A Perubahan Sosial

bos.fkip.uns.ac.id

A Perubahan Sosial

8) Hindari kata-kata yang terlalu kuat (mengiringi jawaban) atau

terlalu lemah (tidak merangsang). Mengiringi jawaban akan

mendorong responden keluar dari jalur masalah yang diteliti.

Kata yang terlalu lemah akan memancing respons yang tidak

memadai sehingga jawaban lebih dari satu pilihan.

9) Susun pertanyaan yang tidak memaksa responden menjawab

yang tidak sebenarnya karena takut akan adanya tekanan-tekanan

sosial.

10) Hindari membuat pertanyaan yang dapat dijawab dengan

beberapa jawaban apabila hanya satu jawaban yang

diinginkan.

11) Jika mungkin, susunlah pertanyaan yang sedemikian rupa

sehingga dapat membebaskan responden dari berpikir terlalu

kompleks.

12) Hindari kata-kata yang sentimental, seperti, cantik, jelek, buruk,

dungu, bodoh, kurang ajar, dan lain-lain, sekiranya ada kata-kata

lain yang lebih sopan dan netral.

2. Wawancara

Wawancara atau interview (tanya jawab lisan) merupakan salah

satu bagian yang terpenting setiap penelitian. Tanpa wawancara,

peneliti akan kehilangan informasi yang hanya didapat langsung

melalui wawancara dengan responden. Pewawancara memerlukan

persyaratan tertentu, yaitu keterampilan mewawancarai, motivasi

yang tinggi, tidak ragu dan tidak takut dalam menyampaikan

pertanyaan. Persyaratan itu sangat perlu karena antara pewawan cara

dan responden masing-masing memiliki karakter yang berbeda dan

tentu hal ini akan menghambat kelancaran proses wawancara.

Sebelum melakukan wawancara, pewawancara perlu

mempersiapkan diri terlebih dahulu melalui latihan. Pewawancara

yang sudah berpe ngalaman pun perlu persiapan dan latihan. Latihan

wawancara diadakan untuk memberikan bekal keterampilan untuk

mengumpul kan data dengan hasil yang baik.

Pewawancara merupakan kunci keberhasilan perolehan data

yang diperlukan. Sikap pada waktu datang, sikap duduk, kecerahan

wajah, tutur kata, keramahan, serta keseluruhan penampilan akan

sangat berpengaruh terhadap isi jawaban responden. Oleh karena itu,

perlu adanya latihan yang intensif bagi calon pewawancara. Fungsi

pedoman wawancara adalah untuk mendapatkan hasil pencatatan

yang lebih cepat dan perolehan data yang diperlukan.

Saat proses wawancara berlangsung diperlukan situasi dan

kondisi yang menunjang dan hindari dari pengaruh eksternal yang

dapat mengganggu kelancaran wawancara. Teknik wawancara yang

perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

a. Usahakan pada waktu wawancara hanya responden yang hadir

dan wawancara pun tidak membawa teman.

b. Reaksi atau jawaban pertama terhadap pertanyaan itulah

pendapat responden yang sesungguhnya.

c. Jangan tergesa-gesa menulis jawaban tidak tahu karena jawaban

tidak tahu dari responden sebenarnya dia sedang berpikir. Oleh

karena itu, pewawancara harus sabar.

d. Pada jawaban ya dan tidak, seringkali responden menambah kan

keterangan maka semua jawaban tersebut dicatat dan tulislah

komentar responden.

e. Jawaban responden harus dimengerti maksudnya sebelum

dicatat jika belum jelas sebaiknya ditanyakan lagi.

Jendela

Info

Fakta yang diperlukan terkadang

tidak tercatat, dan orang hanya

dapat mengetahuinya jika ia

menanyakannya. Ferree pada 1976

mewawancarai 135 wanita yang

mempunyai anak usia sekolah dasar,

dan melaporkan bahwa para istri

yang seluruh kegiatannya terbatas

dalam rumah tangga “kurang puas

dalam hidup” dibandingkan istri yang

bekerja di luar rumah. Akan tetapi,

dalam wawancara yang dilakukan

Wright, pada 1978 dengan jumlah

informan besar dan bersifat nasional

serta pertanyaan yang sama,

menghasilkan data yang berbeda.

Hasil wawancara menyatakan tidak

ada hubungan yang tetap antara

kepuasan hidup istri dengan keadaan

apakah mereka bekerja di luar

rumah. Kasus tersebut memberi

gambaran bahwa penelitian tunggal

jarang memberikan bukti yang cukup

sebelum diperkuat oleh penelitian

ulang.

Sumber: Sosiologi Jilid 2,1999

Pengumpulan dan Pengolahan Data Penelitian 99