Views
2 months ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

Fokus akhir pks di

Fokus akhir pks di koalisi Tap untuk melihat video dayat. Boediono memang berada di Cipanas untuk liburan setelah melawat ke Kamboja. Tidak ada agenda rapat dengan SBY. “Sejak dari Kamboja Pak Boed sudah merancang ke Cipanas untuk istirahat bukan untuk ketemu Bos. Setahu saya yang ke Cipanas Pak Boed sekeluarga,” kata Yophie. Sikap SBY terhadap PKS dinilai terlalu lamban. Semestinya SBY segera tegas mengeluarkan PKS dari koalisi dan mencopot tiga menterinya karena menunggu partai ini mengundurkan diri hanya siasia. “Apa lagi yang ditunggu SBY? Keluarkan saja. Nggak mungkin PKS akan mundur dari koalisi,” ujar pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti. Mengapa SBY tidak cepat mengeluarkan PKS dan mendepak menterinya? SBY masih menimbang banyak risiko. Ia masih gamang. Ia khawatir keputusannya justru akan menguntungkan PKS. Bila PKS ditendang, akan muncul kesan PKS dizalimi, dan kesan ini akan makin kuat karena pemicunya adalah pembangkangan demi membela rakyat. “Ini akan menjadi modal kuat bagi PKS untuk menghadapi 2014,” papar Ikrar. SBY dan parpol koalisi menghendaki PKS yang mundur. Jika PKS yang mengundurkan diri dari koalisi maka PKS yang rugi. Sekali mundur, PKS akan sulit untuk meraih kepercayaan. Ia akan dicap tidak loyal sehingga di masa yang akan datang tidak akan Majalah detik 9 - 15 april 2012

Fokus akhir pks di koalisi “ Risiko besarnya akses ekonomi politiknya akan berkurang. Akses kekuasaan akan berkurang, Tapi ini konsekuensi. “ ada yang mengajak berkoalisi. Selain itu, SBY juga masih menimbang kekuatan PKS tidak bisa dianggap remeh. PKS berpengalaman di dalam gerakan politik ekstra parlementer, goyanggoyang pagar dan demonstrasi. Dalam peta koalisi, selama ini PKS menjadi kekuatan penyeimbang. PKS punya kekuatan di ekstra-parlementer sedangkan Golkar punya kekuatan di intra-parlementer. Jika PKS keluar, kekuatan penyeimbang itu akan hilang dan politisi makin leluasa di koalisi. Dengan berbagai pertimbangan itulah, SBY tidak bisa cepat mengambil keputusan untuk PKS. l l l Sama dengan SBY, PKS juga masih memilih menunggu. Ia tahu banyak kerugian bila mengundurkan diri dan keluar dari pemerintahan. Berada di luar pemerintahan, jelas memangkas pendanaan partai. Sudah jadi rahasia umum, bagaimana setiap kader yang jadi menteri jadi mesin uang bagi partainya. “Risiko besarnya akses ekonomi politiknya akan berkurang. Akses kekuasaan akan berkurang, Tapi ini konsekuensi,” ujar pengamat politik Indonesia Institut Hanta Yudha. Bila pun PKS akhirnya keluar dari koalisi dan, ini pun bukan berarti PKS akan tamat.PKS belum akan habis meski instrumen kampanyenya berkurang dan melemah. Dukungan terhadap PKS akan tetap ada terlebih sejak 2004,PKS terus memperluas basis massanya. Bahkan mungkin massa PKS berbiak karena simpati. “De ngan berakhirnya koalisi PKS, pendukung yang sempat berpaling akan kembali memilih PKS, karena menilai PKS hanya menjadi bumper pemerintah,” ujar pengamat politik Arie Dwipayana. (DEN/YOG) Majalah detik 9 - 15 april 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
majalah kredibel edisi-01-2011 - LKPP
Download Majalah - MPR RI /a
Majalah Santunan edisi Juli 2010 - Kementerian Agama Prov Aceh
Majalah Santunan edisi Oktober 2010 - Kementerian Agama Prov ...
Majalah%20ICT%20No.11-2013
Majalah ICT No.26-2014