Views
5 months ago

Praktikum ADPR 2013

R2 R1 Lp 100% (1) V V

R2 R1 Lp 100% (1) V V R 2 1 1 Dengan Lp = Kemiringan plato (% per Volt atau % per 100 Volt). R 1 = Laju cacah pada awal daerah plato, V 1 (cpm/cps) . R 2 = Laju cacah pada akhir daerah plato V 2 (cpm/cps) . Nilai kemiringan yang masih dianggap baik adalah lebih kecil daripada 0,1 % per volt. Kestabilan suatu alat ukur radiasi dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip 'Chi Square Test'. Nilai chi-square nya dapat dihitung dengan persamaan 2. berikut. χ 2 n 1 R i R R 1 2 (2) Dengan : χ 2 R R i = nilai chi square = laju cacahan rata-rata (cpm atau cpd) = laju cacahan setiap pengukuran (cpm atau cpd) Untuk pengujian dengan melakukan 1O kali pengukuran berulang (N = 1O), sistem pencacah masih dapat dikatakan stabil bila nilai chi square-nya berkisar antara 3,33 dan 16,9. Detektor GM termasuk detektor yang "lambat" sehingga untuk pencacahan aktivitas tinggi, hasil cacahnya harus dikoreksi terhadap waktu mati ( ) detektor tersebut, yang dapat ditentukan dengan persamaan 3. berikut ini: R R R Rb (3) R R 1 2 2 R12 12 2 1 2 2 Dengan = Waktu mati detektor (menit atau detik). R 1 = Laju cacah sumber 1 (cps) . R = Laju cacah sumber 2 (cps). 2 R 12 = Laju cacah sumber 1 dan sumber 2 bersama-sama (cps) R = Laju cacah latar belakang (cps) b Adapun untuk mengoreksi hasil cacah terhadap waktu digunakan persamaan 4. berikut ini: Ro Rc (4) 1 Ro. Dengan R = Laju cacah setelah dikoreksi (menit atau detik). c Praktikum ADPR 2013 2

R 0 = Laju cacah hasil pengamatan (menit atau detik). Oleh karena tidak seluruh radiasi yang dilepaskan sumber dapat tercacah oleh detektor, maka perlu menentukan efisiensi detektor yang menunjukkan korelasi antara nilai cacah yang ditunjukkan sistem pencacah GM dan aktifitas sumber sebenarnya. Nilai efisiensi ini dapat ditentukan dengan persamaan 5. berikut ini: R (5) A. p Dengan : = efisiensi detektor. R = laju cacah (cpd). A = aktifitas sumber sebenarnya ( Bq ) p = probabilitas pemancaran radiasi Nilai efisiensi dari setiap detektor sangat dipengruhi oleh faktor geometri antara sumber dan detektor, sehingga apabila jarak antara sumber dan detektor berubah, nilai efisiensinya juga berubah. C. PERALATAN DAN BAHAN 1. Detektor Geiger Muller, 2. Inverter, berfungsi untuk membalik pulsa negatif yang dihasilkan oleh detektor Geiger Muller . 3. Tegangan Tinggi (High Voltage), berfungsi untuk mencatu tegangan tinggi detektor. 4. Pencacah (Counter), berfungsi untuk mencacah jumlah pulsa yang dihasilkan sistem pencacah . 5. Penala Waktu (Timer), berfungsi untuk mengatur selang waktu pencacahan. 6. Sumber Standar, berfungsi sebagai sumber radiasi yang sudah diketahui aktifitas awalnya. 7. Sumber yang akan ditentukan aktivitasnya. D. PROSEDUR KERJA. D.1. Menentukan daerah Plato 1. Rangkaikan peralatan seperti pada gambar 2. kemudian sistem pencacah dinyalakan dan ditunggu 10 menit. 2. Sebuah pemancar beta, dapat menggunakan Cs - l37 , Co - 60 atau sumber lain, diletakkan pada ruang pencacahan 3. Penala waktu diatur untuk waktu cacah 2 menit (sesuai dengan petunjuk Pembimbing Praktikum) 4. Pencacahan dimulai dengan menekan tombol ’count ' pada pencacah dan ’start' pada penala waktu. 5. Bersamaan dengan langkah 4 di atas, sumber tegangan tinggi dinaikkan secara perlahan-lahan dan perhatikan penunjuk cacahan (digit) pada pencacah. Praktikum ADPR 2013 3

Ujian Akhir Praktikum Pemuliaan Tanaman 2012
LED KATALOG 2013 - Duralamp
Gastgeberkatalog 2013 - Darß
Ia' Orana Juli 2013 - goNoni.com
Russian-Mini-Transat-Presentation-2013
Majalah%20ICT%20No.11-2013
Rangka Kerja Audit LHDNM 2013
gilocavT damdeg axal 2013 wels
WOHNEN - Januar 2013 - paliang
Penyiapan Tenaga Pendamping P4IP 2013 oleh KMP - P2KP
Market Perspective October 2013 - Commonwealth Bank
Market Perspective April 2013 - Commonwealth Bank
Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia 2013-2025
Pedoman Uji Kompetensi Kejuruan 2012/2013 - Ditpsmk
selangor - lkan tahun 2013 siri 2
Seminar Nasional & PIT IGI dI Banjarmasin 2013