Views
2 months ago

EBOOK BENTARA TRIWULAN II 2017

Tidaklah mudah bagi

Tidaklah mudah bagi orang untuk menghadapi kebencian dengan kepala dingin, tetapi kita dapat dengan setia mengikuti teladan Sang Guru. Dengan yakin kita dapat membuang saran bahwa kebencian adalah tanggapan yang wajar terhadap kebencian, dan bertekad untuk hanya menyatakan Kasih ilahi saja, bahkan kalau kita diprovokasi secara keji. Contoh tentang hal ini dapat kita temui di halaman 576 majalah ini, di kolom Church in Action. Dikisahkan tentang seorang pelajar Ilmupengetahuan Kristen yang bekerja di surat kabar The Christian Science Monitor sebagai petugas pemasaran iklan. Saat melaksanakan tugasnya dia bertemu seorang pemilik toko yang berkata bahwa ia telah membenci Ilmupengetahuan Kristen selama dua puluh lima tahun. Menangani masalah tersebut dengan arif dan penuh kasih telah mendatangkan pencerahan dan hilangnya kebencian yang tidak beralasan—dan juga menghasilkan iklan di Monitor. Kebencian terhadap kebenaran tidak bisa mencederai kebenaran. Demikian juga kebencian tidak bisa melukai orang yang berpihak kepada Kebenaran dengan mengabarkan, mengajarkan, atau mempraktekkan Kebenaran. Sejatinya, tidak ada budi kedagingan yang mengirimkan pikiran-pikiran yang penuh kebencian, karena hanya ada satu Budi dan itu adalah Kasih ilahi. Dengan berpegang pada sikap mental ini kita aman—“mengenakan persenjataan lengkap Kasih.” Kebencian insani menjadi tidak berbahaya, dan kemenangan abadi Kasih terbukti. Naomi Price

Bimbingan Allah yang tidak dapat salah Oleh Jim Baker Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 3 Mei 2017 Aslinya diterbitkan di edisi 5 Juli 2010 majalah Christian Science Sentinel Para pelaut zaman dahulu biasa menentukan posisi mereka dengan mengamati Bintang Utara. Dewasa ini, orang menggunakan Global Positioning System. Tetapi sepanjang zaman, orang yang berpaling kepada Allah untuk memperoleh bimbingan dan mendengarkan suaraNya telah dibimbing dengan aman, setapak demi setapak, ke mana pun mereka pergi. Belum pernah pergantungan kepada Allah seperti itu, lebih penting untuk dilakukan seperti pada masa ini, ketika para pekerja dan keluarga di Amerika maupun di berbagai wilayah di dunia harus berpindah tempat dan mengalami kebingungan. Ribuan orang-orang telah kehilangan pekerjaan serta tempat tinggal mereka, dan merasa tidak berdaya serta frustasi. Lalu bagaimana kita berdoa untuk menghasilkan penyesuaian yang selaras dan memuaskan bagi situasi seperti itu? Bagi saya, tidak ada yang lebih membantu daripada secara konsisten berusaha memahami lebih baik hubungan saya dengan Allah dan merasakan bimbinganNya yang tidak dapat salah. Pembelajaran ini telah sangat diperkaya oleh ketujuh sinonim atau nama lain untuk Allah yang diberikan Mary Baker Eddy dalam bab “Daftar Istilah dengan Keterangannya” di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan. Masing-masing sinonim melukiskan segi yang berbeda akan sifat Allah. Ketujuh sinonim itu adalah Asas, Budi, Jiwa, Roh, Hidup, Kebenaran, dan Kasih (lihat hlm. 587). Saya juga sangat terbantu oleh pengamatan Ny. Eddy bahwa “jika dipahami, Asas adalah satu-satunya istilah yang sepenuhnya menyampaikan ide-ide tentang Allah,—satu Budi, manusia yang sempurna, dan Ilmupengetahuan ilahi” (No and Yes, hlm. 20). Kalau saya merenungkan istilah Asas, saya berpikir tentang hukum—hukum yang bersifat universal, tidak memihak, dan senantiasa bekerja. Asas adalah hukum yang dengan selaras mengembalikan pemikiran yang menyimpang ke jalur yang benar. Asas adalah hukum yang menyatukan berbagai unsur yang berbeda melalui daya tarik rohaniah. Asas adalah hukum akan bimbingan yang tidak pernah gagal yang meniadakan langkah yang keliru.

ii
Ebook Rusunawa - SKPD Pemerintah Kota Batam
Puisi-Esai-Kemungkinan-Baru-Puisi-Indonesia-ebook
Ebook Anak.wahidin halim koleksi - Bimtek Pengelolaan ...
PRESTAKUNTZA 2017
INFORMASI APBN 2017