Views
3 years ago

Penggenerasian Ciri I : Transformasi Linier - Teknik Elektro UGM

Penggenerasian Ciri I : Transformasi Linier - Teknik Elektro UGM

Penggenerasian Ciri I : Transformasi Linier - Teknik Elektro

Penggenerasian Ciri I : Transformasi Linier Octa Heriana, 05906-TE Sumarna, 06248-TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta 6.1 PENDAHULUAN Tujuan dari bab ini adalah penggenerasian ciri-ciri melalui transformasi linier pada cuplikan-cuplikan masukan (pengukuran). Konsep dasarnya adalah mentransformasikan (mengalih-ragamkan) sekumpulan hasil pengkuran menjadi kumpulan ciri baru. Jika transformasi tersebut dipilih yang sesuai, maka ciri-ciri domain transformasi dapat menunjukkan sifat-sifat ‘kemasan informasi’ yang tinggi dibandingkn dengan cuplikan masukan aslinya. Ini berarti bahwa sebagian besar informasi kaitan klasifikasi terperas menjadi ciri-ciri dalamjumlah yang relative kecil, sehingga mengurangi dimensi ruang ciri yang diperlukan. Alasan yang mendasari ciri-ciri berbasis transformasi tersebut adalah bahwa kesesuaian transformasi yang dipilih dapat menggali dan menghilangkan kelebihan informasi yang biasanya ada dalam sejumlah cuplikan yang diperoleh dengan piranti pengukuran. Sebagai contoh suatu citra yang dihasilkan dari suatu piranti pengukuran, misalnya piranti sinar-X atau kamera. Piksel-piksel (cuplikan masukan) pada berbagai posisi di dalam citra mempunyai korelasi berderajad besar, terkait dengan konsistensi morpologik internal citra nyata yang membedakannya dari derau (noise). Kemudian jika digunakan piksel-piksel tersebut sebagai ciri-ciri, maka akan terdapat informasi berlebihan yang berderajad besar. Secara alternatif, misalnya jika diperoleh transformasi Fourier dari suatu citra nyata, maka hal tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar energy yang terletak pada komponen frekuensi rendah berhubungan dengan adanya korelasi tinggi antar aras keabuan (gray level) piksel-piksel tersebut. Sehingga penggunaan koefisien Fourier sebagai ciri menunjukkan suatu pilhan yang rasional, sebab energy rendah memungkinkan kehilangan informasi kecil, koefisien-koefisien frekuensi tinggi dapat diabaikan. 6.2 VEKTOR-VEKTOR BASIS DAN CITRA Misalkan x(0), x(1), x(2), …, x(N-1) merupakan sejumlah cuplikan masukan dan x adalah suatu vector Nx1 yang sesuai, x T = [x(0), x(1), x(2), …, x(N-1)]. Diberikan suatu matrik unitary NxN yaitu A 1 , mendefinisikan suatu vector tertransformasi y dari x sebagai : y = A H x ≡ H ⎡ a ⎤ 0 ⎢ H ⎥ ⎢ a1 ⎥ ⎢ . ⎥ x (6.1) ⎢ ⎥ ⎢ . ⎥ ⎢ H ⎥ ⎣a N −1 ⎦

Sunu Wibirama~ - Teknik Elektro UGM
Algoritma dan Struktur Data 2 - Teknik Elektro UGM
Metode Penulisan Ilmiah - Teknik Elektro UGM - Universitas Gadjah ...
Dinamika Kurikulum Program Sarjana TEKNIK ELEKTRO INSTITUT ...
wirelesslan032 - Teknik Elektro UGM
paper2 - Teknik Elektro UGM
paper-bab-2 - Teknik Elektro UGM
KLASIFIKASI NON LINIER - Teknik Elektro UGM
DI YOGYAKARTA - Teknik Elektro UGM
koding1 - Teknik Elektro UGM
bab-i_bayes - Teknik Elektro UGM
bab7_1-bab7_4 - Teknik Elektro UGM
Thread01 - Teknik Elektro UGM
.A KAPASITOR - Teknik Elektro UGM
Virtual LAN.pdf - Teknik Elektro UGM
resume - Teknik Elektro UGM
paper1 - Teknik Elektro UGM
Transistor2Logic - Teknik Elektro UGM
david_32542 - Teknik Elektro UGM - Universitas Gadjah Mada
Komunikasi Akses Jamak - Teknik Elektro UGM
Sistem GSM 2 - Teknik Elektro UGM
Uji Hipotesis dengan ANOVA - Teknik Elektro UGM
bab-3-pengklasifikasi-linear - Teknik Elektro UGM
bab-55-57 - Teknik Elektro UGM
translate-bab-8-rintania - Teknik Elektro UGM
SISTEM KOMUNIKASI CDMA-fix.pdf - Teknik Elektro UGM