Views
7 months ago

BUKU_RPI_1

Tabel 7. Tabel 4.

Tabel 7. Tabel 4. Kerangkakerja model pengelolaan lanskap hutan Kota Pagar Alam No. Tujuan aktivitas Program kerja Instansi terlibat 1. Menciptakan alternatif pekerjaan yang tidak berbasis lahan bagi masyarakat yang tinggal di daerah hulu 2. Menyamakan persepsi parapihak tentang nilai penting hutan 3. Meningkatkan program-program pemerintah dalam membina usahatani berwawasan lingkungan di daerah hulu 4. Mengembangkan tanaman/bibit yang sesuai dengan kebutuhan petani 5. Melaksanakan program tanam pohon PNS sesuai sasaran/ prioritas lokasi · Pengembangan peternakan · Diversifikasi usaha produk pangan · Pengembangan budidaya jamur Sosialisasi dan Penyuluhan nilai penting hutan · Sosialisasi dan Penyuluhan Budidaya Pertanian ramah lingkungan (sesuai prinsip KTA) · Pembuatan sistem terassering di daerah berbukit · Pengadaan/pembuatan bibit pohon serbaguna untuk program RHL · Pemetaan lokasi prioritas RHL Kota Pagar Alam · Monitoring dan Evaluasi program penanaman pohon Dinas pertanian dan hortikultura, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi. Dinas Kehutanan dan Perkebunan, BKP5K, Badan Lingkungan Hidup Dinas Pertanian dan Hortikultura, BKP5K, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Hutbun, Bappeda. Penyusunan rencana skenario pengelolaan lanskap hutan ini memberi pelajaran kepada parapihak tentang pentingnya pemikiran sistem dan pengelolaan lingkungan yang bersifat integratif. Pemikiran sistem (systemic thingking) mampu mengurai akar penyebab dari isu dan masalah yang dihadapi. Selama ini, banyak program kerja disadari hanya bersifat rutinitas tanpa tujuan jelas untuk menyelesaikan masalah yang mana dan hanya bersifat parsial/sektoral. Isu kerusakan hutan ternyata tidak bisa hanya ditangani oleh sektor kehutanan saja karena dampak dan akar masalahnya dirasakan dan milik semua pihak. Program kerja sebagai rencana skenario pengelolaan lanskap hutan Kota Pagar Alam diusulkan parapihak untuk didorong sebagai rencana kerja SKPD pada tahun 2013. Hutan dalam model konseptual dan rencana skenario ini adalah kumpulan pohon-pohon yang semestinya tumbuh dan dipertahankan karena manusia di sekitarnya membutuhkan eksistensinya. Daerah sekitar sungai, perbukitan terjal, sekitar mata air dan hulu sungai (hutan lindung) diprioritaskan sebagai area yang semestinya berhutan. Konsep ini tidak memandang pembagian hutan hanya berdasarkan kawasan hutan atau bukan, karena kawasan hutan identik dengan domain pekerjaan instansi kehutanan saja. Hutan yang 38 • Analisis Hasil Penelitian

erbasis kebutuhan lanskap dapat diterima parapihak sebagai sebuah kebutuhan semua manusia yang tinggal di sekitarnya, demi kemaslahatan kehidupan secara berkelanjutan. Penelitian persepsi multipihak terhadap lanskap hutan juga dilaksanakan di Jawa Tengah, di daerah Sub DAS Serayu Hulu yang berada di Kabupaten Wonosobo dan sebagian kecil Banjarnegara. Pertimbangan dari pemilihan lokasi ini adalah; 1. Kawasan hulu Sub DAS Serayu Hulu yang terbentang antara Gunung Sindoro, sebagian merupakan wilayah yang berfungsi sebagai kawasan lindung, namun kini sebagian besar daerah lindung tersebut dimanfaatkan masyarakat secara luas untuk pertanian tanaman semusim. 2. Tekanan penduduk terhadap lahan telah mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur lanskap di Sub DAS Serayu Hulu yang ditandai dengan berkurangnya luas hutan yang seharusnya ada. 3. Sub DAS Serayu Hulu terletak di Kabupaten Wonosobo dan merupakan kabupaten dominan dengan demikian akan mempermudah penelitian ini. Hasil penelitian menyebutkan bahwa hutan bisa membantu memberikan kehidupan yang lebih baik pada banyak masyarakat tani. Begitu berharganya hutan bagi kelompokkelompok tani tersebut mendorong mereka mengembangkan suatu gerakan untuk menjaga eksistensi hutan baik itu hutan negara maupun hutan rakyat. Secara umum persepsi masyarakat adalah baik berkaitan dengan keberadaan hutan. Saat ini usaha perambahan sudah tidak lagi dilakukan petani, tergantikan dengan kampanye-kampanye pengembangan hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 39