Views
5 months ago

BUKU_RPI_1

Stakeholder Peran ·

Stakeholder Peran · Perguruan Tinggi (IPB & UI) Berperan dalam melakukakan kajian/penelitian dan advokasi · Dinas Kehutanan Provinsi Berperan dalam pengawasan pembangunan · Balai Besar Konservasi Sumberdaya Hutan (BBKSDA) Berperan dalam melakukan kegiatan konservasi Berdasarkan Tabel di atas, stakeholder diklasifikasikan menjadi: 1. Stakeholder Kunci (key stakeholders), yaitu kelompok atau individu yang memiliki pengaruh kuat atau peranan penting terkait dengan masalah, kebutuhan, dan perhatian terhadap kelancaran kegiatan yang terdiri atas: BPDAS Citarum-Ciliwung, BBWS Ciiwung-Cisadane, BPSDA, Dinas Kehutanan dan Pertanian Kabupaten Bogor, Bappeda Kabupaten/Kota Bogor, dan BLH Kabupaten/Kota Bogor. 2. Stakeholder Utama(primary stakeholders), yaitu kelompok atau individu yang menjadi penyebab atau yang terkena dampak baik positif maupun negatif dari suatu kegiatan. Termasuk dalam kategori stakeholder ini adalah kelompok masyarakat di wilayah hulu, tengah dan hilir DAS Ciliwung, PT Gunung Mas, Masyarakat yang tinggal di bantaran (sekitar) sungai, dan makelar tanah. 3. Stakeholder Penunjang (secondary stakeholders), yaitu kelompok atau individu yang menjadi perantara dalam membantu proses terlaksananya kegiatan. Stakeholder dalam kategori ini dapat digolongkan atas pihak penyandang dana, pengawas, dan pelaksana kegiatan. Terkait dengan pengelolaan wilayah hulu DAS Ciliwung yang termasuk dalam stakeholder ini adalah: kecamatan dan desa yang terlibat program kegiatan baik yang berperan sebagai pengawas maupun pelaksana, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu penyumbang dana dalam pengelolaan DAS Ciliwung, Pemda Provinsi Jawa Barat, Dinas Tata Bangunan Kabupaten Bogor, Kementerian Kehutanan, Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, LSM dan Perguruan Tinggi. Tahap 4. Menggali persepsi berdasarkan kriteria dan indikator Dalam menggali persepsi ini digunakan permasalahan dengan berbagai indikatornya yang dituangkan kedalam kuesioner sebagai berikut, dan para stakeholder harus memberikan bobot berdasarkan preferensinya. Tahap 5. Menganalisis persepsi stakehoder Analisis terhadap persepsi multipihak terhadap lanskap hutan di hulu DAS Ciliwung digunakan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan pembobotan skala likert. Dari hasil analisis diperoleh: 98 • Petunjuk Teknis Penentuan Luas Hutan Optimal Berbasis Respon Hidrologi

Persepsi stakeholder terhadap kondisi biofisik DAS Ciliwung Kondisi Biofisik Masyarakat Lembaga Pemerintah Terjadi alih fungsi lahan yang tidak sesuai pada wilayah hulu DAS Ciliwung 0.51 0.72 Kondisi wilayah hulu DAS menyebabkan sedimentasi tinggi pada sungai 0.70 0.74 Kondisi hulu menyebabkan bencana banjir di wilayah hilir DAS 0.66 0.69 Perlu ditingkatkan kegiatan penanaman pohon 0.89 0.91 Sampah dan limbah tidak terkelola dengan baik 0.70 0.74 Pembangunan bendungan dan kanal di wilayah hilir tidak terealisasi dengan baik 0.71 0.65 Perlu ditingkatkan kegiatan konservasi tanah dan air 0.85 0.89 Kapasitas drainase dari wilayah hulu hingga hilir DAS belum sesuai 0.78 0.75 Teknik budidaya di wilayah hulu tidak tepat dengan kaidah konservasi 0.69 0.68 Persepsi stakeholder terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat DAS Ciliwung Kondisi Sosial Ekonomi Pertumbuhan penduduk masyarakat di sekitar hutan mendorong peningkatan tekanan terhadap sumber daya hutan Masyarakat kurang dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan hutan Tingkat pendidikan masyarakat turut menentukan kualitas pengelolaan hulu DAS Kondisi ekonomi masyarakat di sekitar hutan masih memprihatinkan Perlu diterapkan system insentif dari wilayah hilir ke wilayah hulu sebagai bentuk kompensasi untuk melestarikan hutan Kegiatan rehabilitasi belum mengakomodir kepentingan ekonomi masyarakat Masyarakat Lembaga Pemerintah 0.75 0.74 0.69 0.62 0.76 0.72 0.87 0.74 0.89 0.78 0.77 0.68 Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 99