkan tahun pembuatan peta.

Lembar : Lembar / Lembaran peta yang digunakan.

Daerah waktu :

1. Tujuan dan Pertimbangan yang membatasi.

a. Tujuan. Uraian secara singkat tentang tujuan analisa yang membatasi.

b. Pertimbangan yang membatasi.

1) Tugas Pokok.

2) Pertimbangan lain.

2. Keterangan Umum Daerah.

a. Keadaan Iklim dan Cuaca.

1) Musim.

2) Kabut.

3) Awan.

4) Suhu.

5) Periode taktis.

6) Angin.

7) Curah hujan.

KLASIFIKASI

(GELADI)


. Keadaan Medan.

106

KLASIFIKASI

(GELADI)

1) Penonjolan dan sistem pengaliran.

2) Tumbuh-tumbuhan.

3) Bahan permukaan.

4) Benda buatan manusia.

c. Ciri lain :

1) Jumlah dan penyebaran penduduk.

2) Mata pencaharian.

3) Perkembangan Ipoleksosbudhan.

a) Idiologi Politik.

b) Bidang Pemerintahan.

c) Sosial Ekonomi.

d) Sosial Budaya.

e) Hankam.

3. Aspek militer dari Medan.

a. Aspek Taktis.

1) Medan kritis.

2) Lapangan tembak dan lapangan tinjau.

3) Lindung tembak dan lindung tinjau.

4) Rintangan.

5) Jalan pendekat.

b. Aspek Bantuan Administrasi.

1) Personel.

2) Teritorial.

3) Sosial.

c. Aspek Teritorial. Ipoleksosbud.

KLASIFIKASI

(GELADI)


4. Pengaruh Daerah Operasi.

107

KLASIFIKASI

(GELADI)

a. Pengaruh terhadap cara bertindak musuh.

b. Pengaruh terhadap cara bertindak sendiri.

5. Lain-lain.

Lampiran :

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

1. Keadaan Musuh.

a. Disposisi.

b. Komposisi.

c. Kekuatan.

d. Kegiatan.

e. Keganjilan dan Kelemahan.

2. Kemampuan Musuh.

a. Doktrin Strategis.

100

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

RINGKASAN INTELIJEN

CONTOH - 20

Lampiran … (Ringkasan…)

KODE NASKAH …

b. Doktrin Taktis. Berisi tentang kemampuan taktik, pengerahan, penyebaran,

komunikasi, pendadakan, Kodal, Nubika, Udara, Bantem, Combat Intelijen dan Counter

Intelijen, Banmin, Gerilya.

c. Susunan Bertempur Musuh.

d. Data-data Senjata Musuh.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ……………

Pada tanggal .…………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

UNSUR-UNSUR

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

SUSUNAN BERTEMPUR MUSUH

CONTOH - 21

Lampiran .....(Susunan .....)

KODE NASKAH

1. Disposisi. Kedudukan tiap pasukan musuh setelah melakukan penyebaran taktis

untuk melakukan suatu tugas.

2. Komposisi. Penyebaran pasukan secara taktis untuk melaksanakan suatu tugas.

3. Kekuatan. Kekuatan yang meliputi jumlah manusia, senjata dan perlengkapan

lainnya.

4. Status dan Tingkat Latihan. Sampai dimana tingkat latihan yang dilaksanakan.

5. Taktik dan Teknik. Taktik dan Teknik yang bisa dilaksankan oleh pasukan musuh.

6. Logistik. Logistik yang didapat oleh musuh.

7. Efektifitas Tempur. Sampai dimana hasil guna yang dipunyai musuh.

8. Lain-lain. Keterangan lain yang diperlukan dan dapat membantu untuk

mengembangkan keterangan tentang unsur SBM yang lain.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

NO

WAKTU/TGL

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

IKHTISAR KEJADIAN

URAIAN KEJADIAN

CONTOH -22

Lampiran ….(Ikhtisar …..)

KODE NASKAH

1 2 3 4

1. 0810.00 Feb … Informasi dari …

dst

15. 2706.00 Feb … Informasi dari Asintel bahwa musuh …

KLASIFIKASI

(GELADI)

KET

Dikeluarkan di ..…………..

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

LAMBANG SATUAN

DARI

MARKAS KOMANDO GELADI

NAMA GELADI POSKO II

BUKU II B

TEMPAT,TGL/BLN/THN

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 23


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

JADWAL GELADI

CONTOH - 24

Lampiran …(Jadwal …)

KODE NASKAH

NO

WAKTU

TANGGAL JAM

KEGIATAN KET

1 2 3 4 5

1. 20 – 2 - 2005 08 30 Dan Sat melaksanakan ……. DP

dst

20. 21 – 2 – 2005 11 00 Dan Sat bawahan melaksanakan ...

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .………….

Pada tanggal .…………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

KOMANDO PENGENDALIAN GELADI

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang pengendalian.

2. Tujuan. Tujuan dari pengendalian geladi.

3. Organisasi geladi. Susunan organisasi geladi.

4. Struktur Organisasi. Gambarkan struktur organisasi.

5. Tugas dan Tanggung Jawab. Uraikan tugas dan tanggung jawab.

a. Pimpinan umum geladi.

b. Penasehat geladi.

c. Direktur geladi.

d. Wakil direktur geladi.

e. Staf geladi.

f. Sekretaris geladi.

g. Denma geladi.

h. Wasit dan pengendalian.

i. Penilai.

j. Pelaku.

6. Lain-lain. (Sesuai kebutuhan).

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH – 25

Lampiran ...(Komando ...)

KODE NASKAH

Dikeluarkan di…..………

Pada tanggal ……………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

108

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK PERHUBUNGAN

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang penggunaan perhubungan.

CONTOH - 27

Lampiran …(Petunjuk …)

KODE NASKAH

2. Maksud dan Tujuan. Penjelasan maksud dan tujuan dibuat petunjuk Perhubungan.

3. Sarana perhubungan. Penjelasan tentang alat perhubungan yang dipakai.

4. Penggunaan. Penjelasan tentang ketentuan penggunaan Alhub.

5. Pelayanan. Penjelasan tentang pelayanan perhubungan.

6 Penyelenggaraan perhubungan. Penjelasan tentang ketentuan tata cara penggunaan

perhubungan.

7. Instruksi khusus. Penjelasan tentang petunjuk-petunjuk khusus.

8. Lain-lain. Penjelasan tentang ketentuan lain yang belum tercantum.

Lampiran :

1. Jaring hubungan telepon

2. Jaring komunikasi radio pelaku

3. Lain-lain (sesuai kebutuhan)

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .…………..

Pada tanggal .…………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK TATA TERTIB

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang tata tertib.

CONTOH - 28

Lampiran…(Petunjuk…)

KODE NASKAH

2. Maksud dan Tujuan. Penjelasan maksud dan tujuan dibuat petunjuk Tata terib.

3. Peserta Geladi. Penjelasan tentang Tata terib bagi peserta geladi.

4. Pembagian ruangan. Penjelasan tentang pembagian ruangan yang dipakai.

5. Pembagian waktu. Penjelasan tentang jadwal waktu kegiatan.

6 Pakaian. Penjelasan tentang pakaian yang dipakai.

7. Tanda Pengenal. Penjelasan tentang tanda pengenal yang dipakai.

8. Keamanan. Penjelasan tentang posedur keamanan.

9. Laporan Corps. Penjelasan tentang ketentuan Corps Rapot.

10. Administrasi. Penjelasan tentang Dukops dan Duklog latihan.

11. Perlengkapan. Penjelasan tentang perlengkapan yang dibutuhkan dan digunakan.

12. Kesehatan. Penjelasan tentang pelayanan kesehatan.

KLASIFIKASI

(GELADI)


KLASIFIKASI

(GELADI)

13. Perawatan. Penjelasan tentang pelayanan Bekal.

14. Angkutan. Penjelasan tentang pelayanan angkutan.

15. Akomodasi. Penjelasan tentang akomodasi.

16. Lain-lain. (Pasal dapat ditambah atau dikurangi menurut kebutuhan)

Lampiran:

1. Bagan ruangan

2. Lain-lain.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di ..………………

Pada tanggal ..………………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK KEAMANAN

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang petunjuk keamanan.

CONTOH - 29

Lampiran …. (Petunjuk …)

KODE NASKAH

2. Maksud dan Tujuan. Penjelasan maksud dan tujuan dibuat petunjuk Keamanan.

3. Ruang Lingkup. Tentang ruang lingkup yang dibahas.

4. Dasar. Hal-hal yang mendasari atau melandasi petunjuk Keamanan.

5. Keamanan Personel.

a. Tamu Undangan.

b. Pelaku.

c. Staf Kogla/Wasdal.

6. Keamanan Materiil.

a. Kendaraan.

b. Alat Hub.

c. Lain-lain.

7 Keamanan Bahan keterangan/Pemberitaan.

a. Dokumentasi.

b. Komunikasi dan Telepon.

c. Lain-lain.

8. Keamanan Kegiatan.

9. Keamanan Daerah Latihan.

KLASIFIKASI

(GELADI)


KLASIFIKASI

(GELADI)

10. Instruksi Koordinasi. Penjelasan tentang petunjuk-petunjuk khusus.

11. Lain-lain. Penjelasan tentang ketentuan lain yang belum tercantum.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .…………………

Pada tanggal .…………………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK BANTUAN ADMINISTRASI

CONTOH – 30

Lampiran …. (Petunjuk …)

KODE NASKAH

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang petunjuk bantuan administrasi.

2. Maksud dan Tujuan. Penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan dibuat petunjuk

Bantuan Administrasi.

3. Ruang Lingkup. Tentang ruang lingkup yang dibahas.

4. Dasar. Hal-hal yang mendasari atau melandasi petunjuk Bantuan Administrasi.

5. Personel. Penyelenggaraan administrasi personel untuk geladi.

a. Pemeliharaan Kekuatan.

b. Pembinaan Personel.

c. Pemeliharaan Moril.

d. Pemeliharaan Hukum, Disiplin dan Tata Tertib.

e. Pembinaan Markas.

f. Lain-lain yang berkaitan dengan fungsi Personel.

6. Logistik. Tentang kebutuhan logistik.

a. Perbekalan. (Bekal Kelas I s.d Kelas V)

b. Pelayanan Angkutan, Komunikasi.

c. Pemeliharaan Alpal/Materiil.

d. Perawatan Kesehatan.

KLASIFIKASI

(GELADI)


KLASIFIKASI

(GELADI)

7 Lain-lain. (Pasal-pasal dapat ditambah atau dikurangi menurut kebutuhan).

Lampiran :

1. Daftar Personel

2. Daftar Alpal/Materiil

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .…………………

Pada tanggal .…………………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PROSEDUR TETAP GELADI

1. Umum. Penjelasan secara umum tentang Prosedur Tetap Geladi.

2. Tujuan. Tujuan dari Prosedur Tetap Geladi

CONTOH - 31

Lampiran … (Prosedur …)

KODE NASKAH

3. Ruang Lingkup. Tentang ruang lingkup yang dibahas dalam Prosedur Tetap Geladi.

.

4. Pertanggungan jawab. Pertanggungan jawab masing-masing bidang dalam tugasnya.

5. Urusan Dalam. Ketentuan yang ditetapkan masalah urusan dalam.

6. Keamanan dan Ketertiban. Peraturan tentang keamanan dan ketertiban geladi.

7. Perijinan. Ketentuan tentang perijinan.

8. Tindakan/perlakuan terhadap Kogla. Tindakan terhadap Personel Kogla.

9. Tindakan/perlakuan terhadap Pelaku. Tindakan terhadap Personel Pelaku

10. Tindakan/perlakuan terhadap Wasdal. Tindakan terhadap Personel Wasdal.

11. Tindakan/perlakuan terhadap Bulsi. Tindakan terhadap Personel Bulsi.

12. Lain-lain. Uraikan ketentuan lain yang belum tercantum.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .……………….

Pada tanggal .……………….

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

114

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

PETUNJUK TENTANG NASKAH

CONTOH - 32

Lampiran …(Petunjuk …)

KODE NASKAH

NO JENIS BUKU WARNA KODE NASKAH ISI NASKAH KET

1.

BUKU – 1

2. BUKU - IIA

Penjelasan :

MERAH

BIRU

Kode Naskah : Contoh : BY-I-01-R / 04.

BY-I-01-R / 2004

BY : Nama Geladi (BARATA YUDHA).

I : Kode (Buku I).

01 : Nomor Naskah (RENGLA NO. 01).

R : Klasifikasi (RAHASIA).

04 : Tahun Pembuatan (2004).

Bila Naskah tersebut ada lampirannya supaya disebutkan.

KLASIFIKASI

(GELADI)

a. RENGLA.

dst.

- Lampiran A

- dst.

- dst- -dst-

Dikeluarkan di .………….

Pada tanggal .…………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


KOPSTUK

NO NAMA PEJABAT

1.

2.

3.

4.

Direktur Geladi / Wakil

Penasehat Geladi

Staf Geladi

Dst

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

DAFTAR DISTRIBUSI NASKAH GELADI

BUKU

I II III

2

4

4

KLASIFIKASI

(GELADI)

2

4

4

CONTOH - 33

Lampiran …(Daftar …)

KODE NASKAH

2

4

4

Dikeluarkan di .……………..

Pada tanggal …..………….

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP

KET


KOPSTUK

NOMOR

URT

BAG

NAMA

116

KLASIFIKASI

(GELADI)

NAMA GELADI

DAFTAR NOMINATIF PESERTA GELADI

PANGKAT /CORPS

KLASIFIKASI

(GELADI)

Lampiran …(Daftar …)

KODE NASKAH

NRP

JABATAN LAT

CONTOH - 34

Dikeluarkan di .………….

Pada tanggal . …………

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP

KET


KOPSTUK

117

KLASIFIKASI

(GELADI)

LAMBANG SATUAN

DARI

MARKAS KOMANDO GELADI

NAMA GELADI POSKO II

BUKU III

TEMPAT, TGL/BLN/THN

KLASIFIKASI

(GELADI)

CONTOH - 34


KOPSTUK

KLASIFIKASI

(GELADI)

LAPORAN PENYELENGGARAAN GELADI

………………………..

PENDAHULUAN

CONTOH - 36

KODE NASKAH

1. Umum. Penjelasan secara umum untuk mengantar laporan penyelenggaraan geladi.

2. Maksud dan Tujuan. Penjelasan tentang maksud dan tujuan dibuat laporan

penyelenggaraan geladi.

3. Ruang lingkup dan Tata urut. Lingkup pembahasan laporan penyelenggaraan

geladi.

4. Dasar. Hal-hal yang mendasari atau melandasi laporan penyelenggaraan geladi.

POKOK - POKOK PENYELENGGARAAN GELADI

5. Umum. Penjelasan umum untuk mengantar pokok-pokok penyelenggaraan geladi.

6. Tujuan. Uraian singkat tentang tujuan diselenggarakan Geladi Posko II (Memberi,

Meningkatkan, Memelihara atau Menguji).

7. Sasaran. Uraian singkat tentang tingkat kemampuan yang ingin dicapai pelaku

(Dilihat dari aspek Pengetahuan dan aspek Ketrampilan).

8. Waktu. Tuliskan waktu diselenggarakan geladi.

9. Peserta. Tuliskan jumlah orang yang terlibat sebagai peserta geladi (Penyelenggara

geladi dan Pelaku)

KLASIFIKASI

(GELADI)


10. Macam, Sifat dan Tingkat.

KLASIFIKASI

(GELADI)

a. Macam. Geladi taktis tanpa pasukan.

b. Sifat. Satu atau dua pihak dikendalikan/tidak dikendalikan.

c. Tingkat. Satu atau Dua tingkat satuan pelaku yang dimainkan.

11. Materi Geladi. Tuliskan Operasi yang digunakan sebagai materi geladi.

PELAKSANAAN GELADI

12. Umum. Penjelasan umum untuk mengantar pelaksanaan geladi.

13. Pelaksanaan Geladi.

a. Tahap Perencanaan. Uraikan tentang kegiatan penyelenggara dalam

menyiapkan geladi dan kesiapan pelaku untuk mengikuti geladi.

b. Tahap Persiapan. Uraikan kegiatan penyiapan Kolat, penataran dan latihan

pendahuluan organisasi Wasdal, briefing pelaku, penyiapan personel, Alpal/materiil

dan logistik.

c. Tahap Pelaksanaan. Uraikan mekanisme pelaksanaan geladi yang

melibatkan Kogla, Organisasi Wasdal dan Pelaku.

d. Tahap Pengakhiran. Uraikan kegiatan pada saat Kaji Ulang, Ganti rugi

kerusakan akibat geladi dsb.

14. Pelaksanaan kegiatan lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan. Contoh :

Uraikan penggunaan Dukops maupun Duklog latihan yang diberikan Komando Atas.

HASIL YANG DICAPAI

15. Hasil yang dicapai. Uraikan hasil yang dicapai selama penyelenggaraan geladi,

hadapkan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.

KLASIFIKASI

(GELADI)


KLASIFIKASI

(GELADI)

16. Kendala dan Upaya mengatasi. Uraikan tentang hambatan/ kendala yang ditemui

dan bagaimana upaya mengatasinya.

17. Hal-hal yang menonjol. Uraikan tentang temuan-temuan positif dan negatif serta

Hal-hal lain yang menonjol selama pelaksanaan geladi.

PENUTUP

18. Kesimpulan. Uraikan tentang kesimpulan yang didapat dari proses penyelenggaraan

geladi.

19. Saran. Uraikan saran-saran yang perlu disampaikan kepada Komando Atas untuk

perbaikan penyelenggaraan geladi pada masa mendatang.

KLASIFIKASI

(GELADI)

Dikeluarkan di .……………..

Pada tanggal .……………..

DIREKTUR GELADI

NAMA

PANGKAT/CORPS/NRP


TIM WAS/EV

DE

STRA

DE

OYU

PENILAI

STAF GLA

DE

MINLOG

KLASIFIKASI

(GELADI)

STRUKTUR ORGANISASI GLADI POSKO II

(SATU TINGKAT)

DE

LITBANG

Keterangan :

: Garis Komando

: Garis Staf

: Garis Koordinasi

: Garis Perwasitan

: Garis Pengendali

: Garis Penilaian

PIMUMGLA

DIRGLA

WADIRGLA

PELAKU

WASIT

FUNGSI

KLASIFIKASI

(GELADI)

KA WASDAL

WAKA WASDAL

HAT GLA

SET GLA

DENMA GLA

PENGENDALI

TAS PING WAH

CONTOH - 37

THP PERENC

SETWASDAL

THP SIAP

BULSI

THP PELAKS

CONTOH - 38


TIM WAS/EV

DE

STRA

DE

OYU

PENILAI

STAF GLA

DE

MINLOG

KLASIFIKASI

(GELADI)

STRUKTUR ORGANISASI GLADI POSKO II

(DUA TINGKAT)

DE

LITBANG

Keterangan :

: Garis Komando

: Garis Staf

: Garis Koordinasi

: Garis Perwasitan

: Garis Pengendali

: Garis Penilaian

PIMUMGLA

DIRGLA

WADIRGLA

PELAKU

BRIGIF

PELAKU

YONIF

WASIT

FUNGSI

KLASIFIKASI

(GELADI)

KA WASDAL

WAKA WASDAL

PENGENDALI

HAT GLA

SET GLA

DENMA GLA

TAS PING WAH

THP PERENC

SETWASDAL

THP SIAP

BULSI

THP PELAKS


DE LITBANG

DENAH POSKO PENYELENGGARA

HATGLA PIMUM

DE MINLOG DESTRA

WADIRGLA DIRGLA

DENMA

CONTOH-39

DE OYU

SETGLA HUB PROVOST

DALTAS

PENILAI

DALPING

DALWAH

PROTOKOL

KES

STAF

DENMA

SET

WASDAL

KAWASDAL

WAKA

WASDAL

Catatan : Disposisi diatas tidak mengikat, disesuaikan tempat yang tersedia.


KOPSTUK

KIMA

TEMPAT PARKIR

KENDARAAN TAMU

PETUNJUK JALAN

ATAU TANDA

DENAH POSKO SATUAN PELAKU

TP

123

POOL KENDARAAN

MAYON/KIMA

KES

TEMPAT TU

RUN DARI

KENDARAAN

SI PERS

SI LOG

DANYON

KORBRA WB

PETUNJUK JALAN

ATAU TANDA

HUB RDO

SI INTEL

SI OPS

WADAN

CONTOH - 40

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!