Views
1 week ago

BAB I-VI_Harsy Tamimi_1113091000075

52 1621, 1654 dan 1918.

52 1621, 1654 dan 1918. Banjir besar juga terjadi pada tahun 1976, 1996, 2002, 2007 dan 2013. Banjir tahun 1996 menggenangi hampir seluruh penjuru kota. Kejadian ini menjadi tragedi nasional dan mendapat perhatian dunia. Banjir tahun 2007 juga memiliki cakupan wilayah genangan lebih luas. Berulangnya kejadian banjir per lima tahun menyebabkan banyak kalangan memercayai sebagai siklus lima tahunan. Kerusakan dan kerugian terhadap aset terkena banjir yang melanda DKI Jakarta, Bogor, Depok, tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tahun 2007, baik milik pemerintah, aset dunia usaha dan aset masyarakat diperkirakan senilai Rp5,16 trilyun. Selain ancaman bencana banjir, DKI Jakarta juga memiliki ancaman bencana lain berupa cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, gempa bumi, tanah longsor maupun ancaman bencana non alam dan sosial seperti konflik sosial, kegagalan teknologi, epidemi, dan wabah penyakit, kebakaran gedung dan pemukiman. Resiko bencana di DKI Jakarta dipengaruhi oleh ancaman bencana, kerentanan, dan kapasitas dalam menghadapi ancaman yang ada. Curah hujan tinggi dalam waktu yang pendek meningkatkan tingkat bahaya banjir akibat topografi wilayah, daya dukung lingkungan yang semakin menurun maupun kerentanan dan kapasitas warga dalam menghadapi ancaman bencana. Penurunan permukaan tanah yang diakibatkan oleh ekspoitasi air yang berlebihan dan pembangunan insfrastruktur semakin meningkatkan ancaman banjir dan meningkatkan kerentanan wilayah maupun komunitas DKI Jakarta. 5.20.2 Visi dan Misi Instansi pemerintah a. Visi Perushaan “Ketangguhan Kota Jakarta dalam Menghadapi Bencana” b. Misi Perusahan 1. Melindungi warga Jakarta melalui pengurangan resiko bencana. 2. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat kota Jakarta. 3. Meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

53 5.20.3 Struktur Organisasi Instansi pemerintah Gambar 5.15 Struktur Organisasi BPBD Jakarta (sumber : https://bpbd.jakarta.go.id) 5.20.4 Tugas Pokok dan Fungsi Berikut ini tugas dan fungsi BPBD Jakarta yaitu: 1. Menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan BNPB terhadap usaha Penanggulangan Bencana yang mencakup pra Bencana, Tanggap Darurat Bencana dan Pasca Bencana secara adil dan setara serta sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan; 2. menetapkan standardisasi serta kebutuhan penyelenggaraan Penanggulangan Bencana sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 3. menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana; 4. menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana; 5. melaksanakan penyelenggaraan penanganan bencana di daerah; 6. melaporkan penyelenggaraan penanganan bencana kepada Kepala Daerah setiap 1 (satu) bulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam keadaan darurat bencana; UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

kelas12_alat ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 3_sri
Materi Sistem Teknologi Informasi
bab xii telekomunikasi untuk industri tenaga listrik
JuknisInaGeoportal161012
Perakitan Komputer(1)
“bukuAjar” — 2011/9/22 — 13:39 — page i — #1 - cs.unsyiah.ac.id ...
Modul Pelatihan Animasi Dasar
Bab 9 - Kementerian Pengajian Tinggi
Bab III Gambaran Umum Struktur Pemerintahan
Komunikasi Data dan Interface
яюS o n y E r i c s s o n M o b i l e C o m m u n i c a t i o n s A B
Administrasi Server(1)
Download (3781Kb) - Repo EEPIS - Politeknik Elektronika Negeri ...
Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA dan INSTITUT ...
Query Penjadwalan Matakuliah Menggunakan Basis Data Terelasi