LAPORAN AKHIR - KM Ristek

km.ristek.go.id
  • No tags were found...

LAPORAN AKHIR - KM Ristek

• •-- - -_. =- ~~=----..;........ - - -=-LAPORAN AKHIRPENELITIAN PROGRAM INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA TA 2010 (RIPP) Metode Perbanyakan In-Vitro Nilam Unggul Dengan Produktivitas Minyak 250 Kg/HafTahun Dan Tolera.n Kekeringan Yang Lebih Murah 50 % Dari Metode Baku Ir. Sri Hutami, MS. Dr. Ir. Ika Mariska S. Ir. Widiati H. Adil, MSc. BADAN PENELITIAN DAN'PENGEMBANGAN PERTANIANBALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI DAN SUMBERDAYA GENETIK PERTANIAN Jalan Tentara Pelajar No.3A Bogor.16111, Telp:0251-337975, Fax:0251-338820 E-mail: borif@indo.net.id.biogen@litbang.deptan.go.id


LAPORAN AKHIR PENELITIAN PROGRAM INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA TA 2010 (RIPP) Metode Perbanyakan In-Vitro Nilam Unggul Dengan Produktivitas Minyak 250 Kg/Ha/Tahun Dan Toleran Kekeringan Yang Lebih Murah 50 % Dari Metode Baku Ir. Sri Hutami, MS. Dr. Ir. Ika Mariska S. Ir. Widiati H. Adil, MSc. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANBALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI DAN SUMBERDAYA GENETIK PERTANIAN Jalan Tentara Pelajar No.3A Bogor. 16111, Telp:0251-337975, Fax:0251-338820 E-mail: borif@indo.net.id . biogen@litbang.deptan.go.id


LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN 1. JUDUL PENELITIAN2. PROGRAMPENELITIANINSENTIF3. PROGRAM4. BIDANG5. TOPIK PENELITIAN6. PENELITI UTAMANAMA LENGKAPJENIS KELAMIN7. LAMA PENELITIANTAHUN DIMULAITAHUN BERAKHIR8. SURAT PERJAN,JIANNOMORTANGGAL9. BIAYA TAHUN 2010TAHAP 1(30 %)TAHAP II (50 %)TAHAP III (20 %)Metode Perbanyakan In- Vitro Nilam Unggul DenganProduktivitas Minyak 250 Kg/Harrahun Dan ToleranKekeringan Yang Lebih Murah 50 % Dari Metode BakuTAHUN KE-2Insentif Riset TerapanKetahanan PanganMetode Perbanyakan In-Vitro Nilam UnggulIr. Sri Hutami, MS.Wanita3 Tahun2009201179 .7 ILB.620/1/2/201 025 Februari 2010Rp. 165.000.000,-Rp . 49.500.000,-Rp. 82 .500.000,-Rp. 33.000.000,-Bogor, ~D NOVEMBER 2010Peneliti UtamaIr. Sri Hutami, MS . NIP. 19521123 198101 2002 2


· '" RINGKASAN Tanaman nilam (Pogostemon cab/in Benth.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiriatau minyak nilam (patchou/y oil) yang banyak dipergunakan dalam industri kosmetik,parfum, sabun, antiseptik dan insektisida. Indonesia merupakan negara pemasok terbesarkebutuhan minyak nilam dunia yang mencapai sekitar 90 % dari seluruh kebutuhan dunia.Beberapa klon nilam unggulan yang toleran kekeringan dan mempunyai kadar minyak lebihtinggi (3,2 %) telah dihasilkan melalui induksi mutasi dan variasi somaklonal. Pad a tahun2008 klon-klon tersebut telah diuji di rumah kaca dan dihasilkan beberapa klon yang tahankekeringan, antara lain Bio 6. Nilam Bio 6 yang toleran kekeringan dengan kandunganminyak 250 kg/ha/tahun selanjutnya digunakan dalam penelitian ini. Dari penelitian tahunpertama (2009) diperoleh hasil bahwa media % MS + agar swallow + vit MS tanpa mesoinositol dan ~ Knop Heller tanpa vit + agar swallow merupakan formulasi media yang efisiendengan laju multiplikasi tunas yang tinggi. Cahaya tetap diperlukan 16 jam/hari untuktumbuh normal, sedang pendingin ruangan /AC dapat dihilangkan. Tujuan dari penelitia iniadalah untuk mendapatkan formulasi media perakaran yang terbaik pada media pada' 00.cair; mendapatkan metode aklimatisasi di rumah kaca untuk mengetahui daya tumbu - apengaruh formulasi media yang digunakan terhadap karakter agronomi bibit, prod skadar minyak, dan kandungan patchouli alkoholnya; mendapatkan efisiensi biayamenghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan; dan produksi bibit nilam di ru auntuk uji di lapang (Iahan kering dan daerah sentra produksi) sebanyak 2300 ib 3 apolibag. Pad a tahun kedua (2010) bibit yang dihasilkan dari percobaan tahun 2009 diind Ksiperakarannya secara in vitro di laboratorium dengan menggunakan zat pengatur tumbuhauksin IAA, IBA dan NAA (0,5 dan 1,0 mg/I). Setelah tumbuh dan berakar diaklimatisasi dirumah kaca dengan menggunakan media tanah + pupuk kandang (1 :1) dan tanah + pasir +pupuk kandang (1: 1: 1). Disamping itu juga dilakukan perhitungan analisis biaya yangdiperlukan untuk menghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan dan pmduksi bibit nilamuntuk uji di lapang (Iahan kering dan daerah sentra produksi). Hasil Penelitian menunjukkanbahwa pada pengamatan pertama (umur 1 bulan), dari 24 perlakuan, biakan tertinggi (2,65cm) dan jumlah buku tertinggi (4,71) dicapai oleh perlakuan ~ KH padat tanpa vit + IAA 0,5mg/I, sedang jumlah daun tertinggi (9,50) dan jumlah tunas tertinggi (1,50) dicapai olehperlakuan ~ KH padat tanpa vit + IBA 0,5 mg/I. Persentase perakaran, jumlah akar, danpanjang akar tertinggi (100 %,9,79 dan 6,59 cm) dicapai oleh perlakuan ~ KH padat tanpavit +NAA 1,0 mg/1. Hasil pengamatan kedua (umur 2 bulan) terlihat bahwa tanaman tertinggidicapai oleh perlakuan media % MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/I (5,50 cm),sedang jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah buku tertinggi berturut-turut 23,50; 3,08; dan11 ,54 dicapai oleh perlakuan media % MS pad at + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/I.Keberhasilan aklimatisasi pada media tanah + pupuk kandang (1: 1) adalah 80,2 % lebihtinggi dari pad a aklimatisasi pada media tanah + pasir + pupuk kandang (1:1:1) (76,64 %).Pada umur 2 bulan setelah aklimatisasi tanaman nilam tertinggi (20,4 cm) dicapai olehperlakuan awal ~ KH padat tanpa vit + IAA 0,5 mg/I. Jumlah tunas tertinggi (4) padaperlakuan % MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/I. Jumlah cabang tertinggi(2,3) dicapai oleh perlakuan ~ KH padat tanpa vit + NAA 1,0 mg/1. Jumlah buku tertinggi (58,8) dan jumlah daun tertinggi (90,0) dicapai oleh perlakuan % MS padat + vit tanpa mesoinositol + IBA 1,0 mg/I pad a media tanah + pasir + pupuk kandang. Biaya produksi bibitnilam secara kultur jaringan dengan metode efisiensi dapat diturunkan 50 % dari metodestandar. Jumlah bibit nilam yang diproduksi di rumah kaca pada akhir penelitian inisebanyak 2300 tanaman.Kata kunci: Nilam (Pogostemon cab/in Benth.), perbanyakan, in vitro, kadar minyaktinggi, toleran kekeringan, bibit nilam unggul murah, aklimatisasi3


· ,.,PRAKATA Laporan Penelitian yang be~udul "Metode Perbanyakan In-Vitro Nilam UnggulDengan Produktivitas Minyak 250 Kg/Ha/Tahun Dan Toleran Kekeringan Yang Lebih Murah50 % Dari Metode Baku" ini merupakan Laporan Akhir Penelitian Program InsentifPeningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (RIPP) TA 2010 yang merupakanlanjutan dari penelitian SI NTA 2009. Penelitian yang dilakukan meliputi 4 kegiatan yaitu: 1).Induksi perakaran tunas nilam pada media padat dan cair yang dapat meningkatkankeberhasilan pada tahap aklimatisasi; 2). Aklimatisasi di rumah kaca serta evaluasikeragaman karakter agronomi dan kandungan minyak nilam hasil kultur jaringan; 3).Analisis biaya yang diperlukan untuk menghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan; dan4). Produksi bibit nilam untuk uji di lapang (Iahan kering dan daerah sentra produksi).Seluruh tim yang terlibat dalam penelitian ini mengucapkan terimakasih kepadaMenristek dan Kepala Badan Litbang Pertanian yang telah menyetujui penelitian ini dakepada Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberd a aGenetik Pertanian atas segala arahan dan dukungannya dalam pelaksanaan peneli ia In.Segala saran dan kritik yang positif sang at kami harapkan untuk mendapatkan hasilyang lebih baik. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi yang menggunakannya .Bogor, 12 November 2010Penanggung Jawab PenelitianIr. Sri Hutami, MS. NIP. 19521123198101 2002 4


· ,..,DAFTAR 151LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN ... .. ......... ..... .. ...... ............. ..RINGKASAN ... ....... .... ..... ......... .. ........ .. ...... ... ... ......... .. ... ...... ....... .... ....... .PRAKATA ... ....... .... ..... .... ... ..... .. ................ ................... ............. ... ......... .DAFTAR lSi ..... ....... ... .... ........ .. .. .... ..... ... ... .. ........... .......... .. ............ ........ .DAFTAR TABEL ......... .... .... .. .. .. .. ........... .. .. ..... .. ................... ... ... .......... ..DAFTAR GAMBAR. ............ ... .. .... ....... .......... .. ...... ... .......... ....... .. .. ........ ..BAB I. PENDAHULUAN ............... ...... ... ................. ...... .. .. ... ...... ... .... ......BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .............. ........ .. ....... .............................. ..BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT. .................... .. ....... .. .... .... .. ...... .. .... .. ..BAB IV METODOLOGI ............ ........ .................... .......... .. .... ........ ......... ..4.1 Induksi perakaran tunas nilam pada media padat dan cair yang dapat meningkatkan keberhasilan pada tahap aklimatisasi ... .... . 4.2. Aklimatisasi di rumah kaca serta evaluasi keragaman kara er agronomi dan kandungan minyak nilam hasil ku ltur jaringan. 4.3. Analisis biaya yang diperlukan untuk menghasilkan bibit nila secara kultur jaringan .......... ...... .. ...... ......... .. .. ........... .... .... . 4.4. Produksi bibit nilam untuk uji di lapang (Iahan kering dandaerah sentra produksi) ..... ..... ......... .... .... .. ... ........... . Halaman2 3 4 5 6 7 8 9 12 12 ' 4BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN .......... .......... ............ .. .... ...... ........ . 5.1 . Induksi perakaran tunas nilam pada media padat dan cair yangdapat meningkatkan keberhasilan pada tahap aklimatisasi. .. .....155.2. Aklimatisasi di rumah kaca serta evaluasi keragaman karakteragronomi dan kandungan minyak nilam hasil kultur 21jaringan.. ..... .......... .... .. ... ...... ....... .... .. .. .. ....... ... ... .. ..... . 5.3. Analisis biaya yang diperlukan untuk menghasilkan bibit nilamsecara kultur jaringan .. .......... .. .. .... .. ...... ....... ....... .. ... .. 275.4. Produksi bibit nilam untuk uji di lapang (Iahan kering dandaerah sentra produksi) ....... .. .. ............ ... ... ..... ............ .. ....... ....... .. 30BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ........ .. .. ................ .. .................... .. .6.1 . KESIMPULAN ............... ... .. .................. ........... .... .. .. .. .. .... .. .. ... .. ... 6.2. SARAN ............. .. ..... .. .... .. ...... ... ........... ......... ... ............ .. .. .. ....... .. . 33153333DAFTAR PUSTAKA ... .. ...... .... ...... ....... ... ........ ... ... ..... ........ ......... .... ... .. .. .LAMPIRAN 1. Media untuk kultur jaringan dan sel (mg/L) .... .. .. .......... ..34 35 5


·" DAFTAR TABEL No.KeteranganHalalam1. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan cair terhadap tinggi biakan, jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah buku biakan nilam secara in vitro pada umur 1 bulan setelah tanam ......... .. ................. 2. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan cair terhadap persentase perakaran, jumlah akar dan panjang akar biakan nilam secara in vitro pada umur 1 bulan setelah tanam ... ... .............. .. .. ... . .3. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan cair terhadap tinggi biakan, jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah buku biakan nilam secara in vitro pada umur 2 bulan setelah tanam .. ..... ...... ..... .. ........ .4. Keberhasilan aklimatisasi (% tanaman hidup) biakan nil am dari berbagai perlakuan secara in vitro pada media Tanah + pupuk kandang (1: 1) dan Tanah + pasir + ppk kandang (1: 1: 1 ) ....... .... ... .. .1617 18 21 5. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas dan jumlah cabang nilam umur 1 bulan setelah diaklimatisasi. ...... ................... .. ............ ....... ............. . 6. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in ' vitro) terhada jumlah buku dan jumlah daun nilam umur 1 bulan setela h diaklimatisasi.. ... .... ... ................ ... ... ... .......... ... ....... ...... ..... ..... .... .7. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas dan jumlah cabang nilam umur 2 bulan setelah diaklimatisasi.. ..... ....... ..... .. .... ..... .. ...... .. .. .. ..... ...............8. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap jumlah buku dan jumlah daun nilam umur 2 bulan setelah diaklimatisasi....... ........ ...... .. .... .... ... .. ....... .... .. .. ...... ... ... ....... .. ... .. ...... .. .9. Bobot basah dan bobot kering brangkasan nilam hasil aklimatisasi pada umur 4 bulan.... ......... .. ... .. ..... .... .. .. ..... ........ ......... ...... .. .... .. .. .. ....23 25 26 27 10. Analisis biaya produksi bibit nilam dengan metode standar (Rp.).... .. 28 11 Analisis biaya produksi bibit nilam dengan metode efisien (Rp.). .. .. .. 29 6


· '"DAFTAR GAMBARNo.KeteranganHalaman1. Pertumbuhan biakan (atas) dan perakaran (bawah) secara invitro umur 1 bulan ...... .... ..... ... .................. ..... .. ... ..... ........ ..... ..... .. . .2. Pertumbuhan biakan (atas) dan perakaran (bawah) secara invitro umur 1 bulan .... .......... .... ...... .. ....... .. .. .. .. .. .. ..... ...... .. .... .... ...... .3. Hasil aklimatisasi bibit nilam pada umur 1-2 bulan .. ...... .............. . 4. Hasil aklimatisasi bibit nilam pada berbagai umur ...... .... .... .. .. .... .. 192030305. Hasil aklimatisasi bibit nilam sampai dengan Oktober 2010.6. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro padamedia tanah + pupuk kandang (kiri) dan tanah + pasir + pupukkandang (kanan) mulai perlauan No.1 , 3 sid 13 pada umur 3,5bulan... ... .. .. .. ... ...... ..... ..... .. .. .... ... .... ..... ..... ...... ................... .7. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro padamedia tanah + pupuk kandang (kiri) dan tanah + pasir + pupukkandang (kanan) mulai perlauan No. 14 sid 20 dan kontrol padaumur 3,5 bulan ...... ... .......... .. ... ...... .... ..... .. ...... ..... .. .. ........ ... ..8. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro padamedia tanah + pupuk kandang (kiri) dan tanah + pasir + pupukkandang (kanan) mulai perlauan No. 21 , 22, 23, dan 24 padaumur 4 bulan ....... .... ...... .. .......... .. ... .... ... ....... ....... ....... .. ........... .. .. ..9. Pengeringan sampel tanaman nilam di rumah kaca sebelumdianalisa kandungan minyak dan patchouli alkoholnya .... .. ...... ..J 13232337


BABI.PENDAHULUAN Tanaman nilam (Pogostemon cab/in Benth.) merupakan tanaman penghasilminyak atsiri atau minyak nilam (patchou/y oil) dengan aroma yang khas yang dapatdigunakan sebagai pengharum dan pengikat minyak atsiri lainnya. Minyak nilam banyakdipergunakan dalam industri kosmetik, parfum, sabun, antiseptik dan insektisida (Kadir,2007). Indonesia merupakan negara pemasok terbesar kebutuhan minyak nilam dunia yangmencapai sekitar 90 % dari seluruh kebutuhan dunia. Pada tahun 2004 nilai ekspor minyaknilam mencapai 2074 ton dengan nilai US $ 27.137 juta (Dirjenbun, 2006).Daerah pengembangan tanaman nilam di Indonesia antara lain di PropinsiSumatra Barat, Nangro Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat.Bengkulu, Riau, Sumatra Selatan dan Jawa Timur . Luas areal pertanaman ila tah.12004 mencapai 16.639 Ha dengan produksi 2424 ton (Dirjenbun, 2006).Daerah-daerah sentra produksi nilam di Jawa Barat dan Jawa Te gase:~­Tasikmalaya, Garut, Kuningan, Pemalang, Batang dan Pekalongan mencap3i "' e. 3., :: 3~nilam pad a tahun 2006 - 2007 karena harga jualnya yang sangat tinggi Rp. 1.3 0 ~ :::minyak nilam. Tetapi setelah itu mengalami penurunan karena harga merosot ja uh. Saa i Iharga minyak nilam Rp. 300.000,- I kg. (Hasil survey ke daerah-daerah), sehingga petanlenggan menanam nilam. Disamping itu varietas nilam yang ditanam merupakan varietasdari petani yang diperbanyak terus menerus. Pada tahun 2009 baru ada kerjasama antarakoperasi daerah dengan Balittro untuk menanam nilam jenis unggul.Produksi tanaman melalui kultur jaringan telah banyak diaplikasikan untuk skalakomersial, namun demikian sering dilaporkan biaya produksi yang tinggi sehingga bibittanaman hasil kultur jaringan harganya cukup mahal, tidak kompetitif dibandingkan bibitkovensional. Biaya produksi yang relatif tinggi dapat disebabkan karena diperlukan bahankimia penyusun media yang cukup kompleks, penggunaan pendingin ruangan (AC) yangterus menerus, lampu yang banyak untuk pencahayaan ruang kultur, bahan pemadat mediaserta tenaga kerja .Mariska dan Purnamaningsih (2007) telah menghasilkan beberapa klon nilamunggulan yang toleran kekeringan dan mempunyai kadar minyak lebih tinggi dibandingkankontrol (3,2 %) melalui induksi mutasi dan variasi somaklonal. Pada tahun 2008 klon-klontersebut telah diuji di rumah kaca dan dihasilkan beberapa klon yang tahan kekeringan,antara lain Bio 6 (Pitono dkk. , 2008). Klon-klon-tersebut saat ini sedang diuji secara multilokasi di lapangan.8


· ,.,Pada Tahun pertama (2009) telah dilakukan tiga sub kegiatan penelitian yaitu : 1)Efisiensi formulasi media terhadap laju multiplikasi biakan pada media padat, 2)Penyederhanaan formulasi media dalam bentuk padat dan cair yang tetap meningkatkanlaju multiplikasi tunas, 3) Efisiensi energi pencahayaan biakan terhadap pertumbuhan nilam.Bahan tanaman yang digunakan adalah klon unggul nilam Bio 6 yang tahan kekeringan dankadar minyak tinggi. Pad a tahun kedua (2010) bibit yang dihasilkan dari percobaan di atasdiinduksi perakarannya dan diaklimatisasi di rumah kaca untuk mengetahui dayatumbuhnya di rumah kaca serta pengaruh formulasi media yang digunakan terhadapkarakter agronomi bibit, produksi, kadar minyak, dan kandungan patchouli alkoholnya.Oisamping itu juga dilakukan perhitungan analisis biaya yang diperlukan untukmenghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan dan produksi bibit nilam untuk uji di lapang(Iahan kering dan daerah sentra produksi).BAB II TINJAUAN PUSTAKAOi Indonesia terdapat tiga species nilam, yaitu Pogostemon cablin Be. : , .=hortensisBacker, dan P. heyneanus Benth . Oari ketiga species tersebut ya ;; _diusahakan adalah P. cablin yang dikenal dengan nama nilam Aceh dengan ka atinggi (2,5 %), sedang dua species lainnya tidak diusahakan secara komersial ka ~-3rendemen dan mutu minyaknya rendah « 2,0 %) hingga tidak memenuhi standarperdagangan (Nuryani dkk., 2001). Menurut Hobir (komunikasi pribadi) nilam dengan kadarminyak 2,5 - 3,0 % dapat menghasillkan minyak dalam 1 kali panen 80 kg/ha dan untuk 1tahun dengan 3 kali panen dapat menghasilkan kadar minyak 160 - 240 kg/ha/tahun .Nuryani dkk. (2005) melaporkan bahwa nilam unggul dengan kadar minyak 3,21 % dapatmemproduksi minyak 355,89 kg/ha.Perbanyakan tanaman nilam telah dilakukan oleh Mariska dan Purnamaningsih(2007) tetapi formulasi media yang digunakan masih kompleks yaitu penggunaan mediadasar yang kaya, vitamin yang lengkap (meso inositol, asam nikotinat, piridoksin, thiamin),penggunaan bahan pemadat yang relatif mahal yaitu gellrite serta faktor pencahayaan yangcukup lama yaitu 16 jam dalam 24 jam. Hasil penelitian Mariska (2006) untuk nilam eksplanterbaik berasal dari stek 1 buku atau tunas in vitro dengan Media terbaik MS + BA 0,01 mg/l,dengan faktor multiplikasi 20-30 I 3 bulan. Misra (1996) meregenerasikan nilam melaluikultur kalus yang berasal dari daun dan batang nodus tunggal. Hasil kalus tertinggi dicapaiI9


. ~oleh eksplan daun pada media MS dengan 3 % sukrosa, 0,8 % bakto agar dan 2 mg NAA +0,5 mg/I SA.Untuk mengurangi biaya produksi tersebut diatas perlu dicoba penggunaan mediadasar yang diencerkan garam makronya, tanpa vitamin tertentu atau tanpa semua vitamin,tanpa bahan pemadat serta pengurangan waktu pencahayaan kultur. Dengan perubahanpad a faktor tersebut diatas diharapkan faktor multiplikasi yang tinggi tetap dapatdipertahankan dan biaya dapat dikurangi semaksimal mung kin. Disamping media MS yangumum digunakan dan kaya akan kandungan mineral, media dasar lainnya yang dapatdigunakan adalah media Knop + Heller yang miskin hara.Tujuan utama dalam mikropropagasi adalah untuk menghasilkan bibit tanamandalam jumlah yang banyak dengan kualitas yang sama dengan induknya. Teknologi kulturjaringan dengan biaya rendah sangat diperlukan dalam praktek dengan penggunaanperalatan yang dapat mengurangi biaya produksi. Pengurangan biaya dapat dicapai denganpeningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Sibit dari suatu varietasyang dihasilkan pemulia tanaman jumlahnya sangat terbatas, sedangkan bi rt "3 3 a­yang dibutuhkan petani jumlahnya sangat banyak. Untuk tanaman nilam kebut a 0 G :untuk setiap satuan luas cukup tinggi yaitu 20.000 stek/ha Nuryani dkk. (2005). Melaluikultur jaringan kendala tersebut dapat diatasi karena disamping benih dapat diperbanyaksetiap waktu, bibit yang dihasilkan juga tidak terbatas jumlahnya karena tingkatmultiplikasasinya yang tinggi (Hobir dkk., 1992).Akar yang sempurna sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup bibit, dengandemikian diperoleh akar yang dapat menyerap nutrisi dengan baik. Induksi akar dapatdilakuakn dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang ditambahkan ke dalammedia, antara lain auksin. Pemberian auksin dalam kutur jaringan perlu memperhatikanfungsi dari setiap jenis auksin tersebut. Penambahan auksin jenis tertentu dapatmenstimulasi pembentukan kalus tetapi menghambat pemanjangan akar. Auksinmenginduksi pembentukan akar dengan mematahkan dominan apical yang diinduksi olehsitokinin pada akar. Pada tanaman hortikultura, auksin khususnya I'JAA dan ISA umumdigunakan untuk menstimulasi pertumbuhan akar dengan memotong tanamannya.'Nalaupun demikian konsentrasi auksin yang tinggi dapat menghambat pemanjangan akartetapi membentuk akar-akar adventif. Pemotongan ujung akar dapat menghilangkan. ambatan pembentukan akar sekunder. (Anonim, 2010). Auksin sintetik yang seringigunakan untuk menginduksi perakarari in vitro adalah NAA dan ISA dalam konsentrasi~ endah. Konsentrasi yang diperlukan dalam menginduksi akar bervariasi, tergantung dari~ g L I10


jenis tumbuhan, jenis eksplan dan jenis auksin yang digunakan. Indole 3-Acetic Acid (1M)digunakan pada kisaran konsentrasi 0,1 - 10 mg/l, NM 0,05 - 1 mg/l, dan IBA 0,5 - 3 mg/l.Berbagai jenis auksin dapat diaplikasikan bersama-sama atau dikombinasikan dengangolongan sitokinin dan giberelin, tetapi untuk menginduksi perakaran akan lebih baik hanyadengan penambahan satu jenis auksin saja (George dan Sherrington, 1984).Salah satu tahap yang dapat menurunkan keberhasilan perbanyakan melalui kulturjaringan adalah tahap aklimatisasi. Banyak hasH penelitian yang menunjukkan bahwa padatahap aklimatisasi diperlukan media tanah yang adaptif serta penurunan kelembabansecara bertahap. Keberhasilan rendah pad a tahap aklimatisasi dapat disebabkan karenabibit tanaman dari kultur jaringan mempunyai daun yang tipis, planlet yang mengalamimasalah vitrifikasi, kutikula yang tipis serta hubungan yang tidak serasi antara jaringanpembuluh batang dan akar (George & Sherington, 1984)Keragaman genetik yang tinggi yang disebabkan oleh perlakuan in vitro dapatmenyebabkan keragaman juga dalam pertumbuhan pada tahap aklimatisasi. Untuk itu perludilakukan penelitian untuk melihat karakter morfologi dan laju pertumbuhan di rumah kac3.karena keragaman genetik yang ditimbulkan dapat terjadi pada tingkat sel Se n:::::adengan perlakuan yang sama dapat menyebabkan keragaman genetlk ya 9 bemedea.Dengan perlakuan in vitro yang berbeda yang disebabkan oleh PEG (dala S~ ~ 3terhadap kekeringan) pada beberapa taraf konsentrasi dapat menyebabka pe r3'genetik yang berbeda-beda.Hasil penelitian TA 2009 menunjukkan bahwa formulasi media yang efisien padamedia pad at dengan laju multiplikasi biakan yang tinggi adalah % MS + swallow + vi taminlengkap Uumlah buku = 11,3 Ibulan)dan ~ Knop Heller + swallow + vitamin lengkapUumlah buku = 6,1) . Selanjutnya kedua media tersebut yang dipakai pada penelitian Tahap2. Dari penelitian tahap 2 diperoleh hasH bahwa media % MS + agar swallow + vit tanpameso inositol dan ~ Knop Heller tanpa vit + agar swallow merupakan formulasi media yanglebih sederhana tetapi tetap meningkatkan laju multiplikasi tunas. Cahaya tetap diperlukan16 jam/hari untuk tumbuh normal walaupun pada media % MS cair + vit tanpa meso inositol,sedang pendingin ruangan lAC dapat dihilangkan. Media M11 L (% MS padat denganpencahayaan 16 jam/hari tanpa AC merupakan media paling murah dan paling efisien(Hutami dkk., 2009). Penggunaan formulasi media kultur in vitro seringkali berpengaruhterhadap karakter agronomi dan kandungan metabolit sekunder bibit hasil kultur jaringan.Dalam hal ini kejelian dalam memilih formulasi media pada kultur in vitro sangat penting.Formulasi yang miskin hara tetapi tidak menyebabkan perubahan morfologi bibit nilam dan11


kandungan minyak serta patchouli alkohol sangat diperlukan. Pada tahun kedua (2010) bibityang dihasilkan dari percobaan di atas diinduksi perakarannya dan diaklimatisasi di rumahkaca.BAB III. TUJUAN DAN MANFAATTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi media perakaranyang terbaik pada media padat dan cair; mendapatkan metode aklimatisasi di rumah kacauntuk mengetahui daya tumbuh serta pengaruh formulasi media yang digunakan terhadapkarakter agronomi bibit, produksi, kadar minyak, dan kandungan patchouli alkoholnya;mendapatkan efisiensi biaya untuk menghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan; danproduksi bibit nilam di rumah kaca untuk uji di lapang (Iahan kering dan daerah sentraproduksi) sebanyak 2300 bibit dalam polibag. Sedang tujuan akhir adalah untukmendapatkan protokol perbanyakan nilam unggul yang efektif dan efisien e gaproduktivitas minyak 250 kg/ha/tahun, toleran kekeringan dan lebih murah 50 °A de .baku.Manfaat dari penelitian ini adalah dengan didapatkannya protokolnilam unggul yang efektif dan efisien dengan produktivitas minyak tinggi S8na . ecakekeringan,diharapkan pertanaman nilam yang pada tahun 2006 - 2007 menca 3 1puncaknya tetapi setelah itu mengalami penurunan secara drastis, akan dapat meningkatlagi karena areal pertanaman dapat diperluas ke lahan kering dengan harga bibit yangrendah dan kandungan minyak yang tinggi, dan selanjutnya akan meningkatkanpendapatan petani nilam serta makin meningkatkan ekspor minyak nilam Indonesia kepasaran dunia.BAS IV. METODOLOGIWaktu dan kegiatanPenelitian akan dilaksanakan selama 3 tahun (2009 sid 2011). Untuk penelitiantahun kedua ini dilakukan dari bulan Februari sampai dengan November TA 2010.Pelaksanaan KegiatanPad a tahun kedua ini dilakukan percobaan dengan perlakuan yang terbaik hasilkegiatan TA. 2009. Media dasar yang digunakan terdiri dari media MS dan Knop Heller(Tabel Lampiran 1.). Vitamin yang digunakan untuk media MS: thiamin 0,1 mg/l + asam12


nikotinat 0,5 mg/l + piridoksin 0,5 mg/l (tanpa meso inositol) dan untuk Knop Heller tanpavitamin. Ke dalam media tumbuh diberikan gula pasir 30 gil sebagai sumber energi.Untuk media perakaran diberikan perlakuan zat pengatur tumbuh auksin yang terdiridari 1M, IBA dan NM (0,5 dan 1,0 mg/l). Media disterilisasi dalam autoklaf dengan suhu120 DC selama 15 menit dengan tekanan 1.5 psi. Biakan disimpan dalam ruang kultur tanpaAC dan intensitas cahaya ~ 1000 lux, 16 jam per hari. Setelah biakan tumbuh sempurnaakan dilakukan aklimatisasi di rumah kaca. Dari hasil aklimatisasi akan diamati karakteragronomis tanaman serta analisis kadar minyak dan kandungan patchouli alkoholnya untukdiketahui korelasinya.4.1. Induksi perakaran tunas nilam pada media padat dan cair yang dapatmeningkatkan keberhasilan pad a tahap aklimatisasi.Bahan tanaman yang digunakan adalah klon nilam toleran kekeringan dan kadarminyak tinggi Bio 6 hasil penelitian TA 2009. Pada percobaan ini akan digunakan form ul asimedia pad at dan cair baik MS maupun Knop Heller dengan pemberian perl akuan zatpengatur tumbuh auksin yang terdiri dari 1M, IBA dan NM sebagai benkut:1. Y.t MS + agar swallow + vit tanpa meso inositol + 1M (0,5 dan 1,0 gil)2. Y.t MS + agar swallow + vit tanpa meso inositol + IBA (0,5 dan 1 0 mg/l)3. Y.t MS + agar swallow + vit tanpa meso inositol + NM (0 ,5 dan 1,0 mg/ I I)4. ~ Knop Heller tanpa vit + agar swallow + 1M (a,S dan 1,0 mg/l)5. ~ Knop Heller tanpa vit + agar swallow + IBA (a,S dan 1,0 mg/l)6. ~ Knop Heller tanpa vit + agar swallow + NM (a,S dan 1,0 mg/l)7. Y.t MS + vit tanpa meso inositol + 1M (0,5 dan 1,0 mg/l) (Cair)8. Y.t MS + vit tanpa meso inositol + IBA (a,S dan 1,0 mg/l)9. Y.t MS + vit tanpa meso inositol + NM (0,5 dan 1,0 mg/l) 1 O. ~ Knop Heller tanpa vit + 1M (0,5 dan 1,0 mg/l) 11 . ~ Knop Heller tanpa vit + IBA (0,5 dan 1,0 mg/l)12. ~ Knop Heller tanpa vit + NM (0,5 dan 1,0 mg/l)Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 ulangan,iap ulangan terdiri dari 1 botol yang berisi 3 eksplan dengan analisis Duncan MultipleRange Test (DMRT). Eksplan batang satu buku ditumbuhkan pad a berbagai jenis media:;ang digunakan. Untuk menekan biaya produksi, maka digunakan gula pasir sebagai13


sumber karbohidrat. Botol kultur yang telah berisi eksplan diletakkan dalam ruang kulturtanpa AC dengan suhu 2: 30 DC dan pencahayaan 2: 1000 lux, 16 jam per hari.Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah buku, jumlahdaun, persentase perakaran, jumlah dan panjang akar serta pengamatan visual agarbiakan/eksplan tetap dapat tumbuh dengan baik.4.2. Aklimatisasi di rumah kaca serta evaluasi keragaman karakter agronomi dankandungan minyak nilam hasil kultur jaringan.Biakan dengan sistem perakaran terbaik dari formulasi media yang digunakan padapercobaan 2.1. akan diaklimatisasi di rumah kaca dengan menggunakan dua jenis mediatanam, yaitu:1. Tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 12. Tanah + pasir + pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan5 ulangan dan menggunakan analisis uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMR )Pengamatan dilakukan terhadap daya tumbuh, sifat-sifat agronomi seperti tinggi ta na ajumlah tunas, jumlah daun, morfologi daun, bobot basah dan bobot kering. Disa mpi ~ .juga dilakukan analisis kimiawi untuk mengetahui kadar minyak nilam danpachouli alkohol, dan diamati apakah ada korelasi antara perubahan sifat agrono I a e- ~ 3, ­kadar minyak tersebut.4.3. Analisis biaya yang diperlukan untuk menghasilkan bibit nilam secara kulturjaringan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bibit nilam unggul dengan produksiminyak tinggi dan toleran kekeringan yang murah. Untuk itu perlu dilakukan analisa biayadari mulai penanaman di laboratorium sampai aklimatisasi di rumah kaca. Dari kegiatan iniakan diketahui formulasi media terbaik yang tidak menyebabkan perubahan morfologi dankandungan minyak dan patchouli alkohol dengan harga yang murah.4.4. Produksi bibit nilam untuk uji di lapang (lahan kering dan daerah sentraproduksi)Pad a tahun _ini juga akan diproduksi 2300 bibit nilam di rumah kaca yang siap untukdiuji di lapang baik di lahan kering maupun di daerah sentra produksi nilam pada TA 2011.14


Tahun Ketiga (2011)Pada tahun 2011, 4-6 klon terpilih dari penelitian tahun 2010 akan diuji dayaadaptasinya di lahan kering sentra produksi. Penelitian uji daya adaptasi akan dilaksanakandi 4 lokasi sentra produksi yaitu Majalengka, Garut, Pekalongan dan PUIWokerto. Jumlahklon nilam yang akan diuji 4-6 klon dan 1 varietas lokal. Rancangan penelitian AcakKelompok Lengkap dengan 4 ulangan. Ukuran petak 4,5 m x 7,5 m. Jarak tanam 75 cm x50 cm. Pemupukan 120 kg N + 80 Kg P 2 0 S + 100 Kg K 2 0 per hektar. Pemeliharaan danpengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan anjuran. Data yang diamatimeliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, be rat brangkasan basah dan beratbrangkasan kering panen, Terbentuk atau tidak terbentuknya bunga, lebar/diameter kanopi,kandungan minyak dan patchouli alkohol, dan data hasil produksi minyak (kg/ha/tahun).Tujuan penelitian Tahun 2011 : Mendapatkan 2 klon nilam unggul dengan kadarminyak tinggi (3,2 %) dan toleran kekeringan . Pada tahun 2012 klon-klon terpilih dapatdiberikan ke Balai Komoditas untuk dilakukan uji daya hasilnya (produktivitas minyak) diberbagai lokasi (uji multi lokasi). Dari uji multi lokasi tersebut diharapkan akan diperoleh 1-2varietas nilam unggul yang mempunyai kadar minyak tinggi (3,2 %) dengan produktivitasminyak 250 kg/ha/tahun dan beradaptasi baik di lahan kering.BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN5.1. Induksi perakaran tunas nilam pada media padat dan cair yang dapatmeningkatkan keberhasilan pada tahap aklimatisasi.Pada pengamatan pertama (umur 1 bulan setelah tanam) terlihat bahwa dari 24perlakuan media induksi perakaran dengan menggunakan 1M, IBA dan NM (0,5 dan 1,0mg/I), biakan tertinggi (2,65 cm) dan jumlah buku tertinggi (4,71) dicapai oleh perlakuan ~KH padat tanpa vit+ 1M 0,5 mg/I, sedang jumlah daun tertinggi (9,50) dan jumlah tunastertinggi (1,50) dicapai oleh perlakuan ~ KH padat tanpa vit+ IBA 0,5 mg/I. 1M merupakanauksin alami yang paling rendah aktivitasnya dibandingkan dengan auksin sintetis sepertiIBA, sedangkan NM merupakan auksin sintetis yang paling tinggi aktivitasnya setelah IBA.Auksin diperlukan tanaman dalam jumlah yang seimbang dengan kandungan sitokinindalam tanaman tersebut. Pada media ~ Knop Heller yang lebih miskin dari pada -X MSkemungkinan memerlukan auksin yang relatif rendah untuk mengimbangi kandungansitokinin daram ' biakan. Sehingga dengan 1M 0,5 mg/I sudah cukup untuk memacu15


pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah buku. Untuk memaeu pertumbuhan jumlah daundan jumlah tunas diperlukan tambahan auksin yang lebih aktif yaitu IBA 0,5 mg/I (Tabel 1).Untuk memaeu perakaran nilam ternyata diperlukan auksin yang paling kuataktivitasnya diantara ketiga auksin yang digunakan yaitu NAA, sehingga persentaseperakaran, jumlah akar, dan panjang akar tertinggi (100 %, 9,79 dan 6,59 em) dicapai olehperlakuan ~ KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mg/I (Tabel 2). Pada Tabel 2 juga terlihat bahwapersen (%) perakaran pada media eair lebih tinggi (100 %) dibandingkan dengan mediapadat. Hal ini disebabkan karena dalam media eair biakan lebih mudah menyerap unsurhara dan akar juga lebih mudah berkembang dibandingkan media padat. Pada media padatpenyerapan unsur hara dan perkembangan akar dihambat oleh kepadatan agar dalammedia.".Tabel 1. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan cair terhadap tinggi biakan, jumlah daun,jumlah tunas dan jumlah buku biakan nilam secara in vitro pada umur 1 bulan setelahtanam.Perlakuan Tinggi Jumlah Jumlah Jumlahbiakan daun tunas buku(cmlII i . ~ MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 1,89 8,08 1,08 4,00I' .::: ~ MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l 1,87 5,92 1,00 2,92~~ M$ padat + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/l 2,07 6,75 1,08 3,42.! ~ MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l 1,95 7,33 1,33 3,715­ ~ MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 2,16 6,50 1,08 3,335. ~ MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 2,35 6,17 1,00 3,08-~ KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 m-.9/1 2,65 9,37 1,33 4,713 ~ KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mg/l 2,24 8,67 1,29 4,17~. ~ KH padat tanpa vit+ IBA 0,5 mg/l 2,35 9,50 1,50 I 4,67.). ~ KH padat tanpa vit+ I BA 1,0 mg/l 2,39 8,04 1,17 4.08. I'2'3..~ -' 0.' 5.•, a,';-.J- -::23 .-,-~.~ KH padat tanpa vit+NAA 0,5 mg/l 2,10 8,12 1,42 3.92~ KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 2,42 7,37 1,08 3,70~ MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 2,05 8,25 1,21 4,00~ MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l 2,19 8,29 1,17 3,79~ MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/l 2,04 7,41 1,00 3,71~ MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l 2,10 7,17 1,00 3,62~ MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 2,02 6,62 1,00 3,33~ MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 1,99 7,06 1,00 3,54~ KH cair tanpa vit+ IAA 0,5 mg/l 1,73 6,75 1,00 3,29~ KH cair tanpa vit+IAA 1,0 mg/l 1,77 6,83 1,00 3,33~ KH cair t tanpa vit+ IBA 0,5 mg/l 1,90 7,50 1,00 3,71~ KH cair tanpa vit+ I BA 1,0 mg/l 1,92 7,83 1,00 3,92~ KH cair tanpa vit+NAA 0,5 Illg/l 1,48 6,67 1,00 3,33~ KH cair tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 1,69 6,16 1,00 3,08IPada pengamatan kedua (umur 2 bulan) terlihat bahwa tanaman tertinggi dieapaiJleh perlakuan media X MS eair + vit tanpa mesoinositol + NAA 1,0 mg/I (5,50 em),16


sedang jumalh daun, jumlah tunas dan jumlah buku tertinggi berturut-turut 23,50; 3,08; dan11,54 dicapai oleh perlakuan media % MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/I.Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya umur biakan, maka organ tanamannyajuga makin besar sehingga membutuhkan penyerapan hara yang lebih banyak dan aktivitasauksin yang lebih kuat. Media % MS yang lebih kaya dari pada media Y:z Knop Heller dalamkondisi cair dan auksin terkuat (NAA 1,0 mg/I) mampu memacu pertumbuhan tinggi biakan.Untuk perturnbuhan daun, tunas dan buku memerlukan auksin yang sedang aktivitasnyayaitu ISA 0,5 mg/I dalam % MS padat. (Tabel 3). Pengaruh berbagai formulasi media padatdan cair terhadap jumlah akar dan panjang akar biakan nilam secara in vitro pada umur 2bulan setelah tanam ternyata sulit diamati karena pad a media padat akarnya sudah cukupbanyak, sedang pada media cair akarnya kurang jelas dilihat karena adanya kertas saringSehingga erornya pasti tinggi. Meskipun demikian pengamatan tetap dilakukan, sa at isedang dianalisa secara statistik dan akan dilaporkan pad a laporan akhir nanti.Tabel 2. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan cair terhadap persentase perakara : 1::-1akar dan panjang akar biakan nilam secara in vitro pada umur 1 bulan setela h 'anam.No. Perlakuan%-taseperakaranJumlahakarPanjangakar (em)1. % MS padat + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mgll 100 5,83 1,32. % MS pad at + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 m~1I 54,17 0,45 0,523. % MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/l 95,83 5,17 1,424. % MS padat + vit tanpa meso inositol + I BA 1,0 mg/l 95,83 5,21 2,105. % MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mgll 95,83 5,00 1,876. % MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mg/l 62,50 3,79 1,757. % KHpadat tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 95,83 6,17 1,678. % KH padat tanpa vit+IM 1,0 mg/l 83,33 3,33 0,859. % KH padat tanpa vit+ IBA 0,5 mg/l 91,67 6,29 1,7210. % KH padat tanpa vit+ IBA 1,0 mg/l 87,50 4,33 1,4011. % KH padat tanpa vit+NM 0,5 mg/l 100 7,62 2,0912. % KHpadat tanpa vit+NM 1,0 mg/l 100 9,79 6,5913. % MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mg/l 100 5,08 3,2714. % MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mg/l 100 4,83 2,2015. % MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/l 100 5,46 2,3416. % MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l 100 5,75 2,2217. % MS cair + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mgll 100 4,92 1,6118. % MS cair + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mg/l 100 4,96 2,1219. % KH cair tanya vit+ 1M 0,5 mgll 100 5,21 2,1720. % KH cair tanpa vit+IM 1,0 mg/l 100 4,96 2,1621. % KH cair t tanpa vit+ IBA 0,5 mgll 100 6,42 3,2822. % KH cair tanpa vit+ IBA 1,0 mgll 100 . 6,08 3,5423. % KH cair tanpa vit+NM 0,5 mgll 100 5,29 2,2224. % KH cair tanpa vit+NM 1,0 mg/l 100 6,21 2,9617


·",Tabel 3. Pengaruh berbagai formulasi media padat dan eair terhadap tinggi biakan, jumlah daun,jumlah tunas dan jumlah buku biakan nilam secara in vitro pada umur 2 bulan setelahtanam.No. Perlakuan Tinggi Jumlah Jumlah Jumlahbiakan daun tunas buku(em)1. % MS padat + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mg/l 3,21 10,73 1,40 5,402. % MS pad at + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mg/l 2,7 7,39 1,09 3,693. % MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 4,53 23,50 3,08 11,544. % MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mgll 3,69 19,23 2,43 9,675. % MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mg/l 4,00 21 ,08 2,99 10,506. % MS padat + vit tanp_a meso inositol + NM 1,0 mg/l 3,20 11,09 1,57 5,527. ~ KH padat tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 4,72 16,96 2,04 8,388. ~ KH padat tanpa vit+IM 1,0 mg/l 3,92 15,67 2,25 8,009. ~ KH padat tanpa vit+ ISA 0,5 mg/l 4,42 16,54 1,87 8,2110. ~ KH pad at tanpa vit+ ISA 1,0 mg/l 4,20 13,87 1,87 6,9211 . ~ KH padat tanpa vit+NM 0,5 mg/l 3,45 15,25 2,12 7.7112. ~ KH padat tanpa vit+NM 1,0 mg/l 3,77 13,71 1,67 6,5813. % MS eair + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mg/l 4,92 12,04 1,00 6,0014. y.. MS eair + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mg/l 4,15 15,33 1,79 7,7915. % MS eair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 4,67 13,62 1,12 6,5816. % MS eair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 4,30 11 ,17 1,67 5,7917. % MS eair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 4,07 12,37 1,04 6,2118. % MS eair + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mg/l 5,50 13,00 1,00 6,50119. ~ KH eair tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 3,31 12,42 1,04 6,1720. ~ KH eair tanpa vit+IM 1,0 mgll 2,87 11,33 1,04 5,6721 . ~ KH eair t tanpa vit+ ISA 0,5 mg/l 3,04 12,17 1,04 6,25122. ~ KH cair tan pa vit+ I SA 1,0 mg/l 3,50 11 ,17 1,00 5,6223. ~ KH eair tanpa vit+NM 0,5 mg/l 2,82 10,25 1,00 5,1224. ~ KH eair tanpa vit+NM 1,0 mg/l 2,92 10,29 1,04 5,04 IKondisi biakan pada berbagai formulasi media terlihat pada Gambar 1 dan 2. Kare abanyaknya perlakuan maka gambar dipisah menjadi 2 yaitu Gambar 1 adalah pertumbuhanbiakan dan perakaran secara in vitro umur 1 bulan pada media padat dan Gambar 2 adalahpertumbuhan biakan dan perakaran secara in vitro umur 1 bulan pada media cair.Pengamatan perakaran pada media cair memang agak sulit, tetapi pada umur 1 bulanmasih dapat dihitung.18


1 2 3 4 5 6 7 89 10 11 12Gambar 1. Pertumbuhan biakan (atas) dan perakaran (bawah) secara in vitro umur 1 bulan.1. y. MS padat + vit + IAA 0,5 mg/I 7. % KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mg/l2. y. MS padat + vit + IAA 1,0 mg/I 8. % KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mg/I3. y. MS padat + vit + IBA 0,5 mg/I 9. % KH padat tanpa vit+ IBA 0,5 mg/I4 . y. MS padat + vit + IBA 1,0 mg/I 10. % KH padat tanpa vit+ IBA 1,0 mg/l5. . Y. MS padat + vit + NAA 0,5 mg/I 11. % KH padat tanpa vit+NAA 0,5 mg/l6. y. MS padat + vit + NAA 1,0 mg/I 12. % KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mg/I19


• 1013 14 15 1617 18 19 2021 22 23 24Gambar 2. Pertumbuhan biakan (atas) dan perakaran (bawah) secara in vitro umur 1 bulan.1. % MS cair + vit + 1M 0,5 mg/l 7. Ii KH cair tanpa vit + 1M 0,5 mgtl2. % MS cair + vit + 1M 1,0 mgtl 8. Ii KH cair tanpa vit + 1M 1,0 mgtl3. % MS cair + vit + ISA 0,5 mgtl 9 Ii KH cair tanpa vit + ISA 0,5 mg/l4. % MS cair + vit + ISA 1,0 mgtl 10. Ii KHcair tanpavit+ISA1 ,Omg/io. % MS cair + vit + NM 0,5 mgtl 11. Ii KH cair tanpa vit + NM 0,5 mg/l6. % MS cair + vit + NM 1,0 mgtl 12. Ii KH cair tanpa vit + NM 1,0 mg/l20


5.2. Aklimatisasi di rumah kaca serta evaluasi keragaman karakter agronomi dankandungan minyak nilam hasil kultur jaringan.Hasil aklimatisasi dari 25 perlakuan biakan nilam Sio 6 di rumah kaca menunjukkanbahwa keberhasilan aklimatisasi rata-rata 78,42 % (Tabel 4). Keberhasilan aklimatisasipada media tanah + pupuk kandang (1 :1) adalah 80,2 % lebih tinggi dari pada aklimatisasipad a media tanah + pasir + pupuk kandang (1 : 1:1) (76,64 %). Hal ini menunjukkan bahwanilam lebih cocok diaklimatisasi pada media yang cukup padat yaitu campuran tanah +pupuk kandang.Tabel 4. Keberhasilan aklimatisasi (% tanaman hidup) biakan nilam dari berbagai perlakuan secara invitro pada media Tanah + ppk kandang (1 :1) dan Tanah + pasir + ppk kandang (1 :1:1).No. Perlakuan Keberhasilan aklimatisasi (% tanaman hidup)pada mediaTanah + ppk Tanah+pasir+ Rata-ratakandang ppk kandang1. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 100 70 85,02. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mgll 2313,03. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mg/l 92 83 °87,54. Yo MS ~adat + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l 50 54 52,05. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mgll 67 58 62,56. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mgJl 54 50 52,07. Y2 KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mgll 100 100 1008. Y2 KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mg/l 77 79 7809. Y2 KH padat tanpa vit+ IBA 0,5 mgll 60 47 53.510. Y2 KH padat tanpa vit+ IBA 1,0 mg/l 75 75 75.011 . Y2 KH padat tanpa vit+NAA 0,5 mgll 93 80 00.512. Y2 KH ~adat tan~a vit+NAA 1,0 mgll 71 77 74.0I13. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mgll 80 93 86,514. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mgll 87 100 93 ,515. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mgll 93 69 81 ,016. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l 73 100 85,5j 17. Yo MS cair + vit tan~a meso inositol + NAA 0,5 mgll 100 100 10018. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mgll 85 100 92,519. Y2 KH cair tanpa vit+ IAA 0,5 mg/l 93 100 96,520. Y2 KH cair tanpa vit+IAA 1,0 mgll 73 60 66,521. Y2 KH cair t tanpa vit+ IBA 0,5 mgll 100 87 93,522. Y2 KH cair tanpa vit+ I BA 1 ,0 mg/l 93 80 86,523. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 0,5 mgll 77 79 78,024. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 93 80 86,525 . Kontrol 96 95 95,5Rata-rata 80,2 76,64 78,42IIIIIMedia tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam.Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbedahabitat asalnya merupakan hal yang sulit. Secara umum, media tanam harus dapatmenjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahanketersediaan unsur hara.21


· .,Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsitanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untukpenyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Olehkarena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudahbasah dan eepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi pasir sang at kecilsehingga mudah terkikis oleh air atau angin. Dengan demikian, media pasir lebihmembutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yangmenyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam seeara tunggal (Administrator,2008).Biakan yang dapat tumbuh 100 % baik dalam media tanah + pupuk kandang dantanah + pasir + pupuk kandang adalah biakan yang berasal dari perlakuan ~ KH pad attanpa vit + IAA 0,5 mg/l dan % MS eair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l (Tabel 4).Hal ini kemungkinan disebabkan media dasar yang miskin (1/2 Knop Heller) memerlukanauksin yang aktivitasnya rendah (IAA) untuk perkembangan perakarannya danpertumbuhan selanjutnya pada tahap aklimatisasi. Sedang media dasar yang lebih kaya %MS memerlukan auksin yang lebih kuat aktivitasnya (NAA) dalam imbangan auksinsitokinin.Hasil pengamatan keragaman morfologi tanaman nilam setelah aklimatisa simenunjukkan bahwa pada umur 1 bulan tidak ada interaksi yang nyata antara media lanadan perlakuan in vitro sebelum aklimatisasi terhadap sifat morfologi tinggi tanaman . j latunas dan jumlah eabang (Tabel 5). Dari Tabel 5 terlihat bahwa tanaman tertinggi dicapaioleh perlakuan awal % MS eair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l (9,35 em) dan ~KH eair tanpa vit + IAA 0,5 mg/l (9,40 em) . Sedang jumlah tunas tertinggi (2,5) dan jumlaheabang tertinggi (2,8) dieapai oleh perlakuan % MS padat + vit tanpa meso inositol + I BA1,0 mg/!. Hal ini menunjukkan bahwa seleksi kekeringan dan perlakuan in vitromenimbulkan keragaman morfologi tanaman setelah diaklimatisasi.Hasil pengamatan jumlah buku dan jumlah daun terdapat interaksi yang nyata antaramedia tanam dan perlakuan awal sebelum aklimatisasi. Jumlah buku tertinggi (35,4) danjumlah daun tertinggi (54,4) dieapai oleh perlakuan % MS padat + vit tanpa meso inositol +ISA 1,0 mg/l pada media tanah + pasir + pupuk kandang (Tabel 6) . Hasil penelitiansebelumnya pada biakan in vitro juga menunjukkan bahwa ntuk memaeu pertumbuhanjumlah daun diperlukan tambahan auksin yang sedang aktivitasnya yaitu ISA 0,5 mg/!.22


Tabel 5. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap tinggi tanaman, jumlah tunasdan jumlah cabang nilam umur 1 bulan setelah diaklimatisasi.No. Perlakuan Tinggibiakan (em)JumlahtunasJumlahcabangTanah + pupuk kandanQ 6,95 1,27 0,79Tanah + pasir + pupuk kandang 7,32 1,37 0,941. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mQ/I 6,08 abe 1,1 ed 0,8 bedef2. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l - - -3. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 6,65 abe 2,1 ab 0,7 edef4. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mQ/I 4,60 e 2,5 a 2,8 a5. Y. MS ~adat + vit tar1pa meso inositol + NAA 0,5 mgll 5,75 abe 1,6 bed 1,0 bedef6. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 7,00 abe 2,0 abe 1 2 bedef7. y, KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mgll 7,40 abe 1,4 bed 1,7 abed8. y, KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mg/l 6,10 abe 1,0 d 1,9 abe9. y, KH pad at tanpa vit+ ISA 0,5 mQ/1 8,85 ab 1,3 bed 0,7 edef10. y, KH padat tanpa vit+ ISA 1,0 mg/l 8,30 ab 2,0 abe 1,0 bedef11 . y, KH pad at tanpa vit+NAA 0,5 mg/l 5,60 be 1,4 bed 1,1 bedef12. y, KH ~adat tanpa vit+NAA 1,0 mQ/I 6,80 abe 1,4 bed 2,0 ab13. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mgll 6,55 abe 1,0 d 0,7 edef14. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l 8,40 ab 1,5 bed 0,2 ef15. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mwl 8,80 ab 1,0 d 0,9 bedef16. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mQ/I 7,40 abe 1,1 ed 1,5 bede17. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 8,80 ab 1,0 d 0,5 def18. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 9,35 a 1,2 bed 0,6 def19 ~ y, KH cair tanpa vit+ IAA 0,5 mg/l 9,40 a 1,0 d 0,4 def20. y, KH cair tanpa vit+IAA 1,0 mg/l 5,45 be 1,0 d 0,1 f21. Y, KH cair t tanpa vit+ ISA 0,5 mgll 6,95 abe 1,0 d 0,1 f22. Y, KH eair tanpa vit+ ISA 1,0 mg/l 6,20 abe 1,0 d 0,1 f23. Y, KH cair tanpa vit+NAA 0,5 mg/l 6,10 abe 1,0 d 0,3 ef24. y, KH cair tanpa vit+NAA 1,0 mQII 6,20 abe 1,1 ed 0,4 def25. Kontrol 8,50 ab 1,1 ed 0,1 fTabel 6. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap jumlah buku dan jumlah daunnilam umur 1 bulan setelah diaklimatisasi.No.Perlakuan asal yang diaklimatisasi ke media tanah + pupukkandangJumlahbukuJumlahdaun1. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 7,8 fg 19,8 bedef2. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l - -3. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mQIl 16,8 bede 24,6 bedef4. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mQIl 18,4 bed 25,0 bedef5. Y. MS pad at + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mgll 16,6 bede 32,0 be6. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mgll 12,4 defg 22,8 bedef7. y, KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mgll 15,2 bedef 30,4 bcde8. Y, KHpadat tanQ8 vit+IAA 1,0 mQII 13,0 edefQ 21,0 bedef9. y, KH padat tanpa vit+ ISA 0,5 mg/l 10,4 defg 17,8 bcdef10. y, KH padat tanpa vit+ ISA 1,0 mgll 13,0 cdefg 30,0 bede11. y, KH padat tanpa vit+NAA 0,5 mQ/I 11 ,2 defQ 24,4 bedef12. y, KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 11 ,8 defg 25,8 bedef13. Y. MS eair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 9,4 efg 21,8 bedef14. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l 10,0 efg 18,2 bedef15. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mQII I 9,0 efQ 20,4 bedef16. Y. MS eair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 10,8 defg 22,2 bedef17. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg;'I 8,8 efg 19,8 bedef18. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 8,2 fg 15,6 edef23


19. Y, KH cair tanpa vit+ 1M 0,5 mgll 10,6 defg 23,8 bedef20. y, KH cair tanpa vit+IM 1,0 mg/l 8,0 fg 14,8 def21 . y, KH cair t tanpa vit+ ISA 0,5 mgll 10,2 efg 21,4 bedef22. y, KH cair tanpa vit+ ISA 1,0 mgll 9,4 efg 20,0 bedef23. y, KH cair tanpa vit+NM 0,5 mgJl 8,8 efg 17,8 bedef24. y, KH cair tanpa vit+NM 1,0 mg/l 9,6 efg 19,0 bedef25. Kontrol 9,6 efg 20,0 bedefNo. Perlakuan asal yang diaklimatisasi ke media tanah + pasir +pupuk kandangJumlahdaunJumlahbuku1. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mg/l 11,8 defg 19,0 bedef2. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mg/l - -3. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 20,8 b 31,0 bed4. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 35,4 a 54,4 a5. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mg/l 10,8 defg 15,8 edef6. Yo MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mgll 20,4 be 30,6 bede7. y, KH padat tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 14,2 bcdef 27,4 bede8. y, KH padat tanpa vit+IM 1,0 mg/l 12,2 defg 25,4 bedef9. y, KH padat tanpa vit+ ISA 0,5 mg/l 10,8 defg 20,2 bedef10. y, KH padat tanpa vit+ ISA 1,0 mg/l 12,2 defg 18,0 bedef11. y, KH padat tanpa vit+NM 0,5 mg/l 10,2 efg 26,0 bedef12. y, KH padat tanpa vit+NM 1,0 mg/l 14,6 bedef 33,6 b13. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mgll 7,0 fg 17,4 bedef14. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mgll 9,4 efg 21,4 bedef15. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 13,0 edefg 24,8 bedef16. Yo MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/I 11,0 defg 22,2 bedef17. Yo MS cair + vit tan2a meso inositol + NM 0,5 mg/l 10,6 defg 22,4 bedef18. Yo MS tair + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mg/l 13,2 edefg 25,6 bedefr19. y, KH cair tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 10,4 defg 20,4 bedef20. y, KH cair tanpa vit+IM 1,0 mg/l 7,6 fg 14,6 def21 . y, KH cair t tanpa vit+ ISA 0,5 mg/l 5,0 9 10,2 f22. Y, KH cair tanpa vit+ ISA 1,0 mg/l 7,0 fg 14,2 ef23. y, KH cair tanpa vit+NM 0,5 mg/l 8,6 efg 16,6 edef24. y, KH cair tanpa vit+NM 1,0 mg/l 11,8 defg 14,4 ef25. Kontrol 8,8 efrg 16,6 edefPada umur 2 bulan setelah aklimatisasi, sama dengan pad a umur 1 bulan tidakterdapat interaksi yang nyata antara media aklimatisasi dan perlakuan awal terhadap tinggitanaman, jumlah tunas dan jumlah cabang. Penggunaan media aklimatisasi juga tidakberpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas dan jumlah cabang (Tabel 7).Hanya media awal yang perpengaruh. Tanaman tertinggi (20,4 cm) dicapai oleh perlakuanawal ~ KH padat tanpa vit + IAA 0,5 mg/l. Jumlah tunas tertinggi (4) dicapai olehperlakuan % MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mgll. Hal ini sesuai denganpertumbuhan awal biakan dalam kultur jaringan. Jumlah cabang tertinggi (2,3) dicapai olehperlakuan ~ KH padat tanpa vit + NAA 1,0 mg/l. Hasil pengamatan penelitian sebelumnyamenunjukkan bahwa untuk memacu perakaran nilam ternyata diperlukan auksin yang palingkuat aktivitasnya diantara ketiga auksin yang digunakan yaitu NAA, sehingga persentaseperakaran, jumlah akar, dan panjang akar tertinggi dicapai oleh perlakuan ~ KH padattanpa vit + NAA 1,0 mgll. Pada tahap aklimatisasi hal ini kemungkinan yang memacupercabangan.24


• If>Tabel 7. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap tinggi tanaman, jumlah tunasdan jumlah eabang nilam umur 2 bulan setelah diaklimatisasi.No PerlakuanTanah + pupuk kandangTinggi tan. (em)12,57Jumlahtunas1,52Jumlahcabang0,87Tanah + pasir + pupuk kandang 13,48 1,75 0,771. Y.. MSpadat + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mgll 11,2 edef 1,3 ed 1,2 abed2. Y.. MS padat + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mgll3. Y.. MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mgll 14,0 bedef 2,7 b 0,5 ed4. Y.. MS padat + vit tanj>a meso inositol + IBA 1,0 m91l 10,8 def 4,0 a 1,4 abed5. Y.. MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mg/l 12,4 bedef 2,0 bed 0,3 d6. Y.. MS pad at + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mg/l 17,0 ab 2,3 be 0,7 bed7. Y:z KH padat tanpa vit+ 1M 0,5 mgll 20,4 a 1,9 bed 1,9 ab8. Y:z KH padat tanpa vit+IM 1,0 mg/l 17,0 ab 1,8 bed 1,5 abed9. Y:z KHj>adat tanpa vit+ IBA 0,5 mg/l 16,0 abed 2,0 bed 1,3 abed10. Y:z KH padat tanpa vit+ IBA 1,0 mg/l 15,4 abede 2,0 bed 1,7 abe11. Y2 KH padat tanpa vit+NM 0,5 mgll 11,7 bedef 1,7 bed 1,7 abe12. Y:z KH padat tanpa vit+NM 1,0 mgll 11,3 bedef 1,7 bed 2,3 a13. Y.. MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 0,5 mgll 9,8 ef 1,0 d 0,6 bed14. Y.. MS cair + vit tanpa meso inositol + 1M 1,0 mgll 13,7 bedef 1,4 ed 0,6 bed15. Y.. MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 0,5 mgll 16,6 abe 1,3 ed 0,6 bed16. Y.. MS cair + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mgJl 16,3 abed 1,2 ed 1,0 abed17. Y.. MS cair + vit tan.Q.a meso inositol + NM 0,5 mgll 13,0 bedef 1,3 ed 0,1 d18. Y.. MS cair + vit tanpa meso inositol + NM 1,0 mgll 11 ,1 edef 1,3 ed 0,6 bed19. Y:z KH cair tanpa vit+ 1M 0,5 mg/l 11,0 edef 1,5 ed 0,3 d20. Y:z KH cair tanpa vit+IM 1,0 mg/l 9,1 f 1,0 d 0,2 d21. Y, KH cair t tanpa vit+ IBA 0,5 mgll 12,0 bcdef 1,1 d 0,1 d22. Y:z KH cair tanpa vit+ IBA 1,0 mg/I 11 ,0 edef 1,2 ed 0,1 d23. Y:z KH cair tanpa vit+NM 0,5 mg/l 9,1 f 1,1 d 0,6 bed24. Y:z KH cair tanpa vit+NM 1,0 mg/I 9,3 f 1,3 ed 0,3 d25. Kontrol 13,1 bedef 1,1 d 0,1 dInteraksi yang nyata juga terjadi antara media tanam dan perlakuan awal sebelumaklimatisasi terhadap jumlah buku dan jumlah daun pada pertumbuhan nilam umur 2 bulan(Tabel 8). Pada Tebel 8 terlihat bahwa jumlah buku tertinggi ( 58,8) dan jumlah dauntertinggi (90,0) dicapai oleh perlakuan ~ MS pad at + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/Ipada media tanah + pasir + pupuk kandang. Walaupun keberhasilan aklimatisasi lebih baikpada media tanah + pupuk kandang, penambahan pasir dengan bobot yang cukup beratkemungkinan akan mempermudah tegaknya batang. Selain itu, keunggulan media tanampasir adalah dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam, sehinggakemungkinan dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman dengan memperbanyak jumlahbuku dan daun. Pada penelitian sebelumnya dalam kultur in vitro, jumlah daun, jumlahtunas dan jumlah buku tertinggi dicapai oleh perlakuan media ~ MS padat + vit tanpa mesoinositol + ISA 0,5 mg/I.25


• a;,Tabel 8. Pengaruh media tanam dan perlakuan awal (in vitro) terhadap jumlah buku dan jumlah daunnilam umur 2 bulan setelah diaklimatisasi.No. Perlakuan asal yang diaklimatisasi ke media tanah + pupuk Jumlah Jumlahkandang buku daun1. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mgll 11,2 ij 18,2 efghij2. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mgll3. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mgll 20,2 defghij 29,4 edefghij4. y. MS2adat + vit tan2a meso inositol + ISA 1,0 mgll 25,2 cdefghij 30,6 edefghij5. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 31,2 bcdef 41,2 bedef6. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/I 28,5 cdefghij 39,8 bcdefg7. Y2 KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mgl1 44,8 b 62,8 b8. Y2 KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mg/I 25,8 edefghij 38,6 bcdefgh9. Y2 KH padat tanpa vit+ ISA 0,5 mg/I 28,2 cdefghi 34,6 edefghij10. Y2 KH padat tanpa vit+ ISA 1,0 mgll 37,0 be 52,6 be11 . Y2 KHQadat tanpa vit+NAA 0,5 m..911 30,8 bcdefg 39,6 bedefg12. Y2 KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mgll 22,4 cdefghij 27,2 edefghij13. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/I 16,0 efghij 19,2 efghij14. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/I 15,0 efQhil 20,8 defghij15. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mgll 13,6 hij 14,8 fghij16. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 18,0 defghij 20,4 defghij17. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mgll 13,6 hi 17,2 efghB18. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mQIl 14,8 efghij 19,0 efghij19. Y2 KH cair tanpa vit+ IAA 0,5 mfJlI 15,6 efghij 16,2 fghij20. Y2 KH cair tanpa vit+IAA 1,0 mg/I 10,0 j 10,0 j21. Y2 KH cair t tanpa vit+ ISA 0,5 mg/I 12,6 hij 12,0 hij22. Y2 KH cair tanpa vit+ ISA 1,0 mgll 11,8 ij 16,4 efghij23. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 0,5 mgll 18,0 defghij 23,4 defghij24. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 1,0 mg/I 11,8 ij 13,6 ghij25. Kontrol 12,2 ij 13,2 ghijNo. Perlakuan asal yang diaklimatisasi ke media tanah + pasir + Jumlah Jumlahpupuk kandang daun buku1. Y. MSpadat + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 20,0 defghij 31,4 edefghij2. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mgll3. y. MS pad at + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mg/l 29,4 bcdefgh 42,0 bcdef4. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 58,8 a 90,0 a5. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mq/I 14,0 ghij 18,2 efghij6. y. MSJ>.adat + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mq/I 34,4 bed 43,6 bede7. Y2 KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 m..911 31,4 bedef 38,2 bedefghi8. Y2 KH padat tanpa vit+IAA 1,0 mgll 25,4 cdefghij 35,4 edefghij9. Y2 KH padat tanpa vit+ ISA 0,5 mg/I 24,4 cdefghij 27,8 edefghij10. Y2 KH padat tanpa vit+ ISA 1,0 mq/I 19,2 defghij 27,2 cdefghij11 . Y2 KH padat tanpa vit+NAA 0,5 mgll 25,2 cd efghij 36,4 edefghij12. Y2 KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 31,6 bcde 47,0 bed13. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 0,5 mg/l 16,6 efghij 19,0 efghij14. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + IAA 1,0 mg/l 20,8 edefghij 23,8 defghij15. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 0,5 mq/I 19,6 defghij 28,0 cdefghij16. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l 16,6 efghij 18,0 efghij17. y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 0,5 mg/l 14,2 ghij 12,4 ghij18. Y. MS cair + vit tanpa meso inositol + NAA 1,0 mg/l 14,6 fghij 15,8 fghij19. Y2 KH cair tanpa vit+ IAA 0,5 mg/I 14,2 jjhil 19,8 efghij20. Y2 KH cair tanpa vit+IAA 1,0 mg/I 12,8 hij 15,8 fghij21 . Y2 KH cair t tanpa vit+ ISA 0,5 mg/I 12,8 hij 9,4 j22. Y2 KH eair tanpa vit+ ISA 1,0 m..9/1 11,0 j 11,0 ij23. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 0,5 mg/l 11 ,0 1 11,6 hij24. Y2 KH cair tanpa vit+NAA 1,0 mg/l 12,8 hij 17,0 efghij25. Kontrol 9,4 j 11,2 hij26


· ~Pada umur 4 bulan tanaman dipanen untuk dianalisa kadar minyak dan patchoulialkoholnya. Ternyata kebutuhan sampel tanaman untuk analisa di laboratorium sebanyak0.5 - 1 kg bobot basah. Padahal tanaman nilam ditanam di polibag di rumah kaca denganpenggunaan paranet, sehingga sinar matahari yang masuk ~ 75 % pertumbuhannya lebihlambat dari pada di lapang dengan sinar matahari penuh. Sehingga tidak semua perlakuandapat diambil sampelnya untuk dianalisa di laboratorium. Maka yang mencukupi bobotbasah untuk analisa kandungan minyak dan Patchouli alkoholnya adalah yang mempunyaipertumbuhan tertinggi yaitu No.4; No 7; No.5, No. 12 dan kontrol dengan bobot basah danbobot kering btangkasan tertera pada Tabel 9.Tabel 9. Bobot basah dan bobot kering brangkasan nilam hasil aklimatisasi pada umur 4bulan.No. Perlakuan asal yang diaklimatisasi ke media tanah + pupuk Bobot basah (gr) Bobot kering (gr)kandan!=j4. y. MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 m!=jll 600 505. Y. MS padat + vit tanpa meso inositol + NM 0,5 mgll 600 507. Y, KH padat tanpa vit+ 1M 0,5 mgll 600 5012. Y, KH padat tanpa vit+NM 1,0 mgll 600 5025. Kontrol 750 100Sampai laporan ini dibuat hasil ana lisa kandungan minyak dan patchouli alkohol belumselesai. Diharapkan akhir bulan November 2010 selesai, sehingga pada saat presentasilaporan yang biasanya dilaksanana pada awal Desember data sudah masuk. Pengeringanbrangkasan nilam sebelum dianalisa tertera pada Gambar 9.5.3. Analisis biaya yang diperlukan untuk menghasilkan bibit nilam secara kulturjaringan.Analisis biaya untuk menghasilkan bibit nilam secara kultur jaringan diperhitungkandengan menggunakan metode standar dan metode efisiensi tertera pada Tabel 10 dan 11.Dari kedua Tabel terebut terlihat adanya penurunan biaya produksi bibit sekitar 50 %.27


Tabel 10. Analisis biaya produksi bibit nilam dengan metode standar (Rp.)Biaya Produksi Nilam sebanyak 2500 bibitA. METODE STAN OAR1 MediaMedia InduksiMedia multiplikasiMedia PerakaranJumlah:Harga per plantlet:.,100250503 41205288BlIhll1 ke·6 7691 16598398193185'10 '1'1 '12JlIllllahBillk


Tabel 11. Analisis biaya produksi bibit nilam dengan metode efisien (Rp.).A. METODE EFISIENSI1·Media Media Induksi Media multiplikasi Media Perakaran Jumlah:Harga per plantle!:Bulall ke.2 3 4 5 6 7 8 9 '10 H 12100 5050 120 288 691 1659 39813185JumlahBiakllll1506,7893,185JumltlhBOlol301,3586372,025Billya d911selllll,lkoml)onell31,6501,432,562 •rr672,04521362572 Bahan IIl1tuk ,lklilllatisasiPolibagPupuk kandangGelas akua bekas3 UpahUpah isi polibag Upah Tanam aklim Upah pemeliharaan 7 kg x2000025000 per karung untuk 300 polibag10/bh400 polibag per hari dgn upah Rp. 20.000"700 plantiet per hari dgn upah Rp. 20.000"2jam per hari dengan upah Rp. 20.000"140,000 265,421 31,850 159,252 91,001 342,857 Biaya Bahan dan upahBiaya Bahan dan upah per bibitBiaya total per bib,it dengan metode efisiensi:29


• k5.4. Produksi bibit nilam untuk uji di lapang (Iahan kering dan daerah sentraproduksi)Hasil aklimatisasi bibit nilam di rumah kaca sarnpai akhir November 2010 sebanyak2300 bibit dalam polibag . Hasil aklimatisasi awal daunnya sudah mulai menguning dibagianbawahnya. Keadaan bibit nilam hasil aklimatisasi di rumah kaca terlihat pada Gambar 3, 4dan 5.Gambar 3. Hasil aklimatisasi bibit nilam pada umur 1-2 bulanGambar 4. Hasil aklimatisasi bibit nilam pada berbagai umurKiri : Bibit nilam hasil aklimatisasi umur 4 bulanTengah : Bibit nilam hasil aklimatisasi dari depan ke belakang umur 3, 2, dan 1 bulanKanan: Bibit nilam hasil aklimatisasi keseluruhanGambar 5. Hasil aklimatisasi bibit nilam sampai dengan Oktober 201030


· .,Gambar 6, 7 dan 8 menunjukkan hasil aklimatisasi biakan nilam yang berasal dariperlakuan induksi perakaran secara in vitro.,f!-~. -1I.k.....:.~ ;;;...;::.-i"-_ __Gambar 6. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro pada media tanah + pupukkandang (kiri) dan tanah + pasir + pupuk kandang (kanan) mulai perlauan No. 1, 3sid 13 pada umur 3,5 bulan.31


Gambar 7. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro pada media tanah + pupukkandang (kiri) dan tanah + pasir + pupuk kandang (kanan) mulai perlauan No. 14sId 20 dan kontrol pada umur 3,5 bulan.Gambar 8. Hasil aklimatisasi biakan nilam dari perlakuan in vitro pada media tanah + pupukkandang (kiri) dan tanah + pasir + pupuk kandang (kanan) mulai perlauan No.21,22,23, dan 24 pada umur 4 bulan.32


• ao,Gambar 9. Pengeringan sam pel tanaman nilam di rumah kaca sebelum dianalisakandungan minyak dan patchouli alkoholnya.BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN6.1. KESIMPULANDari hasil sementara dapat disimpulkan bahwa:- Pada umur 1 bulan, media ~ KH padat tanpa vit+NAA 1,0 mgll merupakan media terbaikuntuk memacu perakaran nilam dengan persentase perakaran, . jumlah akar, danpanjang akar tertinggi berturur-turut 100 %, 9,79 dan 6,59 cm.- Keberhasilan aklimatisasi pada media tanah + pupuk kandang (1 : 1) adalah 80,2 % lebihtinggi dari aklimatisasi pada media tanah + pasir + pupuk kandang (1:1 :1) (76,64 %) .- Pada umur 2 bulan setelah aklimatisasi tanaman nilam tertinggi (20,4 cm) dicapai olehperlakuan awal ~ KH padat tanpa vit+ IAA 0,5 mg/l. Jumlah tunas tertinggi (4) dicapaioleh perlakuan Ya MS padat + vit tanpa meso inositol + IBA 1,0 mg/l. Jumlah cabangtertinggi (2,3) dicapai oleh perlakuan ~ KH padat tanpa vit + NAA 1,0 mg/l.- Jumlah buku tertinggi ( 58,8) dan jumlah daun tertinggi (90,0) dicapai oleh perlakuan YaMS padat + vit tanpa meso inositol + ISA 1,0 mg/l pada media tanah + pasir + pupukkandang.- Biaya produksi bibit nilam secara kultur jaringan dengan metode efisiensi dapatditurunkan 50 % dari metode standar.- Jumlah bibit yang diaklimatisasi sampai akhir penelitian ini sebanyak 2300 tanaman.6.2. SARANDengan banyaknya bibit yang diaklimatisasi di rumah kaca, diharapkan penelitian iniakan berlanjut tahun 2011 di lapang , sehingga jumlah bibit yang dita~getkan 2300 tanamandapat dimanfaatkan.33


DAFTAR PUST AKA Administrator. 2008. Ragam media tanam. Media Tanam untuk tanaman hias.http://www.kebonkembang .com/panduan-dan-tip-rubrik-35/145.htmI17 Okt 2010Anonim, 2010. Auxin. http://en.wikipedia.org/wiki/Auxin 20 Juli 2010.Dirjenbun. Direktorat Jenderal Perkebunan. Statistik Perkebunan Indonesia 2003 - 2005,Nilam. 2006 Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan, Deptan.George E F, and P D Sherrington. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Hand Bookand Directory of Comercial Laboratories. Eastern Press, Reading, Berks. England. p.125-545.Hutami, S., I. Mariska, W. H. Adil. 2009. Laporan Hasil Penelitian SINTA 2009. MetodePerbanyakan In-Vitro Nilam Unggul Dengan Produktivitas Minyak 250 Kg/Ha/TahunDan Toleran Kekeringan Yang Lebih Murah 50 % Dari Metode Baku. 24 hal.Hobir, D. Sukmadjaja, dan I. Mariska. 1992. Aplikasi kultur jaringan dalam produksi bibitpada beberapa tanaman industri. Prosiding Komunikasi IImiah Penelitian AplikasiBioteknologi Kulttur Jaringan pada Tanaman Industri Puslitbangtri. 29 Februari.Bogor. Pp. 51-62.Kadir, A. 2007. Induksi Varian Somaklon melalui Iradiasi Sinar Gamma dan Seleksi In Vitrountuk Mendapatkan Tanaman Nilam Toleran terhadap Cekaman Kekeringan.Disertasi Doktor pad a Program Studi Agronomi. Sekolah Pasca Sarjana InstitutPertanian Bogor.174 p.Mariska, I. dan R. Purnamaningsih. 2007. Perbanyakan 5-10 nomor somaklon nilam tahankekeringan. Laporan Akhir Penelitian. Balittro. (tidak dipublikasikan).Nuryani, Y., I. Mariska, C. Syukur, A. Husni, dan S. Utami. 2001 . Peningkatan keragamangenetik nilam (Pogostemon sp.) melalui fusi protoplas. Di dalam: Seminar NasionalXV dan Kongres IX Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia tgl. 4-5Juli 2001 . Cisarua, Bogor.Nuryani, Y., Emmyzar dan Wiratno. 2005. Budidaya Tanaman Nilam. Badan LitbangPertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika. Sirkuler 15. 27 p.Pitono, J., I. Mariska dan R. Purnamaningsih. 2008. Uji toleransi nilam terhadap kekeringandi rumah kaca. Laporan Akhir Penelitian 2008. Balittro.34


. ~Table Lampiran 1 : Media untuk kultur jaringan dan sel (mg/L)Components(NH4hS04 ­MgS04. 7H2ONa2S04 KC1 CaC1 2. 2H2O Murashige-Skoog(1962)370 440 Knop Heller(1953)250NaN0 3 KN0 3 1,900Ca(N0 3 b 4H2O NH4N0 31,650 NaH2P04• H2O NH4H2P04 KH2P04170 FeS04. 7H2)27.8 Na2EDTA 37.3 MnS04. 4H2O 22.3 ZnS04. 7H20 8.6.CuS04• 5H2O 0.025H2SO4 2501,0001252500.1 1 0.03FeAS04h NiC1 2. 6H2O CoC1 2. 6H2OA1C1 3 FeC1 3 . 6H2O . FeC 6 0sH 7 • 5H 2 O0.025 0.030.03 1 K1 0.83H 3 B0 3Na2M004' 2H2O6.2 0.25 •Sucrose 30,000Glucose·0.01120,00035


·.. Myo-InositolNicotinic AcidPyridoxine HC 1100 0.5 0.5 Thiamine HC 1 0.1-1 1Ca-Pantothenate,Biotin,Glycine 2Cysteine HC1Folic AcidGlutamine36

More magazines by this user
Similar magazines