Views
5 months ago

BUKU_RPI_1

menggunakan pendekatan

menggunakan pendekatan horisontal dari pakar geografi serta pendekatan vertikal dari ahli ekologi. Pendekatan lanskap dari sisi ekologi menekankan pada peran manusia dalam hubungannya dengan berkembangnya struktur lanskap, fungsi lanskap dan dinamika perubahan yang terjadi (Arifin 2009). Istilah sentinel landscape digunakan oleh Lembaga penelitian kehutanan internasional, CIFOR, untuk menggambarkan bahwa bentang lahan mengalami perubahan sebagai akibat dari bekerjanya berbagai faktor. Melalui Consortium Research Program (CRP) yang dikembangkannya, penelitian CIFOR tentang lanskap dilakukan dengan menunjuk lokasi tertentu untuk mewakili kontinen dan membentuk jaringan/network lokasi, yang secara geografis (misalnya daerah aliran sungai) atau secara isue (pendekatan keuntungan manfaat yang beragam) terkait satu sama lain. Di lokasi atau jaringan lokasi tersebut dilakukan pengumpulan data dan monitoring biofisik, sosial, ekonomi dan tata kelola, yang dilakukan dengan metode yang konsisten dan diintepretasikan untuk jangka waktu yang panjang. Pendekatan penelitian semacam ini bermanfaat untuk mengukur dampak kebijakan atau praktek penggunaan lahan terhadap kelestarian lanskap serta kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pendekatan penelitian yang berbasis network lokasi di berbagai kontinen dapat digunakan untuk melakukan prediksi kecenderungan penggunaan lahan di masa mendatang serta konsekuensi dampak yang mungkin terjadi. Pendekatan penelitian dengan menggunakan konsep lanskap yang dilakukan oleh CIFOR sesuai dengan arah pembangunan berkelanjutan dan juga mendukung aksi untuk mengatasi persoalan perubahan iklim (http://blog.cifor.org/author-en/peter-holmgren/). Pendekatan ini dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang muncul dari skala lokal atau tingkat tapak hingga tingkat regional dan bahkan global. Dimensi manusia yang membentuk lanskap mendorong CIFOR untuk membatasi pengertian tentang lanskap sebagai ‘a place with governance in place’ atau wilayah geografis dengan institusi di dalamnya (formla maupun informal) yang mempengaruhi pembentukan maupun perubahannya. Hubungan antara skala geografis dengan tata kelola institusi di dalamnya digambarkan sebagai berikut: 8 • State of the Art Manajemen Lanskap Hutan

Sumber: http://blog.cifor.org/author-en/peter-holmgren/ Organisasi nirlaba Tropenbos International menggunakan pendekatan lanskap untuk menekankan akan arti penting konservasi biodiversitas dalam suatu bentang alam hutan (High Conservation Value of Forests/HCVF). Menurut Tropenbos, kondisi hutan yang terdegradasi perlu direstorasi. Panduan untuk melakukan restorasi lanskap hutan mengacu pada Sayer et al (2013) yang mengutamakan 10 prinsip, yaitu: (1) pembelajaran yang berkelanjutan dan pengelolaan adaptif, (2) sharing kepentingan dalam hal isue atau persoalan guna membangun solusi bersama, (3) multi-skala, kesadaran akan kompleksitas persoalan dan pentingnya pembelajaran akan pengaruhnya terhadap manajemen, (4) aspek multi-fungsi dari lanskap serta ragam komponen lanskap yang bersifat multi-guna mengandung trade-off yang memerlukan rekonsiliasi, (5) banyaknya pihak yang berkepentingan di dalam suatu lanskap yang perlu diakomodasi agar dapat menghasilkan luaran yang optimal dan bersifat etis, (6) transparansi dan komunikasi dalam hal pengelolaan agar potensi konflik dapat ditekan (7) kejelasan hak dan tanggung jawab dalam hal penggunaan lahan dan sumberdaya alam yang perlu dipertimbangkan dalam mengelola lanskap (8) partisipasi dan user-friendly monitoring yang diperlukan untuk memperkaya informasi, (9) meningkatkan ketahanan atau resiliensi dengan memahami ancaman serta kerentanan yang ada, dan (10) penguatan kapasitas multipihak agar dapat berpartisipasi secara efektif dan menjalankan hak serta kewajiban yang dibebankan kepada masing-masing. Lanskap yang menggambarkan kenyaman dan ketenangan alami digunakan oleh lembaga Conservation Internasional dalam konsep Intact Forest Landscape/IFL. Konsep ini mengandung nilai panaroma yang seringkali dimanfaatkan untuk fotografi dan ekowisata guna yang dilindungi keasliannya dengan adanya campur tangan manusia yang minimal. Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 9