teknik perkayuan jilid 1 smk

bos.fkip.uns.ac.id

teknik perkayuan jilid 1 smk

Gb. 2.4. Keseimbangan Formal

Gb. 2.5. Keseimbangan Informal

1.2.4. Keselarasan (harmoni)

(a) Keseimbangan formal

Keseimbangan formal adalah

keseimbangan yang dapat dicapai

dengan menata elemen-elemen

sebelah kanan dan kiri garis

simetris yang mempunyai bobot

visual sama contoh: meja dapur

dan lampu sebelah kanan dan kiri

adalah sama sama jumlahnya

maupun penataanya dan

mempunyai jarak yang sama

terhdap garis pusat.

(b) Keseimbangan informal

Keseimbangan informal (asimetris)

adalah keseimbangan yang

dicapai dengan menata elemen

yang tidak sama, misal mebel

yang tidak sama (asimetris ) di

kanan dan kiri garis, meja dan

elemen dinding di kanan dan kiri

garis sumbu tidak sama

Harmoni dapat didefinisikan sebagai keselarasan atau kesepakatan yang

menyenangkan dari beberapa bagian atau kombinasi beberapa bagian

dalam satu komposisi. Suatu perencanaan yang unsurnya selaras, akan

terasa sebagai suatu kesatuan, bukan sekadar penggabungan dari

beberapa bagian yan lepas satu sama lainnya. Untuk mendapatkan

keharmonian dapat digunakan unsur-unsur yang sama, akan tetapi

harmoni jika dipaksakan dalam penggunaan unsur-unsur dengan aspek

yang sama dapat menghasilan komposisi dengan suatu kesatuan tanpa

daya tarik.

1.2.5. Kesatuan dan keragaman (unity dan variety)

Prinsip keseimbangan dan harmoni, dalam mencapai kesatuan, tidak

mengesampingkan usaha mengejar variasi dan daya tarik, untuk

mencapai kesatuan yang diinginkan dapat diusahakan tetap

mempertahankan elemen yang paling dominan yang terus berulangulang,

sedangkan keragaman merupakan bagian yang dapat

memperkaya perbedaan namun tetap bernuansa satu.

18

More magazines by this user
Similar magazines